Thursday, July 02, 2009

Asma Tak Kunjung Sembuh

Senin, 29 Juni 2009 pukul 11:24:00

TANYA :

Assalamualaikum wr.wb. Dokter Handrawan Nadesul yang saya hormati, saya seorang lelaki berumur 34 tahun dan berat 80 kilogram, sejak kelas dua SMP saya terserang asma dan sampai sudah mencapai 20 tahun saya menderita asma dan belum sembuh-sembuh.

Obat asma sebagian diantaranya sudah saya hafal bahkan pihak apotik sudah mengenal dan tidak ragu mebeli obat yang saya minta, mulai dari obat dexa mitason, aminopilin, efedrin, asma soho, quibron, sabultamol dan beberapa obat asma lainnya.

Jika terserang asma minimal satu minggu sekali saya kena suntik, jika dalam keadaan sesak perawat langganan saya menyuntik saya dengan dexa mitason. apabila sesak saya parah mereka menyuntik hingga tiga ampul dexa mitason.

Ketika saya konsultasi sama dokter, selain disuntik dexamitason saya juga di beri pengasapan, memang dengan pengasapan menghirup asap sabultamol, asma saya cepat sembuh namun kondisi tersebut hanya bertahan untuk jangka pendek. Tiga hari kemudian asma saya kambuh lagi. Kadang kala saya kesal juga dengan penyakit ini karena berulang kali kambuh hingga semua obat asma saya campur untuk sekali minum dan situasi mencampur obat tersebut sering saya lakukan untuk sesaat memanag sembuh.

Jika asma saya biarkan dalam arti tidak kena suntikan hanya sekedar minum obat saja, satu hari bisa satu jam sekali kambuhnya hingga saya pakai obat semprot ventolin, brotek bersamaan dengan minum obat sabultamol dan aminopilin. cara ini juga sering saya lakukan. Namun sembuhnya, juga hanya sebentar, satu jam kemudian kambuh lagi,

Memang dengan menggunakan obat semprot asma cepat sembuh tetepai pasca saya gunakan obat semprot, terasa di kerongkongan saya bunyi grok-grok seperti dahak tak terlepas. Begitu bersin sedikit langsung disambut asma bahkan nyaris tersedat-sedat, perut langsung gembung dan seperti tertarik dikepala bagikan gejal migren.

Jika sudah begini yang sering saya lakukan, saya pakai lagi obat semprot dan minum obat lagi, begitu terus berulang kali. suntik tetap saya lakukan, konsultasi dengan dokter spesialis saluran pernafasan juga saya lakukan.

Saya khawatir karena terlalu banyak minum obat dan sudah berjalan 20 tahun , fungsi jantung, hati, limpa, ginjal dan alat tubuh lainnya tanpa saya sadari rusak karena saat ini sebelah kanan ginjal saya terasa panas setelah minum obat. kadang-kadang meriang.

Apa-itu tanda-tanda keruskaan fungsi ginjal, hati, limpa atau lainnya akibat terus mengkonsumsi obat ? Dok, apa yang harus saya lakukan untuk memulihkan penyakit asma ini karena saya ingin sembuh dan apa dampak dari obat-obat tersebut? Wassalamualaikum wr.wb.

nasir-- nasxxxxx@yahoo.com

JAWAB :

Assalamualaikum wr.wb. Ya, saya memahami dan ikut prihatin dengan penderitaan asma Anda. Saya duga asmanya memang turunan. Faktor turunan berarti dalam tubuh Anda ada bakat alergi.

Saya kira faktor alerginya ini yang perlu ditekan agar asmanya tidak menyerang. Faktor pencetus alergi (allergen) bukan cuma satu, dan perlu dilacak apa (saja) yang mencetuskan serangan asmanya. Dan oleh karena kejadian asmanya kebanyakan di rumah, maka yang perlu diperiksa debu rumah (house dust). Debu ini, dan bukan debu jalan, yang mencetuskan serangan asma, maka bila tanpa obat serangan asma Anda konon muncul bisa setiap jam.

Orang dengan bakat asma tidak mungkin bisa dihilangkan bakat alerginya, melainkan hanya diredam saja. Obat-obatan asma hanya bersifat meredam ketika serangan datang. Lebih penting, dan tujuan mengatasi asma berupaya mencegah agar serangan asma tidak sampai terjadi. Caranya mencari apa faktor pencetus serangan asmanya.

Oleh karena paling sering debu rumah, selain kemungkinan asap, obat nyamuk, bahan spray, kosmetik, maka faktor-faktor itu yang perlu diamati seksama untuk disingkirkan, dan dijauhi.

Dalam praktik, pasien asma diperiksa tes alergi (Prick test), dengan menyuntikkan berbagai bahan yang sering bikin alergi, lalu akan kedapatan apa saja yang bikin asma kumat pada seseorang. Untuk itu bisa mendatangi bagian asma dan alergi rumah sakit. Dengan cara demikian, kita dengan persis tahu apa yang perlu kita jauhi dan harus disingkirkan.

Debu rumah harus disingkirkan dengan menyedot debu, tak cukup menyapu atau mengebut. Debu rumah melekat di karpet, kasur kapuk, baling-baling kipas angin, saringan AC, gorden, tumpukan koran dan majalah di ruangan kamar. Hanya dengan meniadakan faktor pencetus asmanya, asma akan teratasi. Makin sering asma kumat makin menyisakan kerusakan paru-paru (atelectasis) yang tak bisa dipulihkan. Belum terhitung efek samping obat, terlebih golongan corticosteoid terhadap hati dan ginjal, selain tekanan darah, dan metabolisme tubuh.

Selain itu lebih perbanyak berolahraga dan menghirup udara segar. Udara pantai pagi hari atau berenang cocok bagi pengidap asma. Juga perlu mewaspadai jenis makanan dan minuman (alkohol) tertentu, selain obat-obatan karena bisa tidak cocok. Buah bergetah dihindari, termasuk timun, sawo, nangka. Sementara itu dulu. Wassalamualaikum wr.wb.

dr Handrawan Nadesul

http://www.republika.co.id/berita/59110/Asma_Tak_Kunjung_Sembuh

No comments:

Post a Comment