Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke

Pemerintah Siapkan 230 Ribu Paspor Hijau untuk Jemaah Haji

Kamis, 25 Juni 2009 17:00 WIB

JAKARTA-MI: Imigrasi menyiapkan 230 ribu paspor hijau untuk mengantisipasi jika pamerintah Arab Saudi tetap memberlakukan aturan internasional dan meniadakan penggunaan paspor coklat.

Berdasarkan kesepakatan dalam rapat kerja DPR RI dengan Departemen Agama ditetapkan bahwa pemerintah Indonesia akan menunggu kepastian dari pemerintah Arab Saudi tentang penggunaan paspor hijau pada calon jemaah haji 2009 hingga 31 Juni 2009 mendatang.

"Kita mendesak dan akan memanggil Dubes Arab Saudi di Jakarta untuk memberikan kepastiannya," kata Sekretaris Dirjen Haji dan Umrah Departemen Agama Abdul Gafur Djawahir, di sela-sela acara pembukaan Konsultasi Koordinator Tindak Lanjut Hasil Pengawasan tahun 2009, Rabu (24/06) malam.

Desakan itu dilakukan Depag berkenaan dengan semakin sempitnya persiapan untuk pembuatan paspor hijau.

Gafur menjabarkan untuk keperluan mengantisipasi kemungkinan sikap pemerintah Arab Saudi tersebut pihaknya selalu menjalin koordinasi dengan pihak Dirjen Imigrasi.

"Dari rapat terakhir kita juga tahu bahwa imigrasi sudah menyiapkan 230 ribu paspor hijau untuk antisipasi, sehingga bila Arab Saudi tetap pada keputusannya agar jemaah haji harus menggunakan paspor hijau, kita tidak akan menemui kesulitan," papar Gafur.

Langkah Menteri Agama yang masih menunggu kepastian soal penggunaan paspor hijau tersebut, ujar Gafur, karena Dubes Arab Saudi dan Menteri Urusan Haji Arab Saudi sempat merespon positif permintaan penundaan penggunaan paspor hijau dari beberapa negara seperti India dan Pakistan serta Indonesia.

Kendati penggunaan paspor hiau itu masih belum pasti, namun Abdul Gafur menegaskan bahwa pengurusan paspor hijau untuk haji tersebut akan dilakukan seluruhnya oleh Departemen agama, termasuk juga biayanya, semua akan ditanggung oleh Departemen Agama. "Semua biaya paspor hijau akan ditanggung oleh pemerintah, tidak ditanggung oleh jemaah,"tegasnya.

Padahal ungkap Gafur biaya untuk pembuatan paspor hijau jauh lebih mahal dibanding paspor coklat. Biaya untuk pembuatan paspor coklat hanya Rp5.000/orang, sedangkan biaya pembuatan paspor hijau Rp270.000/orang.

Kendala lain yang mungkin timbul kelak, ungkap Gafur mungkin terjadi pada pembuatan paspor hijau. Jemaah harus langsung datang ke kantor imigrasi untuk foto, pengambilan sidik jari atau pun wawancara. Ini akan menyulitkan karena jumlah kantor imigrasi di Indonesia tergolong sedikit.

"Jemaah harus datang langsung ke kantor imigrasi, padahal jumlahnya di seluruh Indonesia hanya 108 kantor, sehingga akan menyulitkan jemaah, terutama yang yang leaknya berjauhan dari lokasi," katanya.

Dengan paspor coklat seperti yang selama ini dilakukan, jemaah tidak akan menemui kesulitan berarti, sebab jumlah kantor Depag dan Kanwil tempat pengurusan paspor jumlahnya 545 buah.

Mereka juga tidak harus datang ke tempat pembuatan paspor. Saat tiba di Saudi Arabia pun pemeriksaan lebih mudah karena bisa langsung bisa dibedakan dengan pengujung yang datang ke negara itu. (Hru/OL-7)

http://www.mediaindonesia.com/read/2009/06/06/82006/91/14/Pemerintah-Siapkan-230-Ribu-Paspor-Hijau-untuk-Jemaah-Haji
0 comments:

Post a Comment

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

Recent Posts