Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke

Mualaf Kanada Ciptakan Kosmetik Halal Pertama

Rabu, 10 Februari 2010 19:27

DUBAI (SuaraMedia News) - Bagi perempuan Muslim yang merasa mereka melanggar ajaran Islam dengan menggunakan krim kulit dengan alkohol dan residu babi, Layla Mandi memiliki jawabannya: kosmetik "halal".

Penata rias Kanada yang masuk Islam tersebut sedanga memasarkan kosmetik yang disebut OnePure, yang katanya memiliki kemewahan seperti merek internasional dikurangi elemen yang dilarang di bawah hukum Islam.

"Ada substansi turunan dari babi dan alkohol di sebagian besar produk kosmetik, jadi umat Islam harus benar-benar menggunakan sesuatu yang lain," kata Mandi.

Dari perbankan Islam hingga hotel bebas alkohol, produk yang ditandai halal telah menjadi populer di kalangan Muslim yang taat.

Di bawah konsep halal, daging babi dan produk sampingannya, alkohol dan hewan yang tidak disembelih menurut prosedur Al-Quran, dilarang.

Muslim yang ketat dengan shariah di seluruh dunia hanya membeli makanan halal tetapi pasar untuk kosmetik halal masih dalam masa merangkak di Asia dan merupakan hal baru bagi umat Islam di dunia Arab.

Produk tersebut biasanya tidak dijual di toko namun bisa dibeli di Internet dari toko online di Malaysia, Yordania, dan Inggris.

"Muslim tidak mau pergi berkeliling dan berdoa lima kali sehari dengan memakai residu babi pada tubuh mereka," kata Mandi, yang berusia di awal tiga puluhan dan berbalut abaya hitam ramping, dengan rambut pirang yang menyembul dari bawah kerudungnya.

"Saya datang ke Timur Tengah untuk mempelajari lebih lanjut tentang kebutuhan orang-orang di sana. Kebanyakan dari mereka cukup terkejut ketika saya memberitahu mereka ada produk-produk daging babi dalam perawatan kulit mereka jadi mereka sangat tertarik."

Menurut Mandi, asam lemak dan gelatin digunakan dalam pelembab, shampoo, masker wajah dan lipstik serta barang-barang lainnya sering diekstrak dari babi.

Bertekad untuk menciptakan produk yang halal, Mandi mengumpulkan bersama-sama dokter kulit dan ahli kimia dan mengatakan kepada mereka idenya: kosmetik dan produk perawatan kulit bebas dari babi dan alkohol.

OnePure menjamin itu, katanya. Dan untuk mendapatkan pijakan di usaha yang sangat kompetitif, Mandi menawarkan produk yang datang dalam bungkusnya yang mewah.

"Saya ingin kemasan yang benar-benar mewah, untuk berbicara kepada orang-orang muda dan orang tua, untuk semua orang. Saya tidak ingin orang-orang bilang; ‘saya benar-benar ingin membeli produk yang halal tapi kemasannya tidak terlihat meyakinkan tenang’,' "katanya.

Dipuji sebagai merek kosmetik halal pertama di Timur Tengah, produk OnePure bersertifikat di Malaysia oleh badan Islam yang juga mengeluarkan sertifikat untuk daging dan barang-barang konsumen lainnya untuk umat Islam.

Mandi Sejauh ini telah menjual secara online, di Saudi Airlines, pelanggan pertamanya sejak Juli, dan sebuah butik kecil di area kelas atas Souk Al-Bahar di kompleks Burj Dubai yang memiliki menara tertinggi di dunia.

"Kosmetik itu dirancang khusus untuk wanita di GCC (Gulf Cooperation Council). Saya berencana untuk meluncurkan produk bagi laki-laki, tetapi untuk sekarang, hanya untuk perempuan," kata Mandi. "Ada selera untuk itu di wilayah ini."

Tetapi beberapa di industri make-up telah menyatakan sikap skeptis tentang kosmetik halal, menolak ide-ide pemasaran seperti yang dipunyai Mandi yang dianggap memanfaatkan kebutuhan akan produk yang benar sesuai agama.

"Saya merasa itu lebih tentang pemasaran," kata Noura Hamdi, manajer pemasaran di sebuah butik Body Shop di Dubai. "Kami toh tidak menggunakan produk hewani dalam produk-produk kami," kata Hamdi, menambahkan bahwa alkohol yang terdapat dalam kosmetik dan produk perawatan kulit yang dijual di tokonya "bukan alkohol murni."

"Pelanggan tidak akan meminumnya. Itu adalah sesuatu yang dipakai pada tubuh atau pakaian jadi tidak berhubungan dengan halal atau haram atau agama," kata Hamdi. "Masalahnya bukan apakah itu halal atau haram, itu lebih tentang keuntungan suatu produk."

Tapi ulama senior di Dar al-Iftaa, Uni Emirat Arab, yang mengeluarkan fatwa, atau maklumat keagamaan, tidak setuju.

"Jika salah satu produk kosmetik mengandung turunan babi atau alcohol, maka produk tersebut tidak boleh digunakan karena telah terkontaminasi dan tentunya orang tidak ingin menerapkan produk terkontaminasi tubuh mereka," kata ulama itu, yang tidak memiliki izin untuk mengidentifikasi dirinya sendiri dalam tugasnya dalam menjawab pertanyaan Muslim melalui telepon. (iw/afp) Dikutip oleh www.suaramedia.com

http://www.suaramedia.com/ekonomi-bisnis/strategi-bisnis/10477-mualaf-kanada-ciptakan-kosmetik-halal-pertama.html
0 comments:

Post a Comment

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

There was an error in this gadget

Recent Posts