[ Kamis, 25 Juni 2009 ]
SISTEM PSB online yang dirancang tim Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) itu mengecewakan masyarakat. Berikut wawancara Jawa Pos dengan Koordinator IT PSB Online Yudhi Purwananto SKom yang juga ketua Jurusan Teknik Informatika ITS.
Apakah tidak ada persiapan oleh tim ITS untuk PSB online ini?
Kami mempersiapkan sistem untuk PSB ini sejak Januari lalu. Nah, dari proses itu, telah dilakukan tiga kali percobaan. Pada percobaan kedua, telah ada 600 ribu pengakses yang membuka situs tersebut. Kami juga sempat mengundang hacker untuk menguji coba sistem itu. Hasilnya, percobaan tersebut sukses.
Lalu, bagaimana bisa sampai terjadi error di sistem pada hari pertama dan kedua PSB online?
Untuk PSB hari pertama, kendala terjadi pada data definitif. Sistem itu baru bekerja kalau ada data. Nah, di lapangan, data baru diperoleh pada hari pertama saat siang.
Bagaimana dengan hari kedua? Mengapa situs sangat lambat, padahal data sudah ada?
Pada hari kedua, server mirror kami mengalami gangguan yang mengakibatkan enam di antara delapan server tidak berfungsi. Hal itu disebabkan banyaknya warga yang mencoba-coba sistem tersebut. Selain itu, dengan sistem ini, masyarakat bisa melihat nilai anak-anak mereka. Itulah yang mengakibatkan loading sistem lambat. Dalam IT, tidak ada 100 persen yang sempurna. Yang ada hanya 99,9 persen.
Apakah gagalnya PSB online RSBI ini hanya termasuk 1 persen?
(Tidak dijawab)
Pada hari kedua, beberapa orang sempat marah karena PSB online tidak bisa diakses. Mengapa tim IT tidak memberikan pengumuman dan menutup situs?
Pertimbangannya, kami memiliki delapan server. Nah, di antara delapan itu, ada satu server yang masih bisa digunakan. Jadi, kami memilih tidak menutup PSB online selagi kami masih memperbaiki tujuh server yang rusak.
Apakah ada pihak lain yang mencoba mengacaukan sistem tersebut?
Ada beberapa hacker yang terdeteksi oleh sistem kami. Hacker yang terdeteksi itu masih amatir. Untuk hacker yang canggih, kami tidak dapat mendeteksi. Meski begitu, kami tidak bisa melemparkan kesalahan pada hacker tersebut.
Lantas, apa pertanggungjawaban ITS kepada masyarakat Surabaya?
Kalau masalah itu, saya tidak bisa berkomentar. Yang jelas, kami akan berusaha semaksimal mungkin memperbaiki sistem tersebut. Insya Allah.
Lantas, bagaimana persiapan tim IT untuk pelaksanaan PSB reguler? Apakah ada jaminan bahwa sistem akan lancar?
Pelaksanaan PSB reguler tetap akan kami antisipasi. Salah satunya dengan memperkuat server-server dari sistem itu. Kami telah menambah dua server lagi. (alb/tom)
http://www.jawapos.com/

Post a Comment