Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke

Kurangi Konsumsi Gula Sejak Balita

Labels: , ,
Kamis, 14 Januari 2010 18:09

kecenderungan di dalam tubuh penduduk Amerika mengandung banyak kalori dari pemilihan jenis minuman dibandingkan pada 1960. (SuaraMedia News)

Obesitas tidak hanya dipengaruhi pola makan yang tidak sehat. Pemilihan jenis minuman yang tidak tepat pun ternyata turut memicu.

Masalahnya, kini air yang diminum lebih variatif dan tidak lagi sekadar air putih. Padahal, air putihlah yang paling dibutuhkan dan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Tidak hanya merupakan kebutuhan pokok, air putih mempunyai manfaat menetralisasi dan mengeluarkan kadar racun dalam tubuh.

Namun, bila air putih yang diminum sangat sedikit, reaksi yang terjadi dalam tubuh akan terganggu. Kini, seiring perubahan gaya hidup, air putih yang dahulu menjadi primadona mulai ditinggalkan. Sebagai contoh,hasil penelitian yang dipublikasikan dan dianalisis dari survei nasional Amerika Serikat pada 1965,1977,1988, dan 2002.

Dalam penelitian tersebut digambarkan bahwa kecenderungan di dalam tubuh penduduk Amerika mengandung banyak kalori dari pemilihan jenis minuman dibandingkan pada 1960. Menilik data pada 1965, pasokan kalori tersebut berasal dari minuman sehari-hari yang dipilih.

Hal ini diperkuat sejak memasuki era 2000-an, hampir 21 persen makanan mengandung kalori. “Sejak 2002, hampir 30 persen penduduk Amerika mengonsumsi seperempat kalori atau lebih dari minuman yang diminum. Pemilihan minuman tersebut berasal dari soda dan menyumbang banyak asupan kalori," tutur peneliti dari University of North Carolina, Kiyah J Duffey, seperti dilansir Web MD.

Jenis minuman yang mengandung asupan kalori cukup signifikan adalah soft drink, alkohol dan jus buah-buahan. Pasalnya, minuman-minuman jenis ini turut memberikan asupan kalori tambahan. Sehingga berat badan pun dapat dengan mudah meningkat drastis, dan obesitas menjadi tak asing lagi.
Lantas, bagaimana bila sudah terbiasa minum minuman yang manis?
“Biasakan untuk tidak menambahkan gula. Bila ingin minum teh, tidak usah dikasih gula, teh tawar saja. Begitu pun jus tanpa ditambah gula.,” kata Dr. Regina Karim, Health Marketing Director Danone, saat ditemui dalam acara temu media AQUA 2010 di Tiara 1 Ballroom Hotel Crowne Plaza, Jakarta, Rabu (13/1/2010).

Menurut Dr. Regina Karim, pemilihan minuman serta makanan yang tepat sangat ditentukan dari pola makan anak sejak kecil. Bila dari kecil sudah terbiasa makan makanan manis, atau minum yang manis-manis. Maka, di kemudian hari dapat berpengaruhi pada tumbuh kembang anak. Kemungkinan obesitas pun semakin besar.

“Sejak anak masih kecil, biasakan untuk para ibu tidak menambahkan rasa. Bila ingin menambahkan garam pada masakan, sedikit saja. Dan tidak usah diberi gula dan kurangi penggunaan kecap. Ini sebaiknya dibiasakan sejak anak berusia 6 bulan” tutup Dr. Regina.

Masih menurut Dr. Regina, pemilihan buah-buahan pun sangat penting ketika membuat jus. Buah seperti mangga, yang memiliki kandungan gula tinggi, sepatutnya diperhatikan.

Nah, bila sedari kecil sudah dibiasakan tidak minum minuman manis, maka ketika dewasa pun anak akan lebih menyukai air putih.(okezone.com) wwww.suaramedia.com

http://www.suaramedia.com/gaya-hidup/makanan/16042-kurangi-konsumsi-gula-sejak-balita.html
0 comments:

Post a Comment

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

There was an error in this gadget

Recent Posts