Sabtu, 2 Januari 2010 | 01:39 WITA
Parepare, Tribun - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Parepare berencana melakukan penyesuaian tarif air pada April 2010 mendatang setelah sebelumnya menunda rencana tersebut usai bulan puasa Ramadan 2009 lalu.
Direktur PDAM Kota Parepare Fachruddin Umar mengatakan, rencana tersebut akan dilakukan PDAM untuk menalangi dan meminimalisir cost recovery dan besarnya biaya operasional PDAM yang selama ini sangat membebani kinerja dan peningkatan pelayanan.
"Kenaikan tarif ini bervariasi dan kita lakukan dengan sistim subsidi silang antargolongan pelanggan. Kenaikan sampai sekitar 40 persen, tetapi itu untuk golongan pelanggan pemakaian air terbanyak seperti perkantoran dan industri," paparnya, belum lama ini.
Sementara untuk golongan pelanggan kecil atau kalangan rumah tangga, kenaikan tarif hanya sekitar 5 sampai 10 persen saja. PDAM juga menjamin, kenaikan tarif tersebut akan dibarengi peningkatan pelayanan dan distribusi air ke pelangganya.
Listrik
Terkait pelayanan PDAM yang selama ini juga seringkali dipersoalkan kalangan masyarakat, Fachruddin menjelaskan, kendala pokok PDAM selama ini ada dua, yaitu ketersediaan air baku saat kemarau dan persoalan listrik.
"Terkait sumber air baku kita, sekarang ini sudah membaik karena hujan juga sudah turun. Kesulitan kita hanya pada waktu kemarau seperti saat Bulan Puasa lalu. Kedua, kondisi listrik yang mengalami pemadaman selama ini, juga mempengaruhi produksi dan pelayanan PDAM kepada masyarakat," katanya.
Diungkapkan, PDAM tidak memiliki genset untuk memompa air saat terjadi pemadaman listrik oleh PLN. Selain itu, karena keterbatasan dana sehingga PLN tidak mampu menyediakan genset dengan tenaga watt yang besar.
"Kebutuhan listrik untuk operasional PDAM itu sebesar 700 KPA atau 700 ribu watt. Dan sebuah genset berkekuatan listrik seperti itu harganya sekitar Rp 1 miliar. PDAM sendiri harus mengeluarkan uang sebesar RP 200 juta untuk pembayaran pemakaian listrik setiap bulannya," paparnya.(rip)
PDAM Barru Juga Naikkan tarif
PDAM Kabupaten Barru berencana menaikkan dan memberlakukan tarif dasar air pada Januari 2010 ini dari harga Rp 1.500 per meter kubik menjadi Rp 2.100 per meter kubik menyusul besarnya biaya operasional PDAM setempat.
Keputusan tersebut berdasarkan SK DPRD No 9 tahun 2009 tanggal 4 September dan SK Bupati No 345 tahun 2009 tanggal 9 September. Direktur Utama PDAM Barru Ibrahim mengatakan, penyesuaian tarif air terpaksa dilakukan akibat tingginya harga komponen dan biaya operasional PDAM.
"Itu pun juga sudah cukup lama rencana kenaikan ini diulur. Empat tahun baru dapat dilakukan penyesuaian tarif," katanya, Kamis (9/12). Penyesuaian tarif PDAM yang terakhir kali dilakukan adalah di tahun 2005.
Beberapa materil pengelolaan air PDAM yang harganya dirasakan sangat membebani antara lain batu tawas dan kaporit yang dengan kenaikannya mencapai hampir 100 persen. Begitu juga tarif listrik dan solar yang mengalami kenaikan.
Terkait pemberlakukan tarif baru itu, PDAM berjanji kenaikan tarif akan diikuti perbaikan pelayanan secara maksimal.
Menurutnya, sejak November lalu tarif baru tersebut akan diberlakukan. Namun suplai air sering mengalami kemacetan sehingga ditunda hingga Januari 2010. Saat ini diakui suplai air sudah lancar sampai 24 jam sehingga dijamin tidak ada lagi kemacetan.(rip)
rencana kenaikan tarif
* PDAM Parepare
- Kenaikan bervariasi, tergantung golongan pelanggan
- Kenaikan antara 5-40 persen
- Alasan: untuk menalangi dan meminimalisir cost recovery dan besarnya biaya operasional PDAM yang selama ini sangat membebani kinerja dan peningkatan pelayanan
* PDAM Barru
- Naikkan tarif dasar dari Rp 1.500 per meter kubik menjadi Rp 2.100
- Sudah empat tahun tidak ada kenaikan tarif
- Alasan: Biaya operasional semakin tinggi
http://www.tribun-timur.com/read/artikel/66398

Post a Comment