Gerakan Konsumen Indonesia
THE PEOPLE UNITED WILL NEVER BE DEFEATED (RAKYAT BERSATU TAK BISA DIKALAHKAN)

Industri Rokok Targetkan Wanita dan Remaja

5:57:00 PM
30/05/2010 09:23

Astrid Puspasari

Liputan6.com, Jenewa: Sungguh mengejutkan! Industri rokok yang jelas-jelas berbahaya bagi kesehatan, kini menargetkan wanita dan remaja di berbagai negara-negara berkembang. Data ini diumumkan Badan Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini.

Dalam rangka memperingati Hari Dunia Tanpa Tembakau yang jatuh pada 31 Mei besok, WHO mencela taktik pemasaran yang dilakukan perusahaan tembakau. "Sebanyak 40 persen pria merokok dan hanya sembilan persen perempuan yang merokok. Tapi angka itu masih bisa berubah," tegas Douglas Bettcher, Direktur Prakarsa Bebas Tembakau WHO.

Menurut Global Youth Tobacco Survei yang dilakukan WHO, tingkat perokok dikalangan remaja yang berbeda gender telah memudar. "Industri rokok pasti merekrut pengguna baru, sebagai ganti perokok yang telah meninggal atau sakit," seru Bettcher. "Itu sebabnya, mereka menargetkan perempuan demi motif keuntungan."

Walaupun produk-produk rokok telah lama dipasarkan untuk perempuan di negara-negara industri, hal itu tidak bisa disamakan di negara-negara berkembang. "Perilaku pemasaran licik dan agresif, dilakukan industri tembakau di negara-negara berkembang. Ini adalah sebuah fenomena yang relatif baru," jelas Bettcher.

Di Jepang, rokok dibuat cantik dengan kemasan berwarna merah muda. Sementara di Mesir, bungkus rokok berbentuk kemasan parfum, dan di Nigeria dihadiahi barang bermerek. Pantas saja wanita tergiur.(Xinhua/ADO)

http://kesehatan.liputan6.com/berita/201005/279294/Industri.Rokok.Targetkan.Wanita.dan.Remaja
Read On 0 comments

Pasokan Listrik Minim, PLN Lakukan Pemadaman di Jakarta & Tangerang

5:57:00 PM
Senin, 31/05/2010 16:17 WIB

Dampak Rusuh Cengkareng

Reza Yunanto - detikNews

Jakarta - Kebakaran akibat kerusuhan di Duri Kosambi Cengkareng, Jakarta Barat, pada Minggu (30/5/2010) kemarin, mengakibatkan gangguan pasokan listrik untuk Jakarta dan Tangerang. PLN akan melakukan pemadaman di beberapa wilayah.

"PLN terpaksa menghentikan penyaluran beban sekitar 130 MW, akibat terputusnya jaringan transmisi tegangan tinggi 150 KV, yang mensuplai tenaga listrik ke beberapa wilayah," demikian disampaikan Manajer Bidang Komunikasi Hukum & Administrasi PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang, Hadi Sanjoto, dalam rilis kepada detikcom, Senin (31/5/2010).

Perbaikan kerusakan jaringan akibat kebakaran diperkirakan akan selesai selambat-lambatnya Senin malam nanti pukul 24.00 WIB.

Berikut wilayah-wilayah yang terkena dampak pemadaman:

Kawasan Industri Kalisabi, PT Pan Brothers Group, Jl Raya Serang, Jl Raya Pasar Kemis, Perum Keroncong, Kampung Jati, Jl Industri IV, Jatake, Kampung Bunder, PT Frank House, Cibodas.

Pondok Arum, Jl Raya Mauk, Kawasan Industri Benua, Perumahan Benua Indah, Jl Raya M Toha, Mauk, Jl Kasir II, Desa Gembor, Pasir Jaya.

Jl Pinisi 2 Blok I, Jl Pinisi 5 Blok H, Kapuk, Jl Pluit Utara, Pompa Waduk Pluit, Sunda Kelapa, Muara Baru.

PT Sastra Jaya, Karawaci, Kolam Renang/Sport Club, Perum Villa Permata Serpong, Desa Cibodas, Jl Raya Serang, Jati Uwung Tangerang.

Komplek Deplu Jl Cidodol, Jl Pajang, Cipulir Kebayoran Lama, Jl Way Bessy, Tanjung Duren Timur 2, Jl Arjuna Selatan, Kemanggisan, Tomang City, Jl Yunus 3 Kebayoran, Slipi, Kebon Jeruk, DPP Golkar, Tanjung Duren, Anggrek Neli Murni, Palem Barat.

Desa Pasir Randu Curug, Desa Binong Curug, Jl Raya Legok Tangerang, PT IRC IND, PT Andayani Megah, Jl Pasir Jaya Jati Uwung Tangerang, Toserba Aneka Subur, Jl Pasar Baru, Jl Industri Jatake Tangerang, PT Gajah Tunggal.

PLN Disjaya dan Tangerang menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas pemadaman ini.

(Rez/fay)

http://www.detiknews.com/read/2010/05/31/161704/1366845/10/pasokan-listrik-minim-pln-lakukan-pemadaman-di-jakarta-tangerang?881103605
Read On 0 comments

Batasi BBM, Pemerintahan SBY Betul-betul Gagal

5:56:00 PM
SENIN, 31 MEI 2010 | 11:59 WITA | 11908 Hits

Laporan: Widya Victoria

JAKARTA -- Rencana pemerintah akan membatasi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) merupakan bukti bahwa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono gagal dalam mamanfaatkan potensi Indonesia sebagai negara penghasil minyak.

"Ini bentuk kegagalan pemerintah, sebagai negara penghasil minyak, tetapi selalu krisis dengan urusan seperti ini. Dan ini akan selalu terulang, apalagi kaitannya dengan APBN yang baru," ujar anggota DPR Dedi Gumilar kepada Rakyat Merdeka Online di gedung Nusantara I DPR, Jakarta (Senin, 31/5).

Politisi PDI Perjuangan ini mempertanyakan, sebagai negara penghasil minyak, Indonesia seharusnya meraup keuntungan bila harga minyak di pasaran dunia naik. Kalau betul mendapat untung, menurutnya, hal itu bisa digunakan untuk menutupi kebutuhan subsidi.

"Untuk subsidi bisa diambil dari sana. Ini secara pikiran sederhana. Tapi saya tidak mengerti hitung-hitungan ekonomi, karena bukan komisi saya. Akan tetapi belum saatnya," aku anggota Komisi X DPR ini. (zul)

http://metronews.fajar.co.id/read/94176/10/batasi-bbm-pemerintahan-sby-betulbetul-gagal
Read On 0 comments

Keracunan Air Mineral, 4 Siswa SMPN Jombang Dilarikan ke RS

5:54:00 PM
Senin, 31/05/2010 16:42 WIB

Tamam Mubarrok - detikSurabaya

Jombang - Sebanyak 4 siswa SMPN II Desa Gempol Legundi, Kecamatan Gudo, Jombang keracunan usai minum air mineral di sekolahnya. Para siswa rata-rata kelas I ini mengalami mual dan muntah saat jam istirahat.

Ke-4 siswa itu yakni Defi Pratiwi (14), Aranti Puri (14), Evi Nailulizzah (14) dan Afif Tamamul Qomar (14). Mereka langsung dilarikan ke UGD RSUD Swadana Jombang.

Peristiwa itu bermula saat ke-4 siswa tersebut membeli air mineral seharga Rp 500 di kantin sekolah, saat jam istirahat. Setelah ke-4-nya meminum air tersebut, mereka mengeluh mual dan kepala pusing.

"Tiba-tiba pusing dan mual saat minum air mineral itu," kata salah satu korban, Defi Pratiwi kepada wartawan di rumah sakit, Senin (31/5/2010).

Melihat siswanya menunjukkan gejala yang aneh, para guru segera membawa ke rumah sakit. Para korban mendapat perawatan intensif dan diinfus. Pihak keluarga juga sudah dihubungi dan mendampingi para korban keracunan.

Menurut Kepala UGD RSUD Swadana Jombang, dr Puspitasari bahwa hasil observasi semntara menunjukkan jika para korban mengalami gejala keracunan. Rata-rata pasien mengeluh setelah minum air mineral. Dugaan sementara air tersebut sudah kadaluwarsa.

"Dugaan sementara dari hasil observasi dan sample yang sudah diambil, air mineral itu kadaluwarsa. Tapi untuk memastikan, kita menunggu uji laboratorium dulu," jelasnya.

Sementara menurut Kepala Sekolah SMPN II Sri Hartatik enggan komentar tentang peristiwa tersebut. "Tapi kita akan membiayai para siswa, karena kejadian ada di sekolah," tambah Sri Hartatik.
(fat/fat)

http://surabaya.detik.com/read/2010/05/31/164223/1366865/475/keracunan-air-mineral-4-siswa-smpn-jombang-dilarikan-ke-rs?y991101465
Read On 0 comments

Inilah Tips Menjaga Akun FB Anda

5:53:00 PM
Senin, 31 Mei 2010 | 12:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Dalam beberapa minggu terakhir, santer tersebar pemberitaan mengenai pembajakan akun-akun personal di dunia maya oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab. Selain layanan pesan instan Yahoo Messenger, akun jejaring sosial Facebook (FB) pun tak luput dari sasaran pembajakan.

Lalu bagaimana mengantisipasi agar akun FB Anda tak dibajak? Berikut tips yang dibeberkan oleh pemerhati keamanan IT, Gildas Deograt, yang dihubungi Kompas.com, Senin (31/5/2010).

Pertama, jangan gunakan sandi atau password yang mudah ditebak. Lalu, jangan lupa log out setelah Anda selesai menggunakan FB. Sementara untuk reset password, jangan pakai jawaban yang standar.

Selanjutnya, pada privacy setting sebaiknya Anda jangan memilih opsi Every One. Setelah privacy setting dalam opsi terbatas. Yang juga penting adalah, jangan sembarangan mengonfirmasi orang sebagai teman Anda. Terakhir, jangan mengakses link secara sembarangan, pasalnya, banyak program jahat yang dikirim melalui metode link.

Penulis: C16-09 | Editor: Glo

http://tekno.kompas.com/read/xml/2010/05/31/12030095/Inilah.Tips.Menjaga.Akun.FB.Anda-8
Read On 0 comments

Akibat Rokok, Penyakit Jantung Makin Menyerang Orang Muda

5:40:00 PM
Senin, 31 Mei 2010 | 07:10 WIB

TEMPO Interaktif, Penyakit jantung koroner kini menjangkiti pada usia makin muda. Dr Taufik Pohan, SpJP, pernah menangani penderita jantung koroner berusia 26-29 tahun. "Padahal dulu usia sekitar 40 tahunan baru kena," kata dokter spesialis jantung dari Rumah Sakit Pondok Indah ini.

Dokter spesialis jantung dari RS Jantung Harapan Kita, Jakarta, Dr Aulia Sani, SpJP, bahkan pernah menangani pasien jantung koroner pemuda usia 22 tahun. "Dia merokok sejak usia 9 tahun," kata Sani. Pembuluh darah koroner pemuda itu terpaksa dipasangi cincin (stent).

Faktor utama penyakit jantung koroner, kata Aulia, memang rokok. Penyakit ini menjadi penyebab kematian nomor wahid. Data WHO menyebutkan, pada 2005 rokok diperkirakan menyebabkan 400 ribu kematian atau 23,7 persen dari 1,7 juta kematian.

Masalahnya, tidak mudah bagi perokok untuk berhenti merokok. Menurut Dr Tribowo T. Ginting, SpKJ, dari RS Persahabatan, 70 persen perokok ingin berhenti. "Tapi hanya 5-10 persen yang bisa berhenti tanpa bantuan," ujarnya. Mereka yang bisa berhenti biasanya perokok yang belum kecanduan. Dengan susahnya berhenti merokok, jumlah perokok selalu naik.

Di Indonesia, menurut data WHO, tren jumlah konsumsi rokok dan jumlah perokok muda kian besar. Dari 1960 hingga 2004, konsumsi rokok naik 6,2 kali lipat, dari 35 miliar batang menjadi 217 miliar batang per tahun. Jumlah anak yang memulai merokok sebelum umur 19 tahun juga naik 10 persen dari 2001 hingga 2004. Pada 2001-2004, perokok usia 15 tahun ke atas jumlahnya naik 2,9 persen.

Survei Global Tembakau Pemuda-Indonesia pada 2006 menyebutkan, satu dari tiga anak (37,3 persen) pernah merokok. Mereka yang pertama kali merokok sebelum genap 10 tahun sebanyak 30,9 persen. Anak muda yang tetap merokok 12,6 persen dan 3,2 persen di antaranya dilaporkan kecanduan. Jika kecanduan, susah berhenti.

Jumlah perokok pasif juga naik. Aulia Sani memaparkan, dari rokok yang disulut, 20 persen asapnya diisap perokok. Sebanyak 5-10 persen tersangkut di filter rokok. Sisanya beredar di udara. Akibatnya, perokok pasif bisa terserang batuk dan bronkitis. "Begitu tua, perokok pasif bisa kena jantung koroner," kata Aulia.

Perokok pasif, ujarnya, memiliki risiko terkena kanker paru dan jantung koroner hingga 20-30 persen dibanding yang tak terpapar asap rokok. Ruang khusus merokok, kata dia, tiada guna.

Ini senada dengan hasil pengukuran Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta dengan Swisscontact Foundation Indonesia. Kedua lembaga itu menemukan, nikotin yang banyak beredar di udara berukuran 2,5 mikrometer (PM 2.5) di kawasan dilarang merokok total kurun waktu Agustus-September 2009.

Di sekolah, 32 persen lokasi udaranya terkontaminasi nikotin. Di rumah sakit, ditemukan 68 persen wilayah udara tercemar nikotin. Paling parah adalah di tempat hiburan, di antaranya restoran. Di restoran ditemukan 86 persen lokasi hiburan yang udaranya tercemar nikotin. "Di restoran, kadar PM 2.5 mendekati 2.000 mikrogram/m3," kata Kepala Bidang Penegakan Hukum BPLHD Ridwan Panjaitan.

Padahal kadar maksimal yang ditoleransi menurut WHO adalah 25 mikrogram/m3. Menurut Direktur Eksekutif Swisscontact Foundation Indonesia Dollaris Riauaty Suhadi, ukuran PM 2.5 merupakan partikel yang sangat kecil dan bisa masuk ke paru-paru. "Tak ada teknologi yang bisa menyaringnya."

Sementara itu, menurut Aulia Sani, ada dua hal yang bisa dilakukan untuk mengerem laju penyakit jantung koroner usia muda ini. Pertama, mencegah lahirnya perokok baru dan, kedua, menyembuhkan pecandu rokok. Pencegahan perokok dini dilakukan dengan melakukan edukasi terhadap anak yang belum pernah merokok. "Kampanye dilakukan sejak anak-anak masih kecil," kata dia.

Untuk itu, perlu dilakukan kampanye antitembakau di sekolah-sekolah sejak taman kanak-kanak. Sedangkan bagi yang telanjur merokok dan belum kecanduan, bisa dilakukan terapi perilaku. Yang telanjur kecanduan pun masih bisa diobati, salah satunya dengan obat generik Varenicline Tartrate.

Obat itu menyuplai pengganti nikotin. "Varenicline Tartrate mengganti nikotin tapi tak membuat kecanduan," kata dia. Menurut Sani, Varenicline Tartrate akan memancing pelepasan dopamine dan endorphin.

NUR ROCHMI

http://www.tempointeraktif.com/hg/kesehatan/2010/05/31/brk,20100531-251368,id.html
Read On 0 comments

Ajak Sosialisasi Anak Berkebutuhan Khusus

5:39:00 PM
Senin, 31 Mei 2010 - 10:36 wib

YOGYAKARTA – Pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) dinilai masih belum merata. Sebagai wujud kepedulian sekaligus ingin menumbuhkan semangat belajar ABK, digagaslah lomba kreativitas anak inklusif dan umum taman kanak-kanak (TK) dan sekolah dasar (SD) se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Benteng Vredeburg, Minggu, 30 Mei, kemarin. Ketua Panitia Lomba kreativitas Sarwadi di sela-sela acara mengungkapkan, acara tersebut dilaksanakan untuk memperingati bulan pendidikan yang jatuh pada Mei.

Menurutnya, pendidikan merupakan hak semua warga negara, sehingga siapapun berhak untuk mendapatkan pendidikan yang layak. ”Bagi kami, pendidikan tidak pernah mengenal status sosial, jenis kelamin, kondisi fisik, ataupun perbedaan lainnya. Namun pada kenyataannya, kami merasa pendidikan belum merata utamanya terhadap kepedulian pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus,” ujarnya.

Sarwadi mengungkapkan,lomba tersebut merupakan wadah untuk mempertemukan anak-anak umum dengan ABK di dalam satu persepsi tentang persamaan. Selain itu, mereka juga bermaksud memperkenalkan model pendidikan inklusif bagi orang tua ABK maupun anak umum. ”Kami ingin mempertemukan anak umum dengan ABK. Karena kami yakin setiap anak pasti mempunyai suatu kelebihan yang hebat, terlepas dari semua kekurangan yang ada di diri mereka masing-masing,” tuturnya.

Dengan slogan Aku Pasti Bisa, pihaknya ingin mengajak semua anak bermain dan belajar bersama tanpa saling membedakan. Acara tersebut juga berniat ingin menumbuhkan semangat belajar dan menanamkan keyakinan pada ABK dan juga anak-anak umum, sekalipun mereka memiliki kekurangan dalam diri.

Perlombaan yang digelar antara lain lomba baca puisi, mewarnai, dan menggambar. Para peserta lomba baca puisi memperebutkan trofi Gubernur DIY, lomba menggambar memperebutkan trofi Wali Kota Yogyakarta, dan trofi Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta diperebutkan dalam lomba mewarnai.

Salah satu orang tua ABK Zulaikha mengatakan, anaknya yang bernama Muhammad Rizki Aditya baru pertama kalinya mengikuti perlombaan. Keikutsertaan Rizki dalam lomba mewarnai bertujuan untuk melatih konsentrasinya. ”Anak saya penderita autis yang cenderung hiperaktif. Dengan ikut acara-acara seperti ini, saya berharap dia bisa bersosialisasi dengan anak normal seumurannya. Selain itu, bisa sebagai latihan agar konsentrasinya bisa lebih terfokus,” ujarnya.
Jangan ketinggalan berita tentang Piala Dunia 2010, hanya di Okezone.com


Menurut Zulaikha, Rizki harus mendapat ekstra pendampingan meski tampaknya dia normal-normal saja. Sifatnya yang cenderung melukai diri sendiri dan orang lain kadang terjadi jika dirinya merasa tidak nyaman dan marah. Namun ternyata dibalik kekurangannya itu, Rizki termasuk anak yang jenius dengan IQ 130.

”Saya percaya Tuhan maha adil. Meski anak saya autis tapi dia diberi otak yang cerdas. Bahkan terkadang saya kalah kalau sudah menyangkut informasi-informasi di televisi karena hobinya menonton berita setiap hari,” ungkapnya.
(Koran SI/Koran SI/rhs)

http://kampus.okezone.com/read/2010/05/31/373/337744/ajak-sosialisasi-anak-berkebutuhan-khusus
Read On 0 comments

Jatah BBM di SPBU Berkurang

5:37:00 PM
Senin, 31 Mei 2010 | 16:15 WITA

TIGA Hari terakhir ini, semua SPBU di Kalsel mengalami kekurangan pasokan BBM terutama jenis premium. Akibatnya bisa ditebak, antrian kendaraan mulai terlihat disemua SPBU.

Hal itu semakin diperparah dengan munculnya isu soal rencana pemerintah membatasi penggunaan BBM jenis premium kepada kendaraan roda dua. Akibatnya, banyak warga yang memanfaatkan isu tersebut untuk melakukan aksi borong alias panic buying.

Arif, pengawas SPBU Jalan S Parman Banjarmasin mengatakan bahwa pihaknya mendapat jatah 2 tangki BBM jenis premium dengan kapasitas masing-masing sebanyak 10.000 liter.

"Biasanya perhari kami mendapat tiga tangki yang masing-masing berkapasitas 10.000 liter tapi sudah beberapa hari ini hanya diantar dua tangki saja," kata Arif.

Stok yang ada di SPBU langsung ludes hanya dalam beberapa jam saja akibat serbuan konsumen yang rela antri demi mendapatkan BBM. Selain itu kebijakan yang ditempuh pihak SPBU yang tak melayani pembelian melalui jerigen juga membuat panik masyarakat.

"Kita memang terpaksa tidak melayani pembelian dengan jerigen dan lebih mengutamakan melayani kendaraan," kata Arif.

(aspian)

http://www.banjarmasinpost.co.id/read/artikel/46099/jatah-bbm-di-spbu-berkurang
Read On 0 comments

Jabar Gelontorkan Rp 2 M untuk Atasi Gizi Buruk

5:33:00 PM
Kamis, 27 Mei 2010 | 11:21 WIB

BANDUNG, TRIBUN-Dinas Kesehatan Jawa Barat menganggarkan dana Rp 2 miliar khusus untuk membentu balita yang menderita gizi buruk.

Kadinkes Jabar, Alma, mengatakan bantuan keuangan gubernur ini disebar di 26 kabupaten dan kota di Jabar.

"Pemanfaatan uangnya untuk memberian makanan tambahan para penderita , biaya pendampingan oleh kader, biaya tunggu bagi yang dirawat di RS biaya verifikasi, pembinaan, dan evaluasi," ujarnya di Bandung, beberapa saat lalu.

Di Jabar sendiri kini tercatat tak kurang dari 1.500 penderita gizi buruk.

http://tribunjabar.co.id/read/artikel/22206/jabar-gelontorkan-rp-2-m-untuk-atasi-gizi-buruk
Read On 0 comments

KPAI: Pemerintah Biarkan Iklan Rokok Secara Permisif

5:31:00 PM
Senin, 31 Mei 2010 09:06 WIB

Magelang (ANTARA News) - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menilai, pemerintah terkesan membiarkan iklan rokok secara permisif sehingga jumlah perokok aktif bukan turun tetapi malah bertambah dengan usia prevalensi semakin muda.

"Pemerintah membiarkan iklan rokok secara permisif sehingga setiap saat yang terjadi bukan penurunan perokok aktif tetapi malah terus bertambah dan makin lama usia prevalensi perokok semakin muda," kata Ketua KPAI, Hadi Supeno, di Magelang, Senin.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menetapkan tanggal 31 Mei sebagai "Hari Tanpa Tembakau".

Ia mengatakan, sejumlah kasus balita kecanduan rokok seperti di Malang, Sukabumi, dan Palembang adalah menyangkut anak-anak korban iklan rokok.

Pemerintah, katanya, harus segera mengeluarkan peraturan pemerintah tentang larangan total segala bentuk rokok dan sponsor rokok untuk semua kegiatan masyarakat.

"Di dalamnya juga tercantum sanksi berat bagi yang melanggar ketentuan. Tanpa larangan iklan rokok, upaya dan kampanye masyarakat tanpa tembakau hanya utopia," katanya.

Hingga saat ini, katanya, pemerintah belum menandatangani peraturan pemerintah tentang perlindungan masyarakat dari ancaman tembakau sebagaimana diamanatkan Pasal 116 Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.

Ia mengatakan, pemerintah harus menurunkan kuantitas industri rokok hingga jumlah paling rendah. Pada saat yang sama pemerintah menaikkan cukai rokok sehingga penurunan industri itu tidak mengurangi pendapatan negara dari rokok.

"Hingga tahun 2010 pemerintah terus mengizinkan produksi tembakau setahun 260 miliar batang dan pemerintah mempertahankan cukai murah, hanya 30 persen dari harga rokok. Padahal di Thailand sampai 60 persen, di Singapura dan Malaysia sampai sekitar 55 persen," katanya.

Pemerintah, katanya, mengintrodusir Pasal 113 UU Nomor 36 tahun 2009 tentang berbagai upaya mencegah ketergantungan terhadap zat nikotin.
(M029/A024)

http://www.antaranews.com/berita/1275271619/kpai-pemerintah-biarkan-iklan-rokok-secara-permisif
Read On 0 comments

Jajanan Anak Sekolah Memprihatinkan

5:28:00 PM
Senin, 31 Mei 2010 - 15:40 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kustantinah merasa prihatin dengan masih rendahnya tingkat keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS).

“Sembilan belas persen keracunan terjadi di sekolah,” ungkap Kustantinah pada ”Lokakarya Jejaring Promosi Keamanan Pangan”, Senin (31/5) di Jakarta. Turut menjadi pembicara Meneg PP & PA Linda Amalia Sari Gumelar.

Kustantinah mengatakan, hasil pengawasan Direktorat Inspeksi dan Pangan BPOM bersama 26 Balai Besar POM di seluruh Indonesia pada 2007 menunjukan, 43 persen PJAS tidak memenuhi syarat karena mengandung bahan kimia berbahaya seperti formalin, boraks, rhodamin dan bahan tambahan pangan.

Untuk mengatasi masalah ini, Kustantinah mengimbau peran orang tua terutama kaum ibu lebih maksimal mengawasi dan mengarahkan makanan anak. Di samping itu perlu ditingkatkan kerjasama terpadu yang melibatkan lintas sektor seperti Kementerian Pendidikan Nasional, Kementerian Kesehatan, Kemeneg PP dan PA, Kementerian Perdagangan dll. (aby/B)

http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2010/05/31/jajanan-anak-sekolah-memprihatinkan
Read On 0 comments

Tabung elpiji meledak lagi

5:26:00 PM
Monday, 31 May 2010 15:08

MAKASSAR - Korban tabung gas elpiji terus berjatuhan, macam arisan saja. Hampir setiap hari terdengar insiden tabung gas elpiji meledak, tapi tidak ada tuntutan kuat untuk menyeret pembuat tabung celaka itu ke pengadilan.

Kali ini, ledakan serupa menghancurkan rumah di Blok B 4 nomor 10 Minasaupa, kecamatan Rappocini, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (30/5).

Informasi dari lokasi kejadian, ledakan sekitar pukul 04.00 Wita itu membuat para penghuni rumah di kawasan tersebut, berhamburan keluar.

"Kami dan sejumlah warga sekitar sini berusaha melarikan diri, karena mengira ada gempa. Warga lainnya menduga ledakan itu timbul karena jatuhnya meteor, seperti yang selama ini diberitakan di televisi," jelas Masnawi, penghuni rumah tersebut.

Masnawi asal kabupaten Selayar ini mengaku sangat bersyukur karenak tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. "Kebetulan saat kejadian ada 15 orang di rumah. Kami baru saja mengadakan aqiqah keluarga kami," lanjutnya.

Editor: ANGGRAINI LUBIS
(dat07/pas)

http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=118813:tabung-elpiji-meledak-lagi&catid=59:kriminal-a-hukum&Itemid=91
Read On 0 comments

Berhenti Merokok tanpa Obat

5:18:00 PM
Minggu, 30 Mei 2010 pukul 09:43:00

Reiny Dwinanda

Dari 70 persen yang ingin berhenti merokok, hanya lima prsen yang berhasil.

Pernahkah Anda memerhatikan label peringatan yang menempel pada kemasan rokok? Sederet penyakit dan gangguan kesehatan tertera di bungkus rokok, merek apapun. Meski begitu, kenyataannya orang tetap saja meneruskan kebiasaan merokok.

Angka perokok baru pun sulit sekali direm laju pertumbuhannya. Celakanya, perokok baru itu makin dini usianya. "Tercatat, angkatan muda mulai merokok sejak usia 8 tahun," ungkap dr Aulia Sani SpJP (K).

Apa yang mengancam perokok muda tersebut? Dalam tempo yang tak terlalu lama, mereka bisa mengalami peningkatan denyut jantung dan tekanan darah. "Yang gampang terlihat, efek di gigi, warnanya jadi kuning sampai hitam," papar pengajar Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskuler Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.

Akses terhadap rokok memang kelewat longgar di Indonesia. Merokok pun membudaya di banyak keluarga. Bahkan, dalam Susnas 2006 rokok terdata sebagai pengeluaran terbesar kedua setelah beras. "Ironisnya lagi, kebanyakan perokok berasal dari kalangan masyarakat menengah-bawah," imbuh dokter spesialis jantung dan pembuluh darah ini dalam acara Peluncuran Kampanye BreakFree, Rabu (26/5) lalu di Jakarta.

Berdasarkan riset di luar negeri, 70 persen perokok punya kemauan untuk berhenti. Namun, hanya sekitar 5 sampai 10 persen yang berhasil menahan diri untuk tak lagi menyulut lintingan tembakau itu. "Penelitian tersebut sekaligus membukakan mata betapa sulitnya perjuangan perokok yang ingin terbebas dari kecanduan," ungkap dr Tribowo T Ginting SpKJ.

Anton, sebut saja begitu, mendeskripsikan dirinya sebagai cerobong asap. Belum genap berusia 40 tahun, karyawan swasta ini sudah megap-megap kesulitan bernapas. "Saya ada asma, merokok sejak SMP, sering bergadang, dan kini saya butuh obat yang cukup mahal agar paru-paru saya dapat berkerja dengan baik."

Anton menuruti saran dokter untuk tidak kerja berat. Namun, ia masih kesulitan memutus keakraban dengan sigaret. "Paling, jumlahnya saja yang baru bisa berkurang."

Anton berpendapat dirinya lebih mudah putus hubungan dengan narkoba ketimbang rokok. Begitu meninggalkan pergaulan, ia bisa terbebas dari putaw. "Candunya rokok lebih gawat," komentarnya.

Anton beralasan rokok mudah sekali ditemukan. Orang pun lebih permisif terhadap perokok. "Itu pula yang menjadi penghambat," cetusnya.

Perlu dukungan
Terhadap perokok seperti Anton, Tribowo berpendapat dukungan keluarga dan orang sekitar sangat diperlukan. Menjauhkan segala atribut yang berhubungan dengan rokok akan sangat membantu. "Pahami masa sulit mereka berada di minggu pertama dan kedua," ucap psikiater dari RS Persahabatan ini.

Sementara itu, di ruang praktiknya, Aulia sering menemukan pasien yang terkena dampak rokok. Kebanyakan mengalami serangan jantung. "Mereka baru timbul kesadaran akan bahaya rokok setelah mengalami serangan jantung."

Terhadap pasiennya, Aulia tak melulu menyodorkan obat. Ia menyarankan agar pasien membulatkan niat untuk berhenti merokok. "Ingat saja rasanya sakit," cetus konsultan jantung dan kardiovaskular ini.

Aulia mendapati sebagian besar pasien kemudian menemukan kesadaran. Mereka akhirnya tahu dan telah merasakan sendiri akibat menyulut dan menghisap linting tembakau yang mengandung 4000 bahan kimia, 69 di antaranya karsinogenik. "Penting untuk memotivasi pasien untuk tidak kembali merokok."

Motivasi yang tinggi akan memudahkan perokok untuk tidak lagi menghisap tembakau. Keinginan yang kuat dari diri sendirilah kunci utama sukses berhenti merokok. "Karena itu, saya tidak langsung memberi resep obat untuk mereka yang mau terbebas dari rokok," tutur Aulia. ed: nina


Peran Obat, di Mana Tempatnya?

Lantas, kapan obat dibutuhkan? Dr Aulia Sani menyebutkan, orang dengan motivasi yang rendah dan level ketergantungan nikotin yang tinggi terkadang memerlukan terapi obat. "Obat membantunya mengatasi ketidaknyamanan pada masa awal berhenti merokok," kata mantan direktur RS Harapan Kita ini.

Apa sebetulnya yang terjadi ketika perokok tidak mendapatkan pasokan nikotin? Aulia memaparkan tubuh akan mengalami gejala putus nikotin. "Ketidaknyamanan berupa rasa gelisah, pusing, dan mual itu bisa menaklukkan niat lemah perokok yang ingin berhenti."

Demi suksesnya program berhenti merokok, dokter bisa saja meresepkan varenicline. Inilah satu-satunya terapi pengganti nikotin yang tersedia di Indonesia. "Obatnya belum tersedia untuk masyarakat menengah-bawah," ucap Aulia.

Varenicline, lanjut Aulia, diberikan untuk jangka pendek. Obat ini bekerja pada reseptor nikotin di otak dengan menurunkan gejala ketagihan dan mengurangi rasa nikmat yang timbul dari merokok. "Otomatis, keinginan untuk merokok menjadi tiada dan saat mencoba menghisap rokok, ia tidak akan merasakan kenikmatan."

Menyitir sebuah penelitian di Amerika Serikat, Aulia menuturkan pemanfaatan varenicline empat kali lebih efektif menghentikan kebiasaan merokok dibandingkan tanpa obat. Riset itu melibatkan pasien yang ingin berhenti merokok. "Tanpa obat pun sebetulnya bisa namun harus disertai kemauan yang kuat," tegasnya.

Apa yang dialami tubuh yang terbebas dari racun yang ada pada rokok? Aulia menggambarkan dalam 20 menit tanpa rokok, perubahan signifikan terjadi di jaringan organ penting manusia. "Tekanan darah, denyut jantung, dan aliran darah tepi membaik."

Lantas, apa manfaatnya dalam waktu yang lebih lama? Kalau bisa bertahan sampai 12 jam tak merokok, karbonmonoksida di dalam darah kembali normal. "Sistem aliran darah membaik, dan fungsi jantung dapat meningkat," tandas Aulia yang kerap menjadi pembicara seminar.

Tes Ketergantungan Nikotin
Pertanyaan
1. Berapa batang rokok yang Anda hisap setiap hari?
Jawaban
A. 10 atau kurang
B. 10-20
C. 21-30
D. 31 atau lebih
Skor
A. 0
B. 1
C. 2
D. 3

2. Berapa lama setelah bangun tidur, Anda merokok?
A. Dalam 5 menit
B. 6-30 menit
C. 31-60 menit
D. Setelah 60 menit
Skor
A. 3
B. 2
C. 1
D. 0

3. Apakah Anda kesulitan menahan diri untuk tidak merokok di tempat-tempat yang dilarang?
A. Ya
B. Tidak
Skor
A. 1
B. 0

4. Apakah Anda merokok lebih sering pada jam pertama setelah bangun tidur dibandingkan pada waktu lain?
A. Ya
B. Tidak
Skor
A. 1
B. 0

5. Keinginan merokok pada saat kapan yang sulit ditahan dan dihilangkan?
A. Batang pertama di pagi hari
B. Waktu lain
Skor
A. 1
B. 0

6. Apakah Anda tetap merokok saat Anda sakit berat yang membutuhkan bedrest?
A. Ya
B. Tidak
Skor
A. 1
B. 0

Skor Ketergantungan
0-3 poin Ringan
4-6 poin Sedang
7-10 poin Tinggi

Keterangan:
Ringan: level ketergantungan Anda terhadap nikotin, rendah. Sebaiknya cobalah berhenti dari sekarang sebelum ketergantungan Anda semakin meningkat.

Sedang: Anda memiliki level ketergantungan menengah terhadap nikotin. Berhentilah sekarang untuk terbebas dari ketergantungan.

Berat: Anda tidak dapat mengontrol kebiasaan merokok. Sebaliknya, rokoklah yang mengatur Anda. Saat memutuskan berhenti merokok, sebaiknya konsultasikan kepada dokter. Anda akan mendapatkan terapi pengganti nikotin atau terapi lain yang dapat membantu Anda melepaskan diri dari ketergantungan terhadap nikotin.

Sumber: Fargerstorm Tolerance Questionnaire. Br J Addict 1991

http://koran.republika.co.id/koran/105/112073/Berhenti_Merokok_tanpa_Obat
Read On 0 comments

Pemerintah Diminta Kaji Rencana Cabut Subsidi BBM

5:09:00 PM
Senin, 31 Mei 2010 16:06 WIB

Sejumlah pengendara sepeda motor mengantri mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis premium, di salah satu SPBU di kawasan Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, Jumat (28/5). (ANTARA/Ismar Patrizki)
Kendari (ANTARA News) - Anggota DPR RI Andi Rahmat mengharapkan pemerintah mengkaji ulang dengan cermat rencananya untuk menyabut subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang masih dibutuhkan rakyat.

Di Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin, Andi mengatakan, ada risiko yang harus diterima pemerintah dan rakyat apabila kebijakan itu benar-benar direalisasikan dalam waktu dekat.

Hal itu bisa mengancam kelangsungan dunia industri.

"Saya yakin pemerintah tidak serta merta mencabut subdisi bahan bakar melainkan mempertimbangkan kelangsungan industri. Kebijakan pasar bebas menjadi ancaman serius," kata Andi Rahmat yang juga politisi Partai Demokrat.

Mengingat kemampuan rakyat Indonesia tidak merata, Andi Rahmat menyarankan pemerintah harus tetap membuka kebijakan untuk membantu rakyat miskin dalam hal mendapatkan bahan bakar karena menjadi kebutuhan mendasar dalam kehidupan sehari-hari.

"Bagaimana pun rakyat tidak mampu harus dibantu. Pemerintah harus menyadari bahwa yang memakai bahan bakar bersubsidi adalah orang-orang mampu bahkan penjabat negara yang difasilitasi tunjangan harga bahan bakar dalam menjalankan tugas negara," katanya.

"Dengan menggunakan bahan bakar bersubsidi pun sudah sulit mendapatkan pendapatan yang layak. Apa lagi kalau subsidi dicabut pasti rakyat lebih menderita karena angsuran kendaraan tidak bisa dibayar," kata Rahim.

Solusi yang tepat untuk efesiensi dan efektifitas keuangan negara adalah optimalisasi penerimaan pajak, kata dia.

(T.S032/Y006/S026)

http://www.antaranews.com/berita/1275296761/pemerintah-diminta-kaji-rencana-cabut-subsidi-bbm
Read On 0 comments

2.828 penderita HIV/AIDS di Sumut

5:08:00 PM
Monday, 31 May 2010 12:59

MEDAN – Berdasarkan data dari beberapa Voluntary Counseling and Testin (VCT) hingga bulan Mei 2010, jumlah penderita HIV/AIDS di Sumatera Utara telah mencapai 2.828 penderita.

Project officer global found Dinkes Sumut, Andi Ilham Lubis, mengatakan saat ini di Sumatera Utara hingga April tercatat sudah ada 2828 penemuan kasus penderita AIDS.

“Jumlah penderita semakin tinggi, menunjukkan makin banyaknya layanan VCT yang sudah tersedia di beberapa rumah sakit di Sumatera yang berhasil mendata dan menjaring penderita baru,” katanya, siang ini.

Andi menambahkan, dari jumlah penderita sekitar 2.828 orang tersebut ada 2.417 pria dan 630 perempuan, 51 usia di bawah 14 tahun dan 353 orang diantaranya yang meninggal dunia.

Editor: SATRIADI TANJUNG
(dat01/wol-mdn)

http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=118759:2828-penderita-hivaids-di-sumut&catid=77:fokusutama&Itemid=131
Read On 0 comments

20 Persen RSBI buat Si Miskin

5:04:00 PM
Senin, 31 Mei 2010 | 08:12 WIB

RSBI Hanya buat Si Kaya
SURABAYA - SURYA- Sekolah RSBI yang seharusnya lebih menekankan out put berlevel internasional, ternyata terjebak pada pendidikan eksklusif yang hanya bisa diakses orang kaya (berduit). Karenanya, program ini perlu segera dievaluasi.

Saat meresmikan TBM@Mall di Cito, Minggu (30/5), Mendiknas Muhammad Nuh mengisyaratkan perlunya program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) dievaluasi. Apalagi, program ini sudah berjalan empat tahun.

Kepada wartawan, Nuh menyatakan falsafah RSBI itu mengacu pada UU Sisdiknas yang mengamanatkan kualitas internasional. “Penduduk kita besar, tapi kualitasnya perlu didorong, karena itu ada RSBI. Tidak mungkin semua penduduk menjadi juara, namun harus ada sebagian yang berkelas juara,” katanya.

Kendati demikian, setiap orang harus bisa mengakses RSBI, karenanya sekolah ini tidak boleh menjadi “eksklusif” dengan tarif yang mahal. Kalau ternyata RSBI mahal, maka perlu dievaluasi.

Evaluasi, kata mantan Rektor ITS Surabaya ini, perlu dilakukan terhadap aspek kualitas, ‘output’ berupa anak didik yang menjadi juara, fasilitas, tenaga pengajar, dan aspek akses. Dari segi pengajar, apa sudah ada sekian orang bergelar S2. Demikian pula dari segi siswa, apakah hanya anak yang mampu secara ekonomi yang bisa mengakses sekolah ini.

“Kalau dalam evaluasi ditemukan praktik-praktik yang menyimpang dari UU Sisdiknas, maka nanti akan ada regulasi, misal RSBI harus memberi peluang 20 persen untuk siswa yang tidak kaya dengan sistem subsidi silang,” katanya.

Evaluasi, katanya, harus tuntas tahun ini. Tahun ajaran berikut sudah ada regulasi RSBI. Mengenai kemungkinan siswa RSBI melanjutkan studi ke luar negeri, Nuh mengatakan hal itu bukan keharusan. “RSBI itu nggak harus ke luar negeri, karena yang penting memiliki kualitas yang nggak kalah dengan lulusan luar negeri,” tegasnya.

Ketua II Dewan Pendidikan Surabaya Isa Anshori kemarin menyatakan, untuk bisa masuk RSBI, memang perlu prestasi akademis. Namun, prestasi ini hanya bisa dibangun dengan kekuatan ekonomi, yakni dengan mengikuti aneka kursus di luar sekolah.

”Program yang menyedot banyak biaya pemerintah ini kontras dengan kondisi masyarakat di mana untuk bersekolah regular saja masih banyak yang putus sekolah,” tuturnya.

Di Surabaya, jumlah sekolah RSBI terus bertambah. Kini, yang RSBI sudah ada tiga SMAN, dua SMPN, dan enam SMKN. Selain itu, ada beberapa sekolah yang telah diajukan sebagai RSBI seperti SMPN 19, SMPN 3, SMPN 12, SMPN 22, SMA Petra, SMA Santa Maria, SMAN 6, SMAN 20, SMKN 3, SMKN 4, SMKN 7, SMK St Louis, SMK Petra, SMK Mater Amabilis, dan SMK PGRI 1.

Kadindik Jatim Suwanto menyatakan, pihaknya akan segera mengevaluasi operasional RSBI di Jatim, terutama dari sisi pembiayaan. Caranya adalah dengan memantau anggaran pendapatan dan pengeluaran sekolah (RAPBS). RSBI, katanya, tak boleh menetapkan biaya pendidikan semaunya. “Kami bisa melihat benar-tidaknya sekolah menetapkan pungutan ke walimurid berdasarkan RAPBS,” ujarnya.

Rencananya, Suwanto akan mengumpulkan seluruh kadindik kabupaten/kota bulan depan untuk mengevaluasi RSBI bersama.nrey

http://www.surya.co.id/2010/05/31/20-persen-rsbi-buat-si-miskin.html
Read On 0 comments

Susu Coklat Lebih Manjur dari Minuman Energi

5:47:00 PM
Jumat, 04/06/2010 16:15 WIB

Merry Wahyuningsih - detikHealth

Seattle, Iklan minuman energi mungkin sudah tidak asing lagi bagi kebanyakan orang. Mulai dari bentuk sachet, kaleng maupun botol. Tapi susu coklat bebas lemak ternyata lebih manjur memulihkan tenaga atlet ketimbang beragam minuman energi.

Para ahli sepakat bahwa pemulihan energi bagi atlet dua jam setelah latihan olahraga atau aktivitas berat lainnya adalah penting. Tetapi hal ini sering diabaikan.

Padahal setelah aktivitas berat, periode pemulihan penting bagi orang-orang yang aktif. Ini untuk membantu memaksimalkan stamina dan menjaga kinerja tetap prima pada aktivitas berikutnya.

Peneliti menemukan bahwa susu coklat bebas lemak dapat menjaga tubuh, mengisi dan membangun kembali otot-otot untuk membantu tubuh pulih kembali.

Susu coklat bebas lemak lebih efektif ketimbang cairan karbohidrat yang dirancang khusus untuk menambah energi.

Seperti dilansir dari Telegraph, Jumat (4/6/2010), hasil temuan ini telah dipublikasikan oleh James Madison University pada konferensi American College of Sports Medicine, di Seattle.

Minum susu coklat bebas lemak setelah latihan olahraga atau melakukan aktivitas yang mengeluarkan banyak energi, bisa membantu menyiapkan otot untuk melakukan pertandingan atau aktivitas berikutnya.

Kombinasi karbohidrat dan protein yang terkandung dalam susu coklat ditemukan dalam rasio yang paling menguntungkan dan paling cocok untuk memulihkan tenaga.

Seperti dilansir dari SawfNews, secara khusus peneliti menemukan keuntungan susu coklat, yaitu untuk:

1. Membangun otot kembali

Susu coklat bebas lemak lebih mampu meningkatkan sintesis protein otot rangka, yang berarti merupakan suatu tanda bahwa otot lebih mampu memperbaiki dan membangun kembali, dibanding minuman karbohidrat penambah energi dengan jumlah kalori yang sama.

2. Mengisi 'bahan bakar' otot yang habis

Studi menunjukkan bahwa susu coklat memiliki campuran karbohidrat dan protein untuk membantu otot mengisi 'bahan bakar' yang habis, yaitu glikogen. Hal ini penting untuk memulihkan stamina dan otot. Protein dalam susu coklat bebas lemak juga membantu membangun otot tanpa lemak.

3. Mengurangi kerusakan otot

Atlet berisiko mengalami kerusakan otot setelah latihan dan melakukan aktivitas berat. Peneliti menemukan bahwa minum susu coklat bebas lemak setelah latihan dapat membantu mengurangi kerusakan otot tersebut.

4. Menggantikan cairan tubuh yang hilang

Susu coklat juga memberikan cairan rehidrasi dan elektrolit dalam tubuh, seperti potasium, kalsium dan magnesium yang hilang dalam keringat. Kedua cairan ini sangat diperlukan dalam rangka menjaga kondisi tubuh tetap sehat dan dapat menggantikan tenaga yang hilang setelah aktivitas berat.

(mer/ir)

http://health.detik.com/read/2010/06/04/161553/1370081/766/susu-coklat-lebih-manjur-dari-minuman-energi?993306755
Read On 0 comments

Burger Perbesar Risiko Asma

5:47:00 PM
Kamis, 03 Juni 2010 15:49 WIB

Penulis : Ikarowina Tarigan

ANAK-anak yang makan tiga atau lebih burger seminggu, menurut temuan peneliti, berisiko lebih besar menderita asma dan wheezing (bunyi yang timbul saat bernapas akibat penyempitan saluran pernapasan). Jadi, jangan manjakan lidah buah hati Anda dengan burger. Ajarilah anak mencintai buah dan sayuran.

Apa penyebabnya? Peneliti mengklaim bahwa risiko ekstra ini tidak hanya disebabkan oleh diet kaya daging saja. Tapi, kondisi ini juga dipicu oleh kurangnya buah dan sayuran segar.

"Buah dan sayuran mengandung antioksidan dan faktor-faktor biologi aktif lainnya. Kandungan ini berperan positif dalam mencegah asma," tutur Dr Gabriele Nagel dari Ulm University, di Jerman, seperti dikutip situs dailymail.co.uk, Kamis (3/6).

Studi yang mempelajari 50.000 anak dari 20 negara ini menemukan bahwa diet gaya Mediterania bisa mengurangi risiko asma pada generasi muda. Diet Mediterania menganjurkan banyak konsumsi buah, sayuran, gandum utuh, kacang-kacangan, ikan serta minyak zaitun.

Para orangtua dimintai keterangan mengenai kebiasaan makan anak mereka dan apakah anak pernah menderita asma atau wheezing.

Hasil menunjukkan, anak-anak yang makan diet kaya buah cenderung jarang mengeluhkan wheezing. Hal ini, menurut studi yang dipublikasikan di jurnal Thorax ini, berlaku pada anak dari negara miskin dan negara kaya. Sedang makan tiga atau lebih burger seminggu berkaitan dengan peningkatan risiko, khususnya di negara-negara kaya.

Akan tetapi, diet yang secara umum kaya daging tidak meningkatkan risiko. Hal ini membuat peneliti menyimpulkan adanya pengaruh faktor gaya hidup lainnya. (IK/OL-08)

http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2010/06/03/2666/2/Burger-Perbesar-Risiko-Asma
Read On 0 comments

Awas, Ada Ikan Pari Berformalin

5:47:00 PM
* Kamis, 3 Juni 2010 | 09:03 WIB

Beredar di Pasar Pabean

SURABAYA - SURYA- Para penggemar ikan pari alias pe perlu waspada. Sebab, ternyata ada juga pedagang yang menjual ikan pari busuk yang dicampur dengan asam klorida (HCL) dan formalin. Ini sangat berbahaya bagi kesehatan manusia.

Polisi baru menemukan ‘pabrik’ ikan pari berformalin ini di gubuk milik Ny Mardiyana, 45, di Tambak Wedi, Kenjeran. Gubuk pengasapan ikan ini digerebek anggota Idik V Reskrim Polwiltabes Surabaya, Rabu (2/6).

Dari lokasi penggerebekan, anak buah Kanit Idik V, AKP Hendri Umar menemukan 100 kilogram ikan pari busuk yang masih utuh. Ikan itu ditaruh di kubangan bak mandi. Selain itu, penyidik juga menemukan satu liter HCl, satu liter formalin, serta satu bak warna hijau. Ada juga 10 jeriken kosong ukuran 20 liter yang diduga dipakai menyimpan HCl dan formalin.

Saat digerebek, Ny Mardiyana dan lima karyawannya tidak berkutik. Karena mereka tengah mengasap ikan pe dan juga ada yang mencuci ikan dengan formalin dan HCl di bak plastik. Aktivitas itu langsung dihentikan polisi, karena barang yang dipakai mengolah ikan jenis pari itu sangat berbahaya bagi kesehatan manusia.

Dari lokasi gubuk bambu ukuran sekitar 4 x 3 meter yang berdiri di tanggul pantai Tambak Wedi bukan bau amis yang muncul. Justru bau busuk yang mendominasi. Terlihat ada ikan pari busuk seberat 100 kilogram sudah dikerubung lalat. Pada bagian bawah ikan itu keluar cairan pekat berbau busuk.

Kapolwiltabes Surabaya Kombes Pol Drs Ike Edwin yang datang ke lokasi bersama Kasat Reskrim AKBP Anom Wibowo dan Kapolres Surabaya Timur AKBP Samudi terpaksa mengenakan masker.

Tersangka Mardiyana yang bakal dijerat Pasal 55 Huruf b Jo Pasal 10 Ayat 1 UU RI/7/1996 tentang Pangan mengaku sudah setahun ini menjual ikan pari berformalin. Ikan pe busuk itu dibeli dari Pak Haji Rp 8.000/kg. Setelah dicuci dengan formalin dan HCl serta diasap, ikan itu dijual Rp 16.000/kg di Pasar Pabean. Setiap hari, tersangka bisa memproduksi 100 kg.

“Kalau ikan pe segar harganya Rp 10.000 dan harga di pasaran sama Rp 16.000,” tutur tersangka Mardiyana.

Tersangka mendapat ilmu mengawetkan dan memutuhkan ikan pari busuk dari Pak Haji selaku pemasok. HCl dipakai untuk memutihkan warna ikan dan mengeraskan daging. Karena daging yang busuk itu mudah mrotol. Sedang formalin untuk mengawetkan ikan.

Untuk proses produksi 100 kilogram ikan pari, tersangka mengaku mencampurkan 15 cc formalin, 15 cc HCl, ditambah 30 liter air. Namun, penyidik tidak langsung percaya dengan pengakuan tersangka. Karena di lokasi ada dua bak mandi ukuran sekitar 2 x 1 meter yang dipakai mencuci ikan.

Ikan yang baru dibeli tersangka langsung dimasukkan di ruang penjagalan. Tersangka kemudian menyuruh lima anak buahnya untuk mengeluarkan bagian dalam organ ikan. Setelah itu, ikan itu diiris-iris dan dimasukkan dalam bak. Ikan itu dicuci dengan campuran HCl dan formalin hingga kelihatan putih bersih. Selanjutnya, potongan ikan itu diasap hingga kelihatan menghitam untuk menghilangkan aroma busuk.

“Formalin dan HCl dipasok oleh Suyono,” tutur Mardiyana.

Kapolwiltabes Surabaya Kombes Pol Drs Ike Edwin menjelaskan, ikan pe panggang produk Ny Mardiyana sangat membahayakan konsumen. Pasalnya, cairan bahan kimia yang meresap di dalam ikan panggangan bisa membuat konsumen sakit kanker atau bisa menurunkan metabolisme tubuh. Selain itu bisa menimbulkan tenggorokan kering dan gatal-gatal. “Memang dalam jangka pendek tidak kelihatan tapi jangka panjangnya. Yang jelas, formalin itu untuk mengawetkan mayat,” ucapnya.

Kapolwiltabes memerintahkan seluruh jajaran untuk mendeteksi panggangan ikan. Selain itu, mantan Kasat Reskrim Polwiltabes Surabaya ini juga menyuruh mendeteksi tempat penggilingan pentol atau produksi tahu yang menggunakan formalin.

Perlu diketahui, formalin adalah nama dagang larutan formaldehid dalam air dengan kadar 30-40 persen. Di pasaran, formalin dapat diperoleh dalam bentuk sudah diencerkan, dengan kadar formaldehidnya 40, 30, 20 dan 10 persen serta dalam bentuk tablet yang beratnya masing-masing sekitar 5 gram.

Larutan formalin ini tidak berwarna dan baunya sangat menusuk. Di dalam formalin terkandung sekitar 37 persen formaldehid dalam air. Biasanya ditambahkan metanol hingga 15 persen sebagai pengawet.

Formalin biasa digunakan untuk membunuh kuman, membasmi lalat, bahan membuat sutra, zat pewarna, cermin kaca, dan bahan peledak. Selain itu juga untuk pengeras lapisan gelatin dan kertas, bahan pupuk urea, parfum, kosmetik, pengeras kuku, bahan pengawet mayat, dan lain-lain.

Dalam tubuh manusia, formalin akan bereaksi secara kimia dengan hampir semua zat di dalam sel sehingga menekan fungsi sel dan menyebabkan kematian sel yang berdampak pada keracunan tubuh. Formalin bisa menyebabkan iritasi lambung, alergi, bersifat karsinogenik (menyebabkan kanker), dan bersifat mutagen (menyebabkan perubahan fungsi sel/jaringan). Orang yang mengonsumsi dalam jumlah banyak akan muntah, diare bercampur darah, kencing bercampur darah, dan kematian yang disebabkan ada kegagalan peredaran darah.

Efek formalin bagi kesehatan manusia yang terlihat adalah iritasi, alergi, kemerahan, mata berair, mual, muntah, rasa terbakar, sakit perut, dan pusing. Dalam jangka panjang, formalin juga mengganggu pencernaan, hati, ginjal, pankreas, sistem saraf pusat, dan menstruasi.nmif

http://www.surya.co.id/2010/06/03/awas-ada-ikan-pari-berformalin.html
Read On 0 comments

Dinkes Imbau Warga Ubah Pola Hidup

5:47:00 PM
Selasa, 1 Juni 2010 - 14:01 WIB

SURABAYA (Pos Kota)- Pola hidup masyarakat dinilai masih kurang, terutama masalah kebersihan. Apalagi dalam beberapa pekan terakhir ini curah hujan cukup tinggi. Karena itu Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Dinkes Pemprov Jatim) mengimbau agar warga mengubah pola hidup.

Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur (Dinkes Pemprov Jatim) sebanyak 185 orang meninggal akibat gigitan nyamuk aides aigepty.

Kepala Dinkes Propinsi Jatim dr Puji Rahayu mengatakan, Tingkat kenaikan DBD di Jatim cukup tinggi. “Hingga bulan April 2010 ini, kita mencatat ada 18.631 penderita DBD, 185 diantaranya meninggal dunia. Jika kita membuka data kembali di tahun 2009 lalu hanya 144 jiwa yang meninggal. Artinya, ada peningkatan yang cukup tinggi,” ungkap dr Puji Rahyu, Selasa, (1/6).

DBD disebabkan oleh sejumlah faktor. Diantaranya, cuaca atau iklim yang tidak menentu, dan juga kurangnya kesadaran masyarakat tentang pola hidup bersih. “Pengaruh cuaca seperti curah hujan yang terjadi beberapa bulan ini sangat berpengaruh, sehingga menimbulkan genangan air. Kesadaran masyarakat masih sangat rendah,” ujarnya.

http://www.poskota.co.id/gaya-hidup/2010/06/01/dinkes-imbau-warga-ubah-pola-hidup
Read On 0 comments

Datangkan Enam Mesin, PLN Palangkaraya Janji Tak Ada Pemadaman

5:47:00 PM
Kamis, 03 Juni 2010 | 15:58 WIB

TEMPO Interaktif, Palangkaraya - Sudah hampir sepekan ini warga Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah meresahkan terjadinya pemadaman bergilir yang terjadi hampir selama lima jam sehari, baik siang ataupun malam.

Pihak Perusahan Listrik Negara Palangkaraya menjanjikan pada akhir Juni 2010 pemadaman sudah tidak terjadi lagi, setelah tuntasnya perakitan enam unit mesin genset berkuatan 6 Megawatt (MW) yang dipasang di Pusat Listrik tenaga Diesel (PLTD) Kahayan, di Jalan Cilik Riwut KM. 7, Palangkaraya.

Hal itu diungkapkan Manager PLN Cabang Palangkaraya, Taufik Eko Mardiyanto kepada wartawan saat mendampingi inspeksi mendadak Gubernur Kalteng, A. Teras Narang, Kamis(3/6).

Dijelaskannya untuk Kalteng saat ini defisit listriknya mencapai 3 MW. Dan untuk mengatasinya, saat ini sedang dilakukan pemasangan enam unit mesin diesel berkekuatan total 6 MW. Kemudian pada pertengan Juni ini ada tambahan 6 unit mesin genset lagi .

Selain itu jelas Taufik, ada tambahan mesin genset lagi dengan daya 10 MW. "Dimana saat saat ini masih dalam proses tender," katanya.. “Dengan tambahan mesin ini diharapkan tidak ada lagi pemadaman bergilir di Palangkaraya paling lambat pada akhir bulan Juni mendatang. Karena 6 unit mesin yang sedang dirakit itu besok (Jumat,4/6) sudah mulai dihidupkan (running).”

Dijelaskannya, pemadaman bergilir selama sepekan yang terjadi di Palangkaraya diakibatkan karena adanya adanya kerusakan satu unit mesin di pembangkit Asam-asam, Banjarmasin (Kalsel).

“Sekarang unit yang rusak itu masih dalam rangka pemulihan. Dan sejak kemarin sudah berkurang pemadaman dan harapan kita kedepannya tidak ada gangguan baik di Kalsel atau kalteng,” katanya.

Sementara itu Gubernur Teras Narang berharap agar PLN benar-benar mereralisasi apa yang diminta masyarakat untuk tidak melakukan pemadaman.

“Karena bila terjadi pemadaman secara ekonomi masyarakat juga rugi dan dunia investasi juga akan bergerak lamban di Kalteng,” jelasnya.

KARANA W

http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa_lainnya/2010/06/03/brk,20100603-252536,id.html
Read On 0 comments

Masa Depan Migas Aceh

5:47:00 PM
Thu, Jun 3rd 2010, 09:20

(Dalam Perspektif UU PA)

Ridwan Nyak Baik - Opini

ACEH dikenal sebagai daerah modal bagi Indonesia, namun kini hanya ada dalam ucapan dan catatan sejarah. Ketertinggalan Aceh dari daerah-daerah lain karena konflik yang berkepanjangan secara laten telah menyengsarakan masyarakat. Keterbelakangan itu bertambah lengkap dengan kehancuran Aceh akibat hantaman gempa bumi dan tsunami 26 Desember 2004.

Bencana alam yang amat dahsyat tersebut telah menghentak perhatian seluruh penjuru dunia. Aceh yang semula secara politik merupakan daerah tertutup, menjadi terbuka pascabencana. Atas prakarsa dan fasilitator mantan Presiden Finlandia, Martti Ahtisaari, bertempat di Helsinki pada 15 Agustus 2005 ditandatangani naskah perdamaian antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Perdamaian ini menjadi titik tolak untuk kita berangkat ke masa depan Aceh yang bermartabat, aman, damai dan sejahtera.

Tapi sebaliknya, di sisi lain kesempatan baik dan bersejarah tersebut akan lewat tanpa makna apa-apa, jika semua aktor dan pemangku kepentingan tidak tulus mengimplementasikan butir-butir yang telah disepakati dalam MoU Helsinki.

Dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA) sebagai bagian terpenting dari tindak lanjut hasil perdamaian Helsinki maka rekonstruksi Aceh secara menyeluruh serta perjalanannya ke depan dalam mengejar ketertinggalan harus dijalankan sesuai koridor UUPA dimaksud, termasuk pengolaan serta pengusahaan sumber daya alam minyak dan gas bumi (Migas) yang terkandung dalam perut Aceh.

Tapi apa yang terjadi, niat Aceh untuk segera berlari pasca konflik dan tsunami serasa masih mimpi. Sebab hampir lima tahun UUPA dinyatakan berlaku Peraturan Pemerintah yang mengatur pelaksanaan undang-undang tersebut, khususnya yang terkait dengan pengusahaan Migas di Aceh hingga kini belum terbit. Padahal Pasal 160 dan 161 UUPA dengan gamblang mewasiatkan bahwa pengelolaan Migas di Aceh dilakukan bersama antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh.

Koridor yang diberikan UUPA tentang pengelolaan sumber daya alam Migas Aceh, kiranya perlu kita dalami lebih lanjut seberapa jauh pergeseran hakikat mineral right dan manajemen pengawasan mining right yang dalam perspektif UU No. 22/2001 tentang Migas sepenuhnya masuk ranah Pemerintah Pusat akan bergeser ke wilayah “pengelolaan bersama” antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Aceh. Pergeseran peran pengelolaan ini seyogianya terakomodir dalam klausul-klausul Peraturan Pemerintah (PP) tentang pengusahaan Migas Aceh sehingga roh dan substansi materi, baik tersurat maupun tersirat dalam pasal-pasal yang dikandung UUPA implementatif di lapangan demi memacu peningkatan kesejahteraan dan lajunya pembangunan Aceh yang sudah 30 tahun tertinggal dari saudara-saudaranya di daerah lain.

Melihat kemajuan penyiapan PP turunan UUPA sebagai landasan hukum yang akan memberi arah penataan ulang perjalanan Aceh ke depan, terkesan lamban kita patut prihatin berat. Karena tanpa PP maka untaian kata dan kalimat indah, sarat harap serta menjanjikan kondisi Aceh ke depan yang dikandung UUPA tak akan terealisasi. Artinya, apa yang tertera dalam UUPA semacam kata mutiara, melegakan ketika dibaca namun tidak pernah terwujud di alam nyata.

Blok-A
Sejak zaman Belanda kekayaan Migas Aceh telah diproduksi namun bukan untuk kesejahteraan anak bangsa yang berdomisili di bumi Iskandar Muda. Di antara daerah pesisir barat bibir Selat Malaka yang sudah terbukti kaya Migas dan masih tersisa adalah Blok-A, berlokasi mulai dari Kuala Langsa hingga Tualang Cut. Blok-A saat ini dikelola oleh konsorsium Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) terdiri dari PT. Medco Malaka (sekaligus bertindak selaku operator), Primer Oil, dan Japex yang bekerja atas dasar Kontrak Kerja Sama (KKS) dengan Pemerintah Pusat berdasarkan UU No. 22/2001 tentang Migas dan PP No. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Migas.

Kontrak Blok-A yang saat ini masih ditangan PT. Medco E&P Indonesia dan mitranya, akan berakhir pada 31 Agustus 2011. Berhubung kontrak tersebut ditandatangani sebelum berlakunya UUPA maka peran Pemerintah Aceh dalam pengusahaan dan pengelolaan Blok-A tidak ada sama sekali. Oleh karena itu, seiring dengan berlakunya UUPA pada 2006 maka seharusnya Pemerintah Aceh menjalankan kebijakan perpanjangan kontrak Blok-A dalam 2 skenario.

Pertama, semaksimal mungkin mendorong pusat untuk mempercepat penerbitan PP Migas Aceh yang merupakan penjabaran dari UUPA, dan perpanjangan Blok-A berlangsung berdasarkan PP tersebut bukan dalam koridor PP No. 34/2005.

Kedua, dalam hal PP Migas Aceh belum terbit maka seharusnya Pemerintah dan DPR Aceh menangguhkan perpanjangan Blok-A setelah 31 Agustus 2011. Pertimbangan alternatif kedua adalah, ketika kontrak lama putus pada 31 Agustus 2011 maka perpanjangan selanjutnya berlangsung dalam landasan UUPA, yakni pengusahaan dan pengelolaan sumberdaya alam Migas dikelola bersama antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh. Dengan pengelolaan bersama dimaksud maka peran Pemerintah Aceh dalam mengontrol semua aktifitas sektor hulu pengusahaan Migas di wilayah Aceh mulai dari fase survai awal, eksplorasi, eksploitasi, produksi, dan lain-lain sebagainya menjadi lebih menentukan, aweuk ka geutanyou mat sama-sama kon le bak jarou pusat semata.

Harian Serambi, edisi Selasa (18/5) pada Rubrik Ekonomi, halaman 15 menurunkan persetujuan Ketua DPRA, Hasbi Abdullah terkait dengan perpanjangan kontrak kerjasama PT Medco E&P Indonesia di Blok-A, Aceh Timur dengan catatan tidak merugikan rakyat Aceh dan Medco diminta untuk mengikuti PP Migas yang baru (Aceh) bila PP tersebut sudah terbit. Sungguh pernyataan persetujuan ini, meski hati-hati agar keuntungan rakyat Aceh terungkap ke permukaan namun tetap terkesan ambivalennya. Sebab, bagaimana suatu keputusan sekarang dalam perspektif UU No.22/2001 tentang Migas dan PP No. 34/2005 tentang Kegiatan Hulu Migas sebagai leg generalis di tautkan pelaksanaannya dengan PP Migas Aceh yang pasal dan ayat tersurat belum jelas meski rancangannya sebagai turunan dari UUPA berupa lexs specialis, sudah dibahas di tingkat pusat.

Ketika setiap kebijakan terkait pengelolaan Migas Aceh tidak diputuskan dengan menggunakan landasan hukum yang mengacu pada UUPA dan PP turunannya maka cerita lama yang terjadi sejak zaman Belanda akan kembali mengemuka. Bahwa rakyat Aceh akan tetap menjadi penonton dari derak gerak mesin pompa yang menguras sumur-sumur Migas tanah Iskandar Muda. Kalau, toh ingin diperpanjang kenapa tidak menunggu sebentar lagi hingga September 2011 sambil mengevaluasi kinerja operator Blok-A selama ini. Logisnya, persetujuan perpanjangan diberikan setelah KKKS yang mengelola Blok-A selama 5 tahun terakhir dinilai kinerja dan reputasinya. Semoga apa yang disampaikan oleh Ketua DPR Aceh di atas hanya baru sebatas wacana.

Maka jika kita hendak mengangkat marwah dalam pengelolaan Migas Aceh, tidak ada lain kata kecuali melakukannya dalam perspektif UUPA. Dengan demikian aweuk geutanyoe mat bersama, demi sebesar-besarnya manfaat bagi upaya menyejahterakan rakyat Aceh yang selama ini terpuruk akibat perang dan bencana. Semoga!

* Penulis adalah Mahasiswa S3 Perencanaan Wilayah, Pascasarjana USU, Medan.

http://www.serambinews.com/news/view/31994/masa-depan-migas-aceh
Read On 0 comments

RSBI Dimanjakan, Non-RSBI “Dimatikan”?

5:47:00 PM
* Kamis, 3 Juni 2010 | 15:09 WIB

JAKARTA - SURYA - Pernyataan Wakil Presiden Boediono untuk menutup sekolah-sekolah yang dianggapnya tidak mampu memenuhi standar dinilai semakin tidak berpihak pada kebutuhan masyarakat kecil akan pendidikan.

Dari sini kita melihat, sebetulnya negara telah gagal memberikan layanan pendidikan pada semua warga negaranya. Kontras dengan RSBI/SBI.
Ade Irawan

Demikian ditegaskan Koordinator ICW Bidang Pendidikan kepada Kompas.com di Jakarta, Kamis (3/6/2010). Menurut dia, pernyataan Wapres itu sangat kontras dibandingkan dengan tekad kuat pemerintah mengembangkan sekolah-sekolah publik menjadi rintisan sekolah berstandar internasional (RSBI)/sekolah berstandar internasional (SBI).

Diberitakan sebelumnya dalam dialog dengan komunitas pendidikan se-Yogyakarta di SMA Negeri Teladan I di Yogyakarta, Rabu (2/6/2010), Wapres menyatakan, berdasarkan pemetaan hasil ujian nasional (UN), sekolah-sekolah yang belum memenuhi standar akan dibantu. Namun, jika sudah berkali-kali dibantu, tetapi masih belum bisa memperbaiki diri dan tetap jelek, lebih baik sekolah tersebut ditutup.

“Dari sini kita melihat, bahwa sebetulnya negara justeru telah gagal memberikan layanan pendidikan pada semua warga negaranya. Jelas, ini kontras sekali dengan rencana-rencana pemerintah pada RSBI atau SBI,” kata Ade.

Ade menambahkan, pemerintah terlihat semakin mendorong pendidikan nasional mengarah pada area privatisasi. Sekolah-sekolah publik atau negeri berstatus RSBI yang sudah bagus fasilitasnya justeru seolah dimanjakan dengan diberi dana pembinaan lebih besar ketimbang sekolah publik non-RSBI.

“Istilahnya, sekolah negeri yang sudah sekarat malah dimatikan. Bukan apa-apa, yang di sekolah-sekolah non-RSBI itu kan kebanyakan orang miskin atau menengah ke bawah,” ujar Ade.

latief/kcm

http://www.surya.co.id/2010/06/03/rsbi-dimanjakan-non-rsbi-dimatikan.html
Read On 0 comments

Pemkot Akan Buat Perda Kantong Plastik

5:47:00 PM
Kamis, 3 Juni 2010 | 15:04 WIB

* Tahun Depan Bisa Dibahas Dewan

BANDUNG, TRIBUN- Pemerintah Kota Bandung mewacanakan pembuatan peraturan daerah (perda) mengenai pengggunaan kantong plastik. Rencananya, Pemkot akan memasukkan aturan larangan penggunaan kantong plastik di toko-toko pakaian dan factory outlet.

Wali Kota Bandung Dada Rosada mengungkapkan, rencana pembuatan perda mengenai kantong plastik tersebut akan dibahas lebih detail oleh pihak pemkot. Pihaknya berharap dengan adanya perda tersebut penggunaan plastik dapat diminimalisasi.

"Alasannya karena plastik itu sampah yang paling susah terurai. Kalau nanti ada perda larangan penggunaan plastik jadi sampah yang tidak terurai akan berkurang," kata Dada usai melakukan launching Bandung Green & Clean (BGC) di Taman Pramuka, Jalan LL RE Martadinata, Kota Bandung, Kamis (3/6).

Pemkot Bandung, kata Dada, juga akan tetap memperhatikan iklim usaha para pengusaha plastik yang ada di Kota Bandung. Oleh karena itu, pelarangan tidak akan dilakukans secara total. Pemkot masih akan mempertimbangkan jenis usaha apa akan dilarang menggunakan plastik.

Ketua DPRD Kota Bandung, Erwan Setiawan mengatakan, pihaknya setuju dengan rencana pembatasan penggunaan kantong plastik oleh Pemkot Bandung. Pihaknya juga siap melakukan pembahasan lebih mendalam terhadap lembaran kota (LK) yang nantinya diajukan pihak eksekutif ke legislatif.

Erwan menilai, rencana pembuatan perda tersebut merupakan upaya tepat pemkot dalam rangka menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, selain pembatasan kantong plastik, beberapa permasalahan lain yang menyangkut lingkungan hidup juga layak untuk diatur melalui perda. (*)

http://tribunjabar.co.id/read/artikel/22697/pemkot-akan-buat-perda-kantong-plastik
Read On 0 comments

Bayi Hydrocephalus Perlu Bantuan

5:47:00 PM
02/06/2010 10:13 | Hydrocephalus

Arif Nur

* Tiap Hari Kepala Willy Kian Membesar

Liputan6.com, Blora: Sungguh malang nasib Muhammad Lukman Hakim. Bayi berusia setahun itu mengalami hydrocephalus atau pembesaran di bagian kepala. Hidupnya kini tergantung pada selang yang menempel di tengkorak kepala. "Kami pasrah. Tidak tahu harus bagaimana lagi," kata Siti, ibu Lukman ketika ditemui di rumahnya di Tunjungan, Blora, Jawa Tengah, baru-baru ini.

Menurut Siti, selang di kepala Lukman sengaja ditanam tim dokter sejak setahun silam. Selang ini dianggap sebagai satu-satunya cara Lukman bertahan hidup dan melawan penyakit hydrocephalus.

Penderitaan Lukman tak luput dari kemiskinan yang dialami Siti dan keluarga. Sebagai buruh tani, Siti tak mampu mencukupi kebutuhan gizi lukman sejak masih dalam kandungan. Ini membuat Lukman mengalami pembengkakan di bagian kepala sejak di dalam kandungan. "Saat itu posisi anak saya terbalik atau sungsang," tambah Siti.

Ironisnya, saat itu ayah Lukman, Yanto, pergi meninggalkan Siti dan anaknya. Dia tak sanggup melihat kenyataan pahit saat melihat kondisi Lukman. Yanto memilih pergi daripada mengakui Lukman sebagai anak.

Siti menambahkan, sebenarnya Siti pernah menjalani perawatan di rumah sakit. Namun, keluarga tak sanggup membiayai sehingga akhirnya Lukman kembali dibawa pulang ke rumah. Saat ini, Lukman tinggal di rumah neneknya dengan kondisi kepala yang semakin hari kian membesar. "Saya benar-benar pasrah," ujar Siti, sedih.(ULF)

http://kesehatan.liputan6.com/berita/201006/279768/Bayi.Hydrocephalus.Perlu.Bantuan
Read On 0 comments

PLN Tambah Daya 19 Ribu MW

5:47:00 PM
KAMIS, 03 JUNI 2010 | 01:34 WITA

JAKARTA -- Dalam kurun 2010 hingga 2014, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menargetkan tambahan kapasitas sebesar 19.167 megawatt (MW) pada sistem kelistrikan nasional. Semuanya berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbahan bakar batubara.

"Dari kapasitas tersebut, sejumlah 13.725 MW berasal dari PLTU baru yang dibangun di Pulau Jawa dan Bali, kemudian 3.516 MW di Sumatera, dan 1.926 MW di pulau lainnya," ujar Direktur Energi Primer PT PLN, Nur Pamudji dalam keterangan tertulisnya kemarin. Oleh karena itu pihaknya mengajak para stakeholder untuk turut berpartisipasi.

Hingga saat ini, lanjut Nur Pamudji, pembangunan pembangkit berbahan bakar batubara masih dominan di Indonesia, di samping pemanfaatan tenaga air, panas bumi dan gas alam untuk menghasilkan tenaga listrik.

"Kami harap bisa memperoleh masukan dari para stakeholder, antara lain bagaimana meng-upgrade batubara low-rank menjadi high-rank dan mengupayakan transportasi bahan bakar yang lebih efektif ke pembangkit," kata dia.

Dia memperkirakan konsumsi batubara pada tahun 2014 mencapai 95,3 juta ton atau naik 133,57 persen dibandingkan konsumsi batubara pada tahun ini yang sekitar 40,8 juta ton. "Pada tahun 2014, kebutuhan batubara untuk kelistrikan baik untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) milik PLN dan swasta (Independent Power Producer/IPP) sebesar 95,3 juta ton," ungkapnya.

Direktur Jenderal Mineral Batubara dan Panas bumi Kementerian ESDM, Bambang Setiawan mengatakan, peningkatan permintaan batubara dalam negeri didorong adanya Program Percepatan Pembangkit 10 ribu MW Tahap I dan Tahap II.

"Untuk Program Percepatan Tahap II sebagian akan memanfaatkan batubara lignit-rank atau LRC, sebagai bagian dari kebijakan pemanfaatan batubara kami," terangnya.

Dia memaparkan, porsi batubara dalam energy-mix diharapkan meningkat dari saat ini mencapai 18 persen menjadi 33 persen pada tahun 2025. Menurut Bambang proses gasifikasi dan pencairan batubara akan meningkatkan peran batubara dalam bauran energi untuk masa depan. "Pencairan batubara ini terutama akan menggunakan Low Rank Coal (LRC) yang jumlahnya saat ini cukup melimpah," kata dia.

Pengembangan semua jenis batubara merupakan salah satu point penting kebijakan batubara Indonesia, yang ditujukan untuk meningkatkan peran batubara dalam pemenuhan energi nasional serta menjamin pasokan batubara Indonesia jangka panjang.

"Secara umum, kebanyakan batubara kualitas ekspor adalah sub bituminus dan bituminus, sedangkan batubara low-rank sebagian besar untuk keperluan rumah tangga," lanjutnya.

Bambang menyampaikan komitmen Indonesia untuk tetap mengambil peran ganda, sebagai pemasok utama batubara ke pasar dunia sekaligus untuk memenuhi permintaan batubara dalam negeri. "Produksi batubara akan terus tumbuh, tidak hanya untuk batubara middle-rank dan high-rank tetapi terutama juga untuk batubara low-rank," jelasnya. (jpnn)

http://news.fajar.co.id/read/94501/45/pln-tambah-daya-19-ribu-mw
Read On 0 comments

Batuk Bandel Bisa Jadi Gejala Asma Pada Anak

5:47:00 PM
Kamis, 03/06/2010 14:56 WIB

Merry Wahyuningsih - detikHealth

Jakarta, Gejala asma tidak melulu napas sesak atau berbunyi ngik-ngik. Orangtua dan guru di sekolah harus jeli mengenali gejala asma pada anak, karena batuk yang membandel juga merupakan gejala asma.

Hal ini disampaikan oleh Dr Darmawan Budi Setyanto, SpA(K), dari Yayasan Penyantun Anak Asma Indonesia Suddhaprana & Pusat Asma Anak Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM, dalam acara seminar sehari bertajuk 'Peran Guru dalam Pengendalian Asma pada Anak Sekolah' di Aula FKUI, Jakarta, Kamis (3/6/2010).

Asma merupakan penyakit kronik (menahun) pada bronkus (saluran napas bawah), dengan gejala yang timbul berulang secara akut (mendadak) dan terjadi berulang-ulang. Asma juga merupakan salah satu penyakit turunan dan diketahui bahwa faktor ibu lebih kuat untuk menurunkan asma pada anak.

Menurut Dr Darmawan, asma pada anak tidak selalu memberi gejala sesak dan napas berbunyi ngik-ngik (mengi) seperti pada pasien dewasa. Seringkali gejala yang menonjol hanya batuk saja, tapi bukan batuk sembarang batuk, melainkan batuk yang membandel.

Pengertian batuk 'bandel' mencakup beberapa keadaan yang mirip, yaitu:

1. Batuk yang berlangsung lama, biasanya lebih dari 2 minggu
2. Sulit sembuhnya
3. Membaik sebentar kemudian kambuh lagi
4. Timbul berulang dalam selang waktu pendek


Batuk pada anak asma akan timbul jika si anak terpapar dengan faktor pencetus, yang dapat berupa:

1. Lingkungan rumah, seperti debu rumah, asap rokok, kapuk, atau bulu binatang
2. Makanan, seperti es, permen, coklat, kacang tanah, gorengan, snack gurih yang mengandung vetsin atau MSG
3. Faktor lain seperti selesma (infeksi saluran napas akut), aktivitas fisik berlebihan, kelelahan atau perubahan cuaca


"Batuk asma memiliki ciri lain, yaitu lebih berat pada malam hari atau dini hari, atau pada saat bangun tidur," ujar dokter speasialis anak yang juga ahli paru RSCM.

Dr Darmawan menambahkan, terkadang perbedaan intensitas batuk antara siang dan malam hari demikina ekstrim. Akibatnya, pada anak yang telah bersekolah akan mengantuk di sekolah atau bahkan bolos, dan orangtuanya mengantuk saat bekerja di kantor.

Inilah yang biasanya membuat prestasi anak asma menurun. Tapi gejala asma yang berat serta dampaknya terhadap prestasi di sekolah bisa diatasi, bila gejala asma pada anak dapat dikenali dengan baik serta penghindaran terhadap faktor pencetusnya.

Gejala lain asma pada anak yaitu:

1. Batuk berdahak, berulang, lama
2. Napas bunyi ngik-ngik
3. Napas cepat dan sesak
4. Sakit dada
5. Susah berkata-kata
6. Biru di sekitar mulut

(mer/ir)

http://health.detik.com/read/2010/06/03/145657/1369199/764/batuk-bandel-bisa-jadi-gejala-asma-pada-anak?l991101755
Read On 0 comments

Cintai Lingkungan dengan Kantong Ajaib

5:47:00 PM
Kamis, 3 Juni 2010 | 15:41 WIB

MAU mulai mengkompos? Kalimat itulah yang ditawarkan anak-anak muda dari Yayasan Pengembangan Biosains dan Bioteknolog (YPBB) dalam kampanye zerowaste dalam sebuah akun facebook mereka, belum lama ini. Beberapa jam setelah status FB itu terpampang tanggapan dari berbagai akun pun bermunculan. Banyak orang ternyata masih peduli dengan lingkungan.

DI akun facebook YPBB, tamu akun yang menerima undangan sebanyak 3.011 akun, sebanyak 2.198 belum menanggapi, 517 menolak, 225 menyatakan mungkin datang, dan 71 akun menyatakan akan hadir dalam acara Bikin (starter) TAKAKURA bareng.


Namun panitia sendiri sudah mempunyai target minimal 15 orang dengan masing-masing peserta dikenakan biaya sebesar Rp 35 ribu. Dan biaya peserta itu sesuai penjelasan panitia untuk penyediaan bahan penyusun Takakura seperti bahan-bahan starter, fasilitas pembuatan starter, file soft copy yang berisi manual penggunaan Takakura dan label penggunaan, skop kecil, stok sekam untuk bantalan sekam, serta snack dan makan siang.

"Kami beryukur peserta yang mendaftar lebih dari target minimal. Yang daftar 20 orang, tapi satu orang tidak hadir. Jumlah ini sangat ideal dengan kondisi tempat yang tidak terlalu besar dan panitia juga orangnya tidak banyak," Anil, Humas YPBB saat ditemui disela kegiatannya Bikin (starter) Takakura bareng di Kantor Detik Bandung Jalan Lombok 33, Sabtu (22/5) siang.

Meski jumlah peserta hanya 19 orang, lanjut Anil cukup mewakili untuk menjadikan para peserta itu sebagai pionir di daerahnya masing. Karena pesertanya cukup beragam, ada ibu rumah tangga, guru, mahasiswa, dan palajar.

Peran yang paling utama dalam pengelolaan sampah memang dibutuhkan kebijakan yang tepat dari pemerintah. Sebelum kebijakan itu dirasakan tepat, setiap keluarga dalam rumah tangga pun bisa berbuat sesuatu untuk mengurangi produksi sampah dari dalam rumah sendiri, serta menjadikannya bermanfaat. Salah satunya dengan cara menyimpan sampah organiknya pada kantong ajaib.

"Upaya pengurangan sampah dengan takakura itu, sesuai penelitinya mampu mengurangi sampah rumah tangga kita sebanyak 70 persen. Caranya cukup sederhana, hanya dua langkah yakni memisahkan dan memanfaatkan sampah," kata Dedi Supriyatna Staf Khusus Divisi Zero Waste YPBB saat ditemui Tribun seusai memberikan arahan Bikin (starter) Takakura bareng kepada peserta di Kantor Detik Bandung, Sabtu (22/5) siang.

Ditambahkan Dedi, komposting Takakura ini prinsipnya tidak jauh beda dengan biopori yang dibuat di halaman rumah. Keduanya berfungsi untuk membuat kompos dan bisa mengurangi volume sampah suatu komunitas. Bedanya hanya cara membuatnya, untuk Takakura dibutuhkan keranjang plastik berpori atau karung plastik atau keranjang bambu seperti tolombong. Lalu dibutuhkan kardus untuk menutup pinggiran dinding keranang, sekam dibungkus kain untuk alas bawah dan penutup atas keranjang sebelum ditutup lembaran kardus, serta bahan starternnya yang terdiri dari tanah gembur, bekatul, sekam dan air gula.

"Kalau biopori kan tinggal menggali lubang saja, dan tidak membutuhkan perhatian seperti Takakura," katanya.

Acara di kantor pemberitaan online Bandung itu cukup mengasyikan. Mereka bekerja sama serius tapi santai. Kelompok anak muda ini pun sudah merencanakan untuk acara selanjutnya yang difokuskan kepada pertemuan lanjutan untuk para pengguna takakura (baik lama maupun baru) berupa sharing dan konsultasi.

Titi, ibu rumah tangga yang menjadi peserta mengaku sangat tertarik karena ini merasa gelisah dengan kondisi lingkungan sekarang ini. Seperti soal sampah, masih banyak orang yang membuang sampah bukan pada tempatnya.
"Maka saat saya bertemu dengan kelompok anak-anak muda ini saat ada pameran di ITB, dan setelah diskusi banyak, saya jadi tertarik. Dan ini merupakan kegiatan ketiga kali yang saya ikuti," tutur warga Ciumbuleuit ini.

Peserta lainnya, Sidik warga Riung Bandung yang masih mahasiswa, juga merasa tertarik. "Meski baru ikut sekali, banyak hal baru saya dapat untuk lebih peduli lingkungan," ungkapnya. (dedy herdiana)

Sudah Ada Sejak Pertengahan 2007
TAKAKURA banyak dikenal orang sebagai keranjang sakti atau mungkin akan lebih enak lagi disebut si kantong ajaib. Karena Takakura adalah suatu alat pengomposan sampah organik untuk skala rumah tangga.

Bentuknya yang praktis, bersih dan tidak berbau, sehingga sangat aman digunakan di rumah. Keranjang ini disebut masyarakat sebagai keranjang sakti karena kemampuannya mengolah sampah organik sangat baik.

Keranjang Takakura dirancang untuk mengolah sampah organik di rumah tangga ini pertama kali dikenalkan berkat keberhasilan peniliti, Mr Koji Takakura yang penilitiannya pada tahun 2008. Ia merupakan utusan Jepang atas kerjasama antara KitakyushuSurabaya tentang mengelola sampah yang dimulai tahun 2001 sampai

2006. Selama itu Takakura dan timnya secara berkala datang ke Surabaya untuk melakukan penelitian dan melaksanakan hasil penelitian itu.Dalam penelitiannya , ia membiakkan bakteri tertentu yang "memakan" sampah organik tanpa menimbulkan bau dan tidak menimbulkan cairan. Ia pun menjadikan sampah rumah tangga. Kemudian sampah dipilah dan dibuat beberapa percobaan untuk menemukan bakteri yang sesuai untuk pengomposan tak berbau dan kering.

Jenis bakteri yang dikembangbiakkan oleh Takakura ini, kemudian dijadikan starter kit bagi keranjang Takakura. Hasil percobaan itu, Mr. Takakura menemukan keranjang yang disebut "Takakura Home Method" yang dilingkungan masyarakat lebih dikenal dengan nama keranjang sakti Takakura.Keberhasilan Mr. Takakura menemukan sistim kompos yang praktis tidak saja memberikan sumbangsih bagi teknologi penguraian sampah organik, tetapi juga menjadi inspirasi bagi pengelolaan sampah berbasis komunitas. (dedy herdiana/berbagai sumber)

http://tribunjabar.co.id/read/artikel/22707/cintai-lingkungan-dengan-kantong-ajaib
Read On 0 comments

Pasokan Listrik di Kalimantan Selatan dan Tengah Terganggu

5:47:00 PM
Senin, 31 Mei 2010 08:27 WIB

BANJARBARU--MI: Pembangkit Listrik Tenaga Uap Asam-Asam unit I milik PT PLN wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah mengalami kerusakan sehingga menyebabkan sebagian besar wilayah dua provinsi itu gelap gulita terkena pemadaman bergiliran.

Manajer PLTU Asam-Asam, Syahrizal Purba di Banjarbaru, Minggu (30/5) mengatakan, kerusakan yang terjadi pada salah satu unit pembangkit utama PLN yang berlokasi di Desa Asam-Asam Kecamatan Jorong, Tanah Laut itu berasal dari patahnya pipa pompa pendingin air (cooling water pump) yang posisinya berada empat meter di dalam tanah.

"Pipa pompa pendingin air PLTU Asam-Asam unit I diketahui patah pada Jum'at (28/5) tengah malam sehingga mengganggu operasional pembangkit dan tidak bisa memproduksi daya listrik," ujarnya.

Dijelaskan, pipa berdiameter 1,4 meter itu berfungsi sebagai pompa pendingin air yang membantu operasional PLTU dalam menghasilkan daya listrik sehingga jika mengalami gangguan maka operasional pembangkit terganggu.

Mengenai penyebab patahnya pipa berbahan "fiberglass" yang sudah berusia 11 tahun itu dikatakan, penyebabnya masih belum diketahui dan pihaknya terus berkonsentrasi memperbaiki kerusakan tersebut.

"Kami masih berkonsentrasi memperbaiki pipa yang patah itu teknisi diturunkan bekerja 24 jam penuh untuk memperbaiki kerusakan sehingga pemadaman akibat gangguan tidak berlangsung lama," ungkapnya.

Dikatakan, gangguan operasional terhadap salah satu pembangkit itu menyebabkan PLN kehilangan daya listrik 60 Mega Watt dari total daya listrik yang dihasilkan dua unit PLTU sebesar 2 X 65 Mega Watt.

Dengan begitu sebagian besar wilayah Provinsi Kalsel dan Kalteng mengalami pemadaman bergiliran dan belum bisa diprediksi kapan berakhir sebelum kerusakan tersebut diperbaiki.

Pejabat Humas PT PLN Wilayah Kalselteng, Anggraini saat dihubungi terpisah mengatakan, kerusakan PLTU Asam-Asam unit I itu membuat sistem kelistrikan yang dialirkan ke pembangkit Sektor Barito mengalami gangguan.

Pembangkit Sektor Barito yang berlokasi di Kelurahan Pelambuan Kota Banjarmasin mendistribusikan daya listrik bagi pelanggan yang tersebar di seluruh wilayah Kalsel dan sebagian Provinsi Kalteng.Â

"Sebagian besar wilayah Provinsi Kalsel kecuali Kabupaten Kotabaru dan sebagian wilayah Kabupaten Tanah Bumbu terkena pemadaman bergiliran akibat gangguan pembangkit tersebut," ujar Anggraini.

Sedangkan wilayah Provinsi Kalteng, kata dia, juga terkena pemadaman bergiliran kecuali Kota Palangkaraya, Muara Teweh dan Buntok yang tidak terkena pemadaman karena listriknya disuplai pembangkit tersendiri.

Ditambahkan, pihaknya belum bisa memastikan berapa lama pemadaman listrik bergilir itu berlangsung kecuali perbaikan pipa yang patah bisa dilakukan secepatnya sehingga operasional PLTU Asam-Asam unit I bisa kembali normal.

"Intinya selama pipa yang patah itu belum diperbaiki maka operasional PLTU Asam-Asam unit I terganggu sehingga tidak bisa menghasilkan daya listrik namun kami tetap berupaya maksimal memperbaiki kerusakan mudah-mudahan dalam dua tiga hari ke depan kondisinya bisa normal dan pemadaman bergilir berakhir," katanya. (Ant/OL-03)

http://www.mediaindonesia.com/read/2010/05/05/145999/127/101/Pasokan-Listrik-di-Kalimantan-Selatan-dan-Tengah-Terganggu
Read On 0 comments

Pertamina Stop Elpiji 3 Kg

5:47:00 PM
Kamis, 3 Juni 2010 | 07:49 WITA

* Ledakan Bisa Akibat Gesekan Pintu Rumah

Atas Permintaan Kementerian ESDM ; Diduga Ada Tabung Palsu yang Beredar ; Polisi Teliti 17 Kasus Ledakan Elpiji di Makassar ; Konversi Minyak Tanah ke Gas di 9 Daerah di Sulsel Dihentikan Sementara Mulai 1 Juni

Makassar, Tribun - PT Pertamina (Persero) menghentikan sementara pembagian tabung gas elpiji tiga kilogram kepada masyarakat yang bakal terkena program konversi minyak tanah ke gas elspiji mulai Selasa (1/6).

Informasi yang dihimpun Tribun dari beberapa agen elpiji di Makassar, Rabu (2/6), menyebutkan, mereka mendapat pengurangan pasokan dari Pertamina dalam dua hari terakhir.
Penghentian pembagian gas tersebut menyusul instruksi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI kepada Pertamina menyusul banyaknya kasus ledakan elpiji, termasuk di Makassar.
Manager Gas Domestik Region V Pertamina, R Zulfikar, yang ditemui di Makassar, kemarin, membenarkan adanya instruksi pelarangan sementara pembagian gas elipiji tiga kilogram kepada masyarakat.
Namun dia tak mau mengaitkan pelarangan pembagian tersebut terkait dengan maraknya kasus ledakan gas elpiji tersebut, termasuk di Makassar.
"Kalau soal itu, saya tidak berkomentar. Tapi ini memang isntruksi dari kementerian ESDM dan BP Migas. Kita tetap melakukan sosialisasi kepada masyarakat atau konsumen soal bagaimana memelihara tabung gas dan perangkat selang regulaturnya agar tidak mudah meledak," jelasnya,
Sementara Kepala Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri, Cabang Makassar Kombes Polisi, Gatot Harun, yang ditemui terpisah, mengungkapkan, pihaknya sementara meneliti 17 kasus ledakan di Makassar yang terjadi sejak Januari lalu dengan korban tewas tiga orang.
Puslabfor sudah mengamankan sejumlah valve (yang menghubungkan antara tabung gas dan selang) yang diambil dari lokasi kejadian lalu dikirim ke Balai Besar Bahan Barang Teknik (B4T) di Bandung untuk ditelititi lebih lanjut.
Hasil penyelidikan inilah yang akan diserahkan ke Polda Sulsel untuk disidik dan kepada pihak Pertamina selaku lembaga yang menjual gas elpiji kepada masyarakat.
Kemungkinan Juli
Beberapa agen elipiji mengungkapkan, mereka mengalami pengurangan pasokan gas elpiji kemasan tiga kilogram dalam dua hari terakhir dengan alasan Pertamina tidak melakukan pengisian elpiji ke tabung tiga kilogram.
Khusus di Sulsel, hingga saat ini program konversi minyak tanah ke sudah rampung di 15 kabupaten/kota. Sementara sembilan kabupaten lainnya yang belum melaksanakan konversi, di antaranya, Pinrang, Luwu Timur, Luwu Utara, Tana Toraja, dan Toraja Utara.
Program di daerah ini akan dilaksanakan setelah instruksi kembali untuk menjalankan program tersebut. Zulfikar optimistis konversi bakal dilanjutkan, Juli mendatang.
"Tahun ini kita target konversi gas elpiji sebesar 330 ribu paket dan saat ini 205 ribu paket sudah terealisasi. Kita harapkan program ini dapat rampung dalan dua bulan ke depan," kata Zulfikae di dalam Orientasi Wartawan Migas 2010 di Hotel Banua Makassar.
Dikonfirmasi apakah penghentian tersebut terkait dengan maraknya ledakan gas elpiji sehingga terjadi penarikan paket tabung gas, Zulfikar membantah hal itu. Dia kembali menegaskan bahwa penghentian konversi tersebut murni karena instruksi dari kementerian ESDM dan BP Migas.
Pasokan Lancar
Zulfikar juga menambahkan bahwa tak akan terjadi kelangkaan gas elpiji di daerah-daerah. "Meski di awal bulan permintaan meningkat, namun pasokan gas tetap lancar, baik yang 12 kilogram maupun tiga kilogram. Kebutuhan gas elpiji di Sulsel pada kisaran 380 metrik ton (MT) hingga 400 MT," katanya.

Pemilik Toko Central Jaya, Jl cendrawasih No 375 C, Suriyanto juga mengatakan tak ada kelangkaan penyediaan gas. "Tak ada kelangkaan, semuanya lancar-lancar saja," katanya.
Sementara itu, menyusul peningkatan kebutuhan gas seiring dengan program konversi minyak tanah ke gas elpiji, juga direncanakan akan membangun Tangki Timbun di Sulsel berkapasitas 10 ribu MT.
Dikatakan, pembangunan tangki storage ini dimaksudkan memperkuat tempat penampungan bahan bakar gas di Sulsel yang saat ini hanya memiliki kapasitas 1.000 MT.
Palsu
Di Jakarta, PT Pertamina menyatakan tabung gas elpiji ukuran tiga kg dari PT Tabung Mas Mumi (TMM) terindikasi palsu.
Tabung gas yang diduga palsu dari distributor ini sudah beredar di masyarakat. Pertamina pun memutuskan tabung TMM tidak masuk dalam paket perdana konversi energi dari minyak tanah ke gas elpiji yang telah didistribusikan.
Bahkan ada sekitar 200 ribu tabung yang diduga palsu yang diedarkan. Namun tidak disebutkan di mana saja tabung tersebut diedarkan.
"Mereka (TMM) memang salah satu dari vendor yang menjadi pemasok tabung gas elpiji tiga kilogram untuk pengadaan tahun 2010, sebelumnya tidak pernah. Jadi sampai sekarang, kami masih belum menerima tabung dari produksi mereka," kata Vice President Communications Pertamina Basuki Trikora Putra.
Menurut dia, peredaran tabung di luar pengadaan paket konversi energi secara resmi sebelumnya masuk ke stasiun pengisian bahan bakar elpiji (SPBBE) sehingga kemudian beredar luas di masyarakat. (cr4/ali/mel)

mengapa elpiji meledak
* Terjadi kebocoran di bagian karet tabung atau di selang regulator
* Gas mengendap di bagian bawah/lantai karena lebih berat dari udara sekitar
* Gas tidak dapat keluar ruangan karena ventilasi bangunan berada di bagian atas
* Pemicu ledakan bisa hal sepele seperti gesekan pintu yang dibuka/tutup, alat elektronik di sekitar tabung, obat nyamuk, percikan api, dan lainnya

http://www.tribun-timur.com/read/artikel/108723/Pertamina-Stop-Elpiji-3-Kg
Read On 0 comments

Lima Desa di Pulau Sebuku Hilang akibat Aktivitas Tambang

5:47:00 PM
Kamis, 03 Juni 2010 15:10 WIB

Penulis : Denny Susanto

KOTABARU--MI: Lima desa di Pulau Sebuku, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan hilang akibat dampak ekspansi aktifitas pertambangan batu bara dan biji besi di wilayah terpencil tersebut.

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalimantan Selatan (Kalsel) Hegar Wahyu Hidayat, Kamis (3/6), mengatakan lima desa yang hilang itu semuanya berada dalam wilayah Kecamatan Pulau Sebuku.

"Kegiatan tambang di pulau kecil Pulau Sebuku selain telah merusak lingkungan juga menyebabkan hilangnya kawasan permukiman warga," katanya.

Kerusakan lingkungan yang sangat parah, ujarnya, terjadi setelah gencarnya eksploitasi batu bara sejak 1999 dan biji besi sejak 2007. Saat ini wilayah Kecamatan Pulau Sebuku yang memiliki luas 245,55 kilometer (km) persegi telah dikepung areal pertambangan.

Perusahaan tambang batu bara yang berada di wilayah itu adalah PT Bahari Cakrawala Sebuku yang menguasai luasan areal konsesi 18.000 hektare (ha) dan tiga perusahaan pertambangan biji besi grup PT Sebuku Iron Lateritic Ores (SILO) I, II dan III, dengan total luas kuasa pertambangan seluas 8.000 hektar lebih.

Selain dikuasai perusahaan pertambangan, di dalam Pulau Sebuku juga terdapat perusahaan perkebunan milik PT Minamas seluas ribuan hektare.

Ekspansi perusahaan pertambangan, membuat lima dari delapan desa di Pulau Sebuku kini hilang. "Desa-desa itu kini tinggal nama, sementara ribuan warga yang bermukim di sana terpaksa mengungsi ke daerah lain di Kabupaten Kotabaru," katanya.

Delapan desa yang semula ada di Kecamatan Pulau Sebuku meliputi Desa Kanibungan, Sungai Bali (ibukota), Rampa, Ujung, Sakaraman, Balambus, Mandiin dan Mirih. Namun sebagian besar desa-desa tersebut tinggal nama dan tidak berpenghuni. (DY/OL-01)

http://www.mediaindonesia.com/read/2010/06/03/146804/127/101/Lima-Desa-di-Pulau-Sebuku-Hilang-akibat-Aktivitas-Tambang
Read On 0 comments

40% perokok aktif alami gejala adiktif

5:47:00 PM
Thursday, 03 June 2010 11:31

JAKARTA - Guru Besar Farmakologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Amir Syarief, mengatakan sebanyak 40 persen dari perokok akan mengalami gejala adiktif atau tingkat kecanduan yang berbahaya.

"30 - 40 persen orang yang merokok akan jatuh dalam keadaan adiksi," katanya, tadi pagi.

Menurut Amir, jumlah itu jauh lebih besar dibanding tingkat resiko adiksi bagi peminum alkohol yaitu sekitar 15 persen. Tingkat "intoksikasi" (keracunan) zat nikotin yang terdapat dalam rokok bernilai dua (rendah), sedangkan tingkat "intoksikasi" alkohol adalah enam (tinggi).

Namun, lanjutnya, nikotin memiliki tingkat ketergantungan bernilai enam yang berarti tinggi. Amir mengemukakan, orang yang merokok akan mengakibatkan terdapatnya kadar nikotin dalam darah.

Selain itu, menurutnya, merokok juga bisa berpotensi mengakibatkan terjadinya abortus pada perempuan hamil dan penurunan produksi air susu ibu (ASI) bagi ibu-ibu menyusui.

Amir menerangkan, kadar hanya sebesar 1 - 2 miligram nikotin sudah bisa menimbulkan efek euforia yang dapat mengakibatkan kecanduan.

Amir mengingatkan di dalam rokok terdapat sekitar 60 karsinogen (penyebab penyakit kanker).

Sementara ketua Badan Khusus Pengendalian Tembakau Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Widyastuti Soerojo, mengemukakan UU Kesehatan yang diujimaterikan di MK sama sekali tidak mematikan hak atas penghidupan para petani tembakau.

"UU Kesehatan tidak mematikan hak atas hidup dan penghidupan para petani tembakau. Karenanya UU Kesehatan tidak bertentangan dengan UUD 1945," katanya.

Sebelumnya, ketua DPRD Temanggung, Bambang Soekarno, mengajukan permohonan uji materi untuk membatalkan Pasal 113 UU No 36/2009 tentang Kesehatan karena dinilai diskriminatif karena hanya mencantumkan tembakau sebagai satu-satunya contoh tanaman yang mengandung zat adiktif.

Selain itu, menurut Bambang, "ayat tembakau" dalam UU Kesehatan juga akan mengakibatkan kerugian bagi para petani tembakau dan cengkeh di Indonesia.

Editor: SATRIADI TANJUNG
(dat01/ann)

http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=119637:40-perokok-aktif-alami-gejala-adiktif&catid=77:fokusutama&Itemid=131
Read On 0 comments

Tidak Semua Daerah Pedulikan Jamkesmas

5:47:00 PM
2010-06-03

[JAKARTA] Pelaksanaan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) hingga saat ini masih menimbulkan berbagai persoalan di tengah masyarakat. Misalnya, keluhan warga miskin yang ditolak berobat, karena tidak memegang kartu jamkesmas sebagai bukti kepesertaan jamkesmas.
Warga miskin yang belum terdaftar sebagai peserta jamkesmas, menjadi tanggung jawab daerah dan pemanfaatannya harus meliputi semua jenis penyakit. Namun, kenyataannya tidak semua pemerintah daerah (pemda) mempunyai komitmen yang sama untuk melanjutkan program jaminan kesehatan yang mulai digulirkan sejak tahun 2006 lalu itu.
Menurut Kepala Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan Usman Sumantri baru-baru ini hal ini terjadi, karena tidak semua daerah memiliki kemampuan keuangan yang sama. Sebaliknya ada daerah yang memiliki kemampuan, tetapi mengurangi pemanfaatan dari jaminan.
Jaminan yang dicakup hanya untuk penyakit tertentu saja, sedangkan penyakit yang membutuhkan biaya mahal tidak ditanggung. Selain itu, tidak semua kepala daerah peduli soal data warga miskin yang masuk dalam kriteria sebagai penerima kartu jamkesmas. Disebutkan, kemungkinan manipulasi dan salah sasaran pemegang kartu jamkesmas bisa saja terjadi. “Tetapi sudah kita putuskan itu tanggung jawab daerah. Pusat tidak mengontrol, hanya sebatas memberikan standar dan norma, mereka yang berhak memutuskan berapa kuota dan siapa yang menerima,” katanya.

Rp 5 Triliun
Dia mengakui belum ada data yang pasti berapa jumlah warga miskin yang belum terlayani jamkesmas di daerah. Namun, kepesertaan yang dijamin di dalam jamkesmas ini sebanyak 76,4 juta jiwa, atau jumlah masyarakat miskin di Indonesia.
Dia menambahkan, total anggaran untuk jamkesmas tahun ini mencapai Rp 5 triliun, dengan jumlah iuran sebanyak Rp 5.500 per jiwa per bulan. Sedangkan, total pasien yang terlayani jamkesmas dalam 4-5 bulan terakhir berkisar antara 15 persen dari 76,4 juta jiwa, khusus untuk rawat jalan.
Sementara itu, Ketua Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Adang Bachtiar mengatakan, secara politik jumlah orang miskin sudah terlayani jamkesmas. Tetapi secara hitung-hitungan kemungkinan besar tidak semuanya.
Menurutnya, jamkesmas justru menimbulkan moral hazard. Di mana tidak mendidik orang untuk sadar tentang pentingnya kesehatan, tetapi mengajarkan untuk bergantung terus pada pemerintah. [D-13]

http://www.suarapembaruan.com/index.php?detail=News&id=18617
Read On 0 comments

Imbalan Dana Rp 50 Juta untuk Perempuan yang Tidak Aborsi

5:47:00 PM
Kamis, 03/06/2010 10:42 WIB

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth

Milan, Aborsi tidak pernah bisa dipandang hanya dari sisi norma dan agama, sebab aspek ekonomi kerap menjadi alasan untuk menggugurkan kandungan. Salah satu wilayah di Italia mencoba menekan tingkat aborsi dengan iming-iming uang tunai.

Dikutip dari BBC, Kamis (2/6/2010), pemicu tingginya tingkat aborsi di Italia adalah masalah ekonomi. Karena tidak mampu membesarkan anak dan memberikan biaya hidup banyak perempuan di Italia yang melakukan aborsi.

Melihat fenomena aborsi yang terus naik, Gubernur Lombardy, Roberto Formigoni akan memberi imbalan kepada ibu hamil yang tidak menggugurkan kandungan.

Imbalan tersebut berupa uang tunai senilai 4.500 euro, setara dengan 5.500 dolar AS atau sekitar Rp 50-51 juta. Untuk mendanai kebijakan tersbut, Formigoni telah menganggarkan 5 juta Euro atau 6,1 juta dolar AS.

Tentunya tidak semua wanita hamil bisa mendapat imbalan tersebut. Untuk mendapatkan haknya, ibu hamil harus membuktikan bahwa dirinya mengalami kesulitan ekonomi untuk menanggung biaya hidup bayinya selama 18 bulan sejak
melahirkan.

Dukungan atas kebijakan antiaborsi tersebut antara lain datang dari Keuskupan Italia. Melalui juru bicaranya, Gereja Katholik menilai setiap kebijakan pemerintah yang menghargai kehidupan harus diapresiasi.

Meskipun begitu, tak sedikit yang mencibir kebijakan tersebut. Media online Italia, La Repubblica menulis bahwa rencana itu hanya memberikan solusi jangka pendek selama 18 bulan. Padahal yang harus ditanggung seorang ibu adalah seumur hidup si anak.

Roberto Formigoni yang merupakan sekutu politik Perdana Menteri Silvio Berlusconi yang dikenal getol memerangi aborsi. Saat menjabat anggota parlemen Eropa tahun 1989, ia mengutuk pengguguran janin perempuan berusia 5 bulan karena didiagnosis mengalami kelainan genetik.

Di Italia aborsi telah dilegalkan sejak tahun 1978. Ketentuannya, usia kandungan tidak boleh melebihi 90 hari, atau 24 minggu jika secara medis nyawa ibu yang mengandungnya dalam bahaya.

Kebijakan ini disesuaikan pada tahun 1988. Ibu hamil hanya boleh menggugurkan kandungannya jika mendapat izin dari suaminya.

(up/ir)

http://health.detik.com/read/2010/06/03/104230/1368890/764/imbalan-dana-rp-50-juta-untuk-perempuan-yang-tidak-aborsi?l993306763
Read On 0 comments

Belum Ada Niat Pemerintah Tuntaskan Derita Korban Lapindo

5:47:00 PM
Minggu, 30 Mei 2010 - 6:11 WIB

JAKARTA (Pos Kota)- Tanggal 29 Mei ini tepat empat tahun semburan lumpur PT Lapindo Brantas dan ternyata belum ada tanda-tanda akan berhenti.

Hingga kini balum ada niat pemerintah untuk menuntaskan semburan dan derita rakyat akibat semburan yang berpusat di desa Renokenongo, Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, ini.

”Kasus Lapindo sebuah kasus yang menggambarkan permasalahan hukum di negeri ini. Di mana ada impunitas, artinya aman dari pelanggaran hukum. Tidak ada yang dimintai pertanggungjawabannya,” kata pengacara korban Lapindo, Taufik Basari di Jakarta, Sabtu, 29/5.

PERSELINGKUHAN POLITIK

Ia menduga ada perselingkuhan dari sisi politik, karena pada saat kasus itu bergulir, Grup Bakrie yang notabene milik Aburizal Bakrie (Ical), dahulu sempat duduk di tampuk kekuasaan menjadi Menko Kesra.

“Terlihat sekali ada konflik kepentingan di dalam tubuh pemerintah sendiri. Kebijakan bukan berada di sisi korban, tetapi melindungi Lapindo Brantas, ini kami duga tidak lepas dari peran Menko Kesra saat itu,” kata Basari

Sempat muncul muncul, lanjut Basari, ketika Ical tidak ada di pemerintahan. Namun, ternyata tidak ada yang signifikan. Tidak tindakan nyata ada yang dijalankan untuk kepentingan korban.

“Terlihat, ada kesan pemerintah melepaskan tanggung jawab,” tandasnya.Ia yakin, sesuai hasil penelitian yang diyakininya benar, tragedi lumpur Lapindo itu muncul karena insiden kecelakaan pengeboran. “Tetapi, pada perjalanan waktu, persoalan hukum perdata maupun pidana, ternyata korban dikalahkan.”

Anehnya lagi, lanjutnya, Kejagung malah kemudian menyebut kecelakaan bukan karena pengeboran, sehingga di SP3, demikian pula Polda Jatim yang kalah dengan tekanan tersebut. Kita duga ini ada indikasi praktek mafia hukum,” ungkapnya.

(winoto/g)

http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2010/05/30/belum-ada-niat-pemerintah-tuntaskan-derita-korban-lapindo
Read On 0 comments

About Me

My Photo
Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa.

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

There was an error in this gadget

Recent Posts