Kamis, 16 Juli 2009 19:53 WIB
MANADO--MI: Hingga saat ini kelangkaan minyak tanah (MT) masih dirasakan oleh warga masyarakat di 15 kabupaten/kota yang ada di provinsi Sulawesi Utara, kata Kepala Biro Ekonomi Pemprov Sulut, Robert Assa di Manado, Kamis (16/7). "Masih terjadi kelangkaan di seluruh kabupaten/kota yang ada di Sulut," tandas Assa.
Limabelas kabupaten/kota itu meliputi Kota Manado, Kabupaten Minahasa, Kota Bitung, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Kota Kotamobagu, Kota Tomohon, Kabupaten Sangihe, Kabupaten Sitaro, dan Kabupaten Talaud.
Sementara itu, pemerintah Sulawesi Utara terus melakukan penelusuran dugaan kelangkaan minyak tanah, karena dugaan adanya pengurangan jatah di seluruh kabupaten/kota yang ada di Sulut. Untuk itu, pihaknya bersama-sama dengan pemerintah Kabupaten/Kota akan melayangkan surat kepada Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) agar segera melakukan pemeriksaan terhadap Pertamina.
"Berdasarkan rapat dengan pemerintah Kabupaten/Kota yang dilaksanakan belum lama ini, semuanya setuju agar Pertamina diaudit oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) karena kelangkaan minyak tanah ini sudah meresahkan masyarakat," ujar Assa kepada wartawan. Kelangkaan minyak tanah di daerah ini, sudah terjadi sejak tiga bulan terakhir. Dalam waktu dekat ini, Pemprov Sulut akan melayangkan surat kepada BPKP untuk segera melakukan audit terhadap Pertamina.
"Surat ini sementara kami buat dengan berbagai dasar agar secepatnya dilakukan tindakan dari BPKP," ungkap Assa. Assa menduga, kelangkaan minyak tanah disebabkan oleh adanya pengurangan jatah kepada masyarakat sebesar 50 Kilo Liter (KL). Pasalnya, kebutuhan minyak tanah sekarang tinggal 359 KL, dari sebelumnya 430 KL per hari.
"Seharusnya Pertamina tidak perlu mengurangi jatah kepada masyarakat karena jumlah penduduk pemakai BBM bersubsidi ini terus bertambah setiap tahunnya," tambah Assa. (Ant/OL-06)
http://www.mediaindonesia.com/read/2009/07/07/85686/128/101/15-Kabupaten-di-Sulut-Kelangkaan-Minyak-Tanah

Post a Comment