Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke

YLKI Berharap Pemerintah Perketat Kepemilikan Rusunami

11:19:00 PM
Selasa, 30 Juni 2009 | 16:18 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengingatkan kepada pemerintah untuk memperketat pengajuan kepemilikan rumah susun sederhana milik (Rusumi) agar nantinya tidak salah sasaran seperti yang sering terjadi saat ini.

"Rusunami semestinya diperuntukkan bagi kalangan menengah ke bawah, namun nyatanya sebagian besar sudah dimiliki kalangan menengah ke atas, " ungkap Pengurus Harian YLKI Sudaryatmo ketika dihubungi di Jakarta, Selasa (30/6).

Dia mengatakan, sudah semestinya pemerintah tetap mengawasi calon kepemilikan rusunami itu sehingga target peruntukan yang akan dicapai berikutnya bisa diprediksi. Jadi, menurut Sudaryatmo, seharusnya pemerintah tidak seperti sekarang ini, yakni terlalu percaya dengan pengembang, sehingga persyaratan untuk memiliki rusunami terlalu longgar dan akhirnya salah sasaran.

"Pengembang tidak bisa disalahkan, karena setiap membangun rumah apapun bentuknya yang penting cepat habis terjual, " ujarnya.

Pemerintah dalam hal ini harus ikut bertanggung jawab mengingat dana pembangunan rusunami dan rumah susun sewa (Rusunawa) dibiayai oleh dana subsidi. Ke depan, sambungnya, pemerintah hendaknya memiliki prakiraan target yang lebih jelas, karena dengan demikian dapat diketahui jumlah rumah yang akan dibangun bagi warga kelas ekonomi menengah ke bawah.

Pada bagian lain Sudaryatmo mengungkapkan, Kementerian Negara Perumahan Rakyat Republik Indonesia bekerjasama dengan Ikatan Arsitek Indonesia DKI Jakarta berencana membangun rusunami dan rusunawa di dua wilayah yakni di Sunter, Jakarta Utara dan Kali Malang, Jakarta Timur.

Ia berharap rencana pembangunan perumahan di kedua lokasi tersebut menerapkan prinsip "Membangun Tanpa Menggusur" yang mencerminkan perwujudan keberpihakan sosial pemerintah terhadap masyrakat dan hasilnya diharapkan memberi nilai tambah bagi kawasan sekitar lokasi.

AC
Sumber : Ant

http://properti.kompas.com/read/xml/2009/06/30/16183032/ylki.berharap.pemerintah.perketat.kepemilikan.rusunami.
Read On 0 comments

Terus Merugi, Dua BUMN Bakal Dilikuidasi

11:15:00 PM
Selasa, 30 Juni 2009 | 07:26 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Beberapa BUMN yang terus-menerus merugi membuat pemerintah geregetan. Maka, Kementerian BUMN akan melikuidasi dua perusahaan negara tahun ini.

Kedua BUMN yang menghadapi nasib pahit itu adalah PT Industri Sandang Nusantara dan PT Industri Gelas (Iglas). Pemerintah menilai, kedua perusahaan itu tidak lagi mempunyai prospek. "Kajiannya akan selesai," kata Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil, Senin (29/6).

Saat ini, pemerintah menguasai 63,82 persen saham Iglas dan 100 persen saham Industri Sandang. Tahun lalu, Iglas merugi Rp 81,3 miliar dan Industri Sandang sebesar Rp 71,9 miliar. Tak ayal, nilai aset mereka pun kian menyusut.

Likuidasi Iglas dan Industri Sandang merupakan bagian dari rencana restrukturisasi BUMN yang merugi.

Pemerintah mencatat, hingga kini, terdapat 15 BUMN yang punya rapor keuangan merah. Dari 15 perusahaan itu, tahun ini pemerintah mengurus lima BUMN dulu. Sisanya menunggu giliran tahun depan.

Jika Iglas dan Industri Sandang harus berakhir pahit, pemerintah masih berupaya menyehatkan tiga BUMN lain, yakni PT Merpati Nusantara Airlines, PT PAL Indonesia, dan PT Djakarta Lloyd.

Untuk ketiganya, pemerintah akan melakukan penyehatan dalam bentuk restrukturisasi utang. Pemerintah juga akan memperbaiki manajemen, organisasi, operasi, dan sistem prosedur.

Anggota Komisi VII DPR, Abdullah Azwar Anas, mendesak agar restrukturisasi BUMN segera berjalan. Maklum, rencana ini sudah tertunda bertahun-tahun. Padahal, proses restrukturisasi bisa membuat perusahaan lebih sehat. "Pemerintah juga harus punya prioritas," katanya. (Fitri Nur Arifenie, Ewo Raswa/Kontan)

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/06/30/07264213/terus.merugi.dua.bumn.bakal.dilikuidasi
Read On 0 comments

PAUD, Si Miskin Juga Berhak Sekolah, Bung!

11:10:00 PM
Selasa, 30 Juni 2009 | 20:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekolah gratis mestinya juga dimulai pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di kalangan anak-anak miskin kota, agar sejak dini mereka bisa terhindar dari kemungkinan menjadi pekerja anak atau anak jalanan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ramida H.F Siringoringo, Direktur Eksekutif Indonesia Street Children Organization (ISCO) di Jakarta, Selasa (30/6). Ramida menandaskan, untuk itulah program sekolah gratis yang digelontorkan oleh ISCO selama 10 tahun ini dimulai dari tingkat Taman Kanak-kanak, mulai uang pangkal, SPP, buku, sampai seragam.

"Kita tidak bisa menghindari ketika kehidupan miskin bisa membuat orang tua terpaksa mengikutsertakan anak-anaknya bekerja, dan yang lebih parah menjadi anak jalanan, untuk itu kita harus mendahuluinya dengan ajakan sekolah gratis," ujar Ramida.

Hingga bulan Juli 2009 ini, lanjut Ramida, jumlah siswa yang akan memeroleh pendidikan gratis dari ISCO mencapai 2.200 anak miskin kota yang tersebar di Jakarta, Surabaya di Jawa Timur, serta Medan di Sumatera Utara. Targetnya, sepuluh tahun mendatang jumlah tersebut meningkat menjadi 200.000 anak.

"Sebenarnya apa yang kami lakukan ini hanya batu loncatan, bahwa sekolah yang benar-benar gratis itu harus ada, sehingga impian anak Indonesia bisa bersekolah layak itu terwujud dan merasa punya kesempatan sama dengan anak-anak lain yang secara ekonomi lebih beruntung," ujarnya.

"Tidak ada syarat prestasi yang bisa menjadi beban buat mereka bersekolah, yang penting bisa sekolah dengan layak membuat mereka tidak berada di jalanan," ujar Ramida.

LTF

http://edukasi.kompas.com/read/xml/2009/06/30/20001956/paud.si.miskin.juga.berhak.sekolah.bung.
Read On 0 comments

Pemerintah tidak Akan Naikkan Harga BBM

11:08:00 PM
Selasa, 30 Juni 2009 20:01 WIB

JAKARTA--MI: Pemerintah tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak eceran bersubsidi. Meskipun lonjakan harga minyak dunia akan meningkatkan komposisi subsidi sektor energi yang diperkirakan akan mencapai Rp102 triliun dari sebelumnya dianggarkan pada dokumen stimulus Rp67 triliun.

"Tapi dengan perhitungan itu, dan asumsi harga minyak mentah masih berada di US$70 per barel, harga bahan bakar minyak tak akan naik," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati seusai rapat kerja dengan Panitia Anggaran DPR di Jakarta, Selasa (30/6).

Dalam presentasinya, Menkeu menyatakan subsidi bahan bakar minyak diperkirakan akan meningkat 2,2 kali lipat menjadi Rp54 triliun dari sebelumnya Rp24,5 triliun. Sedangkan subsidi listrik naik 1,1 kali lipat menjadi Rp48,2 triliun dari sebelumnya Rp42,5 triliun.

Menkeu menyatakan, pemerintah memperkirakan peningkatan belanja subsidi energi pada semester II 2009. Jika pada semester II subsidi bahan bakar minyak yang dibayarkan pemerintah hanya mencapai Rp8,5 triliun. "Akan ada subsidi yang sangat besar pada listrik dan BBM pada semester II nanti. Pada enam bulan mendatang subsidi untuk premiun, solar, dan minyak tanah diperkirakan sebesar Rp45,8 triliun. Demikian pula pada subsidi listrik yang pada semester II diperkirakan akan mencapai Rp27,4 triliun dari semester II sebesar Rp20,4 triliun," katanya.

Di sisi lain, anggota Panitia Anggaran DPR Soeharso Monoarfa menilai keputusan pemerintah untuk tidak menaikkan harga bahan bakar minyak adalah hal yang wajar. Pasalnya, meski subsidi energi naik, pemerintah memperoleh dampak positif dari kenaikan harga minyak berupa tambahan penerimaan. "Dari perhitungan, pemerintah masih surplus Rp2,2 triliun pada pos energi," ujarnya. (Tup/OL-06)

http://www.mediaindonesia.com/read/2009/06/06/82867/4/2/Pemerintah-tidak-Akan-Naikkan-Harga-BBM
Read On 0 comments

Publik Harus Waspada

11:01:00 PM
Selasa, 30 Juni 2009 | 03:10 WIB

Jakarta, Kompas - Seluruh elemen masyarakat sipil diminta waspada terhadap kemungkinan disahkannya Rancangan Undang-Undang Rahasia Negara sebelum masa pemerintahan atau masa kerja legislatif periode tahun 2004-2009 berakhir.

Menurut anggota Komisi I dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Djoko Susilo, Senin (29/6), sangat disayangkan masih banyak kalangan masyarakat sipil, seperti media massa, jurnalis, organisasi profesi wartawan, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM), bersikap adem ayem dan seolah sama sekali tidak ”ngeh”.

”Jangan sampai setelah ada kasus seperti Prita kemarin orang baru terbelalak dan terkaget-kaget, lalu mengajukan penolakan keras. Padahal saat UU ITE itu diproses tidak ada orang yang memerhatikan sehingga aturan itu bisa dengan mudah lolos,” ujar Djoko.

Ketika kasus Prita muncul, menurut Djoko, publik terperangah. ”Lho kok sepertinya tak pernah tahu UU itu atau kapan membahasnya?” ujar Djoko.

Menurut Djoko, masyarakat patut lebih berhati-hati mengingat ada banyak pasal dalam RUU Rahasia Negara (RN) ini yang pada praktiknya nanti akan lebih membebani subyek hukum, dalam hal ini masyarakat, ketimbang pemerintah. Dalam sejumlah pasalnya dimungkinkan seseorang atau korporasi dijatuhi hukuman pidana atau denda berat lantaran sekadar menerima atau memperoleh sesuatu yang dikategorikan rahasia negara.

”Jadi seperti wartawan atau media massa, dengan hanya mendapatkan informasi berkategori rahasia negara saja tanpa perlu memublikasikannya, bisa dipidana dengan RUU RN itu. Namun, pengelola rahasia negara malah hampir tidak akan kena masalah,” ujar Djoko.

Dihubungi terpisah, Wakil Ketua Dewan Pers Leo Batubara membenarkan bahayanya memberikan ”cek kosong” kepada pemerintah, terkait peraturan pemerintah untuk melaksanakan RUU RN jika nanti disahkan.

”Kita ini (kalangan pers) sebetulnya sangat kaya pengalaman jika berurusan dengan pemerintah dalam kasus seperti ini. Pada masa Orde Baru, dalam UU Pokok Pers tidak ada itu yang namanya bredel. Akan tetapi, dalam PP atau Peraturan Menteri, SIUPP bisa dicabut,” ujar Leo.

Hal serupa, menurut Leo, bisa juga terjadi pada RUU RN, di mana keberadaan aturan perundang-undangan menjadi tidak berdaya dan justru dilemahkan oleh sebuah PP. Dengan alasan itulah, Dewan Pers menolak UU Pokok Pers diatur lebih lanjut melalui PP. (DWA)

http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/06/30/03105759/publik.harus.waspada
Read On 0 comments

Hentikan BLT, Ganti Bantuan Pendidikan

10:58:00 PM
Selasa, 30 Juni 2009 | 03:26 WIB

Jakarta, Kompas - Meskipun diterima masyarakat, kebijakan pemberian bantuan langsung tunai selayaknya dihentikan. Selain tidak mampu membangkitkan semangat berusaha warga, bantuan tersebut dinilai juga merusak modal sosial di tingkat masyarakat miskin.

Sebagai alternatif pengganti, pemerintah dapat menggulirkan program bantuan pendidikan dan kesehatan yang mampu mengurangi pengeluaran warga untuk memenuhi dua kebutuhan tersebut.

Selain itu, pemerintah dapat mendorong pertumbuhan ekonomi pada tingkat makro dan mikro guna meningkatkan pendapatan warga. Demikian mengemuka dalam jumpa pers yang digelar, Senin (29/6) di Kantor Indonesia Corruption Watch (ICW) Jakarta.

Peneliti ICW, Ratna Kusumaningsih, mengatakan bahwa meskipun bertujuan membantu masyarakat miskin agar tetap dapat memenuhi kebutuhan dasar mereka, bantuan tersebut ternyata tidak mampu meningkatkan pendapatan rumah tangga warga miskin.

Bahkan, indeks koefisien gini yang mengukur kesenjangan pendapatan rumah tangga kaya dan rumah tangga miskin terus meningkat sejak program tersebut digulirkan.

Menurut Ratna, semakin tinggi indeks koefisien gini menunjukkan kesenjangan antara kaya dan miskin makin tajam. Oleh karena itu, selayaknya pemerintah meninjau kembali program itu dan menggantinya dengan program lain yang lebih memampukan warga untuk berusaha.

Saling curiga

Hal itu juga dikemukakan oleh Tulus Abadi dari YLKI. Selama ini, mereka melihat, BLT justru meningkatkan sikap ketergantungan warga penerima. Bahkan tingkat kepercayaan antarmasyarakat terganggu karena munculnya kesalingcurigaan di antara mereka.

Hal itu ditunjukkan dengan munculnya berbagai kasus yang mengiringi pembagian dana bantuan tersebut, salah satunya terjadi di Tangerang. Beberapa warga yang hadir dalam jumpa pers itu mengatakan, mereka diminta menyetor uang Rp 20.000 untuk mendapatkan kupon untuk menerima BLT.

Pungutan liar yang dilakukan oleh ketua rukun tetangga setempat tersebut memunculkan gugatan dan saat ini perkaranya tengah ditangani oleh Kejaksaan Negeri Tangerang. Solidaritas antarwarga pun juga terganggu karena ketidakpercayaan tersebut. Dampak buruk program BLT terhadap modal sosial itu tidak dapat diabaikan. (JOS)

http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/06/30/0326168/hentikan.blt.ganti..bantuan.pendidikan
Read On 0 comments

Wah, 200.000 Anak Miskin Bakal Sekolah Gratis!

10:55:00 PM
Selasa, 30 Juni 2009 | 15:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Jangankan di pelosok desa, anak-anak miskin di perkotaan pun punya mimpi yang sama untuk bisa mengenyam pendidikan yang layak. Pendidikan layak bisa menghindarkan mereka dari kemungkinan menjadi pekerja anak ataupun anak jalanan (anjal).

Hal tersebut dikemukakan oleh Direktur Eksekutif Indonesian Street Children Organization (ISCO) Ramida H.F. Siringoringo, di sela jumpa pers '10 Tahun ISCO Berkarya' di Jakarta, Selasa, (30/6). Ramida menambahkan, masalah kemiskinan di Indonesia sampai hari ini masih menjadi "pekerjaan rumah" yang belum juga terselesaikan, akibatnya pemerataan pendidikan pun ikut bermasalah.

"Jadi sebelum anak-anak miskin itu menjadi pekerja anak atau menjadi anak jalanan, kita harus mendahuluinya melalui upaya pemberian sekolah gratis," ujar Ramida.

Selama 10 tahun ini, ISCO telah membantu memberikan pendidikan gratis kepada anak-anak miskin kota. Tercatat, mulai Juli 2009 nanti, ISCO sudah memberikan pendidikan gratis bagi 2.000 anak miskin dari 26 wilayah kumuh di tiga Provinsi, yaitu DKI Jakarta, Jawa Timur, serta Sumatera Utara.

"Bantuan sebesar satu juta rupiah per tahun untuk tiap anak mulai TK hingga SMA, mulai uang pangkal, SPP, buku pelajaran, bahkan seragamnya, tetapi jika si siswa ingin terus kuliah tetap kami arahkan tanpa ada biaya," ujar Ramida.

Sementara itu, menurut pendiri ISCO Josef Fuchs, mimpi semua anak adalah sama. Selama masih banyak anak yang berada di jalanan, baik sebagai pengamen, pemulung, pengemis, dan sebagainya untuk bekerja dan tidak sekolah akibat kemiskinan hidupnya, selama itu pula semua pihak punya tanggung jawab mewujudkan mimpi anak-anak tersebut.

"Banyak pihak mendukung kami, untuk itu sepuluh tahun mendatang kami bertekad membantu pendidikan gratis bagi 200.000 anak di Indonesia," ujar Josef.

LTF

http://edukasi.kompas.com/read/xml/2009/06/30/15032214/wah.200.000.anak.miskin.bakal.sekolah.gratis.
Read On 0 comments

Pengadaan Bulog Kurang 1 Juta Ton

10:46:00 PM
Selasa, 30 Juni 2009 | 03:56 WIB

JAKARTA, KOMPAS — Musim kemarau atau gadu telah tiba. Hingga Senin (29/6), PerumBulog baru membeliberas dan gabah sebanyak 2,77 juta ton setara beras. Padahal, target pengadaan tahun ini sebanyak 3,8 juta ton beras.

Meski demikian, Direktur Utama Perum Bulog Mustafa Abubakar menyatakan tidak khawatir. ”Iklim bersahabat sehingga produksi padi pada panen musim kemarau ini tetap bagus. Justru kualitas berasnya lebih baik dibanding musim hujan karena kadar air rendah,” tutur dia.

Selain itu, Bulog juga masih memiliki kesempatan untuk membeli gabah dan beras hingga enam bulan ke depan, atau sampai akhir Desember 2009 untuk memenuhi kekurangan sebanyak 1,03 juta ton.

Berdasarkan data Bulog, realisasi pembelian beras hingga kemarin pagi sebanyak 2,77 juta ton. Adapun kontrak pembelian mencapai 2,86 juta ton. Total realisasi terhadap kontrak sekitar 96,8 persen. Adapun total pengadaan hingga Juni 2009 terhadap target sekitar 72,89 persen.

Dari 2,77 juta ton beras yang dibeli Bulog, sebanyak 1,46 juta ton sudah didistribusikan untuk keperluan beras bagi rakyat miskin (raskin) dan beras pegawai negeri sipil di sebagian wilayah Indonesia, sebagian untuk stok dan cadangan beras pemerintah.

Mustafa mengatakan, panen padi pada musim 2009 terus mengalir. Bila tahun-tahun sebelumnya pada bulan Januari sama sekali belum ada pembelian beras, untuk musim panen tahun ini ternyata sudah ada panen sehingga pembelian beras oleh Bulog berjalan lancar.

Dirjen Tanaman Pangan Departemen Pertanian Sutarto Alimoeso menyatakan, ada beberapa indikasi yang bisa dijadikan pertimbangan bahwa produksi beras musim gadu bagus.

Hal itu, antara lain, ditandai dengan tidak adanya gejolak dari petani yang mengeluhkan kelangkaan pupuk, tidak terjadinya kekeringan di musim kemarau basah.



Optimalisasi UPGB

Mustafa mengatakan, dalam memenuhi kekurangan pengadaan beras, Bulog akan melakukan optimalisasi unit pengolahan gabah dan beras (UPGB).

Sebagai konsekuensinya, porsi pengadaan lebih banyak dalam bentuk gabah. Selain demi bergulirnya unit usaha pengolahan gabah dan beras Bulog, pembelian dalam bentuk gabah akan lebih memberikan keuntungan kepada petani.



Pada musim panen sekarang keuntungan petani bagus karena harga rata-rata beras di pasaran 15 persen di atas harga pembelian pemerintah (HPP) untuk beras, yakni Rp 4.600 per kilogram.

”Dengan harga sesuai HPP saja, keuntungan petani diperkirakan mencapai 30 persen. Dengan harga seperti sekarang, keuntungan petani dalam menjalankan usaha tani padi mencapai 40- 50 persen. Ini keuntungan yang besar,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Wahana Masyarakat Tani Indonesia (Wamti) Agusdin Pulungan mendesak pemerintah agar konsisten melaksanakan program reforma agraria.

Upaya yang harus dilakukan pemerintah adalah registrasi ulang susunan kepemilikan tanah agar kepemilikannya adil, melakukan redistribusi kepemilikan lahan kepada petani kecil dan petani penggarap, serta menetapkan hukum menyangkut jenis, hak, dan status tanah.

Program reforma agraria tidak untuk memfasilitasi kepentingan asing. Namun, dilakukan bersamaan dengan pembangunan industrialisasi pertanian di pedesaan. (MAS)

http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/06/30/03560869/pengadaan..bulog.kurang.1.juta.ton
Read On 0 comments

Semua Cawapres Merasa Perlu Waktu Lama Hilangkan Rokok

10:41:00 PM
Selasa, 30 Juni 2009 | 20:59 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Para cawapres mengobral janji melindungi anak-anak bangsa dari bahaya rokok. Mereka mengatakan akan mengurangi industri rokok, tetapi dengan sejumlah catatan dan pertimbangan.

"Ingat, Indonesia adalah negara agraris. Banyak petani tembakau di negara kita. Perlu ada strategi jangka panjang untuk menyelesaikan masalah ini. Kita perlu menyiapkan lahan pekerjaan pengganti untuk mereka," ujar Prabowo pada acara Debat Cawapres, Selasa (30/6) di Hotel Bidakara, Jakarta.

Hal yang sama diungkapkan cawapres Boediono. "Perlu strategi jangka panjang. Tidak bisa setahun-dua tahun," ujarnya.

Sementara Wiranto mengatakan perlu adanya usaha untuk menyadarkan rakyat terhadap bahaya rokok. "Harus lebih intens. Jika tidak ada perokok, maka industri rokok akan mati dengan sendirinya," ujarnya.

Namun, ketiga cawapres tersebut tidak merinci strategi jangka panjang yang mereka ungkapkan.

Terkait iklan rokok, Wiranto mengatakan, peringatan bahaya rokok perlu dimasukkan ke dalam iklan rokok. Boediono mengatakan, pelaksanaan PP 19/2003 tentang aturan iklan rokok secara lebih konkret. Sementara itu, Prabowo tidak berhasil memanfaatkan waktu untuk menjawab pertanyaan terkait iklan rokok.

HIN

http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/06/30/20590261/Semua.Cawapres.Merasa.Perlu.Waktu.Lama.Hilangkan.Rokok.
Read On 0 comments

Kemiskinan Informasi Afrika Diperangi dengan SMS

10:37:00 PM
Selasa, 30/06/2009 14:24 WIB

Uganda - Banyak cara untuk mengikis jurang kesenjangan informasi. Di Afrika misalnya, dengan alasan kondisi di negara tersebut yang lebih banyak pengguna ponsel ketimbang internet, maka dipilih cara yang lebih mengeksploitasi perangkat genggam itu.

Hal inilah yang dilakukan Google ketika memperluas ekspansi layanannya di benua hitam itu. Raksasa mesin pencari ini mengklaim ingin memerangi kemiskinan informasi di Afrika. Hal ini pun diwujudkan dengan meluncurkan sejumlah aplikasi mobile bagi para pengguna ponsel di Afrika. Pilot project dari layanan ini akan digulirkan di Uganda.

Aplikasi ini diklaim bagai memindahkan layanan web-browser ke dalam bentuk pesan teks. Sebab, aplikasi yang dinamakan Google SMS ini akan memungkinkan user mengakses informasi layaknya di PC. Google SMS terdiri dari Tips (tips), Search (pencarian) dan Trader (perdagangan).

Google SMS Tips menyediakan informasi mengenai kesehatan dan lokasi klinik, juga informasi tentang cuaca dan pertanian ke para petani. Google Search memberikan informasi apapun layaknya mesin pencari Google biasanya. Sementara Google Trader akan membantu para pedagang maupun pembeli untuk mencari atau mendapatkan barang yang mereka inginkan.

Semua ini bisa diakses dengan cara mengetikkan kata pencarian lewat ponsel mereka, kemudian Google akan meresponnya dalam bentuk SMS.

Dengan Google SMS ini, raksasa mesin pencari tersebut sepertinya telah melakukan langkah yang tepat, mengingat Afrika memang memiliki penetrasi ponsel 6 kali lipat lebih tinggi daripada penetrasi internet.

"Kami percaya, sangat penting bagi kami untuk menjangkau user dimana pun mereka berada, dengan informasi yang paling mereka butuhkan dan di area dimana terjadi kemiskinan informasi terbesar," ungkap Rachel Payne, Manager Google Uganda seperti yang dilansir detikINET dari InformationWeek, Selasa (30/6/2009). ( sha / ash )

http://www.detikinet.com/read/2009/06/30/141110/1156448/398/kemiskinan-informasi-afrika-diperangi-dengan-sms
Read On 0 comments

Stop Merokok Jadi Gemuk?

4:36:00 PM
Selasa, 30 Juni 2009 | 15:03 WIB

KOMPAS.com - Kebanyakan perokok sudah tahu tentang bahaya merokok dan mau berhenti. Salah satu kekhawatiran para pecandu rokok, khususnya wanita, bila harus menghentikan kebiasaan buruknya adalah tubuh yang akan menjadi gemuk. Mitos yang keliru itu sering membuat nyali para perokok untuk berhenti menjadi ciut.

Bagaimana yang sebenarnya? "Secara kedokteran, tidak benar kalau berhenti merokok lantas tubuh jadi gemuk," tegas dr.Ahmad Hudoyo, Sp.P (K). "Yang benar pada jam-jam tertentu rasa lapar meningkat, tapi karena kita merokok rasa nikmat merokok itu membuat kita lebih memilih rokok daripada makan," paparnya.

Hal senada diungkapkan oleh dokter Tribowo T.Ginting, Sp.KJ dari RS.Persahabatan, Jakarta. Menurutnya, nikotin yang terkandung di rokok menghilangkan rasa lapar, sehingga ketika berhenti merokok penekan rasa lapar itu lepas dan orang pun ingin makan. "Orang yang berhenti merokok bisa saja berat badannya tetap atau justru naik, tergantung pola makannya," kata dia.

Rasa lapar yang dialami para perokok pada awal proses penghentian rokok bisa diatasi dengan mengalihkan pikiran atau menyibukkan diri pada hal lain. Pada sebagian perokok yang berhenti memang ada kenaikan berat badan 5-10 pon, tetapi masih dalam batas normal. Selama diimbangi dengan pola makan yang sehat dan olahraga, berat badan bisa dijaga.

Semasa proses penghentian rokok, biasanya perokok akan merasakan gejala-gejala penarikan. Gejala ini merupakan tanda di mana badan sedang merawat dirinya sendiri. Biasanya tubuh akan merasa gelisah, pusing, muntah, tertekan, atau tidak bisa tidur. Namun, gejala-gejala ini akan berhenti setelah satu atau dua minggu. Jadi, tak ada lagi alasan untuk tetap berada dalam jeratan asap rokok.

M1-09

AN

http://www.kompas.com/read/xml/2009/06/30/15034473/Stop.Merokok.Jadi.Gemuk
Read On 0 comments

Fenomena Makanan Siap Saji dan Dampaknya terhadap Kesehatan Konsumen

4:18:00 PM
Mar 29th, 2009

Kemajuan ilmu dan teknologi berkembang dengan pesat diberbagai bidang, termasuk dalam bidang pangan, kemajuan teknologi ini membawa dampak positif maupun negatif. Dampak positif teknologi tersebut mampu meningkatkan kuantitas dan kualitas pangan, juga meningkatkan diversivikasi, hygiene, sanitasi, praktis dan lebih ekonomis. Dampak negatif kemajuan teknologi tersebut ternyata cukup besar bagi kesehatan konsumen dengan adanya penggunaan zat aditif yang berbahaya.

Pola kehidupan masa kini dicirikan dengan tingginya biaya hidup, emansipasi atau karena alasan lain menyebabkan wanita bekerja diluar rumah. Data statistik tahun 2002 menunjukkan bahwa wanita yang bekerja pada angkatan kerja berjumlah 33,06 juta atau 44,23% dari jumlah total usia wanita antara 15-60 tahun (BPS, 2002). Wanita sebagai ibu rumah tangga dan sebagian lain berprofesi bekerja di luar rumah, karena keterbatasan waktu dan kesibukan, serta sulitnya mencari pramuwisma menyebabkan makanan siap saji menjadi menu utama sehari-hari di rumah.

Ritme kehidupan yang menuntut segala sesuatu serba cepat, waktu terbatas, anak harus pergi sekolah sementara ibu dan bapak harus segera berangkat kerja, sebagai jalan pintas untuk sarapan disediakanlah makanan siap saji yang memakan waktu penyiapan 3 sampai 5 menit. Siang hari pulang sekolah ibu dan bapak masih bekerja dikantor, anak-anak kembali menikmati makanan siap saji ini. Selain mudah disajikan makanan ini umumnya mempunyai cita rasa yang gurih dan umumnya disukai, terutama oleh anak-anak usia sekolah.

Masalah lain yang jadi fenomena dimasyarakat adalah tersedianya berbagai jajanan yang dikemas dapat dipastikan “kaya” zat aditif. Tercatat 13 jenis snack mengandung bahan aditif dalam kandungan yang cukup tinggi (Republika, 2003). Pertanyaan yang muncul adalah sejauh manakah bahan-bahan aditif tersebut terkonsumsi dan terakumulasi dalam tubuh, bagaimana dampaknya bagi kesehatan? Dan bagaimana tindakan konsumen terutama ibu-ibu rumah tangga dalam memilih, mengolah makanan yang aman, higienis, cukup gizi dan menyehatkan anggota keluarganya?

Pengertian Makanan Siap Saji dan Kesehatan Konsumen

Makanan siap saji

Makanan siap saji yang dimaksud adalah jenis makanan yang dikemas, mudah disajikan, praktis, atau diolah dengan cara sederhana. Makanan tersebut umumnya diproduksi oleh industri pengolahan pangan dengan teknologi tinggi dan memberikan berbagai zat aditif untuk mengawetkan dan memberikan cita rasa bagi produk tersebut. Makanan siap saji biasanya berupa lauk pauk dalam kemasan, mie instan, nugget, atau juga corn flakes sebagai makanan untuk sarapan.

Zat Aditif Makanan

Zat aditif adalah bahan kimia yang dicampurkan ke dalam makanan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas, menambahkan rasa dan memantapkan kesegaran produk tersebut.

Kemasan Makanan

Kemasan makanan adalah wadah atau tempat makanan agar kualitas makanan tetap baik, meningkatkan penampilan produk, dan memudahkan transportasi.

Sehat

Sehat adalah berfungsinya organ tubuh secara fisiologis normal. Dalam konsumsi pangan konsumen tidak hanya menilai dari citarasa dan nilai gizinya tetapi juga mempertimbangkan pengaruh pangan terhadap kesehatan dan kebugaran tubuh, atau menurunkan efek negatif suatu penyakit, dan kalau memungkinkan menyembuhkan penyakit tersebut.

Jenis Zat Aditif dan Kemasan Makanan

Menurut Majeed (1996) zat aditif dapat dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan tujuan penggunaannya, yaitu: 1) agen emulsi yaitu aditif yang berbahan lemak dan air contohnya lecitin 2) agen penstabil dan pemekat contohnya alginat dan gliserin, 3) agen penghalang kerak untuk mencegah penggumpalan, 4) agen peningkatan nutrisi contohnya berbagai vitamin, 5) agen pengawet contohnya garam nitrat dan nitrit, 6) agen antioksidan contohnya vitamin C dan E ; BHT (Butylated Hydroxy-Toluen) dan BHA (Butylated Hydroxy-Anisol), 7) agen pengembang untuk roti dan bolu, 8) agen penyedap rasa contoh monosodium glutamat (MSG), 9) bahan pewarna. Selain kesembilan zat aditif diatas Denfer (2001) juga menyatakan terdapat bahan lain yang ditambahkan dalam makanan diantaranya: 1) agen peluntur, 2) lemak hewani, 3) bahan pengasam, 4) bahan pemisah, 5) pati termodifikasi, 6) alkohol, dan 7) gelatin .

Di samping bahan-bahan yang telah disebutkan diatas yang menggunaan, ukuran dan aturannya sudah ditentukan sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI), yang patut kita waspadai adalah adanya pewarna maupun pengawet yang ditambahkan yang penggunaannya bukan untuk makanan seperti, borak dan formalin sebagai pengawet yang telah dilaporkan oleh Suriawiria (2003). Dimana disinyalir 86,2% mie basah yang terdapat dipasar dan swalayan mengandung formalin. Selain itu warna merah pada terasi 50% adalah menggunakan pewarna rhodamin B yang seharusnya digunakan untuk tekstil. Selain itu rhodamin juga biasa diberikan dalam sirop untuk menimbulkan warna merah.

Kemasan Makanan Siap Saji

Sampai saat ini menurut Ketua Federasi Pengemasan Indonesia Hengky Darmawan di Indonesia sistem pengemasannya baru 10% yang sesuai aturan SNI. Pemilihan jenis kemasan harus memperhatikan food grade dan food safety (Kompas, 2003).

Beberapa faktor yang mempengaruhi produsen dalam memilih kemasan adalah tampil menarik, mampu melindungi produk yang dikemas, dan pertimbangan ekonomis. Bahan yang digunakan selama ini berupa plastik atau styrofoam (pembungkus mie instant dan nugget), PVC (polyvinyl clorida untuk pembungkus kembang gula), kaleng (makanan buah, susu, makanan lauk-pauk).

Dampak Makanan Siap Saji

Manfaat Makanan Siap Saji

Makan siap saji yang beredar saat ini tercatat 500 – 600 jenis (Media Indonesia, 2003). Jenis tersebut terdiri dari minuman dan makanan yang diproduksi dalam skala kecil dan besar. Ketersediaan makanan siap saji ini akan memberikan kemudahan pemilihan jenis makanan, keragaman makanan, kualitas makanan dan praktis.

Bahaya Makanan Siap Saji

World Health Organization (WHO) dan Food and Agricultural Organization (FAO) menyatakan bahwa ancaman potensial dari residu bahan makanan terhadap kesehatan manusia dibagi dalam 3 katagori yaitu : 1) aspek toksikologis, katagori residu bahan makanan yang dapat bersifat racun terhadap organ-organ tubuh, 2) aspek mikrobiologis, mikroba dalam bahan makanan yang dapat mengganggu keseimbangan mikroba dalam saluran pencernaan, 3) aspek imunopatologis, keberadaan residu yang dapat menurunkan kekebalan tubuh.

Dampak negatif zat aditif terhadap kesehatan dapat secara langsung maupun tidak langsung, dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Disamping bahaya dari zat aditif makanan siap saji diatas, bahaya lain yang dihadapi oleh konsumen/pengguna makanan siap saji adalah efek samping bahan pengemas. Unsur-unsur bahan pengemas yang berbahaya bagi kesehatan konsumen karena terdapatnya zat plastik berbahaya seperti PVC yang dapat menghambat produksi hormon testosteron (Atterwill dan Flack, 1992) kemasan kaleng disinyalir mengandung timbal (Pb) dan VCM (Vinyl Chlorid Monomer) yang bersifat karsinogenik yaitu memacu sel kanker (Media Indonesia, 2003), dan styrofoam bersifat mutagenik (mengubah gen) dan karsinogenik (Kompas, 2003).

Upaya Meminimalisasi Dampak Negatif

Untuk mengurangi dan meminimalisasi dampak negatif zat aditif makanan dapat di upayakan dengan beberapa cara antara lain :

1. Secara Internal

Mengurangi konsumsi makanan siap saji, meningkatkan konsumsi sayur dan buah-buahan serta mengkonsumsi vitamin. Beberapa vitamin diduga mengandung zat antikarsinogen diantaranya adalah Vitamin A, C, E banyak terdapat dalam sayur dan buah; asam folat terdapat dalam brokoli, bayam dan asparagus: Betakaroten, Vitamin B3 (niasin), vitamin D dalam bentuk aktif (1.25-hidroksi) terdapat pada mentega, susu, kuning telur, hati, beras dan ikan.

Memberi pengertian pada keluarga tentang bahaya zat aditif, mengawasi, mengontrol pemberian dan penggunaan uang jajan dan membiasakan membawa bekal makanan sehat dari rumah

2. Secara Eksternal

Produsen; diperlukan kesadaran dan tanggung jawab produsen terhadap penggunaan zat aditif pada bahan pangan yang diproduksikan, memberikan informasi yang jelas komposisi makanan termasuk zat aditif yang ditambahkan

Pemerintah; melakukan pengawasan dan menindak tegas produsen yang melanggar aturan yang berlaku. Meneruskan kegiatan PMT-AS (Program Makanan Tambahan-Anak Sekolah) dengan memanfaatkan sumber makanan lokal.

Non-pemerintah (LSM); memfasilitasi terbentuknya kelompok konsumen, mendorong peran serta masyarakat sebagai pengawas kebijakan publik, mengantisipasi kebijakan global yang berdampak pada konsumen, melakukan pengawasan dan bertindak sebagai pembela konsumen. []

Sumber: http://tumoutou.net/702_07134/71034_8.htm


http://www.eurekaindonesia.org/fenomena-makanan-siap-saji-dan-dampaknya-terhadap-kesehatan-konsumen/
Read On 0 comments

Indonesia Punya Potensi Menjadi Pengimpor Gandum Terbesar di Dunia

4:05:00 PM
Jumat, 03 April 2009 | 09:17

JAKARTA. Indonesia berpotensi menjadi pengimpor gandum terbesar di dunia. Berdasarkan hitungan Asosiasi Produsen Terigu Indonesia (Aptindo), permintaan biji gandum di Indonesia bakal naik mencapai 10 juta ton per tahun dalam kurun waktu 10 tahun ke depan. Saat ini predikat sebagai negara pengimpor biji gandum terbesar masih dipegang oleh Mesir yang tahun lalu mengimpor sekitar 8 juta ton.

Ketua APTINDO, Franciscus Welirang mengatakan, saat ini terigu menjadi pangan alternatif setelah beras. Namun sayang, peranan tepung terigu sebagai salah satu sumber pangan utama itu belum ditopang dengan ketersediaan bahan baku biji gandum yang memadai.

Hingga kini, kebutuhan biji gandum masih harus diimpor seluruhnya (100%) dari luar negeri. “Ketergantungan yang tinggi terhadap pasokan biji gandum impor tentu saja merupakan hal yang sangat tidak menguntungkan bagi Indonesia. Lebih-lebih kebutuhan biji gandum Indonesia setiap tahunnya cukup besar, yaitu sekitar 5 juta ton,” kata Fransiscus arau Franky, Kamis (2/4).

Data APTINDO menyebutkan, pada 2008 lalu, konsumsi tepung terigu nasional mencapai 3,8 juta ton. Total kebutuhan tepung terigu sebesar itu setara dengan sekitar 4,5-5 juta ton biji gandum yang seluruhnya (100%) masih harus diimpor dari luar negeri. Sementara kebutuhan tepung terigu di Indonesia rata-rata mengalami pertumbuhan minimal 5% setiap tahunnya.

Sebenarnya, beberapa anggota APTINDO sudah berupaya mengembangkan tanaman gandum sejak 1998 lalu. Namun sayangnya, hingga kini luasan penanaman gandum maupun volume produksinya masih belum begitu signifikan jika dibandingkan dengan volume kebutuhan biji gandum yang mencapai 4,5-5 juta ton per tahun.

Nurmayanti

http://www.kontan.co.id/index.php/bisnis/news/11218/Indonesia-Punya-Potensi-Menjadi-Pengimpor-Gandum-Terbesar-di-Dunia
Read On 0 comments

September, Tarif Tol Tangerang-Merak Naik 50 Persen

12:56:00 PM
Selasa, 30 Juni 2009 | 10:54 WIB

TEMPO Interaktif, Tangerang - PT Marga Mandala Sakti, pengelola jalan tol Tangerang - Merak akan menaikkan tarif jalan tol itu dari Rp 248 perkilometer menjadi Rp 394 perkilometer. Jika dihitung, pergolongan kenaikan mencapai 50 persen.

"Tarif baru berlaku awal September 2009," ujar Kepala Divisi Operasi PT Marga Mandala Sakti Aziz Aribowo di Tangerang, Selasa (30/60.

Ia menolak jika perubahan tarif itu merupakan akumulasi dari kenaikan tarif sebelumnya. Hal tersebut, kata Aziz, merupakan ketetapan tarif yang berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No 305/KPTS/M/2009 tanggal 7 April 2009 tentang Penyesuaian konsens dan tarif awal ruas jalan tol Tangerang-Merak.

"Penetapan tarif jalan tol itu untuk membiayai investasi kami sebesar Rp 3,5 triliun,"kata Azis.

Jalan Tol Tangerang-Merak sepanjang 72,45 kilometer merupakan akses tunggal bebas hambatan untuk menuju pelabuhan Merak, Banten.

JONIANSYAH

http://www.tempointeraktif.com/hg/layanan_publik/2009/06/30/brk,20090630-184446,id.html
Read On 0 comments

Waspadai Obat Tradisional!

12:22:00 PM
Senin, 29 Juni 2009 | 22:47 WIB

Meskipun terbuat dari bahan-bahan alami, herbal tidak boleh digunakan sembarangan karena mengandung zat kimia yang bisa meracuni tubuh.


BANDUNG, KOMPAS.COM - Masyarakat diingatkan perlunya kewaspadaan untuk menkonsumsi obat tradisional yang banyak beredar di pasaran, karena sudah menyimpang dari terminologi karena berbahan kimia.

Terminologi obat tradisional itu berupa ramuan tradisional berbahan dasar alami tanpa bahan kimia dan sifatnya terapetik, kata Kabid Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bandung Dra Siti Nuraniyah Apt.

Saat ditemui disela-sela Festival Keanekaragaman Makanan Khas Jawa Barat, dikatakan ramuan tradisional umumnya terbuat dari bahan alam, seperti tanaman dan mineral.

Melihat dua sifat yang berbeda itu, tidaklah mungkin obat dan ramuan tradisional disatukan.

"Jadi obat tradisional yang berbahan kima itu tidak baik dikonsumsi," ucapnya. Dikatakan, lebih baik pilih salah satu, antara obat dan ramuan tradisional. Karena, jika ketentuan itu dilanggar, akan timbul dampak seperti sakit kepala, perdarahan lambung, kejang, gangguan ginjal, dan lain-lain.

Sementara itu, suplemen makanan yang mengandung bahan kimia obat pun harus diwaspadai.

"Sibutramin hidroklorida, sildefanil sitrat, tadalafil, deksametason, tidak baik bagi konsumen," kata Siti.

Selain itu, fenilbutason, asam mefenamat, metampiron, dan parasetamol pun berbahaya bagi kesehatan.

Sehubungan dengan itu, masyarakat luas dihimbau agar tidak mengonsumsi produk itu karena dapat membahayakan kesehatan bahkan dapat menimbulkan kematian.

Ketika disinggung mengenai keberadaan kios-kios jamu dan penjual jamu gendong, Siti mengatakan tidak apa-apa.

Sebab konsumen melihat langsung dan mereka bukan industri pembuatnya, ujarnya. Tukang jamu gendong masih bisa diharapkan membuat ramuannya secara alami, sementara jamu di kios jamu sudah tersertifikasi.

Sesuai Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2004 tentang Keamanan, Mutu dan Gizi Pangan Pasal 43, perlu adanya Sertifikasi Produksi Pangan Industri Rumah Tangga.

Hal itu bertujuan untuk mengenalkan produk sehat kepada produsen dan konsumen. Masyarakat diharapkan untuk membantu memberikan informasi bila menemukan produk ilegal dengan menghubungi Unit Layanan Pengaduan Konsumen BPOM.

Sumber : Antara

http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/06/29/22473834/waspadai.obat.tradisional
Read On 0 comments

Kedelai Perbaiki Paru-Paru

12:21:00 PM
Selasa, 30 Juni 2009 00:00 WIB

MENGONSUMSI makanan dan minuman yang mengandung banyak kedelai dapat memperbaiki fungsi paru-paru dan mengurangi serangan penyakit sesak nafas kronis.

Tim studi yang dipimpin Fumi Hirayama asal Jepang meneliti 300 pasien sesak nafas dan 340 orang sehat mengenai konsumsi kedelai. Hasilnya, mereka yang mengonsumsi produk-produk yang mengandung kedelai ada hubungannya dengan membaiknya fungsi paru-paru dan turunnya risiko terkena sesak nafas.

"Setelah diteliti, flavonoid yang terdapat dalam makanan kedelai bertindak sebagai anti-peradangan pada paru-paru serta dapat melindungi paru-paru dari tembakau yang menyebabkan kanker bagi para perokok," jelas Hirayama.

Menurut Hirayama, selain baik bagi paru-paru, kedelai juga bisa menurunkan kolesterol serta mengatasi gejala menopause. (healthday.com/*/X-5)

http://www.mediaindonesia.com/read/2009/06/06/82650/78/22/Kedelai-Perbaiki-Paru-Paru
Read On 0 comments

Facebook Jadi Musuh Google Sesungguhnya

12:15:00 PM
Senin, 29 Juni 2009 14:49

Walau berbeda tujuan, namun Google tetap menjadikan Facebook sebagai pesaing terdekatnya.

SAN FRANSISCO - Google sangat mungkin menganggap Facebook sebagai momok. Pasalnya, kepopuleran Facebook perlahan mulai menyaingi raksasa internet tersebut.

Rupanya saingan terberat Google bukan datang dari sesama mesin pencari, namun justru datang dari jenis situs berbeda yaitu situs jejaring sosial Facebook.

Google kini mulai memperhitungkan sepak terjang Facebook yang menjadi pesaing terberatnya. Saat ini, Google dan Facebook menjadi situs populer yang menjadi tujuan utama para peselancar di dunia maya. Namun nyatanya terbukti Facebook lebih mampu menarik perhatian. Demikian keterangan yang dikutip dari Wired.com, Senin (29/6/2009).

Facebook tak sekedar situs jejaring sosial yang pertumbuhannya sangat pesat. Lebih dari itu, situs ini kaya akan sumber data pribadi yang akurat. Para penggunanya bertingkah laku berbeda dari kebanyakan pengguna situs lain.

Hal ini karena dalam Facebook, mereka menggunakan nama asli dan berhubungan dengan teman secara nyata. Melalui Facebook, mereka pun terhubung dengan alamat email yang sesungguhnya serta bisa saling berbagi cerita, ide dan informasi seperti berteman di dunia nyata.

Lebih dari 200 juta orang atau seperlima dari pengguna internet terdaftar dalam akun Facebook. Rata-rata dari mereka menghabiskan sedikitnya 20 menit untuk mengakses situs tersebut. Sementara Google hanya dikenal sebagai mesin pencari. Penggunanya memanfaatkan situs ini hanya untuk aktivitas browsing dan melihat hasil pencarian Google.

Membludaknya jumlah pengguna situs, otomatis akan meningkatkan popularitas dan menghasilkan lebih banyak pundi-pundi keuntungan. Oleh karena itu, Google merasa perlu untuk memfokuskan kompetisi dengan Facebook tanpa mengindahkan kompetittor lain.

Twitter, Google dan Facebook akan bersaing ketat, dengan menambah fungsi pencarian terbaru untuk menyediakan data yang lebih relevan untuk user dalam hasil pencarian. Twitter secara resmi merilis fungsi pencarian real-time untuk update blog.

Tool pencarian Twitter tersebut memiliki kinerja yang sama dengan aplikasi Twitterfall, namun masih lebih mudah untuk diakses, karena integrasinya dengan profile user di Twitter. Twitter melakukan penambahan fungsi pencarian ini untuk mengukur seberapa bagus brand atau product Twitter di mata konsumen.

“Dengan adanya tambahan fungsi search ini, user dapat meminta Twitter untuk membangun update yang fresh dari keyword dan frase pencarian. Ini adalah pengalaman baru yang tampak familiar dan menyenangkan.” ungkap Biz Stone, co-founder Twitter.

User juga dapat menyimpan kunci pencarian, dengan memasang keyword sebagai link di homepage blog mereka.

Sementara itu, dari Google akan mengoptimalkan kemampuan Gmail untuk user, agar user dapat melakukan pencarian web langsung dari account email mereka di Gmail, kemudian paste hasilnya di pesan email. Fitur pencarian Google Gmail ini juga dapat diatur di tab Google Labs, di bagian Settings.

Sedangkan untuk Facebook, telah meluncurkan sebuah Friends Page, yang akan memudahkan user untuk mengetahui kontak teman melalui account email mereka.

Sementara di Friends Lists Facebook, juga ditambahkan di homepage user, dan memudahkan user untuk filter update berdasarkan kontak personal atau berkaitan dengan pekerjaan.(okz/btn) www.suaramedia.com

http://www.suaramedia.com/computer-it/facebook-jadi-musuh-google-sesungguhnya.html
Read On 0 comments

Waspadai Komplikasi Awal Kehamilan

12:10:00 PM
Selasa, 30 Juni 2009 10:00 WIB

Penulis : Ikarowina Tarigan

KEHAMILAN merupakan masa-masa yang menyenangkan karena Anda akan segera menyambut kehadiran sang buah hati. Karena itu, untuk menjaga keselamatan janin Anda, ada baiknya lebih teliti dalam menangani semua gejala sekecil apapun yang Anda rasakan. Sebuah studi dari Erasmus MC University Medical Centre, di Belanda, menyatakan, ibu hamil yang mengalami komplikasi awal harus mendapatkan penangan yang lebih khusus, baik pada kehamilan sekarang maupun kehamilan berikutnya.

Masalah-masalah yang dialami pada 3 bulan pertama kehamilan, menurut peneliti, akan meningkatkan risiko melahirkan prematur serta kesulitan-kesulitan lainnya, baik pada kehamilan sekarang maupun kehamilan berikutnya. Data dari 75 studi menunjukkan, sejarah pernah mengalami keguguran berkaitan dengan melahirkan prematur pada kehamilan yang akan datang.

Dalam analisis yang dieresentasikan di pertemuan tahunan European Society of Human Reproduction and Embryology (ESHRE) ini, para peneliti melihat beberapa komplikasi yang umum dialami pada 3 bulan pertama kehamilan. Perdarahan pada minggu-minggu pertama kehamilan, misalnya, dinyatakan berkaitan dengan peningkatan risiko pre-eclampsia (hipertensi yang dipicu kehamilan), melahirkan prematur serta meningkatkan risiko hingga 2 kali lipat memiliki bayi dengan berat badan rendah atau sangat rendah. Selain itu, akumulasi darah pada kandungan juga bisa meningkatkan risiko-risiko lebih jauh.

Morning sickness (mual dan muntah) yang ekstrim di awal kehamilan juga berkaitan dengan risiko 3 kali lebih besar menjalani proses melahirkan prematur serta hampir 3 kali lipat meningkatkan risiko memiliki bayi dengan berat badan lahir rendah. Sementara sejarah pernah mengalami sekali atau lebih keguguran, juga memiliki risiko hampir 2 kali lipat terus-menerus mengalami kehamilan dengan kerusakan membran yang mengelilingi bayi di rahim, sebelum waktunya. Hal ini akan meningkatkan risiko melahirkan prematur. Selain itu, jika kehamilan sebelumnya terpaksa diakhiri dengan alasan apapun, maka kehamilan-kehamilan berikutnya berisiko mendorong melahirkan prematur.

Meskipun studi tidak menyatakan penyebab peningkatan risiko pada kehamilan berikutnya, para ilmuwan menyatakan hal ini berkaitan dengan masalah-masalah kesehatan dan faktor gaya hidup.

Monitoring

Menurut pemimpin studi Dr Robbert van Oppenraaij, komplikasi-komplikasi pada masa yang akan datang berkaitan dengan tingkat keparahan dan pengulangan masalah-masalah yang muncul di awal kehamilan."Kejadian-kejadian dan komplikasi-komplikasi pada awal kehamilan merupakan komplikasi yang paling umum dialami perempuan selama masa kehamilan dan bisa menjadi pemicu stres pada perempuan tersebut," tutur Oppenraaij, seperti dikutip situs bbc.

Karena itu, terang dia, para dokter diharapkan bisa mengenali dan mengartikan gejala-gejala dan memahami tidak hanya untuk jangka pendek, tetapi juga konsekuensi jangka panjang dari komplikasi-komplikasi pada awal kehamilan ini."Artinya, pasien-pasien ini harus dimonitor secara khusus," tegas Oppenraaij.

http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2009/06/30/1343/2/Waspadai-Komplikasi-Awal-Kehamilan
Read On 0 comments

Rakyat Miskin tidak Persoalkan Kriteria Capres

12:07:00 PM
Senin, 29 Juni 2009 pukul 22:37:00

JAKARTA--Rakyat miskin tidak lagi mempersoalkan kriteria para calon presiden (capres) dan bagi mereka siapapun yang menjadi presiden yang penting memperhatikan kesejahteraan rakyat.

Peneliti Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung, Edi Suharto, di Jakarta, Senin, mengatakan, siapapun capres harus serius terhadap program Kesejahteraan Sosial (Kessos) untuk rakyat miskin terutama yang menyangkut masalah pendidikan dan kesehatan.

Hasil penelitian ini juga memberikan gambaran mengenai siapa calon pemimpin bangsa ini yang diharapkan orang miskin, serta juga memberikan pesan moral tentang perlunya kebijakan dan program kesejahteraan sosial yang bermanfaat bagi mereka.

Penelitian itu diambil dari 623 responden yang berasal dari rakyat miskin sebanyak 43,73 persen menyatakan mudah memperoleh pelayanan kesehatan.

Sebanyak 25,24 persen menyatakan sangat mudah memperoleh pelayanan kesehatan, 13,83 persen cukup mudah dan 12,70 persen sulit.

Sementara untuk pendidikan, responden menyatakan sebanyak 41,00 persen mudah memperoleh pendidikan, 13,83 persen cukup mudah, 24,44 persen sulit dan 16,88 persen sangat sulit.

Bangsa Indonesia masih menghadapi persoalan kesejahteraan sosial yang multimensional, baik karena mismanajemen pembangunan nasional maupun akibat terapan krisis global.

Pemimpin sangatlah menentukan "nasib" bangsa, karena selain harus memiliki wawasan kebangsaan dan profesionalisme juga perlu memiliki komitmen dan politik kesejahteraan yang jelas.

Disahkannya Undang-Undang Kesejahteraan Sosial memberikan amanat bahwa pemimpin masa depan tidak hanya mengurusi pembangunan ekonomi.

Kemudian pemerintah ke depan juga harus memperhatikan rehabilitasi, jaminan, perlindungan dan pemberdayaan sosial.

Secara teoritis hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran bagi khasanah ilmu pengetahuan tentang kebijakan sosial.

Selain itu secara praksis hasil penelitian ini dapat memberikan inspirasi sumbangan pemikiran secara empiris bagi pemilihan calon pemimpin bangsa masa depan berdasarkan aspirasi dan isyarat rakyat miskin.

Hasil penelitian mencatat rakyat miskin di Indonesia masih sangat besar dan mencemaskan dan menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) 2009 jumlahnya mencapai 40 juta atau 16,8 persen.

Namun jika kriteria perhitungan miskin yang dipakai berdasarkan Bank Dunia yakni 2 US dolar per hari per orang, maka jumlah orang miskin di Indonesia bisa mencapai 60 persen, kata Peneliti Edi Suharto.

Jumlah data rakyat miskin tersebut terungkap pada diskusi penelitian STKS Bandung, di Jakarta, juga dihadiri Prof Ibnu Hamad, Guru Besar Fakultas Komunikasi Fisipol Universitas Indonesia.

Penelitian ini dilaksanakan untuk mencari pemimpin bangsa ke depan yang peduli terhadap kemiskinan di Indonesia. ant/pur

http://www.republika.co.id/berita/59296/Rakyat_Miskin_tidak_Persoalkan_Kriteria_Capres
Read On 0 comments

Kesadaran Warga Bengkulu Meningkat

12:05:00 PM
Selasa, 30 Juni 2009 | 02:18 WIB

BENGKULU, KOMPAS.com - Kesadaran warga Bengkulu melakukan vaksin rabies terhadap anjing peliharaannya terus meningkat. "Kesadaran masyarakat mevaksin rabies mencegah anjing agar tidak terjangkit penyakit itu mulai meningkat selama tahun 2009, itu terbukti dari permintaan vaksin sangat tinggi," kata Kepala Stasiun Karantina Pertanian dan Hewan Kelas I Bengkulu, Mahmud Siam di Bengkulu, Senin (29/6).

Bengkulu merupakan daerah endemis penularan rabies akibat gigitan anjing gila yang kian mengkhawatirkan, karena setiap tahun kasus tersebut selalu meningkat.

Animo warga tersebut meningkat setelah banyaknya kasus gigitan anjing gila dan anjing liar yang berakibat fatal dan berujung pada kematian.

Dalam Bulan Bakti Stasiun Karantina Pertanian dan Hewan Bengkulu melakukan pencegahan dan memvaksin anjing sebanyak 1.500 ekor agar terhindar dari rabies. "Kami melakukan stimulan itu agar merangsang instansi terkait atau orang lain untuk melakukan pencegahan dan penanganan rabies," katanya.

Bengkulu merupakan penularan rabies dan rentan terhadap terjangkitnya rabies karena Bengkulu merupakan wilayah perkebunan yang tersebar di kabupaten/kota sehingga masyarakat banyak yang memelihara anjing. "Anjing-anjing peliharaan dan anjing liar harus divaksin untuk menekan berjangkitnya rabies," ujarnya.

Kasus rabies akibat gigitan anjing setiap meningkat akibat anjing peliharaan dan anjing liar tidak divaksin rabies.

Selama tahun 2008, warga yang terkena gigitan anjing gila di Bengkulu mencapai 700 kasus dan itu diperkirakan akan terus bertambah.

Dari data yang diperoleh di setiap rumah sakit dan puskesmas juga ditemukan sebanyak 700 kasus dan warga yang terkena gigitan anjing gila banyak yang tidak melaporkan kasus tersebut. "Perlu kerja sama untuk melakukan perlindungan bagi masyarakat dari gigitan anjing gila, karena selama ini warga masih sangat minim pengetahuan soal bahaya rabies," jelasnya.

XVD
Sumber : Ant

http://regional.kompas.com/read/xml/2009/06/30/02180970/kesadaran.warga.bengkulu.meningkat..
Read On 0 comments

Daftar Antre Calon Haji Malang hingga 2015

12:01:00 PM
Selasa, 30 Juni 2009 09:20 WIB

MALANG-MI: Hingga tahun 2009, Calon Jemaah Haji (CJH) Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang masuk daftar tunggu mencapai 8.000 orang, yang diperkirakan baru bisa berangkat ke Tanah Suci pada 2015.

Kepala Seksi Haji Departemen Agama (Depag) Kabupaten Malang H Sjaiful Effendi, Selasa (30/6), mengatakan, CJH yang berangkat menunaikan ibadah haji ke tanah suci dari Kabupaten Malang setiap tahunnya rata-rata hanya sekitar 1.500 orang, sementara yang mendaftar baru lebih dari 1.500 orang per tahun.

"Dari tahun ke tahun calon haji yang masuk daftar tunggu semakin banyak. Sekarang saja sudah mencapai 8.000-an orang dan bagi yang mendaftar tahun 2009 ini, kemungkinan bisa berangkat baru tahun 2015," katanya.

Menurut dia, CJH yang berangkat ke Tanah Suci, Mekkah, pada tahun 2009 sebanyak 1.500 orang, termasuk CJH yang mutasi dari sekitar Kabupaten Malang. Tahun ini yang mutasi dari Kota Malang sebanyak 300 orang dan dari Kabupaten Malang ke Kota Malang sekitar 50 orang.

Alasan para CJH mutasi ke Kota maupun Kabupaten Malang itu, di antaranya adalah mendekati muhrimnya, pekerjaan dan ingin satu kloter dengan kerabat dekatnya.

Untuk CJH yang mengundurkan diri, katanya, jumlahnya tidak banyak atau kurang dari satu persen. CJH yang mengundurkan diri tersebut sebagian besar disebabkan sakit, usianya sudah tua, meninggal dunia dan hamil.

Ia mengakui, sampai saat ini Depag setempat masih belum menentukan nominal biaya haji tahun 2009, masih menunggu kebijakan dari pusat termasuk paspor yang digunakan nanti, apakah paspor khusus haji yang berwarna coklat atau paspor internasional yang berwarna hijau.

"Kalau melihat waktu yang sudah mepet ini, saya yakin paspor yang berlaku masih tetap paspor coklat, tapi kalau tahun depan kemungkinan sudah menggunakan paspor hijau. Oleh karena itu, yang berangkat tahun depan segera menyiapkan semua kelengkapan administrasi untuk pembuatan paspor
hijau," katanya. (Ant/OL-7)

http://www.mediaindonesia.com/read/2009/06/06/82722/91/14/Daftar-Antre-Calon-Haji-Malang-hingga-2015
Read On 0 comments

Pendidikan Alami Masalah Kronis

11:54:00 AM
Senin, 29 Juni 2009 | 20:32 WIB

Laporan wartawan KOMPAS Ester Lince Napitupulu

JAKARTA, KOMPAS.com - Pendidikan selalu digampangkan dengan dianggap sebatas sekolah atau pemberantasan buta huruf. Akibatnya, pendidikan saat ini lebih terfokus pada aspek kognitif, sedangkan pembentukan sikap dan karakter anak didik, serta kebudayaan untuk membangun martabat bangsa diabaikan.

Permasalahan pendidikan nasional bermula dari ketidakpedulian atau ketidaktahuan para penyelenggara negara tentang peran penting pendidikan dalam kemajuan bangsa. Akhirnya kini, pendidikan mengalami berbagai masalah kronis pada setiap ranahnya, kata Sulistiyo, Ketua Umum Pengurus Besar persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Jakarta, Senin (29/6).

Menurut Sulistiyo, tidak jelasnya filosofi pendidikan Indonesia saat ini menyebabkan penyelenggaraan pendidikan mengalami ketidaktepatan, tidak menjawab kebutuhan dan persoalan di dalam masyarakat. Politik pendidikan dijalankan dengan orientasi kekuasan, tidak mengacu pada peinsip-prinsip ilmiah ilmu pengetahuan, ilmu pendidikan, kearifan budaya lokal, dan pengalaman negara-negara maju.

Anomali dalam kebijakan pendidikan itu tampak dalam berbagai gagasan yang kontroversial. Mulai dari world class university yang membuat kuliah jadi sulit terjangkau masyarakat miskin, Badan Standar Nasional Pendidikan yang super power, sekolah bertaraf internasional, badan hukum pendidikan, hingga ujian nasional, kata Sulistiyo.

Sementara itu, pemerhati pendidikan yang tergabung dalam Koalisi Pendidikan menyoroti visi pembangunan pendidikan yang tidak jelas. Sama seperti pemilihan umum sebelumnya, yang ditawarkan baru sekadar janji-janji terutama berkaitan dengan isu-isu populis seperti sekolah gratis, ujian nasional, kenaikan alokasi anggaran pendidikan, kata Ade Irawan, Sekretaris Koalisi Pendidikan.

http://edukasi.kompas.com/read/xml/2009/06/29/20323873/pendidikan.alami.masalah.kronis
Read On 0 comments

AS: Usaha Indonesia Berantas Perdagangan Manusia Membaik

11:49:00 AM
Senin, 29 Juni 2009 pukul 22:43:00

JAKARTA--Amerika Serikat menilai penegakan hukum yang dilakukan pemerintah Indonesia dalam memberantas perdagangan manusia semakin baik sejak diberlakukannya Undang-Undang Anti Human Trafficking tahun 2007 lalu.

"Usaha pemerintah untuk menyelesaikan masalah perdagangan manusia seperti penjualan tenaga kerja ke luar negeri sudah membaik," kata Direktur Urusan Pengawasan dan Pencegahan Perdagangan Manusia Departemen Luar negeri AS, Luis CdeBaca, di Jakarta, Senin.

Hal ini terbukti dari meningkatnya jumlah kasus yang ditangani aparat kepolisian dan banyaknya pelaku-pelaku penjual pekerja keluar negeri yang dipenjarakan, kata dia.

Dia menjelaskan, sejak diberlakukan Undang-Undang antiperdagangan manusia di Indonesia tahun 2007, jumlah kasus usaha perdagangan manusia yang ditangani oleh aparat hukum meningkat dari 109 di tahun 2007 menjadi 129 kasus tahun berikutnya.

Hukuman yang dijatuhkan untuk pelaku pelanggaran hak asasi manusia itu pun dinilai AS meningkat dari 46 tahun di tahun 2007 menjadi 55 tahun pada 2008.

Namun, katanya, eksploitasi pekerja yang diduga dilakukan Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) masih menjadi masalah serius walaupun aparat kepolisian dan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi telah berkali-kali melakukan operasi penutupan PJTKI yang terbukti berbuat curang kepada pekerja Indonesia di luar negeri.

CdeBaca menambahkan, penegakan hukum terhadap aparat yang ikut melakukan tindakan mendukung perdagangan manusia juga masih menjadi keprihatinan.

Menurutnya, petugas yang terlibat langsung dalam usaha perdagangan manusia ataupun yang hanya memberikan perlindungan terhadap bisnis tersebut masih banyak yang belum ditindak.

"Tindakan mereka seperti mengeluarkan identitas palsu bagi pekerja dibawah umur atau menerima suap dari perusahaan perekrut tenaga kerja ilegal masih banyak yang belum ditindak tegas," katanya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengawasan Ketenagakerjaan Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi, I Gusti Made Arka, menyatakan, pemerintah Indonesia selalu berusaha untuk meningkatkan pelayanan sekaligus perlindungan terhadap warga negaranya yang bekerja di luar negeri.

Salah satu komitmen pemerintah dalam melindungi warganya di luar negeri dapat dilihat dari tindakan penghentian sementara pengiriman tenaga kerja Indonesia ke Malaysia.

"Kami sudah bertekad jika pemerintah malaysia tidak bisa menjamin keselamatan dan kelayakan upah yang diberikan pada pekerja Indonesia di negaranya, untuk sementara pengiriman TKI akan dihentikan," katanya.

Dia menegaskan kasus penyiksaan dan penahanan paspor pekerja Indonesia oleh majikannya di Malaysia tidak boleh terulang lagi.ant/pur

http://www.republika.co.id/berita/59298/AS_Usaha_Indonesia_Berantas_Perdagangan_Manusia_Membaik
Read On 0 comments

Penerima BLT Harus Bukan Perokok

11:45:00 AM
Senin, 29 Juni 2009 | 19:29 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tidak merokok harus menjadi salah satu syarat penerima dana bantuan langsung tunai (BLT) supaya pelaksanaan program pemerintah itu tepat sasaran.

Hal itu dikatakan Pengurus Harian Yayasan Lembaga Kosumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi di Jakarta, Senin (29/6). "Dengan adanya persyaratan itu, maka pemanfaatan dana BLT itu diharapkan tepat sasaran," katanya.

Tulus Abadi mengatakan, sebenarnya ketika masyarakat mengonsumsi rokok mereka tidak miskin, tetapi hanya salah mengalokasikan pendapatannya.

"Sebab bagaimana mungkin rokok yang tidak bermanfaat dan memberikan efek negatif malah menjadi prioritas tertinggi di masyarakat miskin," katanya.

Dia mengatakan, dari analisis survei komsumsi ekonomi nasional tahun 2006-2007, sekitar 50 persen dana BLT itu digunakan masyarakat untuk membeli rokok.

Penerima BLT ada sekitar 19 juta rumah tangga sasaran (RTS), sementara dua pertiga rumah tangga miskin di Indonesia adalah perokok aktif. Dari analisis tersebut, ternyata 50 persen dari 19 juta RTS itu, dana BLT dialokasikan untuk membeli rokok.

Kondisi itu jauh dari pemanfaatan yang diarahkan pemerintah untuk dana BLT itu sebab ketika RTS mengalokasikan untuk rokok, berarti menggeser kepentingan pendidikan dan kesehatan.

"Bahkan rumah tangga miskin di perkotaan, komsumsi tembakaunya jauh lebih besar 20 persen dibandingkan dari komsumsi beras," katanya.

Menurut dia, kalau dalam konteks pengendalian tembakau, untuk mengentaskan kemiskinan tersebut bukan melalui program BLT, tetapi bagaimana pemerintah memutus mata rantai ketergantungan warga miskin terhadap tembakau, seperti menaikkan cukai rokok, serta menghilangkan iklan rokoknya. Sebab, selama ini promosi tentang rokok dilakukan besar-besaran.

Ia menambahkan, melalui promosi itu, masyarakat tergiur untuk membeli, apalagi harganya murah dan mudah dijangkau. "Pemerintah juga diharapkan dapat menggunakan data yang benar terkait kategori keluarga miskin untuk penerima BLT," katanya.

Sebab, banyak ditemui penerimanya juga tidak tepat sasaran, seperti warga memiliki rumah kontrakan menerima BLT, sementara yang mengontrak tidak.

BNJ
Sumber : Ant

http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2009/06/29/19293177/Penerima.BLT.Harus.Bukan.Perokok
Read On 0 comments

Dana PUAP 2009 di Supiori Rp3,5 Miliar

11:41:00 AM
Selasa, 30 Juni 2009 09:43 WIB

BIAK--MI Kabupaten Supiori, Papua, dalam tahun anggaran 2009 mendapat alokasi dana program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) sebesar Rp3,5 miliar tersebar di 35 kelompok tani/kampung.

Kepala Dinas Pertanian Perkebunan Peternakan dan Kehutanan Supiori, Ir. Dance Rumainum, di Supiori, Selasa (30/6), mengatakan, jumlah penerima program PUAP pada 2009 mengalami peningkatan signifikan dari 15 kelompok tani menjadi 35 kelompok.

"Kegiatan PUAP disesuaikan dengan potensi daerah kelompok tani setempat. Ini tugas dinas memberikan bimbingan pembinaan, menyiapkan tenaga pendamping, pengawasan, hingga pada evaluasi kegiatan," kata Dance Rumainum menanggapi pelaksanaan PUAP 2009.

Dia menyebutkan, setiap kelompok tani yang mendapatkan program PUAP di Kabupaten Supiori masing-masing dianggarkan sebesar Rp100 juta. Ia mengakui, pendanaan program PUAP bersumber dari (DAK) APBN, sehingga dalam pelaksanaan pengembangan agribisnis pedesaan harus mengacu
kepada prosedur dan mekanisme yang diatur departemen pertanian. (Ant/OL-04)

http://www.mediaindonesia.com/read/2009/06/06/82731/130/101/Dana-PUAP-2009-di-Supiori-Rp35-Miliar
Read On 0 comments

Mengenal Program Jahat Pemangsa Pengguna Twitter

11:29:00 AM
Selasa, 30/06/2009 10:05 WIB

Jakarta - Menyusul terjadinya serangan phishing (pencurian data online) terhadap pengguna Twitter melalui distribusi pesan spam secara massal, Symantec Security Response telah mendeteksi undangan Twitter palsu yang datang membawa worm email massal berbahaya.

Dijelaskan Ronnie Ng, Manager Systems Engineering Indonesia & Singapura Symantec, nama sisipan berbahaya tersebut adalah Invitation Card.zip dan diidentifikasi sebagai W32.Ackantta.B@mm, yang pertama kali ditemukan dalam serangan virus e-card pada bulan Februari.

W32.Ackantta.B@mm adalah worm email massal yang mengumpulkan alamat-alamat email dari komputer-komputer yang sudah terinfeksi dan menyebar dengan cara mengkopi diri sendiri ke flash disk/eksternal hard disk dan folder yang bisa diakses oleh banyak orang.

"Pesan-pesan yang diamati muncul seolah-olah dikirim dari akun Twitter. Meskipun demikian, berbeda dengan pesan Twitter asli, tidak ada URL undangan muncul di badan email. Malah pengguna akan melihat sisipan yang muncul sebagai file .zip yang seperti berisi kartu undangan," tuturnya dalam keterangannya kepada detikINET, Selasa (30/6/2009).

Nah, lanjur Ronnie, sisipan berbahaya inilah yang membawa worm email massal yang mengumpulkan alamat-alamat email dari komputer yang sudah terinfeksi dan menyebar dengan cara mengkopi diri sendiri ke flash disk/disk eksternal dan folder yang bisa diakses oleh banyak orang.

Pada Mei 2009, Symantec mengamati bahwa tingkat spam naik ke tingkat mendekati 90% dari seluruh email, konsisten dengan tingkat yang diamati pada Mei 2008.

"Karena Twitter terus meraih popularitas di kalangan pengguna jaringan sosial, orang-orang secara rutin menerima undangan dan update email dari pengguna lain. Symantec memperkirakan spammer akan terus menggunakan Twitter dan jaringan-jaringan sosial populer lainnya sebagai umpan dalam serangan mereka," tandasnya.

( ash / faw )

http://www.detikinet.com/read/2009/06/30/100501/1156200/323/mengenal-program-jahat-pemangsa-pengguna-twitter
Read On 0 comments

DPR Minta Dilibatkan Sebelum Perjanjian Utang Disepakati

11:27:00 AM
Selasa, 30 Juni 2009 | 07:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — DPR meminta dilibatkan dalam penentuan utang luar negeri yang akan diambil pemerintah.

Selama ini banyak persyaratan utang luar negeri yang tidak diketahui publik meskipun syarat itu memberatkan pemerintah.

”Kami meminta pemerintah segera memasukkan RUU Pinjaman dan Hibah Luar Negeri ke DPR. Dalam RUU ini perlu dimasukkan aturan yang memungkinkan DPR mengetahui lebih detail rencana pengambilan utang luar negeri,” tutur Wakil Ketua Komisi XI DPR Olly Dondokambey saat membacakan kesimpulan rapat kerja dengan Menteri Keuangan sekaligus Pelaksana Jabatan Menko Perekonomian Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Senin (29/6).

Dalam rapat kerja itu, anggota Komisi XI dari Fraksi Partai Amanat Nasional, Dradjad H Wibowo, mengatakan, selama ini pemerintah hanya memberi tahu hasil nota kesepahaman (MoU) utang luar negeri yang telah ditandatangani.

Sementara itu, detail strategis yang terkandung dalam persyaratan utang tidak disampaikan kepada DPR. Akibatnya, transparansi utang menjadi tidak ada.

”Pernah dalam sebuah perjanjian utang dengan ADB (Bank Pembangunan Asia) senilai 150 juta dollar AS, salah satu persyaratannya adalah mengharuskan Indonesia menutup 16 bank nasional. Prakondisi seperti ini tidak pernah diberitahukan kepada DPR,” tuturnya.

Anggota Komisi XI dari Fraksi Partai Golkar, Teuku Muhammad Nurlif, menegaskan, posisi DPR dalam pengawasan utang luar negeri harus diatur dalam UU khusus tentang pinjaman luar negeri.

Menanggapi hal itu, Sri Mulyani mendukung upaya DPR untuk meningkatkan pengawasan terhadap perjanjian utang luar negeri.

Namun, pemerintah perlu diberi ruang dalam mengambil keputusan yang terkait dengan pinjaman luar negeri dari pasar obligasi. ”Dalam hal itu, pemerintah membutuhkan fleksibilitas karena pasar obligasi sangat fluktuatif,” ujarnya.

Hingga saat ini, posisi pinjaman luar negeri pemerintah Rp 732 triliun atau 43,06 persen dari total utang yang sudah mencapai Rp 1.700 triliun.

OIN
Sumber : Kompas Cetak

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/06/30/07510035/DPR.Minta.Dilibatkan.Sebelum.Perjanjian.Utang.Disepakati
Read On 0 comments

Pemerintah Diharapkan Segera Bangun Kilang Minyak

11:25:00 AM
Selasa, 30 Juni 2009 02:09 WIB

Jakarta (ANTARA News) - Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) meminta pemerintah segera merealisasikan pembangunan kilang pengolahan minyak mentah menjadi bahan bakar minyak (BBM).

Direktur Puskepi Sofyano Zakaria di Jakarta, Senin mengatakan, keberadaan kilang di Indonesia sudah mendesak guna memenuhi kebutuhan BBM yang terus meningkat.

"Saat ini, Indonesia mengimpor BBM dalam jumlah cukup besar. Sudah saatnya kebutuhan BBM dalam negeri dipenuhi dari kilang sendiri," katanya.

Menurut dia, Singapura yang tidak mempunyai ladang minyak, memiliki kilang dengan hasil devisa yang cukup besar.

"Bahkan ada sebagian minyak minyak Indonesia yang diolah di kilang Singapura. Ini aneh," ujarnya.

Ia juga mengharapkan, produk minyak mentah Indonesia yang mencapai 900.000 hingga satu juta barel per hari diolah di kilang dalam negeri.

Sofyano menambahkan, pemerintah juga harus terus mendorong dan mendukung PT Pertamina (Persero) membangun kilang.

"Kalaupun mesti bermitra dengan pihak lain, maka saham Pertamina haruslah mayoritas," katanya.

Pertamina menargetkan swasembada atau produksi kilang sendiri yang mampu mencukupi kebutuhan BBM jenis premium, minyak tanah, dan solar di dalam negeri akan tercapai pada tahun 2017.

Proyek-proyek yang akan dikerjakan guna mencapai swasembada BBM tersebut adalah peningkatan kapasitas Kilang Plaju, Cilacap, Balikpapan, Dumai, dan perluasan Balongan.

Selain itu, Pertamina merencanakan pembangunan dua kilang baru yakni Banten Bay Refinery di Banten, East Java Refenery di Situbondo, Jatim.

Pada tahun 2017, kilang-kilang Pertamina ditargetkan mampu menghasilkan produk BBM sebesar 1,503 juta barel per hari, sementara kebutuhan diperkirakan mencapai 1,612 juta barel per hari.

Sisa kebutuhannya, ditutupi dari produk bahan bakar nabati (BBN) dan pencairan batubara.

Saat ini, Pertamina memiliki enam kilang pengolahan minyak mentah dengan total kapasitas produksi sebesr 1,031 juta barel per hari.

Kilang terakhir dibangun Pertamina adalah Kilang Balongan di Indramayu, Jabar yang mulai beroperasi tahun 1994.(*)

http://www.antaranews.com/view/?i=1246302598&c=EKB&s=BIS
Read On 0 comments

Situs Hip-Hop Sebarkan Pornografi Anak

11:19:00 AM
Selasa, 30/06/2009 09:12 WIB

Lausanne - Banyak cara pelaku kejahatan cyber menyembunyikan aksinya. Misalnya kasus di Swiss, sebuah situs musik hip-hop yang diam-diam menyebarkan konten pornografi yang menjijikkan.

Kepolisian Swiss mengungkap sebuah jaringan pornografi anak yang menggunakan situs hip-hop untuk menyebarkan gambar-gambar porno ke 2.300 komputer di 78 negara. Video dalam situs itu menampilkan adegan seksual yang dilakukan anak di bawah umur.

Konten pornografi itu tersembunyi di balik konten lain dalam situs hip-hop yang sekilas nampak biasa-biasa saja. Menurut pihak kepolisian, pengelola situs hip-hop tersebut tidak mengetahui akan adanya penyebaran konten porno di situsnya.

Seperti dikutip detikINET dari Reuters, Selasa (30/6/2009), jurubicara Kepolisian Swiss Jean-Christophe Sauterel menyebut adanya biaya khusus untuk mengakses konten pornografi yang menjijikkan itu. Biayanya adalah USD 10 per video atau USD 500 untuk mendapatkan seluruh 101 judul.

Otak di balik penyebaran konten porno ini disebutkan berada di Rusia. Selain Swiss dan Rusia, penangkapan anggota jaringan pornografi anak ini dilakukan di Amerika Serikat, Polandia, Yunani dan beberapa negara lain. ( wsh / wsh )

http://www.detikinet.com/read/2009/06/30/090942/1156161/398/situs-hip-hop-sebarkan-pornografi-anak
Read On 0 comments

Angka Pengangguran Jepang Terburuk Dalam Lima Tahun

11:17:00 AM
Selasa, 30 Juni 2009 | 09:40 WIB

TOKYO, KOMPAS.com — Angka pengangguran Jepang mencapai tingkat tertingginya dalam lebih dari lima tahun. Menurut data pemerintah yang dikeluarkan, Selasa (30/6), angka pengangguran pada Mei 2009 ini meningkat menjadi 5,2 persen dibandingkan 5 persen pada April.

"Angka pengangguran pada Mei sama dengan angka yang dicapai pada September 2003," kata Kementerian Urusan Internal.

Angka itu sedikit lebih buruk ketimbang prediksi pasar, rata-rata 5,1 persen, di mana angka itu masih di bawah tingkat tinggi yang dicatat negara itu pasca-Perang Dunia II, yakni 5,5 persen yang terakhir terlihat pada April 2003, kata kementerian tersebut.

Data serupa dari Kementerian Tenaga Kerja menunjukkan, di mana hanya ada penawaran 44 lapangan kerja untuk setiap 100 pencari kerja pada Mei, turun dari 46 pada April.

EDJ
Sumber : Ant

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/06/30/09402494/Angka.Pengangguran.Jepang.Terburuk.Dalam.Lima.Tahun
Read On 0 comments

Ikapi Harapkan Pemerintah Sediakan Buku Berkualitas

11:01:00 AM
Selasa, 30 Juni 2009 07:03 WIB

Jakarta (ANTARA News) - Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) mengharapkan dukungan dan perhatian pemerintah terhadap penyediaan buku yang berkualitas.

Perwakilan IKAPI dan Koordinator Acara Pesta Bedah Buku Cecep Abdul Fatah di Jakarta, Senin, mengatakan saat ini dibutuhkan upaya agar penerbit mampu menyediakan buku yang berkualitas dan terjangkau oleh pembeli dengan dukungan dari pemerintah.

"Harapannya pemerintah mampu memberikan dukungan terhadap penerbit yang tergabung dalam IKAPI," ujarnya.

Ia menginginkan langkah nyata yang dilakukan pemerintah adalah dengan mensubsidi produk buku mulai dengan memberikan subsidi harga kertas, tinta, dan alat pendukung produksinya.

"Sehingga dengan adanya subsidi harga tadi, penerbit ketika menetapkan harga buku tidak menjadi mahal dan terjangkau oleh masyarakat," ujarnya

Ia menambahkan, di tengah ketergantungan terhadap pemakaian teknologi, pemerintah tidak perlu takut untuk memberikan dukungan terhadap penyediaan buku karena buku tidak akan pernah lekang dimakan waktu. Buku memiliki sifat yang berbeda dengan produk-produk lain yaitu tidak memiliki batas kadaluarsa.

"Misal buku yang sudah menjadi `barang lama` di Jakarta, akan menjadi buku baru di daerah karena daerah masih mengalami kesulitan untuk mengadakan buku-buku bagus," ujarnya.

Salah seorang pemerhati buku dan pendiri kelompok AgroMedia Hikmat Kurnia mengatakan pemerintah belum memberikan dukungan terhadap penyediaan buku dan menyayangkan Permendiknas Nomor 2 Tahun 2008 yang membuat usaha penerbitan buku pelajaran menjadi dalam posisi yang sulit.

"Yang membuat usaha itu menjadi sulit adalah penerbit hanya diposisikan sebagai lembaga yang bertugas menggandakan buku yang hak ciptanya dimiliki pemerintah," ujarnya dalam siaran pers mengenai Pesta Buku Jakarta 2009.

Menurut dia, pemerintah menganggap kebijakan "Buku Sekolah Elektronik" (BSE) adalah langkah yang mumpuni untuk pengadaan harga buku secara murah tapi tidak memperhatikan dampaknya terhadap 25 persen anggota penerbitan buku sekolah yang berada di Jakarta.

Selain itu, kendala yang dihadapi oleh usaha penerbitan buku adalah masalah pembajakan buku yang belum tuntas penyelesaiannya.

Bagian Pemasaran Penerbit Republika Arif Budiman, mengatakan pemerintah seharusnya memperhatikan usaha penerbitan buku dengan melindungi dari tindakan pembajakan buku.

"Pembajakan bisa menjadi salah satu faktor yang membuat penjualan buku menurun," ujarnya.

Menurut dia, paling tidak ada tiga pihak yang dirugikan oleh pembajakan buku, yaitu penulis tidak mendapatkan royalti, penerbit mengalami penurunan penjualan, dan negara tidak memperoleh pajak secara maksimal.(*)

http://www.antaranews.com/view/?i=1246320235&c=NAS&s=PDK
Read On 0 comments

Rizal Ramli: Utang Tambah Rp400 Triliun

8:22:00 AM
Senin, 29 Juni 2009 15:00 WIB

Jakarta,(ANTARA News) - Pengamat ekonomi Rizal Ramli mengatakan, selama empat tahun terakhir ini telah terjadi peningkatan utang sebesar Rp400 triliun atau rata-rata Rp100 triliun per tahun.

Alasan yang dipakai pemerintah untuk terus menambah utang tersebut adalah menggunakan argumentasi ekonomi orde baru bahwa utang tidak ada masalah selama digunakan untuk tujuan produktif, katanya di Jakarta Senin.

Dalam wawancara melalui email, Rizal Ramli mengatakan, pengalaman selama 32 tahun orde baru menunjukkan bahwa 30 persen dari utang tersebut tidak digunakan untuk tujuan produktif, tetapi justru dikorupsi oleh para pejabat orde baru dan kroninya.

Menurut dia, utang negara berbeda dengan perusahaan ataupun utang pribadi. Jika perusahaan atau pribadi ingin berutang dari bank, kriteria paling penting adalah kemampuan membayar, karakter peminjam, dan prospek usahanya.

Tetapi, kata dia bank tidak akan mengatur secara detail usaha yang dilakukan ataupun kebijakan sosial rumah tangga peminjam.

Hal itu sangat berbeda dengan pinjaman negara dari lembaga-lembaga keuangan internasional, seperti Bank Dunia, IMF, ADB, dan sebagainya, kata mantan Menko Perekonomian RI ini.

Dia mengatakan, mereka memberikan pinjaman dan biasanya memesan dan menuntut UU ataupun peraturan pemerintah negara yang menerima pinjaman. "Tidak hanya dalam bidang ekonomi tetapi juga di bidang sosial, sehingga dalam prakteknya negara Indonesia menggadaikan UU dan peraturan pemerintahnya kepada negara kreditor untuk ditukar dengan pinjaman," katanya.

Contohnya pinjaman sebesar 300 juta dolar AS dari ADB yang ditukar dengan UU Privatisasi BUMN, sejalan dengan kebijakan neo-liberal, katanya.

"ADB memberikan pinjaman 300 juta dolar syaratnya minta privatisasi, minta undang undang privatisasi BUMN sehingga seolah-olah satu-satunya cara untuk memperbaiki kinerja BUMN adalah dengan menjual dan biasanya menjual dengan harga murah," katanya.

UU Migas juga yang ditukar dengan pinjaman 400 juta dolar AS dari Bank Dunia. Bank Dunia memberi pinjaman 400 juta dollar AS dan memesan undang-undang Migas.(*)

http://www.antaranews.com/view/?i=1246262447&c=EKB&s=MAK
Read On 0 comments

Rapor Merah untuk Kinerja Asuransi Jiwa

9:44:00 PM
Senin, 29 Juni 2009 | 17:09 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Krisis global yang menerpa akhir tahun 2008 lalu, ternyata juga berdampak bagi bisnis asuransi di Tanah Air. Utamanya, bidang asuransi jiwa yang pada 2007 memanen untung besar.

Demikian kesimpulan kajian Biro Riset InfoBank yang tertuang dalam "Rating 126 Asuransi versi InfoBank 2009".

"Tahun 2008 merupakan tahun terburuk bagi asuransi jiwa dalam 10 tahun terkahir ini yang mengalami nasib buruk, kinerja asuransi umum jauh lebih baik," ujar Direktur Biro Riset InfoBank, Eko B Supriyanto, dalam Konferensi Pers Rating 126 Asuransi Versi InfoBank di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Senin (29/6).

Selain gagal mempertahankan pertumbuhan bagi pemegang saham, lanjut Eko, asuransi jiwa juga gagal meningkatkan hasil investasi bagi pemegang polis, terutama nasabah produk unit link.

Biro Riset InfoBank mencatat, industri asuransi jiwa hanya mencatat pertumbuhan premi bruto sebesar 8,88 persen pada 2008. "Perolehan premi asuransi jiwa yang menikmati musim panen pada tahun 2007, investasinya merosot 1,30 persen dan labanya anjlok 29,13 persen pada tahun 2008," kata Eko.

Untuk segmen perusahaan asuransi jiwa, lanjut Eko, hanya dua perusahaan di kelas premi bruto Rp 200 miliar ke atas yang meraih predikat sangat bagus, yaitu Asuransi Jiwa Manulife Indonesia di peringkat pertama dan Asuransi Jiwa Sinarmas di peringkat kedua.

Sedangkan, di kelas premi Rp 50 miliar sampai dengan Rp 200 miliar, ada tiga perusahaan asuransi yang berhasil meraih predikat sangat bagus yaitu Asuransi Jiwa Cigna (peringkat pertama), Asuransi Jiwa Central Asia Raya, dan Winterthur Life di peringkat kedua dan ketiga.

"Premi di bawah Rp 50 miliar juga ada tiga perusahaan yang mencatat predikat sangat bagus yakni Pasaraya Life Insurance (pertama), ACE Life Assurance (kedua), dan Asuransi Jiwa Nusantara (ketiga)," tegasnya.

Selain itu, terdapat juga lima perusahaan asuransi jiwa yang kinerjanya merah dan tidak meraih predikat, yakni Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya, Commerce International, General Indonesia, Bumi Masyarakat Mandiri, dan Tugu Mandiri. "Asuransi Jiwa Bakrie yang tidak ikut rating karena tidak mengeluarkan laporan keuangan publikasi kinerjanya diperkirakan juga mendapat nilai merah," tuturnya.

Sebaliknya, kinerja asuransi umum tampak lebih baik pada rating InfoBank kali ini. Performa asuransi umum di hampir seluruh pos keuangan meningkat. "Secara industri berdasarkan 33 perusahaan asuransi umum, premi asuransi umum tumbuh 24,46 persen dan investasinya melonjak 19,11 persen," jelasnya.

Berikut peringkat perusahaan asuransi umum terbaik:

Kelas Premi Rp 200 miliar:

1.Adira Insurance

2.Asuransi Tokyo Marine Indonesia

3.Asuransi Astra Buana



Kelas Premi Rp 50 miliar-Rp 200 miliar:

1.Asuransi Samsung Tugu

2.Sompo Japan Insurance Indonesia

3. Asuransi Citra Internasional Underwriter



Kelas Premi di bawah Rp 50 miliar:

1.Asuransi Dharma Bangsa

2.Asuransi Umum Centris

3.Batavia Mitratama Insurance.



Selanjutnya, terang Eko, di kelas industri asuransi umum hanya ada satu perusahaan yang predikatnya tidak bagus. "Hanya Pasific International Indonesia Insurance. Namun, ada enam perusahaan asuransi umum yang tidak bisa disertakan dalam rating kali ini karena ada yang belum mempublikasikan laporan keuangan, ada yang tidak lengkap dan satu perusahaan dalam proses likuidasi," papar Eko.

Untuk rating tersebut, InfoBank melakukan pendekatan terhadap laporan keuangan publikasi perusahaan-perusahaan asuransi di Indonesia dengan 10 kriteria."Antara lain RBC (risk based capital), rasio likuiditas, rasio cadangan premi dengan premi retensi, rasio beban pendapatan dengan pendapatan dan beberapa kriteria penting lainnya," jelasnya.

RDI

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/06/29/17090510/rapor.merah.untuk.kinerja.asuransi.jiwa
Read On 0 comments

Kapolri: 1 Juli tak Ada Lagi Satpam Berseragam Aneh

9:20:00 PM
Senin, 29 Juni 2009 pukul 19:21:00

JAKARTA -- Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri mengatakan, mulai 1 Juli 2009 tidak ada lagi satpam (security) yang berpakaian aneh. "Mulai 1 Juli nanti akan dilakukan sweeping," katanya di Jakarta, Senin (29/6). Dia mengatakan, selama ini banyak satpam berseragam mirip seragam Kopasus, memakai baret dan sebagainya yang menimbulkan kesan garang dan menyeramkan. Bahkan tidak jarang dengan modal seragam tersebut melakukan tindakan yang menakut-nakuti masyarakat.

Selain itu, sekaligus untuk menertibkan satpam yang tidak mendapatkan pendidikan khusus pengamanan, direkrut dengan aturan sangat longgar. Akibatnya, sejumlah satpam diduga ada yang terlibat sebagai orang bayaran, seperti dalam kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen. "Agar itu tidak terulang lagi, maka mulai Juli 2009 akan dilakukan penertiban satpam yang dipekerjakan, baik oleh instansi pemerintah maupun swasta," kata Bambang.ant/bur

http://www.republika.co.id/berita/59235/Kapolri_1_Juli_tak_Ada_Lagi_Satpam_Berseragam_Aneh
Read On 0 comments

Asosiasi Asuransi Dikritik Lantaran Tutupi Kinerja yang Jeblok

9:16:00 PM
Senin, 29 Juni 2009 | 20:02 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia dikritik karena berusaha menutupi kinerja asuransi jiwa dalam setahun terakhir akibat terimbas krisis. Kinerja asuransi jiwa tahun lalu merupakan yang terburuk dalam 10 tahun terakhir.

"Rapot tahun 2008 remuk," kata Direktur Biro Riset InfoBank Eko Supriyanto. InfoBank mencatat, dari 44 asuransi jiwa terbaik pelanggan kategori "sangat bagus", hanya delapan perusahaan yang masuk kategori itu di 2008. Unit link menjadi salah satu faktor remuknya kinerja asuransi jiwa pada 2008. "Keserakahan dalam investasi, saham jadi prioritas," ujar

Terbukti, perusahaan asuransi jiwa dengan jumlah unit link terbesar gagal masuk kategori "sangat bagus" akibat portofolio saham yang terlalu besar. Dengan kondisi ini dia memprediksikan pertumbuhan asuransi jiwa hingga akhir 2009 hanya menembus 15 persen dari target 20 persen.

Pengamat asuransi Alberto Hanani berpendapat kendati industri remuk karena kesalahan itu, asuransi jiwa juga korban dari krisis keuangan. "Keserakahannya berjamaah," kata dia pada acara yang sama. Sebab, banyak pihak yang berusaha mendapat keuntungan dari bisnis itu.

Senada dengan Eko, Alberto juga berpendapat perlunya pengawasan pada produk unit link. "Pemerintah perlu menata agar perusahaan tak sembarangan dalam pengelolaan dana," ujarnya. Dia juga memprediksi pertumbuhan asuransi jiwa tak akan melebihi target. Tahun depan, dia melanjutkan, asuransi umum akan tumbuh 30 persen akibat restrukturisasi modal.

RIEKA RAHADIANA

http://www.tempointeraktif.com/hg/perbankan_keuangan/2009/06/29/brk,20090629-184398,id.html
Read On 0 comments

Waduh, Minat Pendaftar SNMPTN Terus Turun!

9:07:00 PM
Senin, 29 Juni 2009 | 17:31 WIB

Laporan wartawan KOMPAS Yulvianus Harjono

BANDUNG, KOMPAS.com - Minat pendaftar Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) di Bandung dan sekitarnya terus menurun dari tahun ke tahun. Hampir tiap tahunnnya, formulir selalu tersisa.

Tahun 2009 ini, formulir di Panitia Lokal (Panlok) Bandung masih tersisa hingga 1.386 buah. Hingga hari penutupan pendaftaran jumlah formulir yang terbeli di Panlok SNMPTN Bandung sebanyak 26.411 buah.

Jumlah tersebut sudah termasuk 95 orang yang membeli secara manual di hari itu. Adapun formulir tersedia sebanyak 27.797 buah.

Pun, dari jumlah formulir terbeli itu tidak seluruhnya didaftarkan. Yang mendaftar hanya mencapai 25.378.

"Ada yang tidak mendaftar mungkin karena mereka sudah diterima di seleksi jalur mandiri sementara telanjur beli formulir," ujar Asep Gana Suganda, Sekretaris SNMPTN Panlok Bandung.

Asep mengakui, pendaftar SNMPTN di wilayahnya terus turun. Tahun lalu, formulir yang disediakan 30.500 buah, namun yang terjual hanya 28. 204. Pada 2007 lalu, kondisinya tidak jauh berbeda, pendaftarnya hanya mencapai 28.246 orang. Untuk itu, lanjut Asep, formulir yang disediakan tahun ini dikurangi.

Menurutnya, tren penurunan pendaftar SNMPTN di Bandung ini terjadi karena sejumlah hal. Pertama, dibukanya panlok-panlok SNMPTN lain di Jawa Barat. Kedua, karena para calon peserta kebanyakan sudah diterima di jalur mandiri yang diadakan oleh Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

"Siswa mungkin lebih realistis memilih masuk ke PTN melalui jalur khusus, kesempatan diterimanya lebih besar," ucap Bambang Hermanto, Bendahara SNMPTN Panlok Bandung.

Ditolak

Sementara itu, sebanyak 15 siswa yang telah mendaftar di Panlok Bandung tidak dapat mengikuti SNMPTN yang akan diadakan pada 1-2 Juli mendatang. Hal itu terjadi karena ketidaklengkapan berkas.

"Mereka ini tidak bisa menunjukkan bukti kelulusan UN," ucap Asep Gana.

Kelulusan UN, meskipun dari program kesetaraan Paket C, adalah syarat utama pendaftaran SNMPTN. Para siswa tersebut mayoritas berasal dari sekolah-sekolah yang tidak mengikuti UN, terutama Pondok Pesantren Gontor, Ponorogo, Jawa Timur. Enam siswa sekolah ini bermasalah dalam pendaftaran.

"Tiap tahun siswa di sekolah ini bermasalah saat mendaftar, itu karena sekolah ini memang tidak ikut UN," ujar Jan Alex, Penanggung Jawab Bagian Pendaftaran SNMPTN Panlok Bandung.

Sumber : KOMPAS

http://edukasi.kompas.com/read/xml/2009/06/29/17315068/waduh.minat.pendaftar.snmptn.terus.turun.
Read On 0 comments

Pengadilan Tinggi Bebaskan Penulis Surat Pembaca

9:05:00 PM
Senin, 29 Juni 2009 | 16:06 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta - Pengadilan Tinggi Jakarta membatalkan keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang memvonis denda Rp 1 miliar kepada Khoe Seng Seng, penulis surat pembaca yang mengeluhkan PT Duta Pertiwi.

Seng Seng, Senin (29/6), mengatakan keputusan itu sudah dibuat 15 Mei lalu tapi ia baru tahu pagi tadi. Ia tahu setelah mendatangani bagian perdata di Pengadilan Tinggi untuk menanyakan mengapa kasusnya belum diputus.

Saat itu ia diberitahu bahwa ia divonis bebas. "Isi utama putusannya adalah membatalkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara," katanya.

Sebelumnya, di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Seng Seng divonis denda Rp 1 miliar. Ia kemudian melakukan banding.

Sedangkan dalam perkara pidana, proses persidangan di PN Jakarta Timur masih berjalan. "Rabu besok agendanya pembacaan duplik," ujarnya.

Nurochmi

http://www.tempointeraktif.com/hg/kriminal/2009/06/29/brk,20090629-184341,id.html
Read On 0 comments

Pembayaran Layanan Publik Polri Langsung ke Bank

9:04:00 PM
Senin, 29 Juni 2009 pukul 19:37:00

JAKARTA -- Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri mengatakan, semua pembayaran terkait dengan pelayanan publik yang dilaksanakan oleh Polri akan langsung melalui jasa bank. "Dengan begitu, maka tidak akan ada lagi anggota Polri yang menerima uang dari masyarakat karena semua langsung masuk ke bank," kata Kapolri di Jakarta, Senin.

"Layanan lewat bank ini akan diberlakukan mulai 1 Juli 2009 bersamaan dengan peringatan HUT Bhayangkara," kata Bambang Hendarso. Untuk mewujudkan itu, Polri telah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak antara lain BRI, PT Jasa Raharja, agen tunggal pemegang merk, Bea Cukai dan kalangan industri otomotif.

Pembayaran lewat bank itu diberlakukan untuk seluruh layanan administrasi kendaraan dan yang terkait dengan kendaran misalnya kecelakaan lalu lintas. "Saat ini, kami sudah melatih 1.000 polisi untuk memberikan pelayanan itu," katanya menegaskan.

Dengan pembayaran lewat bank itu, maka Kapolri berharap agar tidak akan ada lagi pungutan tambahan yang dibebankan kepada masyarakat oleh oknum petugas. Ia mengakui, adanya biaya tambahan itu terjadi karena ada interaksi langsung antara masyarakat dengan petugas sehingga jika pembayaran melalui bank maka tidak akan ada lagi interaksi antara masyarakat dengan petugas.

Pembayaran lewat bank ini pernah diuji coba di jajaran Polda Metro Jaya namun hingga kini belum maksimal karena masih ada saja pembayaran yang diterima oleh petugas. ant/ism

http://www.republika.co.id/berita/59239/Pembayaran_Layanan_Publik_Polri_Langsung_ke_Bank
Read On 0 comments

Pemprov Kalsel Tuntut Saham 10 Persen Blok Migas Lelarian

9:00:00 PM
Senin, 29 Juni 2009 15:58 WIB

Penulis: Denny Saputra

BANJARMASIN--MI: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) menuntut kepemilikan saham sebesar 10 persen atas eksploitasi blok minyak dan gas di Pulau Lelarian, Kabupaten Kotabaru.

Itu dikemukakan, Gubernur Kalsel, Rudy Ariffin, Senin (29/6), di Banjarmasin. "Kami tidak ingin perusahaan hanya mengeksploitasi sumber daya alam di daerah, tetapi tidak memberikan kontribusi bagi daerah," katanya. Pihaknya menuntut kepemilikan saham hingga 10 persen dan kontribusi lain dari perusahaan kepada daerah sesuai perundangan berlaku.

"Hal serupa telah kami lakukan pada rencana pembangunan pabrik baja di Kabupaten Tanah Bumbu tetapi dalam bentuk penyertaan modal," tambahnya.

Saat ini sebuah perusahaan perminyakan Pearl Energy Oil Ltd mulai melakukan eksplorasi kandungan minyak di sepanjang gugusan kepulauan, Pulau Lelarian, Kabupaten Kotabaru yang berada dekat selat Makassar.

Dugaan awal kandungan minyak pada blok migas tersebut mencapai 5.000 barel per hari atau lebih besar dari kandungan minyak Blok Ambalat. (DY/OL-04)

http://www.mediaindonesia.com/read/2009/06/06/82605/21/2/Pemprov-Kalsel-Tuntut-Saham-10-Persen-Blok-Migas-Lelarian-
Read On 0 comments

Sosialisasi Keliru Mengenai BLT di Desa Terpencil

8:58:00 PM
Senin, 29 Juni 2009 | 13:07 WIB

Laporan wartawan KOMPAS Kornelis Kewa Ama Khayam

KEFAMENANU, KOMPAS.com - Penilaian warga terpencil di Timor Tengah Utara, Timor Tengah Selatan, dan Kabupaten Belu bahwa petani miskin pun saat ini telah mendapatkan gaji rutin, itu sangat keliru.

Bantuan langsung tunai bukan masuk kategori gaji seperti diterima para PNS, TNI dan Polri. Bantuan langsung tunai (BLT) telah dimanfaatkan pihak tertentu untuk memperdaya masyarakat menjelang Pilpres, 8 Juli 2009. Warga semestinya diberi hak politik untuk memberi pilihannya, bukan digiring untuk memilih calon presiden tertentu.

Direktur Yayasan Peduli Sesama NTT Isidorus Kopong Udak usai mengunjungi masyarakat di Desa Nilulat, Kefamenanu, Senin (29/6) mengatakan, dalam pertemuan dengan warga terpencil di sejumlah tim sukses pasangan calon presiden dan wakil presiden tertentu di Kecamatan di Timor Tengah Utara (TTU), telah merekayasa kebijakan politik pemerintah untuk kepentingan tertentu.

Para petani, peternak dan nelayan di desa desa itu mengatakan, dulu hanya PNS yang dapat gaji, sekarang mereka semua terima gaji rutin, meski hanya Rp 100.000 per bulan.

Meski jumlah gaji kecil, tetapi diterima semua kalangan petani atau warga desa miskin. "Masyarakat harus diajari berdemokrasi secara sehat bukan dengan cara cara yang memperdaya mereka. Biarkan mereka sendiri menjatuhkan pilihannya, dan tidak digiring untuk memilih pasangan calon tertentu," kata Udak.

http://regional.kompas.com/read/xml/2009/06/29/13074298/Sosialisasi.Keliru.Mengenai.BLT.di.Desa.Terpencil
Read On 0 comments

Mulai 1 Juli Pembayaran SSB Dilakukan di ATM BRI

8:56:00 PM
Senin, 29/06/2009 18:08 WIB

Jakarta - Bagi Anda yang akan melakukan pembayaran untuk pelayanan SIM, STNK dan BPKB (SSB) tidak perlu lagi ke kantor Samsat. Mulai 1 Juli, Anda bisa membayarnya melalui ATM BRI terdekat.

"Lauchingnya tanggal 1 Juli sudah bisa dilakukan pembayaran di ATM BRI," ujar Kasubdit Regident Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Teddy Minahasa ketika dihubungi wartawan, Senin (29/6/2009).

Dengan pembayaran melalui ATM akan mengurangi antrean di loket pembayaran. Selain itu, sistem pembayaran seperti ini dapat mengurangi pungli yang selama ini merusak imej polisi lalu lintas.

Pembayarannya sendiri bisa dilakukan di setiap teller dan ATM BRI di mana saja. "Di setiap tempat pelayanan SSB, kami sediakan gerai BRI serta ATM-nya," katanya.

Selain itu, Teddy mengatakan, syarat dan sistem pelayanannya sendiri tidak berubah. "Bedanya hanya cara pembayarannya saja yang dilakukan langsung ke kas negara," kata Teddy.

Namun pada tahap beikutnya, pemohon harus menyerahkan bukti atau struk pembayaran ke petugas. "Penyerahan struknya tinggal datang saja ke Samsat, seperti biasa," tutur Teddy

Sebelumnya, Ditlantas Polda Metro Jaya bekerjasama dengan Bank DKI dalam pembayaran SSB melalui ATM ini. "Mudah-mudah nanti menyusul dengan bank-bank lain," pungkas Teddy.

(mei/sho)

http://www.detiknews.com/read/2009/06/29/180838/1156003/10/mulai-1-juli-pembayaran-ssb-dilakukan-di-atm-bri
Read On 0 comments

Sebanyak 21 Perusahaan Lolos Prakualifikasi Tender Frekuensi

8:52:00 PM
Senin, 29 Juni 2009 | 18:54 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta - Departemen Komunikasi dan Informatika menyatakan 21 perusahaan lolos sebagai peserta tender Broadband Wireless Access (BWA). Sebelumnya ada 22 perusahaan yang mengembalikan dokumen penawaran tender untuk memperebutkan 15 zona dengan 2 blok frekuensi di spektrum 2,3 GHz tersebut.

"Hanya satu perusahaan yang tidak lolos di tahapan prakualifikasi, yaitu PT Giland Teknikatama," kata juru bicara Departemen Komunikasi dan Informatika Gatot S Dewa Broto, dalam rilisnya, Senin (29/6).

Menurut Gatot, Giland Teknikatama gagal mengikuti tahap berikutnya karena izin penyelenggaraannya sudah kadarluarsa. "Izinnya sudah dicabut oleh Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi," ujarnya.

Selanjutnya, Tim Pelaksana Seleksi akan membuka kesempatan kepada berbagai pihak untuk menyampaikan masa sanggah terhadap pengumuman hasil pra kualifikasi tersebut sejak 30 Juni hingga 2 Juli 2009.

Tahap selanjutnya setelah masa sanggah adalah tahap penjelasan pra lelang yang akan dilaksanakan pada 6 Juli mendatang. "Jika tidak ada sanggahan, maka peserta yang lolos dapat mengikuti tahap selanjutnya itu," tutur Gatot.

Sedangkan terhadap peserta yang tidak lolos, Tim Pelaksana Seleksi akan mengembalikan seluruh dokumen pra kualifikasi setelah masa sanggah berakhir.

Tender BWA ini memiliki harga dasar penawaran (reserved price) bagi 15 zona untuk spektrum 2,3GHz sebesar Rp 52,35 miliar. Harga frekuensi termahal berada di zona 4 (Jakarta, Banten , Bogor, Tangerang, dan Bekasi), dengan nilai Rp 15,16 miliar per blok. Sedangkan harga termurah berada di zona 10 (meliputi Maluku dan Maluku Utara), yaitu Rp 45 juta per blok.

WAHYUDIN FAHMI

http://www.tempointeraktif.com/hg/bisnis/2009/06/29/brk,20090629-184377,id.html
Read On 0 comments

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

There was an error in this gadget

Recent Posts