Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke

Makan Malam Tidak Bikin Gemuk

11:30:00 AM
Minggu, 22 November 2009 13:33

Makan malam bukan alasan penyebab kegemukan pada tubuh. (SuaraMedia News)

Tidak semua prinsip menurunkan berat badan terkait metabolisme benar adanya. Untuk mendapatkan hasil maksimal, ada baiknya mendapatkan informasi tepat sejak awal. Berikut beberapa mitos dan fakta seputar metabolisme yang bisa membantu Anda memulai program penurunan berat badan dengan benar.

1. Makan sebelum tidur picu lemak

Banyak orang meyakini kalau makanan yang dikonsumsi sebelum jam tidur akan diubah menjadi lemak tubuh. Padahal, yang menentukan pertambahan lemak tubuh adalah jumlah total asupan kalori Anda sepanjang hari. Tidak ada salahnya makan sebelum jam tidur sepanjang jumlah kalori yang Anda konsumsi tidak melebihi total asupan kalori harian Anda.

Membagai kalori secara merata sepanjang hari akan membantu mempertahankan stabilitas energi. Tapi dari sudut pandang penambahan lemak, makan sebelum tidur tidak akan akan menyebabkan penambahan berat badan.

2. Makan lebih sering akan percepat metabolisme

Hal ini adalah mitos. Jika Anda mendapatkan informasi makan 6 kali sehari untuk mempercepat metabolisme, berarti Anda mendapatkan informasi yang salah. Intinya adalah, setiap kali Anda makan, metabolisme Anda akan meningkat. Peningkatan ini dipicu oleh jumlah kandungan karbohidrat dan lemak di dalam makanan.

Sebagai contoh, 2 diet berbeda dengan total makronutrisi dan asupan kalori sama, satu terdiri dari 3 kali makan dan satu lagi 6 kali, akan mengalami peningkatan metabolik yang sama. Bedanya, mereka yang membagi total kalori menjadi 6 kali makan akan mengalami peningkatan metabolisme yang lebih kecil sebanyak 6 kali sedang mereka yang makan 3 kali dengan porsi yang lebih besar mengalami 3 kali peningkatan yang lebih besar.

3. Diet tanpa karbohidrat lebih cepat menurunkan lemak

Jika Anda menerapkan diet sangat rendah karbohidrat maka Anda akan mengalami ketosis (tubuh mengganti bahan bakar dari karbohidrat menjadi keton). Banyak orang meyakini kalau ketosis ini akan mempercepat penurunan berat badan.

Hal ini bukanlah poin utama. Diet rendah karbohidrat akan membantu Anda mengontrol lapar, tapi dari segi metabolisme, diet ini sama sekali tidak berpengaruh. Pada dasarnya, jika Anda menerapkan diet tanpa karbohidrat terlalu lama, metabolisme Anda akan menurun karena karbohidrat merupakan makronutrisi utama yang mempengaruhi kelenjar tiroid.

4. Anda sebaiknya tidak mengonsumsi karbohidrat dan lemak secara bersamaan

Hal ini hanya mitos semata. Pada faktanya, tubuh lebih memperhitungkan keseimbangan kalori total. Jika Anda mengonsumsi makanan dan tubuh Anda membutuhkan bahan bakar, maka tubuh akan menggunakan bahan bakar apa pun yang tersedia (baik karbohidrat atau lemak). Memang benar kalau karbohidrat akan digunakan terlebih dahulu, tapi jika karbohidrat tidak memenuhi kebutuhan energi, makanan lemak tersebut juga akan digunakan.

Waktu satu-satunya mengindari memadukan karbohidrat dan lemak adalah segera sebelum atau setelah olahraga. Lemak akan memperlambat proses pencernaan sehingga mengurangi pengambilan karbohidrat oleh sel-sel otot.

5. Metabolisme akan melambat seiring penuaan

Hilangnya massa otot merupakan satu-satunya alasan Anda mengalami penurunan metabolisme saat memasuki usia tua. Jika Anda terus melakukan latihan kekuatan, maka Anda bisa mencegah kehilangan massa otot, serta mencegah penambahan berat badan.(okz) www.suaramedia.com

http://www.suaramedia.com/gaya-hidup/kesehatan/12989-makan-malam-tidak-bikin-gemuk-.html
Read On 0 comments

Pertamina Diminta Transparan Atasi Minah

11:29:00 AM
Saturday, 28 November 2009 10:02

MEDAN - Anggota DPD RI dari Sumatera Utara, Parlindungan Purba turut terlibat ke lapangan melihat antrian minyak tanah dalam dua pekan terakhir ini terjadi akibat kelangkaan minyak tanah (minah). Parlindungan pun meminta Pertamina transparan menjelaskan atas kelangkaan minah ini.

“Ini bukan untuk yang pertama kali terjadi di Kota Medan, kejadian seperti ini sudah sering terjadi apalagi pada saat menjelang hari besar keagamaan,” kata Parlindungan, pagi ini.

Parlindungan mengatakan sosialisasi minyak tanah ke gas ini dinilai tidak tepat dan seharusnya membuat pertamina harus tiap harinya mengadakan sosialisasi.

Kenapa sosialisasi dinilai tidak tepat, alasannya, terang Parlindungan, meski sudah dibagikan tabung gas masyarakat tidak berani menggunakannya, apalagi yang belum. “Kedua kalaupun masyarakat mau membeli tidak ada dijual di lapangan meski harga Rp8000 per liternya.”

Untuk itulah, Parlindungan mengatakan adanya dugaan minyak tanah tersebut diselundupkan keluar negeri. Selain itu yang umat muslim yang merayakan Idul Adha dan memerlukan bahan minyak tanah, justru kehabisan minyak tanah. “Mau masak apa mereka itu,” kata Parlindungan.

Selain itu yang keempat, pihak Pertamina tidak ada menjelaskan berapa persen yang sebenarnya terjadi pengurangan minyak tanah kepada masyarakat. Sampai November 2009 ini, pihaknya mendapatkan informasi kalau ada pengurangan minyak tanah itu pun tidak dijelaskan seberapa pengurangan tersebut.

“Untuk itulah masalah minyak tanah ini harus segera diselesaikan, sehingga masyarakat tidak lagi menderita akibat adanya kelangkaan minyak tanah tersebut,” pungkasnya.
(wol22/wol-mdn)

http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=69802:pertamina-diminta-transparan-atasi-minah&catid=77:fokusutama&Itemid=131
Read On 0 comments

YLKI Pandang Kompensasi PLN Tak Realistis

11:27:00 AM
Senin, 16 November 2009, 14:58 WIB

Standar kompensasi harus ditinjau kembali. Sebab, tak mungkin padam 3 hari berturut-turut.

VIVAnews - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai kompensasi yang diberikan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN Persero) atas kerugian yang diderita masyarakat akibat pemadaman listrik tidak realistis.

PLN berjanji mengganti sebesar 10 persen kerugian jika terjadi pemadaman selama tiga kali 24 jam.

"Standar kompensasi PLN harus ditinjau kembali. Sebab, tidak mungkin padam tiga hari berturut-turut, paling tidak sejam atau dua jam akan menyala," kata Ketua Umum YLKI Husna Zahir di Jakarta, Senin, 16 November 2009.

Kompensasi yang dijanjikan oleh PLN, menurut Husna, bukan alasan untuk tidak melakukan perbaikan pada manajemennya.

"Perlu dlihat apakah kompensasi itu masih cocok dengan kondisi yang makin memburuk. Kompensasi seperti itu tidak membuat PLN jera," kata Husna.

Sebab itu, dirinya meminta, dalam hal ini pemerintah harus turut campur mengingat kasus ini sudah menyangkut ketersediaan energi nasional.

YLKI, kata Husna, bersedia mengadvokasi masyarakat yang ingin menjalankan class action atas krisis listrik.

antique.putra@vivanews.com
• VIVAnews

http://bisnis.vivanews.com/news/read/105998-ylki_pandang_kompensasi_pln_tak_realistis
Read On 0 comments

Hindari Kosmetik Berpengawet Paraben

11:26:00 AM
Senin, 23 November 2009 10:00 WIB

Penulis : Ikarowina Tarigan

PEREMPUAN dan produk kecantikan telah menjalin hubungan cinta yang berlangsung selama berabad-abad. Meskipun seseorang bilang tidak bermake-up setidaknya ia menggunakan lipstick, lipgloss, parfum dan bedak supaya terlihat lebih menarik.

Pada faktanya, berdasarkan laporan terbaru, sebagian besar kosmetik favorit yang kita gunakan merupakan perpaduan antara produk industri dan zat kimia berbahaya yang bisa merusak kesehatan. Pada beberapa kasus, produk kecantikan yang menjanjikan melawan penuaan justru membuat kita mengalami penuaan dini.

Penelitian yang dilakukan Bionsen, perusahaan deodorant alami, menemukan bahwa penggunaan produk perawatan dan make-up menyumbangkan 515 zat kimia sintetis yang berbeda ke tubuh perempuan setiap hari.

Selain itu, banyak juga perempuan yang menggunakan produk-produk pembersih rumah tangga yang telah dikaitkan dengan sejumlah gangguan kesehatan, mulai dari alergi dan sensitifitas kulit hingga masalah yang lebih serius seperti gangguan hormon, masalah kesuburan bahkan kanker.

Paraben, misalnya, yang didisain untuk mengawetkan produk kosmetik Anda, merupakan salah satu pengawet yang banyak dipakai di dunia. Pengawet ini bisa ditemukan pada produk seperti shampo, gel rambut, dan body lotions. Tapi, penggunaan pengawet ini memicu kontroversi, sejumlah studi telah menghubungkan komponen ini dengan gangguan kesehatan serius termasuk kanker payudara, serta gangguan kesuburan pada laki-laki.

Penelitian dari Prefectural University of Medicine menunjukkan bahwa beberapa paraben yang sebelumnya diyakini aman (seperti Methylparaben, may mutate) bisa menjadi racun saat terpapar sinar matahari, menyebabkan penuaan kulit dini serta meningkatkan risiko kanker kulit. Methylparabens bisa ditemukan pada lebih dari 16.000 produk, termasuk pelembab dan pasta gigi. Produsen kosmetik selalu mempertahankan diri dan menyatakan kalau paraben bisa diserap ke dalam tubuh. Tetapi, banyak peneliti yang tidak setuju.

Menurut Juru Bicara Bionsen Charlotte Smith, perempuan selalu tidak sadar dan mengubah kebiasaan mereka seiring waktu, mulai dari kebiasaan mandi dan dandan sedikit hingga kebiasaan menggunakan pemutih, manicures teratur, mengubah alis dan menyambung rambut setiap hari.

"Banyak teknologi baru, kosmetik generasi baru dan penanganan kecantikan yang menggunakan lebih banyak zat kimia untuk mendapatkan hasil maksimal. Dengan kata lain, perempuan menggunakan lebih banyak zat kimia dibandingkan sebelumnya," tutur Smith, seperti dikutip situs dailymail.

Jika ingin terhindar dari zat kimia berlebih, ada baiknya mengurangi penggunaan produk kosmetik dan beralihlah ke produk organik atau alami. Selain itu, pastikan membaca label pada produk kecantikan dan perawatan sebelum membeli. (OL-08)

http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2009/11/23/1857/2/Hindari-Kosmetik-Berpengawet-Paraben-
Read On 0 comments

Siswa SMA Tak Mau Korban UN

11:25:00 AM
Sabtu, 28 November 2009 - 6:51 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) mendesak Mendiknas mematuhi putusan Mahkamah Agung (MA) yang melarang pelaksanaan ujian nasional (UN).

Karena ujian tersebut lebih banyak mudhoratnya daripada manfaat, sebab jiwa siswa tergoncang, apalagi menjelang pelaksaan UN.

Bukan itu saja, kalangan orangtua juga tidak sedikit ikut stres memikirkan persiapan anaknya.

Beberapa siswa ditemui mengakui setuju dengan putusan MA, yakni melarang pelaksanaan UN. Mereka berharap pemeirntah tidak asal membuat peraturan, sehingga anak didik menjadi korban kebijakan yang tidak tepat, sesuai dengan fakta dan kondisi anak didik dan guru, serta fasilitas-sarana sekolah.

“Kami jangan jadi kelinci percobaan,” kata Nadya Syifa, satu siswa SMA di Kota Bekasi.

Ia berpendapat, pemerintah melalui Depdiknas memberikan kepercayaan kepada sekolah yang bersangkutan, karena sekolah atau guru setempat yang paling tahu mengenai kemampuan dan kekurangan siswa. “Kembalikan seperti zaman SD dulu aja,” kata Nadya Syifa. Sabtu (28/11) pagi.

Sebelumnya, Mendiknas M Nuh menanggapi putusan MA tersebut, menyatakan tahun 2010 tetap memberlakukan UN dan pihaknya melakukan perlawanan hukum melalui Peninjauan Kembali (PK) atas putusan MA tersebut.

Sebagai mana dimaklumi, putusan MA ini sekaligus menguatkan putusan PN Jakarta Pusat atas gugatan warga, karena anaknya tidak lulus UN, padahal memiliki prestasi tinggi di sekolahnya. (syamsir)

http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2009/11/28/siswa-sma-tak-mau-korban-un
Read On 0 comments

Tahun Depan Kota Bekasi Perbaiki Drainase

11:23:00 AM
Sabtu, 28 November 2009 | 01:24 WIB

BEKASI, KOMPAS.com - Perbaikan drainase (saluran air) di Kota Bekasi akan menjadi prioritas dari program Dinas Bina Marga pada 2010 agar jalan yang kondisinya sudah baik bisa tahan lama.

"Ada beberapa ruas jalan yang drainasenya kecil dan dangkal hingga perlu perbaikan. Kita inginnya jalan memiliki drainase dan trotoar yang memadai," kata kepala Dinas Bina Marga dan Tata Air, Kota Bekasi, Agus Syofyan di Bekasi, Jumat (27/11).

Ia mengatakan, pada 2010 dari dana APBD sebesar Rp 200 miliar, senilai Rp 140 miliar akan digunakan untuk Bina Marga dan sebagian dari jumlah itu akan digunakan untuk perbaikan drainase.

Ia mengatakan, jalan jadi cepat rusak akibat drainase yang memenuhi badan jalan atau air di jalan tidak mengalir ke drainase hingga memperpendek umur dan ketahanan jalan.

Ia mencontohkan, pengerjaan pelapisan jalan raya Sultan Agung Kota Bekasi sampai Pulogadung, yang dilakukan oleh Departemen Pekerjaan Umum (DPU) belum diimbangi dengan drainase memadai. Akibat jeleknya sistem drainase, saat musim penghujan air menggenang di banyak ruas jalan dan mengakibatkan munculnya lobang-lobang pada badan jalan.

"Dana besar yang dikeluarkan untuk perbaikan dan pelapisan jalan akhirnya hanya memberikan manfaat sesaat, apalagi dibarengi dengan kerja kontraktor yang kurang profesional," ujarnya.

Ia mengatakan, perbaikan jalan raya Sultan Agung itu dilakukan sepenuhnya oleh Departemen PU. Dari ruas jalan yang diperbaiki itu sekira 6,3 kilometer berada di wilayah Kota Bekasi sementara sisanya 9 kilometer masuk Jakarta Timur. "Kita hanya dimintai koordinasi dalam pembangunan jalan tersebut, dan kegiatan ini bersifat bantuan dari dana APBN," ujarnya.

Wali Kota Bekasi, Mochtar Mohamad, mengatakan, kondisi jalan serta drainase dan trotoar memadai sangat diperlukan dalam memperindah Kota Bekasi. Ia mengatakan, Kota Bekasi berkeinginan agar bisa meraih piala Adipura 2010 dan tanpa dibarengi kondisi jalan, drainase dan trotoar yang baik, akan mengurangi penilaian secara keseluruhan.

Ia minta agar aparat Bina Marga dan Tata Air memperhatikan betul perencanaan sarana jalan dan pendukungnya agar bisa memberikan penilaian positif bagi Kota Bekasi.

XVD

http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2009/11/28/01244621/tahun.depan.kota.bekasi.perbaiki.drainase..
Read On 0 comments

Tarif Parkir Bandara Bakal Naik Dua Kali Lipat

11:22:00 AM
Sabtu, 28-11-09 | 16:52

MAROS -- Tarif parkir masuk Bandara Internasional Sultan Hasanuddin dievaluasi DPRD Maros dan Angkasa Pura I selaku pengelola bandara. Dalam rapat kerjanya beberapa waktu lalu, pihak PT Angkasa Pura I meminta dewan agar merevisi peraturan daerah (perda) perparkiran di bandara tersebut.

Pasalnya, sejak bandara baru difungsikan September tahun lalu, tarif parkir masih menggunakan tarif saat masih di bandara lama. Tarif untuk kendaraan roda empat sebesar Rp 2.000 dan Rp 1.000 bagi kendaraan roda dua.

Ketua Badan Legislasi DPRD Maros, Amiruddin Karim, menjelaskan, usulan revisi perda itu mengingat selama ini tarif parkir bandara paling murah dibanding bandara kelas internasional lainnya di seluruh tanah air.

"Tarif bandara kita masih tarif lama padahal sudah kelas internasional. Di Balikpapan, tarif parkir bandaranya saja untuk kendaraan roda empat Rp 3.000. Di Manado juga sudah Rp 4.000. Maka saat ini kita sedang menggodok perda baru untuk perubahan tarif tersebut," kata Amiruddin, Jumat, 27 November.

Meski masih dalam tahap penggodokan, Amiruddin yang juga menjabat anggota komisi I DPRD Maros itu mengusul tarif parkir bandara Sultan Hasanuddin naik dua kali lipat. Misalnya untuk kendaraan roda empat menjadi Rp 4.000 per unit dan kendaraan roda dua Rp 2.000 per unit.

"Dengan kenaikan ini kami berharap agar tarif parkir bandara ini dapat menyumbang lebih banyak PAD (Pendapatan Asli Daerah, red) bagi Maros. Jika tahun-tahun sebelumnya di bandara lama, PAD dari parkir bandara sebesar Rp 400 juta per tahun, kini kami harap bisa meningkat dua kali lipat atau minimal Rp 800 juta per tahun," ucap legislator dari Partai Karya Peduli Bangsa Maros ini.

Dihubungi terpisah, Manager Personalia dan Umum Angkasa Pura I Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kintoron, mengakui adanya pembahasan tersebut. Namun sejauh ini pihaknya belum bisa menentukan berapa besar tarif parkir jika dinaikkan. "Kami masih mengevaluasinya dengan DPRD Maros karena ini baru usul," katanya. (yan)

http://www.fajar.co.id/index.php?option=news&id=74756
Read On 0 comments

Serobotan, Agen Gas 3 Kilo Disemprit

11:21:00 AM
Sabtu, 28 November 2009 - 5:53 WIB

GAMBIR (Pos Kota) – Sejumlah agen gas elpiji 3 kg ‘disemprit’ pengurus Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) karena melanggar rayonisasi distribusi.

“Saya lupa detailnya. Yang jelas, DPP (Dewan Pengurus Pusat) sudah menegur beberapa agen,” ungkap Didi Suryadi, Ketua DPD Hiswana Migas Jakarta, Banten dan Jabar.

Mereka mendapat teguran karena masih menjual gas elpiji 3 kg di luar area wilayahnya. Padahal sudah ada kesepakatan soal tata niaga termasuk memberlakukan rayonisasi distribusi.

Di antara agen yang ditegur tersebut, Didi mengaku ada juga yang dikenakan sanksi skorsing. Tidak diberi pasokan gas elpiji 3 kg selama satu minggu.

Sikap tegas DPP Hiswana Migas ini dimaksudkan untuk mencegah terulangnya kembali persaingan para pemodal besar dengan cara-cara tidak sehat saat program konversi dari minyak tanah ke gas elpiji 3 kg diberlakukan.

TAK BISA MAIN SERUDUK

Dulu sebelum ada tata niaga, lanjutnya, agen bisa seenaknya menjual gas elpiji 3 kg kemana-mana. Tidak ada batasan wilayah. Akibatnya agen yang melayani wilayah itu kolaps, karena pasarnya direbut agen dari tempat lain.

Sekarang sudah diatur tata niaganya, sehingga agen tidak boleh main seruduk. Di samping itu, harga jual gas elpiji 3 kg di pangkalan saat ini sudah mendekati harga eceran tertinggi (HET) Rp12.750/tabung.

Sehingga harga jual gas elpiji 3 kg di warung paling banter harus Rp13.500 hingga Rp14.000/tabung. “Kalau lebih dari harga tersebut, Hiswana akan menegur pangkalan yang membina warung tersebut,” jelas Didi.

(setiawan/us/o)

http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2009/11/28/serobotan-agen-gas-3-kilo-disemprit
Read On 0 comments

Tarif PDAM Depok Naik, DPRD tidak Tahu

11:19:00 AM
Jumat, 27 November 2009 16:17 WIB

Penulis : Kisar Rajaguguk

DEPOK--MI Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kahuripan Cabang Pelayanan III Depok menaikkan tarif penjualan air bagi golongan rumah sederhana dan golongan rumah menengah berlaku mulai tanggal 1 Desember 2009. Kenaikan tarif ini tidak diketahui DPRD.

Tarif air minum golongan III/A atau pelanggan rumah sederhana yang memakai air (0-10 M3) Rp16.000 per bulan, golongan III/B atau pelanggan rumah menengah yang memakai air (0-10 M3) Rp20.300 per bulan. Surat pemberitahuan kepada pelanggan PDAM Nomor: 106/Cab.III/Humas/XI/09, Kepala PDAM Cabang Pelayanan III Kota Depok G. Kadarinah menyatakan perubahan tarif pemakaian air minum yang berlaku mulai 1 Desember 2009 itu dalam rangka tertib administrasi.

Kenaikan tarif ini ditentang oleh warga pelanggan PDAM Cabang Pelayanan III Depok. Melalui Ketua Komisi C DPRD Kota Depok Edi Sitorus, warga meminta kenaikan tarif air minum tersebut dibatalkan. "Apapun dalihnya PDAM tidak boleh semena-mena menaikkan tarif air minum. Apalagi, situasi ekonomi sulit saat ini. Janganlah rakyat dibebani macam-macam lagi," cetus Sitorus.

Menurut Sitorus, jika memang ingin mengubah tarif PDAM hendaknya terlebih dahulu meminta persetujuan dari lembaga pengawas daerah, yaitu DPRD. "Hingga saat ini, PDAM tak pernah meminta advis atau berkonsultasi kepada DPRD. Ini sama artinya DPRD tidak dianggap PDAM," kata politisi dari Partai Demokrat itu kepada Media Indonesia di Depok, Jumat (27/11).

Sitorus mengingatkan Pemerintah Kota Depok selaku pelayan masyarakat agar menangani masalah ini secara serius. "Jangan setelah mengeluh, baru ditanggapi," imbuhnya. Pemerintah Kota dianggapnya terkesan lamban dalam mengantisipasi permasalahan yang terjadi di masyarakat, dalam hal ini mengenai perubahan tarif pemakaian air bagi pelanggan rumah sederhana maupun rumah menengah. "Kami mengingatkan Pemerintah Kota supaya mengutamakan kualitas pelayanannya. Begitupun dengan kualitas air minum harus mendapat perhatian yang sungguh-sungguh, diperiksa secara cermat sebelum dikomsumsi masyarakat," tegasnya. (KG/OL-04)

http://www.mediaindonesia.com/read/2009/11/27/108236/37/5/Tarif-PDAM-Depok-Naik-DPRD-tidak-Tahu
Read On 0 comments

Penutup Saluran Air Tersumbat Sampah, Kawasan Tengah Surabaya Banjir

11:17:00 AM
[ Sabtu, 28 November 2009 ]

SURABAYA - Hujan dan banjir memang ''sepasang sejoli'' yang tak pernah absen mengunjungi Surabaya saat tak lagi kemarau. Itu kembali terjadi kemarin. Sejumlah tempat di pusat kota tergenang air. Tingginya bervariasi. Mulai sebatas mata kaki hingga sedengkul orang dewasa.

Daerah yang kemarin ''tenggelam'' misalnya Basuki Rahmat, Kaliasin, Tegalsari, Panglima Sudirman, atau Embong Sawo. Di selatan, Margorejo ikut-ikutan banjir. Sedangkan di kawasan timur, Jalan Sulawesi dan viaduk Gubeng juga tergenang.

Karena itu, pemandangan khas Surabaya di musim hujan pun menjadi jamak. Motor-motor mogok, orang-orang menggulung celana hingga selutut sambil berlari-lari kecil. Sebagian lagi terlihat mengeruk-ngeruk sampah di tepi jalan. Itu dilakukan Slamet, warga Kaliasin III. Menurut dia, setiap hujan wilayahnya selalu banjir. Katanya, itu diakibatkan sampah yang menyumbat saluran air.

Itu diamini oleh Kepala Dinas Bina Marga dan Pematusan (DBMP) Sri Mulyono. Menurut dia, kawasan tengah kota itu tergenang air karena penutup saluran air tersumbat kotoran. ''Waktu dibersihkan, air langsung mengalir dan genangan surut,'' ungkapnya. Dia pun menggaransi, bahwa banjir di Basuki Rahmat dan sekitarnya tersebut tidak diakibatkan saluran yang bermasalah atau rumah pompa di Jalan Kenari yang ngadat. ''Semuanya lancar. Itu murni masalah sampah di tutup saluran,'' ujar Sri Mulyono.

Dia pun mengatakan bahwa Surabaya memang ''ditakdirkan'' tak bisa bebas dari banjir. Sebab, 60 persen kawasannya terletak di bahwa permukaan air laut. Paling banter yang bisa dilakukan pemkot adalah mengurangi tinggi dan lama genangan air.

Hasil evaluasi dinasnya, daerah-daerah di wilayah timur sebenarnya sudah mulai ada perubahan. Genangan yang ada di sekitar Tambak Sari hingga Kedung Cowek sudah banyak terkurangi. Termasuk juga daerah barat, yaitu Mayjen Sungkono. "Di Mayjen Sungkono, saluran dan pompa air sudah tidak ada masalah. Saya jamin tinggi genangan turun dari tahun lalu," ucapnya.

Soal genangan air di Jalan Sulawesi, Sri Mulyono mengatakan bahwa jalan itu memang lebih rendah setengah meter ketimbang Jalan Kertajaya. Lalu, untuk genangan di kawasan Stasiun Gubeng, Sri Mulyono mengatakan bahwa itu karena proyek pembangunan saluran dan pedestrian di dekat stasiun Gubeng masih belum tuntas. ''Tutup saluran tepinya memang belum terpasang. Beberapa juga masih dipasang boksnya. Jadi kerja drainasenya belum sempurna," paparnya. Sri Mulyono pun berjanji akan segera menyelesaikan proyek tersebut. (edw/win/nur/dim/gun/dos)

http://www.jawapos.com/
Read On 0 comments

Mengusir Gangguan Insomnia

11:15:00 AM
Kamis, 26 November 2009 pukul 11:40:00

BERISIKO: Pria lebih rentan terhadap kematian dini akibat gangguan tidur jika dibandingkan wanita

Insomnia atau sulit tidur dapat dirasakan setiap orang dengan berbagai gejala yang berbeda. Termasuk, sulit untuk tidur tanpa terbangun di tengah malam atau memang sulit untuk jatuh tidur sejak awal.

Sulit tidur bisa disebabkan adanya penyakit atau kelainan dalam tubuh. Kebiasaan atau gaya hidup yang tidak sehat juga bisa menyebabkan mata dan pikiran sulit beristirahat di malam hari.

Menerapkan gaya hidup sehat, termasuk mengonsumsi makanan bergizi dan berolahraga teratur dapat menjadi tindakan awal mengatasi insomnia.

The National Women's Health Information Center memberikan beberapa saran untuk mengatasi insomnia, antara lain :

* Melakukan terapi relaksasi untuk membantu mengurangi stres.
* Berkonsultasi dengan seorang dokter. Pada awalnya untuk membantu mengatur kebutuhan tidur dan waktu terbaik, kemudian secara bertahap meningkatkan kualitas tidur malam hingga pagi hari.
* Kondisikan tubuh untuk tidur, termasuk membatasi tempat tidur hanya untuk tidur atau berhubungan intim dengan suami atau istri.
* Jauhkan televisi atau hindari membaca di tempat tidur. Hal itu bisa membantu membuat tubuh merasa tempat tidur hanya untuk tidur.
* Lakukan cek fisik secara menyeluruh, jika ada gangguan kesehatan yang dapat menyebabkan insomnia.
* Evaluasi gaya hidup Anda. Bisa jadi kebiasaan Anda yang memicu kesulitan tidur seperti meminum alkohol atau kafein pada waktu malam hari. healthday/rin

http://www.republika.co.id/berita/91952/Mengusir_Gangguan_Insomnia
Read On 0 comments

Sebanyak 984 Perusahaan Tak Miliki Dokumen Lingkungan

11:12:00 AM
Jumat, 27 November 2009 19:16 WIB

Malang (ANTARA News) - Sebanyak 984 dari 1.200 perusahaan di Kabupaten Malang, Jawa Timur, tidak memiliki dokumen upaya kelola lingkungan (UKL) dan dokumen upaya pemantauan pengelolaan lingkungan (UPL).

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Malang, Subandiah Azis, Jumat, mengatakan, dari total 1200 perusahaan yang memiliki UKL/UPL hanya sekitar 216 perusahaan.

"Ini artinya, sekitar 80 persen perusahaan di Kabupaten Malang tidak memiliki dokumen lingkungan tersebut," katanya.

Alasan perusahaan tidak memiliki dokumen itu, menurut Subandiah, adalah mahalnya biaya pengurusan, sebab harus melalui berbagai prosedur yang ditentukan.

"Dimungkinkan karena mahalnya biaya pembuatan dokumen itu. Tapi, ini memang wajar dan risiko perusahaan, sebab prosedur itu berkaitan dengan keselamatan lingkungan dan masyarakat," katanya.

Ia menjelaskan, pembuatan UKL dan UPL bertujuan untuk mengidentifikasi komponen-komponen lingkungan, yang dapat diprediksi terkena dampak penting dari seluruh kegiatan perusahaan.

Sementara itu, keberadaan dokumen itu harus diperbarui minimal sebulan sekali, dan tiap lima tahun dokumen itu harus direvisi untuk mengetahui kondisi perusahaan terbaru.

"Kebanyakan perusahaan tidak mau mengikuti prosedur tersebut, sehingga ada yang mempunyai tapi tidak memperbaruinya," jelasnya.

Dia berharap, agar perusahaan bisa mengikuti prosedur yang ditentukan BLH, agar kasus tercemarnya Sungai Paras yang terletak di Desa Mulyoarjo, Kecamatan Lawang, tidak terjadi.(*)

http://www.antaranews.com/berita/1259324173/sebanyak-984-perusahaan-tak-miliki-dokumen-lingkungan
Read On 0 comments

Bakaru Normal, Pemadaman Berlanjut

11:11:00 AM
Sabtu, 28-11-09 | 17:01

MAKASSAR -- Dua mesin pembangkit listrik PLTA Bakaru mulai beroperasi normal sejak Kamis, 26 November, seiring turunnya hujan selama beberapa hari. Kendati demikian, PLN masih harus melakukan pemutusan setrum, terutama ke pelanggan rumah tangga.

Manajer Pembangkitan PT PLN Wilayah Sultanbatara, Mursalim, mengatakan, PLN masih mengalami defisit daya listrik meskipun dua pembangkit di bakaru telah beroperasi penuh. "Defisit terutama pada malam hari, sehingga masih harus dilakukan pemadaman secara bergilir," kata Mursalim, Jumat, 27 November.

Pemakaian listrik industri yang berkurang, kemarin, membuat PLN tidak melakukan pemutusan setrum pada pagi hingga siang hari. Namun, gelap gulita di beberapa wilayah masih terjadi pada malam hari akibat kekurangan daya pada beban puncak.

Mursalim mengatakan, dua pembangkit listrik PLTA Bakaru telah memasok listrik sebanyak 126 megawatt. Air yang masuk di inflow dam PLTA Bakaru yang mencapai 60 meter kubik per detik membuat pembangkit dapat beroperasi maksimal.

Persemaian bibit awan untuk mendapatkan hujan buatan juga masih dilakukan sebanyak dua kali pada Kamis, 26 November. Injeksi natrium chlorida itu membuahkan hasil berupa hujan yang deras di sekitar dam PLTA Bakaru.

Pemutusan setrum masih harus dirasakan oleh pelanggan PLN, baik rumah tangga maupun industri, terutama karena dua pembangkit milik PLTGU Sengkang belum juga masuk dalam sistem kelistrikan PLN. Padahal, dua pembangkit tersebut dapat memasok listrik sekira 130 MW.

Beroperasinya kedua unit mesin pembangkit PLTA Bakaru yang mampu menghasilkan listrik dengan biaya paling murah itu, kata Mursalim, diharapkan dapat mengurangi durasi pemadaman listrik. "Nanti akan diatur lagi oleh bagian lain untuk skema dan durasi pemadamannya," ujarnya. (rif)

http://www.fajar.co.id/index.php?option=news&id=74760
Read On 0 comments

Sekolahku (Mau) Tersingkir

11:09:00 AM
Sabtu, 28 November 2009 | 08:27 WIB

MEDAN, KOMPAS.com - Inilah sepenggal kisah sebuah sekolah yang nyaris tersingkir, Sekolah Dasar Negeri 060902 atau dikenal dengan SD Mangkubumi. Bertahun-tahun sekolah ini diterpa isu pemindahan dan penutupan. Bahkan, Pemerintah Kota Medan sempat menghentikan penerimaan siswa selama dua tahun, pada tahun ajaran 2005/ 2006 dan 2006/2007.

Sepertinya, isu ini sengaja diembuskan orang. Para guru menangkap hal ini sebagai sebuah kesengajaan. Mereka pun pasrah. Toh, belajar-mengajar tetap berjalan di gedung yang serba kekurangan.

Betapapun kurangnya, sebagian warga mencintai sekolah ini dengan menyekolahkan anaknya. Siswa pun merasa sekolah bagian dari mereka. Sebut saja April (10) siswa kelas IV, Rebi (12) kelas IV, dan Rosa (11) kelas III. Mereka menolak sekolahnya ditutup atau dipindah.

Alasannya sederhana. Sekolah mereka dekat dengan rumah sehingga tidak memerlukan biaya transportasi mahal. ”Kalau lapar siang, bisa pulang makan di rumah,” tutur Rebi.

Sekolah Mangkubumi dekat dengan permukiman warga miskin di timur Sungai Deli. Warga berpenghasilan pas-pasan ini bergantung pada SD Mangkubumi. Selain murah, letaknya hanya beberapa meter dari permukiman warga.

Namun, harapan warga tidak sejalan dengan kondisi sekolah. Kerusakan terjadi di mana-mana, di bagian atap, kursi, pintu, kamar mandi, dan pagar sekolah. Pagar sekolah dirobohkan orang tak dikenal sehingga kini sekolah tak memiliki pagar.

SD Mangkubumi ini letaknya di Jalan Mangkubumi, Medan. Kawasan ini merupakan titik tengah kota, tepatnya di Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimon. Sayangnya, kondisi fisik sekolah tak sebagus letak geografisnya.

Kepala SD Mangkubumi Lasmiah Lubis (54) mengatakan, awalnya, kompleks sekolahnya terdiri dari tiga SD, yaitu SDN 067094, SDN 060897, dan SDN 060902. Sejak 12 Oktober lalu, Pemkot Medan menggabung menjadi satu karena alasan efisiensi. Penggabungan ini tak diikuti perbaikan sarana sekolah. Oleh karena itu, Lasmiah masih bingung dengan maksud pemkot terhadap sekolahnya.

Lasmiah menginginkan kepastian. Jika memang mau ditutup, pemerintah jauh hari menyampaikannya kepada pihak sekolah dengan tegas. Namun, jika ingin dikembangkan, dia menyambut baik. ”Sudah sering orang mengukur-ukur sekolah, lalu pergi. Kami mengira mau dibangun, tetapi tidak,” katanya.

Isu penutupan dan pemindahan membuat sebagian warga menanti kepastian kabar. Isu itu juga juga menunda rencana pembangunan yang sempat berkali-kali mencuat ke permukaan. Pada kondisi yang serba nanggung, jumlah murid sangat minim. Saat ini di SD Mangkubumi terdapat 100 murid dari semua kelas dengan 18 guru. (Andy Riza Hidayat)

http://edukasi.kompas.com/read/xml/2009/11/28/08273488/Sekolahku.Mau.Tersingkir
Read On 0 comments

Talkmania Telkomsel Penipuan Kasar Konsumen

11:07:00 AM
Kamis, 25 September 2008 - 10:43 wib

Promo Talkmania dari Telkomsel sudah seharusnya mendapatkan peringatan dari BRTI (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia) karena pelaksanaan Talkmania penuh kelicikan.

1. Konsumen yang sudah mendaftar Talkmania, masih ada yang berkurang pulsanya setiap melakukan komunikasi ke sesama Telkomsel.

Kerugian konsumen: Pulsa konsumen dicuri tanpa sepengetahuan (bisa masuk ke pasal 365 KUHP soal pencurian).

2. Pendaftaran Talkmania dengan TM_ON ke 8999 sangat sulit. Seringkali dijawab tdk bisa diproses, padahal pendaftaran dilakukan pada jam-jam 24.00-05.00. Kadangkala sampai jam 15.00 pun belum bisa diproses.

Kerugian konsumen: Terpaksa menggunakan tarif reguler dan jatah waktu talktime menjadi sangat terbatas oleh waktu (kalau proses baru dilaksanakan mendekati sore hari).

3. Pengecekan 889 seringkali menghasilkan hitungan sisa talktime yang masih banyak. Konsumen menduga masih berhak melakukan pembicaraan di hari yang sama berdasar pengecekan 889. Ternyata batas waktu hanya sampai pukul 18.00. Harusnya jika memang benar batas waktu sampai pukul 18.00, pengecekan 889 tidak mencantumkan sisa talktime. Herannya setelah pukul 24.00 barulah sisa talktime jadi 0 detik. Di sini Telkomsel menjebak konsumen!

Kerugian: Terjadi pencurian pulsa yang tidak disadari konsumen.

Mohon BRTI menindaktegas dengan mendenda Telkomsel dan memulihkan hak-hak konsumen yang telah dilanggar.

Moehamad Maolan
Jl Drupadi 11, Denpasar
08123611611 (fer)

http://autos.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/09/25/220/149171/220/talkmania-telkomsel-penipuan-kasar-konsumen
Read On 0 comments

Pemerintah Ajukan Tambahan Subsidi Perumahan Rp 300 Miliar

10:49:00 AM
Kamis, 26 November 2009 | 22:28 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta - Pemerintah akan mengajukan tambahan subsidi perumahan sekitar Rp 300 miliar untuk periode sampai akhir 2009. "Subsidi tahap pertama Rp 625 miliar sudah habis dan kita akan ajukan tahap berikutnya," kata Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Negara Perumahan Rakyat Tito Murbaintoro di Jakarta, Kamis (26/11). rusunami

Dengan permintaan tambahan subsidi ini maka sampai akhir tahun, jumlah subsidi yang dikucurkan untuk sektor perumahan akan mencapai Rp 1 triliun. "Subsidi yang diberikan pemerintah sebenarnya Rp 3,1 triliun tapi ini pagu (batas yang boleh diajukan)," katanya.

Selama tahun ini penyerapan subsidi perumahan relatif rendah karena beberapa alasan. Pertama karena penurunan persediaan rumah susun sederhana milik. "Tahun ini targetnya 47 ribu rusunami tetapi yang ada sekarang baru 2000 unit," ujarnya.

Perhitungan di awal tahun juga mempertimbangkan suku bunga yang tinggi dan asumsi kenaikan harga bahan bangunan yang juga cukup tinggi mengikuti kenaikan harga minyak. "Sekarang sudah turun sehingga selisih bunga yang dibayar pemerintah tidak setinggi yang dialokasikan," tutur dia.

KARTIKA CANDRA

http://www.tempointeraktif.com/hg/bisnis/2009/11/26/brk,20091126-210690,id.html
Read On 0 comments

Enam Fakta Baru Tentang Kolesterol

10:47:00 AM
Jumat, 27/11/2009 14:36 WIB

Vera Farah Bararah - detikHealth

Jakarta, Apa yang Anda ketahui mengenai kolesterol? Rata-rata orang mengetahui bahwa kolesterol bisa memicu timbulnya penyakit jantung atau darah tinggi. Tapi ada beberapa fakta lain yang jarang diketahui orang mengenai kolesterol.

Kolesterol tinggi yang terdapat dalam darah memang berbahaya bagi seseorang, tapi terkadang kolesterol bisa ditemukan dalam kadar yang sangat rendah pada beberapa orang tertentu. Kolesterol yang terlalu tinggi atau terlalu rendah berisiko mengalami penyakit tertentu.

Ini dia beberapa fakta lain mengenai kolesterol, seperti dikutip dari CNN, Jumat (27/11/2009) yaitu:

1. Kolesterol tinggi tak bisa terelakkan pada beberapa orang. Terkadang banyak orang yang memiliki kolesterol tinggi karena faktor genetik. Sehingga tingginya kadar kolesterol jahat (LDL) selalu berada dalam kadar yang tidak sehat. Orang yang memiliki hiperkolestrolemia biasanya mewarisi 2 gen dari masing-masing orangtua.

2. Kolesterol tinggi bisa dilihat dari kulit. Biasanya orang tahu kolesterolnya tinggi setelah melakukan pemeriksaan dokter. Tapi kolesterol tinggi bisa muncul di kulit sebagai benjolan kemerahan kekuningan yang dikenal dengan Xanthomas. Ukurannya bervariasi dan biasanya ditemukan pada sendi, tangan dan kelopak mata.

3. Kolesterol terlalu rendah bisa berbahaya. Kadar kolesterol yang terlalu rendah juga tidak bagus untuk kesehatan. Peneliti menunjukkan ibu hamil yang kadar kolesterolnya rendah cenderung melahirkan bayi prematur, serta pada orang dewasa bisa menyebabkan kegelisahan dan depresi.

4. Olahraga meningkatkan kolesterol baik. Penelitian terkini yang dipublikasikan dalan Journal of Lipid Research menunjukkan bahwa olahraga bisa meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dalam tubuh. Olahraga yang diperlukan tidak perlu yang berat tapi bisa dengan olahraga ringan saja.

5. Makanan bebas kolesterol tetap bisa menghasilkan kolesterol. Kolesterol biasanya dibuat di dalam hati binatang dan hanya ditemukan dalam berbagai makanan yang berasal dari binatang seperti daging, susu dan telur. Terkadang kolesterol didapatkan dari cara pengolahan makanan tersebut seperti melalui penggorengan atau pemanggangan.

6. Kolesterol tinggi bisa menyebabkan disfungsi ereksi. Peneliti Swedia pada tahun 2005 menemukan bahwa pria yang memiliki kadar koesterol 270 mg/dL atau lebih memiliki kemungkinan 4,5 kali lebih tinggi mengalami disfungsi ereksi.

Untuk itu ketahui dengan pasti berapa kadar koleterol Anda, apakah termasuk kolesterol tinggi atau rendah. Terapkan pola hidup sehat untuk menghindari berbagai risiko kesehatan yang mungkin bisa timbul.

(ver/ir)

http://health.detik.com/read/2009/11/27/143628/1249861/766/enam-fakta-baru-tentang-kolesterol
Read On 0 comments

Belasan Pingsan Berebut HP Murah

10:46:00 AM
Kamis, 26 Nopember 2009 | 10:20 WIB

Jakarta - SURYA- Penjualan handphone murah merek Esia di Ex Plaza Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (25/11), berlangsung ricuh.

Sejak pagi, ribuan orang yang memenuhi lantai dasar hingga tempat parkir Ex Plaza Indonesia rela berdesak-desakan. Belasan orang pingsan dan terluka karena terinjak-injak atau terkena kawat berduri.

Masyarakat Ibu Kota mengetahui penjualan ponsel murah itu dari iklan-iklan yang cukup mencolok di media massa. Harga handphone (HP) tersebut sangat murah, Rp 99.000. Padahal, harga normalnya Rp 299.000.

Promo ini hanya berlaku sehari, yakni pada Rabu (25/11) saja. Selain harganya murah, Esia juga menjanjikan layanan jejaring pertemanan facebook gratis selama sebulan.

Promosi ini menyedot ribuan peminat. Mereka pun berbondong-bondong datang ke tempat penjualan HP murah itu, yakni di pelataran parkir Plaza EX. Pihak Esia menggunakan mobil boks untuk tempat menyimpan HP. Ratusan orang antre di sekitar mobil boks tersebut.

Menurut penuturan sejumlah saksi di lokasi kejadian, saat penjualan dibuka pukul 11.00, antrean calon pembeli di depan gerai Esia itu masih terlihat normal. Bahkan, saat itu calon pembeli diberi brosur Esia murah sebagai tanda antrean.

”Brosur itu menjadi tanda untuk mengantre serta menjadi jaminan bisa mendapatkan Esia murah,” kata Evi (35), warga Petamburan, Tanahabang.

Evi mengaku datang sekitar pukul 07.00 meski penjualan baru dibuka satu jam sebelum makan siang. Artinya, dia harus mengantre empat jam. Celakanya, kata Evi, meski sudah antre selama itu handphone yang diimpikannya tak dia peroleh juga karena penjualan dihentikan.

Menurut dia, antrean mulai kacau setelah banyaknya calon pembeli yang datang belakangan menyerobot antrean. ”Mereka main seruduk aja, padahal tidak membawa brosur,” ujanya.

Kericuhan menjadi-jadi ketika penjualan mulai dibuka. Baru sekitar 40 handphone yang berpindah ke tangan pembeli ketika antrean mulai buyar karena orang yang di belakang merangsek ke depan.

Merasa kewalahan, pihak Esia mengarahkan calon pembeli ke lantai dua. Namun, di lantai dua pun para peminat handphone itu tidak mendapatkan layanan semestinya. ”Meja sudah disiapkan, tetapi tidak ada yang menjual Esia,” kata Sabudi (45), warga Gunungsahari, Jakarta Utara.

Ratusan calon pembeli yang memadati lantai dua ex Plaza Indonesia kemudian turun kembali untuk bergabung dengan ratusan calon pembeli lainnya yang sudah menunggu di lantai satu. Akibatnya, antrean semakin parah sehingga terjadi desak-desakan.

Puluhan pengantre mulai kehilangan kesabaran. Mereka mulai melampiaskan emosinya dengan cara memecahkan kaca depan sebuah tempat permainan bowling yang ada di lantai dasar ex Plaza Indonesia.

Semakin lama suasananya kian tidak terkendali. Beberapa petugas dari Esia meminta sebagian pengantre keluar ex Plaza Indonesia menuju halaman depan yang biasanya digunakan sebagai tempat parkir motor dan mobil.

”Saat (calon pembeli) keluar dari gedung ke halaman depan, ternyata di sana sudah banyak orang juga. Banyak banget. Kami tidak bisa mengaturnya lagi dan hanya bisa mengawasi agar tidak terjadi aksi anarki kembali,” kata seorang petugas satpam ex Plaza Indonesia.

Di halaman parkir itu massa tiba-tiba mendatangi dua mobil boks yang terparkir di sana. Melihat keadaan yang tidak terkendali, polisi dan pihak keamanan ex Plaza Indonesia segera berjaga-jaga mengelilingi mobil boks.

Keadaan mulai terkendali setelah polisi meminta supaya kedua mobil boks yang berisi ribuan handphone murah itu dipindahkan dari lokasi parkir ex Plaza Indonesia.

Massa yang kecewa sempat melempari mobil bok yang keluar dari sana dengan pengawalan ketat sejumlah petugas kepolisian. Gerai Esia yang ada di lantai dasar ex Plaza Indonesia ditutup. Bahkan, untuk sementara tempat itu ditutup untuk umum.

Pimpinan Bakrie Telecom menyayangkan insiden tersebut. Kericuhan itu, kata Wakil Dirut Bakrie Telecom Erik Meijer, terjadi karena konsumen kurang sabar mengantre. Padahal, Bakrie sudah menambah produk HP Esia-Nexian itu menjadi 5.000 unit.

”Kami menambah jumlah barang yang kami kirim, dari 2.000 menjadi 5.000 unit,” ujar Erik Meijer.

Geruduk kantor Esia

Ratusan orang yang sudah antre sejak pagi tetap gagal memperoleh handphone idamannya. Mereka pun kecewa dan mengancam akan mendatangi kantor Esia di Kuningan, Jakarta Selatan.

”Kami minta bertemu dengan penjual, karena kami kecewa,” kata Agus, warga Slipi.

Dia mengaku telah mengantre sejak pukul 10.00 bersama ratusan orang lainnya. ”Harusnya penjual gentleman, bicara kepada publik. Kami kan beli, bukan minta,” katanya.

Frieda, warga Bekasi, mengaku sudah antre sejak pukul 08.00. Dia menyatakan sangat kecewa. Menurutnya, jika panitia tidak bisa bekerja secara profesional, seharusnya tidak usah memasang iklan dan mengirimkan SMS pemberitahuan adanya penjualan HP murah. ”Saya merasa kecewa. Ini bisa dituntut,” katanya.

Jefrizal, pengantre lainnya,juga kesal karena tidak kebagian padahal sudah mengantre sejak pagi. ”Saya sudah capek-capek menunggu sampai tadi kehujanan, tapi tidak ada kejelasan. Sudah gitu, seenaknya mobil yang membawa HP pergi,” ucapnya. Irwan Kintoko/warta kota

http://www.surya.co.id/2009/11/26/belasan-pingsan-berebut-hp-murah.html
Read On 0 comments

Patih Laman Berniat Kembalikan Kalpataru

10:44:00 AM
Sabtu, 28 November 2009 07:29 WIB

PEKANBARU--MI: Patih Laman, tokoh masyarakat suku asli Talang Mamak, penerima Kalpataru pada 2003 berniat mengembalikan penghargaan lingkungan hidup itu karena kecewa hutan adat yang telah dijaganya ditebang habis dan tidak ada kepedulian pemerintah mempertahankannya.

"Kawasan hutan itu telah diperjualbelikan. Mengadu ke camat dan Dinas Kehutanan tidak ada tanggapan. Saya ingin ke Jakarta untuk mengembalikan Kalpataru," ujar Laman di Rengat, Jumat (27/11).

Pada 5 Juni 2003 Laman memperoleh penghargaan Kalpataru dari pemerintah sebagai Perintis Lingkungan karena dinilai gigih menjaga penyelamatan hutan adat Talang Mamak yakni hutan Panguanan dan Panyabungan dan hutan Sungai Tunu seluas hampir 2.000 hektare.

Kawasan hutan yang dipertahankan Laman dari penjarahan dan jual beli ke perusahaan itu kini telah berupa hamparan tanah kosong, karena kawasan hutan tersebut telah ditebang habis baik oleh masyarakat pendatang maupun perusahaan yang mendapat izin dari pemerintah.

Hilangnya kawasan hutan itu menyebabkan Laman jatuh sakit karena hutan adat tersebut selama ini dipertahankannya. Masyarakat Talang Mamak hidup bergantung dari hasil hutan tersebut.

"Pak Laman sangat kecewa menghadapi kenyataan bahwa kawasan hutan yang dijaganya itu kini telah gundul. Dia tak dapat berbuat apa-apa meskipun telah membawa kasus tersebut ke pemerintah tapi tidak ada tanggapan," ujar Ameng, salah seorang terdekat Laman.

Menurut dia, hutan adat Sungai Tinu yang luasnya 10.000 hektare lebih kini telah berubah jadi kebun sawit milik perusahaan swasta sedangkan hutan Panguanan dan Panyabungan seluas 1.800 hekatare dirambah masyarakat pendatang dan kini hanya tinggal sekitar 4 hektare.

Ia mengatakan, hutan adat Panguanan dan Panyabungan berada dalam satu hamparan di dua desa yakni Desa Sungai Ekok, Kecamatan Rakit Kulim dan Desa Durian Cacar, Kecamatan Kelayang, Kabupaten Indragiri Hulu.

Bagian hutan adat itu di desa tetangga habis dijual belikan oleh oknum desa dan sisa hutan empat hektare masih dipertahankan Laman bahkan ia menunggui kawasan tersebut dengan membuat pondok. "Ia bangun sendiri pondok dan menunggu hutan yang tersisa itu, bahkan ia tinggal di kawasan hutan itu," ujar Ameng.

Dia mengatakan, akibat sangat risau dengan kondisi hutan tersebut berdampak pula terhadap kondisi Laman yang telah berusia hampir 80 tahun. "Sampai manalah kemampuan Pak Laman memperjuangkannya. Suaranya tidak didengar pemerintah dan itu sebabnya ia ingin mengembalikan penghargaan yang telah diperolehnya dari pemerintah," ungkap Ameng.

Patih Laman dikenal sebagai pemimpin masyarakat Talang Mamak. Perjuangannya mempertahankan hutan di lingkungan tempat tinggal Talang Mamak tidak hanya memberikannya penghargaan Kalpataru dari pemerintah RI tetapi juga badan konservasi internasional melalui penghargaan WWF International Award for Conservation Merit 1999. (Ant/OL-03)

http://www.mediaindonesia.com/read/2009/11/28/108321/89/14/Patih-Laman-Berniat-Kembalikan-Kalpataru
Read On 0 comments

Kepulauan Sumenep Krisis Obat-obatan Akibat Gelombang Tinggi

10:39:00 AM
Sabtu, 28 November 2009 | 09:04 WIB

TEMPO Interaktif, Sumenep - Gelombang tinggi menyebabkan Kepulauan Sumenep mengalami krisis obat. Hari ini Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, Madura baru akan mengirimkan obat-obatan ke wilayah kepulauan Sumenep guna mengatasi krisis obat-obatan yang terjadi dalam sebulan terakhir.

"Ada Infus, obat diare, malaria, DBD dan gizi buruk," kata Kepala Dinas Kesehatan Sumenep, Susianto, Sabtu (28/11).

Menurut dia, krisis obat-obatan ini terjadi karena gelombang tinggi, sehingga pengiriman obat-obatan ke Puskesmas kepulauan terhambat. "Makanya, awal musim hujan ini kita droping obat banyak," tuturnya.

Data Dinas Kesehatan Sumenep menyebutkan, dari 120 pulau di kabupaten itu hanya enam pulau yang memiliki puskesmas. Antara lain pulau Kangean, Kangayan, Sapeken, Masalembu, Gili Genting dan Talango. dimana jarak tempuh antar pulau memakan waktu berjam-jam.

Sehingga, lanjut dia, bila obat-obat kurang, maka pasien dari pulau terpencil tidak bisa segera tertangani maksimal. Adapun penyakit yang biasa mewabah saat musim hujan dan gelombang tinggi di daerah kepulauan adalah diare, gizi buruk dan demam berdarah dengue (DBD).

Susianto menambahkan, dari pantauan pihaknya pada awal November lalu, tidak ditemukan satu pun penderita gizi buruk di daerah yang dinyatakan rawan, seperti di desa masa jeruk, masa kambing di pulau Masalembu. "Alhamdulilah masih nol," katanya.

MUSTHOFA BISRI

http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/2009/11/28/brk,20091128-210795,id.html
Read On 0 comments

Mendiknas: UN Akan Berubah…

10:38:00 AM
Jumat, 27 Nopember 2009 | 23:15 WIB

JAKARTA l SURYA Online — Mendiknas Mohammad Nuh mengatakan, selain pelaksanaan UN 2010 akan berubah, UN juga dinyatakan bukan sebagai satu-satunya penentu kelulusan.

Hal itu dikatakan oleh Mendiknas di Jakarta, Kamis (26/11). “Tetap yang menentukan kelulusan adalah sekolah atau guru. Artinya, jika ada peserta didik yang memperoleh nilai 10, tapi menurut gurunya peserta didik itu tidak lulus, maka dia tidak lulus,” katanya.

Nuh menjelaskan, anggapan UN dijadikan satu-satunya untuk menentukan kelulusan adalah keliru. Hasil UN digunakan antara lain untuk pemetaan mutu satuan dan atau program pendidikan, seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya, penentuan kelulusan peserta didik dari program dan atau satuan pendidikan, serta pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan.

Perubahan yang paling signifikan dari pelaksanaan UN tahun sebelumnya dengan UN 2010, lanjut Nuh, adalah adanya kesempatan bagi para peserta didik untuk mengulang, selain juga UN susulan, bagi mereka yang pada saat pelaksanaan tidak bisa ikut karena suatu sebab, seperti sakit. Kcm

http://www.surya.co.id/2009/11/27/mendiknas-un-akan-berubah.html
Read On 0 comments

18 Bayi Terinfeksi

10:37:00 AM
2009-11-26

Kasus HIV/AIDS di Bekasi

[BEKASI] Sebanyak 18 bayi di Kota Bekasi positif terinfeksi virus HIV/AIDS. Sebagian besar balita yang terinfeksi HIV ini tertular oleh ibunya. Hingga saat ini, penanganan mereka masih belum maksimal.

"Bayi-bayi tersebut sekarang masih kami tangani secara serius. Mereka dipantau dan mendapat perhatian khusus oleh para tenaga medis yang berada di puskesmas dan rumah sakit di Kota Bekasi," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Retni Yonto kepada wartawan di Bekasi, Rabu (25/11).

Menurut Retni, 18 bayi terkena HIV/AIDS itu dari sejumlah rumah sakit di Kota Bekasi ditemukan setelah dilakukan tes laboratorium beberapa kali. Saat ini, rumah sakit klinik dan puskesmas yang bisa menangani HIV/AIDS hanya Klinik VCT, RSU Bekasi, RS Ananda, Puskesmas Pondok Gede, Klinik Mitra Sehati, Puskesmas Jatiasih, Puskesmas Bintara Jaya, dan Puskesmas Rawa Lumbu.

"Penderita HIV kebanyakan dari golongan tak mampu sehingga bingung dan tidak tahu banyak soal virus ini dan penanganannya," tutur Retni.


Terus Meningkat

Sementara itu, penanggung jawab Klinik Mitra Sehati yang menangani kasus HIV/AIDS, Rahmad Jamaludin menyebutkan jumlah penderita HIV/AIDS di Kota Bekasi semakin meningkat dari tahun ke tahun. Bahkan, virus ini mulai ditemukan tidak hanya pada kalangan berisiko tinggi, tetapi juga pada populasi umum. Hal itu menyebabkan pemantauan harus dilakukan menyeluruh.

Menurut Rahmad, penyisiran terhadap kalangan populasi umum ini mulai dilakukan sekitar tahun 2006. Berdasarkan hasil tes yang dilakukan, baru terdapat beberapa kasus kasuistik.

"Jika sampai banyak ditemukan yang positif pada populasi umum ini, berarti, kan, HIV/AIDS semakin menyebar dan semua saja berisiko tinggi terkena," kata Jamaludin.

Jamaludin mengatakan, sekitar 70-70 persen penularan HIV melalui jarum suntik, terutama kepada pengguna narkoba. Berdasarkan data yang ada, jumlah keseluruhan kasus HIV/AIDS di Kota Bekasi sejak 1998 sampai 2008 mencapai 1.060 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 30 orang di antaranya meninggal dunia.

Meski demikian, lanjut Jamaludin, diperkirakan jumlah penderita HIV di Kota Bekasi lebih besar daripada yang didata. Sebab, sejumlah orang tidak mengetahui bahwa telah mengidap penyakit tersebut. Kalaupun tahu, masih banyak yang menutup diri dan tidak tahu harus berobat ke mana.

"Kasus HIV/AIDS ini seperti fenomena gunung es. Artinya, jumlah kasus yang belum terdata dan tercatat malah jauh lebih besar," katanya. [E-5]

http://www.suarapembaruan.com/index.php?detail=News&id=12074
Read On 0 comments

23 Aktivis Greenpeace Ditetapkan Jadi Tersangka

10:34:00 AM
Jumat, 27 November 2009 22:30 WIB

Pekanbaru (ANTARA News) - Selama melakukan kampanye lingkungan hidup di Provinsi Riau pada bulan November, sebanyak 23 aktivis Greenpeace asal Indonesia telah ditetapkan pihak kepolisian sebagai tersangka terkait aksi penyegelan properti perusahaan.

Demikian disampaikan kuasa hukum Greenpeace Jhonson Panjaitan kepada ANTARA di Pekanbaru, Riau, Jumat.

Puluhan aktivis menjadi tersangka dalam dua aksi protes yang berbeda, yakni penyegelan tujuh alat berat milik perusahaan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) di Kabupaten Pelalawan pada 12 November dan penyegelan empat derek peti kemas PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) di Kabupaten Siak pada 25 November.

"Jumlah aktivis yang telah ditetapkan menjadi tersangka mencapai 23 orang dan seluruhnya dijerat dengan pasal tindak pidana," katanya.

Menurut Jhonson, polisi menetapkan 18 orang pegiat lingkungan pada kasus dengan RAPP. Jumlah tersebut berkurang dari sebelumnya mencapai 21 orang, karena beberapa aktivis ternyata tidak terbukti bersalah dalam proses penyidikan. Pasal yang disangkakan polisi kepada mereka adalah Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Pasal 335 mengenai perbuatan tidak menyenangkan dan Pasal 551 tentang larangan masuk areal perusahaan tanpa izin.

Sedangkan, jumlah aktivis Greenpeace yang ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus dengan PT IKPP mencapai lima orang. Pasal yang dikenakan lebih banyak yakni Pasal 551, Pasal 335 dan pelanggaran karena melakukan unjuk rasa tanpa izin sehingga melanggar Undang-Undang No.9 Tahun 1998.

"Namun, belum ada aktivis yang ditahan," katanya.

Sementara itu, aktivis Greenpeace berkewarganegaraan asing yang dideportasi oleh imigrasi mencapai 20 orang. Menurut dia, warga negara asing (WNA) yang terlibat dalam dua aksi Greenpeace di Riau tersebut dinilai telah melanggar ketentuan keimigrasian. Selain itu, pihak imigrasi juga mengusir lima orang WNA lainya dari Riau.

Menanggapi hal tersebut, kuasa hukum Greenpeace merasa keberatan terhadap tindakan hukum yang dikenakan kepada para aktivis.

Sebabnya, Jhonson berpendapat setiap orang yang memperjuangkan hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat tidak dapat dituntut secara pidana maupun digugat secara perdata.

"Hal itu diatur dalam Undang-Undang Nomer 32 Tahun 2006 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dan `Covenant Civil and Politic Rights` yang telah diratifikasi oleh pemerintah Indonesia untuk menjadi Undang-Undang," katanya.

Karena itu, ia mengatakan pihak kuasa hukum pegiat lingkungan itu akan terus memperjuangkan agar puluhan aktivis Greenpeace dapat bebas dari jerat hukum.

Pegiat lingkungan Greenpeace selama dua bulan terakhir terus mengkampanyekan agar pemerintah Indonesia mempertahankan kelestarian hutan rawa gambut Semenanjung Kampar, Riau, untuk mencegah perubahan iklim dan demi kelangsungan hidup masyarakat di sekitar hutan.

Aksi yang dilakukan Greenpeace mulai dari membangun Kamp Perlindungan Iklim, transfer pengetahuan kepada masyarakat, pembendungan kanal gambut, hingga aksi ekstrim berupa penyegelan alat berat RAPP dan IKPP.(*)

http://www.antaranews.com/berita/1259335801/23-aktivis-greenpeace-ditetapkan-jadi-tersangka
Read On 0 comments

Menyetir dengan Hak Tinggi, Sebaiknya Hindari

10:29:00 AM
27/11/2009 - 17:17

Augusta B. Sirait

INILAH.COM, Jakarta-Bagi kaum hawa, menggunakan hak tinggi menjadi sebuah kebutuhan. Tapi memakai hak tinggi saat menyetir sangat berbahaya. Lho kok?

Menggunakan hak tinggi bisa membahayakan si pengemudi dan penumpang. Kalau yang menjadi perhatian adalah gaya, ada baiknya anda menyiapkan dua jenis sepatu di dalam mobil. Gunakan sepatu tanpa hak untuk mengemudi, lalu saat anda turun, gantilah dengan sepatu hak tinggi anda yang lebih bergaya.

Berikut kelemahan mengenakan sepatu berhak tinggi saat mengemudi:

1. Hak seringkali tersangkut di antara pedal saat mengemudi. Penggunaan sepatu dengan sol datar akan menghilangkan kemungkinan bahaya tersebut.

2. Mengemudi dengan hak tinggi akan membuat posisi menyetir menjadi tidak nyaman. Sepatu bersol datar mengurangi tekanan pada lutut, dan meningkatkan kenyamanan duduk.

2. Sepatu dengan hak tidak bisa mencengkeram pedal dengan baik.

3. Merusak karpet mobil, karena pergesekan antara hak dan karpet.

4. Punggung sepatu hak akan cepat rusak karena seringnya tergesek. [dari berbagai sumber]

http://www.inilah.com/berita/otomotif/2009/11/27/185201/menyetir-dengan-hak-tinggi-sebaiknya-hindari/
Read On 0 comments

Syahrul Minta Keseriusan PLN Atasi Pemadaman

10:27:00 AM
Sabtu, 28 November 2009 | 00:15 WITA

Makassar, Tribun - Pemadaman bergilir listrik PLN masih berlangsung. Belum ada kepastian kapan kondisi ini berakhir. Walau pihak PLN Sulsel, Sulbar, dan Sultra (Sultanbatara) memperkirakan pemadaman akan berkurang pada Desember mendatang.

Menanggapi kondisi itu, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, kembali melakukan peninjauan kondisi pembangkit milik PLN. Rabu (25/11) lalu, Syahrul meninjau pembangkit PLTU Tello, Makassar.
Pada kesempatan peninjauan itu, Syahrul meminta keseriusan PLN mengatasi pemadaman yang telah berlangsung dua bulan terakhir.
Syahrul juga menyatakan dukungannya terhadap upaya-upaya konstruktif yang diakukan PLN sebagai upaya untuk memulihkan keandalah pasokan listrik sehingga pelayanan kepada seluruh masyarakat bisa kembali normal seperti sediakala.
Sejak September lalu masyarakat Sulsel dan Sulbar mengalami defisit daya listrik yang cukup parah sehubungan dengan terjadinya gangguan pada PLTGU Sengkang milik swasta yang bersamaan dengan tidak optimalnya PLTA Bakaru akibat kemarau.
General Manager PT PLN Wilayah Sulsel, Sultra dan Sulbar Haryanto WS, menuturkan pihaknya terus melakukan upaya-upaya mengatasi pemadaman jangka pendek.
Mulai dari sewa mesin kapasitas 13 MW dari PT Energi Sengkang hingga mendorong pengurangan pemakaian pelanggan industri yang berkontribusi 20 MW siang hari dan 50 MW malam hari.(fir)

http://www.tribun-timur.com/read/artikel/60133
Read On 0 comments

Biaya Operasional RSU Naibonat Tidak Ada

10:24:00 AM
Sabtu, 28 November 2009 | 08:39 WITA

Anggaran Belum Dibahas

KUPANG, POS KUPANG.Com -- Meski izin rawat inap Rumah Sakit Umum (RSU) Naibonat, Kabupaten Kupang sudah dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Propinsi NTT, namun rawat inap pasien belum dilaksanakan karena biaya operasional tidak ada.

"Sebagian besar biaya operasional dianggarkan dalam perubahan anggaran 2009," kata Direktris RSU Naibonat, drg. Djuwita Aklis, ketika dihubungi melalui ponselnya, Jumat (27/11/2009).

Djuwita mengatakan, perubahan anggaran 2009 belum dibahas oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bersama DPRD Kabupaten Kupang sangat berdampak terhadap biaya operasional dan rencana rawat inap pasien di RSU Naibonat.

Anggaran tersebut, jelas Djuwita, antara lain untuk pemboran air bersih dan pemasangan jaringan perpipaan ke masing - masing ruangan, termasuk ruang rawat inap, dapur dan laboratorium.

Selain itu, kata Djuwita, biaya tenaga honor 30 orang yang akan direkrut, yaitu satuan pengaman (satpam), tukang cuci, tukang masak, para perawat dan bidan tidak bisa dilakukan karena ketiadaan biaya. "Tenaga honor sangat dibutuhkan jika RSU Naibonat mulai berlakukan rawat inap," ujarnya.

Menurut dia, jika tidak ada perubahan anggaran, izin rawat inap belum bisa diberlakukan dan sementara diupayakan agar bisa dianggarkan dalam anggaran induk 2010.

Djuwita mengatakan, keberadaan RSU Naibonat sangat membantu masyarakat. Karena itu, lanjutnya, sudah saatnya RSU Naibonat berlakukan rawat inap sebab jumlah pasien setiap bulan cukup tinggi, bahkan ada yang harus dirujuk ke RSU Kupang. "Saat ini RSU Naibonat masih berlakukan rawat jalan, dan kunjungan pasien setiap bulan cukup tinggi," tambahnya.

Djuwita menyatakan, perubahan anggaran 2009 itu sangat penting agar RSU Naibonat bisa melayani pasien rawat inap. Dengan demikian, lanjutnya, masyarakat di Kabupaten Kupang tidak harus dirujuk ke rumah sakit yang ada di Kota Kupang untuk menjalani rawat inap.

"Peralatan dan tenaga dokter yang ada sudah cukup. Hanya perlu ditambah tenaga perawat yang akan direkrut tenaga honor untuk membantu para medis yang ada. Hal ini tidak mungkin dilakukan jika tidak ada biaya operasional, termasuk pembayaran tenaga honor, pemasangan jaringan perpipaan dan lainnya," kata Djuwita.

Diberitakan sebelumnya (Pos Kupang, 24/11/2009), sekitar 300 orang warga Kabupaten Kupang mendatangi gedung DPRD Kabupaten Kupang untuk menanyakan alasan belum dibahasnya perubahan anggaran 2009 dan rencana anggaran tahun 2010.

Anggota DPRD Kabupaten Kupang, Matheus Liu, dalam pertemuand engan ratusan warga tersebut, mengatakan dokumen untuk pembahasan anggaran belum diterima Dewan dari pemerintah. Kalau sudah diterima, lanjutnya, Dewan bisa bahas tiga hari. Anggota Dewan lainnya, Deasy MC Ballo mendesak pimpinan Dewan untuk sidang paripurna membahas jadwal sidang anggaran.

Ketua Sementara DPRD Kabupaten Kupang, Mell Ataupah mengatakan, Dewan belum melakukan tugasnya secara penuh karena masih terbentur pimpinan definitf DPRD Kabupaten Kupang.

Usai bertemu dengan Dewan, utusan warga bertemu dengan Bupati Kupang, Ayub Titu Eki. Mereka menanyakan mengapa Pemkab Kupang tidak menyiapkan bahan-bahan untuk pembahasan rancangan angggaran, termasuk perubahan anggaran 2009 karena Dewan belum menerima bahan-bahan tersebut.

Menanggapi pertanyaan itu, Titu Eki menjelaskan, lambatnya pembahasan angaran bukan semata-mata salah pemerintah, karena pemerintah sudah siap. Sebelum Dewan membahas perubahan anggaran, lanjut Titu Eki, harus dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Hasil pemeriksaan BPK diserahkan kepada Pemkab Kupang pada 15 Agustus 2009. Setelah itu pemerintah melakukan perbaikan sesuai dengan rekomendasi dari BPK. Setelah diperbaiki diserahkan kepada Dewan tanggal 20 Agustus 2009 untuk pembahasan dana sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) dan setelah itu baru bisa membahas perubahan anggaran. "Hasil audit BPK, ternyata ada dana Silpa sekitar Rp 162 miliar yang tidak digunakan," ungkap Titu Eki. (mas)

http://www.pos-kupang.com/read/artikel/39656/biaya-operasional-rsu-naibonat-tidak-ada
Read On 0 comments

Di Tulungagung, Delapan Anak Positif HIV/AIDS

10:23:00 AM
Jumat, 27 November 2009 16:51 WIB

Tulungagung, (ANTARA News) - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Tulungagung, Jawa Timur, menemukan sebanyak delapan anak di kabupaten tersebut positif terinveksi virus HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome).

"Setelah kami periksa, di tubuh mereka memang positif terinveksi virus HIV/AIDS," kata anggota KPA Tulungagung, Farid Hafifi, di Tulungagung, Jumat.

Ia mengatakan, kedelapan anak-anak tersebut berumur di bawah 10 tahun. Mereka rata-rata tertular langsung dari kedua orangtuanya, khususnya dari ibu.

Menurut dia, penularan virus tersebut sangat rentan terjadi, terutama dari ibu. Hal itu dimungkinkan dari si ibu yang sebelumnya diketahui positif terinveksi virus tersebut, hingga proses kelahiran terjadi.

Seharusnya, kata dia, penularan virus dari ibu kepada bayinya dapat dicegah, di antaranya dengan proses kelahiran menggunakan sesar dan tidak minum ASI dari ibunya.

"Dengan operasi sesar, dapat mencegah kulit bayi terluka, dan dengan tanpa minum ASI, dapat mengurangi resiko penularan," katanya menjelaskan.

Lebih lanjut ia mengatakan, kondisi kedelapan anak tersebut saat ini cukup baik dan relatif sehat. Namun, pihaknya harus memastikan kesehatan, terutama daya tahan tubuh anak tersebut, mengingat virus berbahaya jika daya tahan tubuh anak lemah.

"Untuk itu, kami juga mengupayakan agar untuk anak-anak ada tambahan nutrisi, guna mengantisipasi lemahnya daya tahan tubuh terhadap penyakit," kata Farid.

Menyinggung penggunaan obat antiretroviral, untuk pencegahan virus menguat, Farid mengatakan, hal itu sudah dilakukan ketika ibu yang diketahui positif teriveksi hamil. Namun, untuk proses kelanjutanya, menunggu hingga tubuh anak tersebut bisa menerima obat dari luar.

Jumlah penderita HIV/AIDS di Tulungagung, kata Bahrudin untuk kalangan anak dan umum cukup banyak. Untuk kalangan anak, sejumlah sekitar delapan itu, dan untuk umum hingga Oktober 2009 mencapai 277 pasien dan 53 di antaranya sudah meninggal dunia.(*)

http://www.antaranews.com/berita/1259315504/di-tulungagung-delapan-anak-positif-hiv-aids
Read On 0 comments

Presiden Harus Laksanakan SJSN

10:22:00 AM
2009-11-26

[JAKARTA] Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) harus turun tangan untuk mengimplementasikan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dalam program 100 hari kerjanya. Sebab, masalah jaminan sosial seperti diatur dalam Undang-Undang (UU) 40/2004 tentang SJSN, merupakan hal mendesak yang harus segera dilaksanakan untuk kesejahteraan rakyat dalam kondisi seperti sekarang.

Desakan itu dilontarkan mantan Ketua Tim Perumus SJSN, Sulastomo dalam diskusi bertemakan Menata Kembali Jaminan Sosial Nasional, Mewujudkan Amanat Konstitusi, yang digelar harian umum Suara Pembaruan di Jakarta, Rabu (25/11). Dia mengingatkan, Indonesia sudah ketinggalan jauh dengan negara tetangga dalam hal menyejahterakan rakyatnya.

Hal ini tampak pada human development indeks (HDI) Indonesia yang menduduki posisi 111 di dunia, lebih buruk dari Singapura, Malaysia, dan Thailand. Di samping itu, SJSN, kata dia, juga untuk mengubah sistem pensiunan sekarang, karena diperkirakan, 2015, APBN tidak lagi mampu membiayai pensiunan yang mencapai 83 persen.

"Lebih mengkhawatirkan, jumlah manula diperkirakan menjadi 60 juta tahun 2030, tapi tidak memiliki jaminan sosial. Dalam implementasi SJSN, Indonesia harus lari untuk mengejar ketertinggalan. Kalau tidak, akan berdampak pada ketimpangan regional," katanya lagi.

Dia menambahkan, persepsi yang belum sama di kalangan pemerintah adalah hambatan utama. Pada Pasal 52 UU SJSN, mewajibkan keempat lembaga BUMN, yakni Taspen, Asabri, Jamsostek dan Askes menyesuaikan diri dengan UU tersebut untuk menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Namun, ada pemikiran, khususnya di kalangan Kementerian BUMN bahwa yang terpenting substansi UU SJSN terkait dipenuhi, meskipun masih bentuk BUMN. Misalnya, terkait nirlaba, keempat BUMN ini telah menjalankan substansi UU SJSN, yang telah dibebaskan dari kewajiban membayar deviden, untuk memenuhi sifat nirlaba.

"Pemikiran seperti ini sudah ada sejak persiapan RUU SJSN. Semua telah disepakati termasuk DPR dan pemerintah, jadi kalau sekarang diperdebatkan lagi sama saja UU ini dimentahkan kembali, padahal waktu itu revisi 55 kali," katanya.

Dia menyarankan, pemerintah harus segera menyelamatkan Pasal 52. Salah satunya, segera mengajukan draft UU BPJS yang sedang disusun oleh Depkumham ke DPR agar secepatnya diselesaikan.


Kemauan Politik

Di samping itu, kata dia, harus ada kemauan politik dari pemerintah dan DPR untuk mengusulkan perubahan UU BUMN, yang memungkinkan akomodasi BUMN Khusus yang bersifat nirlaba, menerbitkan Perppu BPJS atau amendemen UU SJSN khususnya Pasal 52.

Sebelumnya, mantan Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kartono Mohamad mengatakan, program jaminan kesehatan rakyat miskin (Jamkesmas) yang diterapkan selama ini harus dihentikan dan diganti dengan asuransi sosial seperti diatur dalam UU SJSN. Dia juga meminta agar SJSN segera dilaksanakan dalam program 100 hari Presiden SBY dan kabinetnya.

Sedangkan, pengamat kesehatan dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Ali Ghufron Mukti mengatakan, pemerintah harus duduk bersama dan menetapkan desain makro SJSN, dan konsisten untuk melaksanakannya. Harus ada harmonisasi persepsi mengenai, jumlah badan penyelenggara, pembagian tugas, jumlah iuran, paket, dan cara pengumpulannya.

"Pemerintah harus buat peraturan operasional UU 40/2004, yang mengakomodasi berbagai kepentingan, termasuk pemda yang saat ini sudah membuat Jamkesda," katanya. [D-13]

http://www.suarapembaruan.com/index.php?detail=News&id=12067
Read On 0 comments

Pasokan Ikan di Mamuju Berkurang

10:21:00 AM
Jumat, 27 November 2009 | 20:30 WITA

MAMUJU, TRIBUN - Pasokan ikan di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) berkurang akibat cuaca buruk dan hari raya Idul Adha 1430 H.

Salah seorang petugas Pusat Pelelangan Ikan (PPI) Mamuju, Burhanuddin, Jumat, mengatakan, sejak terjadi hujan deras dan angin kencang beberapa hari lalu, jumlah nelayan yang melaut sedikit, sehingga pasokan ikan menjadi berkurang.

Saat ini, pasokan kembali berkurang, karena sebagian besar nelayan pulang ke kampung halaman merayakan Idul Adha.

"Karena itulah, pasokan ikan di Kota Mamuju sangat berkurang, sehingga para pedagang, khususnya yang menggunakan sepeda motor sulit mendapatkan ikan untuk dijual," urainya.

Ia menambahkan, sehari lalu jumlah kapal nelayan yang sandar di PPI Mamuju hanya dua unit.

Bahkan, kata dia, pada hari ini (27/11), tidak ada kapal nelayan yang sandar di PPI untuk menimbang ikan.

Padahal, pada saat kondisi normal, jumlah kapal nelayan yang bersandar di PPI Mamuju untuk menimbang ikan minimal lima buah.

"Hal ini memang sudah sering terjadi pada saat hari raya besar keagamaan, sepeti Idul Fitri dan Idul Adha, sehingga kami tidak lagi kaget dengan situasi seperti ini," ungkapnya.

Sebagian besar nelayan di Mamuju berasal dari Kabupaten Majene dan Kabupaten Polewali Mandar (Polman).

"Saya perkirakan mereka akan kembali lagi ke Mamuju pada hari Senin mendatang, dan pasokan ikan di Mamuju bisa kembali normal," tuturnya.

Itupun, kata dia, jika kondisi cuaca yang mendukung untuk kembali ke Mamuju dan juga mendukung untuk kembali melaut mencari ikan.(*)

http://www.tribun-timur.com/read/artikel/60059
Read On 0 comments

Layanan Tiada Henti Dengan Hati

10:19:00 AM
Kamis, 26/11/2009 08:10

Advertorial - detikNews

Jakarta - Dengan prinsip layanan 'awal bil awal, akhir bil akhir', pemberangkatan jamaah calon haji (Calhaj) ke Tanah Suci tahun 2009 semakin rapi. Kelompok terbang (kloter) terakhir pemberangkatan calon haji Gelombang II dari Tanah Air menuju Tanah Suci telah tuntas terlaksana pada 21 November 2009. Pemberangkatan sesuai dengan jadwal Rencana Operasional Penyelenggaraan Ibadah Haji tahun 1430 H/2009 M Departemen Agama RI.

Diharapkan, pemulangan haji juga sesuai dengan rencana operasional. "Adalah takabur namanya, kalau pada musim haji tahun ini tidak ada problem. Yang bisa kami lakukan adalah meminimalisir problem di lapangan," urai Menteri Agama RI, Drs. H. Suryadharma Ali, MSi dalam acara Chief Editor Gathering yang digelar di Jakarta sehari sebelum kloter terakhir diberangkatkan.

Menurut Menag RI, setiap penyelenggaraan haji selalu memiliki persoalan tersendiri. Penyelenggaraan ibadah haji yang dalam pelaksanaan melibatkan lintas departemen itu ada terdapat tiga persoalan pokok, yakni transportasi, pemondokan dan katering.

Selama ini, sorotan transportasi haji dibagi dalam dua persoalan. Pertama, transportasi antar negara Indonesia-Saudi pergi pulang (pp), kedua, transportasi antar kota: Jeddah, Madinah-Makkah, Makkah-Armina (Arafah-Muzdalifah-Mina), serta dari pemondokan ke Masjidil Haram Makkah.

Dijelaskan Menag Suryadharma Ali, transportasi udara jemaah haji tahun 2009 dilaksanakan oleh dua perusahaan (maskapai) penerbangan, yakni masing-masing Garuda Indonesia sebanyak 302 kloter yang mengangkut 114.094 orang (59%) dan Saudi Arabia Airline sebanyak 176 kloter mengangkut 78.741 orang (41%). Jumlah tersebut sudah termasuk petugas haji.

Jadwal penerbangan didasarkan perolehan slot time dari Airport Autority Arab Saudi, yang rata-rata setiap hari sebanyak 260 penerbangan seluruh dunia. Indonesia memperoleh slot penerbangan rata-rata 22 penerbangan per hari. "Demi ketertiban, efisiensi waktu dan agar tidak terjadi delay melebihi wukuf, maka penerbangan haji tidak boleh mengangkut penumpang lain, termasuk kargo," tandas Menag.

Masih terkait dengan problem transportasi selama berhaji, persoalan transportasi antar kota di Saudi pun telah diantisipasi. Bahkan Menag RI pun meninjau langsung ke Saudi mendahului pemberangkatan kloter terakhir (Gel II). Menurut Sekretaris Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Departemen Agama, Drs. H.M.A.Ghafur Djawahir, transportasi antar kota perhajian di Saudi Arabia, Jeddah-Madinah-Mekkah dan Arafah-Mudzalifah-Mina, dilaksanakan oleh pemerintah Arab Saudi (Naqobah). Transportasi dari pemon-dokan menuju Masjidil Haram (pp) bagi jemaah yang tinggal lebih dari 2 km dari Masjidil Haram (Ring II) diserahkan pada Muassasah Asia Tenggara.

Bagi jemaah haji yang menempati pemondokan dalam wilayah Ring II di Mekkah (sebanyak 143.603 jemaah atau 72.9% ) disediakan fasilitas transportasi dari pemondokan ke Masjidil Haram dan sebaliknya. Biayanya dibebankan dalam kompoenen indirect cost BPIH. Pelaksanaan transportasi tersebut akan dikendalikan langsung oleh Sektor Khusus. Sedangkan penyiapannya dilakukan oleh Tim Penyiapan Angkutan Jemaah haji Indonesia di Makkah tahun 1430H/2009 H. Tim tersebut melibatkan tenaga ahli transportasi darat dari Ditjen Perhubungan Darat, Dephub.

Operasional penyelenggaraan ibadah haji selama di Arab Saudi merupakan lanjutan dari persiapan yang dilakukan di Tanah Air. Pelaksanaan kegiatan di Saudi tidak dapat dipisahkan dari kebijakan pemerintah Arab Saudi. Fokus perhatian pemerintah Saudi pada penyelenggaraan ibadah haji tahun ini masih pada seputar perluasan wilayah Jamarat, perluasan wilayah Masjidil Haram dan penataan fasilitas Bandara King Abdul Aziz International Airport (KAAIA) Jeddah yang berstandar internasional. Sedangkan pemerintah Indonesia berkonsentrasi pada peningkatan penyewaan pemondokan jemaah, transportasi dari dan ke Masjidil Haram serta kualitas katering dengan sistem prasmanan.

PPIH pun tidak henti-hentinya mengingatkan para jemaah. Pada saat menjelang wukuf di Arafah akan terjadi konsentrasi penumpukan jemaah. Karena itu, transportasi darat juga akan terhambat ketika memasuki wilayah Mekkah. Selain itu jemaah juga diingatkan, dalam upaya perlindungan kepada jemaah haji saat pelontaran jumroh, para jemaah harus berpedoman pada jadwal yang ditetapkan pemerintah Arab Saudi.

Operasional pemberangkatan dan pemulangan jemaah haji regular tahun 2009 dilakukan selama 30 hari dengan masa tinggal jemaah di Arab Saudi tidak melebihi dari 41 hari. Pemberangkatan dan pemulangan jemaah melalui sebelas (11) Embarkasi/Debarkasi yakni, Banda Aceh, Medan, Batam, Padang, Palembang, Jakarta, Solo, Surabaya, Banjarmasin, Balikpapan dan Makasar. Selain itu terdapat dua Embarkasi Antara yakni Mataram dan Gorontalo.

Pemberangkatan kloter pertama pada 23 Oktober 2009 dan kloter terakhir (Gelombang II) pada 21 November 2009. Sedangkan pemulangan kloter pertama (Gelombang I) direncanakan pada 2 Desember 2009 dan pemulangan kloter terakhir (Gel. II) pada 31 Desember 2009.
Pelaksanann pemberangkatan kloter Gel. I yang berlangsung selama 15 hari sebagian jemaah mendarat di Madinah. Mereka adalah yang diberangkatkan dari Embarkasi Medan, Batam, Jakarta dan Surabaya. Sedangkan sisanya mendarat di Jeddah. Pada Gel. II yang juga berlangsung selama 15 hari, jemaah datang dari seluruh Embarkasi dan mendarat di Jeddah.
Pada Gel. I, pemulangan jemaah melalui Jeddah. Gel. II sebagian jemaah dipulangkan dari Madinah, yaitu jemaah yang diberangkatkan pada Gel. II dari Embarkasi Medan, Batan, Jakarta dan Surabaya. Selebihnya dipulangkan melalui Jeddah.

Operasional pemberangkatan dan pemulangan jamaah haji menjadi tanggungjawab Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Embarkasi yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal PHU, dengan personil terdiri dari unsur Departemen Agama, Departemen Perhubungan, Imigrasi, Bea Cukai, Departemen Kesehatan, dan instansi terkait lainnya. Seluruh pengawasan dan pengendalian operasional dilakukan oleh PPIH Pusat.

Bagi jemaah yang sakit dan belum dapat dipulangkan pada masa operasional, akan dipulangkan ke Tanah Air setelah sembuh. Pemulangan mereka menjadi tanggung jawab maskapai penerbangan.

Dengan layanan sistem transportasi haji yang makin rapi, diharapkan para jemaah pun bisa khusyuk menjalankan ibadah, sehingga mereka menjadi haji yang mabrur.

(Sumber: Ditjen PHU Depag RI) (adv/adv)

http://www.detiknews.com/read/2009/11/26/081052/1249057/727/layanan-tiada-henti-dengan-hati?991102605
Read On 0 comments

Waspada Kandungan Kalori Popcorn

11:49:00 AM
Rabu, 25 November 2009 pukul 10:39:00

GURIH: Waspadai asupan garam yang tinggi dari makanan gurih yang Anda konsumsi, seperti semangkuk popcorn atau chips kentang. Hal itu dapat memicu tekanan darah tinggi.

JAKARTA--Apakah Anda penggemar film yang senantiasa ditemani dengan seporsi popcorn dan minuman bersoda? Jika ya, sebaiknya Anda mulai mengurangi konsumsi kedua hidangan favorit itu. Berdasarkan riset yang dilakukan lembaga nirlaba di AS menyebutkan mengkonsumsi popcorn berukuran medium sama saja dengan menghabiskan 3/4 burger.

Lembaga itu juga mencatat Popcorn berukuran combo mengandung 1.160 kalori dan menyimpan lemak seberat 60 gram dalam tiga hari. Untuk ukuran kecil mengandung 670 kalori atau sama saja menghabiskan satu pizza ukuran personal.

"Terlalu sulit bagi warga AS untuk menjaga berat badan sekalipun berusaha keras mengurangsi porsi sarapan, makan siang dan malam," tukas Jayne Hurley, Nutrisionis asal Center for Science in the Public Interest (Semacam Puskesmas di AS) seperti yang dikutip dari Healthday, baru-baru ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah AS dikejutkan dengan persoalan obesitas yang kian mengkhawatirkan. Kalangan medis ataupun lembaga kesehatan di AS menuntut pemerintahan Obama untuk mengatur regulasi khusus terkait masalah restoran yang menyajikan makanan ala junk food. Mereka berpendapat, hanya dengan regulasi yang ketat masalah obesitas di AS dapat ditekan. cr2/rin

http://www.republika.co.id/berita/91632/Waspada_Kandungan_Kalori_Popcorn
Read On 0 comments

Ulama Klaim Iklan TV Perkeruh Akidah

11:48:00 AM
Kamis, 26 November 2009 12:46 WIB

Medan (ANTARA News) - Banyak iklan di televisi yang tidak mendidik dan mengeruhkan akidah umat Islam sehingga berdampak negatif pada pemahaman dan pengamalan ajaran agama, ujar spengasuh pondok pesantren Manarul Huda, Kabupaten Deliserdang, Ustadz Azra`i Al Bantani di Medan, Kamis.

Azra tidak menyebutkan secara detil produk iklan yang dia maksud, namun menilai pesan iklan yang jauh dari nilai edukatif itu berdampak pada pemikiran umat sehiangga tidak peduli lagi pada ajaran agamanya.

"Nilai-nilai spritual dalam diri umat Islam tergerus karena terpaan informasi melalui iklan di televisi yang sesungguhnya menanamkan sikap konsumerisme dan hedonisme," katanya.

Azra mengajak kuam muslim melawan kecenderungan ini dengan menguasai informasi untuk menyampaikan ajaran-ajaran kebenaran.

Umat Islam, tambahnya, harus bersatu mengejar ketertinggalan dalam penguasaan teknologi, selain membina persatuan dan kekompakan dalam mengatasi berbagai persoalan keumatan.

Menurut dia, tantangan lain yang cukup berat adalah menjamurnya aliran kepercayaan yang menurut Badan Koordinasi Pengawas Agama dan Kepercayaan Masyarakat mencapai 250 aliran kepercayaan.

"Berkembangnya aliran kepercayaan ini harus diatasi, bukan dengan cara kekerasan tapi melalui jalan diplomasi, disamping menjaga agar umat Islam tidak menyimpang dari ajaran agamanya," katanya. (*)

http://www.antaranews.com/berita/1259214404/ulama-klaim-iklan-tv-perkeruh-akidah
Read On 0 comments

Kenapa Makan Kambing Bikin Tensi Naik?

11:40:00 AM
Jumat, 27/11/2009 09:25 WIB

Vera Farah Bararah - detikHealth

Jakarta, Makan kambing saat hari raya kurban sudah jadi tradisi. Tapi jangan sampai kebanyakan makan kambing atau daging karena tekanan darah bisa naik tinggi. Kenapa makan kambing cepat bikin tensi naik?

Daging kambing yang dikonsumsi memang bisa menyebabkan tekanan darah seseorang menjadi tinggi, apalagi jika orang tersebut sudah memiliki riwayat hipertensi (tekanan darah tinggi). Naiknya tekanan darah ini disebabkan oleh energi yang dihasilkan dari daging kambing yang dikonsumsi tersebut sangat tinggi.

"Dalam 100 gram daging kambing yang dibuat sate bisa menghasilkan energi sebanyak 150 kalori. Kalori yang masuk ini akan diubah menjadi lemak tubuh," ujar Dr dr Saptawati Bardosono, MSc, saat dihubungi detikHealth, Jumat (27/11/2009).

Dokter yang akrab disapa Tati ini menjelaskan jika 100 gram daging kambing dijadikan gulai maka akan menghasilkan kalori sebesar 125 kalori. Sedangkan jika diolah menjadi sop kambing akan menghasilkan kalori sebesar 35 kalori karena orang tidak hanya makan dagingnya saja tapi juga beserta kuah sop dan sayuran di dalamnya.

Sedangkan cara yang paling aman untuk mengkonsumsi daging kambing adalah dengan mengonsumsinya bersama sayuran seperti tomat, wortel atau kentang untuk mengurangi jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh.

"Jadi kalau makan sate kambing, acarnya juga dimakan jangan hanya dijadikan hiasan saja. Sedangkan bagi penderita hipertensi lebih baik tidak makan sama sekali, karena daging kambing itu sangat gurih jadi pasti susah untuk membatasinya," ujar dokter Tati.

Hal yang menyebabkan daging kambing menjadi sangat gurih adalah lemak yang terdapat dalam daging tersebut. Karena jika dilihat melalui mikroskop, daging kambing itu sendiri sebenarnya dilapisi oleh lemak. Ini karena kambing merupakan salah satu binatang yang jarang gerak sehingga dagingnya banyak mengandung lemak.

Selain menyertakan sayuran dalam mengonsumsinya, sebaiknya masyarakat tidak makan lemak yang berwarna putih dari daging kambing itu serta kurangi kue kering yang manis dan sirup-sirup yang bisa menambah jumlah kalori dalam tubuh.

"Untuk membakar 150 kalori yang berasal dari 100 gram daging kambing saja, seseorang harus berlari lebih dari satu jam," ungkap staf departemen ilmu gizi dan juga dosen di FKUI ini.

Untuk itu bagi penderita darah tinggi sebaiknya mengonsumsi daging putih saja seperti ikan atau ayam, karena mengandung lemak yang sedikit. Bagi pecinta daging kambing jangan lupa untuk mengonsumsi sayuran dan berolahraga setelah makan untuk mengurangi jumlah kalori dan lemak yang masuk ke dalam tubuh.

(ver/ir)

http://health.detik.com/read/2009/11/27/092508/1249742/766/kenapa-makan-kambing-bikin-tensi-naik
Read On 0 comments

Mesin PLTMH Pameu Rusak Berat

11:39:00 AM
26 November 2009, 09:09

TAKENGON - Mesin Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) yang dibangun oleh Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias dua tahun lalu di Kampung Tanjung, Kemukiman Pameu, Kecamatan Rusip Antara, Aceh Tengah, kini rusak berat. Akibat kerusakan itu, lebih dari dua bulan, warga empat kampung di Kemukiman Pameu gelap-gulita.

Kepala Kampung (Keuchik) Tanjung, Kemukiman Pameu, Bukhari, Selasa (24/11) mengatakan, mesin pembangkit listrik di Pameu sudah tak dapat difungsikan karena kerusakan pada bagian as yang patah. Oleh pimpinan empat kampung, mesin itu dibawa ke Pasar Angkup untuk diperbaiki. Namun belum juga dapat diperbaiki hingga kini. Menurut Bukhari, mesin PLTMH Pameu dibangun dengan dana BRR NAD-Nias dua tahun lalu dengan dana sekitar Rp 4 miliar lebih, sedangkan jaringan distribusi ke rumah dibangun dengan dana Program Nasional Pengembangan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan dengan dana Rp 2 miliar.

Sejak beroperasinya PLTMH itu, sekitar 243 kepala keluarga (KK) warga Kemukiman Pameu sudah membeli peralatan elektronik seperti televisi, alat memasak nasi (magic jar), mesin cuci dan kulkas. Namun sejak terputusnya pasokan listrik dari PLTM Pameu, semua paralatan listrik tidak dapat digunakan lagi. “Warga Pameu sudah terlanjur membeli peralatan elektronik, namun dengan rusaknya PLTMH Pameu, semua alat elektronik tak dapat digunakan,” ujar Bukhari.

Bukhari menyesalkan, karena pembangkit listrik yang sangat canggih itu tidak didampingi oleh seorang tenaga teknis yang mampu untuk memperbaiki kerusakan mesin. Sedangkan warga desa yang ditempatkan sebagai penjaga mesin PLTMH Pameu itu hanya dapat menjaga keamanan gudang mesin PLMTH. “Hingga kini tidak ada tenaga teknis yang untuk menjaga operasional mesin PLTMH Pamreu itu, sehingga mesin itu rusak,” ujar Bukhari.

Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aceh Tengah, Kudus Arba meminta kepada Pemerintah Aceh untuk memperbaiki kerusakan PLTMH Pameu, sehingga warga daerah terpencil itu dapat menikmati listrik bantuan BRR NAD-Nias itu. “Saya meminta kepada Pemerintah Aceh untuk memperbaiki mesin listrik tenaga air yang rusak, paling kurang mengirim teknisi ke Pameu,” pintanya.(min)

http://www.serambinews.com/news/mesin-pltmh-pameu-rusak-berat
Read On 0 comments

Sekolah Dminta Tetap Siapkan Murid untuk Hadapi Unas 2010

11:24:00 AM
Jum'at, 27 November 2009

DPR Desak Pemerintah Segera Tentukan Siap

JAKARTA - Keputusan Mahkamah Agung (MA) yang meminta pemerintah meninjau kembali pelaksanaan unas (ujian nasional) memunculkan pertanyaan apakah unas tahun depan (2010) tetap dilaksanakan atau dibatalkan. Menanggapi hal ini, Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh menegaskan, sebaiknya sekolah tetap menyiapkan murid-muridnya untuk menghadapi Unas 2010.

''Selama keputusan akhir belum ada, persiapan unas berlangsung apa adanya. Sekolah tetap mempersiapkan siswanya. Perkara nanti, kurang sehari pelaksanaan unas, kemudian harus dihentikan karena keputusannya demikian, ya akan kita patuhi,'' katanya.

Kepada wartawan kemarin, Nuh kembali menegaskan sikap pemerintah yang tetap menghormati keputusan MA. ''Tapi, sampai sekarang saja saya belum melihat dan membaca bunyi putusan itu,'' ujarnya ketika jumpa pers di Depdiknas kemarin sore (26/11).

Seperti diberitakan, MA memutuskan menolak kasasi perkara unas yang diajukan pemerintah melalui info perkara bernomor register 2596 K/PDT/2008. Perkara gugatan warga negara atau citizen law suit yang diajukan Kristiono tersebut diputus pada 14 September lalu.

Majelis hakim memutuskan mengabulkan gugatan subsider para penggugat dan menyatakan bahwa tergugat presiden RI, wakil presiden RI, Mendiknas, dan ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) telah lalai dalam memberikan pemenuhan dan perlindungan hak asasi manusia terhadap para warga yang menjadi korban unas. Khususnya, hak atas pendidikan dan hak-hak anak.

Putusan itu juga meminta tergugat meningkatkan kualitas guru, kelengkapan sarana dan prasarana sekolah, serta akses informasi yang lengkap di seluruh daerah, sebelum mengeluarkan kebijakan pelaksanaan unas lebih lanjut. Para tergugat juga diperintahkan meninjau kembali sistem pendidikan nasional. Selain itu, majelis hakim menghukum para tergugat membayar biaya perkara Rp 374.000.

Putusan kasasi itu sekaligus menguatkan putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta pada 6 Desember 2007 yang juga menolak permohonan pemerintah.

"Kami sepenuhnya patuh terhadap keputusan lembaga negara dan siap menjalankannya. Demikian juga jika ada jalur hukum lain setelah kasasi ditolak. Sebab, menurut para ahli hukum, masih ada langkah untuk mengajukan PK (peninjauan kembali),'' tandas Nuh. Karena itu, saat ini Depdiknas berancang-ancang mengajukan PK dan menunggu hasil akhir keputusan tersebut.

Nuh menjelaskan, pemerintah mencoba memahami putusaan kasasi yang dikeluarkan MA terkait keputusan pengadilan tinggi (PT) pada 3 Mei 2007 lalu itu. Ada enam poin keputusan itu. Namun, kata Nuh, tak satu pun dari poin tersebut yang menyebut larangan digelarnya unas. "Kalau melihat keputusan itu (di tingkat PT), tidak ada satu kata pun yang menyatakan tentang dilarangnya pemerintah melaksanakan unas,'' jelas Nuh.

Yang ada, kata Nuh, pemerintah diminta meningkatkan kualitas guru, kelengkapan sarana dan prasarana sekolah, dan akses informasi yang lengkap di seluruh daerah sebelum melaksanakan unas. ''Juga meminta tergugat mengambil langkah-langkah konkret dalam mengatasi gangguan psikologi dan mental peserta didik akibat unas,'' ujarnya.

Terkait perintah itu, Nuh menjelaskan, Depdiknas telah melakukan berbagai peningkatan kualitas guru. ''Dalam waktu tiga tahun ini ya pasti ada peningkatan. Seperti, sertifikasi dan pemberian kesejahteraan guru,'' tuturnya.

Demikian pula perbaikan sarana dan prasarana sekolah. ''Kalau berbicara tentang kualitas, tidak pernah selesai. Kalau guru sudah S-1 semua, akan ada tuntutan harus S-2. Jadi, nggak pernah selesai. Karena itu, peningkatan kualitas guru terus dilakukan,'' ungkapnya.

Terkait pemulihan psikologi peserta didik, kata Nuh, pihaknya telah mengeluarkan Permendiknas No 75/2009 tentang ujian nasional yang mengatur adanya ujian ulang. ''Artinya, ini memberikan kesempatan pada siswa yang tidak lulus untuk ikut ujian lagi dan mendapat ijazah formal. Kalau dulu, hanya bisa ikut ujian kesetaraan,'' jelasnya.

Nuh menambahkan, menyusul keputusan tersebut Depdiknas bakal melakukan perubahan terkait pelaksanaan unas 2010. ''Perubahan itu bukan karena adanya keputusan MA. Tapi, bagian dari upaya perbaikan yang selama ini dikeluhkan masyarakat,'' ujar mantan rektor ITS itu. Hal itu terutama menyangkut perbaikan pelaksanaan ujian tersebut.

Nuh menegaskan, unas bukan satu-satunya penentu kelulusan. "Tetap yang menentukan kelulusan adalah sekolah atau guru. Artinya, jika ada peserta didik yang memperoleh nilai 10, tapi menurut gurunya peserta didik itu tidak lulus, dia tidak lulus," katanya. Hasil unas, kata Nuh, digunakan antara lain untuk pemetaan mutu satuan pendidikan, seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya, indikator pemberian bantuan kepada sekolah, dan penentu kelulusan peserta didik.

Reaksi Komisi X DPR

Komisi X DPR RI merekomendasikan agar BSNP mengkaji putusan MA sambil menunggu kebijakan resmi dari Mendiknas. Permintaan tersebut muncul saat raker dengan BSNP.

Sebenarnya, raker Komisi X dengan BSNP itu membahas semua standardisasi pendidikan yang disusun BSNP. Namun, perhatian hampir semua anggota komisi yang membidani pendidikan, kesenian, pariwisata, dan kebudayaan itu tertuju terhadap keputusan MA soal unas.

Kritik tajam terhadap pelaksanaan unas dilontarkan sejumlah artis yang duduk di Komisi X. Tubagus Dedi Gumelar alias Miing mengatakan, pemerintah dinilai telah melanggar UU No 20/2003 tentang Sisdiknas. Sebab, UU itu menyebutkan, evaluasi terhadap peserta didik dilakukan sekolah. Namun, PP 19/2005 tentang standardisasi nasional pendidikan menyebut, evaluasi siswa salah satunya dilakukan melalui unas. ''Ini kan ada kontradiksi antara UU dan PP,'' cetusnya.

Apalagi, kata Miing, dari 8 standar nasional pendidikan (SNP) yang harus disusun BSNP, baru empat standar pendidikan yang selesai disusun. ''Kalau BSNP sudah menyelesaikan semua standardisasi tersebut, baru melaksanakan unas,'' terang politikus FPDIP itu. Zul Fadhli dari Partai Golkar mengatakan, pro dan kontra unas tidak bakal selesai dibahas. Dia hanya mempersoalkan unas sebagai satu-satunya penentu kelulusan siswa. Menurut dia, kebijakan itu mencederai prinsip keadilan peserta didik. ''Karena tak semua sekolah memiliki kualitas pendidikan yang sama,'' jelasnya.

Ketua BSNP Djemari Mardapi mengakui, dari delapan standar pendidikan yang disusun BSNP, standar kelulusan (pelaksanaan unas) merupakan persoalan paling berat yang harus diemban BSNP. Setiap tahun unas selalu menjadi perdebatan. Berbagai persoalan, terutama kecurangan dalam penyelenggaran ujian, juga tak semakin reda. ''Karena itu, kami gandeng PTN. Apalagi, tahun depan (2010) penyelenggara unas SMA adalah PTN. Ini karena hasilnya diintegrasikan dengan seleksi masuk PTN,'' terangnya.

Perbaikan ujian tersebut juga terus dilakukan. Terutama, memberikan kesempatan ujian ulang kepada siswa yang tidak lulus.

Ihwal putusan MA, kata Djemari, pihaknya berjanji mengkajinya secara mendalam bersama Depdiknas. ''Namun, bukan kewenangan kami untuk memutuskan apa pun yang berkaitan dengan keputusan tersebut. Hal itu kewenangan Mendiknas,'' ujarnya. BSNP, kata Djemari, hanya mengkaji substansi pelaksanaan unas. (kit/kum)

http://www.jawapos.com/
Read On 0 comments

Pemadaman PLN Sampai 4 Jam

11:21:00 AM
Kamis, 26 November 2009 | 01:22 WITA

Watampone, Tribun - Pemadaman listrik di Bone dan Wajo terjadi sampai empat jam sehari dari sebelumnya hanya maksimal tiga jam sehari.

Kabag Humas PLN Cabang Bone, Jainuddin, yang dikonfirmasi di kantor PLN Bone, Rabu (25/11), membenarkan jadwal pemadaman yang bertambah itu.
"Kondisinya sudah seperti ini. Telepon pengaduan PLN Bone tidak pernah berhenti berdering dan yang banyak adalah caci-maki," katanya.
Informasi yang dihimpun, tambah parahnya pemadaman di Bone dan Wajo itu disebabkan adanya kerusakan mesin GT 21, dan sebuah mesin lagi yaitu GT 12 yang mulai memasuki masa pemeliharaan. Total, dua mesin di Sengkang yang belum bisa dioptimalkan untuk menambah daya listrik.
Dari tujuh fider yang ada di Kabupaten Bone, hanya satu fider yang bisa dinyalakan dengan daya yang ada. "Biasanya kita bisa kasi nyala tiga sampai empat fider, sekarang hanya satu. Di Wajo juga begitu, dari empat fider, hanya satu yang bisa dinyalakan," kata Jainuddin.
Dengan kondisi tersebut, jika salah satu fider nyala, maka dipastikan enam fider yang lain di Bone akan padam. Begitu juga dengan yang terjadi di Wajo.

Bone Barat
Pamadaman di Bone menelan korban. Ketika lampu listrik pada Bone Barat, terjadi pelemparan sebuah rumah warga. Keristiwa ini menjadi perhatian Polres Bone.
Polres menerima informasi dari Polsek Lapri, bahwa di Kecamatan Bengo, ada pelemparan rumah warga yang dilakukan sejumlah oknum, saat lampu padam.
Kasat Reskrim Polres Bone AKP Yusuf LH yang dikonfirmasi, Senin (23/11) membenarkan hal tersebut. "Kami sudah instruksikan agar oknum pelaku terus diusut agar tidak meresahkan warga. Itu termasuk perbuatan membuat gaduh," kata perwira polisi yang awal Desember nanti akan menduduki jabatan baru di Polda Sulsel.(ans)

http://www.tribun-timur.com/read/artikel/59908
Read On 0 comments

Sopir Labi-labi Takengon Mogok Massal

11:20:00 AM
26 November 2009, 09:15

* Ribuan Calon Penumpang Telantar

Ratusan labi-labi trayek Kota Takengon-Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah berhenti beroperasi menyusul aksi mogok massal, Selasa (24/11). Para supir labi-labi itu memprotes aturan yang diterapkan oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Aceh Tengah yang mewajibkan mobil labi-labi menutup pintu belakang saat mengangkut penumpang. SERAMBI/MAHYADI
TAKENGON - Ratusan supir mobil penumpang umum jenis labi-labi di Kota Takengon, Aceh Tengah, Selasa (24/11) melakukan aksi mogok massal. Akibat mogok massal itu, ribuan calon penumpang, terutama para pelajar terlantar hingga beberapa jam. Aksi mogok massal itu dilakukan untuk menolak aturan yang ditetapkan oleh Satuan Lalu-Lintas (Satlantas) Polres Aceh Tengah, yang mewajibkan setiap labi-labi harus menutup pintu belakang ketika sedang mengangkut para penumpangnya.

Mogok secara serentak yang dilakukan oleh para supir labi-labi ini, berlangsung sekitar tiga jam, dimulai sekitar pukul 12.30 WIB, hingga pukul 15.30 WIB, sehingga sejumlah calon penumpang harus berjalan kaki dan sebagian terpaksa menumpang dengan mobil pick up warga yang melintas.

Sopir labi-labi yang melakukan mogok massal itu merupakan angkutan umum dalam kota untuk trayek Kota Takengon-Pegasing, Kota Takengon-Paya Tumpi dan sebagian trayek Kota Takengon-Kebayakan. Seorang sopir labi-labi yang melakukan mogok massal, Benu, kepada Serambi, Selasa (24/11) mengatakan, yang mendasari terjadinya mogok massal di kalangan sopir labi-labi karena peraturan yang dikeluarkan oleh Satlantas Polres Aceh Tengah, dinilai terlalu kaku.

Satlantas Polres Aceh Tengah, mewajibkan setiap labi-labi harus menutup pintu belakang ketika sedang melakukan pengangkutan penumpang, sehingga memicu aksi protes para sopir labi-labi ini. “Kalau pintu belakang ditutup, nggak ada penumpang yang mau naik. Apalagi labi-labi ini, lebih sering berhenti di tengah jalan kalau ada penumpang sehingga tidak mungkin pintu itu harus ditutup,” kata Benu.

Disebutkan, aturan yang diterapkan oleh Satlantas Polres Aceh Tengah ini, cukup memberatkan para sopir, karena jika pintu belakang labi-labi ditutup dampaknya cukup banyak. Salah satunya, kata Benu, penumpang menjadi takut untuk naik ke mobil karena pintunya ditutup dan jumlah penumpang terbatas.

“Ganti Kasat Lantas ganti juga aturannya. Padahal, sebelumnya kami disuruh untuk memasang pintu belakang dan instruksi itu sudah kami penuhi. Sekarang ada lagi aturan baru pintunya harus ditutup,” keluh Benu. Menurutnya, jika pintu belakang ditutup, jumlah penumpang otomatis akan berkurang dan akan mempengaruhi pendapatan para sopir. Kapasitas labi-labi itu, hanya berjumlah untuk 12 orang penumpang jika pintu belakang ditutup akan membatasi jumlah penumpang lainnya.

“Kami hanya meminta agar pintu belakang diperbolehkan untuk dibuka sehingga tidak menyulitkan para sopir karena setiap tiga meter kami berhenti mengangkut dan menurunkan penumpang,” ujar Benu. Sementara itu, Kapolres Aceh Tengah, AKBP Edwin Rachmat Adikusumo melalui Kasat Lantas Iptu Agung Tri Adiyanto, menanggapi aksi mogok yang dilakukan oleh supir angkot itu menyebutkan, penerapan aturan agar para sopir labi-labi menutup pintu belakang ada dasarnya dan bukan dibuat-buat oleh Satklantas Polres Aceh Tengah.

Aturan menutup pintu belakang untuk angkutan umum diatur dalam Undang-Undang (UU) Republik Indonesia Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. “Aturan itu tertuang dalam pasal 300 yang menyebutkan, akan dikenakan sanksi bila tidak menutup pintu belakang selama kendaraan berjalan. Sanksinya satu bulan kurungan dan denda Rp 250 ribu,” terang Kasat Lantas.

Penerapan UU RI Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, lanjut Iptu Agung Tri Adiyanto, masih dalam tahap sosialisasi kepada masyarakat dan belum dilakukan penindakan. Termasuk aturan tentang menutup pintu belakang bagi mobil labi-labi. “Kami menerapkan aturan itu sesuai dengan UU dan bukan dibuat-buat. Apalagi jika pintu belakang angkot itu terbuka saat berjalan, dapat membahayakan para penumpang,” pungkasnya

Menurut keterangan yang berhasil dikumpulkan Serambi sejumlah perwakilan dari para sopir melakukan pertemuan dengan pihak Satlantas Polres Aceh Tengah, menindaklanjuti aksi mogok yang dilakukan oleh para sopir angkot itu. Setelah mendapat penjelasan dari pihak Satlantas Polres Aceh Tengah, perwakilan supir labi-labi ini memberitahukan kepada para sopir lainnya sehingga angkutan umum dalam kota itu, mulai normal kembali sekitar pukul 16.00 WIB.(c35/min)

http://www.serambinews.com/news/sopir-labi-labi-takengon-mogok-massal
Read On 0 comments

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

There was an error in this gadget

Recent Posts