Kamis, 02 Juli 2009 00:00 WIB
SELAMA ini kondisi mental ibu ketika mengandung kerap dikaitkan dengan tangis bayi yang berlebih. Namun, riset Dr Mijke P van den Berg, ahli psikiatri di Erasmus Medical Center, Rotterdam, Belanda, menunjukkan depresi yang dialami sang ayah juga bisa memicu hal itu.
Dalam studinya, tim van den Berg mengadakan survei terhadap kedua orang tua dari 4.426 bayi berusia dua bulan untuk mengetahui keberadaan gejala-gejala depresi. Tangis bayi dikategorikan eksesif bila terjadi lebih dari 3 jam per hari dalam lebih dari tiga hari dalam sepekan.
Hasil survei menunjukkan hanya 2,5% dari bayi-bayi itu yang masuk kategori menangis secara berlebihan. Temuan lainnya, orang tua yang mempunyai bayi yang kerap menangis berisiko 30% lebih besar mengalami depresi. Hal ini, kata van den Berg, bisa berhubungan dengan gen, depresi yang dialami sang ayah, atau secara tidak langsung berkaitan dengan faktor-faktor seperti tekanan dalam pernikahan, keluarga, atau ekonomi.(*/HealthDay News/X-5)
http://www.mediaindonesia.com/read/2009/07/07/83095/78/22/Depresi-Ayah-dan-Tangis-Bayi

Post a Comment