Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke

Bahan Pokok Makin Mahal

6 August 2009, 09:02

* Stok Gula Menipis

BIREUEN - Harga sejumlah bahan pokok terus mengalami kenaikan. Padahal, pelaksanaan ibadah puasa Ramadan masih akan berlangsung tiga minggu lagi. Sementara di Banda Aceh, persediaan gula pasir di pasar dilaporkan mulai menipis sehingga berimbas pada naiknya harga. Pedagang di Bireuen yang ditanyai Serambi, Rabu (5/8), mengatakan, harga barang biasanya baru naik ketika seminggu lagi menjelang pelaksanaan ibadah puasa. “Namun tahun ini, tiga minggu lagi menjelang puasa harga sudah mulai naik,” kata Ari.

Meski harga makin mahal, namun sampai sekarang Ari mengaku belum melihat tanda-tanda permintaan masyarakat menurun. Permintaan dikatakannya masih stabil seperti biasa. “Permintaan konsumen terhadap sembako masih stabil,” katanya singkat. Beberapa mata barang yang terus mengalami kenaikan diantaranya adalah beras Bulog, dari biasanya dijual Rp 3.500 per kilogram kini menjadi Rp 3.800, dan kemarin naik lagi menjadi Rp 4.200 per kilo. Beras cap panah yang biasanya dijual Rp 90.000 per sak (15 kg) juga naik menjadi Rp 92.000. “Begitu juga dengan jenis beras lain. Rata-rata harga naik Rp 1.000 sampai Rp 2.000 per sak,” ujarnya.

Kenaikan juga terjadi pada telur ayam ras dalam negeri. Biasanya dijual Rp 22.000 per papan kini menjadi Rp 28.000. Sedangkan telur ayam kampung dari Rp 32.000 naik menjadi Rp 39.000 per papannya. Minyak goreng yang sebelumnya dijual Rp 7.300 per kilo, naik menjadi Rp 7.800, dan naik lagi menjadi Rp 8.000 sekilo. “Hampir semua jenis sembako mengalami kenaikan harga. Harga gula pasir juga masih bertahan setelah naik menjadi Rp 10.000 per kilogram,”kata Ari lagi.

Stok gula
Sementara di Banda Aceh, pedagang melaporkan, stok gula putih asal Lampung kian menipis. Fahrurrazi yang sehari-harinya berjualan di kawasan Pasar Peunayong, Banda Aceh, mengaku hanya memiliki stok seperempat sak lagi (1 sak=50 kg). “Di distributor tempat saya ambil gula juga nggak ada stok. Kalau hari ini habis, besok terpaksa jual gula kemasan,” ungkap pedagang tersebut.

Saat ini disebutkan, harga tebus per saknya sudah mencapai Rp 450.000 dan Rp 10.000 per kilo. Menurut Fahrur, ini merupakan harga tertinggi yang pernah terjadi sepanjang kondisi jalan normal. “Memang Selasa kemarin kita dengar gula sudah sampai di Pelabuhan Malahayati, tetapi sampai sekarang (kemarin) belum ada pasokan,” ujarnya.

Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) dan UKM Aceh sebelumnya, kepada koran ini memang menginformasikan bahwa sebanyak 5.000 ton dari Surabaya sudah merapat ke Pelabuhan Melahayati. Bongkar muat dikabarkan telah berlangsung kemarin malam. Informasi terakhir yang diperoleh Serambi dari pihak pemasok tadi malam, aktivitas bongkar muat baru dilakukan siang kemarin. Gula-gula yang telah dibongkar tersebut dikatakan langsung didistribusikan ke daerah-daerah.(c38/yos)

http://www.serambinews.com/news/bahan-pokok-makin-mahal
0 comments:

Post a Comment

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

There was an error in this gadget

Recent Posts