Gerakan Konsumen Indonesia
THE PEOPLE UNITED WILL NEVER BE DEFEATED (RAKYAT BERSATU TAK BISA DIKALAHKAN)

Trik Hindari Jerat Tipu Label Halal Pada Makanan

11:58:00 AM
Rabu, 27 Januari 2010 16:54

Sate kambing adalah salah satu contoh makanan halal. dosen teknologi pangan IPB mengatakan bahwa makanan halal bukan hanya terbuat dari bahan yang halal, namun jua diolah dan didistribusikan dengan tata cara yang halal. (SuaraMedia News)

Memilih makanan halal ternyata bukan perkara mudah. Label halal yang tercantum dalam kemasan makanan atau papan restoran bukan lagi jaminan produk itu 100 persen halal.

Dosen Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor (IPB), Joko Hermanianto, mengatakan, makanan halal tak hanya terbuat dari bahan-bahan halal, namun juga diolah dengan cara yang halal dan didistribusikan secara halal.

Demi melindungi konsumen Indonesia yang mayoritas muslim, konsep makanan halal itupun telah diatur dalam peraturan perundang-undangan. "Konsep halal dan haram disusun berdasarkan Al-Quran dan Hadist," katanya dalam jumpa pers 'Implementasi Sistem Jaminan Halal di Industri Pangan', Jakarta, Rabu, 27 Januari 2010.

System Development and Halal Manager Nutrifood, Hamsy Halid, menambahkan, label halal dalam kemasan produk harus menyertakan label MUI, sebagai bagian sistem jaminan halal yang dipersyaratkan LPPOM MUI. "Jaminan ini dapat diberikan setelah melalui rangkaian pemeriksaan ketat atas produk yang disertifikasi dan sistem yang dimiliki perusahaan dalam menjamin kehalalan produk yang dihasilkannya,” ujarnya.

Berikut tips untuk memastikan kehalalan suatu produk makanan di restoran atau warung,

1. Jangan malu bertanya
Tanyakan kepada pedagang mengenai bahan-bahan dasar yang digunakan. Pastikan produk yang akan kita konsumsi merujuk daftar halal bahan baku.

2. Perhatikan lokasi pembuatan
Apakah pengolahan produk yang kita konsumsi bercampur dengan produk haram. Jika iya, anggap produk itu tidak halal. Karena bisa saja, makanan yang terbuat dari bahan dasar halal, diolah dengan alat masak bekas olahan bahan dasar yang diharamkan.

3. Cek bumbu pelengkap
Pastikan bumbu-bumbu yang digunakan sebagai campuran tidak mengandung unsur atau bahan haram. Bumbu pelengkap tak halal yang biasa dicampur ke dalam makanan antara lain arak, dan minyak babi. (vn) /www.suaramedia.com

http://www.suaramedia.com/gaya-hidup/makanan/16499-trik-hindari-jerat-tipu-label-halal-pada-makanan.html
Read On 0 comments

Elpiji Rusak, DPRD Pamekasan Akan Panggil Pertamina

11:57:00 AM
Jumat, 29 Januari 2010 | 18:02 WIB

PAMEKASAN | SURYA Online - DPRD Kabupaten Pamekasan, Madura, berencana memanggil Pertamina, terkait banyaknya tabung elpiji yang rusak di wilayah tersebut dalam program konversi minyak tanah.

“Kami masih mengatur jadwal, dan dalam waktu dekat kami akan memanggil pihak Pertamina,” kata Ketua Komisi B DPRD Pamekasan, Hosnan Ahmadi, Jumat (28/1/2010).

Menurutnya, banyaknya laporan tabung elpiji rusak yang didistribusikan pihak Pertamina itu, disampaikan sejumlah warga dan kelompok organisasi kemahasiswaan di Pamekasan.

Di Pamekasan, jumlah kepala keluarga (KK) yang telah menerima program konversi elpiji dari Pertamina sebanyak 77.817 KK tersebar di lima kecamatan. Yakni Kecamatan Galis, Larangan, Kadur, Pegantenan, dan Kecamatan Palengaan dari total 210.771 KK yang akan menerima program konversi.

Dari 77.817 KK yang telah menerima program konversi elpiji itu, sekitar 30 persen di antaranya rusak. Warga umumnya mengaku tidak tahu cara mengembalikan paket bantuan tersebut, sebab saat pendistribusian pihak Pertamina tidak menjelaskan tentang cara pengembaliannya.

Hosnan menjelaskan, kerusakan paket bantuan elpiji tersebut, tidak hanya pada tabung, tapi juga selang hingga kompor gas.

“Akibat paket elpiji rusak itu, sebagian warga terpaksa tidak menggunakan elpiji dan tetap menggunakan kompor minyak tanah,” jelasnya.

Jika terus dibiarkan, maka program konversi minyak tanah ke elpiji oleh pemerintah pusat itu akan sia-sia.

“Oleh karena itu, komisi B perlu melakukan pemanggilan terhadap pihak Pertamina untuk meminta pertanggungjawaban. Sebab harga semua paket elpiji yang diberikan kepada masyarakat itu sama, baik yang rusak ataupun yang tidak,” tegas Hosnan.

Keluhan tentang kerusakan paket bantuan elpiji itu disampaikan warga di sejumlah kecamatan di wilayah Kabupaten Pamekasan. Seperti di wilayah Kecamatan Larangan, Kadur, dan sebagian di wilayah Kecamatan Pegantenan.

Selain keluhan kerusakan, komisi B juga akan meminta pertanggungjawaban kepada Pemkab Pamekasan tentang pelaksanaan sosialisasi. Sebab sejauh ini banyak masyarakat yang mengaku khawatir menggunakan elpiji karena takut meledak.

“Ketika ini terjadi, kan penyebabnya sudah jelas, karena kekurangan sosialisasi,” ucapnya.

Disatu sisi, kata Hosnan, ketakutan warga akan penggunaan paket elpiji itu karena mengubah kebiasaan dari kompor minyak tanah ke gas.

Namun, sambungnya, jika Pemkab Pamekasan melakukan sosialisasi kepada masyarakat hingga ke lapisan paling bawah maka warga tidak akan merasa ketakutan.

“Oleh sebab itu, selain pihak Pertamina, kami juga akan meminta penjelasan kepada pihak eksekutif selaku penanggung jawab kegiatan ini,” papar Hosnan.

Protes tentang banyak paket elpiji rusak dalam program konversi itu bukan hanya disampaikan warga, juga elemen mahasiswa dari sejumlah Perguruan Tinggi di Pamekasan.

Bahkan beberapa waktu lalu, puluhan aktivis mahasiswa Pamekasan mendatangi kantor DPRD di Jalan Kabupaten, guna menyampaikan sebagian paket elpiji bermasalah tersebut.

ant

http://www.surya.co.id/2010/01/29/elpiji-rusak-dprd-pamekasan-akan-panggil-pertamina.html
Read On 0 comments

Menkes: Saatnya Penerapan Standarisasi Puskesmas

11:56:00 AM
Jumat, 29 Januari 2010 | 14:24 WIB

KOMPAS.com - Menteri Kesehatan Republik Indonesia Endang Rahayu Sedyaningsih menyatakan sudah saatnya menerapkan standarisasi untuk pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas). "Nanti puskesmas dapat memilih model standar seperti apa yang akan diberlakukan," kata Menkes di sela-sela kunjungan kerjanya ke Puskesmas Jetis Kota Yogyakarta, Jumat.

Menurut dia, ada beberapa model standarisasi puskesmas yang akan diberlakukan disertai dengan standar pelayanan minimum dan puskesmas memiliki kebebasan untuk meningkatkan kelasnya sesuai standar yang dipilih.

Dalam kunjungan kerja ke Puskesmas Jetis tersebut, Menkes didampingi oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana setelah sebelumnya bertemu dengan Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Choirul Anwar menyatakan bahwa Puskesmas Jetis telah memperoleh ISO 9001 sejak empat tahun lalu, dengan sebagian besar pasien adalah warga kurang mampu di sekitar puskesmas. Setiap hari, ada sekitar 150-200 pasien yang berobat di puskesmas tersebut.

Kepala Puskesmas Jetis dr Erna menyatakan, setiap tahun pihaknya memperoleh dana dari dari pemerintah pusat, salah satunya adalah untuk pengembangan puskesmas seperti rehabilitasi fisik dan juga dana jaminan kesehatan masyarakat (jamkesmas).

Erna menyebut, dana jamkesmas yang akan diterima yaitu sebesar Rp51 juta untuk 5.253 peserta. Selain itu, pihaknya juga rutin mengajukan "plan of action" setiap tahunnya ke Pemerintah Kota Yogyakarta untuk pengembangan layanan di bidang promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif.

"Di luar dana tersebut, juga masih ada dana rutin untuk operasional puskesmas. Sedangkan 67,5 persen pendapatan yang diperoleh dikembalikan untuk puskesmas," katanya.

http://kesehatan.kompas.com/read/2010/01/29/14243293/Menkes:.Saatnya.Penerapan.Standarisasi.Puskesmas
Read On 0 comments

Toyota Tidak Akan Menarik Mobil yang Beredar di Indonesia

11:55:00 AM
Jumat, 29 Januari 2010 | 15:21

JAKARTA. Cobaan memang tak pernah terduga datangnya. Lihat saja, saat tengah menikmati posisi puncak di pasar mobil Indonesia, isu panas penarikan kembali (re-call) mobil dari tangan konsumen Toyota di Amerika Serikat (AS) menghantam dengan kencang. Penarikan mobil Toyota akibat masalah serius pada sistem pedal gas yang bisa membahayakan pada saat mengemudi itu bahkan juga terjadi di China dan Eropa. Tak tanggung-tanggung, sekitar 5,35 juta unit Toyota kini mulai ditarik dari pasar.

Penarikan Dalam re-call tersebut, selain beberapa tipe mobil yang beredar di AS seperti Avalon, Matrix, RAV4, dan Highlander, ada pula jenis sedan yang juga bersliweran di Indonesia yaitu Camry serta Corolla. Kedua jenis sedan keluaran Toyota itu termasuk yang paling laris di Indonesia. Bahkan New-Camry tahun 2009 lalu terjual 1.175 unit di Indonesia dan menduduki posisi pertama pasar mobil sedan medium class dan meninggalkan kompetitor terdekatnya yakni Honda Accord yang hanya laku 666 unit. Wajar, jika kini pasar mobil di Indonesia pun mulai was-was.

Tetapi Achmad Rizal Roesindrawan, Manager Marketing Communication PT Toyota Astra Motor (TAM) buru-buru menenangkan pasar. Ia meyakinkan bahwa re-call hanya akan diberlakukan di pasar AS saja. "Semua mobil yang di re-call adalah yang berasal dari pabrik di Amerika, sedangkan mobil yang beredar di Indonesia berasal dari pabrik di Thailand," tegas Achmad kepada KONTAN kemarin (29/1).

Achmad menambahkan bahwa pihaknya juga telah mendapatkan konfirmasi resmi dari pihak Toyota Motor Corp (TMC) bahwa tidak ada masalah dalam peredaran produk Toyota di wilayah Asia dan Oceania. Ia meyakinkan bahwa jenis mobil yang beredar di Amerika maupun Eropa tak berkaitan dengan perakitan mobil untuk wilayah Indonesia dan sekitarnya. "Posisi setir di sana (Amerika dan Eropa) kan 90% di kiri," cetus Achmad.

Nadia Citra Surya

http://www.kontan.co.id/index.php/bisnis/news/29051/Toyota-Tidak-Akan-Menarik-Mobil-yang-Beredar-di-Indonesia-
Read On 0 comments

Banyak Genangan, Poros Barru Rawan Lakalantas

11:53:00 AM
Jumat, 29-01-10 | 18:16

BARRU -- Genangan air di sepanjang jalan poros Barru yang masih sedang dalam pelebaran setiap saat mengancam keselamatan pengguna jalan. Pasalnya, genangan akibat hujan itu bisa memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Makanya, Satuan Lalulintas Polres Barru meminta pelaksana proyek menyiapkan mesin pompa penyedot air serta menambah rambu hati-hati di sepanjang jalan tersebut. "Diperlukan tidak hanya satu pompa penyedot air, kalau bisa lebih dari satu agar genangan air bisa segera di atasi,''katanya.

Kasatlantas Polres Barru, AKP Akbar Usman yang Kamis, 28 Januari, ikut khawatir dengan rawannya kondisi jalan akibat banyaknya genangan. Apalagi, kata Akbar, separuh bahu jalan sudah dibeton sehingga lebih tinggi dari ruas sebelahnya.

Selain masalah genangan air, ujung jalan beton yang belum selesai juga mengganggu pengguna jalan. Karena masih dalam pengerjaan, diharapkan ada penambahan rambu-rambu lalu lintas.
"Rambu itu harus betul-betul memberi tanda dengan jarak pandang yang cukup jelas. Hal ini penting agar pengguna jalan turut berhati-hati saat berkendara," pinta dia. (rus)

http://www.fajar.co.id/index.php?option=news&id=80393
Read On 0 comments

Parfum Palsu dan Bahaya Kesehatan

11:51:00 AM
Jumat, 29/01/2010 16:31 WIB

Vera Farah Bararah - detikHealth

New York, Seringkali orang tergoda memiliki barang mewah dengan harga yang murah karena itu banyak yang membeli barang palsu termasuk parfum. Amankah pakai parfum palsu?

Barang apapun yang palsu pasti belum terjamin kualitasnya apalagi parfum yang penggunaannya langsung diusapkan pada kulit. Hal ini memungkinkan kandungan dari wewangian tersebut terserap dan masuk ke dalam tubuh.

"Seseorang biasanya menggunakan parfum di bagian wajah, leher dan pergelangan tangan. Semua itu adalah bagian sensitif dari tubuh, sehingga jika bahan-bahan aktif yang terkandung didalamnya berbahaya dapat menimbulkan risiko kesehatan yang serius," ujar Valerie Salembier, Senior vice president dari Harper's Bazaar, seperti dikutip dari ABCNews, Kamis (28/1/2010).

Salembier dan stafnya telah mendedikasikan diri untuk mengungkap kandungan dari parfum palsu selama 6 tahun. Diketahui beberapa parfum palsu ini mengandung bakteri dan antifreeze (antibeku) sebagai bahan aktif, serta bahan lain yang digunakan untuk menyeimbangkan pH dan warna dari parfum tersebut.

"Saya memang belum pernah melihat reaksi dari parfum asli. Tapi pada parfum yang palsu bisa menimbulkan reaksi kulit dermatitis atau peradangan kulit terutama bagi yang orang yang memiliki sensitifitas tubuh tinggi," ujar dermatolog di New York, Jeannette Graf.

Graf menuturkan beberapa pasiennya mengaku mengalami rasa tak nyaman, rasa seperti terbakar, bau yang terlalu mencolok serta munculnya warna kemerahan pada bagian kulit yang terkena parfum setelah menggunakannya.

Kejadian ini bisa saja terjadi pada banyak orang, karena parfum palsu sangat mudah didapat seperti dijual di pinggir-pinggir jalan atau melalui internet.

Selain itu pada beberapa orang, bau parfum yang palsu bisa memicu timbulnya sakit kepala, migrain atau masalah pernapasan. Jika campuran dari parfum palsu tersebut adalah air, mungkin tidak akan terlalu berbahaya bagi tubuh.

Parfum yang palsu belum dapat diketahui dengan pasti zat apa saja yang terkandung di dalamnya. Beberapa pelaku biasanya hanya menuliskan kandungan alkohol dan wangi biang dari parfum tersebut. Hal ini bisa sangat merugikan konsumen dan termasuk ke dalam hal penipuan.

Masyarakat harus menyadari bahwa menggunakan parfum palsu bisa berhadapan dengan sesuatu yang buruk. Beberapa orang terkadang tidak mengetahui apakah dirinya mengalami alergi pada suatu zat atau tidak.

(ver/ir)

http://health.detik.com/read/2010/01/29/163134/1289172/766/parfum-palsu-dan-bahaya-kesehatan
Read On 0 comments

Tanujaya: Pemerintah Harus Demokan Pembobolan ATM

11:48:00 AM
Selasa, 26 Januari 2010 11:22

Jakarta (SuaraMedia News) - Alfons Tanujaya, analis anti virus dan keamanan komputer dari Vaksincom, menyambut baik demonstrasi kelemahan keamanan ATM yang disiarkan di televisi seperti yang dilakukan ahli digital forensic Ruby Alamsyah. Bahkan, ia berharap pemerintah atau Bank Indonesia ikut mendorong hal ini.

"Saya bukan setuju kalau dipertontonkan saja, melainkan pemerintah lewat Bank Indonesia harus encourage (mendorong/mendukung-red) hal ini.

Menurut Alfons, untuk setiap insiden sekuriti pada sistem perbankan harus dikomunikasikan ke publik. Hal ini agar nasabah tidak terbuai oleh rasa keamanan yang palsu.

"Selama ini bank-bank berusaha menutupi insiden dan memberikan kesan yang salah bahwa kartu ATM-nya aman. Padahal teknologi yang dipergunakan oleh mesin ATM saat ini adalah teknologi kartu magnetik. Itu mah teknologi dari zaman kuda gigit besi," Alfons melanjutkan.

Alfons pun menganjurkan perbankan untuk beralih ke kartu ATM berbasis Chip. Ia mengibaratkan, kartu ATM magnetik yang sekarang digunakan adalah 'kartu bugil', sehingga data di dalamnya bisa dilihat dengan mata telanjang oleh pelaku.

Sedangkan kartu chip, lanjut Alfons, ibaratnya sudah memakai baju dan celana. Data dalam kartu dengan chip, lanjut Alfons, memiliki enkripsi yang menyulitkan pelaku kejahatan.

"Tapi pengguna hardware keuangan selalu harus sadar bahwa security is a process. Jadi jangan sudah pakai satu teknologi maunya untung terus, nggak mau ikuti perkembangan bahwa teknologi yang digunakannya sudah kuno dan harus diganti," ia menambahkan.

Bahkan, Alfons meramalkan, bencana besar bisa terjadi jika perbankan di Indonesia masih ngotot dengan kartu magnetik. "Tinggal tunggu waktu, makin lama pembobolan akan makin banyak dan lama-kelamaan malah orang nggak percaya lagi sama kartu ATM," tandasnya.

Serangan' Roy Suryo terhadap pakar forensik digital Ruby Alamsyah ditanggapi oleh blogger Bandung. Menurut mereka, munculnya Ruby justru bagus karena dapat membuka mata masyarakat bahwa banyak pakar TI di Indonesia yang siap bersuara di dunia nyata.

"​Justru bersyukur dengan munculnya Ruby, kita (masyarakat) jadi tahu bahwa pakar TI di Indonesia itu banyak," ujar Ihwanul Iman, Bandung Blog Village (BBV) Representative saat berbincang dengan detik.com ,Senin (25/1/2010).

Ditambahkan oleh Ihwan, demikian dia akrab dipanggil, profil Ruby sangat kompeten untuk membahas masalah pembobolan ATM. Aksinya di TV tersebut membuat masyarakat bisa berhati-hati lagi dalam melakukan transaksi di ATM.

"Kalau baca profilnya, dia sangat kompeten untuk membahas masalah yang sekarang ini menjadi buah bibir masyarakat," tuturnya.

Serangan Roy ini diduga akibat aksi Ruby Alamsyah di stasiun TV swasta. Dalam tayangan tersebut, Ruby dengan gamblang mempraktekkan cara membobol ATM.

Roy pun gerah. Dia lantas mengirimkan pesan singkat ke kolega serta masyarakat tentang dampak negatif dari penayangan tersebut. Menurutnya, aksi Ruby bisa memancing masyarakat untuk berbuat serupa.

‎​"Saya kira tidak perlu menyerang seperti itu, bahkan dengan menyebar SMS ke sejumlah pihak," pungkasnya.(detik.com)

http://www.suaramedia.com/dunia-teknologi/teknologi/16442-tanujaya-pemerintah-harus-demokan-pembobolan-atm.html
Read On 0 comments

Tulang Sehat tanpa Alas Kaki

11:40:00 AM
Jumat, 29 Januari 2010 09:00 WIB

Penulis : Ikarowina Tarigan

BELUM memiliki sepatu olahraga bukan lagi alasan untuk tidak melakukan aktivitas fisik, khususnya lari. Pasalnya, studi terbaru mengungkap bahwa lari tanpa alas kaki justru jauh lebih baik.

Lari tanpa alas kaki umum dijumpai di beberapa area di Afrika. Hampir 50 tahun lalu, peraih medali emas olimpiade Abebe Bikila memenangkan lari maraton pertamanya tanpa alas kaki. Sedang pada 1980-an, pelari dari Afrika Selatan Zola Budd masuk ke lintasan tanpa alas kaki.

Baru-baru ini, peneliti menemukan bahwa orang-orang yang lari tanpa alas kaki cenderung mendarat dengan menggunakan ball (tempat penyatuan jari-jari kaki dengan seluruh kaki) atau di bagain kaki. Dengan cara ini, pelari tidak mengguncang tulang.

Tapi, mereka yang lari dengan mengenakan sepatu cenderung mendarat di tumit. Pendaratan seperti ini akan mengirim gelombang kejut yang menyakitkan ke seluruh tubuh.

Peneliti dari Harvard University dan Glasgow University menganalisis gaya berlari dari atlet, baik yang mengenakan sepatu maupun yang lari dengan kaki telanjang.

Hasil menunjukkan, sekitar 75 persen pelari yang bersepatu mendarat di tumit. Artinya, tumit pelari menghantam tanah 1000 kali per mil. Hal ini menciptakan tekanan benturan yang besar dan tiba-tiba.

Sedang mereka yang tanpa alas kaki cenderung mendarat dengan langkah elastis ke arah depan kaki. Mereka lebih condong ke arah jari kaki dan mendarat dengan langkah yang lebih ringan.

Temuan ini, terang peneliti, membantu menjelaskan mengapa banyak pelari dunia dengan daya tahan tinggi berlari sangat baik dengan kaki telanjang.

"Orang yang berlari tanpa alas kaki mendarat dengan cara yang berbeda," tutur pemimpin studi Dr Daniel Lieberman, profesor bidang evolusi biologi manusia dari Harvard seperti dikutip situs dailymail.

Sebagian besar orang, terang Lieberman, mengira bahwa lari tanpa alas kaki berbahaya dan memicu rasa sakit. Padahal, Anda bisa berlari tanpa alas kaki di permukaan yang yang paling keras sekalipun tanpa rasa sakit.

"Yang Anda perlukan hanyalah sedikit penebalan kulit. Selanjutnya, risiko cederanya akan lebih kecil dibandingkan lari bersepatu," terang Lieberman. (IK/OL-08)

http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2010/01/29/2124/2/Tulang-Sehat-tanpa-Alas-Kaki
Read On 0 comments

94 Pembangkit Listrik Akan Dibangun

11:38:00 AM
Jumat, 29 Januari 2010 | 22:57 WIB

Sebanyak 94 lokasi pembangunan pembangkit tenaga listrik yang merupakan proyek percepatan pembangunan pembangkit 10.000 Mega Watt Tahap II ditetapkan pemerintah. Pembangunan proyek itu akan dikerjakan PT Perusahaan Listrik Negara dan pengembang listrik swasta. Untuk membangun pembangkit dan transmisi itu, kebutuhan dana diperkirakan men capai 16,34 miliar dollar AS.

Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 2 Tahun 2010 yang baru disahkan. "Ini sebagai upaya mempercepat diversifikasi energi untuk pembangkit tenaga listrik ke non-bahan bakar minyak dalam rangka memenuhi kebutuhan tenaga listrik yang terus meningkat," kata Direktur Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Kementerian ESDM, J Purwono, Jumat (29/1/2010), di Jakarta.

Dalam peraturan Kementerian ESDM disebutkan, total jumlah proyek pembangkit tenaga listrik yang menggunakan energi terbarukan, batu bara dan gas yang dilaksanakan PT PLN mencapai 21 unit pembangkit. Beberapa pembangkit yang akan dibangun perusahaan negara itu antara lain PLTU Indramayu 1x 1.000 MW, PLTU Pangkalan Susu 3 dan 4 di Sumatera Utara 2 x 200 MW, PLTU Takalar di Sulawesi Selatan 2 x 100 MW, dan PLTG Kalimantan Timur 2 x 50 MW.

"PT PLN juga akan membangun 11 unit pembangkit listrik tenaga panas bumi atau PLTP dengan total kapasitas 880 Mega Watt sebagai bagian dari proyek percepatan pembangunan pembangkit 10.000 MW Pada tahun ini, proses lelang untuk pembangunan PLTP ini sudah dimulai," kata Direktur Perencanaan dan Teknologi PT PLN Nasri Sebayang.

Sebelas unit pembangkit listrik tenaga panas bumi yang akan dibangun itu antara lain, Sembalun, Kotamobagu, Ijen, Sungai Penuh, Tulehu, Wilis, Ngebel, Iyang Agropuro, dan Lahendong. Pendanaan proyek itu berasal dari Japan Bank for International Corporation (JBIC) dan Bank Pembangunan Asia atau ADB. "Total dana yang dibutuhkan mencapai 1,6 miliar dollar AS," ujarnya.

Sementara total jumlah proyek pembangkit tenaga listrik yang menggunakan energi terbarukan, batu bara dan gas yang dilaksanakan melalui kerja sama dengan pengembang listrik swasta mencapai 73 unit yang terdiri dari 33 unit PLTP, satu unit PLTA, 36 unit PLTU, dan dua unit PLTGU. Energi primer dari batu bara untuk pembangkit tenaga listrik masih diperlukan. "Namun pelaksanaannya wajib memakai teknologi ramah lingkungan," kata Nasri menambahkan. (kc/han)

http://www.tribunpekanbaru.com/read/artikel/13258/94-pembangkit-listrik-akan-dibangun
Read On 0 comments

Tarif Tidak Wajar, Dewan Panggil Pengelola Tol

11:33:00 AM
Jum'at, 29 Januari 2010 | 13:36 WIB

TEMPO Interaktif, Bogor - Komisi B DPRD Kota Bogor memanggil pengelola Jalan Tol Bogor Outer Ring Road (BORR) PT Marga Sarana Jabar (MSJ), Jumat (29/1), terkait tingginya tarif tol yang menghubungkan Kedung Halang dan Sentul Selatan itu.

Menurut Ketua Komisi B, Budi Sulistio, pihaknya ingin mengetahui apa alasan pengelola menetapkan tarif sebesar Rp 3.000, padahal jarak yang ditempuh, 3,8 kilometer, tidak terlalu panjang. "Komisi B meminta pengelola mempertimbangkan kembali tarif tol, karena masyarakat merasa itu terlalu mahal," jelas Budi.

Sementara itu, salah satu anggota Komisi B lainnya, Slamet Wijaya, mengatakan tarif yang ditetapkan tidak wajar. "Apalagi waktu ditanya mengenai break-even point (BEP), mereka tidak bisa menyebutkan kapan persisnya," jelas Slamet.

Menanggapi hal itu, Direktur Utama PT Marga Sarana Jabar, Poncoyono Sudiro, mengatakan yang menentukan besaran tarif adalah pemerintah pusat sehingga pihaknya tidak bisa menurunkan tarif. "Tapi kalau dilihat dari efisiensi saya kira tarif segitu sudah sesuai," ungkap Poncoyono.

Alasannya, penentuan tarif didasarkan pada nilai investasi yang dikeluarkan PT Marga Sarana. Selain itu, menurut Poncoyono, dari manfaat yang diperoleh juga sudah sesuai. "Kalau lewat BORR bisa menghemat 1 liter bensin, ini malah jauh lebih hemat karena tarif tol kan hanya Rp 3.000," jelasnya.

Ke depannya, Poncoyono mengatakan, penurunan tarif mungkin saja terjadi bila pemerintah memberikan subsidi. "Ya kalau ada subsidi mungkin saja bisa turun," papar Ponoyono.

DIKI SUDRAJAT

http://www.tempointeraktif.com/hg/layanan_publik/2010/01/29/brk,20100129-222244,id.html
Read On 0 comments

Disperindag Sultra Gelar Operasi Pasar

11:23:00 AM
Sabtu, 30 Januari 2010 09:36 WIB

KENDARI--MI: Untuk menekan harga beras yang terus naik di sejumlah daerah, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dispperindag) Sulawesi Tenggara akan melakukan operasi pasar (OP). Selain menekan hara, OP ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan daya beli konsumen, kata Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Sultra, Sahibo, Sabtu.

Meski belum menyebutkan pelaksanaan OP, namun menurut mantan Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri itu, beras yang disediakan dalam program OP antara 20 ribu hingga 22 ribu ton.

Kegiatan operasi pasar ini akan melibatkan instansi teknis yang menangani masalah perberasan yakni Bulog Sultra baik di provinsi maupun kabupaten/kota di Sultra, katanya. Kalau harga beras di pasaran sudah mencapai antara Rp6.400 hingga Rp6.500 per kg, maka dalam operasi pasar nanti akan dijual paling tinggi Rp6.000/kg, katanya.

Kenaikan harga beras itu sudah berlangsung hampir satu bulan terakhir menyusul panen di sejumlah daerah sentra produksi beras di Sultra sudah lama berakhir. Begitu pula beras yang didatangkan dari luar daerah juga mengalami keterbatasan sehingga mempengaruhi harga di tingkat konsumen.

Ia mengatakan, beras yang akan dijual di masyarakat itu merupakan beras kualitas terbaik, sehingga masyaraat tidak perlu khawatir karena proses distribusi penjualannya akan diawasi berbagai pihak yang tergabung dari tim OP baik dari Dispperindag, Bulog maupun dari aparat keamanan setempat.

"Jadi penjualan beras murah nanti terjamin kualitasnya dan bisa dibeli oleh masyarakat yang tergolong kurang mampu. Bukan justru masyarakat yang berpenghasilan lebih dari cukup yang akan memanfaatkan peluang dengan berpura-pura sebagai warga miskin," kata Sahibo.

Distribusi penjualan beras di titik-titik wilayah di mana masyarakat miskin berada akan dilakukan secara selektif. Artinya sedapat mungkin masyarakat yang akan membeli beras itu bisa memperlihatkan kartu identitas sebagai penerima beras miskin (raskin).

Pihaknya juga akan berupaya menekan sejumlah kebutuhan bahan bangunan yang terus merangkak khususnya semen. Kelangkaan semen di pasaran membuat harga membumbung sampai Rp80.000 per zak(isi 50 kg). (Ant/OL-02)

http://www.mediaindonesia.com/read/2010/01/30/120157/128/101/Disperindag-Sultra-Gelar-Operasi-Pasar
Read On 0 comments

Honda Tarik Kembali 171 Ribu Unit Honda Jazz di Inggris

11:21:00 AM
Jum'at, 29 Januari 2010 | 22:30 WIB

TEMPO Interaktif, London - Setelah kabar penarikan kembali produk Toyota di Amerika Serikat dan di sebagian kawasan Eropa, kini terbetik kabar Honda di Inggris melakukan hal serupa terhadap 171 ribu unit varian hatchback Honda Jazz.

Seperti disebut timesonline.co.uk, langkah penarikan Honda Jazz itu dilakukan setelah seorang bocah dua tahun di Afrika Selatan yang tengah terlelap tewas terpanggang setelah mobil yang ditumpanginya itu terbakar.

“Honda mengaku ada permasalahan pada panel switch di jendela mobil dan berpotensi menimbulkan hubungan arus pendek bila terkena air dan mobil terbakar,” tulis situs tersebut, Jumat (29/1).

Disebutkan pula, penarikan kembali itu dikhawatirkan juga akan berpengaruh terhadap 646 ribu unit Honda Jazz yang ada di seluruh dunia. Mulai Jumat (29/1) Honda Inggris telah menghubungi para pemilik Honda Jazz semua tipe yang diproduksi 2001 – 2008.

ARIF ARIANTO

http://www.tempointeraktif.com/hg/prototype/2010/01/29/brk,20100129-222362,id.html
Read On 0 comments

Hatta Rajasa: Ada Program Pengalihan Subsidi

11:18:00 AM
Jumat, 29 Januari 2010 | 21:40 WIB

JAKARTA | SURYA Online - Pemerintah tidak berniat menghilangkan seluruh jenis subsidi yang saat ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat kalangan ekonomi menengah ke bawah, mulai dari subsidi pupuk, listrik, hingga bahan bakar minyak atau BBM.

Peta jalan atau roadmap kebijakan subsidi yang saat ini disusun pemerintah sebagai bagian dari Program 100 Hari di sektor ekonomi dimaksudkan hanya untuk mengalihkan subsidi yang sudah ada pada mekanisme baru yang diperkirakan jauh lebih akurat.

“Saya tegaskan adanya program pengalihan subsidi itu bukan berarti kami akan menghilangkan subsidi, namun hanya akan nada pengalihan,” kata Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa di Jakarta, Jumat (29/1/2010).

Dalam Program 100 Hari tersebut ditetapkan bahwa roadmap yang disusun antara lain tentang pengurangan subsidi BM, kemudian roadmap pengalihan subsidi listrik secara bertahap dari tahun 2010 hingga 2014. Dan mempersiapkan konsep subsidi langsung kepada petani.

“Selama ini, anggaran subsidi cenderung meningkat dan membebani keuangan negara, namun pemanfaatannya kurang tepat sasaran. Oleh karena itu diperlukan kebijakan pengurangan subsidi listrik dan BBM,” ujar Hatta.

Pengurangan subsidi BBM dapat dilakukan melalui distribusi BBM bersubsidi secara tertutup untuk golongan pengguna tertentu atau pola subsidi langsung. Adapun sasaran subsidi listrik akan lebih dipertajam pada masyarakat berpenghasilan rendah yang benar-benar membutuhkan dan hanya memenuhi kebutuhan tenaga listrik.

Hingga setahun ke depan pemerintah berharap tidak ada perubahan harga BBM dalam negeri. Atas dasar itu, subsidi BBM akan ditambah sebesar Rp 28 triliun dari anggaran semula Rp 59 triliun. Sedangkan public service obligation (PSO) listrik untuk PLN dinaikkan Rp 15,4 triliun dari semula Rp 37,8 triliun menjadi Rp 53,2 triliun. Meski subsidi BBM dan listrik naik, pemerintah akan mendapatkan tambahan penerimaan akibat kenaikan harga minyak sekitar Rp 39 triliun.

oin/kcm

http://www.surya.co.id/2010/01/29/hatta-rajasa-ada-program-pengalihan-subsidi.html
Read On 0 comments

Rusunawa Untuk Mahasiswa

11:15:00 AM
Sabtu, 30 Januari 2010 - 9:17 WIB

JAKARTA – Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) mengakui minat masyarakat tinggal di rumah susun masih rendah. Karena itu pihaknya mendorong pembangunan rusun sederhana sewa (Rusunawa) bagi mahasiswa.

“Kami harapkan jika sejak mahasiswa sudah terbiasa di rusun maka setelah berkeluarga tidak merasa asing lagi,” kata Deputi Bidang Perumahan Formal Kemenper, aZulfi Syarif Koto, kemarin.

Zulfi berharap instansi terkait mau mendukung pembangunan rusun bagi mahasiswa ini. Misalnya, Kementerian Pendidikan Nasional yang banyak berhubungan dengan masalah kemahasiswaaan. (faisal/B)

http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2010/01/30/rusunawa-untuk-mahasiswa
Read On 0 comments

Warga Babelan Pertanyakan Jalan Terbengkalai

11:13:00 AM
Jumat, 29 Januari 2010 05:41 WIB

Cikarang, Bekasi (ANTARA News) - Warga Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (Jabar), mempertanyakan perbaikan jalan lingkungan sepanjang 500 meter di wilayahnya yang proses pengerjaannya terbengkalai.

Sukamto (47), perwakilan warga RT01 RW01, Kampung Belendung, Desa Muara Bakti, Kecamatan Babelan, di Babelan, Kamis, mendesak agar jalan yang menghubungkan Desa Muara Bakti dengan Jalan Raya Babelan segera dirampungkan pengerjaannya.

"Jalan tersebut didanai APBD Kabupaten Bekasi 2009 senilai Rp113.993.280. Sesuai jadwal, proses pengerjaannya dilakukan mulai 24 November 2009, namun hingga kini tidak kunjung dikerjakan," ujarnya.

Jalan tersebut sudah sejak lama kondisinya tidak layak dan berlubang. Kerusakan jalan mengakibatkan hasil pertanian di wilayah setempat sulit didistribusikan ke pasar tradisional yang terletak di sekitar Jalan Raya Babelan.

"Mayoritas warga di sini berprofesi sebagai petani yang memanfaatkan jalan Belendung sebagai satu-satunya akses menuju pasar," katanya.

Ny. Tini (44), warga lainnya mengaku kecewa dengan aparat desa setempat yang terkesan tutup mata dengan situasi itu. "Kami sudah berulang kali mempertanyakan kapan perbaikan jalannya selesai dikerjakan, namun belum mendapat respon," katanya.

Menurut Tini, dampak negatif dari kerusakan jalan tersebut cukup beragam dirasakan warga. Mulai dari debu yang beterbangan saat memasuki musim panas, dan genangan air kotor akibat hujan.

Bahkan, kondisi jalan cukup berbahaya bagi pemakai kendaraan karena berlubang dan licin.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Muara Bakti, Rikam, menepis anggapan warga bahwa pihaknya tutup mata dengan desakan itu.

"Saya sudah menindaklanjutinya dengan mempertanyakan proses peningkatan Jaling di desa kami yang sampai saat ini tidak rampung dikerjakan kepada pak Bupati melalui surat bernomor 005/13/UM/I/2010. Jadi tinggal tunggu saja bagaimana jawabannya," katanya.

Dikatakan Rikam, peningkatan Jaling di wilayah tersebut pada tahun 2009 sebanyak tiga ruas jalan. Dua diantaranya, yakni Jaling Tugu Kampung Blendung, dan Jaling Blendung-Kedung Pengawas sudah rampung dikerjakan. "Seharusnya, Jaling di RT01 RW01 juga selesai dikerjakan pada waktu yang hampir bersamaan," ujar Rikam.

Sementara itu, Kepala Dinas Tata Ruang dan Permukiman (Distarkim) Kabupaten Bekasi, Porkas Pardamaian Harahap, belum dapat berkomentar terkait situasi tersebut saat dihubungi melalui telepon genggamnya.(*)

http://www.antaranews.com/berita/1264718499/warga-babelan-pertanyakan-jalan-terbengkalai
Read On 0 comments

Lima Dokter Sisir Anjing-anjing Peliharaan

11:11:00 AM
Jumat, 29 Januari 2010 | 20:41 WIB

CIAMIS, TRIBUN -- Dinas Peternakan Ciamis menurunkan dua tim untuk memvaksin anjing, kera dan kucing peliharaan di kawasan Ciamis Kota sejak Kamis (28/1). Tim khusus ini melibatkan lima dokter hewan. Baru 24 ekor anjing peliharaan yang sudah divaksin antirabies (VAR).

"Hari ini kita tidak turun ke lapangan, vaksinasi anjing, kucing dan kera peliharaan ini akan dilanjutkan kembali Senin (1/2)," ujar Kabid Keswan Dinas Peternakan Ciamis Otong Bustami kepada Tribun, Jumat (29/1).

Ke-24 anjing yang berhasil divaksin merupakan anjing-anjing peliharaan warga di wilayah Kelurahan Ciamis bagian barat, yakni mulai Jalan Kaum hingga sekitar Olvado, Jalan Sudirman.

Menurut Budiono Spt dan drh Intan selaku tim lapangan, vaksinasi ini netelah adanya kejadian warga digigit anjing peliharaan beberapa hari lalu. Korban, Angga (8) penduduk Jalan Stasiun Lingkungan Kelapa Jajar RT 03/RW 11 digigit anjing peliharaan di dekat RM Nikmat Jl A Yani Ciamis. "Saat kejadian korban baru pulang sekolah. Korban kita beri suntikan vaksin antirabies (VAR), sementara anjingnya setelah kita periksa ternyata sehat," ujar Budiono. (sta)

http://tribunjabar.co.id/read/artikel/15223/lima-dokter-sisir-anjing-anjing-peliharaan
Read On 0 comments

Perdarahan Penyebab Kematian Ibu

11:09:00 AM
Sabtu, 30 Januari 2010 | 07:46 WIB

Jakarta, Kompas - Angka Kematian Ibu, salah satu indikator pembangunan kesehatan dasar, masih memprihatinkan. Kematian perempuan usia subur disebabkan masalah terkait kehamilan, persalinan, dan nifas akibat perdarahan.

Hal itu terungkap dalam jumpa pers Program Perencanaan dan Pencegahan Komplikasi terkait persalinan, Jumat (29/1).

Direktur Bina Kesehatan Ibu Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Sri Hermiyanti mengatakan, dari Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2007, Angka Kematian Ibu 228 per 100.000 kelahiran hidup. Tahun 2008, 4.692 ibu meninggal pada masa kehamilan, persalinan, dan nifas.

Penyebab langsung kematian ibu terkait kehamilan dan persalinan terutama adalah perdarahan (28 persen). Sebab lain, yaitu eklamsi (24 persen), infeksi (11 persen), partus lama (5 persen), dan abortus (5 persen).

Perdarahan dapat terkait produksi cairan ketuban atau ketuban pecah terlalu dini (sebelum proses persalinan). Adapun perdarahan pascapersalinan, antara lain, karena gangguan pada rahim, pelepasan plasenta, robekan jalan lahir, dan gangguan faktor pembekuan darah. Risiko akan meningkat, antara lain, pada ibu hamil yang menderita anemia dan rahim teregang terlalu besar karena bayi besar.

Salah satu faktor yang memengaruhi kematian ibu ataupun bayi ialah kemampuan dan keterampilan penolong persalinan. Tahun 2008, cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan di Indonesia mencapai 80,68 persen. Masih ada pertolongan persalinan yang dilakukan dukun bayi dengan menggunakan cara-cara tradisional.

Faktor lain adalah kurangnya pengetahuan dan perilaku masyarakat yang tidak mengenali tanda bahaya sehingga terlambat membawa ibu, bayi, dan anak balita ke fasilitas kesehatan. Sri mengatakan, ada 457 rumah sakit umum daerah di tingkat kabupaten dan kota yang menyediakan transfusi darah.

Kondisi Angka Kematian Bayi juga belum menggembirakan. Saat ini, Angka Kematian Bayi 34 per 1.000 kelahiran hidup dan terjadi stagnasi penurunan dibandingkan dengan data SDKI tahun 2003, yakni 35 per 1.000 kelahiran hidup. Kematian bayi pada penduduk tidak berpendidikan tiga kali lipat lebih besar dibandingkan dengan yang berpendidikan tinggi.

Untuk memperbaiki kondisi itu, Kementerian Kesehatan membuat Program Perencanaan persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K). Para kader dan bidan desa mendata para ibu hamil lalu menempelkan stiker di rumah mereka. (INE)

http://kesehatan.kompas.com/read/2010/01/30/07464890/Perdarahan.Penyebab.Kematian.Ibu
Read On 0 comments

Wah!, Pemkab Kukar Sudah Keluarkan 687 KPr

11:02:00 AM
Jumat, 29 Januari 2010 | 22:02 WIB

SAMARINDA | SURYA Online - Dari ke-52 perusahaan yang beroperasi di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto, sebagian masih dalam tahap penyelidikan namun sudah ada perusahaan yang masuk ke tahap eksplorasi hingga eksploitasi atau produksi batu bara.

Pada tahap produksi berarti telah terjadi pembabatan hutan untuk pembuatan jalan bagi angkutan batu bara serta penggalian sehingga diperkirakan telah menimbulkan kerusakan lingkungan yang parah.

Berdasarkan data menunjukan, Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) adalah daerah terbanyak di Kalimantan Timur (Kaltim), bahkan diperkirakan di Indonesia untuk terbanyak mengeluarkan kuasa penambangan (KP).

Pemprov Kaltim berhasil mendapatkan data yang menunjukan bahwa Pemkab Kukar telah menerbitkan 687 KP dengan luasan areal 1.237.374 hektar.

Setelah Kukar, maka Pemkab Kutai Barat yang nomor dua terbanyak mengeluarkan izin mencapai 138 KP dengan luas lahan mencapai 395.466 hektar.

“Daerah ketiga di Kaltim terbanyak mengeluatkan izin adalah Samarinda mencapai 76 KP dengan luas areal 27.556 hektar,” kata Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, Jumat (29/1/2010).

Padahal, imbuh Awang selama dua periode menjadi bupati Kabupaten Kutai Timur, ia tidak pernah menerbitkan izin untuk tambang kecil itu.

Di Kaltim kini terdapat 22 perusahaan yang mengontingi PKB2B dan perusahaan dengan produksi terbesar adalah Kaltim Prima Coal (KPC).

ant

http://www.surya.co.id/2010/01/29/wah-pemkab-kukar-sudah-keluarkan-687-kpr.html
Read On 0 comments

Tarif Dasar Listrik Segera Naik

11:00:00 AM
Jumat, 29 Januari 2010 | 10:09 WIB

JAKARTA, TRIBUN - Pemerintah merencanakan tetap akan menaikkan tarif dasar listrik (TDL) sebagai upaya mengurangi subsidi pada 2010.

Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi Kementerian ESDM J Purwono saat paparan program 100 hari sektor ESDM di Jakarta, Kamis (28/1/2010) mengatakan, waktu kenaikan masih menunggu saat yang tepat. "Tapi, dalam tahun ini juga," ujarnya.

Menurut dia, pemerintah merencanakan besaran kenaikan TDL bagi pelanggan menengah ke atas adalah rata-rata sebesar 15 persen. Sedang, bagi pelanggan kecil, besaran kenaikannya belum ditentukan. "Pastinya, besaran kenaikan masih mampu ditanggung bagi pelanggan kecil," katanya.

Purwono juga mengatakan, sebelumnya TDL direncanakan mengalami kenaikan pada Januari 2010 namun, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah memutuskan penundaan kenaikannya. "Sebagai konsekuensi, presiden meminta menkeu menutup subsidi yang dibutuhkan PT PLN," ujarnya.

Purwono juga menambahkan, pemerintah berencana hanya akan memberikan subsidi listrik bagi pelanggan kecil yakni golongan 450 volt ampere (VA) dan 900 VA mulai tahun 2014.

Kebijakan tersebut, lanjutnya, telah disusun dalam "road map" (peta jalan) pengalihan subsidi listrik dari tahun 2010 hingga 2014. "Pada 2014, pemerintah hanya akan memberikan subsidi bagi pelanggan kecil yakni 450 VA hingga 900 VA. Di luar itu, akan dicabut," katanya.

Menurut dia, penyediaan listrik membutuhkan investasi cukup besar, sementara kemampuan pelanggan kecil terbatas, sehingga pemerintah memutuskan tetap memberikan subsidi bagi konsumen golongan tersebut.

Di sisi lain, lanjutnya, pemerintah tetap meningkatkan pelayanan listrik ke pelanggan. "Jadi, pelanggan kecil selain mendapat subsidi juga pelayanan yang lebih baik," katanya.(kompas.com)

http://tribunjabar.co.id/read/artikel/15192/tarif-dasar-listrik-segera-naik
Read On 0 comments

Bengkel Liar Masih Banyak Dipilih

10:54:00 AM
Jumat, 29 Januari 2010 - 17:39 WIB

JAKARTA (Pos Kota)- Maraknya pertumbuhan sepeda motor jalanan, mendorong menjamurnya bengkel-bengkel resmi dari berbagai merk. Namun sebagian pengguna kendaraan bermotor, ternyata masih banyak memilih bengkel tak resmi.

Ada apa gerangan? “Saya lebih senang mencoba mengatasi sendiri kerusakan motor. Sebab selain lebih murah juga terhindar dari akal-akalan orang bengkel,” ucap Urip, seorang pekerja di perusahaan Salon di Jakarta.

Kebetulan katanya, dirinya mau berusaha bisa mengatasi kerusakan yang ditemuinya. “Masak sih barang kelihatan seperti ini gak bisa,” timpalnya. Meskipun diakui, saat coba-coba justru sering dia menambah biaya karena kadang-kadang buntu saat mengatasinya.

Kalau sudah begini, terpaksa dia mencari bengkel terdekat yang bisa dipercaya.”Sebab nggak semua bengkel bekerja apa adanya. Sering mereka minta ganti onderdil aja, padahal mungkin masih bisa dservis aja,” cetusnya.

Bukan saja Urip, prilaku sebagian teknisi bengkel diakui banyak konsumen memang tak selalu sama. Ada yang kepingin mudah saja dengan menyuruh pemilik langsung ganti kerusakan. “Tapi ada juga yang jujur dan tau kalau kita nggak selalu kelebihan duit,” katanya.

Kalau sudah begini, Dede dari Ciputat mengatakan kita memang harus punya kiat supaya tidak dibohongi. “Sebaiknya memang kita ke bengkel yang sudah biasa dan kita kenal dengan baik,” sarannya. Kalau terpaksa ke bengkel yang baru kenal lanjutnya, maka sebaiknya kita tahu persis gangguan pada kendaraan kita.

Bagaimana ke bengkel resmi? Menurut dia, bengkel resmi sering juga main ganti aja. Alhasil, biaya bisa menjadi membengkak. Akan tetapi diakui, dengan bengkel resmi memang ada jaminan barang gantinya orisinal.

“Bengkel tidak resmi juga sama, bertanggung jawab untuk memberi pilihan sesuai keinginan pemilik,” kata Narto, pemilik bengkel di kawasan Cileduk. Katanya, ada yang kualitas asli tapi biayanya lebih, untuk yang kelas dua juga sesuai lah dengan harganya. Mereka juga sama memiliki tanggung jawab untuk kenyamanan kendaraan yang diservis.

(awang/sir)

http://www.poskota.co.id/otomotif/2010/01/29/bengkel-liar-masih-banyak-dipilih
Read On 0 comments

DBD Marak di Bukittinggi

10:50:00 AM
Jumat, 29/01/2010 08:47 WIB

Penularan penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue) belakangan ini tingkatnya sudah semakin mengkhawatirkan di kota Bukittinggi. Ditandai dengan sudah banyaknya jatuh korban. Pasalnya, dalam rentang waktu satu bulan di penghujung 2009 lalau tercatat sebanyak 24 kasus penularan.

Hal tersebut disampaikan Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Bukittinggi, Drg Syofia Dasmauli MKes, kalau dari Januari sampai November tercatat sebanyak 147 kasus, dan pada data terakhir tahun 2009 berkembang menjadi 171 kasus. Pada awal tahun ini kasus terus berkembang di tengah masyarakat.

Pihaknya sudah menerima laporan masyarakat adanya tiga kasus masing-masing terjadi di kelurahan Campago Guguk Bulek, Garegeh dan Gulai Bancah kecamatan Mandiangin Koto Salayan.

"Hari ini kami turunkan tim ke lokasi-lokasi pada ketiga kelurahan itu untuk pengasapan dan penyuluhan kepada masyarakat. Setiap ada laporan dari masyarakat ataupun hasil labor dari rumah sakit, kami akan langsung bertindak. Hal pertama yang akan dilakukan adalah pengasapan (fogging) di kawasan yang terjangkit nyamuk Aedes Aegypti. Namun ada hal yang lebih penting dan efektif dalam pemutuasan rantai penularan DBD, yaitu kebiasaan hidup sehat dan bersih, melalui program 3 M Plus," jelas Syofia.

Ditambahkan Syofia, kalau pandangan masyarakat yang selama ini menganggap fogging merupakan cara yang paling tepat mengatasi DBD, sebenarnya kurang tepat. Sebenarnya, pengasapan hanya bisa membunuh nyamuk dewasa tanpa mematikan jentik nyamuk yang sangat berpotensi menularkan kembali. Selain itu, pengasapan juga akan menggagu pernafasan.

Menanggapi hal tersebut, Walikota H Ismet Amzis tak bosan-bosannya mengimbau warga Kota Bukittinggi untuk senantiasa tanggap dan waspada. DBD yang ditularkan Aedes Aegypti bisa saja mengancam di mana-mana. Karena itu, Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) serta membudayakan perilaku hidup bersih dan Sehat (PHBS) salah satu antisipasi yang sangat efektif.

"Istilah mencegah lebih baik dari pada mengobati, agaknya memang paling tepat menyikapi keadaan ini,"ungkap Ismet.

Ditambahkan Ismet, membiasakan hidup bersih dan sehat merupakan cara efektif, dalam mengatasi penyakit DBD. Kebiasaan menerapkan program 3M plus di setiap keluarga menjadi kewajiban, jika ingin terhindar dari penyakit yang merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi ini.

"Dalam program 3M terdapat beberapa kebiasaan hidup sehat. Diantaranya menguras dan menyikat dinding tempat penampungan air, menutup tempat-tempat penampungan air, dan mengubur barang-barang bekas yang berkemungkinan bisa menampung air. Program ini dilengkapi dengan memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar, mengganti air vas bunga dan minum burung sekali dalam seminggu, serta menutup lubang pada potongan bambu,"terang Ismet.

Lebih jauh dijelaskan Ismet, plus lainnya juga menaburkan bubuk pembunuh jentik misalnya abate, altosid, dan sumilary di tempat-tempat yang susah dikuras, atau daerah yang sulit air.

Memelihara ikan yang bisa memakan jentik nyamuk, memasang kawat kasa, menggunakan kelambu, pencahayaan yang memadai, dan tidak membiasakan menggantung pakaian dalam kamar atau tempat-tempat yang berkemungkinan akan bersarangnya nyamuk tersebut. (*).

http://www.padang-today.com/?today=news&id=13166
Read On 0 comments

Untung Rugi Vasektomi untuk Pria

10:49:00 AM
Jumat, 29/01/2010 14:30 WIB

Vera Farah Bararah - detikHealth

Jakarta, Vasektomi adalah kontrasepsi bedah untuk pria dengan cara memutus saluran spermanya. Lelaki yang melakukan vasektomi secara permanen tidak bisa menghamili perempuan sehingga kerap dicurigai mudah berselingkuh.

Operasi vasektomi menghambat saluran spermatozoa (vas deferens) yang membawa sperma keluar. Operasi ini biasanya dilakukan di klinik atau rumah sakit dengan melibatkan pemotongan dan mengikat mati (cauterizing) saluran sperma.

Namun karena operasi kontrasepsi ini bersifat permanen, maka pria yang ingin melakukannya harus sudah benar-benar yakin tidak ingin memiliki anak lagi dan tidak akan berubah pikiran.

Pria yang sudah melakukan vasektomi masih terus memproduksi sel benih yang diproduksi buah zakar. Hanya saja karena salurannya diputus tidak bisa keluar bersama ejakulasi. Sel-sel benih itu akan diserap lagi oleh tubuh dan tidak membahayakan kesehatan. Vasektomi juga tidak mempengaruhi hormon testosteron.

Seperti dikutip dari Contraception, Jumat (29/1/2010), ada beberapa keuntungan dan kerugian dari kontrasepsi vasektomi yaitu:

Keuntungan

1. Vasektomi adalah operasi kecil yang aman, sangat efektif dan bersifat permanen.
2. Baik dilakukan pada laki-laki yang memang sudah tidak ingin memiliki anak.
3. Vasektomi lebih murah dan lebih sedikit komplikasi dibandingkan dengan sterilisasi tuba.
4. Pria memiliki kesempatan untuk gantian KB dengan istrinya.
5. Tidak mempengaruhi kemampuan seorang pria dalam menikmati hubungan seksual.


Kerugian

1. Beberapa laki-laki takut vasektomi ini akan mempengaruhi kemampuannya berhubungan intim atau menyebabkan gangguan ereksi.
2. Ada sedikit rasa sakit dan ketidaknyaman beberapa hari setelah operasi, rasa sakit ini biasanya bisa hilang dengan konsumsi obat ringan.
3. Seringkali harus melakukan kompres dengan es selama 4 jam untuk mengurangi pembengkakan, pendarahan dan rasa tak nyaman serta harus memakai celana yang dapat mendukung skrotum selama 2 hari.
4. Operasi tidak efektif dengan segera. Pasien diharuskan memakai kondom terlebih dahulu untuk membersihkan tabung dari sisa sperma yang ada. Untuk mengetahui sudah steril atau belum, biasanya dilakukan pemeriksaan mikroskop setelah 20-30 kali ejakulasi.
5. Vasektomi tidak memberikan perlindungan terhadap infeksi seksual menular termasuk HIV.
6. Penyesalan setelah vasektomi lebih besar jika laki-laki masih berusia di bawah 25 tahun, terjadi perceraian atau ada anaknya yang meninggal.
7. Dibutuhkan waktu 1-3 tahun untuk benar-benar memastikan apakah vasektomi bisa bekerja efektif 100 persen atau tidak.

Saat ini pria yang ingin membuka vasektomi bisa dilakukan yakni dengan cara menyambung kembali saluran spermanya, namun peluang keberhasilannya kecil.(ver/ir)

http://health.detik.com/read/2010/01/29/143003/1289053/764/untung-rugi-vasektomi-untuk-pria
Read On 0 comments

Waspada, Jejaring Sosial Mampu Pengaruhi Prospek Kerja

10:46:00 AM
Sabtu, 30 Januari 2010, 09:28 WIB

Para pekerja sebaiknya berhati-hati dengan komentarnya dalam jejaring sosial seperti Facebook atau Twitter. Pasalnya, kini semakin banyak perusahaan pemberi pekerjaan melihat reputasi online para kandidatnya. Penelitian menemukan, sebanyak tujuh dari 10 perusahaan melakukan hal itu.

Menurut rilis resmi dari beberapa pihak seperti Microsoft dan firma di bidang komputer, pengecekan akun Facebook dan Twitter merupakan bagian penting dalam seleksi pekerjaan. Sama halnya dengan riwayat hidup atau curiculum vitae (CV) dan wawancara.

Dalam sebuah survei yang melibatkan manajer sumber daya manusia dari 100 perusahaan terkemuka di Inggris, Amerika Serikat, Jerman dan Prancis ditemukan, sekitar 70 persen mengakui, pernah menolak lantaran perilaku online kandidat.

Sebaliknya, para manajer itu juga mengatakan, citra online yang kuat juga dapat membantu para pencari kerja memperoleh impiannya.

Peter Cullen dari Microsoft mengatakan, reputasi online bukan sesuatu yang perlu ditakuti. "Hal itu adalah sesuatu yang harus dikendalikan secara proaktif," ujarnya seperti dilansir dari Telegraph, Jumat (29/1).

"Saat ini, citra online tersebut sangat penting untuk dipelihara, ingin reputasi online macam apa yang ingin mereka tunjukkan kepada para penyedia pekerjaan," tuturnya.

Salah satu hal yang diperhatikan dari Facebook antara lain, foto tengah mabuk, bahasa yang kasar serta mengeluh tentang masalah pekerjaan.

Farhan Yasin dari jaringan rekrutmen pekerjaan online ternama dari Inggris, Careetbuilder.co.uk mengatakan, jejaring sosial adalah cara hebat untuk berhubungan dengan kesempatan kerja pada tahun 2010 dan mempromosikan pribadi Anda di internet.

"Masyarakat harus benar-benar mengambil keuntungan dari penggunaan berbagai sumber, dengan menggambarkan citra profesional," ujarnya.

Namun, Farhan memperingatkan para pencari kerja terhadap cintra online mereka, bahkan setelah memperoleh pekerjaan impiannya.

Penelitian yang dilakukan pihaknya mengungkap, 28 persen perusahaan memecat pekerjanya karena hal yang mereka temukan pada jejaring sosialnya.

"Semakin besar perusahaan yang bereasi terhadap para pekerjanya yang menulis komentar negatif terhadap perusahaan atau pekerja lain dalam halaman jejaring sosial mereka," tuturnya

Red: ririn

http://www.republika.co.id/node/102800
Read On 0 comments

Lingkungan Poboya Rusak Parah

10:43:00 AM
Jumat, 29 Januari 2010 17:20 WIB

Palu (ANTARA News) - Lingkungan di sekitar lokasi pertambangan emas rakyat Poboyo, Palu, Sulawesi Tengah, rusak parah akibat ekploitasi massal dalam dua tahun terakhir.

Perbukitan di Poboya tampak gundul dengan bongkahan tanah sisa galian tambang berserakan, demikian pengamatan wartawan ANTARA di Poboya, Jumat.

Pohon-pohon sudah jarang karena dibabati oleh para penambang dan sungai Poboya sudah dicemari sianida dan air raksa, zat yang digunakan penambang untuk memisahkan emas dan logam lainnya.

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sulteng Wilianita Selviana mengatakan, aktivitas penambangan emas di Poboya sebaiknya dihentikan untuk mengembalikan kondisi lingkungan seperti semula.

"Aktivitas penambangan di Poboya harus dimoratorium beberapa tahun agar kelestarian alam pulih kembali," katanya.

Pemkot Palu berulang kali berusaha menertibkan para penambang liar dengan harapan bisa mengurangi kerusakan lingkungan.

Bahkan Polda Sulteng segera turun tangan untuk mengamankan aktivitas penambang yang sudah tidak lagi memperhatikan rambu-rambu kelestarian alam.

Jumlah penambang di Poboya sekarang diperkirakan mencapai 7.000 orang yang berasal dari Bolaang Mongondow, Kotamobagu, Manado (Sulawesi Utara), dan sebagian berasal dari Gorontalo, dan Sulawesi Selatan.

Areal pertambangan emas rakyat di 15 kilometer arah timur Kota Palu itu luasnya sekitar 20 hektare.
(*)

http://www.antaranews.com/berita/1264760445/lingkungan-poboya-rusak-parah
Read On 0 comments

Izin Baru Untuk Lembaga Penyiaran TV Tidak Diterbitkan Lagi

10:34:00 AM
Saturday, 30 January 2010 08:39

MEDAN - Akibat keterbatasan frekuensi untuk kota Medan, pemerintah sejak akhir 2009 lalu tidak lagi mengeluarkan izin baru kepada perusahaan yang telah atau akan mengajukan pemohon untuk mendirikan lembaga penyiaran televisi di kota Medan. Begitupun bagi perusahaan atau lembaga yang telah mengajukan permohonan izin penyiaran televisi, mesti bersabar menunggu pemberian izin baru untuk menggunakan frekuensi sekunder yang terdapat di wilayah lain di kawasan Sumatra Utara.

Demikian penjelasan Usep Kunia, koordinator bidang Kelembagaan pada Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Sumatera Utara, tadi malam.

Menurut Usep Kurnia, untuk wilayah kota Medan terdapat 14 frekuensi yang telah digunakan oleh 10 perusahaan atau lembaga penyiaran tv swasta nasional, dan empat lagi oleh perusahaan tv lokal di Medan. Kesepuluh perusahaan penyiaran tv swasta tersebut adalah Metro TV, TVOne, ANTV, SCTV, RCTI, Global TV, TPI, Indosiar, dan TV7. Sedangkan 4 frekuensi lainnya digunakan lembaga penyiaran TV lokal yaitu Deli TV, DAAI TV, Space Toon dan TVRI sebagai lembaga penyiaran publik.

“Kini ada 3 perusahaan yang sudah mengajukan permohonan penyiaran baru di kota Medan, yaitu Medan TV, Cahaya TV (CNTV) dan Cemerlang TV, dan sampai sekang belum mendapat izin penyiaran dari Menteri Komunikasi dan Informatika RI,” kata Usep, sembari menjelaskan hal tersebut terjadi karena frekuensi jaringan untuk kota Medan sudah penuh dan mesti menunggu izin penggunaan kanal sekunder dari wilayah lain di Sumut.

Kendati 14 frekuensi yang tersedia di wilayah kota Medan sudah terisi semua, namun masih bisa dimanfaatkan frekuensi yang masih kosong di wilayah lain di Sumut. “Ketentuannya, selain dari pihak pemerintah kabupaten dan kota pada wilayah tersebut, tapi juga mesti melalui izin resmi dari Menteri Kominfo RI,” ungkap Usep, dengan mengingatkan walau frekuensi diambil dari wilayah lain tetapi kantor stasiun penyiarannya tetap bisa di kota Medan.

Atau, ujarnya, apabila tidak berhasil memperoleh frekuensi sekunder dari wilayah lain di Sumut, tiga perusahaan yang sudah mengajukan permohonan izin baru itu mesti menunggu jaringan digitalisasi. Kalau sudah dibuka jaringan digitalisasi, peluang mendapatkan izin baru bagi lembaga penyiaran tv semakin besar. Karena, menurut Usep, satu frekuensi untuk jaringan digital bisa digunakan untuk 8 stasiun TV, sedangkan pada jaringan analog konvensional hanya 1 frekuensi untuk 1 stasiun TV.

Selain itu Usep menyebutkan, mulai 28 Desember 2009 lalu tidak ada lagi istilah TV swasta nasional, tetapi TV berjaringan atau lembaga penyiaran swasta untuk TV swasta, dan lembaga penyiaran publik untuk TVRI. Mengenai pelaksanaan penyiaran TV berjaringan seperti yang akan dilakukan TVOne dan ANTV tidak jauh berbeda dengan TVRI. Ada jam tayang khusus untuk konten daerah Sumut.

“Jadi dengan dibukanya jaringan khusus di Medan, acara yang selama ini tidak terlihat pada jam-jam tayang tertentu akan bisa tampil sebagaimana mestinya, seperti azan magrib, TVOne sudah bisa siarkan azan magrib di Kota Medan dan bukan lagi kita dengan azan di Jakarta,” kata Usep.

Banyak keuntungan yang bakal diperoleh pemerintah dan masyarakat kota Medan sekitarnya dengan dibukanya siaran jaringan tersebut. Selain mempunyai badan hukum sendiri, tetapi terbuka lapangan kerja baru untuk tugas peliputan berita dan administrasi kantor, konstribusi iklan serta PAD dari kantor cabang stasiun berjaringan dari TV swasta tersebut. Yang jelas, kata Usep, TV berjaringan itu mempunyai kantor induk di Jakarta dan kantor jaringan di daerah daerah. “Karena jaringannya di sini tentu kantor jaringannya di kota Medan.
(dat04/wsp)

http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=85943:izin-baru-untuk-lembaga-penyiaran-tv-tidak-diterbitkan-lagi&catid=77:fokusutama&Itemid=131
Read On 0 comments

Dua Unit Handphone Pasien VIP Raib

10:33:00 AM
Kab. Solok Selatan | Jumat, 29/01/2010 20:28 WIB

Nengsih Adeyaka - Padang Ekspres

Malang menimpa pasien VIP 4 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Solok Selatan. Dua unit handphone merek Nokia raib saat pasien dan keluarganya tertidur lelap.

"Saat hilang saya langsung laporkan pada petugas yang jaga di sini, tapi katanya saya disarankan melapor kepada Satpam. Sudah saya lakukan juga, tapi sampai sekarang belum ada tindakan lebih lanjut. Saat mengurus administrasi saya akan pertanyakan lagi hal ini,"ujar lelaki yang menolak dicantumkan namanya, Jumat (29/1).

Ia mengaku bahwa peristiwa itu terjadi pada usai subuh , Jumat (22/1) lalu. Saat ia terjaga bangun untuk shalat, mendapatkan dua unit HP N 6300 dan N 1110, hilang. Terhadap kejadian yang dialaminya, warga Sangir Jujuan itu mempertanyakan komitmen pihak rumah sakit terkait kenyamanan yang diberikan pada pasien.

"Awak dirawat di VIP bukan karena kelebihan uang, tapi ingin kenyamanan. Nanti saya akan pertanyakan lagi, kepada pihak rumah sakit. Mudah-mudahan ada respek," ujarnya.

Direktur RSUD Solsel, Novirman menyebutkan bahwa permasalahan ini akan segera ditindaklanjuti. Tentunya, pihak rumah sakit juga tidak mau merugikan pasien. [*]

http://www.padang-today.com/?today=news&id=13183
Read On 0 comments

Sumber Penyakit Banyak dari Makanan Protein

10:31:00 AM
Jumat, 29/01/2010 11:35 WIB

Nurul Ulfah - detikHealth

Stanford, Banyak orang melakukan diet dengan cara mengurangi makanan berlemak dan memperbanyak protein. Pria yang ingin punya otot besar juga sengaja memperbanyak asupan protein dalam makanannya. Padahal konsep itu salah, protein yang berlebih justru merupakan sumber penyakit bagi tubuh.

Protein memang diperlukan tubuh untuk membangun otot, jaringan kulit, rambut, kuku dan lainya. Tapi hati-hati, kebanyakan makan protein bisa membahayakan kesehatan. Sudah banyak studi ilmiah yang membuktikan bahaya mengonsumsi protein berlebih bagi tubuh.

"Jumlah protein yang lebih dari 30 persen kebutuhan kalori tubuh bisa membahayakan kesehatan," ujar Gail Butterfield, PhD, RD, direktur Nutrition Studies at the Palo Alto Veterans Administration Medical Center dan juga pakar nutrisi dari Stanford University, seperti dilansir Medicinenet, Jumat (29/1/2010).

Tidak seperti sel-sel lemak yang bisa disimpan dalam jaringan lemak jika kelebihan, tubuh tidak punya tempat untuk menyimpan kelebihan protein. Oleh karena itu, kebanyakan protein akan diuban tubuh menjadi lemak terlebih dahulu untuk bisa disimpan. Disinilah kunci dari bahaya kelebihan protein.

Semakin banyak protein yang diubah menjadi lemak artinya cadangan lemak dalam tubuh semakin bertambah, dan itu berarti risiko penyakit akibat lemak akan berdatangan, mulai dari kolesterol tinggi hingga penyakit jantung

Dalam Journal of the American Geriatrics Society disebutkan, kelebihan protein tidak baik untuk ginjal, hati dan menyebabkan tubuh kekurangan vitamin serta mineral. Protein berlebih juga berkaitan erat dengan osteoporosis dan kanker.

Gail mengatakan bahwa kelebihan protein bisa menghasilkan senyawa keton yang bersifat racun. Senyawa tersebut akan menyebabkan ginjal bekerja lebih berat untuk mengeluarkannya dari tubuh. Alhasil, ginjal akan membutuhkan lebih banyak air dan dari situlah dehidrasi muncul.

Jika tubuh sudah dehidrasi, berat badan bisa berkurang karena massa otot dan tulang berkurang. Akibatnya, timbul risiko osteoporosis. Dehidrasi juga menyebabkan ginjal menjadi stres dan efeknya akan berdampak pada jantung.

Senyawa keton dan dehidrasi juga menyebabkan tubuh menjadi lemas, pusing, bau mulut dan lainnya. Protein juga bisa menyebabkan reaksi alergi, seperti dermatitis topic, kaligata, penyakit kolagen, colitis ulserativa dan penyakit crohn. Protein hewani yang berlebihan dapat merusak DNA dan mengubah sel-sel menjadi sel kanker.

Berapa jumlah protein yang dibutuhkan tubuh?

Menurut Recommended Daily Allowances (RDA) yang dibuat the Food and Nutrition Board, idealnya seseorang butuh 0,72 gram protein untuk setiap kilogram berat badan. Jadi jika berat badan Anda 80 kg, maka protein yang dibutuhkan adalah sekitar 57 gram.

Jika seseorang memperbanyak konsumsi protein tanpa ada asupan karbohidrat, maka tubuh akan mengubah protein tersebut menjadi glukosa yang seharusnya menjadi tugas karbohidrat dalam menghasilkan glukosa.

Namun protein yang sudah diubah tersebut tidak bisa membentuk otot. Yang dibutuhkan untuk membentuk otot adalah olahraga rutin dengan asupan protein yang cukup. Meski demikian, tubuh tetap perlu protein untuk mensistesis enzim, hormon, melawan infeksi dan lainnya.

Untuk itu, sebaiknya bersikaplah seimbang jika ingin mengonsumi makanan berprotein tinggi seperti daging, keju, susu dan telur.(fah/ir)

http://health.detik.com/read/2010/01/29/113327/1288888/766/sumber-penyakit-banyak-dari-makanan-protein
Read On 0 comments

Program KB di Masa Orba Lebih Diakui

10:30:00 AM
Jumat, 29 Januari 2010 18:31 WIB

Pontianak (ANTARA News) - Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Pusat Sugiri Syarief mengatakan komitmen politik yang kuat di masa Orde Baru membuat program keluarga berencana di Indonesia dianggap berhasil dan diakui hingga tingkat internasional.

"Mulai dari atas sampai tingkat RT dan RW, karena mendapat dukungan politik yang kuat waktu itu," kata Sugiri Syarief disela kunjungan kerja ke Kalimantan Barat di Pontianak, Jumat.

Jumlah penduduk Indonesia di tahun 1800 sebanyak 18 juta jiwa dan bertambah menjadi 40 juta jiwa pada tahun 1900. Namun, di tahun 2000, jumlahnya naik lima kali lipat menjadi 205 juta jiwa.

Meski terjadi kenaikan cukup tinggi, angka tersebut lebih rendah dibanding prediksi para ahli bahwa penduduk Indonesia akan mencapai 285 juta jiwa di tahun 2000.

Menurut dia, hal itu menunjukkan peran dari program keluarga berencana di bidang kependudukan. "Sebanyak 80 juta kelahiran tercegah di tahun 2000. Dan meningkat menjadi 100 juta kelahiran di tahun 2009," kata dia.

Laju pertumbuhan penduduk Indonesia juga turun dari 2,32 persen menjadi 1,3 persen. Namun, lanjut dia, meski terjadi penurunan tetap saja pertambahan jumlah penduduk mencapai jutaan jiwa setiap tahun.

"Setiap tahun ada sekira tiga juta sampai 3,5 juta jiwa penambahan penduduk Indonesia. Ini setara dengan satu Singapura," katanya.

Ia memperkirakan jumlah penduduk akan dua kali lipat setiap 50 tahun dengan laju pertumbuhan penduduk 1,3 persen per tahunnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran keluarga berencana dalam indeks pembangunan manusia karena diantaranya menyangkut gizi anak, partisipasi sekolah, pendidikan yang lebih tinggi dan mutu tenaga kerja.

Selain politik, program keluarga berencana juga didukung anggaran yang besar serta tenaga lapangan yang sangat memadai.

"Jumlah petugas lapangan keluarga berencana pernah mencapai 35 ribu orang," kata Sugiri Syarief. Di masa reformasi, jumlahnya menurun menjadi 19 ribu orang karena banyak yang pindah ke instansi lain.

Saat ini jumlah petugas lapangan keluarga berencana mulai membaik yakni sekira 24.500 orang. "Idealnya tiap desa mempunyai dua petugas lapangan keluarga berencana," katanya.

Sugiri Syarief mengatakan, program keluarga berencana mengalami pelemahan di masa otonomi daerah karena adanya euforia bahwa hal-hal yang berbau orde baru harus ditinggalkan.

Undang-Undang No 22 Tahun 1999 juga tidak mengatur posisi yang jelas dari keluarga berencana. Bukan termasuk lima instansi yang masih vertikal, bukan juga institusi daerah yang wajib dibentuk.

Pembangunan sosial dasar seperti keluarga berencana kurang diperhatikan karena pemerintah daerah memetingkan pembangunan fisik.

Sebanyak 30 persen pemerintah daerah yang membentuk instansi untuk menangani permasalahan keluarga berencana.

"Sekarang kondisinya sudah mulai membaik," kata Sugiri Syarief. Sebanyak 93 persen dari 504 kabupaten/kota sudah membentuk kelembagaan yang mengelola keluarga berencana.

Dukungan anggaran untuk BKKBN Pusat juga bertambah sejak tahun 2006. "dari Rp700 miliar, menjadi Rp1,6 triliun di tahun 2009. Angka ini masih dibawah kebutuhan sekira Rp3 triliun sampai Rp3,5 triliun," katanya.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sejak tahun 2006 telah mencanangkan revitalisasi program keluarga berencana.(*)

http://www.antaranews.com/berita/1264764683/program-kb-di-masa-orba-lebih-diakui
Read On 0 comments

Dana Sehat DPRD Kalahkan DBD

10:27:00 AM
Thursday, 28 January 2010 10:29

Keluarga pun Dijamin

MANADO—Anggaran dana sehat para legislator DPRD Manado ternyata lebih tinggi dibanding dana yang dialokasikan bagi penanggulangan Demam Berdarah Dengue (DBD). Menurut Sekretaris Dewan, Denny Mandagi, tahun ini dana sehat untuk anggota dewan dialokasikan Rp360 juta. “Dana sehat untuk anggota dewan itu dalam bentuk asuransi kesehatan. Ini bukan baru sekarang melainkan sudah sejak lima tahun lalu,” jelas Mandagi.
Diperkirakan untuk satu anggota dewan mendapat jatah Rp9 juta. Dana sebesar itu, bukan hanya berlaku untuk anggota dewan secara pribadi, melainkan juga sudah termasuk keluarganya. “Ini sudah terhitung dengan keluarga,” tambah anak mantan anggota DPRD itu lagi.
Kalau kesehatan anggota dewan dan keluarga dijamin aman oleh APBD, tidak demikian dengan rakyat. untuk berobat di puskesmas saja harus membayar karcis. Ironisnya, dana untuk pencegahan dan penanggulangan DBD, hanya Rp320.967.925. Jika dibagi untuk sekitar 9.333 Rumah Tangga Sasaran (RTS), setiap keluarga hanya menerima sekitar Rp34.400 per KK. (gyp)

http://www.mdopost.com/
Read On 0 comments

Harga Beras Turun Rp 200/Kg

10:22:00 AM
Sabtu, 30 Januari 2010 | 09:15 WITA

KUPANG, POS-KUPANG.Com -- Setelah dilakukan operasi pasar (OP) beras oleh Bulog Divre Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam tiga hari terakhir, para pedagang mulai menurunkan harga beras. Rata-rata pedagang menurunkan harga beras Rp 200/kg.

Pantauan Pos Kupang, Jumat (29/1/2010), harga beras yang dijual pedagang pada pasar sasaran OP di Kota Kupang, yakni Pasar Oeba, Oebobo, Kuanino dan Pasar Kasih Naikoten I, sudah turun.
Meski demikian, ada juga pedagang yang belum menurunkan harga beras yang dijualnya. Adapun beras yang belum mengalami penurunan harga, yakni beras lonceng, beras maringki. Sedangkan jenis beras lainnya, telah mengalami penurunan harga.
Kalau sebelumnya harga jual beras mencapai Rp 6.400-Rp 6.500/kg, saat ini turun menjadi Rp 6.200/kg. Sedangkan yang dijual sebelumnya Rp 6.200/kg, kini turun menjadi Rp 6.000/kg.
Sementara itu, beras bulog yang dikeluhkan pedagang lantaran mutunya kurang bagus, kini beras itu sudah diganti oleh Bulog Divre NTT. Petugas Bulog langsung mengecek semua pedagang yang menjual beras bulog dan mengganti dengan beras yang lebih baik.
Makmur, salah satu pedagang beras di Pasar Oeba, mengatakan harga beras mulai turun sejak ada operasi pasar beras.
"Beras bulog yang dijual saat ini harganya di bawah harga beras yang lain. Hal ini sangat berpengaruh terhadap para pembeli," kata Makmur.
Dia menyebutkan, beras bulog yang dijual pada hari pertama OP, mutunya kurang bagus. Tapi sejak diganti dengan beras yang lebih bagus, banyak warga yang membeli beras bulog.
"Saat ini, masyarakat hanya melihat harga. Kalau ada beras yang jual murah, pasti banyak konsumen akan beli. Sekarang ini konsumen peka sekali. Berbeda harga Rp 50 saja, mereka pindah ke tempat lain. Mereka cari beras yang harganya lebih murah," katanya.
Kepala Bulog Divre NTT, Marwan Lintang, melalui Kepala Seksi Humas, Marselina B Radja-Rihi, mengatakan, jika dalam penyaluran beras itu terdapat beras yang dinilai tidak memenuhi standar, maka bulog segera menggantinya.
"Kalau ditemukan beras yang mutunya kurang bagus, kami langsung ganti dengan beras yang lebih baik. Beras yang masuk kategori standar," ujar Marselina. (*)

http://www.pos-kupang.com/read/artikel/42536/harga-beras-turun-rp-200kg
Read On 0 comments

Bahaya Atap Rumah dari Asbes

10:19:00 AM
Jumat, 29/01/2010 08:30 WIB

Vera Farah Bararah - detikHealth

Jakarta, Asbes masih banyak digunakan untuk atap bangunan rumah. Dalam jangka panjang menghirup asbes terus menerus bisa menimbulkan risiko kesehatan. Asbes masuk ke dalam tubuh melalui cara inhalasi.

Dampak bahaya dari menghirup serat asbes tidak bisa dilihat dalam jangka waktu singkat. Terkadang gejala penyakit ini baru muncul dalam waktu 20-30 tahun setelah terpapar serat asbes pertama kali.

Seperti dikutip dari Health.nsw, Jumat (29/1/2010) serat asbes yang terhirup dan masuk ke dalam paru-paru bisa menyebabkan asbestosis (timbulnya jaringan parut di paru-paru), kanker paru-paru dan mesothelioma (kanker ganas yang menyerang selaput mesothelium).

Risiko terkena penyakit ini akan meningkat setara dengan banyaknya jumlah serat asbes yang dihirup. Selain itu risiko kanker paru-paru akibat menghirup serat asbes lebih besar dibandingkan dengan asap rokok.

Ini disebabkan asbes terdiri dari serat-serat kecil yang mudah terpisah, sehingga jika serat tersebut berterbangan di udara dan terhirup oleh tubuh akan berbahaya bagi kesehatan.

Biasanya serat asbes ini bisa menimbulkan risiko kesehatan jika masuk ke dalam tubuh melalui cara inhalasi. Jumlah kecil serat asbes di udara yang dihirup seseorang saat bernapas tidak akan menimbulkan rasa sakit.

Rata-rata orang hanya menghirup asbes dalam jumlah yang sangat kecil dan berisiko rendah terhadap kesehatan. beberapa penelitian menunjukkan asbes yang berbentuk lembaran tidak menunjukkan risiko kesehatan yang berarti.

Orang yang sangat berisiko memiliki gangguan kesehatan akibat asbes umumnya yang bekerja di pertambangan atau industri.

Tapi bukan berarti atap rumah yang terbuat dari asbes tidak berbahaya sama sekali, hanya saja risiko gangguan kesehatannya lebih rendah. Berbagai bentuk material dari asbes membuat tingkatan risiko kesehatan yang berbeda.

Jika serat asbes dalam bentuk yang stabil seperti lembaran dan kondisinya masih baik, maka risiko kesehatannya kecil. Namun jika lembaran tersebut sudah ada yang rusak, berlubang atau salah dalam hal penggunaannya, maka bisa menimbilkan risiko yang lebih tinggi.

Bahan bangunan asbes umumnya digunakan sebagai lembaran semen (fibro), drainase, cerobong pipa, atap rumah atau papan bangunan lainnya. Sejak tahun 1960-an dan 1970-an, serat asbes banyak digunakan oleh masyarakat sebagai isolasi atap rumah.

Untuk mengurangi paparan dari serat asbes dan melakukan pencegahan jangka pendek bisa dengan melakukan beberapa cara:

1. Menyemprotkan air ke lembaran asbes untuk mencegah tanah, debu atau serat beterbangan di udara.
2. Menutup asbes dengan lembaran plastik atau terpal untuk menghindari paparan cuaca.
3. Mencegah anak untuk bermain di atap rumah yang terbuat daria asbes.
4. Mengganti lembaran asbes yang sudah rusak atau berlubang.
5. Sebisa mungkin memberikan ruang batas antara asbes denga ruangan dalam rumah.

(ver/ir)

http://health.detik.com/read/2010/01/29/083042/1288695/766/bahaya-atap-rumah-dari-asbes
Read On 0 comments

Sebelum Dinaikkan, Tarif Parkir Sudah Naik

10:14:00 AM
Sabtu, 30 Januari 2010 | 02:24 WITA

Ilham Minta PD Parkir Jamin Keamanan Kendaraan

Makassar, Tribun - Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin, menilai kenaikan tarif parkir sudah wajar. Namun ia meminta jajaran Direksi Perusahaan Daerah (PD) Parkir Makassar untuk menjamin keamanan kendaraan.

Sejak dua pekan lalu, Ilham bahkan mengaku sudah meneken kenaikan tarif seperti yang diusulkan direksi perusahaan pelat merah ini.
"Sebelum tanda tangan, saya minta komitmen PD Parkir untuk menjamin keamanan kendaraan yang bermotor. Para direksi komitmen dengan kenaikan ini juga akan menambah kas daerah," kata Ilham di Balaikota Makassar, Jumat (29/1).
Tarif parkir kendaraan roda dua naik dari Rp 500 menjadi Rp 1.000. Sementara untuk kendaraan roda empat dari Rp 1.000 menjadi Rp 1.500. Khusus di wilayah tertentu seperti kawasan Panakkukang, tarif parkir Rp 2.000 untuk mobil.
Ilham menyatakan sebelum kenaikan tarif parkir, jukir sudah memungut Rp 1.000 dari pengendara motor.
"Waktu tarifnya masih Rp 500, jukir di lapangan sudah memungut Rp 1.000. Lebih baik dinaikkan dan saya meminta PD Parkir juga untuk menambah insentif jukir," lanjut Ilham.
Sementara itu, PD Parkir Makassar Raya menargetkan meraih penghasilan daerah dari retribusi parkir senilai Rp 5,1 miliar. Karena target inilah, jajaran direksi dan badan pengawas menaikkan tarif parkir.
"Tahun ini, kita target Rp 5,1 miliar. Target ini setelah melalui kajian mendalam tentang pendapatan potensial tiap titik parkir," kata Direktur PD Parkir Makassar Raya, Aryanto Dammar.
Tahun 2009 lalu, PD Parkir Makassar Raya memperoleh pendapatan Rp4,5 miliar. Jumlah itu melebihi target yang ditetapkan Rp4,3 miliar.
Saat ini 715 titik parkir resmi yang tersebar di 14 kecamatan di Kota Makassar. Jumlah petugas parkir yang dipekerjakan sekitar 946 orang.
Untuk mencapai target pendapatan yang dibebankan ke PD Parkir, tiap juru parkir diberi target sesuai dengan titik yang ditempati.
Aryanto meminta pengguna kendaraan meminta karcis dari jukir. Tiap karcis per kendaraan terdiri dari tiga jenis. Satu dipegang jukir, satu lembar untuk pengguna kendaraan, dan satu lembar ditempel di kendaraan.
Karcis yang dipegang jukir menajdi salah satu satu bukti pemasukan jukir bersangkutan untuk disetor ke PD parkir.
"Saya menghimbau pengguna kendaraan mengambil karcis dan membayar sesuai nilai yang tertera di tiket," kata Aryanto.(sur)

http://www.tribun-timur.com/read/artikel/73969
Read On 0 comments

Kasus Gizi Buruk Hantui Pidie

10:12:00 AM
Friday, 29 January 2010 23:40

SIGLI - Dinas Kesehatan kabupaten Pidie dinilai banyak kalangan tak maksimal memperhatikan nasib kesehatan masyarakat. Terbukti selama tahun 2009 terdapat 52 kasus gizi buruk yang diderita bayi di daerah itu.

Data yang diperoleh Waspada di Dinkes Pidie, daerah yang paling banyak terdapat kasus gizi buruk meliputi kecamatan Tangse, Mane, Geumpang dan Geulumpang Baro. Munculnya penyakit itu disebabkan kurangnya Pemkab Pidie melalui dinas terkait melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Wakil ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia kabupaten Pidie Zukhri, Mauluddinsyah Adan, kepada Waspada, malam ini, mengungkapkan, banyaknya ditemukan bayi di bawah umur lima tahun yang menderita gizi buruk, disebabkan kurangnya koordinasi antara masyarakat dengan pemerintah daerah setempat. “Artinya kasus gizi buruk ini menjadi kasus luar biasa di tingkat nasional, bukan saja di Kab. Pidie,” katanya.

Mestinya sebut Zukhri, Puskesmas di setiap kecamatan maupun Puskesmas pembantu, bahkan bidan-bidan desa yang telah ditempatkan hampir setiap desa sesegera mungkin mendata dan memberikan laporan kepada Dinkes apabila ditemukan kasus gizi buruk. “Ke depan, Pemkab Pidie musti memberikan perhatian khusus melalui alokasi anggran APBK 2010 untuk program mengantisipasi timbulnya kasus gizi buruk, bahkan untuk mampu mengurangi kasus kematian ibu dan anak,” katanya.

Kadiskes Pidie, Abdul Hamid, mengungkapkan, dalam hal ini lebih menyalahkan masyarakat yang katanya kurang peduli pihak keluaraga dalam memenuhi kebutuhan gizi bagi balitanya. Sebab, sebutnya, asupan gizi kurang menyebabkan balita menderita kurang gizi.

Menurut Abdul Hamid, sebanyak 52 jumlah balita yang menderita gizi buruk itu, 12 di antaranya terpaksa mendapat perawatan serius di RSU Sigli, karena tidak mampu ditangani Puskesmas. Selebihnya ditangani di tingkat Puskesmas. ”Saat ini masih ada 16 balita gizi buruk yang masih dirawat,” katanya.
(dat04/wsp)

http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=85887:kasus-gizi-buruk-hantui-pidie&catid=77:fokusutama&Itemid=131
Read On 0 comments

Waspadai Kamera Pembobol ATM

10:09:00 AM
2010-01-28

Media cetak dan elektronik, beberapa hari belakangan ini, ramai memberitakan kasus pembobolan mesin anjungan tunai mandidi atau ATM. Sebagaimana diberitakan Suara Pembaruan edisi Kamis (21/1), seorang pejabat Bank Indonesia menyebutkan, hasil penyelidikan awal terjadinya skimming/tapping data, yaitu telah terjadi pencurian data nasabah yang tersimpan di dalam kartu dan pengintipan nomor identitas personal (PIN) di mesin ATM.

Pada hari berikutnya, dilaporkan juga bahwa pembobolan ini terjadi di berbagai bank di beberapa kota (diperkirakan lebih dari 200 nasabah), dengan total kerugian lebih Rp 5 miliar. Tentu sebagai pemegang kartu ATM dan terbiasa dengan gaya hidup yang bergantung pada keberadaan mesin ATM, kita sangat cemas dengan berita-berita ini. Apakah transaksi ATM yang sedang kita lakukan aman? Apakah data kita sedang tidak disadap oleh orang lain? Adakah kamera tersembunyi yang sedang mengintip aktivitas saat memasukkan nomor PIN ke mesin ATM?

Kamera CCTV tersembunyi (atau sering dikenal sebagai kamera mata-mata) adalah salah satu alat yang dituding telah turut membantu kegiatan para pembobol ATM, sehingga mereka berhasil merampok sejumlah uang. Tetapi, bagaimana kerja kamera ini?

CCTV di ATM

Kamera CCTV adalah peralatan elektronik yang membutuhkan lensa dan sumber daya (power supply) untuk dapat bekerja. Dengan bantuan lensa ini, kamera dapat menangkap objek (informasi lebih lengkap tentang CCTV dapat dilihat di tulisan yang dibuat penulis di harian Suara Pembaruan edisi 10 Juli 2009). Akan tetapi, kemampuan menangkap kamera ini bergantung pada kemampuan teknis lensa yang digunakan.

Kemampuan teknis lensa, yang sering disebut adalah panjang fokus lensa (focal length, dinyatakan dalam mm) dan bukaan lensa (diafragma lensa, dinyatakan dengan bilangan f). Panjang fokus lensa menentukan lebar bidang gambar yang dapat dilihat oleh kamera (cobalah mainkan W(ide) dan T(ele) pada kamera poket Anda, inilah yang dimaksud panjang fokus lensa). Sedangkan bukaan lensa, menentukan seberapa banyak cahaya yang dapat dikumpulkan oleh lensa, supaya kamera dapat menghasilkan gambar yang baik.

Setiap kamera CCTV membutuhkan cahaya untuk membantu kamera melihat objek dengan baik. Kecukupan cahaya akan menghasilkan gambar yang terang, atau gelap sama sekali kalau cahaya tidak ada.

Di mesin ATM, kamera yang dipasang oleh pihak bank dihubungkan dengan alat perekam (dikenal sebagai digital video recorder/DVR) yang ditempatkan di suatu tempat aman, yang tersembunyi. Sebagai perekam, DVR menerima sinyal listrik dari kamera ATM untuk disimpan datanya. Data yang disimpan adalah data rekaman gambar yang diambil oleh kamera ATM (atau dapat juga sejumlah kamera ATM) yang terhubung dengan DVR ini. DVR dapat merekam satu atau lebih kamera secara bersamaan. Periode simpan data oleh DVR bergantung pada kapasitas hard disk dari DVR yang digunakan.

CCTV yang dipasang oleh bank di mesin-mesin dan/atau lokasi-lokasi ATM, dimaksudkan untuk membantu bank dalam menganalisis data untuk kelancaran tugas operasional mereka. Karena itu, pihak bank biasanya mengarahkan kamera menghadap badan/wajah nasabahnya dan diletakkan di sebelah atas dan sedikit di belakang mesin ATM. Juga, kebanyakan bank memasang kamera yang dapat dilihat keberadaannya oleh nasabahnya. Setahu penulis, pihak bank tidak pernah memasang kamera ATM untuk keperluan mengintip PIN dari para nasabahnya.

Lain halnya dengan para pembobol ATM. Mereka memasang kamera untuk keperluan mengintip PIN dari setiap orang yang melakukan transaksi di mesin ATM, yang sudah mereka pasangi kamera pengintip dan alat-alat lainnya. Karena keperluannya untuk mengintip PIN, maka kamera diposisikan mengarah ke tombol-tombol angka yang ada di mesin ATM, panjang fokus lensanya tertentu, supaya sebagian besar tombol terlihat. Mereka dapat meletakkan kamera di posisi mana saja, sepanjang tombol angka terlihat dengan jelas oleh kamera. Karena itulah, kamera ini dinamakan spy cam, karena digunakan untuk memata-matai.

Karena berfungsi mengintip, maka kamera ini cukup kecil, agar kehadirannya tidak disadari oleh mereka yang melakukan transaksi. Kamera jenis ini biasanya memiliki dimensi yang kecil. Bahkan, ada yang sekecil ujung jari telunjuk orang dewasa. Dan karena dimensinya yang kecil serta keperluannya yang sangat spesifik untuk memata-matai, kamera ini dapat saja ditempelkan di kacamata, kartu identitas karyawan (badge), pulpen, ikat pinggang, jam tangan, pemantik api, dan sebagainya.

Reiner Francis, Praktisi CCTV, tinggal di Jakarta

http://www.suarapembaruan.com/index.php?detail=News&id=13349
Read On 0 comments

HIPMI Sesalkan Ketidaksiapan Indonesia Hadapi ACFTA

10:07:00 AM
Jumat, 29 Januari 2010 16:56 WIB

Jakarta (ANTARA News) - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menyesalkan ketidaksiapan pemerintah menghadapi perdagangan bebas, terutama perdagangan bebas ASEAN-China (ACFTA).

"Isu paling besar adalah tidak adanya sosialisasi dan persiapan, sehingga saat pemberlakukan free trade, dunia usaha kaget karena tidak punya persiapan," kata Ketua Umum HIPMI Erwin Aksa usai bertemu Wapres Boediono di Istana Wapres, Jumat.

HIPMI, kata Erwin, menyadari bahwa sekarang China memiliki banyak barang murah yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan industri. Sebagian besar barang-barang China juga merupakan barang jadi yang bisa langsung dikonsumsi (consumer product).

"Indonesia banyak ekspor bahan baku. Sedangkan China kebanyakan barang jadi. Kenapa kita tidak ekspor barang jadi juga. Itu kan butuh pabrik," kata Erwin.

Terkait itu HIPMI berharap Pemerintah dapat meningkatkan pembangunan infrastruktur yang mendukung produksi barang jadi. HIPMI juga meminta perbankan memberikan dukungan kepada pengusaha.

"Ini butuh dukungan perbankan yang memiliki peranan penting. Terutama dukungan dalam bangun pabrik," ujar Erwin.
(*)

http://www.antaranews.com/berita/1264758975/hipmi-sesalkan-ketidaksiapan-indonesia-hadapi-acfta
Read On 0 comments

Ratusan Mahasiswa Unpad Terlantar

10:06:00 AM
Jumat, 29/01/2010 18:39 WIB

Sistem Pembayaran SPP Kacau

Tendi Mahadi - detikBandung

Bandung - Akibat kacaunya sistem pembayaran SPP untuk semester genap tahun ajaran 2009-2010, ratusan mahasiswa terlantar di ruang pembantu rektor III Unpad (bagian keuangan dan administrasi), Jl. Dipati Ukur no 35 Bandung. Mereka berniat membayar SPP secara manual karena nama dan nomor rekening mereka tidak tercantum di daftar mahasiswa yang ada di BNI (Bank Nasional Indonesia).

Namun banyaknya mahasiswa yang berniat membayar secara manual tidak dibarengi dengan jumlah petugas yang memadai. Akhirnya petugas kewalahan dan mahasiswa hanya bisa menunggu lama. Antrian sendiri sudah dimulai dari sekitar pukul 9.00 WIB pagi dan masih terjadi hingga saat ini, dengan penjagaan dari petugas keamanan kampus.

"Saya dari habis Sholat Jumat, tapi ada yang ngantri dari pagi sampai sekarang belum dipanggil," ujar Ivan Hermawan (22) Mahasiswa Fikom Unpad yang akan membayar SPP untuk semester 8 yang ditemui detikbandung di Kampus Unpad Jumat (29/1/2010).

Ivan mengungkapkan bahwa kekurangan petugas dibarengi dengan kurangnya koordinasi. Sehingga mahasiswa sering dioper ke ruang lain namun tanpa kejelasan dan hasil. "Ya bingung jadinya," tambahnya.

Ivan mengakui baru mengetahui namanya tidak tercantum di daftar mahasiswa yang ada di BNI kemarin (28/1/2010). Padahal pembayaran SPP untuk semester genap dijadwalkan berakhir pada hari ini.

(dip/dip)

http://bandung.detik.com/read/2010/01/29/183938/1289273/486/ratusan-mahasiswa-unpad-terlantar
Read On 0 comments

Membunyikan Klakson di Malaysia

10:05:00 AM
Sabtu, 30 Januari 2010 | 05:13 WITA

SALAH satu kebiasaan yang patut kita contoh untuk para pengemudi di Makassar bila berada di Kota Kuala Lumpur, Malaysia, adalah kesopanan dan ketertiban para pengendara mobil.

Apabila kita melaju di semua jalan di Kuala lumpur, Malaysia, maka kita tidak akan mendengar pengemudi membunyikan klakson mobil untuk meminta pengemudi lain melaju lebih cepat atau minggir dari depan mobil kita.
Membunyikan klakson dianggap tidak sopan. Selain itu kita tidak akan melihat para pengemudi yang ugal-ugalan atau memcoba memotong jalan kendaraan lain sehingga kendaraan kelihatan rapi mirip dengan bebek yang berbaris rapi masuk kandang.
Sangat berbeda dari kondisi jalan yang ada di Makassar. Membunyikan klakson dengan keras dan menyalip kendaraan lain dan membahayakan pengendara lain adalah hal yang lumrah kita jumpai. Semoga Makassar bisa menuju kota tertib lalu lintas.

http://www.tribun-timur.com/read/artikel/73989
Read On 0 comments

Ratusan Ayam di Sukabumi Positif Flu Burung

10:03:00 AM
Jumat, 29 Januari 2010 16:24 WIB

Sukabumi (ANTARA News) - Sebanyak 300 ekor ayam kampung yang mati mendadak di dua RW yakni di RW 05 dan 11 Kampung Anggayuda, Desa Pamuyuran, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dinyatakan positif terjangkit virus H5N1 atau flu burung.

"Setelah dilakukan pengujian cepat (rapid test) terhadap ayam yang mati menunjukan, ayam yang mati mendadak disebabkan oleh virus flu burung. Uji rapid ini tingkat kepercayaannya sampai 70 persen," kata Kabid Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner dr Asep Kurnadi usai melakukan pengambilan sampel darah ayam, Jumat.

Kendati demikian, kata dia, pihaknya akan tetap mengambil sampel darah ayam tersebut untuk diuji di laboratorium di Bandung untuk mengetahui lebih tepat apakah ayam yang mati tersebut 100 persen karena virus flu burung atau bukan.

Untuk mengantisipasi penyebaran virus itu, kata dia, ayam yang masih hidup akan dikarantina dan diberi vitamin agar kekebalan tubuhnya meningkat.

"Bila ada warga yang menemukan ayam yang sakit, diminta segera laporkan kepada pihak desa dan langsung mengubur atau membakarnya. Penyebaran virus ini sangat cepat, sehingga masyarakat yang memelihara ayam harus selalu waspada dan membersihkan kandang ayam dengan desinfektan," tuturnya.

Sementara itu, Ketua RW 05 Desa Pamuyuran Mimi Mintarsih menyebutkan, kejadian seperti ini sudah berlangsung selama satu minggu.

"Hingga saat ini, ayam yang mati mendadak mencapai 300 ekor yang berada di RW 05 dan RW 12. Pada awalnya, kami tidak mengetahui ada ayam yang mati mendadak, tetapi lama kelamaan ayam yang mati mendadak tersebut jumlahnya terus bertambah," katanya.

Menurut dia, warga sekitar seringkali menemukan bangkai ayam yang sudah membusuk karena sebelum mati ayam-ayam tersebut tidak menunjukkan gejala sakit dan langsung tiba-tiba mati.

Salah seorang warga setempat, Ence, mengatakan, sejumlah warga menguburkan ayam yang telah mati karena khawatir penyakit yang menyerang ayam mati mendadak ini menjalar ke ayam lain.

Menurut dia, sementara waktu ini pihaknya hanya mengamankan ayam-ayamnya yang masih hidup dan memberikan disinfektan untuk mencegah kembali kematian mendadak ayamnya tersebut. (*)

http://www.antaranews.com/berita/1264757062/ratusan-ayam-di-sukabumi-positif-flu-burung
Read On 0 comments

Kasus Kecil Jangan ke Pengadilan

10:02:00 AM
2010-01-28

ANTARA/Muhammad Said

Menkumham Patrialis Akbar meresmikan pusat layanan hukum (law center) di Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM Riau, di Pekanbaru, Rabu, (27/1). Menkumham mengimbau daerah lain juga melakukan hal yang sama dalam rangka meningkatkan pelayanan masyarakat, seperti konsultasi dalam rancangan Perda agar tidak bertentangan dengan peraturan lebih tinggi.

[PEKANBARU] Pakar Kriminologi Universitas Indonesia (UI), Adrianus Meliala meminta agar kasus yang menimpa anak sekolah tidak perlu dilaporkan ke polisi. Kasus-kasus seperti itu cukup diselesaikan secara kekeluargaan.

Hal itu dikemukakan Adrianus Meliala kepada SP di Jakarta Kamis (28/1) pagi menanggapi pernyataan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Patrialis Akbar yang mengharapkan kasus kecil jangan dilaporkan ke polisi, tetapi diselesaikan secara kekeluargaan. Patrialis Akbar mengemukakan hal itu ketika meresmikan Pusat Pelayanan Hukum Terpadu di Pekanbaru, Riau, Rabu (27/1).

Menurut Adrianus, jika dilaporkan ke polisi dikhawatirkan akan berpengaruh pada perkembangan mental anak-anak yang terkena kasus.

Ia menegaskan, kepolisian sedikit kesulitan menangani kasus yang melibatkan anak sekolah. Masalahnya, kasus seperti itu terjadi pada anak yang berada di bawah umur. Polisi tentu tidak bisa langsung memvonis anak-anak bersalah karena bisa berpengaruh pada perkembangan masa depan mereka.

Menurutnya, sekolah juga bisa dipakai untuk mendamaikan kasus yang menimpa anak-anak. Hal itu sejalan dengan fungsi sekolah, yaitu mendidik anak-anak.

Sebelumnya, Menkumham Patrialis Akbar mengatakan, kasus-kasus kecil yang tidak berdampak luas dan tak membahayakan masyarakat ataupun negara, jangan diajukan ke pengadilan. Apalagi jika hal itu menyangkut masalah kemiskinan, keterpaksaan, dan anak-anak. "Kami mengimbau kepada instansi kepolisian, Kejaksaan dan Pengadilan untuk mempertimbangkan agar kasus-kasus kecil tersebut tidak sampai disidangkan. Kami mengemukakan hal ini tanpa bermaksud melakukan intervensi,"ujarnya kepada wartawan di Pekanbaru, Riau, Rabu siang.

Profesional

Menkumham Patrialis Akbar berada di Pekanbaru saat meresmikan Pusat Layanan Hukum Terpadu (Law Center). Turut hadir dalam acara itu Wakil Gubernur Riau, Mambang Mit dan Kakanwil Kementrian Hukum dan HAM Provinsi Riau, Bambang Irawan. Selain itu hadir pula sejumlah pejabat eselon I Kementrian Hukum dan HAM.

Ia mengharapkan agar law center dikelola oleh orang- orang yang profesional dan diharapkan dapat menjadi primadona. Sehingga tidak ada lagi alasan tak menguasai hukum dan peraturan. Ia juga meminta agar law center meningkatkan posisinya dalam membangun Peraturan Daerah. Dengan demikian diharapkan jajaran bupati/ wali kota dan gubernur serta kakanwil mampu menyiapkan ahli-ahli hukum agar lebih mudah bergabung. "Dengan demikian tidak ada lagi peraturan daerah yang dibuat dengan memakan biaya tinggi dan cukup lama namun ditolak oleh pusat karena tidak sesuai dengan undang-undang. Apalagi di pusat saat ini banyak undang-undang yang dibatalkan Mahkamah Konstitusi," tandasnya. [MUL/R-14]

http://www.suarapembaruan.com/index.php?detail=News&id=13361
Read On 0 comments

Waspadai Gizi Buruk Sebagai Gejala AIDS Pada Anak

11:49:00 AM
Wednesday, 27 January 2010 01:05

MEDAN - Penyakit gizi buruk yang ditandai dengan menurunnya berat badan, perlu diwaspadai sebagai gejala Human Immunodeficiency Virus/Aquired Immuno Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) pada anak-anak.

Paling tidak, satu dari dua anak yang menderita gizi buruk patut dicurigai terinfeksi HIV. Apalagi bila gejala gizi buruk tidak segera pulih meski anak tersebut sudah dintervensi dengan nutrisi.

“Hasil penelitian di Jakarta, satu dari dua kasus gizi buruk terpapar HIV. Makanya, harus segera dideteksi untuk penanganan lebih baik,” kata Kadis Kesehatan Sumut, Candra Syafei, melalui Project Officer Global Fund Komponen AIDS (GF-AIDS), Andi Ilham Lubis, tadi malam.

Menurutnya, beberapa literatur menyebutkan bahwa ada sejumlah penyakit infeksi opportunistik (IO) pada anak-anak, yang menderita HIV/AIDS di antaranya pneumoni (radang paru), meningitis kriptokokus (radang selaput otak), kardiasis esofagus (infeksi jamur pada saluran pencernaan) dan malnutrisi (gizi buruk).

“Karenanya, perlu diwaspadai gizi buruk terhadap anak, karena hal itu bias sebagai gejala AIDS pada anak,” katanya.
(dat03/wsp)

http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=84982:waspadai-gizi-buruk-sebagai-gejala-aids-pada-anak&catid=14:medan&Itemid=27
Read On 0 comments

Pasang Baru, PLN Dituding Tak Adil

11:48:00 AM
Rabu, 27-01-10 | 09:26

TOBOALI -- Disaat warga merasakan kegelapan karena pemadaman bergilir yang dilakukan oleh PLN Ranting Toboali, muncul isu bahwa PLN Ranting Toboali melakukan pamasangan baru. Hingga membuat warga kesal dan mempertanyakan hal ini.

Salah satunya seperti nyang disampaikan oleh Lurah Tanjung Ketapang, Ali Akbar Spi Msi yang menduga bahwa masih ada pemasangan baru yang dilaksanakan oleh PLN Ranting Toboali "Katanya daya listrik yang kurang, namun pemasangan penerangan di rumah milik warga Simpang Jalan SMA Negeri I depan Kubur milik Fani masih saja berjalan. Berarti masyarakat seperti tidak diperlakukan dengan adil, kata Ali.

PLN Kata Ali, seharusnya lebih arif dan jujur. Mengapa jika masyarakat yang uangnya pas-pasan susah untuk mendapatkan sambungan listrik. Sementara orang kaya bisa memasang listrik dengan mudah.
"Seyogyanya PLN tidak boleh begitu. Masyarakat miskin ini yang harus menjadi perhatian kita, dan kuncinya adalah keterusterangan PLN dan transparansi PLN dengan kondisi yang ada, ungkap Ali lagi.

Informasi pemasangan baru ini diketahu oleh Ali, setelah mendapat laporan warga dua hari lalu. Fani yang istrinya bidan, mendapat aliran listrik di rumahnya, sedangkan saat ini sudah tiga bulan kita padam bergilir.

Bukan hanya di rumah Fani, pemasangan baru juga terjadi di Simpang Tugu Nanas, dan di Jalan Bukit Parit 8. "Ini Saya ketahui semua dari warga. Padahal sebelumnya listrik tidak boleh dipindahkan. Tapi ternyata ada yang memindahkan. Sebetulnya warga mau demo ke PLN saya tahan jangan ada sampai ada demo nanti bisa anrkhis, jadi harus minta izin aparat terlebih dulu kalau mau demo," tandas Ali.

Diceritakan juga oleh Ali, Ia pernah meminta kepada PLN agar bisa tukar dengan tetangganya yang memiliki daya 2300 waat dengan dirinya yang 900 watt. Dan ini dilarang oleh PLN. "Tapi orang lain pasang baru maupun jual beli aliran listrik boleh, apa bedanya" tandas Ali.

Sementara itu Menejer PLN Ranting Toboali, Budiman, ketika dikonfirmasdikan harian ini ,Selasa(26/1) diruang kerjanya, membenarkan memang adanya pemasangan baru di rumah bidan disimpang Puput Depan Pemakaman Umum. Itu dilakukan karena untuk kepentingan masyarakat karena yang memiliki rumah adalah bidan yang melayani masyarakat.

Menurut Budiman, izin praktek bidan itu di rumahnya lengkap dan peralatan untuk penyelamatan bayi sudah ada dan betrdasarkan data-data yang ada. Phaknya memberikan kebijakan untuk pemasangan baru.

"Kalau tidak lengkap saya tidak berani, mereka pasang baru dengan daya 3.200 Waat. Pemasangan baru atas nama klinik bersalin dan gedung terpisah dengan rumah," kata Budiman. Sementara pemasangan di Simpang Nanas dan Parit 8 Budiman tidak mengetahui. "Saya tidak mengetahui sama sekali, kalau Bapak tahu tolong kasi tahu sama saya," kata Budiman. (err)

http://www.fajar.co.id/index.php?option=news&id=80217
Read On 0 comments

About Me

My Photo
Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa.

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

There was an error in this gadget

Recent Posts