Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke

Konsumsi BBM di Bawah Kuota

Rabu, 8 Juli 2009 | 03:49 WIB

Jakarta, Kompas - Realisasi konsumsi bahan bakar minyak bersubsidi untuk transportasi Januari sampai Juni 2009 di bawah target. Pemerintah pun membatalkan rencana penambahan kuota volume BBM dalam APBN Perubahan 2009.

”Rencananya kembali ke kuota awal,” kata Dirjen Migas Evita Legowo, Selasa (7/7) di Jakarta.

Dalam rapat dengan Panitia Anggaran DPR pada 30 Juni, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan konsumsi BBM semester I-2009 akan mencapai 18 juta kiloliter (KL), adapun realisasi semester II naik menjadi 18,8 juta KL.

Dalam pembahasan APBN Perubahan, pemerintah mengajukan usul kenaikan kuota premium dan solar subsidi. Adapun volume minyak tanah tetap.

Sampai akhir Juni 2009, konsumsi BBM masih di bawah kuota. Laporan Badan Pengawas Hilir Migas menunjukkan, dari alokasi volume BBM bersubsidi 18,4 juta KL, realisasi konsumsi hanya 16,2 juta KL.

Realisasi konsumsi premium Januari-Juni adalah 8,973 juta KL atau 95 persen kuota APBN 2009 yakni 9,448 juta KL. Dalam APBN-P 2009, diusulkan kuota premium semester I-2009 sebesar 10,029 KL.

Dari alokasi minyak solar sebanyak 5,8 juta KL, realisasi konsumsi hanya 4,973 juta KL atau 85,7 persen dari kuota APBN. Padahal, dalam pembahasan APBN P 2009, pemerintah mengajukan kenaikan kuota minyak solar untuk semester 1-2009, sebanyak 6,25 juta KL.

Adapun realisasi konsumsi minyak tanah Januari-Juni hanya 2,205 juta KL, atau 68 persen dari kuota APBN 2009 sebesar 3,244 juta KL.

Kuota BBM bersubsidi dalam APBN 2009 adalah 36,854 juta KL, terdiri atas premium 19,4 juta KL, solar 11,6 juta KL, dan minyak tanah 5,8 juta KL.

Bila kenaikan volume diterima, subsidi BBM dalam APBN 2009 akan membengkak. Sebab, harga minyak mentah dunia di atas patokan APBN. Dengan realisasi harga minyak semester I-2009 sekitar 61 dollar AS per barrel, Departemen Keuangan memperkirakan subsidi BBM naik dua kali lipat, dari Rp 24,5 triliun ke Rp 54,3 triliun. (DOT)

http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/07/08/03492645/konsumsi.bbm.di.bawah.kuota
0 comments:

Post a Comment

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

Recent Posts