Media massa punya peranan dalam menuju kebangkitan nasional. Namun media tidak menjadi aktor independen karena dimiliki para pemodal. "Pada modernisasi muncul kapitalis. Media tidak menjadi aktor independen tapi dimiliki para pemodal," kata mantan pengurus AJI Didik Supriyanto. Didik menyampaikannya dalam diskusi bertemakan 100 Tahun Kebangkitan Nasional; Revitalisasi dan Reaktualisasi Spirit Kebangsaan di Hotel Manhattan, Jakarta, Sabtu (9/2/2008).
Didik mencontohkan dalam kasus pemberitaan pemakaman mantan Presiden Soeharto. Semua stasius televisi terlihat tak punya daya kritik. "Hampir semua televisi dimiliki keluarga Cendana. Ini yang terjadi, sehingga muncul pertanyaan apa media kondisi seperti ini mungkinkan membangkitkan nasionalisme?" ujar dia.
Didik menambahkan, padahal masyarakat Indonesia sebesar 80 persen menyaksikan televisi, dan hanya 20 persen yang membaca koran. Yang dibutuhkan sekarang adalah media alternatif untuk menghadapi dikuasainya media oleh pemodal.(mly/nvt)
By: Melly Febrida
Source: www.detik.com, 9 Feb 2008
Didik mencontohkan dalam kasus pemberitaan pemakaman mantan Presiden Soeharto. Semua stasius televisi terlihat tak punya daya kritik. "Hampir semua televisi dimiliki keluarga Cendana. Ini yang terjadi, sehingga muncul pertanyaan apa media kondisi seperti ini mungkinkan membangkitkan nasionalisme?" ujar dia.
Didik menambahkan, padahal masyarakat Indonesia sebesar 80 persen menyaksikan televisi, dan hanya 20 persen yang membaca koran. Yang dibutuhkan sekarang adalah media alternatif untuk menghadapi dikuasainya media oleh pemodal.(mly/nvt)
By: Melly Febrida
Source: www.detik.com, 9 Feb 2008

Post a Comment