[ Jum'at, 01 Januari 2010 ]
TAN Han Goen tak hanya piawai dalam membuat baju atau mengubah penampilan seseorang melalui pulasan make-up. Tapi, Goen juga ahli dalam memanfaatkan berbagai benda yang tak terpakai. Bahan tersebut menjadi elemen dekoratif yang mempercantik kediamannya di kawasan Citraland, Surabaya.
Di antaranya adalah bekas kusen jendela yang diubah menjadi kabinet cantik untuk men-display jajaran botol-botol minuman yang dikoleksinya. Kusen tersebut ditempel di dinding, lantas dilengkapi ambalan dari kaca tebal. Daun jendela pun berubah fungsi menjadi pintu bagi lemari display tersebut.
Pemanfaatkan barang tak terpakai juga dilakukan Goen untuk sekat kaca bekas ruang keramas di salon miliknya. Sekat dari kaca buram tersebut dipasang di area bawah tangga yang dimanfaatkan sebagai kamar mandi tamu. Dengan demikian, pintu kamar mandi tidak terlihat langsung dari ruang tamu.
Otak-atik juga dilakukan Goen pada kabinet untuk televisi. ''Saya kan beli jadi. Nah, yang tren sekarang itu kabinetnya tumpuk-tumpuk. Tapi, karena konsep rumah saya minimalis, kabinet seperti itu bikin ruangan penuh. Akhirnya, saya pisah menjadi tiga bagian,'' jelas pemilik Goen Salon tersebut.
Bagian terbawah tetap dimanfaatkan sebagai tempat meletakkan televisi. Lantas, dua laci dan satu kabinet yang berukuran kecil dibawa ke ruang dapur. Dengan menambahkan ambalan kaca, benda-benda tersebut berubah fungsi mejadi kitchen set yang cantik. Penambahan kaca menghindarkan kesan sumpek pada dinding,
Sedangkan sisanya dimanfaatkan untuk nakas di tempat tidur serta meja kecil untuk minibar. Dengan pemanfaatan tersebut, Goen berhasil melakukan penghematan. Hanya membeli satu produk, dia bisa dimanfaatkan menjadi banyak hal. ''Karena kecil-kecil, rumah saya nggak penuh,'' ujarnya, lantas tersenyum.
Menurut Goen, dia memang menghindari banyak barang karena ingin menjadikan kediamannya yang berukuran 8 meter kali 20 meter tersebut sebagai rumah peristirahatan. ''Makanya harus simpel dan nyaman,'' jelasnya. Tentu, hal itu didukung cat rumah warna krem yang kesannya meneduhkan.
Krem memang mendominasi rumah dua lantai tersebut. Tidak hanya untuk dinding, tapi juga pernik-pernik lainnya. Agar tak terkesan monoton, dia memadukannya dengan warna cokelat tua. ''Biar kontras, saya pakai warna salak brown, ya maksudnya cokelat salak,'' ujarnya, lantas tertawa kecil.
Saat menata rumah, Goen ingin konsep mengalir. Maksudnya, tidak banyak sekat, namun perpindahan ruang tetap terasa. ''Saya emang nggak suka sekat. Biar rumah saya yang hanya 160 meter persegi terasa seperti 450 meter persegi,'' katanya. Untuk memperkukuh kenyamanan, Goen menambahkan taman di depan dan belakang rumah. (any/nda)
http://www.jawapos.com/

Post a Comment