Gerakan Konsumen Indonesia
THE PEOPLE UNITED WILL NEVER BE DEFEATED (RAKYAT BERSATU TAK BISA DIKALAHKAN)

Obat Tradisional yang Mulai Dilirik

12:10:00 PM
Jumat, 19 Februari 2010 | 15:44 WIB

KOMPAS.com - Beberapa tahun belakangan ini, Indonesia mulai banyak melakukan riset untuk mengetahui manfaat obat-obatan tradisional secara ilmiah. Tak heran, saat ini beberapa obat yang terbuat dari tumbuhan di Indonesia, mulai dilirik dunia internasional. Ini membuktikan kalau pengobatan tradisional tidak kalah ampuhnya dengan pengobatan medis. Berikut beberapa obat tradisional yang sudah diteliti khasiatnya.

1. Mengkudu atasi diabetes dan darah tinggi
Dari hasil penelitian yang dilakukan beberapa tahun terakhi ini, mengkudu memang benar terbukti kemajuannya sebagai obat. Kadar ekstrak buah tersebut dengan dosis tertentu, menunjukkan khasiat buah ini sebagai pemberi efek penurun kadar glukosa darah.

Selain itu, ekstrak buah mengkudu dapat menurunkan tekanan darah yang meninggi sampai relatif normal kembali. Hal ini terbukti melalui pengujian pada manusia, memperlihatkan hasil yang positif. Pada akhir masa pengujian, tekanan darah yang semula 170/110 mmHg turun menjadi 115/80 mmHg setelah 12 minggu masa pengujian.

2. Pare, daun teh dan mengkudu untuk diabetes
Beberapa waktu lalu, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Departemen Farmasi Universitas Indonesia mengumumkan hasil uji pre-klinis obat herbal yang dapat menurunkan kadar gula darah. Ramuan yang terdiri dari mengkudu, Gymnema sylvestre, daun teh dan pare, telah lulus uji pre klinis.

Hasilnya ternyata lebih efektif untuk menurunkan kadar gula darah, dibandingkan dengan glibenklamid (salah satu obat kimia yang umum dan standar digunakan untuk diabetes melitus). Selain itu, juga diuji dan keamanannya untuk penggunaan jangka panjang dan pendek.

3. Kumis kucing untuk batu ginjal
Kumis kucing telah dikenal sebagai salah satu obat tradisional yang banyak digunakan di Indonesia. Ternyata, salah satunya sebagai pengobatan batu ginjal, menurunkan kadar gula darah, rematik, antiradang, dan melancarkan air seni.

Menurut Prof.Dr.Sumali Wiryowidagdo, selaku Kepala Pusat Studi Obat Bahan Alami Universitas Indonesia, tanaman obat seperti kumis kucing sebenarnya layak disebut herba rasional. Hal ini, karena telah dibuktikan selama bertahun-tahun meski secara empiris. Tanaman obat ini, paling tidak telah teruji khasiat, efektivitas dan keamanannya.

4. Sambiloto tingkatkan daya tahan tubuh
Karena kandungannya berkhasiat meningkatkan daya tahan tubuh, sambiloto diyakini mampu menangkal virus HIV/AIDS. Malah, sebuah perusahaan di Amerika Serikat sudah mematenkan tanaman ini. Sayangnya, di Indonesia, tanaman ini terserak di sembarang tempat dan belum digunakan maksimal.

Sambiloto mempunyai kandungan zat yang khas berupa andrographolid dan zat panicoli. Fungsi utamanya sebenarnya untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Makanya, di Amerika Serikat, sambiloto sudah dipatenkan sebagai obat penyakit AIDS.

5. Mahkota dewa antitumor
Sejak dulu, tanaman ini sudah dikenal khasiatnya di kalangan Keraton Mangkunegara, Surakarta dan Yogyakarta. Khasiatnya adalah mengobati luka dalam sekaligus obat luar seperti diabetes, lever dan pilek. Dari penelitian ilmiah, buah dan daunnya bisa mengatasi alergi seperti biduren, gatal-gatal, bersin dan sesak napas.

Dalam buku Inventaris Tanaman Obat Indonesia, yang diterbitkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Depkes, disebutkan bahwa tanaman ini berkhasiat obat anti tumor, obat disentri dan obat sakit kulit.

http://kesehatan.kompas.com/read/2010/02/19/15442751/Obat.Tradisional.yang.Mulai.Dilirik
Read On 0 comments

Jalur Utara Bangkalan Rusak Akibat Alat Berat

12:09:00 PM
Sabtu, 20 Pebruari 2010 01:02 WIB

Bangkalan (ANTARA News) - Jalan di jalur utara di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, sepanjang 30 kilometer rusak parah akibat sering dilalui alat berat untuk kegiatan eksplorasi.

"Jalur utara sekitar sepanjang 30 kilometer mengalami rusak. Jika hal tersebut dibiarkan maka rawan sekali terjadi kecelakaan," kata tokoh masyarakat Bangkalan, KH Syarifuddin Daman Huri, Jumat.

Syarifuddin menjelaskan, jalur utara yang mengalami kerusakan meliputi Kecamatan Arosbaya, Geger, Tanjung Bumi, Sepulu, dan Konang. Jalan di jalur tersebut banyak lubang.

"Dulu sebelum ada kegiatan eksplorasi migas (minyak dan gas), jalan di jalur utara bagus. Namun, sekarang kondisi jalan banyak yang berlubang," ucapnya.

Menurut Syarifuddin yang juga fungsionaris PCNU Bangkalan itu, alat berat yang melintas di jalur utara yakni menuju sumur Madederop, Desa Banyonning Dajah, Kecamatan Geger dan sumur Dolang-Dolang I, Desa Genteng, Kecamatan Konang.

"Kami berharap pihak SPE Petroleum segera memperbaiki jalan yang rusak tersebut. Sebab pengguna jalan yang melintas di situ tidak nyaman," ucapnya.

Selain membuat jalan rusak, katanya, kegiatan eksplorasi migas juga mempengaruhi budaya masyarakat sekitar. Pasalnya, saat azan Maghrib tiba masyarakat setempat pergi ke masjid, tapi para pekerja eksplorasi migas masih memakai celana pendek.

"Saya minta supaya hal semacam tersebut dihentikan, agar tidak mempengaruhi masyarakat sekitar yang notabene umat Muslim," paparnya.

Sementara itu, Humas SPE Petroleum, Kholil, mengatakan, pihaknya bersedia memperbaiki jalan yang rusak tersebut dalam waktu dekat. Sehingga kegiatan eksplorasi migas tidak memberikan dampak negatif pada masyarakat. (ZIZ/K004)

http://www.antaranews.com/berita/1266602521/jalur-utara-bangkalan-rusak-akibat-alat-berat
Read On 0 comments

Makanan dan Minuman Pemicu Buang Air Seni

12:08:00 PM
Minggu, 07 Februari 2010 11:30 WIB

Penulis : Ikarowina Tarigan

MEMENUHI asupan air sangat penting dalam mempertahankan kesehatan. Tapi, terlalu banyak minum air putih atau jenis cairan lainnya bisa membuat Anda berulang-ulang buang air kecil, khususnya jika Anda menderita overactive bladder (kandung kemih yang terlalu aktif).

Untuk menghindari hal tersebut, cobalah minum tidak lebih dari dua liter sehari. Selain itu, cobalah menghindari makanan atau minuman yang membuat Anda harus bolak-balik buang air seni. Makanan atau minuman apa saja yang membuat kandung kemih Anda menjadi terlalu aktif? Berikut uraiannya untuk Anda.

Minuman beralkohol

Alkohol dalam berbagai bentuk termasuk bir, anggur atau minuman keras memicu dehidrasi. Tapi, alkohol mengeringkan tubuh dengan cara menambah jumlah air seni, yang artinya menambah frekuensi ke kamar kecil. Selain itu, alkohol juga mengganggu sinyal otak ke kandung kemih terkait pelepasan air seni. Jadi, cobalah mengurangi asupan alkohol jika Anda menderita overactive bladder.

Sumber kafein

Kafein menstimulasi kandung kemih dan bertindak sebagai diuretik, menghasilkan lebih banyak air seni. Mengurangi atau menghentikan konsumsi kafein bisa membantu mengontrol kandung kemih yang terlalu aktif. Tapi, bukan berarti Anda harus berhenti minum kopi, teh atau kola sepenuhnya. Cobalah menggantinya dengan sumber yang tanpa kafein (decaffeinated version). Selain minuman ini, cokelat juga termasuk sumber kafein. Untuk menghindari gangguan, cobalah membatasi asupan cokelat dan hindari sumber kafein di malam hari.

Makanan dan minuman asam

Buah dan jus jeruk, kopi, teh dan tomat bersifat asam dan bisa mengiritasi kandung kemih. Jadi, cobalah membatasi konsumsi untuk mengurangi masalah kandung kemih yang terlalu aktif.

Minuman berkarbonasi

Minuman bersoda bisa mengiritasi kandung kemih yang sensitif. Jadi, cobalah membatasi atau menghentikan konsumsi minuman ini jika Anda mempunyai kandung kemih yang terlalu aktif.

Makanan pedas

Makanan pedas tidak hanya menggelitik lidah atau mengundang air mata, tapi juga mengiritasi kandung kemih. Mengurangi asupan makanan pedas bisa membantu Anda mengurangi frekuensi ke kamar kecil. Tapi, bukan berarti Anda harus mengonsumsi makanan hambar. Anda hanya perlu mencoba untuk menemukan jumlah yang tidak mengiritasi kandung kemih Anda.

Pemanis

Gula, madu, dan pemanis buatan bisa mengiritasi kandung kemih. Jadi, cobalah membatasi asupan pemanis dalam diet Anda. Sama seperti makanan lainnya, Anda perlu mencoba-coba dulu untukmenemukan takaran yang sesuai.

Diet seimbang

Cobalah mengonsumsi diet seimbang dan menghindari mengonsumsi semua makanan pemicu dalam satu hari. Misalnya, jika sudah mengonsumsi kopi dan jus jeruk saat sarapan, cobalah menghindari makanan pemicu lain seperti makanan pedas dan soda di siang atau malam harinya. (IK/OL-08)

http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2010/02/02/2143/3/Makanan_dan_Minuman_Pemicu_Buang_Air_Seni
Read On 0 comments

Risiko Kanker dari Menggoreng Daging di Kompor Gas

12:06:00 PM
Jumat, 19/02/2010 14:40 WIB

Nurul Ulfah - detikHealth

Oslo, Peneliti menemukan banyak koki di bagian penggorengan daging atau memasak steak yang dalam jangka waktu panjang terkena kanker paru-paru. Penyebabnya adalah menghirup asap dari suhu tinggi di kompor gas ditambah minyak yang panas saat menggoreng.

Peneliti Norwegia melakukan penelitian terhadap 17 koki yang berpartisipasi dalam studi ini. Para partisipan ada yang memasak menggunakan kompor gas dan ada yang memakai kompor listrik. Hasilnya, senyawa penyebab kanker paru-paru terdapat lebih banyak pada partisipan yang memasak daging dengan kompor gas.

Peneliti menyimpulkan hal itu setelah melihat kecenderungan kanker paru-paru yang lebih banyak terjadi pada koki dan tukang masak.

Senyawa yang berhasil diidentifikasi sebagai penyebab kanker adalah Polycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAHs), heterocyclic amines dan aldehydes. Senyawa-senyawa tersebut banyak ditemukan pada tukang masak yang menderita penyakit kanker, terutama tukang masak daging.

"Asap yang dihasilkan dari kegiatan memasak dengan kompor gas ternyata merupakan campuran zat beracun dan mutagenik, yaitu campuran PAHs, aldehydes dan heterocyclic amino. Akan lebih aman jika memasak dengan kompor listrik," ujar Ann Kristin Sjaastad dari Norwegian University of Science and Technology, Trondheim seperti dilansir dari Dailymail, Jumat (19/2/2010).

Peneliti percaya suhu panas yang tinggi dari kompor gas ditambah panas pemecahan minyak saat menggoreng sangat berisiko memunculkan partikel penyebab kanker.

Untuk menghindari pengaruh asap dari kompor gas yang terhirup saat menggoreng daging, peneliti menyarankan untuk mengatur ventilasi dapur. Agar asap bisa keluar dengan baik dan risiko masuk ke dalam paru-paru pun menjadi berkurang.

Masuknya asap dari gas ke dalam daging yang sedang digoreng bisa menyebabkan perubahan DNA yang akhirnya menimbulkan sel-sel kanker, terutama kanker paru-paru.

Peneliti menduga bahwa partikel ultrafine yang terbentuk dari gas dan minyak panas akan merusak produk, terutama produk daging-dagingan dan akhirnya menghasilkan zat karsinogenik. Semakin tinggi suhu saat memasak, semakin banyak pula senyawa karsinogenik yang akan terbentuk.

Dr Deborah Jarvis dari the National Heart and Lung Institute juga menyebutkan bahwa orang yang sering masak dengan kompor gas lebih banyak mengalami batuk, infeksi pernafasan dan asma daripada mereka yang masak dengan kompor listrik.

Studi yang dipublikasikan dalam Journal Occupational and Environmental Medicine ini mengandung pesan agar orang menjaga dapur dengan ventilasi yang baik dan pastikan semua peralatan gas terpelihara dengan baik.

(fah/ir)

http://health.detik.com/read/2010/02/19/144056/1302867/763/risiko-kanker-dari-menggoreng-daging-di-kompor-gas
Read On 0 comments

Gula Impor Dijual Rp 11.000/Kg

12:04:00 PM
Sabtu, 20 Februari 2010 | 9:02 WIB

Awal Maret Kembali Digerojok 49.450 Ton

SURABAYA - SURYA- PemPROV Jatim berharap harga gula impor yang datang sejak awal Februari bisa kurang dari Rp 10.000 per kilogram. Sedang PT Perkebunan Nusantara (PTPN) sebagai pengimpor telah menetapkan kisaran harga jual di tingkat eceran Rp 11.000 per kilogram.

Sekretaris Perusahaan PTPN XI, Adig Suwandi mengungkapkan, sangat sulit mengharapkan harga gula bisa di bawah Rp 10.000 per kilogram dalam dua bulan ke depan.

Ini karena kebutuhan gula dalam negeri hanya tercukupi dari gula impor hingga masa giling tebu yang dilakukan pada, Mei mendatang.

“Kami memperkirakan harga gula kisaran Rp 11.000 per kilogram di tingkat konsumen,” kata Adig, Jumat (19/2).

Harga gula dunia yang masih cukup tinggi, diakui Adig, menjadi penyebab masih mahalnya harga gula impor ketika dilempar ke pasar.

Ia menguraikan, harga beli gula di kisaran 822 dolar AS per ton CIF atau harga sampai gudang pelabuhan di negara tujuan atau sekitar Rp 8.220 per kilogram.

Jika ditambah bea masuk, PPN, PPh, asuransi, susut, bongkar muat, dan biaya distribusi, harga di tangan importir saja tanpa laba sudah mencapai Rp 9.860 per kilogram.

Dengan memperhatikan perhitungan laba yang didapat mulai D1 (distributor utama) hingga D5 (eceran), biasanya terdapat selisih 12-15 persen, sehingga dipastikan harga pada tingkat konsumen akhir Rp 11.000 per kilogram.

Namun, jika pemerintah menginginkan harga gula di pasar di bawah Rp 11.000 per kilogram, Adig menegaskan, cara yang bisa ditempuh dengan menyediakan dana subsidi, melakukan pembelian gula ke PTPN dan disalurkan untuk membantu kelompok miskin.

“Itu satu-satunya cara. Pertanyaannya, apakah pemerintah memiliki dana cukup untuk itu,” tukas Adig.

Sebelumnya, Kadisperindag Jatim, Zainal Abidin berharap, harga gula bisa ditekan hingga di bawah Rp 10.000. Salah satu usulannya, dengan menjual secara langsung ke tingkat eceran.

“Itu artinya, harga gula ditentukan tanpa melalui proses lelang, sehingga harga di konsumen bisa ditekan serendah mungkin,” ujar dia.

PTPN XI kemungkinan akan mendatangkan 49.450 ton gula impor melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dalam 10 hari di awal pada Maret secara bertahap. Selain untuk kebutuhan Jatim, gula itu akan memenuhi kekurangan stok beberapa daerah.

Sementara itu, 10.000 ton gula impor milik PTPN X yang masuk di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, masih tertahan di sejumlah gudang akibat belum keluarnya izin dari Gubernur Jatim. Akibatnya, gula impor tidak bisa terdisribusi atau diperdagangkan langsung ke konsumen.

Tunggu Izin

Sekretaris Perusahaan PTPN X, Djoko Santoso mengaku, masih menunggu keluarnya surat izin itu sebelum ia melakukan lelang dengan harapan agar kekosongan stok gula di pasar bisa tertangani.

“Kita tetap melakukan mekanisme pendistribusian melalui lelang dengan harga patokan sementara Rp 9.600 per kilogram,” kata Djoko.

Menurutnya, dilakukannya impor gula oleh PTPN karena adanya wewenang dari Kementerian Perdagangan.

“Ini merupakan tugas negara demi kepentingan nasional terjaganya atas stok dalam batas-batas wajar,” tegas Djoko.ndio

http://www.surya.co.id/2010/02/20/gula-impor-dijual-rp-11000kg.html
Read On 0 comments

Minyak Goreng Wajib Fortifikasi Pada Januari 2011

12:01:00 PM
Jumat, 19 Pebruari 2010 14:43 WIB

Bekasi (ANTARA News) - Pemerintah mewajibkan seluruh minyak goreng bermerek berfortifikasi vitamin A pada Januari 2011 untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.

Deputi Menko Ekuin Bidang Pertanian dan Kelautan Bayu Krisnamutrhi di sela peluncuran minyak goreng SunCo yang menjadi pelopor minyak goreng berfortifikasi di Bekasi, Jumat, mengatakan, ada sembilan juta balita dan satu juta wanita muda di Indonesia yang kekurangan vitamin A.

"Kami harapkan semua industri minyak goreng kemasan memproduksi produk berfortifikasi mulai sekarang. Di negara barat fortifikasi sudah digunakan secara luas," ujar Bayu yang juga Wakil Menteri Pertanian itu.

Di dunia sudah 50 negara yang menerapkan fortifikasi sementara di ASEAN sudah diterapkan di banyak negara seperti Singapura dan Malaysia.

Minyak goreng berfortifikasi akan berguna dalam meningkatkan gizi masyarakat. "Yang kami bidik adalah pemenuhan kebutuhan gizi mikro masyarakat seperti yang sudah diterapkan untuk produk yodium pada garam dan besi pada terigu," ujarnya.

Industri minyak goreng, menurut Bayu, sudah siap melakukan fortifikasi meski masih ada sedikit perdebatan dan mereka menyadari perlunya penambahan vitamin yang dibutuhkan tubuh tersebut.

Fortifikasi tidak akan menyebabkan kenaikan harga jual. Komponen biaya fortifikasi tidak sampai satu persen dari biaya produksi.

"Bila harga minyak goreng ukuran satu kg Rp10.000 maka komponen penambahan biaya fortifikasi hanya Rp100 sementara manfaatnya sangat besar," katanya.

Kebijakan tersebut belum berlaku untuk minyak goreng curah karena komoditas itu sulit dikontrol. "Kandungan vitamin dicantumkan di kemasan sehingga bagaimana konsumen tahu ada fortifikasi," ujarnya.

Ia mengatakan, ke depan semua minyak goreng harus dikemas secara bertahap, sedangkan untuk minyak goreng produksi usaha kecil menengah (UKM) akan dibuat dalam kemasan ukuran besar 25 kg dan 50 Kg.

Minyak goreng yang sudah memiliki SNI harus terdepan dalam memasukan fortivikasi, sebelum yang lain diwajibkan.

Struktur pasar minyak goreng, menurut Bayu, ada tiga yaitu industri besar, UKM dan rumah tangga yang porsi kebutuhannya hampir sama.

General manager PT MONI, yang memproduksi SunCo, Vimala Putra mengatakan, produknya akan menjadi yang terdepan dalam menerapkan fortifikasi dengan menggunakan teknologi dari Jerman.

Ia menegaskan fortifikasi dilakukan sukarela sebagai bentuk kepedulian pada persoalan kekurangan zat gizi pada balita, ibu muda dan kelompok masyarakat lain.

"Kami mengupayakan kebutuhan vitamin A tercukupi dengan menjembatani asupannya sesuai kebutuhan tubuh," ujarnya.

Ia menyatakan, produk SunCo dijual dengan harga yang relatif sama dengan minyak goreng lain. "Ada 40 pemain di industri minyak goreng dengan persaingan ketat namun kami menjadi yang terdepan dalam hal fortifikasi," tegasnya.(M027/A038)

http://www.antaranews.com/berita/1266565413/minyak-goreng-wajib-fortifikasi-pada-januari-2011
Read On 0 comments

Belanja Mudah dengan E-Commerce

12:00:00 PM
[ Minggu, 21 Februari 2010 ]

KITA memang patut berterima kasih kepada penemu world wide web (www) Sir Tim Berners-Lee. Berkat temuan revolusioner itu, kita bisa dipermudah melakukan banyak hal. Termasuk belanja. Shopping online yang populer de­ngan nama e-commerce pun bukan hal susah untuk dilakukan.

Belanja lewat dunia maya itu memang sudah populer. Namun, masih saja ada yang belum memaksimalkan. Padahal, e-commerce memiliki banyak keuntungan. Baik dari segi kepraktisan maupun waktu belanja yang bebas dilakukan kapan saja.

Salah seorang responDet yang memanfaatkan e-commerce adalah Farida Intania di SMAN 9. Cewek itu cukup sering memanfaatkan fasilitas e-commerce. Biasanya sih cewek berzodiak Gemini itu belanja buat kebutuhan fashion.

"Baru beberapa bulan ini aku belanja pakai internet. Awalnya sih iseng aja nyoba beli barang pakai Facebook. Barangnya kan lucu-lucu. Yang jual ada di Bandung, makanya aku ngerasa lebih dipermudah belanja lewat internet. Nggak perlu repot-repot pergi ke sana," ujar Intan.

Benar saja, dalam beberapa hari, barang pesanan Intan sudah sampai di tangan. Dia juga nggak pernah dikecewakan toko online itu. Hal tersebut membuat Intan semakin yakin bahwa belanja di internet itu menyenangkan dan mudah.

Arief Wijaya di SMA Khadijah juga sering menggunakan jasa e-commerce. Cowok satu itu sih lebih memilih untuk membeli barang-barang koleksi. Awal kebiasaan Arief belanja online adalah dari ikutan forum.

Di forum itu, Arief berbagi info tentang macam-macam hal. Yang paling banyak adalah barang-barang kesayangan dan hobi. Biasanya Arief ngobrolin tentang gadget di forum itu.

Si Arief juga pernah coba beli gadget lewat internet. Dengan cara itu, Arief nggak perlu capek keluar rumah. Dia cukup duduk manis di depan laptop dan memilih barang kesukaannya. (dee/kkn)

http://www.jawapos.com/deteksi/index.php?act=detail&nid=118461
Read On 0 comments

Produk Makanan Berlabel Halal Terus Diawasi

11:55:00 AM
Minggu, 21 Februari 2010 10:25 WIB

PALEMBANG--MI: Produk makanan berlabel halal dari Manjelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatra Selatan (Sumsel) terus diawasi.

Ketua MUI Sumsel, Drs.KHM.Sodikun di Palembang, Minggu membenarkan, dilaksanakannya pengawasan produk makanan tersebut supaya bahan yang disepakati tersebut tidak mengalami perubahan.

Produk makanan yang diberikan sertifikasi halal tersebut memang bahannya sesuai yang dianjurkan agama Islam sehingga pihaknya terus mengawasi kembali agar tidak berubah, kata dia.

Lebih lanjut dia mengatakan, kesemuanya itu tidak lain supaya label halal yang diberikan itu sesuai dengan ketetapan saat pemberian sertifikasi dahulu.

Bahkan, pihaknya akan mengevaluasi bahan makanan tersebut dan bila produknya masih memenuhi syarat maka dapat diperpanjang kembali.

Makanan halal cukup penting, kata dia, dan menambahkan, karena bukan saja untuk kepentingan kesehatan tetapi juga perkembangan anak.

Sehubungan itu umat Islam harus mengkonsumsi makanan halal supaya nantinya tetap sehat dan yang dimakan itu bermanfaat, kata dia.

Humas Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LP POM MUI) Sumsel, Mahmud Jamhur belum lama ini mengatakan, hingga sekarang produk makanan yang diberi sertifkasi halal sebanyak 58 usaha.

Produk makanan tersebut umumnya dari pengusaha kecil dan menengah yang ada di provinsi Sumsel, tambah dia. (Ant/OL-02)

http://www.mediaindonesia.com/read/2010/02/21/124595/126/101/Produk-Makanan-Berlabel-Halal-Terus-Diawasi
Read On 0 comments

Waspadai Penyakit di Musim Hujan

11:53:00 AM
Minggu, 21 Februari 2010 - 7:05 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Tiada hari tanpa hujan. Masyarakat Jakarta perlu waspada terhadap kemungkinan banjir, dan timbulnya berbagai penyakit seperti demam berdarah dengue (DBD), infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), diare, gatal-gatal maupun leptophirosis (kencing tikus).

Penyakit DBD mulai merebak bahkan telah merenggut korban jiwa. Di antaranya, Irfan,7, siswa kelas 1 SD, anak pertama Harman – Riska, warga Kampung Kebantenan RT 08/07 Kel. Semper Timur, Jakarta Utara, meninggal dunia di RS Tugu. Ridho Hasbiallah, bayi 9 bulan, anak Sahroni – Risnawati, warga RT 07/02 Kel.Jatinegara, Kec.Cakung, Jakarta Timur meninggal di RSI Pondok Kopi.

416 KASUS

Januari hingga Februari 2010, kasus DBD meningkat. Di Jakbar, sesuai data Sudin Kesehatan tercatat 416 kasus DBD, tertinggi Kec. Cengkareng 73 kasus. Kec.Palmerah 70 kasus (zona merah Kemanggisan), Kembangan 52 kasus, Kalideres 50 kasus, Tambora 45 kasus, Tamansari 42 kasus, Grogol Petamburan 40 kasus, dan Kecamatan Kebon Jeruk 44 kasus.

Data di Sudin Kesehatan Jaktim, korban DBD 344 orang. Tertinggi di Kec.Duren Sawit 68 orang, Cakung (53), Jatinegara (41), Matraman (29), Kramatjati (28), Cipayung (28), Pulogadung (27), Makasar (26), Pasar Rebo (25) dan Ciracas (19).

(mardjono/rachmi/ak)

http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2010/02/21/waspadai-penyakit-di-musim-hujan
Read On 0 comments

Tifatul: RPM Konten Itu Demi Internet Sehat

11:52:00 AM
Sabtu, 20/02/2010 14:38 WIB

Luhur Hertanto - detikinet

Jakarta - Secara materi Rancangan Peraturan Menteri (RPM) tentang Konten Multimedia oleh Menkominfo Tifatul Sembiring dinilai positif sebab bertujuan untuk menyehatkan aktifitas berinternet. Namun bila ada klausul yang dianggap mengekang kebebasan, dia pun siap mecabutnnya.

"Jadi rancangan itu, kalau membelenggu akan saya cabut," kata Tifatul di sela pencanangan Gerakan Indonesia Menabung di Arena PRJ, Kemayoran, Jakarta, Sabtu (20/2/2010).

Dia menjelaskan, draft RPM Multi Media yang kini sedang menjadi polemik merupakan hasil kerja pada 2006. Pada saat itu Depkominfo masih dipimpin oleh Prof. M. Nuh yang saat ini mempimpin Kementerian Pendidikan Nasional.

"Apa yang dirancang sejak 2006 itu pun tidak jelek-jelek banget sebenarnya," sambung Tifatul.

Menurutnya niat utama RPM Multi Media itu disusun adalah sebagai upaya mencegah ada peluang kejahatan melalui medium internet. Seperti penyebaran pornografi, perjudian online, penistaan terhadap agama dan tindakan lain yang termasuk dalam negatif list.

"Menurut saya itu untuk internet sehat. Saya tetap akan kampanyekan internet sehat," tegas mantan Presiden PKS ini.

http://www.detikinet.com/read/2010/02/20/143820/1303382/398/tifatul-rpm-konten-itu-demi-internet-sehat
Read On 0 comments

Listrik Tenaga Sampah Operasi Bulan Depan

11:49:00 AM
Sabtu, 20 Februari 2010 | 13:50 WIB

BEKASI - SURYA– Ujicoba listrik TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Bantargebang akan dilaksanakan akhir bulan ini. “Tanggal 8 Maret akan kita resmikan,” kata Mochtar Mohamad, Walikota Bekasi, usai Jumat Keliling di Masjid Al-Hidayah, Jatikramat, Bekasi. Setelah Salat Jumat dilaksanakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dihadiri sekitar 1000 jamaah.

“Tanggal 28 ujicoba, lalu awal Maret, bulan depan akan diresmikan oleh menteri,” katanya yakin.

Listrik bertenaga sampah ini akan berkekuatan 2 MW yang diharapkan akan bisa menopang kebutuhan listrik di sekitar TPA dan sekitarnya. Dalam kesempatan sebelumnya, dua mesin generator sudah datang dan siap dioperasikan.

Peresmian dan pengoperasian listrik ini yang dibarengkan dengan Hari Jadi Kota Bekasi ke-13 ini sebagai upaya nyata Pemkot Bekasi memberdayakan sampah dari sisi ekonomis. Selain itu, sampah juga harus ditekan sisi pencemaran dengan menekan pembuangan gas methane. “Bekasi akan terang terus,” katanya.

Pengelolaan sampah menjadi tenaga listrik ini dikelola pihak ketiga, PT Godang Tuajaya Jo PT Navigat. Listrik itu, kata walikota, akan dijual ke PLN dan sudah ada kesepakatan kerjasamanya.

Inovasi dan komitmen untuk menjadikan sampah zero waste (tanpa limbah) menjadi nilai khusus bagi Pemerintah Kota Bekasi. Di daerah lain, rencana bisa saja sudah ada, namun baru Kota Bekasi pertama kali yang menyala.

Atas upaya ini, Kota Bekasi kini tak lagi menganggap sampah menjadi masalah. Bahkan, Kota Bekasi sesumbar membutuhkan sampah dari daerah lain. Terlebih untuk sampah organik, maka akan sangat dibutuhkan. ”Silahkan saja,” katanya.

Upaya ini mendapat apresiasi dari Departemen Lingkungan Hidup. Saat kunjungan ke Kota Bekasi belum lama ini, Tri Bangun El Sony, Asisten Deputi Urusan Pengedalian Pencemaran Limbah Domestik dan Usaha Berskala Kecil Kementrian Lingkungan Hidup mengatakan upaya dan komitmen Pemkot Bekasi perlu mendapat apresiasi. “Jarang daerah yang memiliki komitmen tinggi memperhatikan masalah gas flairing atau pengelolaan sampah,” katanya.

Listrik tenaga sampah yang dikembangkan di Kota Bekasi saat ini sudah berjalan di TPA Sumurbatu milik Pemkot Bekasi. Dengan bekerjasama perusahaan asing PT Gikoko, sampah diolah menjadi tenaga listrik sebesar 120 KVA dari rencana 500 KVA.

Sedangkan listrik tenaga sampah di TPA Bantargebang ditargetkan bisa mencapai 2 mega watt (MW).

Sampah di Kota Bekasi diarahkan menjadi potensi pemasukan kas daerah sekaligus harus ramah lingkungan. Saat ini, sampah sudah diolah menjadi kompos, listrik, dan gas flairing (pembakaran gas methane). chotim/sir/Pos Kota

http://www.surya.co.id/2010/02/20/listrik-tenaga-sampah-operasi-bulan-depan.html
Read On 0 comments

Triliunan Rupiah Dibelanjakan untuk Obat Ilegal

11:48:00 AM
Sabtu, 20 Februari 2010 | 07:41 WIB

KOMPAS.com — Jerman dan Italia merupakan negara yang penduduknya paling sering membeli obat tanpa resep dokter dan membeli lewat internet atau titip kepada teman yang pergi ke luar negeri. Secara umum, penduduk di negara Eropa diperkirakan menghabiskan 1,5 miliar euro untuk membeli obat ilegal.

Menurut survei, 21 persen dari 14.000 responden di 14 negara Eropa mengatakan mereka membeli obat ilegal, dengan jumlah tertinggi 38 persen di Jerman dan Italia. Sementara itu, 12 dan 10 persen responden di Inggris dan Belanda juga membeli obat ilegal.

Obat penurun berat badan merupakan jenis obat yang paling sering dibeli, dilanjutkan dengan obat flu, obat antiimpotensi, obat untuk berhenti merokok, dan obat penghilang nyeri.

Demikian menurut laporan survei yang disponsori oleh raksasa farmasi, Pfizer. Pfizer merupakan perusahaan farmasi yang obatnya sering dipalsukan, terutama obat anti impotensi, Viagra, dan obat penurun kolesterol, Lipitor.

Obat ilegal sering kali mengandung zat kimia berbahaya. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa perdagangan obat ilegal lebih banyak terjadi di negara-negara berkembang. Obat ilegal mencakup obat palsu, obat yang standarnya tidak sesuai klaim, dan penyalahgunaan.

Survei yang dilakukan Pfizer ini menuai kritik karena dianggap menciptakan isu untuk meningkatkan profitnya yang tergerus akibat pembelian obat palsu oleh masyarakat. Namun, isu obat palsu ini ditanggapi serius oleh lembaga di Eropa.

Jim Thomson selaku Ketua European Alliance for Acces to Safe Medicine mengatakan bahwa hasil tes yang dilakukan lembaganya menunjukkan 62 persen obat yang dijual secara online adalah palsu atau mengandung kimia berbahaya. "Obat palsu memang membuat industri obat rugi, tapi lebih dari itu adalah meningkatkan biaya kesehatan masyarakat," katanya.

http://kesehatan.kompas.com/read/2010/02/20/0741426/Triliunan.Rupiah.Dibelanjakan.untuk.Obat.Ilegal
Read On 0 comments

Konstruksi di Padang Tak Sesuai Standar

11:44:00 AM
Kamis, 18/02/2010 20:25 WIB

Hasil Penelitian NZAID

Andri El Faruqi - Padang Today

Pengawasan pelaksanaan konstruksi di Sumatera Barat perlu ditingkatkan. Kampanye besar-besar agar membangun sesuai standar teknis harus dilakukan. Inilah jalan terbaik bangunan tidak membunuh penghuninya.

"Banyak bangunan yang bagus di Padang. Struktur bangunan yang khas dan elegan. Sebuah kebanggaan dalam arsitektural. Tetapi sepertinya amat penting meningkatkan kualitas praktek struktural bangunan," ungkap Ahli Struktur Konstruksi dari News Zealand Internasional Aid & Depelovment Agency (NZ AID), David Hopkin ketika membeberkan hasil penelitiannya selama dua bulan di Kota Padang, Kamis (18/2).

Di hadapan Tim Pendukung Teknis (TPT) Rehabilitasi dan Rekontruksi Sumatera Barat dan utusan Struktur Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) yang menyempatkan hadir dalam presentasi di Ruang Sidang PSDA Sumbar, David Hopkin menyatakan kesedihan atas bangunan yang bagus tapi sudah tak bisa dipakai lagi. Khususnya bangunan perkantoran.

"Ini tantangan untuk menerapkan perubahan. Membangun kembali menjadi lebih baik," tegas David.

David meneliti kantor gubernur, gedung BPKP, Masjid Raya Ganting, Gedung Arsip, Rumah Dinas Ketua DPR, Balai Diklat Sosial, Kantor DPRD, Balai Kota Padang.

"Hasilnya. Kesatuan atau integritas bangunan. Sambungan. Memang sangat bermasalah," jelas David.

Ada beberapa model ikatan yang dijelaskan David, namun secara umum tidak sesuai standar. Pada detail beton dan sengkang pengikat inti beton, sering kali kurang. Ini menunjukkan pengadaan tulang besi sering dikurangi.

"Seharusnya, gunakan tekukan 135 derajat untuk penahan inti beton. Kemudian juga, kualitas beton tidak bisa ditawar," jelas David yang didampingi tiga ahli struktur NZAID, Roger Bron, Scoot Miller dan Bernard Toh.

Rekomendasi NZAID kepada stakeholder, perlu meningkatkan desain konseptual, meningkatkan kualitas secara radikal rincian dari kolom beton, mengamankan bagian bangunan terutama dinding batu bata.

"Perlu ada pendidikan khusus dan pelatihan, agar ikatan kuat rangka besi atau baja yang menjadi tulangan. Ini tidak bisa ditawar di daerah rawan gempa seperti Padang," katanya.

Menjawab pertanyaan dari beberapa utusan SKPD, David memahami soal konstruksi praktis dan penghematan. Namun soal struktur utama tidak bisa ditawar. "Kreativitasnya berhemat jangan di struktur utama, tapi di desaign," usul David.

Pengawasan pelaksanaan konstruksi bagi NZAID sangatlah mutlak. Perizinan harus berjalan dengan baik dan terukur lewat mekanisme efektif.

NZAID di bawah koordinasi United Nation (UN) Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (OCHA) memang diarahkan untuk meneliti dan memberi rekomendasi soal bangunan ramah gempa di Kota Padang khususnya perkantoran dan fasilitas umum.

Melalui TPT Rehabilatasi Rekontruksi Sumatera Barat Pasca Gempa, NZAID berharap rekomendasi bisa bermanfaat untuk menyelamatkan nyawa dan kerugian lebih besar.

"Sudah meneliti setidaknya 230 gedung baik yang rusak berat maupun ringan. Ini hasil yang patut dipuji dan diapresiasi," ungkap Anggota TPT RR Sumatera Barat, Ir. Sugeng Sentosa, MSc.

Sugeng juga menyatakan, hasil penelitian seperti ini bagi TPT akan jadi acuan dalam mengambil kebijakan rehab rekon pasca gempa. "TPT sudah melibatkan ahli struktur dari perguruan tinggi dalam mengembangkan budaya keselamatan. Memang benar NZAID, tidak ada kompromi dengan prinsip rekayasa gempa struktural. Harus dilaksanakan sesuai aturan," kata Sugeng.[]

http://www.padang-today.com/?today=news&id=13759
Read On 0 comments

10 Alasan Air Penting untuk Tubuh

11:39:00 AM
Sabtu, 20 Februari 2010 | 08:12 WIB

KOMPAS.com - Air merupakan mineral yang sangat vital bagi tubuh manusia. Apa saja fungsi air bagi tubuh? Berikut 10 fungsi penting air menurut dr.Tan Shot, Yen, M.Hum, medical doctor dan penulis buku.

- Air mencegah kerusakan DNA dan membuat perbaikannya lebih efisien.

- Air meningkatkan efisiensi sistem kekebalan di sumsum tulang, termasuk menghadapi kanker.

- Air adalah pelarut utama semua makanan, vitamin, dan mineral; dipergunakan untuk memecah bahan-bahan tersebut dan metabolismenya serta asimilasinya.

- Air memberikan energi kepada makanan, sehingga partikel makanan dapat menyediakan energi selama proses pencernaan.

- Air dipergunakan sebagai penghantar semua zat dalam tubuh.

- Air meningkatkan efisiensi sel darah merah menangkap oksigen di paru-paru.

- Air membersihkan buangan racun dari berbagai bagian tubuh dan membawanya ke hati dan ginjal untuk dibuang.

- Air adalah pelumas utama di sel sendi dan membantu mencegah rematik dan sakit pinggang.

- Air penting untuk sistem pendinginan tubuh (melalui keringat) dan pemanasan tubuh (elektrikal).

- Air membantu menurunkan stres, kegelisahan, dan depresi.

http://kesehatan.kompas.com/read/2010/02/20/08123911/10.Alasan.Air.Penting.untuk.Tubuh
Read On 0 comments

Sosis Diragukan Kehalalan

11:37:00 AM
Sabtu, 20 Februari 2010 15:28 WIB

Metrotvnews.com, Malang: Tingkat kehalalan sosis, satu produk olahan hewan, masih diragukan. "Dari berbagai macam produk olahan hewan seperti daging kaleng (kornet), dendeng, `steak dan meatloaf` serta sosis, yang paling rawan dari segi kehalalannya adalah sosis," kata Guru Besar Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Prof. Dr. Noor Harini usai dikukuhkan sebagai Guru Besar ke-13 UMM di UMM Dome, Malang, Jawa Timur, Sabtu (20/2).

Menurut dia, di Indonesia, problem kehalalan belum ditangani secara serius. Sementara di negara-negara maju seperti Jerman, setiap sosis sudah bisa dipastikan terbuat dari daging babi termasuk lemaknya. "Jika dikatakan sosis sapi, juga belum tentu tidak mengandung daging babi. Memang dagingnya murni daging sapi, namun lemaknya bisa dicampur dengan babi.

Kalau seluruh bahan bakunya dari daging sapi termasuk lemaknya dan tidak ada campuran bahan dari hewan lain, maka penamaannya adalah sosis sapi murni. "Di Indonesia belum ada peraturan seketat itu, padahal kehahalan merupakan isu besar bagi masyarakat di negeri ini," tegasnya.

Oleh karena itu, ia menyarankan, selain Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menentukan halal-tidaknya sebuah produk, perlu didorong lembaga riset atau perguruan tinggi yang kredibel untuk memberikan sertifikasi (label) halal terhadap satu produk termasuk adanya Sisten Jaminan Halal (SJH) untuk menentramkan masyarakat.

Selain itu, sistem jaminan halal harus dipadukan dalam keseluruhan manajemen yang berpijak pada empat konsep dasar. Adalah komitmen secara berkelanjutan dapat memenuhi permintaan dan persyaratan konsumen, meningkatkan mutu produksi dengan harga terjangkau, produksi bebas dari kerja ulang serta bebas dari penolakan atau penyidikan.

"Di sini juga diperlukan peran pemerintah untuk menjembatani antara produsen dan konsumen guna mengatur segala hal terkait produk halal, sehingga kualitas pangan semakin meningkat dan kesehatan masyarakat tetap terjamin," katanya.

Pada awal Januari 2010, MUI menyatakan, berdasarkan hasil survei yang dilakukan menunjukkan bahwa dari sekitar 30.000 produk makanan dan minuman, hanya 30 persen yang sudah bersertifikasi halal.(Ant/BEY)

http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/news/2010/02/20/11230/Sosis-Diragukan-Kehalalan
Read On 0 comments

Banyak Bank Islam Langgar Aturan Syariah

11:29:00 AM
Sabtu, 20 Februari 2010 | 15:58 WIB

Kurangnya sumber daya manusia pelaku perbankan Islam yang benar-benar memahami hukum syariah, jadi penyebab terjadinya pelanggaran oleh bank Islam.
Sebagian lembaga keuangan Islam tidak mematuhi hukum syariah. Mereka menggunakan standar yang rendah dalam pemberian kredit, sehingga menaikan jumlah kredit macet. Demikian kata seorang pakar keuangan syariah.

Hal tersebut terungkap, setelah diketahui lembaga keuangan Islam seperti Abu Dhabi Islamic Bank dan Dubai Islamic Bank menyisihkan milyaran dirham untuk menutupi kerugian akibat kredit macet.

“Lembaga (keuangan) Islam tidak menerapkan prinsip-prinsip syariah,” kata Muhammad Daud Bakar, seorang pakar keuangan syariah yang juga Managing Director Amanie Islamic Finance Consultancy.

“Dalam beberapa hal mereka tidak melakukannya dengan baik, sehingga menyebabkan terjadi kredit buruk dalam jumlah besar atau hal lainnya.”

Beberapa tahun terakhir, kredit perumahan sangat populer di kalangan investor properti di Uni Emirat Arab. Sebut saja Amlak dan Tamweel, dua lembaga keuangan terbesar, limapuluh persen kreditnya dikucurkan untuk bidang properti.

Mereka menawarkan kredit perumahan dengan uang muka 5 persen saja, sementara debt-service ratio-nya hingga 50%, kira-kira separuh dari gaji peminjam.

Amlak dan Tamweel menolak berkomentar tentang hal itu kepada harian The National yang menurunkan laporannya (17/2/2010).

Ketentuan kredit yang mudah dan murah, memicu pembelian properti semata-mata untuk spekulasi. Demikian menurut para analis.

“Produk-produk kredit perumahan Islam, dari strukturnya, menyebabkan spekulasi di pasar. Karena pembeli tidak perlu membayar pinjaman, kecuali jika rumah mereka sudah dibangun,” kata Khalid Howladar dari bagian kredit Moody’s Investors Service.

“Banyak spekulartor ‘murni’ tidak akan memilih kredit perumahan Islam, jika mereka diwajibkan untuk membayar pinjaman sejak hari pertama (akad kredit).”

Penerapan angsuran tetap oleh para developer tanpa memeriksa dengan baik kemampuan si peminjam untuk mencicil pinjamannya, juga mendukung terjadinya spekulasi.

Pelanggaran lain yang dilakukan lembaga keuangan Islam adalah, di antara mereka ada yang memberlakukan security cheque, yang jelas tidak sesuai dengan prinsip syariah.

Namun dikatakan oleh Hussain Hamid Hassan, seorang pakar keuangan terkemuka yang memegang jabatan di banyak institusi keuangan, “Pelanggaran yang semacam ini bukan pelanggaran terkait produk bank yang (sudah) sesuai hukum syariah, melainkan pelanggaran pada kebijakan kredit bank.”

Jawad Ali, seorang praktisi dan pemilik firma hukum King and Spalding, berpendapat bahwa pelanggaran juga terjadi karena faktor budaya. Contohnya pada pinjam-meminjam ijarah (sewa-beli).

“Bukan instrumennya saja yang memungkinkan terjadinya pelanggaran. Ada budaya selama ini yang memperbolehkan pihak pembeli pertama mengeruk untung dengan cara menjual kontrak kredit mereka kepada pihak ketiga tanpa sepengetahuan pemberi kredit,” kata Ali.

“Menurut aturan syariah yang ketat, jika (perjanjian sewa-beli) ijarah sudah dikeluarkan, maka properti tersebut hanya boleh dimanfaatkan oleh si penyewa (debitur). Menurut hukum syariah, si pemberi pinjaman (dalam hal ini bank) menyewakan sesuatu kepada Anda, yang tidak boleh dipindahtangankan tanpa sepengetahuan bank.”

Para pakar syariah mengatakan, pelanggaran terjadi karena salah menerapkan prinsip-prinsip syariah.

“Tugas kami adalah merancang produk-produk (perbankan) ini; tentang bagaimana produk itu ditawarkan kepada pasar, maka itu terserah pihak kreditur,” kata Hussain Hamid Hassan yang juga petinggi di Dubai Islamic Bank dan Dubai Financial Market.

Hassan yakin dan bersikukuh, produk-produk keuangan yang ada sudah sesuai dengan ketentuan syariah. Tapi masalahnya, para bankir yang menjual produk itu banyak yang memiliki latar belakang perbankan konvensional. Mereka tidak memiliki pengetahuan tentang perbankan syariah.

“Kita tidak memiliki sumber daya manusia yang tepat untuk melaksanakannya,” ujar Hassan.

“Industri keuangan Islam masih muda dan masih dalam proses menata prinsip, kebijakan dan pedoman pelaksanaan. Masalahnya adalah orang yang mengimplementasikan dan melaksanakan seringkali cara berpikirnya seperti lembaga keuangan konvensional,” tegas Hassan.

Apa yang dikatakan oleh Hassan mengenai sumber daya manusia lembaga keuangan Islam, terjadi pula di Indonesia. Dalam beberapa kesempatan berbincang dengan pihak perbankan syariah, pihaknya pernah bertanya mengenai latar belakang para pegawai lembaga keuangan mereka. Semuanya mengakui, hanya segelintir pegawai lembaga keuangan Islam yang benar-benar memiliki pengetahuan tentang perbankan syariah. Ironis. [di/tnae/www.hidayatullah.com]

http://www.surya.co.id/2010/02/20/banyak-bank-islam-langgar-aturan-syariah.html
Read On 0 comments

DPRD: PLN Jangan Perbanyak Bohong!

11:18:00 AM
Saturday, 20 February 2010 21:03

MEDAN – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah menyatakan bahwa pemadaman listrik bergilir diundur sampai Juni 2010, meski sebelumnya, PLN berjanji pemadaman yang memicu kegeraman masyarakat itu akan berakhir di bulan April.

Menanggapi hal ini, anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Utara, Ajib Shah, menegaskan agar PLN tak memperpanjang daftar jumlah kebohongannya kepada para pelanggan (warga-red).

Dikatakannya, saat gubernur Sumatera Utara, Syamsul Arifin, dan kemudian disusul anggota DPRD Sumatera Utara melakukan kunjungan ke PT PLN, perusahaan ini dengan tegas menjanjikan akan mengakhiri persoalan pemadaman bergilir, paling lambat bulan April mendatang.

Namun sejalan dengan pergantian pimpinan di internal perusahaan itu, general manager yang baru kembali berjanji akan menyelesaikan persoalan pemadaman listrik, bulan Juni. “Dan itupun belum ada jaminan, kalau persoalan ini, benar-benar terealisasi," kata Ajib kepada Waspada Online, malam ini.

Ditegaskannya, jangan sampai sikap plin-plan yang dipertontonkan PLN kepada masyarakat mengakibatkan memuncaknya kemarahan massa, karena hal itu bisa sangat membahayakan.

Maka itu, lanjutnya, untuk menyelesaikan masalah ini, DPRD Kota Medan mendesak direktur utama (Dirut) PLN segera mengambil langkah tepat, guna mengatasi persoalan kontroversial ini.

“Kalau memang harus, Dirut PLN, Dahlan Iskan, turun langsung ke provinsi Sumatera Utara, untuk menyaksikan kondisi ril pengerjaan program pembangunan penambahan daya pasokan listrik yang ada di beberapa titik. Biar beliau mengetahui secara langsung aktifitas bawahannya di daerah ini," tandas Ajib.

Sambungnya, mungkin, upaya yang bisa dilakukan PLN, salah satunya adalah dengan membeli peralatan baru. "Kalau memang terlalu mahal dan dana untuk itu tak ada, PLN bisa membeli pasokan listrik dari perusahaan swasta yang memiliki stok energi listrik berlebih. Atau bisa juga menyerahkan pengelolaan PLN ini pada pihak ketiga. Sebagaimana yang sudah dilakukan pada jasa penerbangan dan telekomunikasi," ujarnya.

Karena hakekatnya, menurut Ajib, dengan diserahkannya pada pihak swasta, dana yang dikeluarkan masyarakat untuk bisa menikmati fasilitas listrik akan relatif lebih rendah, jika dibandingkan saat masih dikelola tunggal oleh pemerintah. Bahkan, bukan tidak mungkin pihak swata akan memberikan mutu yang lebih baik kepada para pelanggan.

"Jangan lagi persoalan pemadaman listrik mengganggu aktifitas warga Medan, perkembangan perekonomian, dan meningkatnya pengeluaran warga karena kerusakan alat elektronik akibat dari pemadaman listrik yang tak sesuai jadwal," ungkapnya.

Bukan hanya itu, tambahnya, bagaimana muingkin bisa mendatangkan investor untuk membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan ekonomi warga, kalau infrastruktur pendukung, yakni pasokan energi tak memadai. "Ini mimpi namanya," kata Ajib.

Editor: NORA DELIYANA LUMBANGAOL
(dat04/wol-mdn)

http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=91605:dprd-pln-jangan-perbanyak-bohong&catid=14:medan&Itemid=27
Read On 0 comments

Bubuk Abate Palsu Beredar di Denpasar

11:17:00 AM
20/02/2010 09:57

Liputan6.com, Denpasar: Sejumlah orang yang mengaku petugas kesehatan mengambil keuntungan ditengah mewabahnya kembali penyakit deman berdarah di Kota Denpasar, Bali. Petugas kesehatan gadungan itu, menjual bubuk abate palsu ke tiap rumah seharga Rp 10 ribu untuk 5 bungkus.

Salah satu korban penipuan adalah Jumaiyah. Warga Denpasar ini mengaku dipaksa membeli. Ia tidak tahu sebenarnya bubuk abate bisa didapat secara gratis dari petugas jumantik.

Kasus penipuan ini langsung mendapat perhatian Dinas Kesehatan Kota Denpasar. Hal ini lantara praktik penipuan seperti itu setiap tahun selalu terulang. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Denpasar, Ni Putu Sriarmiti, Sabtu (20/2), bubuk abate palsu memiliki ciri, bungkusnya terbuat dari kertas dan isinya sekilas mirip pasir pantai dicampur garam. Sedangkan bubuk abate asli bungkusnya terbuat dari alumunium foil. Isinya mengandung larvasida atau pembasmi jentik nyamuk. Bubuk abate tidak pernah diperjual belikan.

Oleh karena itu, Ni Putu Sriarmiti mengimbau semua warga agar wasapada dan tidak tertipu penjualan abte palsu yang dinilai dapat membahayakan kesehatan.(IAN)

http://kesehatan.liputan6.com/berita/201002/264623/Bubuk.Abate.Palsu.Beredar.di.Denpasar
Read On 0 comments

Anak Penyuka Rasa Manis Berisiko Kena Depresi

11:12:00 AM
Rabu, 10 February 2010, 17:31 WIB

LONDON--Kebanyakan anak memang menyukai rasa manis, tapi mereka yang menyukai rasa manis berlebihan berisiko terkena depresi atau kecanduan alkohol dimasa tua. Laporan tim peneliti Amerika Serikat (AS) dalam jurnal kesehatan Addiction mengatakan, ada anak-anak yang secara khusus tertarik pada rasa manis.

Anak-anak ini diketahui memiliki kerabat dekat yang kecanduan alkohol atau malah memang sudah mengidap gejala depresi. Tapi tidak jelas bagaimana kesukaan pada rasa manis itu berasal, dari proses kimia murni atau dari pengaruh cara anak dibesarkan.

Para peneliti mengatakan, rasa manis dan alkohol memicu jalur rasa nyaman yang sama di otak.

Ketua tim penulis jurnal ini Julie Mennella mengatakan, rasa manis membuat semua anak merasa nyaman. ''Sekelompok anak mungkin secara khusus tertarik pada rasa manis karena alasan keturunan biologis,'' ujarnya.

Sementara, para ahli mengatakan pecandu alkohol cenderung memiliki selera berlebihan terhadap rasa manis.

Dalam penelitian terbaru itu, ilmuwan di Pusat Pengindraan Kimia Monell bertanya kepada 300 anak-anak usia lima hingga 12 tahun, yang setengahnya memiliki anggota keluarga yang mengalami ketergantungan alkohol. Mereka diminta untuk mencicipi lima jenis minuman yang mengandung rasa manis dari kadar gula yang berbeda.

Anak-anak tersebut ditanya minuman mana yang paling disukai serta ditanya juga sejumlah pertanyaan untuk memeriksa apakah mereka punya gejala depresi. Seperempat jawaban mereka menurut peneliti menunjukan kalau mereka mungkin punya gejala depresi.

Menyukai manis yang berlebihan ditemukan pada 37 anak yang memiliki sejarah keluarga pecandu alkohol dan dilaporkan juga memiliki gejala depresi.

Kelompok anak ini memilih minuman yang mengandung kadar gula tertinggi, 24 persen sukrosa atau sama dengan sekitar 14 sendok teh gula di dalam secangkir air dan lebih dari dua kali lipat tingkat kemanisan yang terdapat dalam minuman ringan biasa. Ini adalah sepertiga kadar manis lebih tinggi dari pilihan anak lainnya.

Para peneliti kemudian memutuskan untuk mencoba apakah perbedaan kesukaan anak-anak ini berdampak pada reaksi mereka terhadap rasa sakit atau rasa tidak nyaman. Pasalnya, penelitian sebelumnya menyatakan rasa manis bisa bereaksi seperti obat penghilang rasa sakit serta bisa memperbaiki suasana hati.

Mereka menemukan anak-anak nondepresi mampu menahan tangannya di dalam air yang sangat dingin lebih lama jika mereka meminum minuman manis. Namun kadar manis tambahan tersebut tidak mempengaruhi kadar ketahanan rasa sakit anak-anak yang punya kecenderungan depresi.

Professor Tim Jacob dari Universitas Cardiff, seorang ahli indera penciuman dan perasa, mengatakan temuan ini menarik, tapi sulit untuk mendapatkan kesimpulan yang tegas dari satu penelitian saja.

Red: endro
Sumber Berita: bbc.co.uk

http://www.republika.co.id/berita/103695/anak-penyuka-rasa-manis-berisiko-kena-depresi
Read On 0 comments

Menggugat Arah Sistem Jaminan Kesehatan

10:34:00 AM
Sabtu, 20 Februari 2010 | 03:21 WIB

Oleh Kartono Mohamad

Ketika orang miskin tidak mampu membayar biaya pengobatan bila sakit, pemerintah pun ”berbaik hati” untuk membayarinya melalui sistem Jaminan Kesehatan Masyarakat. Secara politis ini sangat bagus karena rakyat akan melihat bahwa pemerintah telah memerhatikan mereka.

Namun, berita tentang bayi yang disandera karena orangtuanya tidak mampu membayar, atau orang miskin yang ditolak rumah sakit (RS), menunjukkan bahwa dalam praktik masih ada masalah. Dari contoh- contoh kasus yang diberitakan media massa, masalahnya agaknya bukan pada tidak tersedianya dana, tetapi lebih pada birokrasi yang tidak dipahami atau tidak terjangkau oleh orang miskin. Dalam program 100 hari Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II bidang kesehatan, masalah ini tidak dipersoalkan, tetapi justru jumlah dana yang disalurkan yang diperbesar dan cakupan yang diperluas, meliputi juga warga lembaga pemasyarakatan.

Masalah syarat administrasi ini memang pernah dibahas dalam rapat kerja Kementerian Kesehatan, tetapi lebih dilihat dari kepentingan RS. Masalah kemudahan bagi rakyat yang benar-benar memerlukan kurang dipersoalkan. Terobosan yang akan diambil Menteri Kesehatan, sesuai program 100 hari, adalah membagikan kartu miskin. Bagaimana mekanisme pembagiannya, berapa lama masa berlaku, dan bagaimana mekanisme perpanjangan kartu itu belum diungkapkan.

Di Amerika Serikat (AS), salah satu hal yang memberi tambahan nilai pada akreditasi RS adalah jika rumah sakit memiliki social service department. Tugas bagian ini adalah melakukan verifikasi ke alamat pasien untuk meyakini bahwa pasien benar-benar miskin ketika ada pasien miskin yang tidak memiliki kartu jaminan sosial. Hal serupa barangkali juga dapat diterapkan di sini. Ketika pasien miskin datang tanpa kartu, pertolongan diberikan dulu. Kemudian, petugas rumah sakit (atau dinas sosial) melakukan pengecekan ke alamat pasien untuk memastikan apakah pasien benar-benar orang miskin.

Efisiensi

Problem lain dengan program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) adalah segi efisiensinya. Dalam sistem layanan kesehatan Indonesia yang liberal dan rendah disiplin, masalah ini merupakan titik rawan. Pengharusan menggunakan Diagnostic Related Groups (DRG) dan International Classification of Diseases (ICD) sebagai pedoman belum merupakan jaminan karena banyak dokter belum memahami. Dengan DRG, biaya ditetapkan bukan didasarkan pada tiap tindakan (fee for service), tetapi pada jenis diagnosis, sedangkan penetapan diagnosis mengacu kepada ICD 10.

Selama sistem masih sangat liberal, tarif rumah sakit ditetapkan berbeda-beda sesuai peraturan daerah, serta belum ada mekanisme pengawasan yang efektif, kebutuhan dana Jamkesmas dapat membengkak tanpa peningkatan kualitas pelayanan. Apalagi jika penentuan besaran dana untuk tiap pasien tidak didasari perhitungan aktuaria yang cermat. Di sisi lain, rumah sakit sulit menghindar dari pola perhitungan berdasarkan fee for service akibat perilaku dokter kurang kooperatif untuk melakukan efisiensi. Maka, perhitungan biaya akan lebih besar daripada ketentuan DRG sehingga mereka merasa rugi kalau menangani pasien miskin.

Dapat dimengerti bila masih saja terjadi ada pasien miskin diminta membayar dengan dalih tindakan itu tak termasuk yang dijamin. Rakyat miskin yang dijanjikan mendapat pengobatan gratis kembali yang menjadi korban. Konsekuensi selanjutnya adalah penurunan mutu layanan. Tanpa pengawasan terhadap mutu, akan terjadi pembengkakan biaya yang melampaui batas yang ditetapkan DRG. Komplikasi atau efek samping yang terjadi akibat perawatan yang kurang bermutu jadi alasan untuk membengkaknya biaya.

Negara-negara maju yang mempunyai program seperti Jamkesmas, membentuk lembaga independen yang bertugas mengawasi mutu layanan. Di AS ada Institute for Health Care Improvement (IHI), di Inggris ada National Institute for Health and Clinical Excellence (NICE), demikian juga di Australia dan Eropa. Mereka melakukan penilaian terhadap pelayanan kesehatan bagi yang ditanggung negara dalam segi keamanan, cost-effectiveness, dan manfaat bagi pasien. Lembaga-lembaga pengawas mutu tersebut berisi bukan saja birokrat, tetapi juga tokoh profesi atau universitas dan wakil masyarakat pemakai jasa pelayanan.

Pengelolaan

Dengan berbagai kelemahan di atas, dana Jamkesmas seharusnya dikelola sebagaimana asuransi kesehatan sosial. Senyampang dengan rencana pelaksanaan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN), Jamkesmas seyogianya dilebur ke dalam SJSN dan dianggap sebagai pembayaran premi bagi orang miskin. Jika pengelolaan SJSN benar-benar profesional, ia akan juga melakukan program preventif dan promotif serta menjamin pemerataan akses pelayanan bagi semua orang secara sama (equal) tanpa diskriminasi dan dengan mutu yang terjaga.

Pemerintah lalu tinggal membentuk lembaga pengawas yang mandiri seperti di negara-negara lain tadi. Selain itu, untuk efektivitas dan efisiensi dapat dilakukan penggabungan antara Jamkesmas dan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) di daerah-daerah yang mampu sehingga tidak terjadi duplikasi dan pemborosan. Di AS dan juga Australia, misalnya, beban itu dibagi antara pemerintah pusat dan negara bagian. Di AS, beban Jamkesmas orang miskin (medicare) ditanggung negara bagian, tetapi Jamkesmas untuk lanjut usia (medicaid) ditanggung pemerintah federal. Di Australia, beban operasional rumah sakit pemerintah (public hospital) 50 persen ditanggung pemerintah dan 50 persen lagi diperoleh dari SJSN.

Dalam program 100 hari KIB II, aspek populis dan ”dermawan” tampaknya yang lebih ingin ditonjolkan dibanding menyiapkan landasan untuk memperbaiki sistem pelaksanaannya secara konseptual sebagai dasar untuk melaksanakan UU SJSN (dijanjikan tahun 2014). Tanpa perbaikan sistem, beban Jamkesmas akan semakin besar tanpa dampak yang berarti bagi rakyat miskin.

Kartono Mohamad, Mantan Ketua Umum PB IDI

http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/02/20/03213114/menggugat.arah.sistem.jaminan.kesehatan
Read On 0 comments

Sepekan Tak Sekolah Karena Ruang Kelas Ambruk

10:32:00 AM
Minggu, 21 Pebruari 2010 09:13 WIB

Jambi (ANTARA News) - Puluhan pelajar Mandrasah Nurul Sa`adah di Kelurahan Dusun Sarolangun, Kecamatan Sarolangun, Kabupaten Sarolangun, Jambi, sudah sepekan tidak belajar karena ruang kelasnya ambruk.

Kepala Madrasah Nurul Sa`adah H Kamarudin, ketika dikonfirmasi, Minggu, membenarkan ada kelas roboh akibat tebing penyangga longsor dan terpaksa seluruhnya dirobohkan agar tidak menyeret kelas lain.

"Akibat kejadian ini sekitar 40 siswanya kami liburkan," ujarnya.Madrasah Nurul Sa`adah yang dibangun belasan tahun lalu itu berada persis di pinggiran Sungai Batang Tembesi dan tidak memiliki tebing penahan dengan mengunakan turap.

Akibat meluapnya sungai akibat hujan yang terus mengguyur Jambi dalam sepekan terakhir, sekolah itu ambruk karena pondasinya terkikis air sungai.

Kini satu lokal sudah roboh, dan lokal yang lain serta rumah penduduk setempat juga ikut terancam longsor.Sekolah tersebut memiliki tiga lokal belajar.

Kamarudin berharap agar sekolahnya dapat direlokasi ke tempat lain, sebab lokasi sekarang ini tidak memungkinkan lagi untuk didirikan bangunan atau ditempati.

Secara terpisah, Wakil Bupati Sarolangun H Cek Endra yang bersama Camat Sarolangun Junaidi Janum dan lurah usai meninjau sekolah dan lokasi longsor mengaku sangat prihatin dengan kondisi yang ada.

Pemkab Sarolangun akan memprioritaskan pembangunan gedung Madrasah Nurul Sa`adah di tempat baru dengan mengunakan tanah wakaf yang telah dipersiapkan oleh warga.

Selain itu, pihaknya juga akan membangun turap dan memasang bronjong di sisi sungai yang mengaliri Dusun Sarolangun Kelurahan Dusun Sarolangun itu.

"Kondisi yang berbahaya ini tidak bisa dibiarkan terus menerus, harus segera dibangun tebing penahan," kata Wakil Bupati.

Pembangunan madrasah baru direncanakan terlaksana pada 2011, sedangkan pembangunan turap perlu perencanaan matang agar tidak mudah longsor akibat hantaman air saat meluap.

Kondisi yang ada saat ini tidak bisa dibiarkan karena bisa mengancam kelestarian dan rumah warga, tambah Cek Indra.(KR-YJ/A038)

http://www.antaranews.com/berita/1266718428/sepekan-tak-sekolah-karena-ruang-kelas-ambruk
Read On 0 comments

Menakertrans: CAFTA Ancam Industri Kecil

10:29:00 AM
Minggu, 21 Februari 2010 02:12 WIB

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Indonesia, Muhaimin Iskandar menyatakan kerjasama China-Asean Free Trade Area (CAFTA) mengancam industri tekstil di Indonesia. Demikian disampaikan Menakertrans saat ditemui di Jakarta, Sabtu (20/2).

Meski belum berimbas langsung, kata Muhaimin, lambat laun implementasi perjanjian itu bisa meruntuhkan industri tekstil dan beberapa sektor usaha lainnya. Pangsa pasar domestik industri tekstil nasional terus merosot dari 57 persen pada 2005 menjadi 23 persen di 2008.

Kini Menakertrans telah membentuk satuan tugas pemantauan pelaksanaan CAFTA. Satgas itu bakal memantau semua kawasan industri membuat analisa dan prediksi serta menyiapkan rencana aksi dan antisipasi atas perkembangan dunia perdagangan, terutama terhadap ekses negatifnya.

Sementara itu implementasi CAFTA yang tengah berlangsung kini mampu meningkatkan investasi langsung China ke Indonesia. Peningkatan dari US$ 11,8 juta pada 2005 menjadi US$ 173,9 juta pada 2008.(RAS)

http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newscatvideo/ekonomi/2010/02/21/100138/Menakertrans-CAFTA-Ancam-Industri-Kecil
Read On 0 comments

Dinkes Sulteng Waspadai Merebaknya DBD Warga Antusias Program Fogging

10:25:00 AM
Jumat, 19 Pebruari 2010

PALU - Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemprov Sulawesi Tengah terus mewaspadai merebaknya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayahnya mengingat penderitanya terus bertambah.
"Kami mewaspadainya dengan cara menggalakkan pengasapan (fogging), dan penyuluhan kepada masyarakat tentang pola hidup bersih dan sehat," kata Kabid Bina Pengendalian Masalah Kesehatan Dinkes Sulteng Ida Bagus Yadnya Putra di Palu, Rabu.
Menurutnya, hal utama yang harus dilakukan untuk mencegah DBD adalah melakukan gerakan 3M yakni menutup dan menguras tempat penampungan air, serta menimbun barang-barang yang berpotensi menjadi sarang nyamuk Aedes Aegypti.
"Warga juga bisa menaruh bubuk abate di tempat penampungan air untuk mencegah pertumbuhan jentik-jentik nyamuk," katanya.
Berdasarkan data Dinkes pada 2009 terdapat 865 pasien DBD di seluruh Sulteng, tujuh di antaranya meninggal dunia.
Di Kota Palu sendiri terdapat 511 penderita DBD, di Kabupaten Tolitoli dan Poso masing-masing terdapt 49 dan 47 penderita, sisanya tersebar di delapan kabupaten lainnya.
Sementara itu, khusus di Kota Palu hingga pekan ketiga di bulan Februari 2010 tercatat 37 pasien DBD yang dirawat di sejumlah rumah sakit.
Ida Bagus juga mengimbau kepada masyarakat untuk segera membawa anaknya ke rumah sakit atau Puskesmas terdekat jika mendapati anaknya mengalami demam tinggi.
"Mungkin itu gejala awal terkena DBD, kita harus mewasadainya sejak dini," demikian Ida Bagus Yadnya Putra.
Di kompleks BTN Zebra Indah, rumah-rumah warga dilakukan pengasapan. Setiap kepala keluarga dikenakan biaya sesuai dengan luas tanah yang disemprot. Tapi rata-rata biaya dikenakan sebesar Rp40 ribu/rumah.
Penyemprotan ini disambut antusias warga. Satu persatu warga yang belum disemprot rumahnya bahkan meminta agar segera disemprot agar terhindar dari serangan nyamuk Aedesa Aegepty yang menyebabkan demam berdarah. (ant/pat)

http://mediaalkhairaat.com/index.php?option=com_content&task=view&id=5995&Itemid=1
Read On 0 comments

'Jangan Tolak Murid Berkebutuhan Khusus'

10:17:00 AM
Ahad, 21 February 2010, 06:31 WIB

JAKARTA--Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh meminta sekolah umum tidak menolak siswa berkebutuhan khusus (inklusif) untuk mengikuti kegiatan belajar-mengajar layaknya peserta didik lainnya, karena tidak semua daerah telah memiliki sekolah khusus. "Saya mengharapkan agar sekolah umum, terutama di daerah, memberikan kesempatan bagi anak-anak yang memiliki kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik, emosional, mental, sosial," kata dia saat membuka Rakor Direktorat Pembinaan Sekolah Luar Biasa (PSLB) di Surabaya, Sabtu (20/1) malam.

Mendiknas mengingatkan, penolakan karena alasan akses bagi anak-anak inklusif sama saja dengan tindakan diskriminasi, sebab berbagai keterbatasan yang disampaikan pihak sekolah umum untuk bisa menerima anak inklusif sebenarnya bisa dicarikan solusinya. "Harus dapat dimaklumi pula mengingat anak berkebutuhan khusus sebagian besar tinggal di pelosok desa-desa dan kecamatan, sedangkan keberadaan sekolah luar biasa (SLB) atau sekolah khusus, seperti sekolah bagi anak-anak TKI, sekolah bagi anak di pulau-pulau terluar dan sekolah bagi anak Lapas hanya berada di kota/kabupaten," imbuh dia.

Karena itu, pada 2010 ini pemerintah terus memperluas implementasi program pendidikan inklusif pada tingkat SD, SMP, SMA dan SMK umum atau sekolah reguler sehingga anak berkebutuhan khusus yang tinggal di desa, kecamatan, berpeluang untuk belajar bersama-sama dengan peserta didik lain di sekolah biasa/umum. Selain itu, Kementerian Pendidikan Nasional akan mengakomodasi fasilitas bagi anak berkebutuhan khusus dengan kelainan fisik, baik dalam pembangunan sekolah baru maupun proses rehabilitasi gedung sekolah.

"Kami akan mulai tahun 2010 sehingga fasilitas bagi penyandang cacat seperti jalur khusus bagi kursi roda, kamar mandi khusus sudah menjadi satu paket dalam pembangunan sekolah baru ataupun rehabilitasi sekolah," katanya. Lebih lanjut Mohammad Nuh mengatakan, pemerintah akan memberikan perhatian khusus bagi pendidikan khusus yang termarginalkan melalui peningkatan alokasi anggaran bagi pendidikan khusus serta melakukan penataan manajemen pengelolaan sentra pendidikan khusus.

Sebelumnya, Direktur Pembinaan Sekolah Luar Biasa (PSLB) Ditjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Mandikdasmen) Eko Djatmiko mengakui, hingga kini masih banyak sekolah reguler/umum yang enggan menerima siswa dengan kategori inklusif karena berbagai macam alasan. "Di antaranya seperti tidak tersedia guru khusus yang bisa melayani anak inklusif, sekolah tidak memiliki fasilitas memadai untuk anak inklusif, dan kekhawatiran penolakan secara sosial dari peserta didik lainnya," katanya. Akibat penolakan tersebut, kata Eko, keprihatinan sejumlah orang tua anak inklusif pun tak bisa dihindari.

Red: irf
Sumber Berita: ant

http://www.republika.co.id/berita/104551/jangan-tolak-murid-berkebutuhan-khusus
Read On 0 comments

Lagi, Bayi Hydrocephalus Butuh Bantuan

10:16:00 AM
20/02/2010 18:23

Liputan6.com, Jakarta: Seorang bayi penderita Hydrocephalus asal Bangka butuh bantuan. Orangtua sang bayi tidak mempunyai uang untuk menanggung biaya perawat di rumah sakit. Rezky Tiarah, anak dari pasangan Sitsu dan Wati, sejak lahir menderita kelainan hydrocephalus. Dengan menggunakan Jamkesda akhirnya Rezky bisa menjalani operasi. Namun itu bukan berarti persoalan selesai, karena kedua orangtua Rezky masih harus menanggung biaya perawatan.

Sementara itu, Aura, seorang bayi berumur tujuh bulan yang juga penderita hydrocephalus kini bersiap mejalani operasi. Sang ibu, Suriah berharap anaknya akan sembuh setelah operasi nanti. Penyebab hydrocephalus bervariatif, mulai dari kelainan genetik, pengaruh selama perkembangan janin dalam rahim, dan komplikasi dari kelahiran prematur. Kasus hydrocephalus terjadi satu dalam setiap 500 anak-anak, dan dapat disembuhkan asal ada biaya untuk operasi dan perawatan.(IDS/AYB)

http://kesehatan.liputan6.com/berita/201002/264687/Lagi.Bayi.Hydrocephalus.Butuh.Bantuan
Read On 0 comments

Dishub Kupang Sosialisasikan Trayek Baru

10:14:00 AM
Jumat, 19 Februari 2010 | 12:45 WITA

KUPANG, POS KUPANG.Com -- Kepala Dinas Perhubungan Kota Kupang, Drs. Yoseph Rera Beka mengatakan, saat ini pihaknya sedang mensosialisasi trayek baru, Naimata-Penfui dan Maulafa serta Osmok.

Sosialisasi dilakukan kepada masyarakat di Kecamatan Alak dan Oebobo. Selain trayek, materi sosialisasi meliputi masalah keamanan bagi pihak yang melakukan pelayanan trayek alternatif serta keselamatan awak angkutan.

"Jika dalam sosialisasi itu masyarakat menerima dan bersedia menjaga keamanan serta keselamatan pelayanan trayek alternatif ini, maka trayek baru tersebut akan dilayani dalam tahun ini juga," kata Rera Beka saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (18/2/2010).

Rera Beka mengatakan, rencana pembukaan trayek baru pada beberapa tempat itu sudah disampaikan kepada pengurus Organda dan disambut baik. Pihaknya akan melakukan pendekatan dengan pemilik armada untuk penempatan armada pada trayek baru itu.

"Kita akan melakukan pendekatan dengan pemilik armada agar bersedia melayani masyarakat pada trayek baru itu. Dan untuk ujicoba akan menggunakan Damri," katanya.

Rera Beka mengatakan, pembukaan trayek baru merupakan kebutuhan masyarakat yang diusulkan kepada dinas perhubungan dengan mengajukan data-data penduduk dan data pendukung lainnya.

"Sudah saatnya masyarakat menikmati pelayanan angkutan umum karena mobilitas setiap hari terus meningkat," ujar Rera Beka.

Menurut Rera Beka, beberapa tahun sebelumnya trayek Naimata-Penfui dan Osmok sudah direncanakan, bahkan sudah melakukan ujicoba. Namun masalah keamanan sehingga para pemilik armada dan awak kendaraan berhenti melayani masyarakat.

"Kita berharap persoalan yang penah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya menjadi pelajaran bagi masyarakat pengguna jasa agar tidak mengulangi hal yang sama. Untuk itu kehadiran masyarakat mengikuti sosialisasi ini sangat dibutuhkan sehingga saatnya nanti tidak melakukan hal-hal yang merugikan masyarakat umum," ujarnya.

Selain mensosialisasikan trayek baru, kata Rera Beka, tahun ini juga dinas perhubungan mengganti traffic light yang rusak. Saat ini sudah ada pengadaan lima unit traffic light dan siap dipasang. "Dinas Perhubungan Kota Kupang hanya melakukan pemeliharaan, sementara perencanaan penempatan traffic light dilakukan oleh dinas perhubungan propinsi," kata Rera Beka. (mas)

http://www.pos-kupang.com/read/artikel/43382/dishub-kupang-sosialisasikan-trayek-baru
Read On 0 comments

Swasembada Gula Jangan Hanya Mimpi

10:08:00 AM
Sabtu, 20 Februari 2010 , 10:34:00

SAMBAS – Rencana masuknya investor perkebunan tebu di Kabupaten Sambas perlu mendapatkan perhatian semua lapisan. Ketua AMKS SM Tsjafioeddin Jepriadi kemarin menegaskan mewujudkan Kalimantan Barat swasembada gula jangan hanya sebuah wacana saja.“Masyarakat jangan diberikan mimpi oleh pemerintah dengan datangnya penanam modal. Karena lahan mana yang akan dikembangkan untuk penanaman tebu di Kabupaten Sambas,” tegasnya. Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Tanjunpura ini mengemukakan puluhan tahun lalu di Kecamatan Teluk Keramat sudah ada pabrik mini gula. Menurutnya, belajar dari kegagalan investasi masa lalu apakah penanaman tebu di sana layak.

“Ternyata masa lalu gagal menjadikan pabrik gula memenuhi kebutuhan daerah. Bahkan bangunannya menjadi saksi sejarah pengembangan tanaman tebu di Sambas,” katanya. Jepriadi mengatakan terlebih lagi informasi yang disampaikan media massa program Kementerian Pertanian supaya setiap daerah swasembada berarti ada pabrik pengolahan. Dikatakannya, berarti penanaman tebu dalam luasan yang sangat besar di Kabupaten Sambas. “Sekarang apakah masyarakat mau ikut menanam tebu selain kebun inti perusahaan. Sebab masyarakat sudah bisa hidup dengan karet dan kelapa sawit,” tuturnya. Ia mengungkapkan dikhawatirkan izin perkebunan tebu nanti beralih komoditi. Tegasnya, hanya karena diberikan kemudahan dapat izin, setelah itu terjadi perubahan menjadi perkebunan kelapa sawit lagi. “Kami berharap pemerintah mengkaji lebih dalam. Supaya program nasional bukan sebuah mimpi bagi masyarakat,” kata Jepriadi.

Ketua DPRD Sambas Mas’ud Sulaiman mengatakan rencana investasi pengembangan tanaman tebu seluas 18 ribu hektar. Dikatakannya, sekarang perusahaan sedang melakukan penjajakan dan survei.“Kalau persoalan teknis, pemerintah mungkin lebih tahu tentang kelayakan lahan. Mudah-mudahan saja program pemerintah ini berjalan baik, sehingga tebu menjadi komoditi unggulan Sambas juga nantinya,” harapnya. (riq)

http://www.pontianakpost.com/index.php?mib=berita.detail&id=30129
Read On 0 comments

Pasien Tak Sabar Pindah ke Gedung Baru

10:07:00 AM
Saturday, 20 February 2010 13:28

MEDAN - Adanya genangan air di ruangan RSUD Dr Pirngadi Medan (RSPM) karena diguyur hujan, membuat pasien di RSPM menjadi gerah, dan mereka tidak sabar untuk pindah ke gedung baru di rumah sakit itu.

Salah seorang pasien peserta Medan Sehat di ruang XVIII RSPM yang enggan disebut namanya, siang ini, mengatakan, pihak RSPM harus segera memindahkan mereka ke gedung baru kelas III.

“Kami sudah tidak nyaman dengan kondisi di ruangan yang bau, dan penuh. Apalagi kalau hujan, air masuk ke dalam ruangan,” ujarnya.

Sementara, bangunan kelas III di RSPM, yang katanya sudah diserah terimakan dari kontraktor ke RSPM belum juga ditempati. Menurut keterangan pihak rumah sakit gedung baru kelas III itu dapat digunakan bulan Februari 2010 ini. Tapi hingga saat ini belum juga dapat di tempati.

“Kami mendesak agar pihak manajemen RSPM segera memindahkan mereka ke gedung baru kelas III itu,” katanya.

Editor: SATRIADI TANJUNG

http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=91485:pasien-tak-sabar-pindah-ke-gedung-baru&catid=14:medan&Itemid=27
Read On 0 comments

Lindungi Anak dari Zat Adiktif

10:06:00 AM
Sabtu, 20 Februari 2010 | 03:20 WIB

Oleh Seto Mulyadi

Jutaan anak-anak di negeri ini sedang menunggu dengan harap-harap cemas. Akankah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya menandatangani Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Pengamanan Zat Adiktif bagi Kesehatan yang saat ini masih bermukim di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Pasalnya, Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) yang merupakan mandat Undang-Undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009 (Pasal 116) oleh Menteri Kesehatan telah disampaikan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menhukham), bulan lalu. Selanjutnya, Kementerian Hukum dan HAM tinggal mengundang kementerian terkait untuk pertemuan antarkementerian guna melakukan harmonisasi RPP tersebut dengan perundang-undangan lainnya, termasuk Undang-Undang Penyiaran Nomor 32 Tahun 2002.

Akankah RPP tersebut berhasil sampai ke Istana untuk akhirnya bisa ditandatangani oleh Presiden? Apabila ya, ah, betapa bahagianya mereka.

Dalam RPP ini, Pasal 10 dengan tegas menyatakan bahwa ”tembakau dan semua produk tembakau sebagai zat adiktif dilarang untuk diiklankan dan/atau dipromosikan di semua jenis media yang meliputi media luar ruang, media elektronik, media online, media cetak, media lainnya, dan di tempat penjualan”.

Lalu, dalam Pasal 11 juga dinyatakan bahwa setiap orang yang memproduksi dan atau mengimpor produk tembakau ke wilayah Indonesia dilarang untuk menawarkan atau memberikan secara cuma-cuma produk tembakau, menggunakan logo dan atau merek rokok pada produk atau barang bukan rokok menjadi sponsor kegiatan lembaga atau perorangan dan melakukan kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan yang bertujuan untuk mempromosikan produk tembakau kepada masyarakat.

Intinya, menurut RPP ini, semua iklan, promosi, dan sponsor rokok akan dilarang di segala jenis media. Ini tentu sangat penting bagi upaya perlindungan anak karena, menurut penelitian di berbagai negara, telah terbukti bahwa asap rokok mengandung racun yang berbahaya bagi anak- anak dan adanya korelasi serta hubungan kausalitas antara iklan rokok dan meningkatnya perokok anak-anak.

Iklan rokok yang mengasosiasikan perilaku merokok dengan citra keren, gaul, macho, setia kawan, dan kreatif telah membangun paradigma keliru dan menyesatkan bagi anak-anak dan remaja.

Tinggal Indonesia

Kita lihat, negara-negara bermartabat di berbagai penjuru dunia telah banyak yang melarang iklan rokok di media penyiaran sejak lama. Negara tetangga kita, Malaysia, telah melarang iklan rokok di televisi sejak tahun 1982 dan Brunei sejak tahun 1972. Sementara di Asia Tenggara hanya tinggal Indonesia dan Kamboja yang masih mengizinkan siaran iklan rokok di televisi.

Sebetulnya, menurut Undang-Undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009, rokok sebagai produk yang mengandung tembakau, secara yuridis formal telah diakui sebagai zat adiktif yang penggunaannya dapat menimbulkan kerugian bagi dirinya dan masyarakat (Pasal 113 Ayat 2) dan oleh karenanya perlu pengaturan yang ketat sama seperti zat adiktif lainnya, seperti alkohol dan narkoba.

Dalam Undang-Undang Penyiaran Nomor 32 Tahun 2002 Pasal 46 (3) huruf c juga sudah ditegaskan bahwa ”siaran iklan niaga dilarang untuk mempromosikan zat adiktif”. Oleh karena rokok sebagai produk tembakau tergolong zat adiktif, tentu tidak dapat diiklankan.

Larangan iklan, promosi, dan sponsor rokok pun seiring sejalan dengan rencana Kementerian Kesehatan untuk mengaksesi Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) di mana pada Pasal 13 diserukan kepada negara peserta untuk melarang segala bentuk iklan, promosi, dan sponsor rokok.

Menyadari ini semua, tentu diharapkan agar dalam pertemuan antarkementerian di Kementerian Hukum dan HAM pekan ini akan bisa memuluskan jalannya RPP untuk bisa segera disahkan oleh Presiden. Ini yang sangat diharapkan oleh para pemangku kepentingan perlindungan anak di seluruh Tanah Air.

Di balik adanya kekhawatiran intervensi industri rokok yang akan memobilisasi industri penyiaran, periklanan, entertainment, dan sebagainya untuk menolak pasal larangan menyeluruh iklan, promosi, dan sponsor rokok dalam RPP tersebut, jutaan anak pun berharap-harap cemas menunggu RPP ini segera sampai ke Istana.

Di hati, mereka berbisik dengan lirih, ”Lindungi kami, Bapak/Ibu Menteri dan Bapak Presiden. Jangan lagi bunuh kami dengan asap rokok yang dibiarkan bebas mengotori negeri ini!”

Seto Mulyadi
Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak

http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/02/20/03205710/lindungi.anak.dari.zat.adiktif
Read On 0 comments

Konsumen Listrik Semakin Sengsara

9:43:00 AM
Jumat, 19 Pebruari 2010

* PLTU Dinilai Permalukan Walikota

PALU – Pemadaman listrik bergilir oleh PLN Cabang Palu, dalam dua hari terakhir, semakin menyengsarakan konsumen listrik di Palu dan sekitarnya. Pemadaman dengan pola 1:1 di malam hari serta 6 jam padam dan 6 jam hidup di siang hari ternyata tak berjalan sesuai jadwal. Warga semakin kecewa namun tak bisa berbuat apa-apa.
Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Achrul Udaya mengatakan, pemadaman bergilir yang tak sesuai jadwal telah merugikan masyarakat dan pelaku bisnis. “Akibat pemadaman yang panjang dan tidak pasti-pasti ini, mesin listrik di hotel saya sudah dua kali jebol, dan saya harus menggantinya. Inikan menyebabkan biaya tinggi pada perusahaan saya,” ungkap Pemilik Hotel Sentral ini.
Suaib (56), Warga Kelurahan Baiya Kecamatan Palu Utara mengaku sejumlah alat elektroniknya rusak. “Mulai dari kulkas, setrika, dan televisi saya rusak,” katanya.
Keluhan yang sama diutarakan Erni, Warga Desa Kalukubula, Andi Akmal, Mahasiswa Universitas Tadulako dan Syarifuddin, Warga Jalan Tolambu, Palu Barat. “Untungnya selama sering mati lampu baru satu kali motorku baku senggol di perempatan, kayak mau tabrakan terus kita kalau lewat perempatan,”kata Syarifudin (31) warga Jalan Tolambu, Palu Barat.
Pemadaman bergilir semakin meluas menyusul berkurangnya pasokan listrik dari PLTU Mpanau. Dalam tiga hari terakhir, PLTU hanya mampu memasok 10 MW ke jaringan PLN. Pengurangan ini terjadi akibat stok batubara menipis, sementara pasokan batubara diperkirakan baru tiba besok lusa. Bahkan, bila hingga Sabtu nanti, batubara belum tiba, suplai listrik dari PLTU tinggal 8 MW.
Fakta ini dinilai Rifai, Warga Kelurahan Kawatuna Kecamatan Palu Selatan, mempermalukan Walikota Palu Rusdy Mastura. ‘’Masak setelah diperpanjang masa kontraknya oleh PLN, karena jerih payah Pak Walikota, PLTU kembali bermasalah,’’ kata Rifai, Rabu siang.
Manager Produksi PLTU Mpanau, Djati Nugroho menampik tudingan kalau PLTU ingin mempermalukan walikota. ‘’Sama sekali tidak ada niat mempermalukan Walikota Palu Rusdy Mastura. Kami sebagai pihak yang selalu diperjuangkan eksistensinya oleh Walikota , kondisi ini benar- benar gangguan dari alam,” ujar Djati saat dihubungi tadi malam.
Menurut Djati, turunnya pasokan daya listrik ke konsumen beberapa hari ini murni akibat gangguan cuaca yang menghambat perjalanan tongkang yang membawa batubara ke PLTU. Keterlambatan pasokan batubara itu mengakibatkan PLTU krisis batu bara. Untuk Kamis hingga Sabtu mendatang PLTU terpaksa hanya bisa menyuplai beban ke PLN sebanyak 8 Mega Watt (MW).
Dijelaskan Djati, saat ini stok batu bara yang ada di PLTU MPanau hanya mampu bertahan hingga tanggal 20 Februari 2010 mendatang. JIka sesuai rencana kapal tongkang batu bara belum juga masuk hingga tanggal 20 Februari, dipastikan PLTU Mpanau akan total shutdown. Namun jika dalam kondisi normal pihaknya menyuplai ke PLN sebesar 22 MW.
“Itu bukan kesalahan kami. Karena jauh hari sebelumnya tepatnya 9 dan 10 Februari, kapal tongkang batu bara sudah menuju Palu. Hanya saja karena kondisi alam yang kurang bersahabat sehingga jadi susah begini. Kami mengupayakan malam ini Kamis malam ini kapal tongkang sudah tiba lebih cepat dari jadwal,” harap Djati. (IRMA/SYARIF/BANJIR/NANDAR/NANANG/HAMSING)

http://mediaalkhairaat.com/index.php?option=com_content&task=view&id=6003&Itemid=1
Read On 0 comments

80 Obat Generik Langka di Kawasan Timur

11:29:00 AM
10/02/2010 - 17:09

INILAH.COM, Jakarta - Sekitar 80 macam obat generik sulit ditemukan di kabupaten/kota pada wilayah timur Indonesia.

"Yang langka kebanyakan obat-obat yang fast moving dan life saving seperti antibiotik injeksi, diazepam, cairan infus, dan sirup untuk anak-anak," kata Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Sri Indrawaty, di Jakarta, Rabu.

Sri yang menyatakan tidak ingat seluruh rincian daftar obat yang tak tersedia di sebagian wilayah tersebut.

Menurut dia, hal itu terjadi karena harga yang ditetapkan untuk obat-obat generik tersebut tidak menutup kebutuhan biaya produksi.

Ia menambahkan, biaya distribusi obat generik ke berbagai wilayah di kawasan timur yang harus ditanggung produsen dan pedagang besar farmasi, yang 78% di antaranya berada di Pulau Jawa, juga cukup tinggi sehingga mereka enggan memasarkan obat ke sana.

"Karena itu dalam peraturan yang baru pemerintah menaikkan harga obat generik yang sebelumnya di bawah biaya produksi supaya obat-obat tersebut kembali tersedia," katanya.

Melalui Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.03.01/Menkes/146/I/2010 tanggal 27 Januari 2010 tentang harga obat generik, pemerintah menaikkan menaikkan 22 jenis obat generik yang terdiri atas 33 jenis sediaan obat generik.

"Kanaikannya antara 2,8% sampai 30%," katanya.

Pemerintah, kata dia, juga memperbolehkan produsen dan atau pedagang besar farmasi menambahkan biaya distribusi ke dalam harga jual obat dengan mengatur plafon penambahan biaya distribusi berdasarkan wilayah.

Menurut ketentuan itu, PBF yang mendistribusikan obat generik ke daerah regional I termasuk DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Lampung dan Banten tidak boleh menambahkan biaya distribusi ke harga obat.

PBF yang menyalurkan obat generik ke daerah di regional II yang mencakup Pulau Sumatera, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung dan Nusa Tenggara Barat dapat menambahkan biaya distribusi maksimum lima persen.

Sementara PBF yang menyalurkan obat generik ke daerah di regional III seperti Nanggroe Aceh Darussalam, Kalimantan, dan Sulawesi dapat menambahkan biaya distribusi maksimal 10 persen.

Untuk distribusi ke daerah di regional IV yang meliputi provinsi Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat, PBF dapat menambahkan biaya maksimal 20 persen dari harga netto apotek dan pajak pertambahan nilai.

Kebijakan itu, kata dia, diharapkan dapat menjamin pemerataan ketersediaan dan keterjangkauan obat generik essensial di seluruh wilayah Indonesia.

"Tentunya itu akan diawasi, benar dilaksanakan atau tidak," katanya serta menambahkan pemerintah akan memberikan sanksi kepada produsen obat dan pedagang besar farmasi yang tidak mengikuti ketentuan. [*/mor]

http://www.inilah.com/news/read/gaya-hidup/2010/02/10/337332/80-obat-generik-langka-di-kawasan-timur/
Read On 0 comments

Ibu 40 Tahun Berisiko Lahirkan Anak Autis

11:28:00 AM
Kamis, 11 Februari 2010 09:00 WIB

Penulis : Ikarowina Tarigan

PENELITI University of California menemukan bahwa ibu yang lebih tua berisiko lebih besar memiliki anak autisme dibandingkan perempuan yang melahirkan pada usia yang lebih muda.

Peneliti memeriksa rekam data dari hampir 5 juta anak di California selama tahun 1990 dan 1999. Dalam rentang waktu ini, angka kejadian autisme meningkat sebesar 600 persen di seluruh negara bagian.

Studi menemukan, setiap pertambahan usia lima tahun, risiko perempuan memiliki anak autisme meningkat sebesar 18 persen. Artinya, perempuan yang melahirkan di usia 40 atau lebih berisiko 50 persen lebih besar memiliki anak dengan autisme dibandingkan perempuan yang melahirkan di usia antara 25 dan 29, dan berisiko 77 persen lebih besar memiliki anak autisme dibandingkan perempuan yang melahirkan sebelum usia 25.

Berbeda dengan studi sebelumnya yang menunjukkan peningkatan risiko ayah yang lebih tua memilki anak autisme, penelitian ini tidak menemukan hubungan antara autisme dan usia ayah, kecuali satu pengecualian, laki-laki lebih tua memiliki anak dengan istri yang jauh lebih muda.

Laki-laki berusia di atas 40 yang memiliki anak dengan perempuan di bawah usia 30 berisiko 60 persen lebih besar memiliki anak dengan autisme dibandingkan laki-laki usia 25 hingga 29 yang memiliki anak dengan perempuan muda.

Akan tetapi, usia ibu bukan satu-satunya faktor yang memicu anak dengan autisme. Geraldine Dawson dari Autism Speaks memuji peneliti karena menggunakan data yang begitu besar untuk mengungkap efek usia orang tua terhadap risiko autisme. Akan tetapi, dia juga mengingatkan agar para ibu tidak perlu cemas.

"Kita perlu melihat temuan ini secara menyeluruh," terang Dawson, seperti dikutip situs healthday.com."Studi ini penting, tapi peningkatan kasus autisme tidak hanya disebabkan oleh satu faktor saja. Kita akan menemukan faktor-faktor lainnya, dan usia ibu yang lebih tua merupakan salah satu di antara banyak faktor tersebut." (IK/OL-08)

http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2010/02/11/2157/2/Ibu-40-Tahun-Berisiko-Lahirkan-Anak-Autis
Read On 0 comments

Blokade Blok Cepu

11:27:00 AM
Kamis, 11 Februari 2010 | 8:32 WIB

Keracunan 9 Warga Dibawa ke RS

Bojonegoro - SURYA- Sembilan warga keracunan gas saat sedang melakukan pemblokadean akses jalan menuju ladang minyak Blok Cepu di Desa/Kecamatan Gayam, Bojonegoro. Akibatnya, mereka harus dilarikan ke UGD RSUD Bojonegoro, Rabu (10/2).

Warga yang menjadi korban gas berbau menyengat itu adalah; Marji, 37; Imam Syafii, 25; Dimyati, 25; Saifuddin, 27; Sudirman, 21; Tarmuji, 25; Waras, 24; Arifin, 27 dan Didik, 25. Semuanya warga Dusun Cemlokorejo, Desa Gayam, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, yang ikut memblokade akses jalan sebelah barat proyek Gas Oil Separation Plant (GOSP) atau jalan menuju Lapangan Banyuurip, di Desa Mojodelik, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro.

Peristiwa keracunan itu terjadi, sekitar pukul 13.30 WIB. Saat itu warga yang sedang menggelar aksi menuntut ganti rugi tunai, tiba-tiba mual dan pusing serta muntah-muntah setelah mencium bau tidak sedap yang diduga berasal dari ladang pengeboran minyak PT Exxon Mobil yang dikelola Mobil Cepu Ltd (MCL). “Karena tidak kuat, saya sempat muntah-muntah,” terang Imam Syafii, salah satu korban.

Khawatir terjadi sesuatu, sembilan warga yang diduga keracunan itu langsung dilarikan ke RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro. Sesampai di sana, para korban langsung mendapat perawatan di UGD rumah sakit milik Pemkab Bojonegoro tersebut. “Semua telah menjalani perawatan. Memang, keluhan dari para pasien adalah mual dan pusing,” terang Thomas Djaja, Humas RSUD Bojonegoro. Tapi, sekitar pukul 15.30 WIB, para korban sudah membaik dan diperbolehkan pulang.

Terpisah, Eksternal Relations Manager MCL, Deddy Afidick ketika dihubungi melalui ponselnya tidak bersedia menjawab. Ia hanya membalas dengan pesan singkat (SMS) bahwa sedang ada rapat. “Tolong SMS dulu, saya sedang ada rapat,” tulis Deddy melalui SMS-nya. Tapi, dia juga tidak bersedia membalas ketika dimintai konfirmasi mengenai perkara ini melalui SMS.

Sementara itu, pemblokadean akses jalan menuju GOSP masih terus dilakukan warga sejak dua hari terakhir. Ada empat titik jalan yang diportal oleh warga hingga kemarin, yakni dua titik jalan di Desa Brabuhan dan satu titik di Desa Gayam. Keduanya masuk Kecamatan Ngasem. Selain itu, jalan di Dusun Ngaglik, Desa Katur, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro.

Pemblokadean ini dilakukan warga untuk menuntut kompensasi tunai dari MCL selaku operator Blok Cepu dalam kasus keracunan gas yang menimpa warga beberapa waktu lalu. “Selama tuntutan kami tidak dipenuhi, pemblokiran akan terus kami lakukan,” terang Supolo, koordinator aksi.nst31

http://www.surya.co.id/2010/02/11/blokade-blok-cepu.html
Read On 0 comments

Aceh Tengah Raih Penghargaan Pelayanan Publik Terbaik

11:26:00 AM
11 Februari 2010, 09:17

* Juga Kabupaten Pidie

TAKENGON - Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah ditetapkan sebagai salah satu dari 32 kabupaten/kota di Indonesia yang meraih anugerah Citra Bhakti Abdi Negara yakni penghargaan pelayanan publik terbaik dari Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan) RI tahun 2009. Penghargaan tersebut direncanakan akan diserahkan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kepada Bupati Aceh Tengah, Ir H Nasaruddin MM di Istana Negara Jakarta, Kamis (11/2).

Kabag Humas Pemkab Aceh Tengah, Drs Windi Darsa MM, Rabu (10/2) mengatakan, berdasarkan surat Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Nomor: B/270/S.PAN-RB/2/2020 tanggal 3 Pebruari 2010, Kabupaten Tengah merupakan kabupaten/kota yang meraih penghargaan pelayana publik terbaik tahun 2009 dan diundang untuk memerima penghargaan itu di Istana Negara.

“Anugerah ini diberikan sebagai apresiasi terhadap kinerja pelayanan publik yang dilaksanakan oleh pemerintah kabupaten/kota se-Indonesia untuk merangsang peningkatan pelayanan publik tersebut. Di Provinsi Aceh, selain Aceh Tengah piagam penghargaan tersebut juga diraih Kabupaten Pidie,” katanya.

Bagi pemerintah Kabupaten Aceh Tengah, penghargaan dari pemerintah di bidang pelayanan publik ini diberikan atas langkah nyata antara lain melalui berbagai kebijakan perbaikan di bidang pelayanan publik, juga merupakan apresiasi sekaligus motivasi dalam rangka meningkatkan pelayanan publik guna mewujudkan kepemerintahan yang baik (good governance) di daerah.

Disebutkan Windi, pada tanggal 14 Oktober 2009 tahun lalu tim penilai dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, yang diketuai Drs Bambang Anom hadir ke daerah tersebut. Tim itu sekaligus melakukan kroscek ke lapangan terhadap mekanisme dan sistem pelayanan pemerintah kepada masyarakat, seperti RSU Datu Beru Takengon, Dinas Mobilitas Penduduk dan Cacatatan Sipil, Kantor Perizinan Satu Pintu, Kantor Camat Bebesen, SMP Negeri 10 Takengon serta sejumlah sarana publik lainnya di Kabupaten Aceh Tengah.

Dikisahkan Windi, kala itu tim melakukan penilaian terhadap enam elemen yakni kebijakan deregulasi dan debirokratisasi pelayanan publik, kebijakan peningkatan partisipasi masyarakat, kebijakan pemberian penghargaan dan penegakan disiplin, pembinaan teknis terhadap unit pelayanan publik, kebijakan unit pelayanan publik, serta terakhir pengembangan manajemen pelayanan yang ada pada masing-masg institusi. “Dari elemen yang dinilai ini, ternyata Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah masuk dalam katagori baik terhadap kinerja pelayanan publik pemeritah kabupaten/kota tahun 2009,” pungkasnya.

Pidie juga
Sementara itu Wakil Bupati Pidie, Nazir Adam SE yang ditanyai Serambi via ponsel tadi malam, mangakui Pemkab Pidie juga meraih Penghargaan Pelayanan Publik Terbaik dari Menpan. “Benar, Alhamdulillah Pidie juga mendapat penghargaan serupa. Bahkan Bupati bersama Sekda sudah berangkat ke Jakarta, untuk menerima penghargaan tersebut langsung dari Presiden SBY,” kata Nazir Adam.(min/usb)

http://www.serambinews.com/news/view/23870/aceh-tengah-raih-penghargaan-pelayanan-publik-terbaik
Read On 0 comments

Jamkesmas Banyak Tak Tepat Sasaran

11:24:00 AM
Rabu, 10/02/2010 16:35 WIB

Vera Farah Bararah - detikHealth

Jakarta, Program Jaminan Kesehatan pada Masyarakat (Jamkesmas) banyak yang tidak tepat sasaran. Masih banyak orang yang seharusnya berhak, justru tidak mendapatkan dana bantuan ini.

"Keanggotaan dari Jamkesmas ditetapkan oleh keputusan bupati atau walikota, jadi tidak ada anggota Jamkesmas yang mendaftar. Tapi memang sampai saat ini masih banyak yang tidak tepat sasaran," ujar Kepala Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan (PPJK) drg. Usman Sumantri, MSc dalam acara dalam acara press briefing Jamkesmas dan obat generik di gedung Depkes, Jakarta, Rabu (10/2/2010).

Usman menuturkan jika ada rumah sakit yang menolak menerima pasien Jamkesmas, sebaiknya harus ditelusuri terlebih dahulu apa penyebabnya. Apakah karena sudah overload ruangannya atau karena faktor lain, karena kebijakan yang dilakukan rumah sakit saat ini sudah bagus.

Sepatutnya program jamkesmas ini harus tepat sasaran, jika terjadi penyimpangan atau adanya calo maka harus ditindaklajuti. Apabila calo yang ada dilapangan berasal dari internal, maka harus diberikan saksi administratif. Tapi jika berasal dari luar harus diusut oleh polisi dan kalau yang menerima bukan orang yang berhak, maka Jamkesmas harus dibatalkan.

Semua rakyat yang berobat sebenarnya berhak untuk mendapatkan bantuan, baik itu rakyat miskin maupun rakyat menengah yang penghasilannya hanya cukup untuk kehidupan sehari-hari saja.

"Jika ada yang mau komplain baik dari masyarakat ataupun pasien bisa menghubungi telp 500567, kalau bisa langsung ditangani atau kalau harus diurus terlebih dahulu akan diserahkan ke bagian pelayanan medik," ujar sekretaris jenderal Depkes dr. Ratna Rosita Hendardji, MPHM.

Berdasarkan hasil pelaporan dari masyarakat, kini sudah ada beberapa rumah sakit yang bersedia mengembalikan uang pasiennya setelah dinyatakan bahwa pasien tersebut memiliki kartu jamkesmas.

Jamkesmas ini adalah implementasi awal dari pelaksanaan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang sudah diamanatkan dalam UU nomor 40 tahun 2004. Dulunya program ini bernama ASKESKIN yang dikelola oleh PT Askes.

Usman menuturkan hingga saat ini jumlah peserta dari Jamkesmas sebanyak 19,1 juta rumah tangga miskin, jika setiap rumah tangga terdiri dari 4 orang maka secara total ada 76,4 juta jiwa pesertanya.

Pada intinya pelayanan dari Jamkesmas ini bersifat komprehensif sesuai dengan kebutuhan dasar medisnya, baik untuk rawat jalan ataupun rawat inap di puskesmas serta 954 rumah sakit yang terdiri dari rumah sakit pemerintah dan rumah sakit swasta.

Jamkesmas ini bisa digunakan untuk semua penyakit kecuali pemeriksaan general check up, kosmetik dan kegiatan massal seperti sunatan massal atau operasi bibir sumbing gratis.

(ver/ir)

http://health.detik.com/read/2010/02/10/163500/1296906/775/jamkesmas-banyak-tak-tepat-sasaran
Read On 0 comments

Makin Banyak Penyakit Mirip "Bilqis" Ditemukan

11:23:00 AM
10/02/2010 09:02

Liputan6.com, Makassar: Penyakit yang diderita bocah bernama Bilqis Anindia Passa yaitu atresia bilier atau kerusakan empedu ternyata juga menimpa sejumlah bocah di berbagai daerah. Faktor ketiadaan biaya membuat mereka belum tertangani dengan baik.

Bocah bernama Abdi Muhammad Rizki asal Makassar, Sulawesi Selatan, divonis menderita kerusakan empedu. Perut Abdi membesar. Kulit dan mata bocah berusia di bawah lima tahun ini juga berwarna kuning. Keluarga Abdi hanya pasrah. Keluarga tak memiliki biaya untuk melakukan pengobatan.

Tak hanya di Makassar, di Gorontalo, penyakit atresia bilier juga diderita seorang bayi. Ismail Daud, dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Bone Bolango dengan kondisi perut yang terus membesar. Di usia hampir 10 bulan, Ismail belum dapat duduk sempurna layaknya bayi lain seusianya.

Menurut dokter, penyakit yang diderita Ismail tak dapat ditangani di Gorontalo dan harus dirujuk ke luar daerah. Ibu Ismail bukannya tidak berusaha. Namun karena ketiadaan biaya kini ia hanya bisa pasrah. Keluarga berharap ada dermawan yang terketuk hatinya untuk membantu.(JUM)

http://kesehatan.liputan6.com/berita/201002/263083/Makin.Banyak.Penyakit.Mirip.Bilqis.Ditemukan
Read On 0 comments

Harga Pakan Naik, Tak Sebanding Harga Susu

11:22:00 AM
Kamis, 11 Februari 2010 | 03:23 WIB

BANDUNG, KOMPAS - Peternak sapi perah di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, mengeluhkan kenaikan harga pakan konvensional, sementara pakan alternatif, seperti ongok atau ampas tahu dan ketela, juga naik.

Tingginya biaya produksi tersebut tidak sebanding dengan harga beli susu oleh koperasi yang anjlok sejak akhir Januari.

Danuri (54), peternak susu di Cisarua, Lembang, Rabu (10/2), mengatakan, harga konsentrat sejak awal Desember naik dari Rp 1.000 menjadi Rp 1.300- Rp 2.000 per kilogram. Sementara harga pakan rumput yang semula Rp 300-Rp 500 menjadi Rp 600-Rp 800 per kilogram.

”Biaya pakan semakin mahal. Mau pakai pakan alternatif juga susah mendapatnya. Kalaupun ada, harganya tinggi,” ujar Danuri.

Awaludin (58), peternak sapi perah di Desa Pasirhalang, Cisarua, Bandung Barat, menuturkan, harga pakan alternatif, seperti ongok atau ampas ketela dan tahu, mencapai Rp 18.000 per karung setara dengan 25 kg. Dua bulan lalu harga ongok masih Rp 9.000 per karung. Tingginya harga ongok sangat membebani peternak.

”Pakan ongok delapan ekor sapi menghabiskan 70 karung ampas tahu untuk 15 hari. Ampas tahu yang sebagian besar disuplai dari Cibuntu digunakan sebagai makanan tambahan selain rumput,” ujarnya.

Tingginya harga pakan ternak konsentrat diakui Ketua Pengawas Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara (KPSBU), Jawa Barat, Jajang Sumarna. Menurut dia, belum turunnya harga konsentrat karena masih tingginya harga sembilan bahan baku pembuatannya, misalnya dedak yang harganya mencapai Rp 1.700 per kg. Pada musim hujan, dedak juga sulit didapat. ”Kalau ada, juga harus bersaing dengan peternak ayam,” ujarnya.

Harga pakan yang tinggi tersebut sangat membebani para peternak sapi perah. Awaludin mengungkapkan, biaya pemeliharaan empat sapi miliknya Rp 132.500 per hari. Untuk itu, jika ingin impas, harga beli susu dari koperasi seharusnya Rp 3.600 per liter. Namun, harga beli susu dari koperasi saat ini maksimal hanya Rp 3.100 per liter.

Harga susu turun

Ketua Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) Jawa Barat Dedi Setiadi membenarkan kesulitan peternak tersebut. Meski demikian, pihak koperasi tidak bisa berbuat banyak karena harga beli ke peternak juga tergantung dari harga jual susu ke industri pengolahan susu (IPS).

Dedi mengaku, pihaknya bukannya belum pernah memperjuangkan kenaikan harga susu. Awal Januari, GKSI telah mengajukan kenaikan harga susu sebesar 10 persen kepada pihak IPS.

”Namun, saat itu harga susu dunia justru turun dari 3.600 dollar AS per metrik ton menjadi 2.800 dollar AS per metrik ton. Akibatnya, harga pembelian susu ke peternak juga harus turun,” ujarnya.

Saat ini pihak koperasi membeli susu sapi segar dari peternak dengan harga berkisar Rp 2.800- Rp 3.400 per liter, tergantung dari kualitas. Adapun pada akhir tahun lalu harga pembelian susu bisa mencapai Rp 3.600 per liter. (GRE)

http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/02/11/03230944/harga.pakan.naik.tak.sebanding..harga.susu.
Read On 0 comments

About Me

My Photo
Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa.

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

There was an error in this gadget

Recent Posts