Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke

12 Alasan Menjadi Konsumen Hijau

Membawa tas belanja sendiri, tidak menggunakan pembersih kimia di rumah, menggantikan tisu dengan sapu tangan, berusaha mengurangi jumlah sampah pribadi yang dihasilkan setiap hari seperti membawa wadah makanan sendiri ketika membeli makanan, menghidupkan AC hanya jika benar-benar perlu, memilih makanan nabati dari pada makanan yang berasal dari sumber hewani, adalah hal-hal yang akan dilakukan jika kita peduli kepada Bumi. Kita mau Bumi hijau dan indah. Kita tahu untuk itu, ada yang bisa kita lakukan, kita bisa menjadi konsumen hijau, yaitu menjadi orang-orang yang pola konsumsi, baik dalam hal makanan, pakaian, sampai setiap kebutuhan, berorientasi kepada lingkungan. Menjadi konsumen hijau berarti menjadi orang-orang yang kritis kepada diri sendiri, dengan aktif bertanya apakah tindakan atau produk yang digunakan tidak merusak lingkungan atau menambah beban sampah bagi lingkungan secara tak perlu. Jika kita peduli, benar-benar peduli, kepada Bumi, kita akan terpanggil untuk mau menjadi konsumen hijau.
Meminjam istilah ‘konsumen hijau’ inilah kita akan membahas mengapa vegetarian perlu menjadi konsumen hijau dalam arti setiap hari mengkonsumsi sayuran/daun-daun hijau. Sayuran hijau seperti sawi hijau, sawi sendok, kacang panjang, okra (kacang tanduk sapi atau kacang lendir), bayam, krokot, leunca, paku/pakis, daun pepaya, daun singkong, daun ubi rambat, daun katuk (daun mani), daun bayung (daun kacang panjang), kelor, antanan (pegagan), kapri, kenikir, gedi, maupun herbal (seledri, daun kemangi, parsley), seharusnya menjadi bagian dari makanan sehari-hari orang-orang yang bervegetarian. Ada banyak alasan dan luas, mengapa sayuran/daun-daunan hijau perlu menjadi bagian utama dalam makanan kita sehari-hari. Dalam rubrik ini, kita akan melihat secara singkat 12 alasan penting menjadi konsumen hijau.
Bagi saya pribadi, setelah mempelajari nutrisi sayuran hijau, saya sangat terdorong untuk menyatakan di dalam daun-daun hijau itu tersimpan ‘kunci rahasia’ keseimbangan (ilmu Kedokteran Timur melihat penyakit sebagai hilangnya keseimbangan dalam tubuh). Mungkin pernyataan seperti ini kedengarannya begitu spekulatif. Tapi jika kita memperhatikan pola makanan herbivora, yaitu makhluk pemakan tumbuh-tumbuhan, tak terkecuali dari gajah yang besar sampai kelinci yang kecil, makanan mereka adalah daun-daunan hijau, dan di alam mereka adalah makhluk yang sehat. Makanan mereka, sebagian besar, adalah daun-daunan hijau. Begitu pula ketika makhluk di alam jatuh sakit, mereka akan mencari daun-daun hijau untuk mengembalikan keseimbangan tubuh mereka. Kitab pengobatan di dunia tak kurang mencantumkan sederetan panjang daftar tumbuh-tumbuhan hijau yang berkhasiat obat. Ada sesuatu di dalam daun-daun hijau, yang dapat memelihara dan mengembalikan keseimbangan tubuh.
"You cannot live on vegetable food solely, for it furnishes nothing to make bones with". Demikian dicatat Henry Thoreau dalam bukunya yang terkenal, Walden, mengenai komentar seorang petani tentang dirinya yang bervegetarian. Kamu tidak bisa hidup hanya dengan makanan nabati, karena mereka tidak memberi apa yang diperlukan untuk membangun tulang. Begitu dikatakan Pak Petani ini, dan dengan menariknya Thoreau melukiskan Pak Petani sambil berbicara kepadanya, membajak sawah. Bekerja menarik bajak di depannya adalah kerbaunya. Sang kerbau dengan kekuatannya menarik dan meluku, mantap maju selangkah demi selangkah di sawah yang penuh rintangan. Kerbau Pak Petani, makhluk yang tulang-tulangnya dibangun semua dari bahan tumbuh-tumbuhan. Daun-daunan hijau adalah makanan yang kaya kalsium. Mereka merupakan sumber kalsium terbaik untuk membangun dan menjaga kesehatan tulang. Almarhum Sesepuh Chow menyampaikan bahwa tidak ada makhluk di alam yang minum susu melebihi masa menyusuinya. Makhluk-makhluk memperoleh kalsium yang cukup untuk mempertahankan kesehatan tulang dari makanannya. Begitu pula seharusnya manusia. Sesungguhnya Lao Mu telah menumbuhkan makanan yang kaya akan kalsium bagi kita, yaitu sayur-sayuran hijau. Paling tidak ada tiga alasan mengapa sayuran merupakan sumber kalsium yang terbaik. Pertama, baik tidaknya kalsium diserap oleh tubuh ditentukan oleh faktor seperti keseimbangan kalsium dan fosfat. Makanan dengan perbandingan kalsium dan fosfat rendah menyebabkan kalsium tidak dapat diserap oleh tubuh dengan baik. Sayuran hijau memiliki perbandingan kalsium-fosfat yang tinggi sehingga membuatnya lebih mudah diserap. Kedua, sayuran hijau mengandung boron yang berperan sangat penting menjaga keseimbangan pembentukan tulang baru dan penyerapan kembali tulang tua. Inilah sebuah alasan lagi, mengapa sayuran hijau unggul sebagai pembangun tulang yang sehat. Ketiga, berbeda dengan susu, sayuran hijau tidak menyebabkan terjadinya keasaman darah. Jika lingkungan darah menjadi asam maka tubuh akan mengatasinya dengan mengambil kalsium dari tulang. Gilirannya pengurasan kalsium ini akan mengakibatkan pengeroposan tulang, yaitu osteoporosis. Jadi jangan heran jika pakar-pakar yang benar-benar memahami hubungan penyakit dan makanan akan menganjurkan kita mengkonsumsi sayur-sayuran untuk mencegah atau mengatasi keropos tulang. Resep Profesor Hembing Wijayakusuma untuk mencegah dan mengatasi osteoporosis antara lain adalah 2 ons bayam (celup ke dalam air mendidih sebentar) diblender dengan 200 cc susu kacang kedelai lalu diminum atau 1 pilah daun pepaya (celup dalam air mendidih sebentar) diblender dengan susu kacang kedelai secukupnya. Aduk rata lalu diminum. Beberapa resep sederhana yang dianjurkan Dr. Setiawan Dalimartha untuk penderita osteoporosis juga tidak terlepas dari sayuran hijau seperti seledri, brokoli, kacang panjang dan antanan.
Boron tidak hanya berfungsi untuk menjaga kesehatan tulang. Boron dalam sayuran hijau juga dapat meningkatkan daya tahan otak. Sebuah studi dilakukan terhadap sejumlah orang yang mengkonsumsi makanan cepat saji yang terdiri dari ayam dan perkedel kentang selama dua bulan. Tanpa konsumsi sayuran hijau ternyata tubuh mereka mengalami penurunan kadar boron. Sebagian dari orang-orang yang diteliti ini kemudian diberi tambahan boron dan sebagian lagi tidak. Mereka semua kemudian diuji dan hasilnya adalah kelompok yang tidak mendapat tambahan boron ternyata kalah dalam tes memori, persepsi dan perhatian dibandingkan kelompok yang diberi tambahan boron sebelum dilakukan tes.
Berbicara tentang sumber vitamin C, kita seperti sudah terprogram untuk berpikir tentang jeruk dan buah lainnya. Padahal vitamin yang penting untuk membantu tubuh menghasilkan sel darah putih yang melindungi kita dari infeksi ini, juga banyak terdapat dalam sayuran hijau (lihat Tabel 2). Bahkan kandungan vitamin C dalam beberapa jenis sayuran hijau terdapat dalam jumlah yang lebih banyak dibandingkan buah yang dianggap sebagai raja vitamin C, yaitu jeruk. Jika kita cukup mengkonsumsi sayuran hijau, kita tidak perlu khawatir akan kekurangan vitamin C, apalagi sampai memerlukan suplemen.
Betakarotin adalah salah satu senyawa antikanker yang ampuh, terutama kanker prostat. Pria yang kurang mengkonsumsi makanan yang mengandung betakarotin ternyata mengalami peningkatan resiko kanker prostat. Makanan nabati yang banyak mengandung betakarotin pada umumnya berwarna orange, kuning, atau merah seperti wortel, tomat, labu, bit, pepaya, semangka, nanas. Namun ternyata beta-karotin juga terdapat melimpah dalam sayuran hijau. Jika daun singkong, daun pepaya, bayam atau brokoli tetap berwarna hijau meski mengandung betakarotin maka hal ini disebabkan warna betakarotin tertutup oleh warna yang lebih kuat, yaitu hijau klorofil. Namun warna yang tertutupi ini tidak tertutup kemampuan menjalankan fungsinya yang melindungi tubuh dari ancaman kanker.
Mengapa menghabiskan banyak uang untuk tampil awet muda jika seikat kecil sayuran hijau dapat melakukannya untuk anda setiap hari. Dalam hal ini kita bisa belajar dari orang-orang Sunda yang terkenal memiliki kulit yang halus karena kesukaan mereka akan lalapan. Bagaimana sayuran hijau dapat membantu tubuh mempertahankan kesehatan kulit dan menampakkan citra awet muda dapat dijelaskan melalui teori radikal bebas seperti dikemukakan oleh Dr.Neal Barnard. ‘Teori radikal bebas menyatakan bahwa proses menjadi tua terjadi karena reaksi-reaksi oleh radikal bebas yang terjadi di dalam sel dan jaringan tubuh. Reaksi-reaksi tersebut bersifat merusak dan mempercepat proses penuaan. Di dalam tubuh, radikal bebas tersebut terutama berasal dari hasil oksidasi lemak, terutama lemak tidak jenuh yang sifatnya sangat mudah teroksidasi. Untuk melindungi agar lemak tidak mudah teroksidasi, maka diperlukan sejumlah zat antioksidan.’ Antioksidan yang terkenal adalah vitamin C, vitamin E dan karotenoid. Sayuran hijau seperti yang dapat dilihat dari Tabel 2 adalah sayuran yang kaya akan vitamin C. Mereka juga banyak mengandung betakarotin yang meru-pakan anggota keluarga besar karote-noid. Satu bonus lagi, sayuran hijau sekaligus juga adalah sumber vitamin E yang baik. Dengan cukupnya vitamin C, E dan karotenoid dalam tubuh, maka radikal bebas yang dapat mempercepatnya terjadinya proses penuaan dapat ‘dihabisi’ sehingga efek merusaknya dapat diminimalkan.
Johanna Seddon, MD dan koleganya dari Departemen Ophthalmology, Kedokteran Harvard melaporkan di jurnal ilmiah JAMA (372:1413-1420) bahwa orang-orang yang mengkonsumsi bayam dan sayuran hijau lainnya secara teratur memiliki mata dan penglihatan yang lebih baik dibandingkan orang-orang yang tidak mengkonsumsi sayuran hijau. Lutein dan zeaxanthin yang terdapat dalam sayuran hijau diperkirakan berperan vital menjaga kesehatan mata, terutama bagian maculae yaitu bagian tengah lapisan retina. Orang-orang yang mengkonsumsi sayuran hijau diketahui lebih sedikit menderita degenerasi macular yang disebabkan meningkatnya usia daripada orang-orang yang pola makanannya sedikit mengandung sayuran hijau.
Kisah sayuran hijau sebagai pembangun darah adalah ‘Never Ending Story’. Paling tidak, pertama adalah keunikan klorofil. Siapa menyana jika klorofil yang memberi warna hijau kepada daun dan hema yang merupakan bagian dari hemoglobin yang memberi warna merah kepada darah ternyata bersaudara kembar. Satu-satunya perbedaan klorofil dan hema adalah mineral yang terdapat di tengah struktur kimia yang super kompleks. Di luar itu, struktur kimia klorofil maupun hema tak terbedakan. Pada klorofil, mineral itu adalah magnesium, dan pada hema adalah zat besi. Jadi tidak heran seperti dikemukakan oleh Dra Emma S Wirakusumah dari Institut Pertanian Bogor, klorofil dapat mendorong produksi hemoglobin dan sel-sel darah merah serta mengurangi keluarnya darah pada saat menstruasi. Kedua, sayuran hijau juga merupakan sayuran yang banyak mengandung zat besi. Ketiga, sayuran hijau juga sekaligus adalah sumber folat yang baik.
Katakan ada dua pulau, yang satu mengalami surplus beras dan lainnya kekurangan. Supaya kelebihan beras ini bisa dialihkan ke pulau yang kekurangan maka tentu diperlukan perahu pengangkut. Tanpa perahu maka pulau yang kekurangan tidak akan mendapat suplai beras. Inilah analogi yang digunakan oleh Harvey Diamond (Fit for Life II, 1989) untuk melukiskan fungsi magnesium sebagai pengangkut bagi kalsium. Meskipun kita mengkonsumsi banyak kalsium tetapi jika tidak cukup magnesium maka kalsium yang masuk ke dalam tubuh tidak akan bisa diserap dengan baik. Jadi makanan yang banyak mengandung kalsium saja tidak cukup. Makanan itu juga harus diikuti oleh kandungan magnesium yang tinggi. Ini adalah dua kriteria yang dimiliki oleh sayuran hijau. Di atas kita telah melihat melimpahnya magnesium dalam sayuran hijau disebabkan melimpahnya pigmen warna yang disebut klorofil dan salah satu pembangun klorofil adalah magnesium.
Tentu saja seperti sayuran lainnya, sayuran hijau juga mengandung serat makanan yang membantu tubuh mengeluarkan kotoran dan racun yang ada dengan cepat, serta membantu mengontrol kadar gula darah dan kolesterol darah.
Klorofil tidak hanya berfungsi sebagai pembangun darah tetapi juga mempunyai peranan sebagai antioksidan dan pembersih darah. Sehingga dianjurkan sayuran hijau dikonsumsi setiap hari untuk mengimbangi makanan goreng-gorengan. Selain itu untuk mereka yang mudah berjerawat, Dr. Carol Hart dalam bukunya Traditional Chinese Medicine menganjurkan konsumsi sayuran hijau karena klorofil bisa bekerja membersihkan darah dari racun yang menyebabkan terjadinya erupsi pada kulit. Demikian pula dikemukakan oleh Dr. Sandra Cabot (Love Your Liver: The Liver-Cleansing Diet, 1996), ‘Sayuran yang berhijau daun merupakan sumber klorofil yang mem-bantu baik sebagai tonikum hati maupun pembersih hati.’
Mengapa orang mudah marah-marah? Ada banyak sebab dan barangkali sebanyak itu pula kiat-kiat mengatasi kebiasaan yang tidak menyenangkan ini. Tapi kalau salah satu jawabannya adalah karena kurang makan sayuran hijau? Hijau adalah warna kekuatan yang seimbang, warna kemajuan dalam jiwa dan raga dan warna alam, yang membawa damai, keseimbangan dan harmoni dan sangat mempengaruhi jantung dan tekanan darah, menyamankan saraf.’ Suzy Chiazzari, Nutritional Healing with Colour. Salah satu fungsi hati menurut Kitab Nei Jing adalah menjaga keharmonisan emosi. Perubahan emosi bisa mempengaruhi fungsi ‘aliran dan penyebaran’ hati dan begitu pula sebaliknya. Hati yang tidak berfungsi dengan baik dapat berpengaruh langsung terhadap keadaan emosional. Marah adalah emosi yang terutama berkaitan dengan hati. Disinilah klorofil bekerja. Menurut Suzy Chiazzari, klorofil yang berwarna hijau dapat mempromosi regenerasi sel-sel hati yang rusak. Jika saya tidak keliru menyimpulkan maka hati yang sehat merupakan sebuah fondasi emosi yang stabil. Tidak ada salahnya mencoba, ketika begitu sering kita menjadi marah-marah, berpaling kepada konsumsi sayuran hijau. (Pr)

Feriyanto, 25 Oktober 2004
Source: (mohon konfirmasi)
0 comments:

Post a Comment

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

Recent Posts