Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke

Lebah Madu Pergi, Manusia Merugi

Thursday, 28 May 2009 06:58

Ilmuwan dan usahawan cemas lantaran penurunan populasi lebah madu di AS dan Eropa. Mereka bingung, karena tidak ada pengganti sehebat lebah madu

Oleh: Syaefudin*

HIdayatullah.com--Siapa tak tahu lebah madu? Sejak dulu, binatang ini dikenal sebagai penghasil madu. Tak hanya itu, binatang yang tergolong serangga ini juga punya andil di bidang pertanian. Lebah madu berperan sebagai kurir dalam penyerbukan. Oleh karena itu, ia menjadi bagian penting bagi tanaman dan kehidupan.

Penyerbukan merupakan peristiwa penyatuan sel betina dan sel jantan pada bunga. Tanpa penyerbukan, biji dan buah tanaman tidak akan terbentuk. Akibatnya, perkembangbiakan tanaman tersebut terganggu. Bila ini berlanjut, bisa jadi tanaman akan punah.

Namun, siapa sangka keberadaan lebah madu kian hari semakin langka? Kini, manusia tak lagi leluasa melihat lebah di sekitar tempat tinggalnya. Yang ada, lebah ditemukan di tempat peternakan saja.

Colony Collapse Disorder (CCD)

Akhir-akhir ini, ilmuwan mencemaskan keberadaan lebah madu penyerbuk. Dave Hackenberg, seorang peneliti lebah, mencatat telah terjadi fenomena menghilangnya lebah di beberapa daerah. Ia dan beberapa rekan peneliti menangkap gejala itu sejak Desember 2006.

Sebagai contoh, dari 3000 koloni yang diteliti Hackenberg di Amerika, yang tertinggal sekarang hanya 800 koloni. Fenomena yang dinamakan Penyakit Penyusutan Koloni atau Colony Collapse Disorder (CCD) itu juga terjadi di beberapa kawasan, seperti Australia, Brazil, Kanada, China, dan Eropa.

Lebah madu penyerbuk tersebut berkurang setiap musim dingin. Hampir 35% dari total koloni pergi setiap tahunnya. Meskipun tidak sampai hilang semua, berkurangnya populasi koloni lebah madu sangat mengkhawatirkan ilmuwan.

Penyebab CCD

Apa sebenarnya yang menyebabkan lebah madu tersebut pergi dan menghilang? Sampai sekarang, para ilmuwan masih mengira-ngira mengenai hal ini. Beberapa kemungkinan penyebab penyusutan koloni (CCD) lebah adalah sebagai berikut.

Pertama, penggunaan bahan kimia yang berlebihan di bidang pertanian. Berdasarkan penelitian, sebanyak 170 bahan kimia buatan telah ditemukan dalam koloni lebah baik yang sehat maupun sakit. Meski tak satu pun bahan kimia yang menyebabkan CCD secara langsung, keberadaan pestisida tersebut dapat melemahkan kesehatan lebah.

Penyebab kedua adalah tengu Varroa. Hewan ini dikenal sebagai hama lebah madu yang paling merusak. Dalam kerjanya, tengu Varroa menghisap darah pupa lebah. Pupa adalah salah satu bentuk lebah pada proses metamorfosis, tepatnya di antara fase larva (jentik-jentik) dan dewasa.

Ketiga, adanya parasit yang menginfeksi sebagian lebah dalam suatu koloni. Salah satu contohnya adalah sebangsa jamur bersel tunggal yang disebut Nosema apis. Parasit ini menyerang bagian usus lebah sehingga menyebabkan disentri.

Keempat, koloni lebah terserang virus. Virus yang terkenal adalah Israeli Acute Paralysis Virus (IAVP). Dari hasil pengujian, sebagian besar koloni lebah yang terserang IAVP menunjukkan gejala mirip CCD. Penyakit inilah yang kemungkinan besar menyebabkan kematian lebah madu.

Meninggalkan Banyak Kerugian

Hilangnya koloni lebah penyerbuk, ternyata berimbas luas. Beberapa sektor terkait turut bermasalah dengan kepergian lebah. Hal ini mudah dipahami karena fungsi lebah yang penting bagi kehidupan manusia.

Sektor yang paling parah terkena dampak kelangkaan lebah adalah pertanian. Hal ini disebabkan sepertiga dari produksi pertanian dunia bergantung pada lebah madu. Pun, lebih dari 130 macam buah-buahan dan kacang-kacangan sangat bergantung pada penyerbukan lebah madu.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa fungsi penyerbukan lebah dan serangga apabila diuangkan dapat mencapai 57 juta dolar. Nilai tersebut dibandingkan dengan upah tenaga manusia yang dipekerjakan untuk penyerbukan di Amerika Serikat.

“Kebanyakan serangga dengan tanpa letih melakukan peran yang bermanfaat bagi lingkungan dan kehidupan kita. Itulah yang mulai dipahami oleh ilmuwan”, papar seorang ahli serangga dari Cornell University, John Losey. Ia juga menambahkan, “Jangan kira serangga berperan sedikit. Setiap menit, peranan mereka sungguh menakjubkan”.

Meskipun saat ini tengah dikembangkan lebah lain sebagai penyerbuk, keberadaan lebah madu tetap tak tergantikan. Hal tersebut diungkap James Cane, seorang peneliti USDA’s Pollinating Insect Biology bagian Manajemen dan Penelitian Sistematik dari Utah State University di Logan. Pasalnya, lebah lain yang menggantikan sulit berkembangbiak dan tidak menghasilkan madu.

Sektor makanan juga mulai terganggu dengan hilangnya lebah madu. Tanaman berbuah dan sayuran yang bergantung pada lebah madu sebagai penyerbuk akan sulit berkembangbiak. Akibatnya, ketersediaan makanan jenis ini cepat berkurang. Selain itu, produk lebah yang utama seperti madu, royal jelly, maupun propolis (lem madu) juga semakin menipis.

Para ilmuwan berharap ada perhatian lebih pada perbaikan ekosistem. Salah satunya dikemukakan Losey, “Prasarana hayati kita mudah rusak. Jika kita tidak segera memberi perhatian, lambat laun akan rusak dan berdampak serius terhadap perekonomian”.

Tak hanya pertanian dan makanan, perginya lebah juga berdampak pada industri yang menggunakan produk lebah seperti beeswax (lilin lebah). Lilin lebah, dengan sifatnya yang khas, sering digunakan untuk mengembangkan produk-produk baru di berbagai bidang seperti kosmetik, makanan, farmasi, teknik, dan industri.

Sebagaimana penuturan kelompok koperasi kosmetik yang dilansir oleh situs femalefirst, sebanyak 4000 industri kosmetik terkemuka dalam ancaman. Termasuk di dalamnya adalah 589 merk lipstik, 643 merk maskara, dan sedikitnya 453 merk pelembab.

Sampai-sampai, untuk mengatasi hal tersebut, kelompok koperasi mengampanyekan penyelamatan madu lebah yang disebut Plan Bee. Program tersebut menganjurkan masyarakat untuk menjaga dan melestarikan lebah. “Solusi terbaik adalah kita lakukan apa yang dapat kita perbuat untuk mengatasi hal ini”, papar Kepala Koperasi, Paul Monaghan.

Allah yang Mahasempurna

Demikianlah ayat kauniyah Allah menjelaskan peranan salah satu makhluk ciptaan-Nya, yakni lebah madu. Fakta tersebut menunjukkan betapa banyak jasa lebah madu, ciptaan Allah yang dengannya manusia mendapatkan keuntungan dan kenikmatan duniawi.

Ketergantungan manusia dengan lebah madu di bidang pertanian, makanan, maupun industri sangatlah besar. Sampai-sampai, hilangnya koloni lebah madu menyebabkan manusia merugi jutaan dolar.

Segala jalan keluar yang diusulkan ilmuwan sebagaimana dipaparkan di atas adalah dalam rangka menyelamatkan lebah madu dari penyusutan jumlah koloni (kepunahan). Tidak ada yang mengusulkan agar membiarkan lebah madu itu punah.

Pun, para ilmuwan dan insinyur tidak ada yang mengusulkan jalan keluar berupa usaha membuat robot atau perangkat teknologi yang menandingi kehebatan lebah madu dalam segala hal. Manusia modern dengan kecanggihan penguasaan iptek yang 'dituhankannya' masih tidak bisa menciptakan makhluk pengganti sehebat lebah madu yg multi-fungsi. Jalan keluar yang mereka upayakan hanyalah bertujuan untuk mengembalikan populasi lebah madu (melestarikan lebah madu).

Ini berarti mengukuhkan kebenaran bahwa Allah adalah satu-satunya Pencipta Mahasempurna yang tiada bandingannya. Tidak ada sesuatu pun yang mampu menandingi-Nya dalam penciptaan segala makhluk-Nya, baik hidup maupun tak hidup, termasuk lebah madu. Ini sebagaimana dinyatakan Allah:

“Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembang biakkan padanya segala macam jenis binatang. Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik. Inilah ciptaan Allah, maka perlihatkanlah olehmu kepadaku apa yang telah diciptakan oleh sembahan-sembahan (mu) selain Allah. Sebenarnya orang-orang yang zalim itu berada di dalam kesesatan yang nyata”. (QS. Luqman, 31:10-11)

Syaefudin. Penulis adalah Asisten Dosen di Departemen Biokima, FMIPA-Institut Pertanian Bogor.

Referensi:

1). Katherine Harmon (2009). Growth Industry: Honeybee Numbers Expand Worldwide as U.S. Decline Continues. ScientificAmerican.com, May 18, 2009. (http://www.scientificamerican.com/article.cfm?id=growth-in-honeybee-population , terkunjungi pada 26 Mei 2009)

2). Diana Cox-Foster and Dennis vanEngelsdorp (2009). Solving the Mystery of the Vanishing Bees. Scientific American Magazine, April 2009. (http://www.scientificamerican.com/article.cfm?id=saving-the-honeybee , terkunjungi pada 26 Mei 2009)

3). ScientificAmerican Editor (2009). Colony Collapse Disorder: The Search for the Cause. ScientificAmerican.com, March 31, 2009. (http://www.scientificamerican.com/article.cfm?id=ccd-search-for-cause , terkunjungi pada 26 Mei 2009)

4). No Author (2009). Lack Of Bees Threaten Cosmetic ndustry. FemaleFirst May, 19 2009. (http://www.femalefirst.co.uk/lifestyle-fashion/stylebeauty/Cosmetic+Industry-8575.html , terkunjungi pada 26 Mei 2009)

5). Christopher Mims (2009). Plan Bee: As Honeybees Die Out, Will Other Species Take Their Place? ScientificAmerican.com, March 31, 2009. (http://www.scientificamerican.com/article.cfm?id=other-bee-species-subbing-for-honeybees , terkunjungi pada 26 Mei 2009)

6). David Biello (2006). Insects Provide Billions in Free Services. ScientificAmerican.com, April 3, 2006. (http://www.scientificamerican.com/article.cfm?id=insects-provide-billions , terkunjungi pada 26 Mei 2009)

7). Tsunenori Kameda (2004). Molecular structure of crude beeswax studied by solid-state 13C NMR. J Insect Sci. 2004; 4: 29. (http://ukpmc.ac.uk/articlerender.cgi?artid=376614 , terkunjungi pada 26 Mei 2009)

http://www.hidayatullah.com/index.php/berita/tafakur/9443-lebah-madu-pergi-manusia-merugi
0 comments:

Post a Comment

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

Recent Posts