Rabu, 16 Desember 2009 | 22:25 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta - Keterlambatan jadwal penerbangan paling banyak disebabkan oleh maskapai. Hal tersebut bisa disebabkan beberapa kendala seperti keterlambatan kru dan kerusakan pesawat. "Yang paling sering terjadi karena masalah teknis pesawat," kata Kepala Cabang PT Angkasa Pura II Soekarno-Hatta Haryanto ketika dihubungi Tempo, Rabu (16/12). Namun dia mengaku tidak hapal data keterlambatan maskapai.
Bandara Meski demikian Haryanto mengatakan, pihak imigrasi, Bea dan Cukai, dan pengelola bandar udara juga mempengaruhi keterlambatan jadwal. Misalnya antrean panjang untuk memperoleh fiskal dan dokumen imigrasi bagi penumpang penerbangan internasional. Bisa pula disebabkan antrean saat pemeriksaan dengan sinar X oleh petugas Angkasa Pura sebagai pengelola bandara.
Haryanto menjelaskan jadwal penerbangan dikategorikan delay jika terlambat lebih dari 15 menit. Namun ia menilai keterlambatan merupakan hal wajar dan terjadi di seluruh bandara dunia. "Dengan dinobatkan sebagai bandara paling tepat waktu nomor dua membuktikan Bandara Soekarno-Hatta lebih sedikit delay dibandingkan yang lain," katanya.
Forbes Traveler memilih Soekarno-Hatta sebagai bandara paling tepat waktu kedua setelah Haneda, Jepang. Tingkat ketepatan waktu keberangkatan di Soekarno-Hatta mencapai 89,2 persen dan kedatangan 84,2 persen. Bandara Haneda di Tokyo kembali menempati urutan pertama dengan rata-rata ketepatan waktu 91,4 persen.
Situs itu mencatat Soekarno-Hatta sebagai bandara yang paling pesat kemajuannya dalam hal ketepatan waktu. Tahun lalu bandara yang berlokasi di Cengkareng, Tangerang, Banten, ini hanya menempati urutan keenam. Statistik Forbes juga menunjukkan bahwa Bandara Soekarno-Hatta melayani setidaknya 32 juta penumpang tahun lalu.
DESY PAKPAHAN
http://www.tempointeraktif.com/hg/bisnis/2009/12/16/brk,20091216-214270,id.html

Post a Comment