Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke

Operator Seluler Bidik Pelanggan Kaya

[ Selasa, 03 November 2009 ]

Strategi Baru Operator Seluler

JAKARTA - Persaingan bisnis telekomunikasi semakin sengit. Setelah habis-habisan memangkas tarif agar dilirik pelanggan, mulai pertengahan tahun ini terjadi pergeseran dalam pola kompetisi operator seluler. Kini, para penyedia jasa telekomunikasi lewat ponsel itu berebut menjadi nomor satu dengan mengincar segmen pasar paling menjanjikan, yakni pasar pelanggan berkantong tebal alias tajir .

Di "medan tempur" baru tersebut, para operator bersiap mengelontorkan duit triliunan rupiah untuk memperkuat pangsa pasar.

Intip saja rencana belanja modal atau capital expenditure (capex) operator telekomunikasi papan atas tahun depan yang semakin gendut.

Ambil contoh, Telekomunikasi Indonesia (TLKM) menyiapkan belanja modal sekitar Rp 21 triliun di 2010. Indosat (ISAT) tak mau kalah. Tahun depan, ISAT memperbesar capex hingga 20 persen menjadi USD 720 juta sekitar Rp 7 triliun. Sedangkan PT Excelcomindo Pratama Tbk (EXCL) menggenjot capex hingga USD 500 juta atau sekitar Rp 4,8 triliun, melonjak 66,6 persen dari belanja modal tahun ini sebesar USD 300 juta. Sedangkan pemain besar lain, PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) menyiapkan belanja modal USD 200 juta atau Rp 1,8 triliun.

Umumnya, para operator telepon itu mengalokasikan sebagian besar belanja modal untuk menambah kapasitas layanan sehingga bisa menarik pelanggan loyal mereka. XL misalnya, yang sejak awal tahun memfokuskan layanannya pada pelanggan Revenue Generating Base (RGB) yakni pelanggan aktif yang menggunakan layanan XL dan memberikan kontribusi pendapatan bagi perusahaan. "Kami terus melakukan upaya untuk memperkuat persepsi brand, khususnya dengan menggarap pasar potensial. Dengan semua pencapaian ini, kami cukup yakin meraih pertumbuhan pendapatan dobel digit,'' kata Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimi.

Hasilnya lumayan. Berdasarkan laporan keuangan kuartal III 2009, pendapatan XL tumbuh 8 persen menjadi Rp 9,8 triliun. Jumlah pelanggan XL juga meningkat sebesar enam persen menjadi 26,6 juta pelanggan per akhir September 2009.

Langkah lebih drastis dilakukan PT Indosat Tbk. Operator seluler terbesar kedua di Indonesia itu bahkan rela jumlah pelanggan regulernya rontok, asal pendapatan terangkat dari pelanggan loyal. Presiden Direktur Indosat Harry Sasongko mengatakan, menyusutnya jumlah pelanggan adalah konsekuensi dari penyesuaian strategi. ''Walaupun basis pelanggan kami berkurang hampir 20 persen, dalam perbandingan triwulanan, pendapatan selular kami tumbuh di atas 5 persen pada kuartal III ini. Itu menunjukkan bahwa strategi kami terhadap pelanggan berkualitas telah mulai memperlihatkan hasil yang positif,'' katanya.

Pendapatan usaha Indosat pada kuartal III turun 1,8 persen menjadi Rp 13,4 triliun. Laba bersih perusahaan juga turun 1,6 persen menjadi Rp 1,45 triliun dibanding periode yang sama tahun lalu. Sedangkan jumlah pelanggan tercatat sebanyak 28,7 juta.

Sementara itu, Telkomsel, operator dengan pelanggan terbanyak, juga mengakui sedang memfokuskan kinerjanya untuk memacu pendapatan.

Rinaldi Firmansyah, presiden direktur Telkom, perusahaan induk Telkomsel, menegaskan, pertumbuhan pendapatan memang menjadi fokus utama Telkomsel tahun ini. "Karena kalau pertumbuhan pendapatan positif, costumer base-nya akan mengikuti,'' katanya di kantor Telkom kemarin (2/11). (jan/kim)

http://www.jawapos.com/
0 comments:

Post a Comment

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

Recent Posts