Jumat, 17 Juli 2009 | 00:34 WITA
DENPASAR, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Bali akan menggratiskan biaya kesehatan mulai 2010. Biaya yang dibutuhkan sebesar Rp250 miliar dalam setahun.
"Dana sebesar Rp250 miliar itu akan diambil dari APBD Bali tahun 2010, sehingga seluruh masyarakat menikmati pelayanan kesehatan secara gratis," ujar Gubernur Bali Made Mangku pastika di Denpasar.
Ketika mengadakan pertemuan dengan 18 anggota Komisi II DPR RI yang dipimpin wakil ketuanya, Drs Idrus Marham, ia mengatakan, pelayanan kesehatan secara cuma-cuma bagi seluruh lapisan masyarakat Bali diharapkan dapat terealisasi tahun depan.
Pemprov Bali, katanya, sebelum menggratiskan pelayanan kesehatan kepada masyarakat luas, tim kesehatan telah melakukan 6.000 kali kunjungan ke pelosok pedesaan.
"Pelayanan kesehatan dilaksanakan masing-masing satu kali setiap bulan kepada masing-masing desa di Bali dengan sasaran mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Tim dokter terpadu setiap kali kunjungan melayani tidak kurang dari 200 warga masyarakat setempat," ujar dia.
Menurut dia, tim medis yang beranggotakan sejumlah dokter ahli, dokter umum dan paramedis dengan obat-obatan yang memadai memberikan pelayanan secara cuma-cuma.
Gubernur Pastika menjelaskan, tim kesehatan terpadu khusus itu untuk operasi katarak telah melayani 1.000 warga masyarakat kurang mampu dalam tahun 2009.
Dari sasaran itu, katanya, hingga kini sudah terjangkau 800 orang yang sudah dapat melihat dengan baik, yang sebelumnya buta atau penglihatannya terganggu.
Dia katakan, pelayanan operasi katarak bagi masyarakat kurang mampu itu mutunya sama dengan warga masyarakat biasa yang selama ini dilayani RS Indra di Denpasar.
Masyarakat yang mendapat pelayanan operasi katarak sama sekali tidak dipungut biaya, karena biaya yang harus dikeluarkan itu dibayar oleh Pemerintah Provinsi Bali, katanya.
Oleh sebab itu, menurut dia, standar mutu pelayanan operasi katarak maupun pelayanan kesehatan lainnya yang dilakukan ke desa-desa sama dengan operasi yang dilakukan pihak rumah sakit, tutur Gubernur Pastika. (*)
http://www.tribun-timur.com/read/artikel/39119

Post a Comment