Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke

IRT Mengeluh, Cabe Merah Tak Stabil

Kamis, 04/02/2010 08:00 WIB

Eri Mardinal - Padang Ekspres

Ibu-ibu rumah tangga (IRT) kembali dipusingkan dengan melonjaknya harga cabe merah di pasaran. Jika biasanya mereka membeli dengan harga Rp26 ribu per kilogram, kini harganya melonjak drastis menjadi Rp30 ribu perlikogram.

“Baru saja minggu kemarin harganya turun, sekarang harganya sudah naik lagi. Minggu lalu cabe masih bisa saya beli Rp25 per kilogram, sekarang sudah naik Rp30 ribu per kilogram. Belum lagi harga kebutuhan lainnya. Kondisi seperti ini sangat membuat para IRT merasa terbebani,” keluh Ida (40) seorang IRT di Simpangempat.

Kenaikan harga cabe merah ini, kata Ida karena menurut para pedagang barang yang dibelinya dari agen juga tinggi, makanya mereka terpaksa pula menaikkan harga jual. Akibatnya masyarakatlah yang merasakan pedihnya harga kebutuhan dapur ini.

Dia menambahkan kalau setiap berbelanja dirinya biasa membeli 1 kilogram cabe merah, namun karena harganya naik, terpaksa harus mengurangi dengan hanya membeli setengah kilogram saja. Ini dilakukan agar kebutuhan pokok lainnya dapat terpenuhi.

Keluhan yang sama juga diutarakan, Umi (38) warga lainnya. Dia cukup terkejut dengan kenaikan harga cabe merah yang begitu drastis. Padahal pada minggu lalu, katanya harga cabe merah masih di kisaran Rp24 ribu perkilogram. Kini malah harganya telah menembus Rp30 ribu per kilogram.

“Bagaimana kita tidak pusing memikirkannya tiba-tiba saja harga melonjak naik. Ini baru satu barang, kalau seandainya barang-barang kebutuhan pokok lainnya juga ikutan naik, bisa stres kita dibuatnya,” keluhnya sembari berharap semoga dalam minggu ini, harga cabe merah bisa kembali normal lagi.

Di tempat terpisah, beberapa pedagang yang ditemui Koran ini, salah seorangnya Inur mengungkapkan terpaksa menaikkan harga cabe merah karena barang yang didapatkannya tersebut juga naik dengan harga tinggi dibanding minggu lalu.

“Sehingga, para pedagang mau tidak mau harus menaikan harga jual. Kalau dijual sama dengan harga minggu lalu, maka pedagang bisa rugi,” ungkapnya.

Dia menambahkan, naiknya harga jual cabe merah ini lebih disebabkan karena persedian stok cabe merah di tingkat agen juga menepis. Pengaruh cuaca yang tidak menentu, sedikitnya mengakibatkan petani mengalami kegagalan panen. Sehingga pasokan cabe merah ke tingkat pengecer atau pedagang berkurang.

Sementara itu, harga komoditas lainnya seperti beras kualitas I masih di harga rata-rata Rp8250 per Kg, minyak goreng curah Rp10 ribu per Kg, gula Rp12 ribu per Kg, bawang merah Rp10 ribu per Kg. Sedangkan harga daging sapi masih Rp70 ribu per Kg, dan daging ayam Rp15 ribu per kilogram. [*]

http://www.padang-today.com/?today=news&id=13352
0 comments:

Post a Comment

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

There was an error in this gadget

Recent Posts