Hati-hati dengan penyedap rasa buatan. Menurut studi terbaru, mengkonsumsi monosodium glutamate (MSG), atau yang juga dikenal vetsin, sebagai penyedap rasa secara luas, bisa meningkatkan kegemukan.
Para periset meneliti 752 pria dan wanita usia 40-59 tahun di tiga desa di utara dan selatan Cina yang sedikit mengkonsumsi menu makanan buatan tapi sekitar 80 persen dari warga tersebut selalu menambahkan MSG dalam masakan mereka.
Setelah pengontrolan untuk indeks massa tubuh (BMI), merokok, aktivitas fisik dan hampir dua lusin indikator pemasukan nutrisi harian, mereka menemukan sepertiga dari mereka yang paling sering menggunakan MSG hampir tiga kali lipat mengalami kelebihan berat badan. Rata-rata setiap 0,04 ons MSG perhari maka BMI tubuh mereka naik hingga 0,61.
Memang MSG membuat makanan terasa lebih enak, yang mungkin mendorong seseorang menambah porsi makannya. Tapi para peneliti juga mengontrol total pemasukan energi sehingga sehingga penjelasan temuan itu menyayangkan penggunaan MSG. Namun mekanisme atas hubungan dari temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Obesity edisi Agustus 2008 itu belum jelas benar.
Dr. Ka He, penulis utama dan asisten profesor pada epidemiologi dan nutrisi pada University of North Carolina, Amerika Serikat, pekan lalu bilang bahwa studi itu menjelaskan keterkaitan, bukan sebuah hubungan sebab akibat. “MSG bukanlah racun,” katanya. “Tapi pertanyaannya sekarang: Apakah itu menyehatkan? Studi ini adalah peringatan bahwa kita seharusnya berhati-hati.”
By: The New York Times/Dwi Arjanto
Source: www.tempointeraktif.com, 3 September 2008
Para periset meneliti 752 pria dan wanita usia 40-59 tahun di tiga desa di utara dan selatan Cina yang sedikit mengkonsumsi menu makanan buatan tapi sekitar 80 persen dari warga tersebut selalu menambahkan MSG dalam masakan mereka.
Setelah pengontrolan untuk indeks massa tubuh (BMI), merokok, aktivitas fisik dan hampir dua lusin indikator pemasukan nutrisi harian, mereka menemukan sepertiga dari mereka yang paling sering menggunakan MSG hampir tiga kali lipat mengalami kelebihan berat badan. Rata-rata setiap 0,04 ons MSG perhari maka BMI tubuh mereka naik hingga 0,61.
Memang MSG membuat makanan terasa lebih enak, yang mungkin mendorong seseorang menambah porsi makannya. Tapi para peneliti juga mengontrol total pemasukan energi sehingga sehingga penjelasan temuan itu menyayangkan penggunaan MSG. Namun mekanisme atas hubungan dari temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Obesity edisi Agustus 2008 itu belum jelas benar.
Dr. Ka He, penulis utama dan asisten profesor pada epidemiologi dan nutrisi pada University of North Carolina, Amerika Serikat, pekan lalu bilang bahwa studi itu menjelaskan keterkaitan, bukan sebuah hubungan sebab akibat. “MSG bukanlah racun,” katanya. “Tapi pertanyaannya sekarang: Apakah itu menyehatkan? Studi ini adalah peringatan bahwa kita seharusnya berhati-hati.”
By: The New York Times/Dwi Arjanto
Source: www.tempointeraktif.com, 3 September 2008

Post a Comment