Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke

Sopir Perlu Dievaluasi Setiap Enam Bulan

Rabu, 8 Juli 2009 | 03:58 WIB

Jakarta, Kompas - Mereduksi angka kecelakaan di jalan raya, yang mencapai puluhan ribu kejadian per tahun, dapat dilakukan dengan mengevaluasi sopir angkutan darat. Evaluasi itu untuk memastikan kondisi kesehatan fisik dan mental pengemudi sehingga dapat bekerja lebih profesional.

”Dalam dunia penerbangan, tiap enam bulan sekali kesehatan pilot dicek. Harusnya, hal serupa dilakukan untuk sopir bus,” kata Rudy Thehamihardja, Ketua Prasarana dan Angkutan, Organisasi Pengusaha Nasional Angkutan Bermotor di Jalan (Organda), Selasa (7/7) di Bogor.

Selain evaluasi terhadap kesehatan fisik dan mental, menurut Rudy, juga perlu dilakukan evaluasi terhadap penguasaan teknik berkendaraan dan kepatuhan berlalu lintas. Kemajuan teknologi bus menuntut penguasaan sopir atas teknologi itu.

Menurut pakar transportasi dari Universitas Katolik Soegijapranata Djoko Setijowarno, evaluasi terhadap sopir kendaraan sebaiknya dibiayai pemerintah dari pajak kendaraan. ”Saya rasa Perusahaan Otobus keberatan membiayai evaluasi sopir-sopir itu,” ujar Djoko.

Maskapai penerbangan. kata Djoko, membiayai evaluasi pilot karena kinerja keuangan maskapai pada umumnya jauh lebih baik daripada perusahaan otobus (PO). ”PO, ada kalanya mengoperasikan beberapa bus saja sehingga perputaran uang sedikit,” tutur Djoko.

Gugatan

Terkait rencana gugatan dari PT Kereta Api terhadap PO Hadi Mulyo, Rudy menolaknya. ”Kecelakaan pesawat Garuda Indonesia di Bandara Adisucipto, Yogyakarta, yang dipidana pilot pesawat, bukan Garuda,” ujarnya.

Rudy menambahkan, ketika Komisi Eropa melarang terbang maskapai Indonesia di Eropa, dengan alasan perawatan tidak baik, tidak ada gugatan dilayangkan ke maskapai. ”Mengapa kini ada pula gugatan ke PO?” katanya.

Namun, Djoko berpendapat lain. Dikatakan, tuntutan PT KA sangat baik untuk mendewasakan PO. ”Ini pembelajaran supaya perusahaan otobus lebih baik membina sopir mereka,” ujar Djoko. Ditegaskan, maskapai dan PT KA relatif lebih baik dalam membina pilot dan masinis.

Menurut Djoko, selain mengevaluasi sopir bus tiap enam bulan, sebaiknya juga dilakukan pengecekan terhadap fisik armada bus tiap enam bulan. ”Banyak kecelakaan karena kerusakan komponen, seperti rem bus yang tak bekerja baik,” ujarnya. (RYO)

http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/07/08/03581525/sopir.perlu.dievaluasi.setiap.enam.bulan
0 comments:

Post a Comment

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

Recent Posts