Selasa, 22 Desember 2009 | 18:16 WIB
BANDUNG, TRIBUN- Serapan anggaran pendidikan di Kota Bandung untuk anggaran 2009 belum optimal. Idikasinya terlihat dari banyaknya gedung sekolah yang belum mendapatkan perbaikan meskipun mengalami rusak parah. Anggota Komisi D DPRD Kota Bandung Tedy Rusmawan menyayangkan hal tersebut.
"Tidak ada alasan pada akhir 2009 masih ada gedung sekolah yang rusak," kata Tedy di gedung DPRD Kota Bandung, Selasa (22/12).
Pada periode anggaran 2009, pemerintah Kota Bandung sudah menggelontorkan anggaran yang besar. Jumlahnya sekitar 47 persen dari total anggaran pendapatan APBD Kota Bandung. Sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM), tahun ini banyak difokuskan pada perbaikan gedung dan fasilitas sekolah.
Sedangkan pada anggaran 2010, anggaran pendidikan dialokasikan untuk membangun sejumlah ruang kelas baru. Namun, pada kenyataannya masih banyak sekolah-sekolah yang mestinya direhab belum mendapatkan perhatian.
"Sekolah yang rusak karena gempa, seperti SMA 23 misalnya. Sampai sekarang belum ada perbaikan," Tedy mencontohkan.
Pada tahun 2010, dewan mentargetkan Dinas Pendidikan Kota Bandung bisa menambah jumlah sekolah gratis untuk tingkat SMA. Usulan tersebut sudah disepakati untuk menambah sebanyak 9 sekolah gratis. Saat ini sudah ada 50 SMA yang digratiskan. Maka, pada 2010 akan ada 59 SMA yang digratiskan.
Dewan juga menyoroti tentang kinerja Dinas Pendidikan Kota Bandung. Dengan infrastruktur pendidikan yang jauh lebih memadai dibandingkan kota dan kabupaten lain di Jawa Barat, mestinya kualitas pendidikan di Kota Bandung jauh lebih baik. Namun, peringkat kelulusan berdasarkan nilai Ujinan Nasional (UN) masih dalam urutan ketiga.
"Mestinya nomor satu," katanya. (dia)
http://tribunjabar.co.id/read/artikel/13823/sekolah-rusak-harus-sudah-diperbaiki

Post a Comment