Selasa, 07 Juli 2009 16:41 WIB
JAKARTA--MI: Deputi Menko Kesra Bidang Kesehatan Emil Agustiono mengatakan tingkat kematian akibat serangan virus H1N1 dinilai rendah hanya 0,04 persen dari seribu orang yang terjangkit.
"Meskipun tingkat kematian sekitar 0,04 persen namun tingkat penularan virus H1N1 sangat cepat bahkan jauh lebih cepat dari virus H5N1 (virus flu burung). Bagi yang daya tahan tubuhnya lemah karena asma dan lain-lain hal ini bisa berakibat fatal," kata Emil di Jakarta, Selasa (7/7).
Saat ini virus tersebut telah merambah ke sekitar 124 negara dengan jumlah pasien sebanyak 89.921 orang dan 382 orang diantaranya telah meninggal dunia. Karena penularannya yang demikian cepat ke beberapa negara, badan kesehatan dunia (WHO) menetapkan virus ini sebagai pandemi. Masa inkubasi virus H1N1 tanpa gejala klinis dan baru bisa terdeteksi setelah 3-5 hari.
Menurut Emil, obat untuk menangani pasien yang terserang virus H1N1 di Indonesia cukup memadai dan sama dengan obat yang digunakan bagi pasien yang terserang virus flu burung. Ia menyatakan virus H1N1 bukan virus flu babi sebagaimana istilah yang digunakan selama ini.
"Virus yang mewabah sekarang bukan dari hewan babi ke manusia, tetapi malah sebaliknya dari manusia ke babi. Istilah yang digunakan selama ini keliru," kata Emil yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi Nasional Pengendalian Flu Burung dan Kesiapsiagaan Menghadapi Pandemi Influenza (FBPI) itu.
Ia menambahkan, pemerintah melalui Departemen Kesehatan belum bisa memastikan sudah berapa banyak warga Indonesia yang terjangkit virus H1N1, terkecuali setelah dirawat di rumah sakit yaitu sebanyak 20 orang. "Yang jadi problem sebelum orang masuk rumah sakit karena penyakit ini menular seperti fenomena gunung es yaitu tidak kelihatan di permukaan ternyata di bawahnya sudah banyak," jelas Emil.
Ia mengingatkan warga Indonesia yang akan berkunjung ke negara-negara yang sudah terjangkit virus H1N1 agar lebih berwaspada. Upaya penanggulangan kasus ini di Indonesia, katanya, yaitu dengan mengintensifkan ajakan kepada publik agar meningkatkan kewaspadaan dengan melibatkan organisasi kemasyarakatan dan lainnya.
"Peran serta pimpinan di daerah mulai dari gubernur, bupati, wali kota dan tokoh-tokoh masyarakat sangat penting dalam mengajak masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya penyebaran virus H1N1," katanya. (Ant/OL-06)
http://www.mediaindonesia.com/read/2009/07/07/84059/71/14/Tingkat-Kematian-Akibat-Flu-Babi-Rendah-

Post a Comment