[ Jum'at, 18 Desember 2009 ]
SURABAYA - Gencarnya serbuan produk peralatan elektronik dari Tiongkok cukup mengkhawatirkan produsen lokal. Kondisi itu sangat disadari PT GG Nasional Indonesia, perusahaan elektronik untuk pasar domestik yang berbasis Gresik, Jawa Timur. Agar tetap bisa bersaing, mereka bersiap melakukan ekspansi plus mendapatkan pengakuan Standar Nasional Indonesia (SNI).
Chief Executive Officer PT GG Nasional Indonesia Robby S. Irawan mengatakan, Indonesia memiliki keunggulan berupa konsumen yang sangat besar. Karena itu, meski berbagai merek elektronik global masuk ke tanah air, industri elektronik peralatan rumah tangga domestik masih bisa bertahan dan berkembang. ''Produk barang jadi dikenai bea masuk (BM) yang menaikkan harga. Sementara barang produksi dalam negeri memiliki ongkos produksi yang terjangkau, namun tetap dengan kualitas baik,'' ujarnya di sela-sela kunjungan pabrik dari SMAK St. Agnes kemarin.
Berbekal alasan tersebut, perusahaan yang awalnya bergerak di bidang trading produk elektronik itu memutuskan untuk jadi produsen produk elektronik pada akhir 2004. Dua tahun lalu, perusahaan tersebut menempati pabrik seluas 7.000 meter persegi di Gresik. "Sekarang GG Nasional menghasilkan sekitar 1.500 item per shift. Kami mempekerjakan 100 karyawan dengan dua shift yang memproduksi rice cooker, dispenser, serta kipas angin," ujarnya.
Dia menjelaskan, produsen elektronik di tanah air bisa semakin kompetitif apabila ada mampu memproduksi dinamo dan motor. Saat ini baru produsen elektronik raksasa semacam Maspion yang mampu memproduksi komponen tersebut. Itu pun dikonsumsi untuk produk sendiri.
Meski demikian, GG Nasional tetap mengklaim bahwa biaya produksi mereka tergolong rendah, sehingga mampu bersaing dengan kompetitor. Robby memperkirakan bahwa perbedaan harga untuk produk sejenis dari merek terkenal lainnya mencapai 40 persen.
Dengan perbedaan harga tersebut, GG mengincar konsumen dari segmen menengah bawah dengan memasarkan melalui channel distribusi untuk pasar tradisional. ''Beberapa produksi kami juga masuk ke ke pasar modern melalui merek private label. Ada juga yang menyerahkan pengerjaan produknya ke kami, kemudian menempelkan sendiri merek mereka," katanya. (aan/fat)
http://www.jawapos.com/

Post a Comment