Friday, 01 January 2010 11:26
MEDAN - Penggunaan bahasa Indonesia di beberapa media massa, saat ini benar-benar semakin memprihatinkan dan dapat berdampak buruk kepada pembaca, sehingga informasi yang disampaikan tidak jelas.
Ketua Serikat Penerbit Surat Kabar (SPS) Sumatera Utara, M Zaki Abdullah, tadi pagi, mengatakan, faktor tidak tepatnya penggunaan bahasa Indonesia itu adalah disebabkan oleh media massa.
"Wafat, gugur, dan mampus sama artinya, tetapi kalau kita mengabarkan kepada sahabat tentang orang yang dihormati telah tiada bahwa dia mampus kemarin, itu sama artinya kita berbahasa secara biadab," katanya.
Zaki juga mengkritisi media yang mengarah ke berita kriminal yang tidak tepat menggunakan bahasa Indonesia dalam pemberitaan seperti menyebutkan perampok berhasil atau pemerkosa berhasil.
"Mengapa penjahat yang dikatakan berhasil, apakah kita berada di pihak penjahat itu, kenapa bukan polisinya yang disebutkan berhasil," ucapnya.
(dat06/ann)
http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=78229:bahasa-media-massa-semakin-memprihatinkan&catid=14:medan&Itemid=27

Post a Comment