Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke

Kemangi Cegah Radikal Bebas

1:20:00 PM
Rabu, 30 Desember 2009 10:40 WIB

Penulis : Ikarowina Tarigan

KEMANGI tentunya bukan herbal yang asing bagi Anda. Bumbu dapur satu ini banyak digunakan untuk menguatkan aroma makanan. Selain ditambahkan pada berbagai menu masakan, tumbuhan bernutrisi ini juga baik bagi kesehatan.

Kemangi mengandung sederetan flavonid yang membantu melindungi sel-sel dan kromosom dari kerusakan. Studi-studi telah menunjukkan bahwa dua dari flavonoid ini (orientin dan vicenin) berguna dalam melindungi struktur sel dan kromosom dari kerusakan akibat radiasi dan oksigen.

Selain itu, minyak esensial dari kemangi terbukti menghambat pertumbuhan beberapa jenis bakteri termasuk bakteri yang kebal antibiotik. Minyak kemangi telah terbukti menghambat pertumbuhan dan penyebaran staphylococcus, enterococcus, pseudomonas, bakteri e. coli dan jenis lainnya.

Eugenol, yang terkandung dalam minyak kemangi, mempunyai efek antiperadangan dengan cara menghambat enzim cyclooxygenase. Aspirin dan ibuprofen juga bekerja dengan menghambat hormon ini. Jadi, kemangi mempunyai manfaat penyembuh dan bisa meredakan gejala-gejala gangguan peradangan, seperti radang sendi dan peradangan usus.

Kemangi juga kaya vitamin A, yang membantu mencegah kerusakan sel akibat radikal bebas yang mengoksidasi kolesterol di aliran darah (sehingga mencegah penumpukan kolesterol di pembuluh darah).

Selain vitamin A, kemangi juga mengandung magnesium. Mineral esensial ini membantu merilekskan jantung dan pembuluh darah, sehingga memperlancar aliran darah. Nutrisi lain yang bisa Anda dapatkan dengan mengonsumsi kemangi adalah besi, kalsium, kalium, dan vitamin C.

Bagaimana cara menggunakannya? Anda bisa mengonsumsi kemangi sebagai salad atau lalapan segar. Anda juga bisa mencobanya sebagai bahan sup. Gunakan kemangi segar utuh atau yang telah dipotong-potong untuk menambah rasa makan malam Anda. Jika menggunakan kemangi dalam menu masakan, tambahkan di penghujung memasak, sehingga kandungan minyak di dalamnya tidak menguap akibat panas. (OL-08)

http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2009/12/30/1990/9/Kemangi-Cegah-Radikal-Bebas
Read On 0 comments

YLKI: Kriminalitas Perumahan Masih Tinggi

1:18:00 PM
Wednesday, 30 December 2009 08:17

JAKARTA - Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sudaryatmo mengatakan dalam lima tahun terakhir potensi tindak pidana perumahan yang merugikan konsumen masih cukup tinggi. "Banyak kasus di mana konsumen dikriminalisasi," katanya dalam acara Sosialisasi Penerapan Tindak Pidana di Bidang Perumahan dan Permukiman di Jakarta, Selasa (29/12).

Sudaryatmo mengatakan, setidaknya ada lima jenis pelanggaran yang sering dialami oleh konsumen yang masuk kategori pidana. Pertama banyaknya pengembang menjual kavling saja tanpa bangunan. Padahal menurut Undang-Undang Perumahan hal ini dilarang.

Menurut Sudaryatmo, sejak 2008 banyak kasus semacam itu tapi Menteri Perumahan kala itu hanya mengimbau agar pengembang tidak menjual kavling saja padahal ini jelas-jelas pelanggaran. "Apa bedanya pengembang dan spekulan tanah kalau cuma menjual kavling saja," tutur dia.

Persoalan kedua yang sering terjadi konsumen membeli rumah tanpa dokumen perizinan sama sekali. "Lalu kasus berikutnya konsumen sudah melunasi rumahnya namun tak ada bukti kepemilikan karena belum ada pemecahan sertifikat sampai developer-nya (pengembang) keburu bubar," ujar Sudaryatmo.

Masalah keempat yang sering terjadi adalah realisasi fasilitas sosial dan fasilitas umum yang tidak sesuai janji. "Ketika di brosur disebut ada fasilitas pendidikan tapi kenyataannya baru berupa tanah saja," ucapnya. Banyak pengembang juga menyebutkan brosur bukan perjanjian sehingga bisa berubah sewaktu-waktu.

Padahal, menurut Sudaryatmo, hal ini melanggar Pasal 18 Undang-Undang Perlindungan Konsumen. "Pengembang juga bisa merubah secara sepihak. Tadinya dibilang akan bangun kolam pemancingan ternyata tanahnya dijual dan dibangun rumah baru," jelasnya.

Sudaryatmo pun menyoroti banyaknya notaris yang bersedia membuat akta jual beli tanah berikut bangunan, padahal bangunan belum dibangun. Akta ini dibuat sebagai syarat supaya konsumen bisa mengajukan kredit perumahan rakyat (KPR) ke pihak bank. Cara ini justru akan merugikan konsumen.

"Konsumen nantinya harus mencicil KPR tapi rumah tidak ada. Kalau berhenti, bank akan mengenakan penalti," katanya. Kecuali Bank Tabungan Negara, banyak bank yang melakukan hal ini termasuk BTN Syariah.

Sayangnya meski tergolong tindak pidana, tidak ada tindakan hukum yang dilakukan kepolisian terkait hal tersebut. Kepolisian juga sering memberikan perlakuan berbeda. Jika yang melapor konsumen tidak ada tindak lanjut tapi jika pengembang responsnya lebih cepat.
(dat08/tem)

http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=77546:ylki-kriminalitas-perumahan-masih-tinggi-&catid=59:kriminal-a-hukum&Itemid=91
Read On 0 comments

Berupaya Sehat dengan Organik

1:16:00 PM
Senin, 28 Desember 2009 | 14:09 WIB

Hanya Genjer Belum Organik

MAKIN hari, masyarakat makin peduli bagaimana hidup sehat. Menyadari kesehatan adalah investasi jangka panjang, banyak orang mulai menerapkan gaya hidup sehat dalam kesehariannya, terutama dalam hal memilih apa yang dimakan. Tren mengonsumsi makanan organik pun terus meningkat.

Tak banyak restoran yang menyediakan makanan organik. Dari yang sedikit itu, Warung Daun bisa disebut sebagai salah satu pelopor. Sejak tahun 2004, Warung Daun sudah menyediakan makanan organik.

Restoran itu kini berada di tiga tempat elit di Jakarta, yakni Jalan Wolter Monginsidi, Jalan Pakubuwono (keduanya di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan), dan Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat. Memang tidak melulu makanan organik yang disajikan, ada juga yang nonorganik. Konsumen bisa memilih karena ada tandanya, mana yang organik dan nonorganik.

“Dari beras hingga sayur-sayuran, kecuali genjer, sudah organik. Genjer tidak bisa organik karena hidup di rawa, sulit untuk membersihkan dari pestisida atau limbah. Sayuran lainnya sudah organik,” kata pemilik Warung Daun, Hariyanto Prayitno (52), yang ditemui Warta Kota, belum lama ini.

Perkenalannya dengan makanan organik diawali dengan pengalaman sendiri yang mengkonsumsi makanan organik di rumah. Tahun 1990-an, ia menderita sakit tenggorokan karena syarafnya ada yang terjepit. Untuk mengurangi sakitnya, dokter menyarankan agar mengonsumsi makanan organik.

Maka ketika membuka restoran pun, akhirnya Hariyanto memilih makanan organik. Maksusnya agar kesadaran masyarakat akan lingkungan semakin tinggi.

Untuk mendapatkan pasokan bahan pangan yang benar-benar organik, Hariyanto mendapatkan dari suplier yang memang benar-benar bercocok tanam secara organik. Untuk sayuran ia mendapatkan dari pelopor pertanian organik di Indonesia, yakni Romo Agatho, serta Pak Leo yang berada di Cisarua. Sedangkan beras didatangkan dari Sragen.

Hariyanto sebenarnya membuka Warung Daun sejak tahun 2003, namun ‘warung’ itu baru benar-benar menyediakan makanan organik sejak tahun 2004. “Restoran harus punya ciri khas, dan saya lihat, produk seperti ini belum ada,” kata mantan karyawan Pupuk Kaltim yang mengundurkan diri di usia 42 tahun karena ingin punya usaha sendiri tersebut.

Namun yang diandalkan Warung Daun bukan hanya keorganikannya, soal rasa juga menjadi fokus. “Kebanyakan yang datang saya lihat karena kelezatannya bukan karena organik. Yang benar-benar maniak organik paling-paling 20 persen saja,” ujarnya. (lis)

http://www.wartakota.co.id/read/kuliner/18839
Read On 0 comments

Kulit Delima Obati Infeksi

1:15:00 PM
Selasa, 29 Desember 2009 - 17:41 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Tak hanya buahnya saja yang dapat kita manfaatkan, kulit buah delima pun rupanya dapat digunakan untuk memerangi infeksi termasuk yang disebabkan bakteri methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) yang sangat berbahaya bagi tubuh kita.

Seperti yang dilansir dari Daily Mail, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Universitas Kingston, di Inggris, menyatakan bahwa kemampuan kulit buah delima melawan infeksi semakin meningkat apabila dicampur dengan vitamin C dan garam logam.

Peneliti telah menciptakan salep oles untuk menangani infeksi dengan memanfaatkan bahan-bahan alami yang terkandung dalam kulit buah delima.

“Kami sudah mengembangkan salep oles yang berhasil menyerang mikroba-mikroba tahan obat. Ini sebuah terobosan dan sebuah contoh keefektifan dari menambahkan komponen lain untuk menciptakan produk yang lebih aktif,” jelas ketua penelitian, Profesor Declan Naughton.

Eksperimen Naughton dkk, menemukan percampuran antara kulit buah delima dan garam logam adalah kombinasi paling ampuh untuk mengatasi MRSA.

Bahkan jika kedua bahan itu ditambah vitamin C, akan menghasilkan obat yang efektif untuk melawan jenis-jenis infeksi lainnya.

Naughton berharap bahwa penemuan produk alami ini akan mengurangi efek samping dari pengunaan obat kimia berlebih yang digunakan untuk melawan infeksi. (mega/B)

http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2009/12/29/kulit-delima-obati-infeksi
Read On 0 comments

Efek Samping Pil KB

1:14:00 PM
Rabu, 30 Desember 2009, 08:51 WIB

Kondisi ini biasanya muncul pada saat awal Anda mengonsumsinya.

Petti Lubis

VIVAnews- Banyak wanita tidak mengalami masalah berarti dengan pil KB. Namun, mencegah kehamilan dengan pil kontrasepsi memang ada efek sampingnya. Menurut Feminist Women’s Health Center dalam www.health.invillage.com, efek samping itu muncul terutama ketika tubuh masih beradaptasi dengan perubahan hormon pada saat-saat awal mengonsumsinya.


Efek samping yang biasa menyertai konsumsi pil KB meliputi:
• Perdarahan atau timbul bercak-bercak darah di pertengahan periode menstruasi
• Meriang
• Payudara melunak
• Peningkatan berat badan karena air
• Bercak-bercak hitam di kulit
• Suasana hati kurang stabil (moody)

Namun, biasanya gejala tersebut akan lenyap dalam dua atau tiga siklus haid. Jika tidak hilang juga, segera periksakan ke dokter. Mungkin Anda perlu mengganti alat kontrasepsi yang lebih sesuai dengan kondisi tubuh.
• VIVAnews

http://kosmo.vivanews.com/news/read/117092-efek_samping_pil_kb
Read On 0 comments

Polisi "Sweeping" Salon Kecantikan

1:12:00 PM
Rabu, 30 Desember 2009 | 07:03 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com — Pascapenangkapan "dokter" silikon, Warsono alias Harista alias Mami Har, anggota Reskrim Idik IV (Tipiter) Polwiltabes Surabaya menggelar sweeping salon kecantikan di beberapa wilayah setempat.

Diduga masih banyak salon yang menyediakan jasa penyuntikan silikon yang dilakukan pemilik salon. Di wilayah Sukolilo diketahui ada sekitar tiga salon kecantikan yang menyediakan jasa mempermak wajah. Di mana tepatnya lokasi tersebut, penyidik enggan menyebutkan karena masih dalam pengembangan.

“Jangan disebutkan, itu masih kami selidiki,” kata Kasat Reskrim Polwiltabes Surabaya AKBP Susanto didampingi Kanit Idik IV AKP Slamet Hariyanto, Selasa (29/12/2009).

Polisi tidak hanya mengobok-obok daerah Sukolilo. Mereka juga merazia wilayah Surabaya timur, utara, selatan, Tanjung Perak, Sidoarjo, dan Gresik. Penyisiran dilakukan agar masyarakat tidak menggunakan silikon untuk memermak wajahnya. Ini mengingat, silikon cair itu bisa menimbulkan penyakit kanker.

“Masyarakat jangan sampai terpengaruh dengan hal-hal yang begitu. Efeknya kan ke tubuhnya sendiri,” kata AKP Slamet.

Ia mencontohkan Mami Har. Dia adalah korban suntik silikon yang dilakukan oleh temannya. Wajahnya rusak, pipi, hidung, dan dagunya membesar. Matanya tertarik ke bawah hingga kelihatan sayu. “Syukuri saja apa yang diberikan Allah,” ungkapnya.

Kapolwiltabes Surabaya Kombes Drs Ike Edwin mendukung upaya anak buahnya karena penyuntikan silikon bisa membahayakan tubuh si penderita, misalnya terkena kanker. “Waktu saya menjadi Kasat Reskrim Polwiltabes, pernah mengungkap. Kalau tidak salah yang pertama kali,” katanya.

Sewaktu menangani korban suntik silikon, Ike Edwin mengaku kasihan karena wajahnya tidak semulus dulu lagi. Ada yang dekat matanya sampai benjol dan hidungnya ada yang membesar. “Tidak hanya masyarakat umum yang menggunakan suntik silikon. Istri polisi juga ada yang menyuntikkan di dagu. Katanya biar cantik, biar dagunya seperti perut tawon,” tuturnya kepada Surya.

Seperti diwartakan sebelumnya, Mami Har ditangkap anggota Reskrim Idik IV saat menyuntikkan silikon di hidung pasien bernama Ida di salonnya Jalan Klampis Semalang III. Sesuai pengakuan tersangka, silikon itu diperoleh dari temannya sesama waria di Jakarta. Silikon sebanyak 50 cc itu dibeli Rp 400.000 dan disuntikkan lagi kepada pasien dengan spet kecil, Rp 150.000. (MIF)

http://regional.kompas.com/read/xml/2009/12/30/07032783/polisi.quotsweepingquot.salon.kecantikan
Read On 0 comments

Seorang Ibu Tertahan di Rumah Sakit Usai Bersalin

1:11:00 PM
Rabu, 30 Desember 2009 00:02 WIB

Metrotvnews.com, Ciamis: Seorang ibu yang telah dua pekan melahirkan di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, tak diperbolehkan pulang. Pasalnya, ia tak mampu melunasi biaya persalinan sebesar Rp 4 juta.

Kepala Ruang Kebidanan RSUD Ciamis Tetin, Selasa (29/12), mengatakan penahanan sesuai prosedur. Apalagi sebelumnya pihak rumah sakit sudah menyarankan keluarga pasien mengurus surat keterangan miskin dan meminta bantuan dinas sosial.

Sementara sang ibu, Eka Febriyanti, dan bayinya yang bernama Arya Zaki Pratama, hanya bisa pasrah. Eka mengaku tak dapat berbuat apa-apa untuk memenuhi kewajibannya itu. Ia berharap, ada seseorang yang dapat membantunya.(***)

http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newscatvideo/sosbud/2009/12/30/96896/Seorang-Ibu-Tertahan-di-Rumah-Sakit-Usai-Bersalin
Read On 0 comments

Obati Wasir dengan Lima Bahan Alami

1:09:00 PM
Selasa, 17 November 2009 15:00 WIB

Penulis : Ikarowina Tarigan

WASIR atau ambeien penyakit yang ditandai dengan munculnya gumpalan atau pembengkakan di sekitar anus yang memicu rasa sakit bisa disembuhkan secara alami.

Penyakit wasir, biasanya diserati dengan gejala-gejala perdarahan di penghujung buang air, perasaan penuh dan rasa ingin buang air meskipun tidak ada kotoran, rasa sakit akut, gatal, serta iritasi di sekitar anus. Kondisi ini seringkali membuat penderita kesulitan duduk dan berjongkok. Bagaimana cara mengatasinya? Anda bisa menggunakan obat yang diresepkan dokter. Selain itu, Anda juga bisa mempercepat penyembuhan dengan mencoba beberapa pengobatan alami berikut.

Serat. Serat menunjukkan efek positif yang konsisten dalam meredakan gejala-gejala wasir dan perdarahan. Serat bisa melembutkan kotoran dan meningkatkan volumenya, sehingga membantu mengurangi regangan. Tujuh percobaan dengan total 378 partisipan menemukan bahwa serat memperbaiki berbagai gejala termasuk gatal, ketidaknyamanan, dan rasa sakit.

Bagaimana cara mendapatkan serat? Anda bisa mencoba berbagai cara. Mulailah dengan mengonsumsi makanan kaya serat, seperti whole grain dan sayur-sayuran. Selain itu, Anda juga bisa mencoba psyllium (suplemen tepung serat). Caranya, larutkan 1 sendok teh tepung psyllium ke dalam segelas air, minum dan selanjutnya diikuti dengan segelas air putih lagi.

Pilihan lainnya adalah dengan mengonsumsi biji rami yang telah dihaluskan. Tapi, apa pun sumber serat yang Anda gunakan, pastikan minum air yang cukup. Minum serat dalam keadaan kurang air justru akan memperburuk masalah konstipasi.

Bioflavonoids. Bioflavonoid merupakan jenis komponen tumbuhan yang diyakini bekerja menstabilkan dan menguatkan dinding pembuluh darah dan mengurangi peradangan. Komponen ini terbukti bisa mengurangi rasa tidak nyaman dan rasa sakit pada anus, serta mengurangi pengeluaran kotoran selama serangan wasir akut. Selain itu, efek samping penggunaan zat tumbuhan ini tergolong ringan dan jarang, sehingga cocok digunakan untuk mengatasi wasir pada kehamilan. Bioflavonoid ini bisa ditemukan pada buah sitrus.

Lidah buaya. Oleskan gel lidah buaya langsung ke anus. Cara ini dinyatakan bisa meredakan rasa sakit dan meredakan sensasi terbakar.

Oleskan salep kemenyan atau salep kayu ek. Cara ini juga dinyatakan efektif meredakan rasa sakit pada wasir.

Peterseli dan daun anggur merah. Untuk meredakan wasir, cobalah menggunakan kedua tanaman alami ini, baik dalam bentuk teh atau dikonsumsi dalam bentuk kapsul. (OL-08)

http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2009/11/17/1834/11/Obati-Wasir-dengan-Lima-Bahan-Alami
Read On 0 comments

Tidak Ada Perlindungan dalam Tingkat Kepuasan Konsumen

1:08:00 PM
Minggu, 28 Desember 2008 - 18:04 wib

JAKARTA - Stigma konsumen masih menjadi korban dari mata rantai ekonomi kapitalis ternyata masih menemui kesesuaiannya di dunia nyata.

Hal itu bisa terlihat dari belum membaiknya tingkat kepuasan konsumen yang terefleksikan dari jumlah pengaduan konsumen yang masuk ke Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).

Menurut ketua YLKI, Husna Zahir, hingga pertengahan Desember ini, pihaknya telah menerima lebih kurang 450 pengaduan masyarakat. Jumlah tersebut ternyata tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya.

"Jika dirata-rata, kira-kira dalam sebulan, YLKI bisa menerima 40-50 pengaduan via surat maupun datang langsung. Variannya tidak terlalu jauh beda dengan tahun lalu," ucapnya saat dihubungi okezone, di Jakarta, Minggu (28/12/2008).

Menurutnya, jumlah tersebut sebenarnya bisa membengkak, jika memasukkan pengaduan masyarakat yang disampaikan lewat telepon. Sayangnya, YLKI tidak memiliki data lengkap mengenai hal tersebut.

"Masyarakat yang mengadu lewat telepon juga cukup tinggi. Kebanyakan sih baru sebatas minta saran-saran awal," tukasnya.

Dari sekira 450 pengaduan tersebut, menurut Husna, hanya sekira 70 persen yang ditindak lanjuti YLKI. Itu dikarenakan, ada sejumlah pengaduan yang sifatnya hanya tembusan.

Artinya, selain mengirim surat ke YLKI, si konsumen yang merasa dirugikan tersebut juga meminta penjelasan langsung kepada produsen yang dinilainya merugikan. "Si konsumen langsung menindaklanjutinya sendiri," ucapnya.

Menurut Husna, mengenai intensitas pengaduan masyarakat tersebut paling terasa pada saat memasuki penghujung tahun 2008.

Hal tersebut disebabkan karena persoalan-persoalan kebutuhan dasar masyarakat yang masih belum sempurna diberikan pemerintah.

Sementara, berbicara kebutuhan dasar berarti harus mememuhi tiga hal penting, yakni ketersediaan pasokan, kemudahan mendapatkan dan harga yang terjangkau.

"Akhir-akhir ini persoalan kebutuhan pokok terombang-ambing, termasuk didalamnya kasus kebutuhan masyarakat akan elpiji yang ternyata menemui kelangkaan di pasaran," ujar Husna.

Selain elpiji, lanjutnya, masyarakat juga masih merasakan dampak ikutan dari kenaikan harga BBM bersubsidi sekira 28,7 persen pada Juni 2008, berupa kenaikan sejumlah kebutuhan pokok dan tarif angkutan. Padahal, pemerintah sudah menurunkan harga BBM sebanyak dua kali pada Desember ini.

"Penurunan itu baru terasa bagi yang punya kendaraan pribadi saja. Sementara yang naik angkot belum merasakan penurunan harga BBM tersebut," ucap Husna.

Sementara itu, menurut pengurus harian YLKI lainnya, Indah Sukmaningsih, tahun ini, pemerintah masih memiliki rapor merah dalam hal perlindungan konsumen. Pasalnya, langkah-langkah pemerintah di tahun 2008 ini menunjukan banyak kemunduran.

"Negara ini selalu bilang memiliki rencana, tetapi rencananya tidak pernah berlangsung dengan sukses," ucapnya saat dihubungi secara terpisah.

Lebih lanjut, Indah menjelaskan, bahwa kemunduran pemerintah tersebut terlihat sejumlah kasus, seperti penggolongan tariff PDAM, dan impor jeroan.

Dalam masalah penyediaan air bersih, pemerintah memberlakukan tarif yang berbeda dengan diberlakukannya penggolongan tarif. Sehingga ada yang harus membayar lebih mahal hingga 400 persen. Ditambah lagi, perbedaan tarif tersebut ternyata tidak memengaruhi kualitas dan debit air.

"Bappenas dan PU pun merencanakan akan membangun 10 juta pipa sambungan. Tapi sejak Indonesia merdeka sampai sekarang pipa baru ada dua juta sambungan saja," ujarnya.

Kemunduran pemerintah tersebut diperparah lagi dengan impor jeroan yang dilakukan oleh menteri pertanian. Menurut Indah, ini adalah kali pertama pemerintah melakukan impor jeroan.

"Sejak Indonesia merdeka, baru kali ini presiden memperbolehkan menteri pertanian mengimpor jeroan, yang dianggap oleh negara luar itu sampah yang diimpor hanya untuk kepentingan bisnis. Dan rakyat yang disuruh mengkonsumsinya," pungkasnya.(ade)

http://economy.okezone.com/index.php/read/2008/12/28/277/177566/tidak-ada-perlindungan-dalam-tingkat-kepuasan-konsumen
Read On 0 comments

Lima Cara Alami Usir Morning Sickness

1:05:00 PM
Selasa, 29 Desember 2009 11:45 WIB

Penulis : Ikarowina Tarigan

SEBAGIAN besar perempuan hamil mengalami morning sickness, gejala mual muntah selama kehamilan. Diperkirakan sekitar 50-80 persen perempuan hamil mengalami mual, kadang-kadang muntah selama kehamilan. Meskipun mual umumnya lebih terasa di pagi hari, banyak juga perempuan yang mengalaminya sepanjang hari.

Untuk membantu Anda mengatasi gangguan ini, berikut beberapa cara sederhana yang bisa menjadi pilihan Anda:

Diet

Pola diet berikut dinyatakan membantu meredakan morning sickness:

Makan lebih sering dengan porsi yang lebih kecil, sehingga Anda tidak pernah merasa terlalu lapar atau terlalu kenyang

Hindari makanan berlemak atau makanan yang digoreng

Pastikan menempatkan crackers, roti, sereal atau makanan tawar lainnya tidak jauh dari jangkauan Anda. Cobalah makan beberapa crackers sebelum turun dari tempat tidur di pagi hari

Kenali semua makanan pemicu mual dan muntah Anda dan berusahalah untuk mengindarinya

Pastikan memperbanyak asupan air, khususnya saat Anda telah muntah. Cobalah minum di selang waktu makan, bukan pada saat makan. Cara ini dilaporkan efektif pada beberapa perempuan.

Akupunktur

Cara ini dinyatakan efektif oleh sebuah studi yang mempelajari 88 perempuan hamil dengan hyperemesis (bentuk morning sickness akut). Dalam studi ini, para partisipan diberikan obat anti mual bernama metoclopramide atau menjalani 4 kali dalam 2 minggu, ditambah akupresur. Kedua cara ini dinyatakan efektif mengurangi keparahan mual dan muntah. Menurut studi, akupunktur lebih efektif dibandingkan obat dalam meningkatkan fungsi psikososial.

Gelang tangan akupresur

Gelang tangan akupresur bekerja dengan menstimulasi titik akupunktur yang dikenal dengan pericardium 6 (yang dalam sisitem pengobatan tradisional China diyakini meredakan mual).

Jahe

Jahe umum digunakan untuk mengatasi morning sickness. Empat percobaan klinis mendukung penggunaan jahe. Dalam studi, para partisipan dianjurkan mengonsumsi total 1 gram jahe per hari, dengan dosis dibagi 2, selama 3 minggu. Jumlah ini setara dengan setengah sendok teh jahe dikonsumsi 4 kali sehari. Jahe bisa dikonsumsi dalam bentuk teh dengan cara menyeduh jahe dalam air panas selama 5 menit.

Minyak peppermint

Aroma minyak peppermint bisa membantu meredakan perut mual. Isilah satu mangkuk besar dengan air panas. Masukkan 2 tetes minyak peppermint dan letakkan di atas meja di dekat tempat tidur Anda. Pastikan area tersebut aman sehingga tidak ada risiko air akan tumpah. (OL-08)

http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2009/12/29/1988/11/Lima-Cara-Alami-Usir-Morning-Sickness
Read On 0 comments

Mulai 1 Januari 2010, Dilarang Gesek Kartu Kredit

1:03:00 PM
Selasa, 29 Desember 2009 | 17:31 WIB

Kompas/Lucky Pransiska

JAKARTA, KOMPAS.com - Bagi Anda para pengguna kartu kredit, mulai tanggal 1 Januari 2010 jangan lagi coba-coba menggesek kartu kredit Anda untuk melakukan transaksi pembayaran. Mengapa? Karena mulai 1 Januari 2010 nanti, Bank Indonesia (BI) mengeluarkan kebijakan baru yang tidak memungkinkan hal tersebut dilakukan.

Mulai 1 Januari 2010, BI mulai menerapkan kartu kredit menggunakan chip secara menyeluruh untuk menggantikan kartu kredit magnetik yang dipakai selama ini. Berbeda dengan kartu kredit biasa yang digunakan dengan cara digesekkan ke mesin pembayaran, kartu kredit ber-chip digunakan dengan cara memasukkan bagian chip yang terdapat pada kartu ke dalam lubang chip yang nantinya akan tersedia pada tiap mesin pembayaran yang ada.

Oleh karena itu, mulai 1 Januari nanti dapat dipastikan Anda para pengguna kartu kredit sudah tidak bisa lagi bertransaksi dengan cara menggesek. Hal ini juga ditegaskan oleh Deputi Direktur Direktorat Akunting dan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Y.F. Sri Suparni di hadapan para wartawan dalam konferensi pers yang digelar di Bank Indonesia, hari ini, Selasa (29/12/2009).

"Kartu kredit ber-chip akan mulai diimplementasikan pada 1 Januari 2010 besok. Jadi, perlu diingatkan bagi para pengguna kartu kredit mulai 1 Januari nanti sistem transaksi pembayaran sudah tidak lagi di-swipe atau digesek seperti sebelumnya, tetapi di-dip. Kalau masih ada transaksi yang dilakukan dengan cara digesek tentu sudah tidak bisa, mesinnya tidak mungkin berjalan," ujarnya.

Untuk mengimplementasikan kebijakan baru tersebut pada awal 2010, BI sudah mempersiapkan sejak lama. BI sudah mengkoordinasikan sejumlah prinsipal atau penerbit kartu yang ada di Indonesia untuk memproduksi kartu kredit ber-chip dan dapat dipastikan taun depan tiap nasabah sudah bisa memiliki kartu kredit keluaran baru tersebut. Dengan adanya kartu kredit ber-chip ini diharapkan setiap nasabah dapat bertransaksi secara lebih aman.

Menurut Sri Suparni, dengan kartu jenis ini, resiko terkena kejahatan kartu kredit seperti yang selama ini banyak dialami para pengguna kartu kredit, dijamin akan jauh lebih kecil dibandingkan menggunakan kartu kredit biasa. "Dengan kartu kredit ini, peluang terjadinya modus kejahatan kartu kredit, seperti pemalsuan aplikasi, id card palsu, akan terminimalisir. Jadi, dengan kartu ini keamanan nasabah akan lebih terjamin," katanya.

C20-09

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/12/29/17312710/mulai.1.januari.2010.dilarang.gesek.kartu.kredit
Read On 0 comments

Waspadai, Perdagangan Orang Berkedok Pengiriman TKI

1:01:00 PM
Rabu, 30 Desember 2009 11:26 WIB

JAKARTA--MI: Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) Agung Laksono mengatakan bahwa salah satu modus operandi perdagangan orang adalah melalui pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) ke luar negeri.

Menurut Menkokesra Agung Laksono di Jakarta, Rabu (30/12), perempuan dan anak merupakan kelompok yang paling banyak menjadi korban dengan berbagai modus operandi. Bahkan, ia menyatakan, hampir separuh penempatan TKI terindikasi kuat kasus perdagangan orang karena tidak melalui mekanisme imigrasi yang aman.

Menurut mantan Ketua DPR itu, korban yang diperdagangkan tidak hanya semata-mata untuk tujuan eksploitasi pelacuran tapi dalam bentuk lain seperti kerja paksa atau perbudakan. Menyikapi hal tersebut, pemerintah telah bertekad untuk memerangi tindak pidana perdagangan orang dan eksploitasi seksual anak. Pasalnya, dampak dari kejahatan kemanusiaan ini dapat merugikan kaum perempuan sebagai ibu bangsa dan anak sebagai generasi penerus.

"Dengan demikian, pemerintah pusat dan daerah sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing berupaya untuk dapat memajukan, menegakkan, memenuhi, serta melindungi hak-hak warganya khususnya perempuan dan anak," katanya. Pemerintah berupaya agar mampu memberikan kecukupan pangan, pendidikan, kesehatan, dan rasa aman bagi ibu dan anak.

Sementara itu, data Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI (Bareskrim Polri) mencatat kasus perdagangan orang sepanjang lima tahun terakhir tercatat sebanyak 607 kasus dengan melibatkan pelaku sebanyak 857 orang, korban dewasa sebanyak 1.570 orang (76,4 %), dan 485 (23,6 %) anak. (Ant/OL-04)

http://www.mediaindonesia.com/read/2009/12/30/114263/92/14/Waspadai-Perdagangan-Orang-Berkedok-Pengiriman-TKI-
Read On 0 comments

Disperindagkop belum Temukan Tabung Bermasalah

1:00:00 PM
30 December 2009, 10:49

Soal Isi Tabung Gas Berkurang


BANDA ACEH - Tim pemeriksa dari Dinas Perindustrian, Perdagangan,Koperasi (Disperindagkop) dan UKM Aceh, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) kemarin belum menemukan tabung elpiji yang bermasalah. Sidak tersebut dilakukan dalam rangka menindaklanjuti keluhan masyarakat tentang adanya dugaan isi tabung gas elpiji yang berkurang. Sidak dilakukan di dua lokasi di Aceh Besar, yaitu di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Lambaro dan lima toko di Indrapuri. Kepala Dinas Perindagkop, dan UKM Aceh, Cipta Hunai, mengatakan, pemeriksaan tabung elpiji akan terus dilakukan di tempat-tempat lain.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Metrologi Disperindagkop dan UKM Aceh, Drs Ridwan Ismail MM, menjelaskan, pemeriksaan dilakukan pada 32 tabung yang diambil secara acak dari SPBE Lambaro dan lima toko di Indrapuri. Beberapa tabung elpiji yang sudah dinaikkan ke truk dan siap diantarkan ke agen juga diturunkan untuk diperiksa beratnya. “10 orang yang tergabung dalam tim pemeriksaan ini membawa satu unit timbangan standar eletronik, dan telah menimbang 32 tabung elpiji isi 12 kilogram. Ada beberapa tabung yang kurang beratnya, namun masih dalam batas toleransi, maksimal 150 gram per tabung. Banyak juga yang berlebih beratnya namun juga masih dalam batas toleransi, tidak ditemukan tabung yang beratnya benar-benar tepat 15 kilogram,” papar Ridwan.

Dikatakan, di setiap toko yang mereka kunjungi tampak tersedia timbangan yang bisa digunakan untuk mengetahui berat tabung elpiji. “Tapi di mobil yang mengantarkan elpiji ke rumah-rumah, tidak ada yang membawa timbangan. Seharusnya mobil-mobil ini juga membawa timbangan dan memperlihatkan kepada konsumen bahwa berat tabung elpiji yang diturunkan sudah sesuai. Hal inilah yang belum dijalankan penyalur elpiji,” ujarnya. Ridwan menyampaikan, pihak SPBE Lambaro mengharapkan pihak Disperindagkop dan UKM Aceh segera menggelar pertemuan dan koordinasi dengan Pertamina dan SPBE untuk membahas masalah tabung elpiji yang isinya berkurang dari yang seharusnya. “Saran dari pihak SPBE akan segera segera kita tindaklanjuti,” kata dia.(ami)

http://www.serambinews.com/news/view/20775/disperindagkop-belum-temukan-tabung-bermasalah
Read On 0 comments

Kartika Air Berhenti Terbang ke Ternate

12:56:00 PM
Rabu, 30 Desember 2009 10:19 WIB

Metrotvnews.com, Ternate: Maskapai penerbangan Kartika Air menghentikan sementara penerbangan dari Jakarta ke Ternate, Maluku Utara (Malut) meski baru memulai pelayanan 26 Oktober 2009. Rabu (30/12), General Sales Agent (GSA) Kartika Air di Ternate, Ilham Tjan mengatakan penghentian ini karena semakin banyaknya perusahaan penerbangan yang membuka rute ke Ternate.

Kartika Air sebenarnya telah menghentikan penerbangan ke Ternate sejak November 2009. Tapi saat itu alasannya untuk perawatan rutin pesawat dan menjadwalkan akan kembali melakukan penerbangan pada 18 Desember 2009. "Tapi karena saat itu ada maskapai penerbangan lain yakni Sriwijaya Air yang mulai membuka rute penerbangan dari Jakarta ke Ternate, maka Kartika Air memutuskan untuk menghentikan sementara penerbangannya ke Ternate," ujar Ilham.

Kartika Air akan melihat perkembangan penumpang dari dan ke Ternate pada 2010. Kalau mobilitas penumpang tetap tinggi, Kartika Air akan kembali melakukan penerbangan ke Ternate. Dengan terhentinya penerbangan Kartika Air ke Ternate maka saat ini sisa tujuh maskapai penerbangan yang melayani penerbangan dari dan ke Ternate, yakni Merpati, Ekspres Air, Batavia Air, Lion Air, Wings Air, Trigana Air dan Sriwijaya Air.

Sejumlah kalangan di Ternate menyayangkan penghentian penerbangan Kartika Air. Apalagi, kalau alasannya masalah jumlah penumpang, karena jumlah penumpang pesawat udara dari dan ke Ternate tetap tinggi. "Sesuai data dari Departemen Perhubungan, jumlah penumpang pesawat dari dan ke Ternate setiap tahun meningkat rata-rata 15 persen. Ini merupakan peningkatan tertinggi dari seluruh daerah di Indonesia," ujar anggota DPRD Malut Rusmin Latara.

Oleh karena itu, manajemen Kartika Air diharapkan kembali melakukan penerbangan ke Ternate. Bahkan, kalau memungkinkan rute yang dilayani diperluas terutama ke wilayah Indonesia Timur seperti Papua karena penerbangan langsung dari Ternate ke Papua belum ada. Ia menambahkan, dengan semakin banyaknya maskapai penerbangan yang melakukan penerbangan ke Ternate, akan menguntungkan masyarakat setempat. Terutama dari segi harga tiket pesawat. Maskapai penerbangan tidak akan berani lagi menetapkan harga tiket pesawat terlalu mahal.

Dulu ketika maskapai penerbangan yang melakukan penerbangan dari dan ke Ternate hanya sedikit, maskapai penerbangan seenaknya menetapkan harga tiket. Untuk Ternate-Jakarta misalnya mencapai Rp 2 juta ke atas, sekarang ketika maskapai penerbangan sudah banyak harga tiket pada rute itu hanya berkisar Rp1 juta-Rp1,5 juta.(Ant/BEY)

http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/news/2009/12/30/8029/Kartika-Air-Berhenti-Terbang-ke-Ternate
Read On 0 comments

Melalui Perbaikan Infrastuktur 2010, PDAM Tingkatkan Pelayanan

12:54:00 PM
Senin, 28-12-09 | 12:00

MAKASSAR -- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar akan meningkatkan pelayanannya pada 2010 mendatang. Rencana dan upaya peningkatan pelayanan yang akan dilakukan PDAM yang menjadi agenda adalah perbaikan infrastruktur.

Khususnya pada peningkatakan kapasitas produksi air bersih untuk peningkatan supply air bersih pada wilayah Utara dan Timur Kota Makassar yang sering mengalami gangguan distribusi air pada musim kemarau.

Humas PDAM Kota Makassar, Jufri Sakka melalui rilisnya ke media, 27 Desember 2009, mengatakan, pada 2010 mendatang, PDAM Kota Makassar telah mengagendakan pembenahan insfrastruktur daerah Timur dan Utara, khususnya air bersih dengan pemasangan pipa transmisi diameter 350 mm yang mengambil sumber air dari IPA IV Maccini Sombala.

Pipa-pipa tersebut akan dipasang melalui Pantai Losari, Jalan Sulawesi dan beberapa wilayah lain sepanjang kurang lebih 7 Km. "Dengan adanya jaringan pipa yang baru ini, maka permasalahan air bersih pada daerah Utara Kota Makassar akan teratasi oleh supply air dari IPA II Panaikang akan terfokus melayani daerah Timur kota dan akan ditambah dengan supply air dari IPA V Somba Opu," kata Jufri.

Selain pembenahan infrastruktur, manajemen PDAM Kota Makassar juga akan mengadakan perampingan terhadap struktur organisasi khusunya pada unit pelayanan menjadi Empat kantor unit pelayanan atau disebut PDAM Kota Makassar kantor cabang Timur, Utara, Barat, dan Selatan.

"Kantor cabang itu akan melayani permasalahan pelanggan, termasuk pemasangan baru, pelayanan gangguan pada wilayah-wilayah yang masuk dalam zona pelayanan keempat cabang tersebut. Hal itu dimaksudkan sebagai upaya untuk menekan tingginya biaya operasional PDAM Kota Makassar yang terjadi pada ke-12 kantor unit pelayanan," terangnya.

Perampingan struktur dari 12 kantor unit pelayanan menjadi Empat kantor cabang, tentu akan memperluas wilayah kerja dari setiap kantor cabang. Untuk itu, PDAM Kota Makassar pada 2010 tetap berkomitmen akan perbaikan dan peningkatan pelayanan kepada pelanggan yang lebih pro aktif, terutama dalam hal pelayanan gangguan pelayanan dan pemasangan baru.

PDAM Kota Makassar juga akan menambah Zona Air Minum Prima (ZAMP) pada daerah-daerah tertentu yang didukung oleh infrastruktur yang memadai untuk zona tersebut, sehingga peningkatan pelayanan akan terasa langsung kepada pelanggan.Sedangkan untuk hutang pokok PDAM Kota Makassar pada 2009 sebanyak Rp160 miliar yang merupakan beban hutang sejak 1987 hingga 2003 dan sudah terbayar senilai Rp14 miliar. Serta pada 2010 jajaran manajemen PDAM Kota Makassar tetap diprogramkan secara bertahap sebagai kewajiban. (hafsah-upks)

http://www.fajar.co.id/index.php?option=news&id=77348
Read On 0 comments

Pentingnya Menjalani Cek Kesehatan Pranikah

12:53:00 PM
Rabu, 30/12/2009 | 10:21 WIB

Bila merasa telah menjalankan hidup sehat, tes kesehatan pranikah tidak perlu dilakukan.

KOMPAS.com - Menikah adalah momen penting dalam kehidupan manusia. Untuk itu, banyak yang perlu dipersiapkan, termasuk soal pemeriksaan kesehatan. Apa sajakah yang harus diperiksakan?

Menurut dr Ekarini, SpOG, dokter spesialis kandungan RS St. Carolus, penting atau tidaknya menjalani tes pranikah tergantung kondisi dan kebutuhan Anda dan pasangan. Sebetulnya, bila merasa telah menjalankan hidup sehat, tes kesehatan pranikah tidak perlu dilakukan. Namun, bila mewarisi penyakit keturunan yang mungkin berbahaya, ada baiknya tes tersebut dijalani untuk memutuskan tindakan penanggulangannya.

Cek darah
Ini tes kesehatan pranikah yang paling penting. Pemeriksaan ini berguna untuk melihat adanya kelainan-kelainan yang berpotensi buruk, seperti:

* Perbedaan rhesus
Rhesus adalah sebuah penggolongan atas ada atau tiadanya substansi antigen-D pada darah. Rhesus positif berarti ditemukan antigen-D dalam darah dan rhesus negatif berarti tidak ada antigen-D. Umumnya, bangsa Asia memiliki rhesus positif, sedangkan masyarakat Eropa ber-rhesus negatif.

Terkadang, suami istri tidak tahu rhesus darah pasangannya, padahal perbedaan rhesus bisa memengaruhi kualitas keturunan. Jika seorang perempuan rhesus negatif menikah dengan laki-laki rhesus positif, bayi pertama mereka memiliki kemungkinan ber-rhesus negatif atau positif. Jika bayi memiliki rhesus negatif, tidak bermasalah. Tetapi, bila buah hati ber-rhesus positif, masalah mungkin timbul pada kehamilan berikutnya. Bila ternyata pada kehamilan kedua janin yang dikandung ber-rhesus positif, hal ini bisa membahayakan. Antibodi anti-rhesus ibu dapat memasuki sel darah merah janin dan mengakibatkan kematian janin. Sebaliknya, tidak masalah jika sang ibu ber-rhesus positif dan si ayah negatif.

* Penyakit keturunan
Tes kesehatan pranikah bisa mendeteksi kemungkinan penyakit yang bisa diturunkan secara genetis kepada anak, seperti talasemia (kelainan darah yang disebabkan tidak optimalnya produksi sel darah merah), hemofilia (kelainan darah yang membuat darah sulit membeku), dan albino (kekurangan pigmen kulit sehingga warna kulit menjadi putih pucat).

Ada dua jenis talasemia, yaitu talasemia mayor dan minor. Talasemia mayor merupakan jenis talasemia yang disebabkan "sifat" darah yang dibawa kedua orang tua. Penyakit ini membuat seseorang menjadi tergantung pada transfusi darah dan kesempatan hidupnya terbatas. Di sisi lain, talasemia minor tidak menyebabkan gejala berat dan penderitanya dapat hidup normal, tapi is tetap membawa "sifat" penyakit talasemia dalam tubuhnya.

Jika kedua orang tua mengidap talasemia minor, 25 persen kemungkinan anaknya akan mengidap talasemia mayor, 50 persen akan mengidap talasemia minor, dan 25 persen akan normal. Jika hanya salah satu orang tua mengidap talasemia minor, 50 persen kemungkinan si anak akan mengidap talasemia minor dan 50 persen is akan normal.

Rumus penurunan talasemia berlaku juga pada penyakit hemofilia dan albino. Dengan pengecekan darah, kita dapat memprediksi kemungkinan yang akan muncul dan mencegah hal yang tidak kita inginkan.

* Infeksi saluran reproduksi atau infeksi menular seksual (ISR/IMS)
Tes darah juga dapat memeriksa apakah Anda dan pasangan menderita penyakit hepatitis B. Melalui pemeriksaan ini, Anda dapat menghindari adanya penularan penyakit yang ditimbulkan akibat hubungan seksual, seperti sifilis (penyakit raja singa), gonore (gonorrhea, kencing nanah), Human Immunodeficiency Virus (HIV, penyebab AIDS), dan penyakit hepatitis.



Jika salah satu pasangan menderita ISR/IMS, sebelum menikah ia harus berobat dulu sampai sembuh. Selain itu, jika misalnya seorang pria mengidap hepatitis B dan akan menikah, calon istrinya harus memiliki kekebalan terhadap penyakit ini. Caranya adalah dengan mendapatkan imunisasi hepatitis B.

Tes kesehatan pranikah lainnya yang bisa menjadi pilihan adalah tes yang berkaitan dengan kesuburan seperti analisis sperma dan kondisi indung telur. Namun dr Ekarini mengatakan tes kesuburan sebaiknya dilakukan pascanikah, lebih tepatnya lagi ketika Anda dan pasangan telah siap untuk memiliki anak.

Selain melakukan rangkaian tes kesehatan, calon pasangan suami istri haruslah menjaga kesehatan masing-masing sebelum menikah. Terkadang pasangan terlalu sibuk menyiapkan acara pernikahan hingga melupakan kesehatan atau bahkan jatuh sakit. Stres yang timbul dalam proses persiapan pernikahan juga bisa memicu berbagai penyakit yang tidak diinginkan, Iho. Jadi, kalau Anda atau orang terdekat seclang mempersiapkan hari bahagia itu, jangan lupa jaga kesehatan, ya.

(Emy Agustia/Majalah Sekar)

http://female.kompas.com/read/xml/2009/12/30/10212398/pentingnya.menjalani.cek.kesehatan.pranikah
Read On 0 comments

Menteri Perdagangan Ancam Importir Semen Asal China

12:51:00 PM
Rabu, 30 Desember 2009 - 8:26 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Menteri Perdagangan (Mendag) Mari Elka Pangestu mengancam akan menyeret importir semen CUCC asal China, jika tidak menarik produknya dari pasaran.

“Kita kasih waktu 2 bulan kepada importir menarik. Kalau tidak, kita akan dikenakan sanksi sesuai Undang-Undang Perlindungan Konsumen (UUPK),” jelas Mendag, usai melihat langsung gudang distributor yang menyimpan semen asal China tersebut di Tanjung Priok, Jakut, Selasa (29/12).

Masuknya semen abal-abal alias tidak ber SNI ke Indonesia ini sempat ramai. Karena semen tersebut rencananya dibawa dari China ke Afrika Selatan. Namun kenyataan beredar di pasar Indonesia.

Meski saat ini semen tersebut sudah disita Petugas Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Direktorat Pengawasan Barang Beredar Depdag, Mari mengaku komoditas bahan bangunan tersebut tetap disimpan di gudang sampai ada keputusan, apakah akan dikirim kembali (re-ekspor) atau dimusnahkan.

Ketua Asosiasi Semen Indonesia (ASI), Urip Trimuryono, mendukung tindakan yang diambil pemerintah terhadap produk semen tak ber-SNI.

Selain melindungi masyarakat, juga menjaga jangan sampai pangsa pasar semen lokal menurun, karena membiarkan semen abal-abal beredar di pasaran.

Urip menegaskan industri semen mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri. Setiap tahun, produksi semen mencapai 44 juta ton. Sementara konsumsi di dalam negeri hanya pada 2008 hanya 38 juta ton. Sisanya diekspor.

“Tahun depan, kita perkirakan penjualan akan tumbuh 5% sesuai pertumbuhan ekonomi,” terangnya. (setiawan/B)

http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2009/12/30/menteri-perdagangan-ancam-importir-semen-asal-china
Read On 0 comments

WHO: Pendemi Flu Babi Belum Tamat, Virus Bisa Bermutasi

12:49:00 PM
Rabu, 30/12/2009 10:20 WIB

Vera Farah Bararah - detikHealth

Jakarta, Pandemi virus H1N1 (swine flu) yang terjadi di tahun 2009 telah menimbulkan banyak korban. Tapi kepala organisasi kesehatan dunia (WHO) memperingatkan seluruh dunia bahwa pandemi ini belum berakhir, karena virus H1N1 masih bisa bermutasi.

Direktur WHO Dr Margaret Chan mengungkapkan sampai saat ini masih menjadi hal yang penting untuk tetap berjaga-jaga terhadap virus H1N1, meskipun tanda-tanda puncak dari penyakit ini berada di Amerika Utara dan negara bagian Eropa.

"Virus H1N1 ini masih aktif di beberapa negara termasuk India dan Mesir. Diperkirakan lebih dari 11.500 orang meninggal dan 200 negara terkena pandemi flu babi," ujar Dr Chan, seperti dikutip dari BBC, Rabu (30/12/2009).

Ditambahkannya masih terlalu cepat dan dini untuk mengatakan bahwa pandemi virus influenza ini telah benar-benar berakhir. Karena para ahli masih harus terus memantau pandemi ini selama 6 sampai 12 bulan ke depan untuk melihat apakah virus ini bisa bermutasi menjadi jenis (strain) yang lebih berbahaya atau tidak.

Diperlukan waktu setidaknya 2 tahun untuk mengetahui apakah pandemi ini sudah benar-benar berakhir atau tidak. "Kami akan terus mengawasi virus ini dengan lebih tajam seperti mata elang, meskipun kami beruntung karena pandemi yang terjadi sudah lebih ringan dibandingkan dengan apa yang kami perkirakan," ungkapnya.

Jutaan orang diyakini telah benar-benar pulih setelah tertular virus H1N1 dengan menunjukkan beberapa gejala, dan juga permintaan vaksinasi flu babi di beberapa negara Eropa sudah lebih rendah dari sebelumnya. Kini WHO akan menyelidiki apakah vaksin yang berlebih ini bisa dikirim ke negara-negara berkembang.

Dr Chan mengatakan meskipun saat ini beberapa negara telah siap untuk menghadapi wabah penyakit yang terjadi secara global, tapi orang-orang masih harus waspada terhadap bahaya dari virus H5N1 (flu burung).

"Virus flu burung ini jika bermutasi bisa bersifat lebih toksik (beracun) serta mematikan daripada flu babi, tapi banyak negara yang tidak siap dengan adanya wabah virus ini. Lebih tepatnya dunia belum siap untuk menghadapi pandemi yang disebabkan oleh virus H5N1 (flu burung)," ungkap Dr Chan.

(ver/ir)

http://health.detik.com/read/2009/12/30/102025/1268305/763/who-pendemi-flu-babi-belum-tamat-virus-bisa-bermutasi
Read On 0 comments

Leptospirosis Ancam Warga Klaten

12:48:00 PM
Rabu, 30 Desember 2009 11:38 WIB

Penulis : Djoko Sardjono

KLATEN--MI: Puluhan warga di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, terserang penyakit leptospirosis. Penyakit yang disebarkan melalui kencing tikus itu kini menjadi ancaman serius bagi masyarakat.

Hinggak kini, warga positif terpapar leptospirosis terbanyak di Desa Bakung, Jogonalan, mencapai 11 orang, dan Desa Senden, Kecamatan Ngawen, sembilan orang. Untuk pencegahan agar bakteri yang bersumber dari kencing tikus itu tidak menyebar luas, Dinas Kesehatan meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

"Penyebaran bakteri kencing tikus melalui air. Karena itu pada musim penghujan masyarakat perlu waspada," kata Kepala Dinas Kesehatan Ronny Rukminto, Rabu (30/12).

Meski terpapar, para penderita leptospirosis tidak sampai dirawat di rumah sakit karena antibodinya cukup kuat. Mereka hanya mengalami gejala demam dan ngilu sendi. (JS/OL-06)

http://www.mediaindonesia.com/read/2009/12/30/114265/124/101/Leptospirosis-Ancam-Warga-Klaten
Read On 0 comments

Permen Tidak Boleh Menjadi Alat Kembalian

12:45:00 PM
Senin, 21 Desember 2009

Banyaknya pengaduan masyarakat tentang penggunaan permen sebagai alat pengembalian transaksi perdagangan ritel, membuat pemerintah gerah. Departemen Perdagangan (Depdag) minta para pedagang eceran tak lagi menjadikan permen sebagai ganti uang kembalian kepada konsumen. Direktur Perlindungan Konsumen Depdag Radu Malam Sembiring menegaskan, aturan pengembalian dalam transaksi ritel tertuang jelas dalam Undang-Undang (UU) Nomor 23/1999 tentang Bank Indonesia (BI).

UU BI menetapkan, seberapa pun kecil nilai kembalian dalam setiap transaksi, tetap harus menggunakan alat pembayaran yang sah. ”Kami masih memberikan waktu bagi peritel untuk membenahi. Setelah ini kami akan mengambil tindakan tegas,” jelas Radu, kemarin. Jika peritel tetap membandel, Radu menilai mereka telah melanggar UU BI dan UU No 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen. Sehingga perlu terkena tindakan tegas. Namun, sebelum mengambil tindakan tegas yang tak dia sebutkan dalam bentuk apa, Radu bilang, masalah transaksi ini lebih dulu diselesaikan langsung dengan instansi terkait, yaitu Bank Indonesia.

Sebab dalih pengusaha, mereka terpaksa memberikan permen karena tak mudah lagi bagi mereka mendapatkan uang receh untuk kembalian transaksi. ”Kami kesulitan untuk mendapatkan uang receh,” kata Heri Sumantri, Ketua Bidang Kemitraan dan Departemen UKM, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia. Tapi BI tak bisa begitu saja menerima dalih dari para pedagang tersebut. ”Perusahaan ritel bisa menukar ke BI dan kami sudah menyediakan,” kata Ery Setiawan, Kepala Bagian Pengelolaan Uang Keluar BI.

Sumber: http://eksplorasi-dunia.blogspot.com/2009/11/permen-tidak-boleh-menjadi-alat.html

http://dunia-panas.blogspot.com/2009/12/permen-tidak-boleh-menjadi-alat.html
Read On 0 comments

Musim Hujan, Belasan Ruas Jalan Rusak

12:43:00 PM
Rabu, 30 Desember 2009 - 10:32 WIB

JAKARTA (Pos Kota)- Akibat musim hujan akhir-akhir mengguyur sebagian wilayah DKI dan sekitar beberapa ruas jalan rusak. Akibatnya selain menghambat arus lalulintas, juga sering menimbulkan kecelakaan.

Data dari TMC Polda Metro Jaya menyebutkan ada ada beberapa titik ruas jalan yang rusak dan masih dalam perbaikan,seperti :

Wilayah Jakarta Timur
1. Jl. Raya Pondok Gede arah ke Garuda -

Wilayah Jakarta Pusat
1. Depan Lapangan Tembak (lubang bekas galian)
2. Dekat TL Mataraman
3. TL Hotel Golden Arah Mangga Dua

Wilayah Jakarta Utara
1. Teluk Gong dari Bandengan terusan s/d BHI
2. Jl. Raya Cacing Pintu Tol Rorotan II ke Utara

WIlayah Jakarta Barat
1. Jl. Ringroad Raya Cengkareng

Wilayah Jakarta Selatan
1. Jl. Rasuna Said dekat parung 66 ke utara
2. Jl. Sultan Agung sampai depan Mako Pomdam Jaya
3. Jl. TB Simatupang arah ke Timur menjelang SPBU
4. Underpass Lebak Bulus dari Pondok Indah
5. Perlintasan KA bawah Fly Over Jagakarsa

Polisi mengimbau pengguna jalan, terutama yang menggunakan sepeda motor agar lebih berhati-hati karena seringkali genangan air di jalanan menutupi lubang sehingga menimbulkan kecelakaan.(binsar)

http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2009/12/30/musim-hujan-belasan-ruas-jalan-rusak
Read On 0 comments

PDAM Ajukan 4 Alternatif Tarif

12:40:00 PM
Selasa, 29 Desember 2009 | 9:19 WIB

KEPANJEN-SURYA- PDAM Kabupaten Malang akan mengajukan empat alternatif tarif baru PDAM Kabupaten Malang kepada Bupati Malang. Masing-masing kenaikan tarif ini memiliki konsekuensi dan pertimbangan.

Kepala Bagian Umum PDAM Kabupaten Malang, Samsul Hadi mengatakan, empat alternative tarif itu yakni, Rp 1.500, Rp 1.700. Rp 1.900 dan Rp 2.200, masing-masing untuk per meter kubik. Sementara tarif yang berlaku saat ini Rp 1.000 per meter kubik.

“Setiap angka memiliki pertimbangan sendiri,” ungkap Samsul, Senin (28/12).
Ia mencontohkan dengan kenaikkan tarif Rp 1.500, maka PDAM hanya akan mendapat keuntungan yang sedikit. Dan andai naik Rp 1.700, maka PDAM bisa melakukan investasi.
Sementara Minggu (27/12), PDAM Kabupaten Malang telah membahas rencana kenaikkan tarif ini dengan Yayasan Lembaga Konsumen Malang (YLKM), DPRD dan beberapa elemen tertentu seperti NU di Hotel Pelangi Kota Malang.

YLKM meminta jika nanti tariff baru ini juga dibarengi dengan penerapan sistem pembayaran online dan peningkatan pelayanan, seperti perbaikan jaringan dan pengembangan jaringannya.
“Untuk pembayaran secara online, PDAM sedang membahasnya. Tapi rasanya tidak semua warga Kabupaten Malang belum memerlukannya. Sehingga tetap dilakukan pembayaran manual atau sistem lama,” ungkapnya.

Meski begitu, PDAM akan memberi prioritas bagi kecamatan yang dekat dengan perkotaan, yaitu Kepanjen, Singosari, Pakis, Sawojajar II dan Lawang untuk segera dilakukan online payment.vie

http://www.surya.co.id/2009/12/29/pdam-ajukan-4-alternatif-tarif.html
Read On 0 comments

Empat Rumah Sakit Tolak Bayi Penderita Tumor

12:38:00 PM
Selasa, 29-12-09 | 20:11

MAKASSAR -- Di usianya yang baru tiga bulan, Nuazizah sudah harus menanggung beban berat. Bayi perempuan ini divonis mengidap tumor ganas. Tumor membuat muka Nuazizah membengkak dan memerah. Isak tangis Nuazizah tidak pernah berhenti.

Ironisnya, upaya untuk lepas dari jeratan tumor itu mengalami banyak hambatan. Empat rumah sakit menolaknya dengan alasan yang bersangkutan tidak ada biaya.

"Saya dipingpong kiri kanan di empat rumah sakit. Namun, semua menolak memberikan perawatan. Saya sadar bahwa memang tidak punya uang untuk menolong anak saya," ujar ibu Nuazizah, Hasna, di rumahnya, Senin, 28 Desember.

Nurazizah, anak kedua dari pasangan Hasnah dan Iwan. Ia dilahirkan di sebuah bangunan yang layak disebut gubuk di tengah rawa-rawa di belakang Minasa Upa Blok A10, Rappocini. Untuk menjangkau rumahnya, harus melewati pondasi pembatas lahan yang tergenang air hingga di atas lutut orang dewasa.

Berselang tiga hari setelah kelahirannya, bintik-bintik merah di pipi kanan mulai tampak. Awalnya, tidak begitu dihiraukan Hasnah. Namun jelang sepekan bintik merah itu mulai banyak dan menyatu membentuk gelembung-belembung merah.

Melihat kondisi itu, ia langsung memeriksanya ke Puskesmas Minasa Upa yang hanya berjakar sekira 500 meter dari rumahnya. Pihak puskesmas pun merujuk korban ke Rumah Sakit Labuangbaji.

Berbekal kartu Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda), Hasnah berangkat ke rumah sakit. Di loket pendaftaran ia diminta menuju ke ruang bedah sentral. "Di ruang itu saya diminta uang senilai Rp 75 juta. Katanya nanti setelah bayar baru bisa operasi," cerita Hasnah.

Harga super mahal bagi ukuran Hasna yang suaminya hanyalah pengayuh becak. Untuk makan sehari-hari saja, tentangga rumahnya bernama Bulan, yang selalu menanggulangi.

Solusi pihak RS Labuangbaji, merujuk ke RS Wahidin Sudirohusodo. Di rumah sakit milik pemerintah ini Hasnah dimintai Rp 10 juta. Ia pun kembali tanpa bisa berharap apa-apa. Namun ia masih terus berharap.

Dua rumah sakit, RS Dadi dan RS Haji menjadi peruntungan selanjutnya. Di tempat ini, Hasnah tidak dimintai uang plus tanpa mendapat pelayanan. "Saya hanya disuruh pulang karena dari awal dikatakan tidak ada sama sekali uang untuk biaya," imbuh Hasnah.

Kian hari, tumor yang menggerogoti muka Nurazizah kian besar. Hingga tiba bulan berlalu, tumor itu terus menyebar. Puncaknya, saat mata bayi itu mulai mengeluarkan darah.

Lantaran tidak tahan dengan kondisi anaknya itu, kemarin, Hasnah nekat kembali mendatangi RS Labuangbaji. Kali ini, Hasnah mengaku akan melakukan apa saja demi pertolongan kepada anaknya.

Wakil Direktur RS Labuangbaji, Dokter Nani Dya Laksmiwati, yang menemui Hasnah dan anaknya menepis jika pihak rumah sakit menolak untuk perawatan. Ia mengaku pihak rumah sakit tidak mempunyai ketersediaan peralatan untuk memberikan tindakan operasi. "Kami akan mengawal kondisi pasien dan meminta rujukan pengobatan untuk diperbaharui kembali," ujar Nani. (rah)

http://www.fajar.co.id/index.php?option=news&id=77376
Read On 0 comments

Sehatkan PLN, Pemerintah Ajukan Perubahan APBN 2010

12:36:00 PM
Wednesday, 30 December 2009 09:53

JAKARTA - Pemerintah siap mengajukan perubahan APBN 2010 untuk mengakomodir kebutuhan penyehatan PT PLN (Persero) sekira Rp32 triliun. Dana tersebut diperlukan untuk menutup kebutuhan investasi listrik secara keseluruhan.

"APBNP akan kami usulkan karena ada perubahan kebijakan untuk menutup kebutuhan pasokan listrik," ujar Kepala Badan Kebijakan Fiskal Anggito Abimanyu di Jakarta, hari ini.

Nantinya, dana sebesar Rp32 triliun tersebut akan digunakan untuk meningkatkan kehandalan listrik nasional dengan mengganti perlengkapan yang kurang namun di luar dari alokasi subsidi listrik.

Adapun untuk memenuhi kebutuhan penyehatan PLN sebesar Rp32 triliun akan diperoleh dari penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) yang nantinya akan dipinjamkan kepada PLN dengan bunga nol persen. Sehingga dana tersebut menjadi pinjaman lunak. Pembiayaan dari SBN sendiri diperkirakan akan mencapai Rp10 triliun.

Untuk itu, pemerintah akan mengajukan kenaikan margin bagi PT PLN (Persero) dari lima persen menjadi delapan persen pada 2010 kepada DPR. Sekretaris Menteri BUMN Said Didu mengatakan bahwa pada kesepakatan awal margin yang diberikan kepada PLN hanya sebesar lima persen.

Angka itu dikombinasikan dengan tiga kebijakan pemerintah kepada PLN di antaranya dengan percepatan Penyertaan Modal Negara (PMN) dan menaikkan tarif dasar listrik (TDL). Namun dengan meminta kenaikan margin PLN menjadi delapan persen ini, pemerintah tidak perlu lagi menaikkan TDL. "Margin dinaikkan delapan persen dan tidak perlu ada kenaikan TDL" ujar Said.

Dengan kenaikan margin sebesar satu persen, akan meningkatkan kemampuan PLN untuk mencari pinjaman sebesar Rp7 triliun. Dengan kenaikan margin PLN tiga persen lagi, maka PLN akan mampu mencari pinjaman sebesar Rp21 triliun lagi.
(dat07/kez)

http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=77698:-sehatkan-pln-pemerintah-ajukan-perubahan-apbn-2010&catid=18:bisnis&Itemid=95
Read On 0 comments

Tak Ada Orang Gemuk yang Sehat

12:35:00 PM
Rabu, 30 Desember 2009 | 11:06 WIB

KOMPAS.com - Gemuk tak lagi menjadi lambang kemakmuran. Kegemukan atau obesitas justru mengundang pelbagai penyakit yang memperpendek umur. Karena itu sebelum memasuki awal tahun yang baru ini para ahli kembali mengingatkan bahwa obesitas mampu merampas kehidupan. Tak ada orang gemuk yang bisa sehat dalam jangka panjang.

Berdasarkan penelitan selama 30 tahun terhadap 1.800 pria Swedia yang dimulai saat mereka berusia 50 tahun, para peneliti menyimpulkan bahwa orang obesitas tidak memiliki metabolisme yang sehat. Selama periode penelitian ini mereka yang obesitas umumnya meninggal karena penyakit kardiovaskular, seperti stroke atau serangan jantung.

Selain faktor kegemukan, para ahli juga mengukur prevalensi sindrom metabolik, seperti kadar gula darah, hipertensi, trigiliserida, kolesterol, serta lingkar pinggang, yang merupakan salah satu faktor risiko penyakit kardiovaskular.

Sebelumnya para pakar berpendapat bahwa risiko penyakit jantung lebih rendah pada orang gemuk yang tidak memiliki sindrom metabolik. Hal ini menyebabkan orang mengelompokkan adanya obesitas yang sehat.

Namun, laporan terbaru menyebutkan, studi tersebut umumnya bukan penelitian jangka panjang karena gangguan kesehatan biasanya baru muncul setelah 15 tahun.

Dalam laporan yang dipublikasikan dalam jurnal kesehatan Circulation, para peneliti mencatat bahwa risiko penyakit dalam jangka panjang tetap tinggi meski orang gemuk tak memiliki sindrom metabolik.

Kebiasaan menyantap makanan berlemak dan berkalori tinggi yang tidak diimbangi olahraga merupakan gerbang menuju obesitas atau kegemukan yang akan mengundang penyakit. Untuk mengurangi risiko kegemukan, konsumsi makanan sebaiknya dibatasi dan diimbangi dengan olahraga secara teratur.

AN

http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/12/30/11060521/Tak.Ada.Orang.Gemuk.yang.Sehat
Read On 0 comments

1.338 Warga Kurang Mampu dapat Sembako

12:34:00 PM
Rabu, 30/12/2009 05:36 WIB

Nasrul Tanjung - Padang Ekspres

Sebanyak 1.338 warga kurang mampu yang berada di Kota Bukittinggi, menerima bantuan Sembako dari Pemko melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Bukittinggi. Pemberian sembako yang berlangsung di Aula Kecamatan Mandiangin Koto Selayan (MKS) itu, bantuan diserahkan Walikota, H. Ismet Amzis, Selasa.

Sembako tersebut didistribusikan kepada tiga kecamatan di Kota Bukittinggi, masing-masingnya Kecamatan Aua Birugo Tigo Baleh (ABTB) dengan 621 paket Sembako, Kecamatan MKS menerima 1.681 paket dan Kecamatan Guguk Panjang menerima 1.338 paket Sembako.

Sementara bantaun terbanyak diberikan kepada kelurahan Tarok Dipo, Kecamatan Guguk Panjang, yakni sebanyak 437 paket. Dengan adanya bantuan tersebut, Ismet Amzis berharap hendaknya dapat meringankan beban masyarakat tingkat ekonomi rendah, sekaligus dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk lebih giat meningkatkan perekonomian keluarga.

“Berbagai program bantuan yang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat terus digulirkan oleh Pemko. Hal ini bertujuan sebagai stimulant bagi masyarakat untuk berbuat lebih kreatif dan inovatif guna mengangkat kesejahteraan mereka,"sebut Ismet.

Menurutnya, pemerintahan yang baik adalah pemerintahan yang dapat menciptakan peluang-peluang usaha bagi masyarakatnya. Bantuan tidak hanya difokuskan berupa uang tunai, tetapi juga bantuan alat modal yang bisa dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk mendapatkan penghasilan.

Tidak hanya itu, Pemko juga membekali masyarakat dengan berbagai pelatihan yang dapat meningkatkan mutu sumber daya manusia. Sehingga bantuan yang diberikan berupa dana dan lalat modal tersebut betul-betul dapat dimanfaatkan secara maksimal. (*)

http://www.padang-today.com/?today=news&id=12377
Read On 0 comments

Terbiasa Kena Paparan Asap Rokok Anak Berisiko Emfisema

12:32:00 PM
30/12/2009 - 03:09

Liana Garcia

INILAH.COM, New York - Anak-anak yang secara rutin terpapar asap tembakau di rumah sejak kecil, berisiko memiliki penyakit emfisema saat dewasa.

Penelitian di Columbia University's Mailman School of Public Health di New York, Amerika Serikat, mengungkapkan fakta bahwa anak-anak yang terbiasa terkena paparan asap rokok di rumah, akan berisiko terkena penyakit emfisema.

Emphysema (emfisema) adalah penyakit paru kronis yang dicirikan oleh kerusakan pada jaringan paru, sehingga paru kehilangan keelastisitasannya.

Paparan asap rokok ini tidak sepenuhnya hilang dari paru-paru anak. Ketika, dewasa, paparan asap rokok ini merupakan cikal bakal penyakit emfisema.

Menurut Gina Lovasi, asisten profesor epidemiologi di Columbia's Mailman School of Public Health, sekitar setengah dari para peserta yang jadi obyek penelitian yang berasal dari multietnis besar memiliki kebiasaan setidaknya ada satu perokok rokok di rumah mereka ketika kecil.

Para peneliti mempelajari computed tomography scan pada 1.781 non-perokok tanpa catatan klinis menderita penyakit kardiovaskuler. Para peserta ini direkrut dari enam komunitas di Amerika Serikat.

"Kami dapat mendeteksi perbedaan pada CT scan paru-paru antara peserta yang tinggal dengan seorang perokok ketika anak-anak dan mereka yang tidak tinggal dengan perokok pada waktu masa anak-anak," jelas Lovasi seperti dilansir dari UPI.

Dalam pernyataannya, Lovasi mengatakan, "Beberapa dikenal memiliki efek berbahaya pada jangka pendek, dan penelitian baru ini juga sekaligus menunjukkan bahwa efek dari paparan asap tembakau pada paru-paru juga dapat bertahan selama beberapa dekade."

Penelitian yang diterbitkan American Journal of Epidemiology juga mengatakan paparan asap rokok pada masa kanak-kanak lebih memiliki efek pengaruh kuat ketimbang ibu yang sedang hamil dan terpapar asap rokok. [mor]

http://www.inilah.com/berita/gaya-hidup/2009/12/30/248152/terbiasa-kena-paparan-asap-rokok-anak-berisiko-emfisema/
Read On 0 comments

Produk-produk Apple Dituding Nyontek Nokia

12:26:00 PM
Rabu, 30/12/2009 10:45 WIB

Fino Yurio Kristo - detikinet

Helsinki - Perseteruan antara Nokia melawan Apple di ranah hukum kian sengit saja. Nokia kini memperluas skala gugatan, dengan mengklaim bahwa hampir seluruh produk besutan Apple melanggar hak paten milik mereka.

Dikutip detikINET dari BBC, Rabu (30/12/2009), perusahaan ponsel terbesar dunia itu mendaftarkan komplain pada US International Trade Comission (ITC). Komplain dilakukan terkait penyalahgunaan 7 paten yang berhubungan dengan teknologi user interface, kamera, antena dan manajemen daya.

Nokia menuding Apple menggunakan paten teknologi tersebut tanpa izin untuk membuat berbagai fitur kunci di produk Apple. Produk dimaksud termasuk komputer dan pemutar musik iPod. Saat ini, ITC sedang mempelajari komplain Nokia yang jika benar, mungkin berdampak pada pelarangan impor atau ekspor produk Apple.

Sebelumnya pada bulan Oktober, Nokia sudah menyeret Apple ke meja hijau. Apple dituduh mencederai 10 paten Nokia yang digunakan tanpa permisi di ponsel iPhone. Sesudahnya, Apple gantian membalas dan menggugat Nokia dengan tuduhan Nokia juga melanggar beberapa aspek teknologi di iPhone.

Terkait komplain terbaru yang dilancarkan Nokia, pihak Apple masih menolak berkomentar. Para analis berpendapat, pertikaian antara Nokia versus Apple ini berpotensi melibatkan uang ratusan juta dollar dan membutuhkan waktu tahunan untuk menyelesaikannya. ( fyk / faw )

http://www.detikinet.com/read/2009/12/30/095556/1268297/399/produk-produk-apple-dituding-nyontek-nokia
Read On 0 comments

Virus SARS Lebih Bahaya dari Flu Babi

12:23:00 PM
Selasa, 29/12/2009 18:00 WIB

Nurul Ulfah - detikHealth

Jakarta, Flu babi (H1N1) memang lebih banyak menelan korban jiwa dibanding penyakit sindrom pernafasan akut parah atau Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Namun dari sisi keganasan dan kemudahan penyebarannya, SARS lebih berbahaya dari flu babi.

Kemunculan SARS memang sebentar, namun penyakit SARS tidak bisa dianggap sepele. Kasus infeksi SARS pertama kali ditemukan di Provinsi Guangdong, China pada November 2002. Pada Februari 2003 virus telah menyebar secara global sehingga dalam kurun waktu 3-4 bulan sudah menginfeksi 8.096 orang dan menewaskan 774 jiwa.

Sementara itu hingga Desember 2009, World Health Organisation (WHO) mencatat total kasus kematian akibat flu babi sebanyak 11.749 jiwa. Meski jumlah kematian akibat flu babi lebih banyak daripada penyakit SARS, namun ilmuwan sepakat virus SARS lebih berbahaya.

Pakar biomedik, Dr Andi Yasmon, SPi, M.Biomed mengatakan banyak ilmuwan yang berspekulasi virus ini akan muncul lagi dalam bentuk yang berbeda karena kemudahannya melakukan mutasi dan jumping hospes (perpindahan inang) antar spesies.

"Kita tinggal tunggu waktunya saja karena menurut teori virologi, virus yang masuk kategori zoonist (bisa berpindah dari hewan ke manusia) akan terus bermutasi dan akan muncul lagi walaupun sudah pernah dimusnahkan. Akan selalu ada emerging virus," jelas Dr Andi di sela-sela acara sidang disertasinya yang digelar di FKUI Salemba, Jakarta, Selasa (29/12/2009).

SARS disebabkan oleh virus baru yang merupakan anggota Coronavirus dan gejalanya tidak banyak berbeda dengan flu burung atau babi, yaitu demam tinggi, sulit bernafas tapi disertai dengan batuk kering dan gejala pneumonia (radang paru-paru).

"Tapi virus ini lebih berbahaya, bahkan dari flu babi. Itu karena virus ini gampang terbawa udara dan bisa bertahan lama sekitar 2-3 minggu dalam tubuh dan bisa menular pada manusia," kata Andi yang baru mendapat gelar doktor di bidang ilmu biomedik di Universias Indonesia.

Berbeda dengan manusia yang tingkat mutasinya sangat rendah, makhluk hidup yang bernama virus justru memiliki kemampuan mutasi yang sangat tinggi.

"Proses sintesis DNA pada virus tidak punya program perbaikan jika terjadi kesalahan sintesis, jadi kalau salah ya sudah tidak bisa diapa-apakan lagi dan muncullah virus baru. Bayangkan kalau sistem DNA manusia sama seperti virus, bisa-bisa tangan ada di kepala dan kepala ada di kaki. Jadi beruntunglah menjadi manusia," ujar Andi.(fah/ir)

http://health.detik.com/read/2009/12/29/180018/1268056/763/virus-sars-lebih-bahaya-dari-flu-babi
Read On 0 comments

Warga Minta Pemkab Mediasi soal Listrik

12:16:00 PM
Rabu, 30 Desember 2009

PUNDUH PIDADA (Lampost): Permasalahan pemasangan aliran listrik 920 warga Kecamatan Punduh Pidada kian tidak jelas. Beberapa calon pelanggan telah melaporkan ke Pemkab Pesawaran untuk meminta mediasi, tapi tidak mendapat tanggapan.

"Kami sangat berharap Pemkab Pesawaran membantu penyelesaian ini, karena kami juga warga Pesawaran. Kenapa Pemkab Pesawaran terkesan tidak peduli dengan nasib kami," ujar seorang warga kepada Lampung Post, Senin (28-12).

"Buat kami, uang yang telah kami serahkan kepada CV DDSM itu cukup besar. Kami ini orang susah, hidup dari bertani, karenanya kami meminta bantuan Pemkab Pesawaran. Mereka kan pelayan masyarakat sehingga wajar kami menuntut bantuan."

Sementara itu, Febi Arisma, anggota DPRD Pesawaran dari Fraksi PKB, yang juga anggota Dewan asal Kecamatan Punduh Pidada menilai secara materi ratusan warga Punduh Pidada jelas dirugikan oleh CV DDSM.

Ia juga mendesak CV DDSM segera melakukan klarifikasi kepada warga, terlebih pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah mencoret hubungan kerja sama dengan CV DDSM.

Tak hanya itu, 18 kepala desa se-Kecamatan Punduh Pidada juga telah mencabut kontrak kerja sama dengan CV DDSM setelah tiga tahun lebih tidak ada kepastian soal pemasangan listrik di rumah-rumah mereka meskipun warga sudah membayar kepada CV DDSM hingga jutaan rupiah.

Sementara itu, tak satu pun pejabat di Pemkab Pesawaran yang mau berkomentar terkait kerugian yang diderita ratusan warga Kecamatan Punduh Pidada.

"Saya prihatin dengan sikap Pemkab Pesawaran, sepertinya warga yang tinggal di Kecamatan Punduh Pidada bukan bagian dari Kabupaten Pesawaran saja. Untuk apa ada pemerintah jika tidak mampu memediasi," kata Okta Sepupu, anggota Komisi C DPRD Pesawaran.

Diberitakan sebelumnya, ratusan warga Punduh Pidada berunjuk rasa ke PLN Bandar Lampung. Dalam pertemuan antara masyarakat dan PLN pekan lalu juga diketahui jika pihak PLN belum pernah menerima biaya penyambungan uang jaminan langganan (BPUJL) baik dari warga maupun dari CV DDSM.

"Kami memegang bukti surat dari perusahaan listrik negara (PLN, red) yang menyatakan jika PLN belum menerima biaya BPUJL itu. Jadi kami punya dasar hukum yang kuat, kami tidak menuduh tapi berdasarkan fakta yang kami temukan," kata Hipni. n SWA/MG7/R-2

http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2009123001260625
Read On 0 comments

Prita Bebas Karena Sedang Beruntung

12:01:00 PM
30/12/2009 - 09:46

INILAH.COM, Jakarta – Komunitas dunia maya merasa senang karena Prita Mulyasari akhirnya bebas. Tapi pengguna internet tetap harus hati-hati, Prita bisa bebas karena sedang beruntung.

Penggiat blog Indonesia Enda Nasution menilai keputusan hakim yang membebaskan Prita sebagai titik klimaks positif bagi perjuangan koin keadilan. Namun di sisi lain, seharusnya menjadi introspeksi bagi penegak hukum, polisi dan jaksa agar lebih hati-hati menggunakan UU Informasi Transaksi Elektronik (ITE) terutama kasus pencemaran nama baik.

“Bagi pengguna internet harus berhati-hati pula, karena media internet adalah media sharing ide yang baru dan powerfull. Sehingga pengguna internet tidak bisa seenaknya menggunakan hak bicaranya, harus bertanggung jawab,” katanya di Jakarta, kemarin.

Blogger pun kata Enda merencanakan akan tetap mengajukan revisi terkait UU ITE ini terutama pasal 27 karena bersifat ambigu dan menjebak banyak pihak. “Kami meminta agar pasal 27 tidak hanya ayat 3 UU ITE dicabut, karena bukan peraturan yang tepat untuk digunakan lagi,” tegas pria yang dianugerahi sebagai bapak blogger Indonesia itu.

Secara terpisah pakar IT dan anggota komisi I DPR Roy Suryo menilai kasus Prita menjadi sebuah pelajaran bagi pengguna IT agar bisa lebih memperhatikan lebih jeli isi UU ITE. Sementara bagi pemerintah supaya lebih mensosialisasikan UU ITE agar diketahui khalayak umum.

“Masyarakat belum banyak tahu tentang UU ITE, termasuk Prita pada awalnya tidak tahu akibat dari tindakannya,” ujarnya. Roy menilai Prita beruntung dalam kasus pencemaran nama baik itu, karena dukungan besar masyarakat menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kebebasannya. Roy juga mempertanyakan keputusan hakim.

“Dalam kasus Prita, jaksa belum bisa menghadirkan alat bukti berupa email asli bukan sekedar fotokopi atau print-out. Padahal di UU ITE, di pasal 5 ayat 1 tercantum alat bukti yang sah. Tetapi ternyata tidak diterima hakim. Ini adalah pembelajaran bagi kita semua, jaksa harus lebih teliti dan hakim harus lebih cermat lagi,” ujarnya.

Dengan kejanggalan itu Roy berpendapat UU ITE belum layak direvisi, apalagi dicabut pasal-pasalnya seperti yang diharapkan banyak pihak.

“Tidak perlu ada revisi untuk sementara ini. Tidak ada yang salah terhadap UU ITE, hanya kurang sosialisasi dan ini adalah tugas pemerintah untuk menindaklanjuti kekurangan ini. DPR komisi I akan menunggu reaksi masyarakat, revisi dilakukan hanya jika diperlukan,” tegasnya.

Ia menilai revisi diperlukan jika mengusik rasa keadilan masyarakat. Sementara UU ITE sudah pernah diajukan judicial review. Saat ini yang lebih penting adalah sosialisasi secara jelas dan merata kepada masyarakat, karena hal ini dinilai masih kurang dilakukan pemerintah.

Enda Nasution kembali menyatakan, banyak yang mendukung evaluasi UU ITE, karena pantas untuk direvisi. Beberapa lembaga bantuan hukum, anggota DPR dan Menteri Hukum dan HAM sendiri Patrialis Akbar sejalan dengan pemikiran para blogger untuk merevisi UU ITE terutama pasal 27.

“Bentuknya revisinya sendiri kami blogger menginginkan agar pasal 27 dicabut,” papar Enda. “Juga akan ada website sendiri ke depannya yang akan kami buat untuk menggalang dukungan dan komunikasi dalam target revisi UU ITE tersebut,” tambahnya. [mdr]

http://www.inilah.com/berita/teknologi/2009/12/30/249191/prita-bebas-karena-sedang-beruntung/
Read On 0 comments

Harga Beras di Mataram Melambung

12:00:00 PM
Selasa, 29 Desember 2009 16:10 WIB

Mataram (ANTARA News) - Harga beras yang dijual di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjelang tahun baru 2010 melambung, akibat stok di pasaran menipis.

Salah seorang pedagang di pasar tradisional Mandalika Mataram, Ramli, Selasa, menyebutkan,harga beras C4 dari Rp6.200 naik menjadi Rp6.500 per kilogram (kg).

"Saya tidak tahu penyebab kenaikan, yang jelas kita juga membeli dengan harga yang tinggi dari pedagang pengumpul. Ini naiknya juga sudah dua kali," ujarnya.

Ia mengaku kesulitan memperoleh persediaan dari para pedagang pengumpul untuk dijual di pasaran karena pedagang pengumpul berasalan saat ini tidak tersedia stok dalam jumlah banyak terkait dengan minimnya petani yang panen padi.

"Beras yang dijual saat ini masih stok yang dibeli beberapa waktu lalu. Saya sudah mencoba menghubungi beberapa pedagang pengumpul di wilayah Lombok Barat tetapi katanya stok masih kosong," ujarnya.

Selain harga beras yang melambung, beberapa kebutuhan pokok lainnya juga mengalami kenaikan seperti gula pasir dari Rp10.500 naik menjadi Rp12.500 per kg, bawang merah jadi Rp11.700 dari Rp10.300 per kg, dan bawang putih dari Rp12.000 menjadi Rp22.000 per kg.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) NTB, H. Hery Erpan Rayes mengatakan, naiknya harga beberapa jenis kebutuhan pokok tersebut karena dampak psikologis dari meningkatnya permintaan konsumen sebelum perayaan Natal dan menjelang Tahun Baru 2010.

"Ini hanya dampak psikologis saja, kemungkinan berlangsung dalam beberapa hari saja, setelah itu harga akan normal kembali karena stok kebutuhan pokok di daerah ini masih mencukupi," ujarnya.

Ia mengatakan, stok beberapa jenis kebutuhan pokok di NTB masih dinilai aman, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan terjadinya kelangkaan dengan cara membeli barang dalam jumlah banyak atau melebihi kebutuhan.

Jumlah stok kebutuhan pokok seperti gula pasir yang ada di enam pedagang gula antar pulau terdaftar (PGAPT) di NTB, saat ini mencapai 97,35 ton, tepung terigu 198 ton, minyak goreng tanpa merek sebanyak 11,70 ton dan minyak goreng kemasan bermerek 1.860 dus.

"Sementara stok beras juga masih cukup banyak. Ini informasi yang kami peroleh dari Depot Logistik (Dolog) NTB, pada rapat koordinasi beberapa waktu lalu," ujar Rayes tanpa menyebutkan total stok beras yang tersedia.(*)

http://www.antaranews.com/berita/1262077802/harga-beras-di-mataram-melambung
Read On 0 comments

Penderita Komplikasi Kanker Menunggu Dermawan

11:59:00 AM
Selasa, 29/12/2009 14:19 WIB

Yurisman Malalak - Padang Ekspres

Penderitaan yang dialami oleh One Asnah (78) warga Mangguang Kecamatan Pariaman Utara Kota Pariaman memang sangat memprihatinkan. Pasalnya, di usianya yang beranjak senja, praktis saat ini dia lebih sering terbaring karena sakit yang dialaminya.

Yang sangat memprihatinkan, sakit yang dideritanya bukan hanya sekadar gejala penyakit biasa, layaknya penyakit yang dialami oleh mereka yang telah tergolong telah lanjut usia. Melainkan sejenis kanker tulang dan paru yang berawal dari penyakit kanker kulit yang dideritanya.

Lebih mengenaskan lagi, One Asnah juga tidak bisa berharap banyak dari uluran tangan dari sanak keluarganya. Satu satunya yang menjadi tumpuan hidupnya hanyalah anaknya bernama Asnimar alias Upik (42). Hanya saja Asnimar sendiri juga seolah tidak dapat menolak takdir dirinya. Selain mengalami lumpuh yang membuatnya harus bergantung pada kursi roda tua miliknya, iapun juga saat ini harus menerima kenyataan lain, mengidap komplikasi penyakit asma dan jantung. Bahkan, satu tangannya juga tidak lagi berfungsi.

"Kalau dulu lai juolah awak mancari saketek sambia manjaik di rumah, jadi awak masih bisa mambalikan ubek untuak amak, tapi kini awak lah sakik lo, baitu pulo tangan awak nan sabalah indak pulo bisa difungsikan (kalau dulu masih bisa mencari sedikit, jadi masih bisa beli obat tapi kini sudah sakit, tangan saya sebelah tak bisa difungsikan)," ujar Asnimar.

One Asnah, kondisinya terlihat begitu memprihatinkan. Tubuhnya yang terlihat kurus nyaris tidak bisa berbuat apa apa. Bahkan untuk sekadar berjalan ia terlihat begitu kesulitan. Tidak hanya itu, bahkan untuk sekadar berbicara pun ia tampak begitu kesulitan. Malahan, sesekali ia tampak meringis menahan rasa sakit yang dideritanya.

Tidak kalah mengenaskan nasib anaknya Upik, juga hanya terlihat pasrah duduk kursi roda yang selalu setia menemaninya sehari-hari. Yang mengenaskan, kursi roda itupun tampak sudah cukup tua. Dengan nada menghiba Upik menceritakan, ibunya, One Asnah sebelumnya bekerja sebagai tukang cabut benih di sawah warga yang ada di daerah itu. Dari hasil itulah ia bisa melanjutkan ekonomi keluarga. Namun seiring usianya yang semakin menua, iapun nyaris tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Terlebih setelah kakinya sempat mengalami patah tulang setelah terjatuh saat berjalan di pelataran rumahnya.

Sejak saat itulah praktis sejak peristiwa itu hanya dialah satu satunya tumpuan bagi orang tuanya. Tapi lagi lagi dia harus menerima kenyataan pahit, akibat gejala asma yang dialaminya membuat dirinya tidak lagi berdaya, sehingga usaha menjahit yang ditekuninya terhenti di tengah jalan.

"Itulah makonyo kini awak tapaso mangadu ka kantua desa lai, sebab indak mungkin bisa rasonyo lai awak manangguang biaya sehari hari, tamasuak biaya barubek kami baduo (Itulah sebabnya kini kami terpaksa mengadu ke kantor desa, sebab tak sanggup menanggung biaya sehari-hari kami berdua)," ujarnya dengan nada lirih.

Dari itulah dia sangat berharap, kiranya ada pihak dermawan atau relawan yang mau membantu mengatasi kesulitan yang dialaminya saat ini. Baik itu untuk membantu biaya pengobatan maupun untuk menunjang kelangsungan ekonomi keluarganya sehari-hari. Iapun tak luput berharap, kiranya pihak Dinas Sosial Pemko Pariaman maupun Pemprov Sumbar bisa membantu menyantuni penderitaan yang dialaminya sekeluarga.

Karena untuk berharap dari bantuan sanak saudara jelas dia tidak bisa berharap banyak, karena keluarganya sendiri juga tergolong ekonomi kurang mampu. Belum lagi saat gempa saat gempa tanggal 30 September 2009 lalu, rumah kediaman One Asnah juga ikut mengalami kerusakan. Bagian dapur rumahnya sempat porakporanda akibat terkena gempa.

Upik menyebutkan, gejala penyakit yang dialami ibunya, One Asnah dipicu dari kebiasaannya yang terlalu sering berendam dalam genangan air di sawah yang bercampur dengan pestisida. Hal itu berakibat kulitnya sempat melepuh akibat terkena gejala kanker kulit. Belakangan, gejala penyakit yang dialaminya berefek timbulnya gejala penyakit lain, seperti kanker tulang dan paru. Tak ayal saat rasa sakit itu tiba One Asnah pun mengalami rasa sakit yang tak terperikan.

Kepala Desa Mangguang, Faisal dan Kepala Dusun II Desa Mangguang, Jaili yang masih tergolong kerabat One Asnah didampingi Sekretaris Desa Mangguang Syafrinur tak urung mengharapkan perhatian semua pihak, sehingga kesulitan yang dialami oleh keluarga Asnah bisa segera teratasi.

"Kalau sebelumnya, One Asnah dan anaknya Upik masih bisa bekerja, tapi kini One usia One Asnah telah begitu lanjut sehingga sering terbaring sakit-sakitan. Begitu pula anaknya Upik yang diharapkan menjadi tumpuan ekonomi keluarganya kini kondisi kesehatannya juga tidak mendukung, lagi pula kedua kakinya sudah tidak ada, sehingga hanya mengandalkan kursi roda," terang Faisal yang diamini oleh Jaili.

Adakah yang akan mendengar keluhan keluarga One Asnah, yang jelas tidak berbeda dengan warga lainnya, One Asnah maupun Upik tentunya tetap memiliki harapan bahkan impian. Kiranya suatu saat ada pihak yang bersedia mengulurkan tangan untuk membantu meringankan penderitaan yang mereka alami.

Dan adakah keluhan derita keduanya akan ada yang mendengar termasuk para petinggi negeri ini yang mengaku peduli dengan rakyat miskin seperti One Asnah dan Upik, jawabnya mungkin hanya waktu yang akan menentukan. (*)

http://www.padang-today.com/?today=news&id=12359
Read On 0 comments

Wortel Bersihkan Racun di Tubuh

11:56:00 AM
Wednesday, 30 December 2009 11:18

Cocok Juga untuk Diet Sehat

Jangan biarkan racun dari polusi dan pengawet makanan mengendap lama dalam tubuh.
Setiap hari Anda pasti terpapar racun baik dari polusi udara, makanan yang tidak sehat, ataupun kosmetik. Tentunya Anda tidak ingin membiarkan racun-racun tersebut mengendap dalam tubuh pada waktu yang lama.
Untuk itu, segera keluarkan racun tersebut dengan mengonsumsi wortel. Wortel memiliki kandungan antioksidan betakaroten yang sangat tinggi. Antioksidan ini berfungsi untuk menangkal radikal bebas yang bisa memicu penyakit. Wortel merupakan sumber betakaroten yang paling baik dibandingkan sayuran lainnya.
Tubuh membutuhkan 80 gram betakaroten setiap harinya. Antioksidan betakaroten pada wortel inilah yang akan menjadi vitamin A yang membuat kulit lebih bersinar dan kondisi tubuh menjadi lebih baik. Hal itu karena, fungsi vitamin A tidak hanya meningkatkan sistem imunitas pada tubuh tetapi juga merangsang pertumbuhan sel-sel baru, yang membuat kulit menjadi lebih sehat bersinar.
Nutrisi dari dari wortel juga menjaga fungsi sel agar tetap maksimal, dan memperlancar sistem pencernaan serta pembuangan urin. Sehingga, tubuh tidak mudah terkena penyakit infeksi yang berbahaya.
Kandungan serat pada wortel juga cukup tinggi. Serat bisa membuat rasa kenyang lebih cepat dan bertahan lama. Anda bisa membuat jus wortel dengan campuran sedikit gula dan perasan jeruk lemon. Sebanyak 80 gram wortel mengandung 2 gram serat dan hanya mengandung 24 kalori. Sangat pas bagi Anda yang ingin menjaga berat badan agar tetap stabil. Selain itu, wortel juga bisa menstabilkan kadar gula dalam darah sehingga bisa mencegah diabetes.(vvc)

http://www.mdopost.com/
Read On 0 comments

Pungli Oknum Polisi Naik 53,84 Persen

11:54:00 AM
Rabu, 30 Desember 2009 | 01:04 WITA

Jakarta, Tribun - Jumlah oknum polisi yang melakukan pungutan liar di wilayah Jakarta dan sekitarnya meningkat 53,84 persen, atau dari 13 orang pada 2008 menjadi 20 orang pada 2009. Sementara polisi yang melakukan penyalahgunaan narkoba juga naik 5,55 persen, dari 18 orang pada 2008 menjadi 19 orang pada 2009.

Data ini disampaikan Kapolda Metro Jaya Irjen Polisi Wahyono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (29/1). "Bila dibandingkan dengan jumlah personel polda pada 2009 sebanyak 31.365, persentase anggota yang melakukan pungli dan narkoba adalah 0,063 persen dan 0,06 persen," ujar Wahyono.
Sepanjang tahun 2009, Polda Metro Jaya juga mengajukan 79 personel yang melanggar kode etik ke Komisi Kode Etik Profesi Polri.
Pada sidang Komisi Kode Etik Profesi Polri, 37 personel di antaranya dipecat dengan tidak hormat, enam personel dipecat dengan hormat, enam personel diharuskan meminta maaf, 10 personel harus mengikuti pendidikan ulang, sembilan personel dimutasi, enam orang dinyatakan tidak terbukti bersalah, dan tujuh personel lainnya dinyatakan melakukan perbuatan tercela.
Terkait pengaduan, Wahyono mengatakan, pada tahun ini jumlah pengaduan masyarakat terhadap dugaan penyimpangan tindakan anggota Polri/PNS Polri, baik secara langsung maupun tidak langsung, menurun menjadi 674 pengaduan. Pada tahun lalu, angka pengaduan mencapai 844 kasus.(*)

http://www.tribun-timur.com/read/artikel/65718
Read On 0 comments

LBH: Pemkot Rekor Menggusur

11:53:00 AM
Rabu, 30 Desember 2009 | 8:17 WIB

Surabaya-Surya-Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya mencatat sepanjang 2009 ini, Pemkot Surabaya memiliki rekor menyakitkan di mata warga miskin kota akibat kerap menggusur tempat tinggal dan mata pencarian mereka.

Dalam catatan akhir tahun, LBH Surabaya menyebutkan korban kebijakan atas nama ketertiban itu adalah penduduk di bantaran sungai, penduduk yang tinggal di saluran air atau brandgang, dan pedagang kaki lima. Dengan dalih status tempat tinggalnya ilegal dan menempati lahan milik umum, mereka digusur.

Paling fenomenal adalah penggusuran PKL Boulevard Maret lalu. Seorang bocah sampai meninggal karena luka bakar akibat penggusuran. wakil kepala komandan pleton Satpol PP bahkan diganjar hukuman akibat perbuatannya itu. “Ini catatan yang menyedihkan tentang sepak terjang kebijakan penertiban,” kata Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum LBH Surabaya, M Faiq Assidiqi, Selasa (29/12).

LBH mencatat jumlah korban penggusuran di Surabaya tahun ini mencatat rekor terbanyak dibanding tahun-tahun sebelumnya. Dia mengingatkan penggusuran rumah paling massal dilakukan pemkot di bantaran Kali Jagir Mei lalu. Sedikitnya 750 kepala keluarga yang sebagian besar menghuni kawasan ini sejak 40 tahun silam kehilangan rumahnya.

Sedikitnya 389 PKL digusur di tahun yang sama. Ini belum lagi ratusan rumah yang bakal tergusur dari brandgang yang belum tercatat. Bahkan tahun depan diperkirakan rumah-rumah yang masih tersisa juga terancam hilang.

Soal solusi, kata Faiq, pemkot hanya memberi jawaban instan, menyiapkan rumah susun di pojokan kota. Itrupun masih harus dibayar dengan sewa. Lokasinya yang jauh menjadi tidak terjangkau warga yang telanjur memiliki aktifitas di sekitar tempat tinggal yang lama. “Sebelumnya tidak pernah disiapkan tempat relokasi PKL dan penghuni bangunan dengan matang sebelum digusur,” katanya.

Soal kebijakan penggusuran, Asisten III Sekkota Surabaya Hadi Siswanto Anwar mengatkan akan jalan terus. Selain itu, lanjutnya, penertiban yang sudah dilakukan pemkot sudah sesuai prosedur dan akan dilakukan tanpa pandang bulu.

“Kami akan melakukan penertiban terhadap semuanya, tidak hanya masyarakat kecil, tapi juga kalangan elite,” kata mantan Kabag Hukum itu. uca

http://www.surya.co.id/2009/12/30/lbh-pemkot-rekor-menggusur.html
Read On 0 comments

Balai Proteksi Kembangkan Pestisida Nabati

11:48:00 AM
Rabu, 30 Desember 2009

BANDAR LAMPUNG (Lampost): Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura mengembangkan pestisida nabati sebagai upaya pengendalian hama terpadu. Selain aman dan murah, pestisida nabati memiliki tiga keunggulan, yakni sebagai zat penarik, (antractant), pembunuh (racun kontak), dan penolak makan (anti-feedant).

"Pestisida nabati ini, efektif membunuh, menolak, mengikat, dan menghambat pertumbuhan organisme pengganggu tumbuhan (OPT)," kata Kepala Balai Proteksi TPH, Rusdiwiyanto, pada Musyawarah Koordinasi Penyuluh Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan, di Bandar Lampung, Selasa (29-12).

Kebijakan UPTD yang bernaung di bawah Dinas Pertanian TPH Lampung itu mengembangkan pestisida nabati karena banyak menguntungkan petani. "Pestisida nabati dapat diproduksi sendiri oleh petani, ramah lingkungan, aplikasinya mudah, dan aman. Selain itu, efek samping atau residual effects pada produk dan lingkungan tidak ada yang membahayakan. Dan yang paling penting, prinsip ekologi pertanian tetap dapat dipertahankan," kata Rusdiwiyanto.

Namun, pengembangan pestisida ini masih diadang sejumlah kendala. Misalnya, bahan baku dalam jumlah banyak sulit didapat. Frekuensi penggunaannya harus lebih sering, karena residunya rendah dan mudah degradasi. "Larutannya juga tidak bisa disimpan lama dan kandungan bahan aktif bervariasi pada tanaman yang sama. Hal ini dipengaruhi umur tanaman, jenis tanah, ketinggian tempat, waktu panen, dan penyimpanan," kata dia.

Musuh Alami

Selain pestisida nabati, Balai Proteksi juga memanfaatkan musuh alami (agen hayati) dalam pengendalian hama terpadu. Pengendali Muda OPT Balai Proteksi, Sumardiyono, mengatakan agen hayati yang dikembangkan di Lampung yakni mikroorganisme patogen serangga seperti bakteri, cendawan, dan virus. Kemudian, antagonis patogen tumbuhan seperti bakteri dan cendawan.

"Agen hayati ini banyak dikembangkan di Lampung terutama oleh alumni sekolah lapang PHT," kata Sumardiyono.

Pengendali OPT ini lebih dikenal dengan sebuatan pestisida mikroba (biopestisida). Karakteristiknya antara lain bekerja relatif selektif, mudah terurai, relatif tidak berbahaya sehingga aman bagi manusia. MIN/K-3

Patogen serangga yang dikembangkan di Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit, Balai Proteksi TPH Lampung, adalah cendawan Metarrhizium anisopliae. "Cendawan ini memiliki kapasitas reproduksi tinggi, siklus hidup pendek, dan dapat membentuk spora yang bertahan lama. Namun, keberhasilannya sebagai pengendali hama sangat dipengaruhi faktor lingkungan seperti suhu, kelembapan, dan sinar matahari," kata Sumardiyono.

Cendawan ini berkembang di tubuh biang dan menyerang seluruh jaringan tubuh sehingga serangga mati. Serangga yang menjadi sasarannya, yakni kepinding tanah, wereng batang cokelat, walang sangit, kepik hijau, dan ulat pemakan daun. "Gejala serangga yang terserang akan mati dengan tubuh mengeras seperti mumi," kata dia.

http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2009123001205617
Read On 0 comments

Pertamina Janji Tak Ada Kelangkaan

11:44:00 AM
2009-12-29

[JAKARTA] Pertamina bersama dengan 2 badan usaha pendamping Aneka Kimia Raya (AKR) dan Petronas akan menjadi pelaksana bahan bakar minyak (BBM) public service obligation (PSO) 2010 untuk menyediakan mendistribusikan BBM bersubsidi.

Untuk tahun 2010 sesuai dengan anggaran pendapatan dan belanja negara total kuota BBM sebesar 36,5 juta kiloliter (KL) dengan premium 26,45 juta KL, minyak tanah 3,8 juta KL, dan solar 11,25 juta KL.

"Kami berharap tidak akan terjadi kelangkaan dalam pendistribusian BBM. Dan, karena jumlah BBM yang didistribusikan terbatas, kami berharap hingga akhir tahun tidak terja-di kekurangan," ujar Kepala Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas, Tubagus Haryono, di Jakarta, Senin (28/12).

Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan menyatakan, Pertamina akan berusaha agar tidak akan ada lagi kelangkaan pada tahun 2010.

"Kami siap bekerja sama dengan Petronas dan AKR untuk mendistribusikan solar dan premium. Ini juga menjadi motivasi bagi pertamina agar lebih kompetitif, saya harapkan tim Pertamina lebih baik lagi dalam penyaluran BBM PSO," katanya.

Ditambahkannya, meski kuota BBM untuk AKR dan Petronas relatif kecil tetap akan ada kompetisi dalam penjualan BBM. Dia berharap kompetensi tersebut dapat dinilai secara adil. Pertamina akan mendistribusikan 99% kuota BBM bersubsidi yaitu Premium, Solar dan Minyak Tanah. Sementara itu, AKR mendapatkan jatah 56,5 ribu KL atau 154 KL per hari bahan bakar solar untuk wilayah Sumatera, Lampung, Banjarmasin dan Pontianak dengan 34 agen penjual minyak dan solar (APMS).

Petronas mendapat penugasan mendistribusikan premium di wilayah Medan dengan 4 SPBU. Petronas mendapat jatah 20.440 KL atau 56 KL.


Pengurangan Subsidi

Dirjen Migas, Evita Legowo mengungkapan saat ini Departemen ESDM sedang menyusun roadmap subsidi BBM. Salah satunya dengan konversi minyak tanah ke elpiji dan pemanfaatan bahan bakar nabati. "Kami mengharapkan BPH Migas bersama Dirjen Migas di 2010 ini mencoba membatasi volume dari BBM bersubsidi dengan volume maksimal sesuai APBN," katanya.

Pasalnya, setiap tahun realisasi penjualan BBM bersubsidi selalu melebihi kuota. Pada tahun 2009 ini saja diperkirakan konsumsi BBM bersubsidi akan melebihi kuota sekitar 5 persen dari kuota APBN 2009 yaitu 36,8 juta KL.

Realisasi penjualan Premium saat ini sudah melebihi kuota mencapai 20,75 juta KL dari kuota APBN 2009 19,5 juta KL. Sedangkan, solar sudah mencapai 11,8 melebihi kuota APBN 11,6 juta KL.

Tubagus menambahkan BPH Migas akan melakukan kontrol terhadap kuota harian setiap badan usaha. Dengan adanya sistem online BPH Migas bisa melakukan antisipasi bila terjadi kenaikkan volume.

"Setiap badan usaha harus memberi laporan penjualan BBM secara online kepada BPH Migas, sehingga kami bisa bersama badan usaha bisa melakukan prognosa terjadi kenaikan permintaan," katanya. [D-11]

http://www.suarapembaruan.com/index.php?detail=News&id=12732
Read On 0 comments

Indonesia Bakal Terendam Banjir

11:40:00 AM
Rabu, 30 Desember 2009 | 8:56 WIB

Yogyakarta - SURYA- Banjir akibat luapan air laut diperkirakan melanda Indonesia di masa datang, karena adanya perubahan iklim secara global, kata peneliti Pusat Studi Bencana Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Muhammad Aris Marfai.

“Selama ini banjir di Indonesia lebih banyak disebabkan oleh meluapnya air sungai, namun di masa mendatang akan terjadi sedikit perubahan. Banjir akibat luapan air laut sekarang sudah mulai melanda Semarang dan Jakarta,” katanya di Yogyakarta, Selasa (29/12).

Menurut dia pada seminar pengurangan risiko bencana, Indonesia menduduki peringkat tiga di dunia sebagai negara yang paling rawan terhadap bencana banjir.

“Posisi Indonesia tersebut berada di bawah India dan China yang menduduki peringkat pertama dan kedua negara paling rawan bencana banjir di dunia,” katanya.

Ia mengatakan sering munculnya bencana banjir di Indonesia disebabkan beberapa faktor, di antaranya curah hujan tinggi, sebagian tanah tidak lagi mampu menyerap air dengan baik, dan perubahan penggunaan tanah.

“Untuk mengurangi risiko bencana, banyak hal yang dapat dilakukan di antaranya dengan persiapan mitigasi bencana, pengelolaan organisasi, dan menjaga daerah hulu sebagai kawasan resapan air,” kata dosen Fakultas Geografi UGM itu.

Peneliti lain Lies Rahayu mengatakan gerakan pendidikan kebencanaan perlu dilakukan agar ancaman bencana dapat diatasi dan risiko bencana dapat diminimalkan.

“Dalam implementasinya, hal itu dapat dilakukan dengan menggunakan bermacam media seperti audio (siaran radio), visual (poster, leaflet, booklet, buku saku, dan berita surat kabar), serta audio visual (siaran televisi),” katanya. Ant/luc/warta kota

http://www.surya.co.id/2009/12/30/indonesia-bakal-terendam-banjir.html
Read On 0 comments

Pengamat: Prita Layak Bebas

11:35:00 AM
Selasa, 29 Desember 2009 19:58 WIB

Surabaya (ANTARA News) - Pengamat media dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Yayan Sakti Suryandaru, menyatakan bahwa Prita Mulyasari layak bebas dari jeratan hukum karena aturan yang ada sekarang masih sangat lemah.

Dosen Departemen Ilmu Komunikasi FISIP Unair ini Selasa menuturkan, hukum yang mengatur seperti Undang-Undang Informasi Teknologi dan Transaksi Elektronika (ITE) dan KUHP tidak mempunyai batasan yang jelas dan sudah tidak cocok lagi dengan kondisi sekarang.

"Dalam pasal 27 ayat 3 UU ITE dan pasal 310 dan 311 KUHP terkait pencemaran nama baik tidak dijelaskan secara gamblang jenis pelanggaran seperti apa yang disebut sebagai pencemaran nama baik," katanya.

Ia menambahkan, KUHP yang saat ini berlaku sudah harus direvisi karena sudah tidak cocok lagi jika diterapkan pada zaman modern seperti saat ini.

"Kitab Undang-undang Hukum Perdata (KUHP) yang saat ini berlaku dibuat pada saat penjajahan zaman Belanda, ketika pemerintah kolonial Belanda berusaha untuk menakut-nakuti aktivis media pada saat itu. Jadi jika masih dipakai hingga saat ini sangat tidak cocok dan perlu direvisi," katanya menjelaskan.

Selain itu, Yayan juga menambahkan, dibebaskannya Prita Mulyasari dari jeratan hukum bisa menjadi yurisprudensi terhadap kasus serupa di masa yang akan datang.

"Jadi jika ada kasus pencemaran nama baik melalui media, seperti internet, maka kemungkinan besar pelaku bisa bebas," katanya.

Dalam kasus Prita Mulyasari yang dianggap mencemarkan nama baik, seharusnya dari aparat penegak keadilan tidak hanya memberikan sanksi dan hukuman pada Prita, tapi juga pihak yang berniat menyebarkan informasi tersebut.

"Niat awal Prita Mulyasari adalah curhat dengan teman dekatnya, namun oleh pihak lain justru disebarkan sehingga publik pun bisa mengetahui masalah pribadi Prita tersebut. Jadi dalam hal ini yang harus dikenai hukuman adalah pihak yang berniat menyebarkan informasi tersebut," ucapnya.

Dengan terkuaknya kasus Prita Mulyasari, ia berharap pemerintah segera merevisi undang-undang yang ada serta membuat satu klausul pasal yang mengatur kode etik penggunaan media on line.

"Kode etik penggunaan media on line harus segera diatur karena masyarakat Indonesia saat ini sedang melalui proses lompatan peradaban teknologi komunikasi, di mana masih banyak masyarakat yang tidak melalui beberapa tahapan sehingga etika-etika yang dipahami pun belum maksimal," katanya.
(*)

http://www.antaranews.com/berita/1262091490/pengamat-prita-layak-bebas
Read On 0 comments

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

There was an error in this gadget

Recent Posts