Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke

Pembangunan Seribu Rumah Bantuan Hadapi Banyak Masalah

Senin, 02 November 2009 19:36 WIB

Penulis : Agustanto Budiprayogo

MADIUN--MI: Bantuan untuk pembangunan 1.000 rumah tidak layak huni (RTLH) dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, bekerja sama dengan TNI AD, di 15 kecamatan di Kabupaten Madiun, masih menghadapi banyak masalah.

Tidak diterimanya bantuan secara utuh, bahkan jauh dari dana yang dianggarkan, membuat sejumlah warga penerima bantuan mengeluh. Bantuan material yang seharusnya diterima senilai Rp5 juta untuk setiap RTLH, kenyataan di lapangan tidak ssuai.

Bahan material yang dikirim terkesan minim dan tidak lengkap. Banyak warga harus menambah sendiri kekurangan untuk merehabilitasi rumah mereka agar menjadi layak huni.

Muhammad Nur, 41, warga penerima bantuan di RT04/RW02, Desa Uteran, Kecamatan Geger, Senin (2/11), mengatakan bantuan yang diserahkan melalui koramil dan desa setempat itu jika dikalkulasi hanya senilai Rp3 juta.

Hal serupa dikeluhkan Jamus, 76, penerima bantuan yang tinggal di RT16/RW03, Desa Nglandung. Ia mengatakan, jumlah bahan material yang diterimanya bahkan lebih sedikit, hanya sekitar Rp2,2 juta sampai Rp2,5 juta.

Dari seluruh bantuan yang harus diterimanya, kata Jamus, ia belum menerima satu set bingkai pintu dan daun pintu. Yang sudah terpasang, baru dua jendela kaca di sebelahnya.

Sedangkan material banguan yang sudah diterima berupa semen delapan sak, 10 kalsiboard, 1.200 potong batu bata, dua meter kubik pasir, sati kwintal gamping, 20 batang kayu usuk berukuran 2,5 meter, lima kilogram plambir, dan cat.

"Jika dinominalkan, bantuan tersebut nilainya hanya sekitar Rp2,2 juta sampai Rp2,5 juta. Jauh dari Rp5 juta. Material seperti batu bata dan pasir telah dikirim sebulan yang lalu, sedangkan bahan lain dikirim seminggu yang lalu," ujar Jamus.

Meski nilai bantuan yang diterima jauh dari yang dianggarkan pemerintah, Jamus bersama istrinya, Suparni, tetap berterima kasih. Sedangkan rumah mereka direhab bersama enam anggota TNI AD dengan batuan yang sudah diterima.

"Meski dengan kondisi material yang minim kami tetap merehab rumah. Rencananya, semen dan pasir akan kami gunakan untuk menghaluskan lantai, sedang kayu usuk berukuran 2,5 meter sebanyak 15 batang dan kalsiboard akan kami gunakan untuk langit-langit," ujar Jamus.

Kepala Desa Nglandung Triyani membenarkan bantuan yang diberikan kepada warganya terbilang minim. Selain itu, mutu materialnya jauh dari standar untuk sebuah bangunan rumah layak huni. (AG/OL-01)

http://www.mediaindonesia.com/read/2009/11/02/103509/125/101/Pembangunan-Seribu-Rumah-Bantuan-Hadapi-Banyak-Masalah
0 comments:

Post a Comment

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

Recent Posts