Senin, 29 Juni 2009 | 04:10 WIB
Jakarta, Kompas - Departemen Pertanian akan melanjutkan program pengembangan usaha agrobisnis pedesaan atau PUAP. Target PUAP 2010 untuk 10.000 kelompok tani di 10.000 desa. Masing-masing kelompok tani akan mendapatkan bantuan dana Rp 100 juta, sehingga diperlukan anggaran Rp 1 triliun.
”Kami akan melanjutkan program PUAP 2010 untuk 10.000 desa. Diharapkan pemberian dana Rp 100 juta per kelompok tani bisa menjadi dana bergulir yang terus berkembang untuk mendorong penguatan dan tumbuhnya kegiatan agrobisnis di pedesaan,” kata Menteri Pertanian Anton Apriyantono, pekan lalu.
Mentan mengakui tidak semua program PUAP berhasil. Adakalanya modal yang diberikan tidak berkembang, justru semakin berkurang. Namun, apabila dilihat secara keseluruhan, banyak juga yang berhasil. Dana terus bergulir menjadi besar dan usaha petani semakin luas.
Dengan program bertahap setiap tahun, diharapkan semua kelompok tani dan desa yang masih rendah pendapatan masyarakatnya dapat dijangkau dana PUAP. Dengan demikian, ekonomi petani semakin kuat dan petani benar-benar bisa mandiri, baik dalam usaha taninya maupun dalam mencari alternatif pendapatan.
PUAP dirintis Deptan sejak 2008. Pada tahun itu, rencana awal anggaran PUAP Rp 1 triliun untuk 10.000 kelompok tani di 10.000 desa. Lantaran mendapat protes dari sejumlah anggota Komisi IV DPR terkait dengan pemilihan desa yang dinilai kurang adil oleh pihak Deptan, untuk mengakomodasinya sebagian anggota Komisi IV yang daerahnya belum kebagian dana PUAP, anggaran PUAP ditambah Rp 100 miliar yang diambil dari APBN-P. Adapun pada tahun 2009 dana PUAP Rp 1 triliun.
PUAP merupakan program pemberdayaan agrobisnis petani di pedesaan. Bisa dimanfaatkan untuk subsektor pertanian maupun hortikultura. Kegiatan usahanya bisa meliputi pengadaan sarana produksi, seperti benih, pupuk, pestisida, maupun kegiatan off farm dalam bentuk usaha dagang oleh kelompok.
Selain itu, juga bisa dimanfaatkan untuk usaha lainnya, terutama berkaitan langsung atau tidak dengan pertanian. Misalnya, untuk usaha pembuatan makanan ringan, kerajinan, dan sejenisnya. Dengan program tersebut diharapkan masyarakat bisa mandiri secara ekonomi, dana bergulir bertambah besar sehingga usaha bertambah besar dan semakin banyak petani yang dapat mendapatkan modal usaha baru.
Keluh petani
Di tengah terus berlanjutnya program PUAP, di belahan Indonesia bagian timur, khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur, petani mengeluh kerap kesulitan pangan dan ditimpa kelaparan. Musim hujan yang hanya tiga hingga empat bulan dengan curah hujan yang rendah membuat usaha tani tidak memberikan keuntungan memadai.
Petani berharap pemerintah dapat mengalokasikan anggaran yang lebih besar untuk mendukung pembangunan pertanian melalui pembangunan infrastruktur air, seperti embung, bendungan, jaringan irigasi, dan infrastruktur jalan. Rendahnya pendidikan petani merupakan salah satu kendala lambannya transfer teknologi. (mas)
http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/06/29/04100859/puap.dilanjutkan.untuk.10.000.desa

Post a Comment