Kamis, 17 Desember 2009
POSO - Produksi listrik dari proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMh) Sawidago di Kecamatan Pamona Utara hingga saat ini belum maksimal. Dari daya bersih 815 KW yang seharusnya diproduksi oleh proyek hibah Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi (LPE) Departemen Energi dan Sumberdaya Daya Mineral (ESDM) RI tahun 2008 itu, kini hanya mampu menghasilkan daya listrik sekitar 300 KW.
Kepala Dinas ESDM Poso Drs Arimuel Santo melalui Kabid Kelistrikan, Taslim Halide SH, mengatakan, seharusnya daya listrik yang diproduksi oleh proyek yang menghabiskan anggaran Rp17 miliar itu 815 Kw. Namun hingga kini baru sekitar 300 KW yang bisa diproduksi.
Taslim Halide meyakinkan bahwa proyek PLTMh Sawidago yang dikerja oleh perusahaan asal Bandung (PT Stabila) dan ditangani langsung oleh Dirjen LPR Departemen ESDM RI itu dikerjakan dengan kualitas baik. Menurut dia, minimnya daya mampu listrik yang diproduksi PLTMh Sawidago hanya dikarenakan faktor alam. Yakni turunnya debet air sungai tempat PLTMh dibangun. “Produksi daya mampu 300 KW karena sekarang lagi musim panas. Tapi kalau pas musim penghujan, daya mampu listrik yang diproduksi bisa naik 700-an Kw,” jelas dia.
Taslim Halide juga mengakui belum adanya MoU antara Pemkab Poso dengan PLN Ranting Poso. “MoU itu belum ada, tapi rancangan MoU sedang dalam proses pembuatan,” jelasnya.
Menurut Taslim, ada dua penyebeb yang menjadi alibi PLN belum berani membeli listrik PLTMh Sawidago. Pertama, karena Pemkab belum memiliki perusahaan daerah kelistrikan, dan kedua, belum diterbitkannya Sertifikat Laik Operasi (SLO) proyek PLTMh Sawidago oleh Departemen ESDM RI. “Kalau perusahaan daerah kelistrikan sementara diurus pembuatannya. Tapi kalau SLO menjadi wewenang Departemen ESDM,” tandasnya.(bud)
http://www.radarsulteng.com/berita/index.asp?Berita=Banjarbaru&id=61210

Post a Comment