Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke

Harga Rumah Sederhana Terancam Naik

Jumat, 17 Juli 2009 03:11 WIB

SURABAYA-MI: Rumah sederhana sehat (RSh) terancam mengalami kenaikan harga dalam waktu dekat, ini karena belum adanya jaringan listrik yang mengaliri sejumlah RSh secara nasional.

"Meski estimasi kenaikan harganya belum diketahui, tanda-tanda kenaikan itu bisa terbaca mulai sekarang. Apalagi secara nasional ada sekitar 80.000 unit RSh yang belum dialiri listrik," kata Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi), Fuad Zakariya, di Surabaya, Kamis (16/7).

Jika belum adanya aliran listrik di sejumlah perumahan RSh terus terjadi, jelas dia, bukan tidak mungkin harga RSh yang kini masih RP55 juta per unit akan meningkat.

"Selama ini listrik merupakan kendala utama dalam pemangunan RSh," katanya.

Menurut dia, belum teralirinya listrik tersebut karena sampai sekarang PLN juga menyatakan tidak bisa memberikan subsidi jaringan pasokan listrik.

"Untuk mengantisipasi hal itu, jelas dia, Apersi berencana program serah terima operasi (STO) jaringan listrik untuk RSh," ujarnya.

Melalui program ini, terang dia, pembangunan jaringan listrik mulai dari tegangan tinggi sampai jaringan rendah hingga ke rumah dan gardu listrik akan dibangun Apersi.

"Setelah infrastruktur itu terwujud, kami menyerahkan pengolahan dan perawatan STO ke PLN," katanya.

Mengenai total biaya pembangunan jaringan itu, ia memprediksi, besarannya mencapai Rp3,5 juta sampai Rp7,5 juta per unit rumah. Namun, nilai per unitnya tergantung dari banyak sedikitnya rumah di area perumahan yang bakal dibangun.

"Jika banyak rumah yang terbangun, otomatis biayanya semakin ringan," katanya.

Terkait dengan pembangunan RSh di Jatim, Ketua Asosasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Jatim, Nurhadi, menambahkan, sampai pertengahan tahun ini Apersi Jatim sudah membangun sekitar 4.600 unit RSh.

"Jumlah tersebut sudah lebih dari setengah target kami untuk RSh pada tahun 2009 yang mencapai 8.000 unit," katanya.

Namun, ia optimistis, target itu akan tercapai akhir tahun ini karena perbaikan daya beli masyarakat sudah terlihat sejak awal semester II/2009. (Ant/OL-7)

http://www.mediaindonesia.com/read/2009/07/07/85740/23/2/Harga-Rumah-Sederhana-Terancam-Naik
0 comments:

Post a Comment

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

Recent Posts