Minggu, 02/08/2009 15:35 WIB
Jakarta - Di tengah maraknya penyebaran flu babi, penggunaan alat pendeteksi tubuh di bandara sangat diperlukan. Namun, di Terminal 2 kedatangan internasional Bandara Soekarno-Hatta, alat tersebut tidak difungsikan. Bahkan terkesan hanya menjadi pajangan saja.
Pantuan detikcom di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (1/8/2009) malam, alat pendeteksi suhu tubuh tersebut ditutup dengan penghalang semacam meja. Singkat kata, alat itu tidak difungsikan.
Namun yang mengherankan, setiap orang yang melintas harus mengisi formulir pernyataan tidak sakit, tidak demam, dan lain lain. Tentu saja, ini merepotkan para penumpang.
"Lah, ini kan aneh, alat nggak hidup orang disuruh mengisi formulir pernyataan nggak sakit? Kalau pun sakit ya mana ada yang ngaku," komentar salah seorang pengguna bandara, Suseno.
Menurut Suseno, aktivitas ini membuat repot penumpang yang hendak keluar. Lalu, pengisian formulir terkesan sia-sia karena baik petugas maupun penumpang, hanya melakukan aktivitas tersebut seadanya. Pemborosan biaya juga terjadi karena kertas yang digunakan sia-sia.
"Petugasnya juga tidak konsisten, ada yang disuruh ngisi ada yang menyelonong begitu saja," kata Suseno.
Suseno yang baru saja mendarat dari Singapura melihat perbedaan yang tajam dengan dengan pemeriksaan suhu tubuh di Singapura. Di Singapura, para penumpang begitu turun dari pesawat langsung diarahkan menuju lokasi yang sudah diatur rapi. Setelah diperiksa alat pendeteksi, penumpang baru diperbolehkan melanjutkan perjalanan.
"Lokasinya jauh dari Imigrasi. Deteksi berlangsung ketat tapi rapi dan sopan," ujarnya.
(mad/nrl)
http://www.detiknews.com/read/2009/08/02/153510/1175907/10/alat-pendeteksi-suhu-tubuh-di-terminal-2-cengkareng-hanya-formalitas

Post a Comment