24/06/2009 - 22:03
INILAH.COM, Jakarta - Berbicara soal laptop, terdapat dua kategori di pasaran yakni netbook dan notebook. Umumnya konsumen merasa keduanya tak ada bedanya. Namun penelitian terbaru mendapati banyak yang kecewa dengan netbook.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan perusahaan riset terkemuka NPD, konsumen masih dibingungkan dengan fungsi netbook dan netbook. Dalam laporan bertajuk Netbooks II: A Closer Look, 60% konsumen yang membeli netbook berasumsi fungsi netbook bakal sama dengan notebook.
Walhasil hanya 58% yang mengaku puas dengan netbook yang terlanjur telah dibeli. Sementara 70% konsumen mengaku memang sudah berencana memilih netbook sejak awal. Tingkat kepuasan ini makin sulit diperoleh pada pengguna berusia 18 hingga 24 tahun, padahal merekalah target pemasaran utama netbook.
Konsumen dengan range usia 18-24, sebanyak 65% berharap netbook yang telah dibeli memiliki performa lebih baik. Hanya 27% yang mengatakan netbook mereka bekerja lebih baik ketimbang yang diharapkan.
Lalu apa yang sebenarnya yang diinginkan konsumen? Salah satu faktor yang membuat netbook menarik adalah faktor portabililitas, mudah dibawa-bawa. Portabilitas selama ini menjadi kunci pemasaran netbook yang dipuja konsumen. Uniknya, 60% konsumen mengaku tak pernah membawa netbook mereka keluar rumah.
"Kami harus yakin konsumen membeli PC sesuai rencana mereka. Ada risiko kanibalisasi di pasar notebook yang bisa menjadi sebuah ancaman untuk sukses netbook," kata Wakil Kepala Divisi Analisa Industri di NPD, Stephen Baker.
Peritel dan pabrikan tak bisa terlalu memaksakan untuk meletakkan seluruh fungsi serta fitur umum PC dengan tujuan meyakinkan konsumen netbook bisa menggantikan notebook.
Mereka seharusnya mempromosikan apa yang selama ini menjadi andalan netbook, yakni mobilitas dan portabilitas. Pada akhirnya, konsumen tetap harus tahu apa yang mereka beli dan merasa puas karenanya.
Netbook kini telah banyak berubah dibandingkan saat pertama kali muncul. Ada perubahan dari sistem operasi Linux, hard drive kecil dan solid state, serta layar kecil menjadi sistem operasi Windows XP dengan hard drive notebook dan layar 10 inci. Tapi bagi beberapa orang, performa nerbook sudah lebih dari cukup.
Istilah netbook pertama kali dipopulerkan Intel pada 2008 untuk PC subnotebook dengan mikroprosesor Intel Atom. Kisaran harganya yang murah membuat netbook laris manis. Sehingga istilah itu digunakan untuk semua PC kecil dan portabel, tak peduli apapun hardwarenya. Popularitas netbook bermula di dataran Eropa dan akhirnya mendunia.
Subnotebook sendiri merupakan komputer laptop yang beratnya kurang dari dua kilogram. Demi mengurangi berat itulah subnotebook terkadang terpaksa mengurangi drive CD/DVD dan membuatnya menjadi aksesoris eksternal. Namun bagi yang memerlukannya, aksesoris tambahan itu malah menambah beban lebih banyak ketimbang drive internal.
Kemudian ada Mini Laptop portabel yang merupakan kategori lainnya. Debut tipe ini pertama kali muncul pada 2007. Beratnya tak lebih dari 1,5 kilogram dengan layar hanya tujuh hingga sembilan inci, tanpa drive optik. Pamor kelas ini tak lama karena muncul netbook dengan prosesor Intel. [E1]
http://www.inilah.com/berita/teknologi/2009/06/24/119754/konsumen-kecewa-pilih-netbook/

Post a Comment