Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke

Waspada Mencuci Sayuran dengan Pembersih

Labels: , ,
Minggu, 03/01/2010 09:46 WIB

Fatichatun Nadhiroh - detikSurabaya

Surabaya - Terbiasa mencuci sayuran dengan cairan pembersih? Sebaiknya patut diwaspadai. Sebab belum terlihat manfaat dan tingkat keamanannya, karena dikhawatirkan terjadi kontaminasi yang berkelanjutan.

"Cairan pembersih itu mungkin membunuh bakteri dan menghilangkan residu pestisida. Namun, cairan itu kan dibuat dari bahan kimia. Nah, bahan kimia inilah yang saya khawatirkan justru mengontaminasi tubuh manusia," kata ahli gizi dari RSAL dr Ramelan, Yayuk Estuningsih, Minggu (3/1/2010).

Tubuh memiliki batas toleransi terhadap bahan kimia tertentu. Jika terpapar terus menerus, kemungkinan jadi resisten. Itu sebabnya, pihaknya menyarankan tak menggunakan produk cairan pembersih. Cara konvensional, membersihkan sayur dan buah menggunakan air mengalir dianggap lebih aman. Dan bila sayuran dimakan mentah (lalapan), sebaiknya dibilas air matang.

Dia menyarankan sebaiknya memilih sayuran yang daunnya berlubang atau tidak. Sebab selama ini berkembang anggapan, sayur yang daunnya berlubang lebih aman. Sebab, kandungan pestisidanya sedikit. Sehingga, masih ada ulat yang memakan sayuran tersebut. Sedangkan sayuran yang tak berlubang menunjukkan kadar pestisida tinggi.

"Menurut saya, konsumsi sayuran yang daunnya berlubang pun, belum tentu aman. Tergantung keyakinan masyarakat. Bila dirasa aman mengonsumsi sayuran yang daunnya berlubang, tidak apa-apa. Yang penting, cara membersihkannya benar," lanjut Yayuk.

Selain pestisida, ada beberapa bahaya lain saat konsumsi lalapan mentah yakni bakteri. Misalnya, selada yang biasanya ditanam di tepi sungai. Untuk menyiram dan mengairi lahannya, ya memakai air sungai tersebut. Padahal, air sungai ada kalanya telah tercemari kotoran manusia. Dengan sendirinya, sayuran telah terkontaminasi bakteri. (fat/fat)

http://surabaya.detik.com/read/2010/01/03/094647/1270502/466/waspada-mencuci-sayuran-dengan-pembersih
0 comments:

Post a Comment

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

Recent Posts