Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke

Masyarakat Diminta tidak Panik atas Pandemi Flu Babi

Labels: ,
Jumat, 07 Agustus 2009 23:39 WIB

Penulis : Irvan Sihombing

JAKARTA-MI: Influensa H151 (flu babi) telah menjadi pandemi dan menyebar ke hampir 80 persen wilayah dunia termasuk Indonesia. Namun, masyarakat diminta tidak panik karena penyakit yang ditularkan virus baru ini dipastikan hampir sama dengan flu biasa.

Demikian dikemukakan Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan Tjandra Yoga Aditama, dalam diskusi interaktif 'Executive Forum' yang digelar di kantor Media Indonesia, Jumat (7/8).

"Penyakit yang ditularkan virus baru ini relatif sama dengan flu biasa. Dari ribuan kasus yang terjadi di berbagai dunia, 95 persen orang sembuh. Dan, 90 persen di antaranya sembuh tanpa menggunakan obat sama sekali. Masyarakat tidak perlu panik menghadapi pandemi ini," kata Tjandra.

Penyakit influensa H1N1, lanjutnya, memang bisa menyebabkan orang meninggal dunia. Namun, jumlah tersebut relatif kecil bahkan lebih kecil dibandingkan angka kematian yang diakibatkan virus flu burung atau pun penyakit demam berdarah dengue.

Ia menambahkan, penyebab kematian pengidap influensa H1N1 itu terbagi atas tiga kategori. Pertama, orang yang memiliki penyakit bawaan saat terinfeksi influensa H5N1. Kedua, orang yang tidak memiliki penyakit bawaan namun tengah hamil atau pun mengalami obesitas. Terakhir, karena disebabkan oleh penyebab lain-lain.

"Meski dapat dikatakan tidak berbahaya, petugas kesehatan dan rumah sakit tetap harus menangani penyakit ini dengan optimal. Khususnya terhadap pasien yang masuk dalam tiga kategori yang saya sebutkan tadi," ujarnya.

Tjandra pun mengingatkan agar rumah sakit tidak memberikan begitu saja memberikan obat tamiflu bagi pengidap influensa H1N1 kecuali bagi pasien yang masuk dalam tiga ketergori tersebut. Menurutnya, itu berpotensi mengakibatkan pasien menjadi resisten dengan tamiflu.

Dalam diskusi tersebut, Kabid Penanggulangan Penyakit Menular Pandu Riono mengkritik Depkes yang lambat mensosialisasikan perihal influensa H1N1. Akibatnya, masyarakat menjadi begitu panik. Rumah sakit pun tidak siap menangani pasien influensa H1N1.

"Kepanikan ini bahkan sudah sampai ke Istana Presiden yang ikut-ikutan memasang thermal scanner

. Harus segera dibuat panduan cara menanggulangi penyakit yang memang bisa menular dari manusia ke manusia ini," tegas Pandu.

Tjandra mengakui tengah terjadi kepanikan di masyarakat Indonesia. Itu terjadi karena influensa H1N1 tergolong penyakit baru sehingga pihak medis banyak yang tidak menguasai cara menanganinya.

"Kalangan kedokteran masih bergerak mencari bentuk. Itulah sebabnya mengapa terjadi perbedaan pandangan di beberapa negara soal perlu tidaknya memasang thremal scanner

. Kepanikan masyarakat juga terjadi karena petugas kesehatan berbicara dalam bahasa yang terlalu teknis sehingga tidak dapat dicerna secara jernih oleh masyarakat," ujar Tjandra.

Dalam diskusi tersebut, para peserta yang datang dari berbagai kalangan termasuk biro perjalanan sepakat untuk tidak lagi menggunakan istilah flu babi. Influensa H1N1 dinilai lebih tepat dan tidak mengandung konotasi yang merugikan.(Nav/OL-7)

http://www.mediaindonesia.com/read/2009/08/08/89339/71/14/Masyarakat-Diminta-tidak-Panik-atas-Pandemi-Flu-Babi
0 comments:

Post a Comment

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

Recent Posts