
Kamis, 25 Juni 2009 06:06 WIB
JAKARTA--MI: Pertanian menjadi salah satu sektor penting bagi kemajuan Indonesia sebagai negara berkembang. Sektor tersebut diyakini semakin penting karena pertanian mampu memantapkan landasan bangsa Indonesia.
"Bagaimana tidak, karena pertanian menjadi salah satu unsur komponen bangsa terbesar di Indonesia selain buruh," ujar H.S. Dillon, mantan ketua Badan Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Nasional di Jakarta pada Rabu (24/6).
Lebih lanjut Dillon menekankan bahwa yang untuk menjadi maju, Indonesia haruslah juga memperkuat potensi petani-petaninya. "Tidak hanya penduduknya di pusat kota yang sehari-hari menggunakan jas yang harus diperhatikan, namun juga petani di pedesaan dan buruh-buruh," ujar Dillon.
Dalam konteks pemilihan presiden Juli mendatang, Dillon mengakui belum melihat sama sekali dari ketiga pasangan capres-cawapres yang benar-benar pro pada kebijakan pertanian.
"Dari ketiganya tidak ada yang benar paham pada masalah pertanian. Seharusnya mereka berdiskusi dulu dengan para petani, jangan bilang mereka tidak mampu ini, tidak mampu itu. Sebenarnya petani kita mampu," pesan Dillon seraya mengingatkan bahwa sektor pertanian sempat menghasilkan lima juta lapangan kerja saat krisis bulan Agustus hingga Oktober tahun 1998 silam.
Kebijakan di sektor pertanian masih penting karena Indonesia masih berada di proses sebagai negara berkembang dan nilai tambah dari sektor pertanian sangatlah tinggi. "Kalau sudah negara maju beda lagi. Di negara maju yang terpenting adalah seperti kebijakan industri kreatif atau segala macamnya itu," ujar Dillon.
Namun sayang pemerintah Indonesia masih kurang benar-benar berpihak kepada sektor itu. Salah satu indikatornya adalah sikap pemerintah yang melihat sektor agro industri lebih sebagai hasil derivatif sektor industri makro, bukan sebagai sebuah langkah maju dari sektor pertanian.
Salah satu kesuksesan sebuah negara adalah yang merupakan hakekat pembangunan adalah membuat warganya semakin hari semakin maju. "Namun apakah petani kita semakin hari semakin maju? Tidak. Seharusnya semakin hari petani-petani Indonesia semakin menjadi bos-bos kecil di sektor pertanian, bukan petani malah menjadi buruh. Itulah salah satu hakekat pembangunan Indonesia," papar Dillon.
Apa yang dilakukan pemerintah pusat selama lima tahun terakhir ini belum cukup berhasil. Rencana revitalisasi pertanian yang diprogramkan tidak berhasil karena kekuatan-kekkuatan dalam kabinet mempunyai kepetingan yang macam-macam. (*/OL-02)
http://www.mediaindonesia.com/read/2009/06/06/81822/4/2/Belum-Ada-Pemimpin-Pahami-Pertanian

Post a Comment