Makan Malam Tidak Bikin Gemuk
7:30:00 PM
Minggu, 22 November 2009 13:33
Makan malam bukan alasan penyebab kegemukan pada tubuh. (SuaraMedia News)
Tidak semua prinsip menurunkan berat badan terkait metabolisme benar adanya. Untuk mendapatkan hasil maksimal, ada baiknya mendapatkan informasi tepat sejak awal. Berikut beberapa mitos dan fakta seputar metabolisme yang bisa membantu Anda memulai program penurunan berat badan dengan benar.
1. Makan sebelum tidur picu lemak
Banyak orang meyakini kalau makanan yang dikonsumsi sebelum jam tidur akan diubah menjadi lemak tubuh. Padahal, yang menentukan pertambahan lemak tubuh adalah jumlah total asupan kalori Anda sepanjang hari. Tidak ada salahnya makan sebelum jam tidur sepanjang jumlah kalori yang Anda konsumsi tidak melebihi total asupan kalori harian Anda.
Membagai kalori secara merata sepanjang hari akan membantu mempertahankan stabilitas energi. Tapi dari sudut pandang penambahan lemak, makan sebelum tidur tidak akan akan menyebabkan penambahan berat badan.
2. Makan lebih sering akan percepat metabolisme
Hal ini adalah mitos. Jika Anda mendapatkan informasi makan 6 kali sehari untuk mempercepat metabolisme, berarti Anda mendapatkan informasi yang salah. Intinya adalah, setiap kali Anda makan, metabolisme Anda akan meningkat. Peningkatan ini dipicu oleh jumlah kandungan karbohidrat dan lemak di dalam makanan.
Sebagai contoh, 2 diet berbeda dengan total makronutrisi dan asupan kalori sama, satu terdiri dari 3 kali makan dan satu lagi 6 kali, akan mengalami peningkatan metabolik yang sama. Bedanya, mereka yang membagi total kalori menjadi 6 kali makan akan mengalami peningkatan metabolisme yang lebih kecil sebanyak 6 kali sedang mereka yang makan 3 kali dengan porsi yang lebih besar mengalami 3 kali peningkatan yang lebih besar.
3. Diet tanpa karbohidrat lebih cepat menurunkan lemak
Jika Anda menerapkan diet sangat rendah karbohidrat maka Anda akan mengalami ketosis (tubuh mengganti bahan bakar dari karbohidrat menjadi keton). Banyak orang meyakini kalau ketosis ini akan mempercepat penurunan berat badan.
Hal ini bukanlah poin utama. Diet rendah karbohidrat akan membantu Anda mengontrol lapar, tapi dari segi metabolisme, diet ini sama sekali tidak berpengaruh. Pada dasarnya, jika Anda menerapkan diet tanpa karbohidrat terlalu lama, metabolisme Anda akan menurun karena karbohidrat merupakan makronutrisi utama yang mempengaruhi kelenjar tiroid.
4. Anda sebaiknya tidak mengonsumsi karbohidrat dan lemak secara bersamaan
Hal ini hanya mitos semata. Pada faktanya, tubuh lebih memperhitungkan keseimbangan kalori total. Jika Anda mengonsumsi makanan dan tubuh Anda membutuhkan bahan bakar, maka tubuh akan menggunakan bahan bakar apa pun yang tersedia (baik karbohidrat atau lemak). Memang benar kalau karbohidrat akan digunakan terlebih dahulu, tapi jika karbohidrat tidak memenuhi kebutuhan energi, makanan lemak tersebut juga akan digunakan.
Waktu satu-satunya mengindari memadukan karbohidrat dan lemak adalah segera sebelum atau setelah olahraga. Lemak akan memperlambat proses pencernaan sehingga mengurangi pengambilan karbohidrat oleh sel-sel otot.
5. Metabolisme akan melambat seiring penuaan
Hilangnya massa otot merupakan satu-satunya alasan Anda mengalami penurunan metabolisme saat memasuki usia tua. Jika Anda terus melakukan latihan kekuatan, maka Anda bisa mencegah kehilangan massa otot, serta mencegah penambahan berat badan.(okz) www.suaramedia.com
http://www.suaramedia.com/gaya-hidup/kesehatan/12989-makan-malam-tidak-bikin-gemuk-.html
Makan malam bukan alasan penyebab kegemukan pada tubuh. (SuaraMedia News)
Tidak semua prinsip menurunkan berat badan terkait metabolisme benar adanya. Untuk mendapatkan hasil maksimal, ada baiknya mendapatkan informasi tepat sejak awal. Berikut beberapa mitos dan fakta seputar metabolisme yang bisa membantu Anda memulai program penurunan berat badan dengan benar.
1. Makan sebelum tidur picu lemak
Banyak orang meyakini kalau makanan yang dikonsumsi sebelum jam tidur akan diubah menjadi lemak tubuh. Padahal, yang menentukan pertambahan lemak tubuh adalah jumlah total asupan kalori Anda sepanjang hari. Tidak ada salahnya makan sebelum jam tidur sepanjang jumlah kalori yang Anda konsumsi tidak melebihi total asupan kalori harian Anda.
Membagai kalori secara merata sepanjang hari akan membantu mempertahankan stabilitas energi. Tapi dari sudut pandang penambahan lemak, makan sebelum tidur tidak akan akan menyebabkan penambahan berat badan.
2. Makan lebih sering akan percepat metabolisme
Hal ini adalah mitos. Jika Anda mendapatkan informasi makan 6 kali sehari untuk mempercepat metabolisme, berarti Anda mendapatkan informasi yang salah. Intinya adalah, setiap kali Anda makan, metabolisme Anda akan meningkat. Peningkatan ini dipicu oleh jumlah kandungan karbohidrat dan lemak di dalam makanan.
Sebagai contoh, 2 diet berbeda dengan total makronutrisi dan asupan kalori sama, satu terdiri dari 3 kali makan dan satu lagi 6 kali, akan mengalami peningkatan metabolik yang sama. Bedanya, mereka yang membagi total kalori menjadi 6 kali makan akan mengalami peningkatan metabolisme yang lebih kecil sebanyak 6 kali sedang mereka yang makan 3 kali dengan porsi yang lebih besar mengalami 3 kali peningkatan yang lebih besar.
3. Diet tanpa karbohidrat lebih cepat menurunkan lemak
Jika Anda menerapkan diet sangat rendah karbohidrat maka Anda akan mengalami ketosis (tubuh mengganti bahan bakar dari karbohidrat menjadi keton). Banyak orang meyakini kalau ketosis ini akan mempercepat penurunan berat badan.
Hal ini bukanlah poin utama. Diet rendah karbohidrat akan membantu Anda mengontrol lapar, tapi dari segi metabolisme, diet ini sama sekali tidak berpengaruh. Pada dasarnya, jika Anda menerapkan diet tanpa karbohidrat terlalu lama, metabolisme Anda akan menurun karena karbohidrat merupakan makronutrisi utama yang mempengaruhi kelenjar tiroid.
4. Anda sebaiknya tidak mengonsumsi karbohidrat dan lemak secara bersamaan
Hal ini hanya mitos semata. Pada faktanya, tubuh lebih memperhitungkan keseimbangan kalori total. Jika Anda mengonsumsi makanan dan tubuh Anda membutuhkan bahan bakar, maka tubuh akan menggunakan bahan bakar apa pun yang tersedia (baik karbohidrat atau lemak). Memang benar kalau karbohidrat akan digunakan terlebih dahulu, tapi jika karbohidrat tidak memenuhi kebutuhan energi, makanan lemak tersebut juga akan digunakan.
Waktu satu-satunya mengindari memadukan karbohidrat dan lemak adalah segera sebelum atau setelah olahraga. Lemak akan memperlambat proses pencernaan sehingga mengurangi pengambilan karbohidrat oleh sel-sel otot.
5. Metabolisme akan melambat seiring penuaan
Hilangnya massa otot merupakan satu-satunya alasan Anda mengalami penurunan metabolisme saat memasuki usia tua. Jika Anda terus melakukan latihan kekuatan, maka Anda bisa mencegah kehilangan massa otot, serta mencegah penambahan berat badan.(okz) www.suaramedia.com
http://www.suaramedia.com/gaya-hidup/kesehatan/12989-makan-malam-tidak-bikin-gemuk-.html
Pertamina Diminta Transparan Atasi Minah
7:29:00 PM
Saturday, 28 November 2009 10:02
MEDAN - Anggota DPD RI dari Sumatera Utara, Parlindungan Purba turut terlibat ke lapangan melihat antrian minyak tanah dalam dua pekan terakhir ini terjadi akibat kelangkaan minyak tanah (minah). Parlindungan pun meminta Pertamina transparan menjelaskan atas kelangkaan minah ini.
“Ini bukan untuk yang pertama kali terjadi di Kota Medan, kejadian seperti ini sudah sering terjadi apalagi pada saat menjelang hari besar keagamaan,” kata Parlindungan, pagi ini.
Parlindungan mengatakan sosialisasi minyak tanah ke gas ini dinilai tidak tepat dan seharusnya membuat pertamina harus tiap harinya mengadakan sosialisasi.
Kenapa sosialisasi dinilai tidak tepat, alasannya, terang Parlindungan, meski sudah dibagikan tabung gas masyarakat tidak berani menggunakannya, apalagi yang belum. “Kedua kalaupun masyarakat mau membeli tidak ada dijual di lapangan meski harga Rp8000 per liternya.”
Untuk itulah, Parlindungan mengatakan adanya dugaan minyak tanah tersebut diselundupkan keluar negeri. Selain itu yang umat muslim yang merayakan Idul Adha dan memerlukan bahan minyak tanah, justru kehabisan minyak tanah. “Mau masak apa mereka itu,” kata Parlindungan.
Selain itu yang keempat, pihak Pertamina tidak ada menjelaskan berapa persen yang sebenarnya terjadi pengurangan minyak tanah kepada masyarakat. Sampai November 2009 ini, pihaknya mendapatkan informasi kalau ada pengurangan minyak tanah itu pun tidak dijelaskan seberapa pengurangan tersebut.
“Untuk itulah masalah minyak tanah ini harus segera diselesaikan, sehingga masyarakat tidak lagi menderita akibat adanya kelangkaan minyak tanah tersebut,” pungkasnya.
(wol22/wol-mdn)
http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=69802:pertamina-diminta-transparan-atasi-minah&catid=77:fokusutama&Itemid=131
MEDAN - Anggota DPD RI dari Sumatera Utara, Parlindungan Purba turut terlibat ke lapangan melihat antrian minyak tanah dalam dua pekan terakhir ini terjadi akibat kelangkaan minyak tanah (minah). Parlindungan pun meminta Pertamina transparan menjelaskan atas kelangkaan minah ini.
“Ini bukan untuk yang pertama kali terjadi di Kota Medan, kejadian seperti ini sudah sering terjadi apalagi pada saat menjelang hari besar keagamaan,” kata Parlindungan, pagi ini.
Parlindungan mengatakan sosialisasi minyak tanah ke gas ini dinilai tidak tepat dan seharusnya membuat pertamina harus tiap harinya mengadakan sosialisasi.
Kenapa sosialisasi dinilai tidak tepat, alasannya, terang Parlindungan, meski sudah dibagikan tabung gas masyarakat tidak berani menggunakannya, apalagi yang belum. “Kedua kalaupun masyarakat mau membeli tidak ada dijual di lapangan meski harga Rp8000 per liternya.”
Untuk itulah, Parlindungan mengatakan adanya dugaan minyak tanah tersebut diselundupkan keluar negeri. Selain itu yang umat muslim yang merayakan Idul Adha dan memerlukan bahan minyak tanah, justru kehabisan minyak tanah. “Mau masak apa mereka itu,” kata Parlindungan.
Selain itu yang keempat, pihak Pertamina tidak ada menjelaskan berapa persen yang sebenarnya terjadi pengurangan minyak tanah kepada masyarakat. Sampai November 2009 ini, pihaknya mendapatkan informasi kalau ada pengurangan minyak tanah itu pun tidak dijelaskan seberapa pengurangan tersebut.
“Untuk itulah masalah minyak tanah ini harus segera diselesaikan, sehingga masyarakat tidak lagi menderita akibat adanya kelangkaan minyak tanah tersebut,” pungkasnya.
(wol22/wol-mdn)
http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=69802:pertamina-diminta-transparan-atasi-minah&catid=77:fokusutama&Itemid=131
YLKI Pandang Kompensasi PLN Tak Realistis
7:27:00 PM
Senin, 16 November 2009, 14:58 WIB
Standar kompensasi harus ditinjau kembali. Sebab, tak mungkin padam 3 hari berturut-turut.
VIVAnews - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai kompensasi yang diberikan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN Persero) atas kerugian yang diderita masyarakat akibat pemadaman listrik tidak realistis.
PLN berjanji mengganti sebesar 10 persen kerugian jika terjadi pemadaman selama tiga kali 24 jam.
"Standar kompensasi PLN harus ditinjau kembali. Sebab, tidak mungkin padam tiga hari berturut-turut, paling tidak sejam atau dua jam akan menyala," kata Ketua Umum YLKI Husna Zahir di Jakarta, Senin, 16 November 2009.
Kompensasi yang dijanjikan oleh PLN, menurut Husna, bukan alasan untuk tidak melakukan perbaikan pada manajemennya.
"Perlu dlihat apakah kompensasi itu masih cocok dengan kondisi yang makin memburuk. Kompensasi seperti itu tidak membuat PLN jera," kata Husna.
Sebab itu, dirinya meminta, dalam hal ini pemerintah harus turut campur mengingat kasus ini sudah menyangkut ketersediaan energi nasional.
YLKI, kata Husna, bersedia mengadvokasi masyarakat yang ingin menjalankan class action atas krisis listrik.
antique.putra@vivanews.com
• VIVAnews
http://bisnis.vivanews.com/news/read/105998-ylki_pandang_kompensasi_pln_tak_realistis
Standar kompensasi harus ditinjau kembali. Sebab, tak mungkin padam 3 hari berturut-turut.
VIVAnews - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai kompensasi yang diberikan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN Persero) atas kerugian yang diderita masyarakat akibat pemadaman listrik tidak realistis.
PLN berjanji mengganti sebesar 10 persen kerugian jika terjadi pemadaman selama tiga kali 24 jam.
"Standar kompensasi PLN harus ditinjau kembali. Sebab, tidak mungkin padam tiga hari berturut-turut, paling tidak sejam atau dua jam akan menyala," kata Ketua Umum YLKI Husna Zahir di Jakarta, Senin, 16 November 2009.
Kompensasi yang dijanjikan oleh PLN, menurut Husna, bukan alasan untuk tidak melakukan perbaikan pada manajemennya.
"Perlu dlihat apakah kompensasi itu masih cocok dengan kondisi yang makin memburuk. Kompensasi seperti itu tidak membuat PLN jera," kata Husna.
Sebab itu, dirinya meminta, dalam hal ini pemerintah harus turut campur mengingat kasus ini sudah menyangkut ketersediaan energi nasional.
YLKI, kata Husna, bersedia mengadvokasi masyarakat yang ingin menjalankan class action atas krisis listrik.
antique.putra@vivanews.com
• VIVAnews
http://bisnis.vivanews.com/news/read/105998-ylki_pandang_kompensasi_pln_tak_realistis
Hindari Kosmetik Berpengawet Paraben
7:26:00 PM
Senin, 23 November 2009 10:00 WIB
Penulis : Ikarowina Tarigan
PEREMPUAN dan produk kecantikan telah menjalin hubungan cinta yang berlangsung selama berabad-abad. Meskipun seseorang bilang tidak bermake-up setidaknya ia menggunakan lipstick, lipgloss, parfum dan bedak supaya terlihat lebih menarik.
Pada faktanya, berdasarkan laporan terbaru, sebagian besar kosmetik favorit yang kita gunakan merupakan perpaduan antara produk industri dan zat kimia berbahaya yang bisa merusak kesehatan. Pada beberapa kasus, produk kecantikan yang menjanjikan melawan penuaan justru membuat kita mengalami penuaan dini.
Penelitian yang dilakukan Bionsen, perusahaan deodorant alami, menemukan bahwa penggunaan produk perawatan dan make-up menyumbangkan 515 zat kimia sintetis yang berbeda ke tubuh perempuan setiap hari.
Selain itu, banyak juga perempuan yang menggunakan produk-produk pembersih rumah tangga yang telah dikaitkan dengan sejumlah gangguan kesehatan, mulai dari alergi dan sensitifitas kulit hingga masalah yang lebih serius seperti gangguan hormon, masalah kesuburan bahkan kanker.
Paraben, misalnya, yang didisain untuk mengawetkan produk kosmetik Anda, merupakan salah satu pengawet yang banyak dipakai di dunia. Pengawet ini bisa ditemukan pada produk seperti shampo, gel rambut, dan body lotions. Tapi, penggunaan pengawet ini memicu kontroversi, sejumlah studi telah menghubungkan komponen ini dengan gangguan kesehatan serius termasuk kanker payudara, serta gangguan kesuburan pada laki-laki.
Penelitian dari Prefectural University of Medicine menunjukkan bahwa beberapa paraben yang sebelumnya diyakini aman (seperti Methylparaben, may mutate) bisa menjadi racun saat terpapar sinar matahari, menyebabkan penuaan kulit dini serta meningkatkan risiko kanker kulit. Methylparabens bisa ditemukan pada lebih dari 16.000 produk, termasuk pelembab dan pasta gigi. Produsen kosmetik selalu mempertahankan diri dan menyatakan kalau paraben bisa diserap ke dalam tubuh. Tetapi, banyak peneliti yang tidak setuju.
Menurut Juru Bicara Bionsen Charlotte Smith, perempuan selalu tidak sadar dan mengubah kebiasaan mereka seiring waktu, mulai dari kebiasaan mandi dan dandan sedikit hingga kebiasaan menggunakan pemutih, manicures teratur, mengubah alis dan menyambung rambut setiap hari.
"Banyak teknologi baru, kosmetik generasi baru dan penanganan kecantikan yang menggunakan lebih banyak zat kimia untuk mendapatkan hasil maksimal. Dengan kata lain, perempuan menggunakan lebih banyak zat kimia dibandingkan sebelumnya," tutur Smith, seperti dikutip situs dailymail.
Jika ingin terhindar dari zat kimia berlebih, ada baiknya mengurangi penggunaan produk kosmetik dan beralihlah ke produk organik atau alami. Selain itu, pastikan membaca label pada produk kecantikan dan perawatan sebelum membeli. (OL-08)
http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2009/11/23/1857/2/Hindari-Kosmetik-Berpengawet-Paraben-
Penulis : Ikarowina Tarigan
PEREMPUAN dan produk kecantikan telah menjalin hubungan cinta yang berlangsung selama berabad-abad. Meskipun seseorang bilang tidak bermake-up setidaknya ia menggunakan lipstick, lipgloss, parfum dan bedak supaya terlihat lebih menarik.
Pada faktanya, berdasarkan laporan terbaru, sebagian besar kosmetik favorit yang kita gunakan merupakan perpaduan antara produk industri dan zat kimia berbahaya yang bisa merusak kesehatan. Pada beberapa kasus, produk kecantikan yang menjanjikan melawan penuaan justru membuat kita mengalami penuaan dini.
Penelitian yang dilakukan Bionsen, perusahaan deodorant alami, menemukan bahwa penggunaan produk perawatan dan make-up menyumbangkan 515 zat kimia sintetis yang berbeda ke tubuh perempuan setiap hari.
Selain itu, banyak juga perempuan yang menggunakan produk-produk pembersih rumah tangga yang telah dikaitkan dengan sejumlah gangguan kesehatan, mulai dari alergi dan sensitifitas kulit hingga masalah yang lebih serius seperti gangguan hormon, masalah kesuburan bahkan kanker.
Paraben, misalnya, yang didisain untuk mengawetkan produk kosmetik Anda, merupakan salah satu pengawet yang banyak dipakai di dunia. Pengawet ini bisa ditemukan pada produk seperti shampo, gel rambut, dan body lotions. Tapi, penggunaan pengawet ini memicu kontroversi, sejumlah studi telah menghubungkan komponen ini dengan gangguan kesehatan serius termasuk kanker payudara, serta gangguan kesuburan pada laki-laki.
Penelitian dari Prefectural University of Medicine menunjukkan bahwa beberapa paraben yang sebelumnya diyakini aman (seperti Methylparaben, may mutate) bisa menjadi racun saat terpapar sinar matahari, menyebabkan penuaan kulit dini serta meningkatkan risiko kanker kulit. Methylparabens bisa ditemukan pada lebih dari 16.000 produk, termasuk pelembab dan pasta gigi. Produsen kosmetik selalu mempertahankan diri dan menyatakan kalau paraben bisa diserap ke dalam tubuh. Tetapi, banyak peneliti yang tidak setuju.
Menurut Juru Bicara Bionsen Charlotte Smith, perempuan selalu tidak sadar dan mengubah kebiasaan mereka seiring waktu, mulai dari kebiasaan mandi dan dandan sedikit hingga kebiasaan menggunakan pemutih, manicures teratur, mengubah alis dan menyambung rambut setiap hari.
"Banyak teknologi baru, kosmetik generasi baru dan penanganan kecantikan yang menggunakan lebih banyak zat kimia untuk mendapatkan hasil maksimal. Dengan kata lain, perempuan menggunakan lebih banyak zat kimia dibandingkan sebelumnya," tutur Smith, seperti dikutip situs dailymail.
Jika ingin terhindar dari zat kimia berlebih, ada baiknya mengurangi penggunaan produk kosmetik dan beralihlah ke produk organik atau alami. Selain itu, pastikan membaca label pada produk kecantikan dan perawatan sebelum membeli. (OL-08)
http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2009/11/23/1857/2/Hindari-Kosmetik-Berpengawet-Paraben-
Siswa SMA Tak Mau Korban UN
7:25:00 PM
Sabtu, 28 November 2009 - 6:51 WIB
JAKARTA (Pos Kota) – Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) mendesak Mendiknas mematuhi putusan Mahkamah Agung (MA) yang melarang pelaksanaan ujian nasional (UN).
Karena ujian tersebut lebih banyak mudhoratnya daripada manfaat, sebab jiwa siswa tergoncang, apalagi menjelang pelaksaan UN.
Bukan itu saja, kalangan orangtua juga tidak sedikit ikut stres memikirkan persiapan anaknya.
Beberapa siswa ditemui mengakui setuju dengan putusan MA, yakni melarang pelaksanaan UN. Mereka berharap pemeirntah tidak asal membuat peraturan, sehingga anak didik menjadi korban kebijakan yang tidak tepat, sesuai dengan fakta dan kondisi anak didik dan guru, serta fasilitas-sarana sekolah.
“Kami jangan jadi kelinci percobaan,” kata Nadya Syifa, satu siswa SMA di Kota Bekasi.
Ia berpendapat, pemerintah melalui Depdiknas memberikan kepercayaan kepada sekolah yang bersangkutan, karena sekolah atau guru setempat yang paling tahu mengenai kemampuan dan kekurangan siswa. “Kembalikan seperti zaman SD dulu aja,” kata Nadya Syifa. Sabtu (28/11) pagi.
Sebelumnya, Mendiknas M Nuh menanggapi putusan MA tersebut, menyatakan tahun 2010 tetap memberlakukan UN dan pihaknya melakukan perlawanan hukum melalui Peninjauan Kembali (PK) atas putusan MA tersebut.
Sebagai mana dimaklumi, putusan MA ini sekaligus menguatkan putusan PN Jakarta Pusat atas gugatan warga, karena anaknya tidak lulus UN, padahal memiliki prestasi tinggi di sekolahnya. (syamsir)
http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2009/11/28/siswa-sma-tak-mau-korban-un
JAKARTA (Pos Kota) – Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) mendesak Mendiknas mematuhi putusan Mahkamah Agung (MA) yang melarang pelaksanaan ujian nasional (UN).
Karena ujian tersebut lebih banyak mudhoratnya daripada manfaat, sebab jiwa siswa tergoncang, apalagi menjelang pelaksaan UN.
Bukan itu saja, kalangan orangtua juga tidak sedikit ikut stres memikirkan persiapan anaknya.
Beberapa siswa ditemui mengakui setuju dengan putusan MA, yakni melarang pelaksanaan UN. Mereka berharap pemeirntah tidak asal membuat peraturan, sehingga anak didik menjadi korban kebijakan yang tidak tepat, sesuai dengan fakta dan kondisi anak didik dan guru, serta fasilitas-sarana sekolah.
“Kami jangan jadi kelinci percobaan,” kata Nadya Syifa, satu siswa SMA di Kota Bekasi.
Ia berpendapat, pemerintah melalui Depdiknas memberikan kepercayaan kepada sekolah yang bersangkutan, karena sekolah atau guru setempat yang paling tahu mengenai kemampuan dan kekurangan siswa. “Kembalikan seperti zaman SD dulu aja,” kata Nadya Syifa. Sabtu (28/11) pagi.
Sebelumnya, Mendiknas M Nuh menanggapi putusan MA tersebut, menyatakan tahun 2010 tetap memberlakukan UN dan pihaknya melakukan perlawanan hukum melalui Peninjauan Kembali (PK) atas putusan MA tersebut.
Sebagai mana dimaklumi, putusan MA ini sekaligus menguatkan putusan PN Jakarta Pusat atas gugatan warga, karena anaknya tidak lulus UN, padahal memiliki prestasi tinggi di sekolahnya. (syamsir)
http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2009/11/28/siswa-sma-tak-mau-korban-un
Tahun Depan Kota Bekasi Perbaiki Drainase
7:23:00 PM
Sabtu, 28 November 2009 | 01:24 WIB
BEKASI, KOMPAS.com - Perbaikan drainase (saluran air) di Kota Bekasi akan menjadi prioritas dari program Dinas Bina Marga pada 2010 agar jalan yang kondisinya sudah baik bisa tahan lama.
"Ada beberapa ruas jalan yang drainasenya kecil dan dangkal hingga perlu perbaikan. Kita inginnya jalan memiliki drainase dan trotoar yang memadai," kata kepala Dinas Bina Marga dan Tata Air, Kota Bekasi, Agus Syofyan di Bekasi, Jumat (27/11).
Ia mengatakan, pada 2010 dari dana APBD sebesar Rp 200 miliar, senilai Rp 140 miliar akan digunakan untuk Bina Marga dan sebagian dari jumlah itu akan digunakan untuk perbaikan drainase.
Ia mengatakan, jalan jadi cepat rusak akibat drainase yang memenuhi badan jalan atau air di jalan tidak mengalir ke drainase hingga memperpendek umur dan ketahanan jalan.
Ia mencontohkan, pengerjaan pelapisan jalan raya Sultan Agung Kota Bekasi sampai Pulogadung, yang dilakukan oleh Departemen Pekerjaan Umum (DPU) belum diimbangi dengan drainase memadai. Akibat jeleknya sistem drainase, saat musim penghujan air menggenang di banyak ruas jalan dan mengakibatkan munculnya lobang-lobang pada badan jalan.
"Dana besar yang dikeluarkan untuk perbaikan dan pelapisan jalan akhirnya hanya memberikan manfaat sesaat, apalagi dibarengi dengan kerja kontraktor yang kurang profesional," ujarnya.
Ia mengatakan, perbaikan jalan raya Sultan Agung itu dilakukan sepenuhnya oleh Departemen PU. Dari ruas jalan yang diperbaiki itu sekira 6,3 kilometer berada di wilayah Kota Bekasi sementara sisanya 9 kilometer masuk Jakarta Timur. "Kita hanya dimintai koordinasi dalam pembangunan jalan tersebut, dan kegiatan ini bersifat bantuan dari dana APBN," ujarnya.
Wali Kota Bekasi, Mochtar Mohamad, mengatakan, kondisi jalan serta drainase dan trotoar memadai sangat diperlukan dalam memperindah Kota Bekasi. Ia mengatakan, Kota Bekasi berkeinginan agar bisa meraih piala Adipura 2010 dan tanpa dibarengi kondisi jalan, drainase dan trotoar yang baik, akan mengurangi penilaian secara keseluruhan.
Ia minta agar aparat Bina Marga dan Tata Air memperhatikan betul perencanaan sarana jalan dan pendukungnya agar bisa memberikan penilaian positif bagi Kota Bekasi.
XVD
http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2009/11/28/01244621/tahun.depan.kota.bekasi.perbaiki.drainase..
BEKASI, KOMPAS.com - Perbaikan drainase (saluran air) di Kota Bekasi akan menjadi prioritas dari program Dinas Bina Marga pada 2010 agar jalan yang kondisinya sudah baik bisa tahan lama.
"Ada beberapa ruas jalan yang drainasenya kecil dan dangkal hingga perlu perbaikan. Kita inginnya jalan memiliki drainase dan trotoar yang memadai," kata kepala Dinas Bina Marga dan Tata Air, Kota Bekasi, Agus Syofyan di Bekasi, Jumat (27/11).
Ia mengatakan, pada 2010 dari dana APBD sebesar Rp 200 miliar, senilai Rp 140 miliar akan digunakan untuk Bina Marga dan sebagian dari jumlah itu akan digunakan untuk perbaikan drainase.
Ia mengatakan, jalan jadi cepat rusak akibat drainase yang memenuhi badan jalan atau air di jalan tidak mengalir ke drainase hingga memperpendek umur dan ketahanan jalan.
Ia mencontohkan, pengerjaan pelapisan jalan raya Sultan Agung Kota Bekasi sampai Pulogadung, yang dilakukan oleh Departemen Pekerjaan Umum (DPU) belum diimbangi dengan drainase memadai. Akibat jeleknya sistem drainase, saat musim penghujan air menggenang di banyak ruas jalan dan mengakibatkan munculnya lobang-lobang pada badan jalan.
"Dana besar yang dikeluarkan untuk perbaikan dan pelapisan jalan akhirnya hanya memberikan manfaat sesaat, apalagi dibarengi dengan kerja kontraktor yang kurang profesional," ujarnya.
Ia mengatakan, perbaikan jalan raya Sultan Agung itu dilakukan sepenuhnya oleh Departemen PU. Dari ruas jalan yang diperbaiki itu sekira 6,3 kilometer berada di wilayah Kota Bekasi sementara sisanya 9 kilometer masuk Jakarta Timur. "Kita hanya dimintai koordinasi dalam pembangunan jalan tersebut, dan kegiatan ini bersifat bantuan dari dana APBN," ujarnya.
Wali Kota Bekasi, Mochtar Mohamad, mengatakan, kondisi jalan serta drainase dan trotoar memadai sangat diperlukan dalam memperindah Kota Bekasi. Ia mengatakan, Kota Bekasi berkeinginan agar bisa meraih piala Adipura 2010 dan tanpa dibarengi kondisi jalan, drainase dan trotoar yang baik, akan mengurangi penilaian secara keseluruhan.
Ia minta agar aparat Bina Marga dan Tata Air memperhatikan betul perencanaan sarana jalan dan pendukungnya agar bisa memberikan penilaian positif bagi Kota Bekasi.
XVD
http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2009/11/28/01244621/tahun.depan.kota.bekasi.perbaiki.drainase..
Tarif Parkir Bandara Bakal Naik Dua Kali Lipat
7:22:00 PM
Sabtu, 28-11-09 | 16:52
MAROS -- Tarif parkir masuk Bandara Internasional Sultan Hasanuddin dievaluasi DPRD Maros dan Angkasa Pura I selaku pengelola bandara. Dalam rapat kerjanya beberapa waktu lalu, pihak PT Angkasa Pura I meminta dewan agar merevisi peraturan daerah (perda) perparkiran di bandara tersebut.
Pasalnya, sejak bandara baru difungsikan September tahun lalu, tarif parkir masih menggunakan tarif saat masih di bandara lama. Tarif untuk kendaraan roda empat sebesar Rp 2.000 dan Rp 1.000 bagi kendaraan roda dua.
Ketua Badan Legislasi DPRD Maros, Amiruddin Karim, menjelaskan, usulan revisi perda itu mengingat selama ini tarif parkir bandara paling murah dibanding bandara kelas internasional lainnya di seluruh tanah air.
"Tarif bandara kita masih tarif lama padahal sudah kelas internasional. Di Balikpapan, tarif parkir bandaranya saja untuk kendaraan roda empat Rp 3.000. Di Manado juga sudah Rp 4.000. Maka saat ini kita sedang menggodok perda baru untuk perubahan tarif tersebut," kata Amiruddin, Jumat, 27 November.
Meski masih dalam tahap penggodokan, Amiruddin yang juga menjabat anggota komisi I DPRD Maros itu mengusul tarif parkir bandara Sultan Hasanuddin naik dua kali lipat. Misalnya untuk kendaraan roda empat menjadi Rp 4.000 per unit dan kendaraan roda dua Rp 2.000 per unit.
"Dengan kenaikan ini kami berharap agar tarif parkir bandara ini dapat menyumbang lebih banyak PAD (Pendapatan Asli Daerah, red) bagi Maros. Jika tahun-tahun sebelumnya di bandara lama, PAD dari parkir bandara sebesar Rp 400 juta per tahun, kini kami harap bisa meningkat dua kali lipat atau minimal Rp 800 juta per tahun," ucap legislator dari Partai Karya Peduli Bangsa Maros ini.
Dihubungi terpisah, Manager Personalia dan Umum Angkasa Pura I Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kintoron, mengakui adanya pembahasan tersebut. Namun sejauh ini pihaknya belum bisa menentukan berapa besar tarif parkir jika dinaikkan. "Kami masih mengevaluasinya dengan DPRD Maros karena ini baru usul," katanya. (yan)
http://www.fajar.co.id/index.php?option=news&id=74756
MAROS -- Tarif parkir masuk Bandara Internasional Sultan Hasanuddin dievaluasi DPRD Maros dan Angkasa Pura I selaku pengelola bandara. Dalam rapat kerjanya beberapa waktu lalu, pihak PT Angkasa Pura I meminta dewan agar merevisi peraturan daerah (perda) perparkiran di bandara tersebut.
Pasalnya, sejak bandara baru difungsikan September tahun lalu, tarif parkir masih menggunakan tarif saat masih di bandara lama. Tarif untuk kendaraan roda empat sebesar Rp 2.000 dan Rp 1.000 bagi kendaraan roda dua.
Ketua Badan Legislasi DPRD Maros, Amiruddin Karim, menjelaskan, usulan revisi perda itu mengingat selama ini tarif parkir bandara paling murah dibanding bandara kelas internasional lainnya di seluruh tanah air.
"Tarif bandara kita masih tarif lama padahal sudah kelas internasional. Di Balikpapan, tarif parkir bandaranya saja untuk kendaraan roda empat Rp 3.000. Di Manado juga sudah Rp 4.000. Maka saat ini kita sedang menggodok perda baru untuk perubahan tarif tersebut," kata Amiruddin, Jumat, 27 November.
Meski masih dalam tahap penggodokan, Amiruddin yang juga menjabat anggota komisi I DPRD Maros itu mengusul tarif parkir bandara Sultan Hasanuddin naik dua kali lipat. Misalnya untuk kendaraan roda empat menjadi Rp 4.000 per unit dan kendaraan roda dua Rp 2.000 per unit.
"Dengan kenaikan ini kami berharap agar tarif parkir bandara ini dapat menyumbang lebih banyak PAD (Pendapatan Asli Daerah, red) bagi Maros. Jika tahun-tahun sebelumnya di bandara lama, PAD dari parkir bandara sebesar Rp 400 juta per tahun, kini kami harap bisa meningkat dua kali lipat atau minimal Rp 800 juta per tahun," ucap legislator dari Partai Karya Peduli Bangsa Maros ini.
Dihubungi terpisah, Manager Personalia dan Umum Angkasa Pura I Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kintoron, mengakui adanya pembahasan tersebut. Namun sejauh ini pihaknya belum bisa menentukan berapa besar tarif parkir jika dinaikkan. "Kami masih mengevaluasinya dengan DPRD Maros karena ini baru usul," katanya. (yan)
http://www.fajar.co.id/index.php?option=news&id=74756
Serobotan, Agen Gas 3 Kilo Disemprit
7:21:00 PM
Sabtu, 28 November 2009 - 5:53 WIB
GAMBIR (Pos Kota) – Sejumlah agen gas elpiji 3 kg ‘disemprit’ pengurus Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) karena melanggar rayonisasi distribusi.
“Saya lupa detailnya. Yang jelas, DPP (Dewan Pengurus Pusat) sudah menegur beberapa agen,” ungkap Didi Suryadi, Ketua DPD Hiswana Migas Jakarta, Banten dan Jabar.
Mereka mendapat teguran karena masih menjual gas elpiji 3 kg di luar area wilayahnya. Padahal sudah ada kesepakatan soal tata niaga termasuk memberlakukan rayonisasi distribusi.
Di antara agen yang ditegur tersebut, Didi mengaku ada juga yang dikenakan sanksi skorsing. Tidak diberi pasokan gas elpiji 3 kg selama satu minggu.
Sikap tegas DPP Hiswana Migas ini dimaksudkan untuk mencegah terulangnya kembali persaingan para pemodal besar dengan cara-cara tidak sehat saat program konversi dari minyak tanah ke gas elpiji 3 kg diberlakukan.
TAK BISA MAIN SERUDUK
Dulu sebelum ada tata niaga, lanjutnya, agen bisa seenaknya menjual gas elpiji 3 kg kemana-mana. Tidak ada batasan wilayah. Akibatnya agen yang melayani wilayah itu kolaps, karena pasarnya direbut agen dari tempat lain.
Sekarang sudah diatur tata niaganya, sehingga agen tidak boleh main seruduk. Di samping itu, harga jual gas elpiji 3 kg di pangkalan saat ini sudah mendekati harga eceran tertinggi (HET) Rp12.750/tabung.
Sehingga harga jual gas elpiji 3 kg di warung paling banter harus Rp13.500 hingga Rp14.000/tabung. “Kalau lebih dari harga tersebut, Hiswana akan menegur pangkalan yang membina warung tersebut,” jelas Didi.
(setiawan/us/o)
http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2009/11/28/serobotan-agen-gas-3-kilo-disemprit
GAMBIR (Pos Kota) – Sejumlah agen gas elpiji 3 kg ‘disemprit’ pengurus Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) karena melanggar rayonisasi distribusi.
“Saya lupa detailnya. Yang jelas, DPP (Dewan Pengurus Pusat) sudah menegur beberapa agen,” ungkap Didi Suryadi, Ketua DPD Hiswana Migas Jakarta, Banten dan Jabar.
Mereka mendapat teguran karena masih menjual gas elpiji 3 kg di luar area wilayahnya. Padahal sudah ada kesepakatan soal tata niaga termasuk memberlakukan rayonisasi distribusi.
Di antara agen yang ditegur tersebut, Didi mengaku ada juga yang dikenakan sanksi skorsing. Tidak diberi pasokan gas elpiji 3 kg selama satu minggu.
Sikap tegas DPP Hiswana Migas ini dimaksudkan untuk mencegah terulangnya kembali persaingan para pemodal besar dengan cara-cara tidak sehat saat program konversi dari minyak tanah ke gas elpiji 3 kg diberlakukan.
TAK BISA MAIN SERUDUK
Dulu sebelum ada tata niaga, lanjutnya, agen bisa seenaknya menjual gas elpiji 3 kg kemana-mana. Tidak ada batasan wilayah. Akibatnya agen yang melayani wilayah itu kolaps, karena pasarnya direbut agen dari tempat lain.
Sekarang sudah diatur tata niaganya, sehingga agen tidak boleh main seruduk. Di samping itu, harga jual gas elpiji 3 kg di pangkalan saat ini sudah mendekati harga eceran tertinggi (HET) Rp12.750/tabung.
Sehingga harga jual gas elpiji 3 kg di warung paling banter harus Rp13.500 hingga Rp14.000/tabung. “Kalau lebih dari harga tersebut, Hiswana akan menegur pangkalan yang membina warung tersebut,” jelas Didi.
(setiawan/us/o)
http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2009/11/28/serobotan-agen-gas-3-kilo-disemprit
Tarif PDAM Depok Naik, DPRD tidak Tahu
7:19:00 PM
Jumat, 27 November 2009 16:17 WIB
Penulis : Kisar Rajaguguk
DEPOK--MI Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kahuripan Cabang Pelayanan III Depok menaikkan tarif penjualan air bagi golongan rumah sederhana dan golongan rumah menengah berlaku mulai tanggal 1 Desember 2009. Kenaikan tarif ini tidak diketahui DPRD.
Tarif air minum golongan III/A atau pelanggan rumah sederhana yang memakai air (0-10 M3) Rp16.000 per bulan, golongan III/B atau pelanggan rumah menengah yang memakai air (0-10 M3) Rp20.300 per bulan. Surat pemberitahuan kepada pelanggan PDAM Nomor: 106/Cab.III/Humas/XI/09, Kepala PDAM Cabang Pelayanan III Kota Depok G. Kadarinah menyatakan perubahan tarif pemakaian air minum yang berlaku mulai 1 Desember 2009 itu dalam rangka tertib administrasi.
Kenaikan tarif ini ditentang oleh warga pelanggan PDAM Cabang Pelayanan III Depok. Melalui Ketua Komisi C DPRD Kota Depok Edi Sitorus, warga meminta kenaikan tarif air minum tersebut dibatalkan. "Apapun dalihnya PDAM tidak boleh semena-mena menaikkan tarif air minum. Apalagi, situasi ekonomi sulit saat ini. Janganlah rakyat dibebani macam-macam lagi," cetus Sitorus.
Menurut Sitorus, jika memang ingin mengubah tarif PDAM hendaknya terlebih dahulu meminta persetujuan dari lembaga pengawas daerah, yaitu DPRD. "Hingga saat ini, PDAM tak pernah meminta advis atau berkonsultasi kepada DPRD. Ini sama artinya DPRD tidak dianggap PDAM," kata politisi dari Partai Demokrat itu kepada Media Indonesia di Depok, Jumat (27/11).
Sitorus mengingatkan Pemerintah Kota Depok selaku pelayan masyarakat agar menangani masalah ini secara serius. "Jangan setelah mengeluh, baru ditanggapi," imbuhnya. Pemerintah Kota dianggapnya terkesan lamban dalam mengantisipasi permasalahan yang terjadi di masyarakat, dalam hal ini mengenai perubahan tarif pemakaian air bagi pelanggan rumah sederhana maupun rumah menengah. "Kami mengingatkan Pemerintah Kota supaya mengutamakan kualitas pelayanannya. Begitupun dengan kualitas air minum harus mendapat perhatian yang sungguh-sungguh, diperiksa secara cermat sebelum dikomsumsi masyarakat," tegasnya. (KG/OL-04)
http://www.mediaindonesia.com/read/2009/11/27/108236/37/5/Tarif-PDAM-Depok-Naik-DPRD-tidak-Tahu
Penulis : Kisar Rajaguguk
DEPOK--MI Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kahuripan Cabang Pelayanan III Depok menaikkan tarif penjualan air bagi golongan rumah sederhana dan golongan rumah menengah berlaku mulai tanggal 1 Desember 2009. Kenaikan tarif ini tidak diketahui DPRD.
Tarif air minum golongan III/A atau pelanggan rumah sederhana yang memakai air (0-10 M3) Rp16.000 per bulan, golongan III/B atau pelanggan rumah menengah yang memakai air (0-10 M3) Rp20.300 per bulan. Surat pemberitahuan kepada pelanggan PDAM Nomor: 106/Cab.III/Humas/XI/09, Kepala PDAM Cabang Pelayanan III Kota Depok G. Kadarinah menyatakan perubahan tarif pemakaian air minum yang berlaku mulai 1 Desember 2009 itu dalam rangka tertib administrasi.
Kenaikan tarif ini ditentang oleh warga pelanggan PDAM Cabang Pelayanan III Depok. Melalui Ketua Komisi C DPRD Kota Depok Edi Sitorus, warga meminta kenaikan tarif air minum tersebut dibatalkan. "Apapun dalihnya PDAM tidak boleh semena-mena menaikkan tarif air minum. Apalagi, situasi ekonomi sulit saat ini. Janganlah rakyat dibebani macam-macam lagi," cetus Sitorus.
Menurut Sitorus, jika memang ingin mengubah tarif PDAM hendaknya terlebih dahulu meminta persetujuan dari lembaga pengawas daerah, yaitu DPRD. "Hingga saat ini, PDAM tak pernah meminta advis atau berkonsultasi kepada DPRD. Ini sama artinya DPRD tidak dianggap PDAM," kata politisi dari Partai Demokrat itu kepada Media Indonesia di Depok, Jumat (27/11).
Sitorus mengingatkan Pemerintah Kota Depok selaku pelayan masyarakat agar menangani masalah ini secara serius. "Jangan setelah mengeluh, baru ditanggapi," imbuhnya. Pemerintah Kota dianggapnya terkesan lamban dalam mengantisipasi permasalahan yang terjadi di masyarakat, dalam hal ini mengenai perubahan tarif pemakaian air bagi pelanggan rumah sederhana maupun rumah menengah. "Kami mengingatkan Pemerintah Kota supaya mengutamakan kualitas pelayanannya. Begitupun dengan kualitas air minum harus mendapat perhatian yang sungguh-sungguh, diperiksa secara cermat sebelum dikomsumsi masyarakat," tegasnya. (KG/OL-04)
http://www.mediaindonesia.com/read/2009/11/27/108236/37/5/Tarif-PDAM-Depok-Naik-DPRD-tidak-Tahu
Penutup Saluran Air Tersumbat Sampah, Kawasan Tengah Surabaya Banjir
7:17:00 PM
[ Sabtu, 28 November 2009 ]
SURABAYA - Hujan dan banjir memang ''sepasang sejoli'' yang tak pernah absen mengunjungi Surabaya saat tak lagi kemarau. Itu kembali terjadi kemarin. Sejumlah tempat di pusat kota tergenang air. Tingginya bervariasi. Mulai sebatas mata kaki hingga sedengkul orang dewasa.
Daerah yang kemarin ''tenggelam'' misalnya Basuki Rahmat, Kaliasin, Tegalsari, Panglima Sudirman, atau Embong Sawo. Di selatan, Margorejo ikut-ikutan banjir. Sedangkan di kawasan timur, Jalan Sulawesi dan viaduk Gubeng juga tergenang.
Karena itu, pemandangan khas Surabaya di musim hujan pun menjadi jamak. Motor-motor mogok, orang-orang menggulung celana hingga selutut sambil berlari-lari kecil. Sebagian lagi terlihat mengeruk-ngeruk sampah di tepi jalan. Itu dilakukan Slamet, warga Kaliasin III. Menurut dia, setiap hujan wilayahnya selalu banjir. Katanya, itu diakibatkan sampah yang menyumbat saluran air.
Itu diamini oleh Kepala Dinas Bina Marga dan Pematusan (DBMP) Sri Mulyono. Menurut dia, kawasan tengah kota itu tergenang air karena penutup saluran air tersumbat kotoran. ''Waktu dibersihkan, air langsung mengalir dan genangan surut,'' ungkapnya. Dia pun menggaransi, bahwa banjir di Basuki Rahmat dan sekitarnya tersebut tidak diakibatkan saluran yang bermasalah atau rumah pompa di Jalan Kenari yang ngadat. ''Semuanya lancar. Itu murni masalah sampah di tutup saluran,'' ujar Sri Mulyono.
Dia pun mengatakan bahwa Surabaya memang ''ditakdirkan'' tak bisa bebas dari banjir. Sebab, 60 persen kawasannya terletak di bahwa permukaan air laut. Paling banter yang bisa dilakukan pemkot adalah mengurangi tinggi dan lama genangan air.
Hasil evaluasi dinasnya, daerah-daerah di wilayah timur sebenarnya sudah mulai ada perubahan. Genangan yang ada di sekitar Tambak Sari hingga Kedung Cowek sudah banyak terkurangi. Termasuk juga daerah barat, yaitu Mayjen Sungkono. "Di Mayjen Sungkono, saluran dan pompa air sudah tidak ada masalah. Saya jamin tinggi genangan turun dari tahun lalu," ucapnya.
Soal genangan air di Jalan Sulawesi, Sri Mulyono mengatakan bahwa jalan itu memang lebih rendah setengah meter ketimbang Jalan Kertajaya. Lalu, untuk genangan di kawasan Stasiun Gubeng, Sri Mulyono mengatakan bahwa itu karena proyek pembangunan saluran dan pedestrian di dekat stasiun Gubeng masih belum tuntas. ''Tutup saluran tepinya memang belum terpasang. Beberapa juga masih dipasang boksnya. Jadi kerja drainasenya belum sempurna," paparnya. Sri Mulyono pun berjanji akan segera menyelesaikan proyek tersebut. (edw/win/nur/dim/gun/dos)
http://www.jawapos.com/
SURABAYA - Hujan dan banjir memang ''sepasang sejoli'' yang tak pernah absen mengunjungi Surabaya saat tak lagi kemarau. Itu kembali terjadi kemarin. Sejumlah tempat di pusat kota tergenang air. Tingginya bervariasi. Mulai sebatas mata kaki hingga sedengkul orang dewasa.
Daerah yang kemarin ''tenggelam'' misalnya Basuki Rahmat, Kaliasin, Tegalsari, Panglima Sudirman, atau Embong Sawo. Di selatan, Margorejo ikut-ikutan banjir. Sedangkan di kawasan timur, Jalan Sulawesi dan viaduk Gubeng juga tergenang.
Karena itu, pemandangan khas Surabaya di musim hujan pun menjadi jamak. Motor-motor mogok, orang-orang menggulung celana hingga selutut sambil berlari-lari kecil. Sebagian lagi terlihat mengeruk-ngeruk sampah di tepi jalan. Itu dilakukan Slamet, warga Kaliasin III. Menurut dia, setiap hujan wilayahnya selalu banjir. Katanya, itu diakibatkan sampah yang menyumbat saluran air.
Itu diamini oleh Kepala Dinas Bina Marga dan Pematusan (DBMP) Sri Mulyono. Menurut dia, kawasan tengah kota itu tergenang air karena penutup saluran air tersumbat kotoran. ''Waktu dibersihkan, air langsung mengalir dan genangan surut,'' ungkapnya. Dia pun menggaransi, bahwa banjir di Basuki Rahmat dan sekitarnya tersebut tidak diakibatkan saluran yang bermasalah atau rumah pompa di Jalan Kenari yang ngadat. ''Semuanya lancar. Itu murni masalah sampah di tutup saluran,'' ujar Sri Mulyono.
Dia pun mengatakan bahwa Surabaya memang ''ditakdirkan'' tak bisa bebas dari banjir. Sebab, 60 persen kawasannya terletak di bahwa permukaan air laut. Paling banter yang bisa dilakukan pemkot adalah mengurangi tinggi dan lama genangan air.
Hasil evaluasi dinasnya, daerah-daerah di wilayah timur sebenarnya sudah mulai ada perubahan. Genangan yang ada di sekitar Tambak Sari hingga Kedung Cowek sudah banyak terkurangi. Termasuk juga daerah barat, yaitu Mayjen Sungkono. "Di Mayjen Sungkono, saluran dan pompa air sudah tidak ada masalah. Saya jamin tinggi genangan turun dari tahun lalu," ucapnya.
Soal genangan air di Jalan Sulawesi, Sri Mulyono mengatakan bahwa jalan itu memang lebih rendah setengah meter ketimbang Jalan Kertajaya. Lalu, untuk genangan di kawasan Stasiun Gubeng, Sri Mulyono mengatakan bahwa itu karena proyek pembangunan saluran dan pedestrian di dekat stasiun Gubeng masih belum tuntas. ''Tutup saluran tepinya memang belum terpasang. Beberapa juga masih dipasang boksnya. Jadi kerja drainasenya belum sempurna," paparnya. Sri Mulyono pun berjanji akan segera menyelesaikan proyek tersebut. (edw/win/nur/dim/gun/dos)
http://www.jawapos.com/
Mengusir Gangguan Insomnia
7:15:00 PM
Kamis, 26 November 2009 pukul 11:40:00
BERISIKO: Pria lebih rentan terhadap kematian dini akibat gangguan tidur jika dibandingkan wanita
Insomnia atau sulit tidur dapat dirasakan setiap orang dengan berbagai gejala yang berbeda. Termasuk, sulit untuk tidur tanpa terbangun di tengah malam atau memang sulit untuk jatuh tidur sejak awal.
Sulit tidur bisa disebabkan adanya penyakit atau kelainan dalam tubuh. Kebiasaan atau gaya hidup yang tidak sehat juga bisa menyebabkan mata dan pikiran sulit beristirahat di malam hari.
Menerapkan gaya hidup sehat, termasuk mengonsumsi makanan bergizi dan berolahraga teratur dapat menjadi tindakan awal mengatasi insomnia.
The National Women's Health Information Center memberikan beberapa saran untuk mengatasi insomnia, antara lain :
* Melakukan terapi relaksasi untuk membantu mengurangi stres.
* Berkonsultasi dengan seorang dokter. Pada awalnya untuk membantu mengatur kebutuhan tidur dan waktu terbaik, kemudian secara bertahap meningkatkan kualitas tidur malam hingga pagi hari.
* Kondisikan tubuh untuk tidur, termasuk membatasi tempat tidur hanya untuk tidur atau berhubungan intim dengan suami atau istri.
* Jauhkan televisi atau hindari membaca di tempat tidur. Hal itu bisa membantu membuat tubuh merasa tempat tidur hanya untuk tidur.
* Lakukan cek fisik secara menyeluruh, jika ada gangguan kesehatan yang dapat menyebabkan insomnia.
* Evaluasi gaya hidup Anda. Bisa jadi kebiasaan Anda yang memicu kesulitan tidur seperti meminum alkohol atau kafein pada waktu malam hari. healthday/rin
http://www.republika.co.id/berita/91952/Mengusir_Gangguan_Insomnia
BERISIKO: Pria lebih rentan terhadap kematian dini akibat gangguan tidur jika dibandingkan wanita
Insomnia atau sulit tidur dapat dirasakan setiap orang dengan berbagai gejala yang berbeda. Termasuk, sulit untuk tidur tanpa terbangun di tengah malam atau memang sulit untuk jatuh tidur sejak awal.
Sulit tidur bisa disebabkan adanya penyakit atau kelainan dalam tubuh. Kebiasaan atau gaya hidup yang tidak sehat juga bisa menyebabkan mata dan pikiran sulit beristirahat di malam hari.
Menerapkan gaya hidup sehat, termasuk mengonsumsi makanan bergizi dan berolahraga teratur dapat menjadi tindakan awal mengatasi insomnia.
The National Women's Health Information Center memberikan beberapa saran untuk mengatasi insomnia, antara lain :
* Melakukan terapi relaksasi untuk membantu mengurangi stres.
* Berkonsultasi dengan seorang dokter. Pada awalnya untuk membantu mengatur kebutuhan tidur dan waktu terbaik, kemudian secara bertahap meningkatkan kualitas tidur malam hingga pagi hari.
* Kondisikan tubuh untuk tidur, termasuk membatasi tempat tidur hanya untuk tidur atau berhubungan intim dengan suami atau istri.
* Jauhkan televisi atau hindari membaca di tempat tidur. Hal itu bisa membantu membuat tubuh merasa tempat tidur hanya untuk tidur.
* Lakukan cek fisik secara menyeluruh, jika ada gangguan kesehatan yang dapat menyebabkan insomnia.
* Evaluasi gaya hidup Anda. Bisa jadi kebiasaan Anda yang memicu kesulitan tidur seperti meminum alkohol atau kafein pada waktu malam hari. healthday/rin
http://www.republika.co.id/berita/91952/Mengusir_Gangguan_Insomnia
Sebanyak 984 Perusahaan Tak Miliki Dokumen Lingkungan
7:12:00 PM
Jumat, 27 November 2009 19:16 WIB
Malang (ANTARA News) - Sebanyak 984 dari 1.200 perusahaan di Kabupaten Malang, Jawa Timur, tidak memiliki dokumen upaya kelola lingkungan (UKL) dan dokumen upaya pemantauan pengelolaan lingkungan (UPL).
Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Malang, Subandiah Azis, Jumat, mengatakan, dari total 1200 perusahaan yang memiliki UKL/UPL hanya sekitar 216 perusahaan.
"Ini artinya, sekitar 80 persen perusahaan di Kabupaten Malang tidak memiliki dokumen lingkungan tersebut," katanya.
Alasan perusahaan tidak memiliki dokumen itu, menurut Subandiah, adalah mahalnya biaya pengurusan, sebab harus melalui berbagai prosedur yang ditentukan.
"Dimungkinkan karena mahalnya biaya pembuatan dokumen itu. Tapi, ini memang wajar dan risiko perusahaan, sebab prosedur itu berkaitan dengan keselamatan lingkungan dan masyarakat," katanya.
Ia menjelaskan, pembuatan UKL dan UPL bertujuan untuk mengidentifikasi komponen-komponen lingkungan, yang dapat diprediksi terkena dampak penting dari seluruh kegiatan perusahaan.
Sementara itu, keberadaan dokumen itu harus diperbarui minimal sebulan sekali, dan tiap lima tahun dokumen itu harus direvisi untuk mengetahui kondisi perusahaan terbaru.
"Kebanyakan perusahaan tidak mau mengikuti prosedur tersebut, sehingga ada yang mempunyai tapi tidak memperbaruinya," jelasnya.
Dia berharap, agar perusahaan bisa mengikuti prosedur yang ditentukan BLH, agar kasus tercemarnya Sungai Paras yang terletak di Desa Mulyoarjo, Kecamatan Lawang, tidak terjadi.(*)
http://www.antaranews.com/berita/1259324173/sebanyak-984-perusahaan-tak-miliki-dokumen-lingkungan
Malang (ANTARA News) - Sebanyak 984 dari 1.200 perusahaan di Kabupaten Malang, Jawa Timur, tidak memiliki dokumen upaya kelola lingkungan (UKL) dan dokumen upaya pemantauan pengelolaan lingkungan (UPL).
Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Malang, Subandiah Azis, Jumat, mengatakan, dari total 1200 perusahaan yang memiliki UKL/UPL hanya sekitar 216 perusahaan.
"Ini artinya, sekitar 80 persen perusahaan di Kabupaten Malang tidak memiliki dokumen lingkungan tersebut," katanya.
Alasan perusahaan tidak memiliki dokumen itu, menurut Subandiah, adalah mahalnya biaya pengurusan, sebab harus melalui berbagai prosedur yang ditentukan.
"Dimungkinkan karena mahalnya biaya pembuatan dokumen itu. Tapi, ini memang wajar dan risiko perusahaan, sebab prosedur itu berkaitan dengan keselamatan lingkungan dan masyarakat," katanya.
Ia menjelaskan, pembuatan UKL dan UPL bertujuan untuk mengidentifikasi komponen-komponen lingkungan, yang dapat diprediksi terkena dampak penting dari seluruh kegiatan perusahaan.
Sementara itu, keberadaan dokumen itu harus diperbarui minimal sebulan sekali, dan tiap lima tahun dokumen itu harus direvisi untuk mengetahui kondisi perusahaan terbaru.
"Kebanyakan perusahaan tidak mau mengikuti prosedur tersebut, sehingga ada yang mempunyai tapi tidak memperbaruinya," jelasnya.
Dia berharap, agar perusahaan bisa mengikuti prosedur yang ditentukan BLH, agar kasus tercemarnya Sungai Paras yang terletak di Desa Mulyoarjo, Kecamatan Lawang, tidak terjadi.(*)
http://www.antaranews.com/berita/1259324173/sebanyak-984-perusahaan-tak-miliki-dokumen-lingkungan
Bakaru Normal, Pemadaman Berlanjut
7:11:00 PM
Sabtu, 28-11-09 | 17:01
MAKASSAR -- Dua mesin pembangkit listrik PLTA Bakaru mulai beroperasi normal sejak Kamis, 26 November, seiring turunnya hujan selama beberapa hari. Kendati demikian, PLN masih harus melakukan pemutusan setrum, terutama ke pelanggan rumah tangga.
Manajer Pembangkitan PT PLN Wilayah Sultanbatara, Mursalim, mengatakan, PLN masih mengalami defisit daya listrik meskipun dua pembangkit di bakaru telah beroperasi penuh. "Defisit terutama pada malam hari, sehingga masih harus dilakukan pemadaman secara bergilir," kata Mursalim, Jumat, 27 November.
Pemakaian listrik industri yang berkurang, kemarin, membuat PLN tidak melakukan pemutusan setrum pada pagi hingga siang hari. Namun, gelap gulita di beberapa wilayah masih terjadi pada malam hari akibat kekurangan daya pada beban puncak.
Mursalim mengatakan, dua pembangkit listrik PLTA Bakaru telah memasok listrik sebanyak 126 megawatt. Air yang masuk di inflow dam PLTA Bakaru yang mencapai 60 meter kubik per detik membuat pembangkit dapat beroperasi maksimal.
Persemaian bibit awan untuk mendapatkan hujan buatan juga masih dilakukan sebanyak dua kali pada Kamis, 26 November. Injeksi natrium chlorida itu membuahkan hasil berupa hujan yang deras di sekitar dam PLTA Bakaru.
Pemutusan setrum masih harus dirasakan oleh pelanggan PLN, baik rumah tangga maupun industri, terutama karena dua pembangkit milik PLTGU Sengkang belum juga masuk dalam sistem kelistrikan PLN. Padahal, dua pembangkit tersebut dapat memasok listrik sekira 130 MW.
Beroperasinya kedua unit mesin pembangkit PLTA Bakaru yang mampu menghasilkan listrik dengan biaya paling murah itu, kata Mursalim, diharapkan dapat mengurangi durasi pemadaman listrik. "Nanti akan diatur lagi oleh bagian lain untuk skema dan durasi pemadamannya," ujarnya. (rif)
http://www.fajar.co.id/index.php?option=news&id=74760
MAKASSAR -- Dua mesin pembangkit listrik PLTA Bakaru mulai beroperasi normal sejak Kamis, 26 November, seiring turunnya hujan selama beberapa hari. Kendati demikian, PLN masih harus melakukan pemutusan setrum, terutama ke pelanggan rumah tangga.
Manajer Pembangkitan PT PLN Wilayah Sultanbatara, Mursalim, mengatakan, PLN masih mengalami defisit daya listrik meskipun dua pembangkit di bakaru telah beroperasi penuh. "Defisit terutama pada malam hari, sehingga masih harus dilakukan pemadaman secara bergilir," kata Mursalim, Jumat, 27 November.
Pemakaian listrik industri yang berkurang, kemarin, membuat PLN tidak melakukan pemutusan setrum pada pagi hingga siang hari. Namun, gelap gulita di beberapa wilayah masih terjadi pada malam hari akibat kekurangan daya pada beban puncak.
Mursalim mengatakan, dua pembangkit listrik PLTA Bakaru telah memasok listrik sebanyak 126 megawatt. Air yang masuk di inflow dam PLTA Bakaru yang mencapai 60 meter kubik per detik membuat pembangkit dapat beroperasi maksimal.
Persemaian bibit awan untuk mendapatkan hujan buatan juga masih dilakukan sebanyak dua kali pada Kamis, 26 November. Injeksi natrium chlorida itu membuahkan hasil berupa hujan yang deras di sekitar dam PLTA Bakaru.
Pemutusan setrum masih harus dirasakan oleh pelanggan PLN, baik rumah tangga maupun industri, terutama karena dua pembangkit milik PLTGU Sengkang belum juga masuk dalam sistem kelistrikan PLN. Padahal, dua pembangkit tersebut dapat memasok listrik sekira 130 MW.
Beroperasinya kedua unit mesin pembangkit PLTA Bakaru yang mampu menghasilkan listrik dengan biaya paling murah itu, kata Mursalim, diharapkan dapat mengurangi durasi pemadaman listrik. "Nanti akan diatur lagi oleh bagian lain untuk skema dan durasi pemadamannya," ujarnya. (rif)
http://www.fajar.co.id/index.php?option=news&id=74760
Sekolahku (Mau) Tersingkir
7:09:00 PM
Sabtu, 28 November 2009 | 08:27 WIB
MEDAN, KOMPAS.com - Inilah sepenggal kisah sebuah sekolah yang nyaris tersingkir, Sekolah Dasar Negeri 060902 atau dikenal dengan SD Mangkubumi. Bertahun-tahun sekolah ini diterpa isu pemindahan dan penutupan. Bahkan, Pemerintah Kota Medan sempat menghentikan penerimaan siswa selama dua tahun, pada tahun ajaran 2005/ 2006 dan 2006/2007.
Sepertinya, isu ini sengaja diembuskan orang. Para guru menangkap hal ini sebagai sebuah kesengajaan. Mereka pun pasrah. Toh, belajar-mengajar tetap berjalan di gedung yang serba kekurangan.
Betapapun kurangnya, sebagian warga mencintai sekolah ini dengan menyekolahkan anaknya. Siswa pun merasa sekolah bagian dari mereka. Sebut saja April (10) siswa kelas IV, Rebi (12) kelas IV, dan Rosa (11) kelas III. Mereka menolak sekolahnya ditutup atau dipindah.
Alasannya sederhana. Sekolah mereka dekat dengan rumah sehingga tidak memerlukan biaya transportasi mahal. ”Kalau lapar siang, bisa pulang makan di rumah,” tutur Rebi.
Sekolah Mangkubumi dekat dengan permukiman warga miskin di timur Sungai Deli. Warga berpenghasilan pas-pasan ini bergantung pada SD Mangkubumi. Selain murah, letaknya hanya beberapa meter dari permukiman warga.
Namun, harapan warga tidak sejalan dengan kondisi sekolah. Kerusakan terjadi di mana-mana, di bagian atap, kursi, pintu, kamar mandi, dan pagar sekolah. Pagar sekolah dirobohkan orang tak dikenal sehingga kini sekolah tak memiliki pagar.
SD Mangkubumi ini letaknya di Jalan Mangkubumi, Medan. Kawasan ini merupakan titik tengah kota, tepatnya di Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimon. Sayangnya, kondisi fisik sekolah tak sebagus letak geografisnya.
Kepala SD Mangkubumi Lasmiah Lubis (54) mengatakan, awalnya, kompleks sekolahnya terdiri dari tiga SD, yaitu SDN 067094, SDN 060897, dan SDN 060902. Sejak 12 Oktober lalu, Pemkot Medan menggabung menjadi satu karena alasan efisiensi. Penggabungan ini tak diikuti perbaikan sarana sekolah. Oleh karena itu, Lasmiah masih bingung dengan maksud pemkot terhadap sekolahnya.
Lasmiah menginginkan kepastian. Jika memang mau ditutup, pemerintah jauh hari menyampaikannya kepada pihak sekolah dengan tegas. Namun, jika ingin dikembangkan, dia menyambut baik. ”Sudah sering orang mengukur-ukur sekolah, lalu pergi. Kami mengira mau dibangun, tetapi tidak,” katanya.
Isu penutupan dan pemindahan membuat sebagian warga menanti kepastian kabar. Isu itu juga juga menunda rencana pembangunan yang sempat berkali-kali mencuat ke permukaan. Pada kondisi yang serba nanggung, jumlah murid sangat minim. Saat ini di SD Mangkubumi terdapat 100 murid dari semua kelas dengan 18 guru. (Andy Riza Hidayat)
http://edukasi.kompas.com/read/xml/2009/11/28/08273488/Sekolahku.Mau.Tersingkir
MEDAN, KOMPAS.com - Inilah sepenggal kisah sebuah sekolah yang nyaris tersingkir, Sekolah Dasar Negeri 060902 atau dikenal dengan SD Mangkubumi. Bertahun-tahun sekolah ini diterpa isu pemindahan dan penutupan. Bahkan, Pemerintah Kota Medan sempat menghentikan penerimaan siswa selama dua tahun, pada tahun ajaran 2005/ 2006 dan 2006/2007.
Sepertinya, isu ini sengaja diembuskan orang. Para guru menangkap hal ini sebagai sebuah kesengajaan. Mereka pun pasrah. Toh, belajar-mengajar tetap berjalan di gedung yang serba kekurangan.
Betapapun kurangnya, sebagian warga mencintai sekolah ini dengan menyekolahkan anaknya. Siswa pun merasa sekolah bagian dari mereka. Sebut saja April (10) siswa kelas IV, Rebi (12) kelas IV, dan Rosa (11) kelas III. Mereka menolak sekolahnya ditutup atau dipindah.
Alasannya sederhana. Sekolah mereka dekat dengan rumah sehingga tidak memerlukan biaya transportasi mahal. ”Kalau lapar siang, bisa pulang makan di rumah,” tutur Rebi.
Sekolah Mangkubumi dekat dengan permukiman warga miskin di timur Sungai Deli. Warga berpenghasilan pas-pasan ini bergantung pada SD Mangkubumi. Selain murah, letaknya hanya beberapa meter dari permukiman warga.
Namun, harapan warga tidak sejalan dengan kondisi sekolah. Kerusakan terjadi di mana-mana, di bagian atap, kursi, pintu, kamar mandi, dan pagar sekolah. Pagar sekolah dirobohkan orang tak dikenal sehingga kini sekolah tak memiliki pagar.
SD Mangkubumi ini letaknya di Jalan Mangkubumi, Medan. Kawasan ini merupakan titik tengah kota, tepatnya di Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimon. Sayangnya, kondisi fisik sekolah tak sebagus letak geografisnya.
Kepala SD Mangkubumi Lasmiah Lubis (54) mengatakan, awalnya, kompleks sekolahnya terdiri dari tiga SD, yaitu SDN 067094, SDN 060897, dan SDN 060902. Sejak 12 Oktober lalu, Pemkot Medan menggabung menjadi satu karena alasan efisiensi. Penggabungan ini tak diikuti perbaikan sarana sekolah. Oleh karena itu, Lasmiah masih bingung dengan maksud pemkot terhadap sekolahnya.
Lasmiah menginginkan kepastian. Jika memang mau ditutup, pemerintah jauh hari menyampaikannya kepada pihak sekolah dengan tegas. Namun, jika ingin dikembangkan, dia menyambut baik. ”Sudah sering orang mengukur-ukur sekolah, lalu pergi. Kami mengira mau dibangun, tetapi tidak,” katanya.
Isu penutupan dan pemindahan membuat sebagian warga menanti kepastian kabar. Isu itu juga juga menunda rencana pembangunan yang sempat berkali-kali mencuat ke permukaan. Pada kondisi yang serba nanggung, jumlah murid sangat minim. Saat ini di SD Mangkubumi terdapat 100 murid dari semua kelas dengan 18 guru. (Andy Riza Hidayat)
http://edukasi.kompas.com/read/xml/2009/11/28/08273488/Sekolahku.Mau.Tersingkir
Talkmania Telkomsel Penipuan Kasar Konsumen
7:07:00 PM
Kamis, 25 September 2008 - 10:43 wib
Promo Talkmania dari Telkomsel sudah seharusnya mendapatkan peringatan dari BRTI (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia) karena pelaksanaan Talkmania penuh kelicikan.
1. Konsumen yang sudah mendaftar Talkmania, masih ada yang berkurang pulsanya setiap melakukan komunikasi ke sesama Telkomsel.
Kerugian konsumen: Pulsa konsumen dicuri tanpa sepengetahuan (bisa masuk ke pasal 365 KUHP soal pencurian).
2. Pendaftaran Talkmania dengan TM_ON ke 8999 sangat sulit. Seringkali dijawab tdk bisa diproses, padahal pendaftaran dilakukan pada jam-jam 24.00-05.00. Kadangkala sampai jam 15.00 pun belum bisa diproses.
Kerugian konsumen: Terpaksa menggunakan tarif reguler dan jatah waktu talktime menjadi sangat terbatas oleh waktu (kalau proses baru dilaksanakan mendekati sore hari).
3. Pengecekan 889 seringkali menghasilkan hitungan sisa talktime yang masih banyak. Konsumen menduga masih berhak melakukan pembicaraan di hari yang sama berdasar pengecekan 889. Ternyata batas waktu hanya sampai pukul 18.00. Harusnya jika memang benar batas waktu sampai pukul 18.00, pengecekan 889 tidak mencantumkan sisa talktime. Herannya setelah pukul 24.00 barulah sisa talktime jadi 0 detik. Di sini Telkomsel menjebak konsumen!
Kerugian: Terjadi pencurian pulsa yang tidak disadari konsumen.
Mohon BRTI menindaktegas dengan mendenda Telkomsel dan memulihkan hak-hak konsumen yang telah dilanggar.
Moehamad Maolan
Jl Drupadi 11, Denpasar
08123611611 (fer)
http://autos.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/09/25/220/149171/220/talkmania-telkomsel-penipuan-kasar-konsumen
Promo Talkmania dari Telkomsel sudah seharusnya mendapatkan peringatan dari BRTI (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia) karena pelaksanaan Talkmania penuh kelicikan.
1. Konsumen yang sudah mendaftar Talkmania, masih ada yang berkurang pulsanya setiap melakukan komunikasi ke sesama Telkomsel.
Kerugian konsumen: Pulsa konsumen dicuri tanpa sepengetahuan (bisa masuk ke pasal 365 KUHP soal pencurian).
2. Pendaftaran Talkmania dengan TM_ON ke 8999 sangat sulit. Seringkali dijawab tdk bisa diproses, padahal pendaftaran dilakukan pada jam-jam 24.00-05.00. Kadangkala sampai jam 15.00 pun belum bisa diproses.
Kerugian konsumen: Terpaksa menggunakan tarif reguler dan jatah waktu talktime menjadi sangat terbatas oleh waktu (kalau proses baru dilaksanakan mendekati sore hari).
3. Pengecekan 889 seringkali menghasilkan hitungan sisa talktime yang masih banyak. Konsumen menduga masih berhak melakukan pembicaraan di hari yang sama berdasar pengecekan 889. Ternyata batas waktu hanya sampai pukul 18.00. Harusnya jika memang benar batas waktu sampai pukul 18.00, pengecekan 889 tidak mencantumkan sisa talktime. Herannya setelah pukul 24.00 barulah sisa talktime jadi 0 detik. Di sini Telkomsel menjebak konsumen!
Kerugian: Terjadi pencurian pulsa yang tidak disadari konsumen.
Mohon BRTI menindaktegas dengan mendenda Telkomsel dan memulihkan hak-hak konsumen yang telah dilanggar.
Moehamad Maolan
Jl Drupadi 11, Denpasar
08123611611 (fer)
http://autos.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/09/25/220/149171/220/talkmania-telkomsel-penipuan-kasar-konsumen

