Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke

YLKI Minta Waspadai Parsel Kadaluarsa

Labels: ,
Menjelang lebaran seperti saat ini, bisnis yang paling banyak digeluti adalah usaha parsel. Seiring dengan itu, indikasi adanya parsel yang berisi makanan dan minuman kadaluarsa mencuat ke permukaan.
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sulsel mencium adanya indikasi praktik ilegal seperti itu. Karenanya, Koordinator Umum YLKI Sulsel, Ambo Masse mendesak agar Pemkot Makassar dan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) segera turun tangan untuk melakukan razia. ''Masalah seperti ini jangan didiamkan. Pemkot dan BPOM harus bertindak cepat. Kalau perlu agendakan untuk melakukan sidak (inspeksi mendadak). Jangan sampai sudah banyak parsel kadaluarsa beredar baru mau bergerak,'' kata Ambo Masse, kemarin. Sejauh ini YLKI sudah mencium adanya sinyalemen beredarnya parsel kadaluarsa. Tapi karena keterbatasan wewenang, lembaga ini sulit membuktikannya. Tugas YLKI hanya sebatas melakukan pemantauan, sedangkan pemeriksaan adalah tugas pemerintah. "Kami tidak bisa membuka kemasan, karena itu bukan kewenangan YLKI. Tapi dengan adanya indikasi ini tidak berarti kami tutup mata. Pemantauan tetap dilakukan secara kontinyu," ungkapnya. Pantauan YLKI dipusatkan di beberapa pusat perbelanjaan di Makassar , misalnya mal dan ruko penjual parsel. Ia menilai area tersebut sangat berpotensi dengan parsel kadaluarsa. Olehnya itu, warga diminta untuk selektif jika ingin membeli parsel. Isinya harus diperiksa secara baik, jangan sampai melebihi batas waktu konsumsinya. Namun, sejumlah pengusaha parsel yang dihubungi, Selasa (16/9) membantah sinyalemen yang dilontarkan pihak YLKI. Mereka menjual parsel dengan mengisinya makanan dan minuman layak konsumsi. Dari penelusuran BKM, saat ini parsel dijual antara Rp 70 ribu hingga mendekati Rp 2 juta. Pemesannya didominasi pihak swasta. Sasaran pengirimannya termasuk untuk kompleks Pemda di Jl Mappala dan di sekitar eks GORO. Hal itu mengacu pada orderan di salah satu penjual parsel Jl Bulukunyi. Seperti tahun-tahun sebelumnya, parsel yang paling laris adalah harga Rp 300 ribu hingga Rp 1 juta. Namun sampai saat ini penjualan masih sepi. Biasanya, menurut Putra, salah seorang penjual parsel di Jl Bulukunyi, lonjakan permintaan akan meningkat pada H-7. (PR4-M3/rus)
Source: http://www.beritakotamakassar.com/, 17 September 2008
0 comments:

Post a Comment

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

Recent Posts