Sabtu, 8 Agustus 2009
PALU – Warga yang biasa melintasi jalan Komodo, Jumat pagi kemarin merasa kesal. Pasalnya, di jalan alternatif yang selalu menjadi pilihan pengguna jalan itu, ada aksi penutupan jalan untuk pelaksanaan hajatan. Akibat penutupan jalan itu, seluruh kenderaan roda dua dan kendaraan roda empat, langsung berbalik arah. Tidak jarang, beberapa pengemudi langsung berbicara kesal, karena perjalanannya terganggu.
Irfan salah seorang pengendara bermotor yang melintas, mengaku kecewa atas penutupan jalan tersebut, karena menurutnya jalan Komodo adalah merupakan salah satu jalur alternatif bagi seluruh pengguna jalan.
“Saya sangat kecewa, terpaksa putar jalan lagi. Padahal kalau lewat jalan ini saya cepat sampai di tujuan,” kesalnya.
Di lain pihak pria yang mengendarai motor hitam ini, menagih ketegasan Polisi, agar cepat tanggap. Menurutnya, tidak wajar menggunakan badan jalan untuk kepentingan hajatan. Hal itu katanya, sama saja mengorbankan kepentingan orang banyak, demi kepentingan satu orang atau orang perorang.
Irfan, yang mengaku tinggal di Talise, merasa wajar menagih ketegasan Polisi. Katanya, beberapa waktu yang lalu, polisi, pernah mengatakan bahwa saat ini, sesuai dengan regulasi yang baru, kewenangan pemberian izin penggunaan jalan, berada di tangan polisi dan bukan lagi kewenangan Dinas Perhubungan.
“Jika alasannya Polisi belum memberikan penyuluhan atau sosialisasi, tetapi bukan berarti peraturan itu belum bisa dijalankan,”tambahnya.
Walaupun kesal, namun Irfan tetap berbelok arah menuju Jalan Sam Ratulangi. Beberapa kendaraan, tampak nekat melintas, namun tidak lama kemudian kendaraan, khususnya jenis roda empat, terpaksa membelokkan kendaraannya, karena hampir semua badan jalan diambil untuk tempat pelaksanaan hajatan.(cr6)
http://www.radarsulteng.com/berita/index.asp?Berita=Palu&id=55665

Post a Comment