Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke

Ganti Tahun, Kenaikan PPN Inggris Bingungkan Konsumen

Jumat, 01 Januari 2010 17:29

Para konsumen Inggris menghadapi hari terakhir pajak pertambahan nilai (PPN) dengan tingkat lebih rendah hari Kamis kemarin, setelah pemerintah memotong PPN dalam sebuah upaya untuk mendorong konsumsi di era resesi. (SuaraMedia News)

Para konsumen Inggris menghadapi hari terakhir pajak pertambahan nilai (PPN) dengan tingkat lebih rendah hari Kamis kemarin, setelah pemerintah memotong PPN dalam sebuah upaya untuk mendorong konsumsi di era resesi. (SuaraMedia News)
LONDON (SuaraMedia News) – Para konsumen menghadapi hari terakhir pajak pertambahan nilai (PPN) dengan tingkat lebih rendah hari Kamis (31/12/09) kemarin, meskipun banyak retailer yang mengatakan bahwa mereka tidak akan menaikkan harga pada tanggal 1 Januari.

PPN diatur untuk kembali pada angka 17.5% di tahun baru setelah dikurangi menjadi 15% pada tanggal 1 Desember 2008.

Pemerintah memotong PPN dalam sebuah upaya untuk mendorong konsumsi di era resesi.

Namun, beberapa retailer telah mengatakan bahwa mereka akan menunda penerapan tingkat PPN yang lebih tinggi, sementara lainnya mengatakan akan mengambil risiko peningkatan.

Pusat Penelitian Ekonomi dan Bisnis (CEBR) memperkirakan bahwa potongan pajak selama 13 bulan membantu dalam mendorong konsumsi konsumen sebesar 6.8 miliar poundsterling, meskipun Konsorsium Retail Inggris (BRC) mengatakan hal itu memberikan efek yang sangat terbatas.

Namun, CEBR memperingatkan bahwa beberapa bulan pertama tahun 2010 akan sulit bagi para retailer, saat pengeluaran mungkin akan terpengaruh oleh kenaikan PPN dan peningkatan inflasi.

Supermarket-supermarket raksasa seperti Tesco, Sainsbury’s, dan Asda semuanya mengatakan akan menunda penerapan PPN baru pada ribuan produk.

Namun, Tesco telah dituduh menaikkan harga sebelum pajak dinaikkan.

Sebuah laporan di Daily Mail mengklaim bahwa Tesco, Boots, dan Morrisons telah menaikkan harga beberapa produk tertentu dalam minggu-minggu terakhir.

Tesco mengatakan bahwa perubahan harga produk-produknya tidak terkait sama sekali dengan peningkatan PPN.

“Sejumlah kecil produk akan mengalami kenaikan harga, namun ini karena adanya tawaran khusus yang akan segera berakhir atau peningkatan biaya produksi. Lebih banyak harga yang turun daripada naik,” ujar juru bicara Tesco.

Morrisons, yang belum mengklaim akan membekukan PPN, mengatakan bahwa keragaman harga di sepanjang tahun mencerminkan adanya perubahan biaya dan promosional.

Sementara itu, Argos dan John Lewis mengatakan tidak akan menaikkan harga hingga akhir Januari.

Arcadia Group, yang memiliki Topshop, Dorothy Perkins, dan BHS, mengatakan akan menyerap semua biaya kenaikan PPN di seluruh tokonya.

Namun, Marks and Spencer akan menaikkan harga semua produknya secara umum mulai tanggal 1 Januari dan juga pada produk makanan yang mana pajaknya dibayarkan mulai tanggal 11 Januari.

Meski demikian, para konsumen tidak akan memperhatikan perbedaan pada harga karena retailer tidak pernah menampilkan pengurangan PPN pada label harga, namun memberikan konsumen diskon 2.5%. (rin/bbc) www.suaramedia.com

http://www.suaramedia.com/ekonomi-bisnis/ekonomi/15594-ganti-tahun-kenaikan-ppn-inggris-bingungkan-konsumen.html
0 comments:

Post a Comment

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

Recent Posts