Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke

Harga LNG Tangguh Masih Bisa Dinegosiasikan

2009-06-27

[JAKARTA] Pembeli LNG Tangguh, K-Power dan Posco, menyetujui harga gas bumi yang berasal dari Lapangan Tangguh ditinjau ulang pada masa yang akan datang. Comfort letter telah disampaikan kedua pembeli itu kepada Pemerintah Indonesia.

"Kan dulu harga LNG Tangguh ke Fujian dan Posko rendah, kemudian kami negosiasikan dengan Fujian, akhirnya bisa naik dan bisa dinegosiasikan lagi. Tiap empat tahun kami review lagi. Sekarang, Korea mengikuti atau menyesuaikan dengan Fujian," ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Purnomo Yusgiantoro di Jakarta, Jumat (26/6).

Dituturkan, pembeli Korea telah menyampaikan side letter bahwa mereka siap melakukan amendemen atau peninjauan harga mengikuti Fujian.

Dengan demikian, jika pemerintah berhasil melakukan negosiasi harga baru dengan Fujian, otomatis harga jual LNG ke Korea ikut berubah. Berbeda dengan Fujian, penyesuaian harga jual LNG ke Korea akan lebih fleksibel tidak harus empat tahun sekali.

Kontrak harga jual ke K-Power dan Posco, papar Purnomo, telah berhasil dinegosiasi ulang sampai ke tingkat harga minyak sebesar US$ 38 per barel. Harga jual LNG Tangguh ke K-Power dan Posco sebesar US$ 3,3 per MMBTU.

Sementara itu, mengenai renegosiasi kontrak harga jual LNG Tangguh ke Fujian, pemerintah masih terus mengupayakan kenaikan batas atas di atas harga minyak US$ 38 per barel.

Dikatakan Purnomo, mengingat kontrak ke Fujian merupakan kontrak jangka panjang, maka dimungkinkan adanya perubahan isi kontrak dengan persetujuan kedua belah pihak, antara lain peninjauan ulang har-ga gas bumi setiap empat tahun.

Pengamat perminyakan, Kurtubi mendesak pemerintah segera menyelesaikan negosiasi harga LNG Tangguh ke Fujian. Pasalnya, harga minyak sudah kembali bergerak naik ke level US$ 70 per barel.

"Renegosiasi harga LNG Tangguh harus diteruskan dan didorong, tidak boleh dihentikan. Publik perlu diberitahu kenapa tim renegosiasi hingga kini enggak ada hasil," ujarnya.

Menurutnya, potensi kerugian negara sangat besar karena harga minyak dunia akan terus naik dalam 25 tahun ke depan. Dengan harga minyak mentah US$ 70 per barel, saat ini LNG badak dijual ke Jepang sekitar US$ 9 per MMBTU. Sementara harga jual LNG Tangguh ke Fujian, Tiongkok hanya US$ 3,35 per MMBTU. "Lebih baik dialihkan untuk keperluan dalam negeri," katanya.

Jadwal pengapalan ekspor LNG Tangguh masih belum jelas. Dirjen Migas Evita Le-gowo mengatakan, 28 Juni lapangan gas Tangguh akan mulai berproduksi.

"Mulai produksi tanggal 28 Juni, itu baru masuk ke tangki penyimpanan, saya belum tahu kapan akan dikirim. Belum tahu pengapalannya kapan, karena tanker harus dicek keamanannya, persiapannya masih akan lama," ujar Evita.

Menteri Energi danß Sumber Daya Mineral akan melakukan sidak ke lapangan gas Tangguh untuk melihat sejauh mana persiapan produksi Tangguh.

"Mesti disiapkan dulu supaya cukup baik. Kami lihat juga apakah sistem sudah bekerja dengan cukup baik," kata Purnomo. [D-11]

http://www.suarapembaruan.com/index.php?detail=News&id=8846
0 comments:

Post a Comment

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

Recent Posts