Kamis, 25 Juni 2009 17:15 WIB
JAKARTA-MI: Tak kunjung turunnya suku bunga perbankan meski sudah ada penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia terjadi karena banyak bank di Indonesia yang dikuasai asing. Sedangkan kepentingan utama asing adalah untuk memaksimalkan keuntungan.
Demikian disampaikan pengamat pasar uang Farial Anwar di sela-sela acara Basic Treasury Management di Jakarta, Kamis (25/6).
"Bank di Indonesia mulai dikuasai asing. Maka dari itu kebijakan BI tidak banyak direspon oleh mereka. Suku bunga turun juga tidak direspon dengan berbagai alasan. Karena asing tidak peduli,yang penting profit oriented," katanya.
Menurut Farial, dengan dikuasai asing, perbankan akan sulit menjadi mesin penggerak perekonomian. Pasalnya, semua kebijakan pemerintah tidak direspon dengan optimal. Dalam hal ini, lanjut Farial, seharusnya pemerintah dan Bank Indonesia memberikan batasan dan aturan yang lebih ketat.
"Yang saya heran kenapa BI dan pemerintah membiarkan. Jadi jangan kemudian menyalahkan kenapa mereka tidak mau menurunkan suku bunga. Ya, salah satunya karena ini,"katanya.
Wakil Presiden Direktur Bank Central Asia (BCA) Jahja Setiaatmadja mengungkapkan, belum turunnya suku bunga perbankan saat ini dalam upaya merespon penuruna BI rate karena bank memerlukan waktu untuk penyesuaian.
"Sudah turun cuma ada time lag. Saya kira seperti deposito penempatan nasabah 3 atau enam bulan dan setahun. Jadi kalau berubah sekarang kan tidak bisa langsung turun, perlu ada jeda waktu,"katanya
.
Jahja mengakui bahwa penuruna BI rate tidak membawa implikasi besar dalam penurunan tingkat suku bunga perbankan. "BI rate tidak ada implikasi apa-apa, setiap bulan bisa turun. Tapi kalau cost of fund kan tidak bisa turun langsung. Pada waktunya saya kira akan turun," katanya. (RR/OL-7)
http://www.mediaindonesia.com/read/2009/06/06/82009/20/2/Bank-tidak-Turunkan-Suku-Bunga-karena-Banyak-Dikuasai-Asing

Post a Comment