Sabtu, 27 Juni 2009 | 04:17 WIB
Rembang, Kompas - Pembangkit Listrik Tenaga Uap Rembang siap dinyalakan (first firing) pada awal Juli 2009. Sesuai dengan jadwal, pembangkit ditargetkan dapat mulai beroperasi komersial pada September 2009.
Manajer Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Rembang Soeriarso pada hari Jumat (26/6) di Rembang, Jawa Te- ngah, mengemukakan bahwa pihaknya mulai melakukan pengadaan solar untuk persiapan first firing.
”Dari kebutuhan solar sebanyak 3.000 kiloliter, sudah masuk 1.500 kiloliter,” ujarnya.
PLTU Rembang 2 x 315 mega- watt berlokasi di Kecamatan Sluke, sekitar 20 kilometer Timur Kota Rembang. Pembangkit tersebut termasuk ke dalam proyek percepatan pembangkit berbahan bakar batu bara 10.000 megawatt.
PLTU Rembang dan PLTU Labuan ditargetkan dapat beroperasi pada tahun ini. Pembangkit tersebut mulai dibangun pada pertengahan 2007, dikerjakan oleh konsorsium perusahaan Malaysia, yaitu Zelan dan Tronoh yang bermitra dengan PT Priamanaya.
PLTU Rembang menggunakan mesin buatan Dong Fang, pabrikan asal China. Konstruksi PLTU Rembang unit 1 sudah mencapai 88 persen.
First firing merupakan tahap pertama uji operasi pembangkit. Setelah pembangkit dinyalakan, diikuti dengan pengetesan pipa-pipa penyalur uap ke turbin (steam blow out).
Steam blow out adalah tahap penting untuk memastikan bahwa uap yang masuk ke turbin bersih dari partikel yang bisa merusak.
Pasokan batu bara
Proses steam blow out sering mengundang protes warga karena suara keras dari uap panas yang dikeluarkan. Proses steam blow out akan berlangsung selama dua minggu.
Proses pengadaan batu bara menjadi tahap berikutnya. Menurut Soeriarso, pasokan batu bara akan mulai masuk pada minggu pertama dan pertengahan Juli 2009.
PLTU Rembang mendapat pasokan batu bara dari PT Arutmin Indonesia dan Titan Mining Energi. Kebutuhan batu bara pembangkit tersebut mencapai 2,1 juta ton per hari.
Secara terpisah, Kepala Sa- tuan Energi Primer PT Perusahaan Listrik Negara Nasri Sebayang mengemukakan bahwa PLTU Rembang ditargetkan mulai beroperasi secara ko- mersial (commercial operation date/COD) pada September 2009.
”Batu bara akan mulai disuplai tanggal 15 Juli 2009. Kami harapkan tidak ada kemunduran lagi agar pembangkit bisa beroperasi sesuai jadwal,” ujarnya. (DOT)
http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/06/27/04172481/pltu..rembang.siap.dinyalakan.awal.juli.2009.

Post a Comment