Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari mengingatkan manajemen rumah sakit untuk tidak menolak pasien dari keluarga miskin. Bila menolak, bisa dilaporkan ke polisi dengan tuduhan cukup berat.Siti Fadilah mengatakan, tidak ada alasan bagi rumah sakit pemerintah menolak pasien dari keluarga miskin. Pasalnya, pemerintah sudah menyediakan jaminan pembayaran biaya perawatan kesehatan. ”Setiap tahun pemerintah menganggarkan paling sedikit Rp 2,6 triliun untuk rumah sakit. Belum lagi dana-dana dari alokasi lain. (Klaim) pasti dibayar,” tuturnya di Surabaya, Selasa (8/4).
Alasan administrasi juga tidak bisa dipakai untuk menolak pasien. Rumah sakit tidak dibenarkan menolak pasien dengan alasan kartu Asuransi Kesehatan untuk Keluarga Miskin (Askeskin) tidak berlaku lagi. ”Rawat dulu, urusan administrasi bisa dibereskan,” ujarnya.Siti Fadilah juga mengingatkan, pemerintah tetap menyediakan jaminan pembayaran perawatan kesehatan masyarakat miskin. Memang saat ini tidak lagi menggunakan nama Askeskin. Sekarang pemerintah menggunakan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas).”Rumah sakit jangan menolak gara-gara Askeskin menjadi Jamkesmas. Apalagi, sampai menolak pasien yang hidupnya bergantung pada tindakan medis. Nanti saya laporkan ke polisi karena pembunuhan berencana,” ujarnya.
Menurut dia, hampir tidak ada perubahan dalam Jamkesmas. Bahkan, itu dinyatakan lebih memudahkan rumah sakit. ”Dengan Askeskin klaim dibayar beberapa bulan sekali, dengan Jamkesmas bisa langsung. Besaran dana dan cara klaim juga tidak berubah,” tuturnya. Standar layananSiti Fadilah juga mengatakan, saat ini tengah disosialisasikan standar layanan kesehatan. Dengan standar bernama Indonesia Diagnose Related Group (INADRG) itu diharapkan pelayanan kesehatan akan membaik. ”Rumah sakit juga akan lebih untung kalau ini diterapkan,” tuturnya.Pada prinsipnya, INADRG mendorong tindakan medis sesuai kebutuhan. Hal itu didasari pada fakta banyak paramedis menyarankan tindakan berlebihan. Pada akhirnya, itu mengakibatkan pembengkakan biaya perawatan kesehatan pasien. (RAZ)
Source: http://shi-sumsel.blogspot.com/, 14 April 2008, dikutip dari Kompas

Post a Comment