Jum'at, 18 Desember 2009 | 16:36 WIB
TEMPO Interaktif, Madiun - Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Madiun menganggarkan dana sebesar Rp 6,5 miliar untuk merevitalisai jaringan air bersih. “Upaya ini untuk menekan tingkat kebocoran air,” kata Direktur perusahaan Subyantoro, Jumat (18/12).
Menurut dia, dana ini merupakan hasil bantuan dari pemerintah pusat dan Propinsi Jawa Timur untuk perbaikan pipa jaringan air minum. Dana ini akan digunakan untuk melakukan perbaikan pipa jaringan sepanjang 21 ribu meter di sejumlah kecamatan. Diantaranya adalah Balerejo, Mejayan, Wungu, dan Wonoasri.
Tingkat kebocoran air yang dialami perusahaan pada 2009 ini mencapai angka 28 persen dari total distribusi sebanyak 4 juta meter kubik. Angka ini lebih tinggi dari toleransi tingkat kebocoran air yang diberikan pemerintah, yakni 20 persen.
Subyantoro mengatakan perusahaan menargetkan mampu mengurangi tingkat kebocoran air sebesar satu persen per tahun. Tahun 2008, lanjut dia mencontohkan, tingkat kebocoran mencapai angka 29 persen.
Adapun produktifitas air yang dihasilkan perusahaan, kata dia, terus mengalami peningkatan. Dari sebelumnya 266 liter per detik, kini mencapai 320 liter per detik. Produksi ini digunakan untuk melayani lebih dari 21 ribu pelanggan perusahaan yang tersebar di 15 kecamatan.
ANANG ZAKARIA
http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/2009/12/18/brk,20091218-214521,id.html

Post a Comment