Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke

Produksi Susu Stagnan

Labels: , ,
Industri Non-IPS Menikmati Bahan Baku Murah

Kamis, 25 Juni 2009 | 04:36 WIB

JAKARTA, KOMPAS - Produksi susu segar petani di wilayah Jawa Timur, yang merupakan pemasok terbesar susu segar dalam negeri, tahun ini mengalami stagnasi. Di sisi lain, peternak dan industri susu yang tergabung dalam industri pengolahan susu mengeluhkan ketidakadilan. Ketua Umum Perhimpunan Peternak Sapi-Kerbau Indonesia (PPSKI) Teguh Boediyana, Rabu (24/6) di Jakarta, mengungkapkan, tidak adil kalau industri pengolahan susu (IPS) harus menanggung seluruh beban dari dampak penurunan produksi susu segar dalam negeri ini.

”Karena masih banyak industri pengolahan susu di luar IPS yang menggunakan bahan baku susu sepenuhnya impor, tetapi tidak memiliki kewajiban menyerap susu dalam negeri,” tutur Teguh.

Direktur Human Resources and General Affairs PT Frisian Flag Indonesia Hendro Harijogi Poedjono mengatakan bahwa di tengah reformasi dan demokrasi perdagangan tidak bisa mengusung diskriminasi.

”Mereka yang tidak menyerap susu segar dalam negeri dibiarkan menikmati harga susu impor murah,” k a t a ny a .

Sementara itu IPS, yang menyerap susu segar dalam negeri dengan harga lebih mahal, harus masuk pasar yang sama dengan industri yang tidak menyerap susu dalam negeri.

Ditanya bagaimana seharusnya langkah pemerintah, Hendro mengatakan, harus ada kejelian. Bisa saja dengan menerapkan import duty bahan baku susu impor yang lebih mahal bagi industri pengolahan susu non-IPS yang tidak menyerap susu segar lokal, sehingga nanti akan berlomba membeli susu dalam negeri.

Kurang dari 700.000 liter

Sulistyanto, Manajer Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) daerah Jawa Timur, mengungkapkan, biasanya produksi susu segar di Jawa Timur pada November-Maret mengalami penurunan. Baru pada April-September kembali naik, karena banyak induk sapi perah yang melahirkan.

”Tetapi, saat ini sejak April-24 Juni 2009, produksi susu stagnan, padahal tahun-tahun sebelumnya ada rata-rata peningkatan 5 persen,” ujar Sulistyanto.

Produksi susu segar dalam negeri saat ini sekitar 1,4 juta liter. Dari volume itu, Jawa Timur memasok 40-50 persen. Hingga Maret 2009, produksi susu segar Jawa Timur sekitar 550.000 liter. Pada bulan Juni 2009 biasanya sudah mencapai 700.000 liter per hari, tetapi sekarang sedikit di atas 600.000 liter.

Rendahnya harga susu saat ini diperkirakan memicu keengganan peternak memelihara sapi. Sapi perah akhirnya dijual. Kalaupun dipelihara, diberi pakan seadanya sehingga produktivitas rendah. (MAS)

http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/06/25/04363963/produksi.susu.stagnan
0 comments:

Post a Comment

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

Recent Posts