Senin, 29 Juni 2009 12:36 WIB
KENDARI--MI: Wakil Presiden (Wapres) M Jusuf Kalla menegaskan untuk masa mendatang tambang emas tidak boleh lagi diserahkan ke perusahaan asing tetapi harus diserahkan kepada perusahaan nasional.
"Saya tetapkan (tambang emas) harus diberikan pada perusahaan nasional," kata Wapres M Jusuf Kalla saat rapat koordinasi pembangunan kelistrikan pemanfaatan aspal Buto, ekspor rotan, dan percepatan infrastruktur di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (29/6).
Menurut Wapres, soal pertambangan emas hanya ada dua pilihan. Pertama, kalau mau ada pemerataan maka diserahkan kepada tambang rakyat. Namun, tambah Wapres, efeknya lingkungan hancur.
Yang kedua, katanya, memberikan hak kepada tambang besar atau asing tetapi efeknya tak ada pemerataan. "Dan kalau dikasih ke perusahaan asing, kita marah-marah terus sepanjang tahun. Dan kita tak tahu berapa yang diambil mereka," kata Wapres.
Oleh karena itu, kata Wapres, sekarang pilihan yang akan diambil yang mana. Namun, tambah Kalla, pengalaman selama ini dengan tambang asing yang terjadi justru konflik berkepanjangan.
Solusinya adalah memberikan kepada rakyat atau perusahaan nasional tetapi dengan perbaikan di bidang teknologinya. "Nanti kita bikin tim untuk bikin pola pertambangan rakyat dan tambang besar. Tapi bupati jangan berikan izin terus menerus," kata Wapres. Sulitnya itu, lanjut Wapres, kalau mau pilkada izin keluar terus. (Ant/OL-04)
http://www.mediaindonesia.com/read/2009/06/06/82574/21/2/JK-Larang-Asing-Kuasai-Lagi-Tambang-Emas

Post a Comment